Gadis Kecilku yang Sabar
Oleh Choiriyah
Aisyah nama itu yang kami berikan saat dia lahir didunia ini. Saat ini telah menginjak usia 1 tahun 7 bulan. Saat usianya telah menginjak 1 tahun dia terkena sakit batuk yang setelah dua minggu tak kunjung sembuh meski telah di obati bahkan dia mulai sesak napas, dan ternyata dokter mengatakan dia terkena asma.
Saat itu kami sebagai orang tuanya sebenarnya kaget dan juga pahit mendengar diagnosa dokter, tapi matanya yang tajam menatap kami seolah menguatkan hati dengan mengatakan “ ini masih belum kiamat, doakan aku untuk kuat dan sabar menerima semua ini ”. dia tidak pernah mengeluh, bahkan saat sakitpun dan dalam keadaan dia susah bernafas juga tidak ada keluh kesah. menangispun tidak asal dia bisa tidur juga istirahat. Seolah segala tingkah lakunya dan tatapan matanya mengatakan “ tegarlah dalam menerima semua ini”, karena dia tetap lincah dan aktif.
Kadang saat dia batuk dan susah bernafas sepertinya dia bertanya ” apakah ini yang umi rasakan dulu?”
Memang saya dulu pernah mengidap asma karena kemasukan air ketuban saat lahir. Dan saat ini telah sembuh. Saya ingat betul bagaimana sakitnya tidak bisa bernafas , bagaimana susahnya melakukan sesuatu dengan kondisi susah bernafas, dan bagaimana indahnya kesehatan saat kita bisa merasakan rongga dada kita dapat merasakan kelegaan nafas. Subhanallah! Maha suci Allah...Sungguh nikmat Allah itu sangat luar biasa nikmatnya dan indahnya...
Saya kasihan melihat dia yang hampir setiap minggu kedokter atau paling tidak sebulan sekali. Berat badan susah naik, meski makan normal dan vitamin terus diberikan tapi penyakit itu yang telah menggerogoti tubuhnya yang masih kecil itu. Setiap orang yang bertemu pasti berkomentar. Aisyah makin kurus ya? Aisyah sakit –sakitan ya? Aisyah makanannya gak dikasih makanan yang bergizi ya? Dan banyak lagi komentar yang kadang kalau hati kita tak kuat ingin sekali aku menangis, pedih, perih yang kurasa. Dan mereka hanya bisa mengatakan seperti itu. Mereka tak akan pernah paham dan mengerti kalau mereka belum pernah merasakan dan tahu bagaimana mahalnya pernafasan itu.
Yaa Allah... betapa perih, sakit hati ini bila tak sadari kalau sebenarnya ini adalah tanda cintaMu, betapa aku tidak terima kalau tidak ingat ini adalah jalan untuk kami menggapai rahmatMu. Betapa aku ingin berontak untuk menolak semua ini kalau tidak ingat ini adalah pemberian terindah dariMu. “Allah masih bersamaku kah Engkau saat ini?”
Sudah pernah kurasakan dulu mulai aku kecil, bukan hanya rasa sakit dari penyakit ini tapi juga sakitnya disisihkan oleh teman sendiri dan mereka juga manusia. Saya dulu juga merasakan bagaimana mereka menjauh saat penyakit itu ada dalam tubuh saya, mereka menjauh saat saya tidak bisa sepadan dengan mereka dalam hal materi karena uang saya habis untuk berobat bukan untuk beli mainan atau baju yang sama mahalnya dengan mereka. Saya juga tidak dapat merasakan makanan yang anak – anak lain bisa makan. Pernah samapi ada yang mengatakan “ masak uang 3500 rupiah saja tidak punya untuk bayar sekolah bulan ini?” karena masa itu saya habis perawatan keluar kota, dan guru saya itu tidak mau terima dengan alasan yang saya berikan. Pernah juga disuatu acara saya tidak diajak main teman – teman, karena saya tak memakai baju yang sebagus mereka. Banyak sebenarnya kepedihan kalau mau diuraikan. Saya juga manusia biasa yang bisa mengeluh dan kadang tidak sabar.
Tapi itu untungnya cuma manusia yang menjauh dari saya, bukan Allah!!!
Allah dengar doaku, doa ibu dan juga orang terdekat. Allah berikan sakit itu untuk mengajakku dekat dan semakin mendekat padaNya, dalam balutan kasih dan cintaNya.
Saat ini setelah semua terjadi dan semua telah kumengerti. Ucapan kata yang patut ku ucapkan adalah “Terima kasih ya Allah, ke Agungan hanya milikMu, kecintaan yang paling besar hanya dariMu, meski semua orang memandang kami hina.”
Kesenangan, atau ketidak senangan dalam hidup ini adalah karuniaNya. Allah sayang kepada kita, dan semua yang diberikanNya adalah pemberian yang harus disyukuri dan dinikmati dengan kesabaran dan keikhlasan.
Allah memang pemilik cinta yang sebenarnya, dan Dialah yang punya skenario atas semuanya. Dan Allah punya hikmah terbesar dan terindah. Tidak semua orang bisa merasakan dan menikmati tanda cintaNya.
“Ya Allah tidaklah aku terima semua karunia dari Mu hari ini atau yang melalui hambaMu, kecuali bahwa itu hanya dari Engkau semata, tiada sekutu bagiMu dan segala ucapan terima kasih itu hanya milikMu. ”
“ ya Allah sungguh diri kami ada dalam genggamanmu, kuatkan kesabaran kami dan kuatkan kami dalam menerima semua ini. Dan jangan jadikan kesedihan dan kesenangan ini sebagai alat bagi kami untuk jauh dan menghindar dariMu. dariMu dan kepadaMu kami kembali. Tidak ada yang kami harapkan selain rahmat dariMu, masukkanlah kami kedalam surgaMu bersama orang – orang yang sabar”
Wahai anakku kesabaranmu yang buat kami kuat saat ini...
Wahai gadis kecilku ajarkan kepada kami arti sabar dan ikhlas....
Wahai gadis keciku semoga Allah jadikanmu permata dalam surgaNya kelak...
Sungguh Engkaulah ya Robb yang telah menjadikan semua ini...
Lainnya (Arsip)
- Kepergian Orang-orang Terkasih
Abdul Mutaqin — Senin, 18/01/2010 14:03 WIB - Memaknai Keikhlasan
Endang TS Amir — Senin, 18/01/2010 07:52 WIB - MCK versus Parabola
Ummu Unaysah — Minggu, 17/01/2010 08:20 WIB - Ada Lagi yang Ulang Tahun Hari Ini
Widhi Satya — Sabtu, 16/01/2010 14:17 WIB - Kerja Untuk Anak atau Anak Untuk Kerja
Arifwita — Sabtu, 16/01/2010 06:24 WIB
Oase Iman
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




