Happy Family : Me vs My Husband
Oleh Baiq amalia
Terinspirasi dari sebuah iklan di televisi. Sebagai ibu rumah tangga, aku berprofesi sebagai manajer keuangan, bagian pembelanjaan, koki, guru privat (Yang ini belum aku lakoni) dan cleaning service. Jadi tergelitik untuk mencatat, apa saja ya profesi suamiku sebagai kepala rumah tangga...?
Pertama : Tukang Kebun
Suatu hari, aku tidak tahu keberadaan suamiku dimana. Padahal kendaraannya ada, tapi kok dicari-cari orangnya nggak ada di rumah ? Tiba-tiba... "Gedebuk!!!". Seperti suara buah durian yang jatuh dari pohon. Arah suara datang dari halaman depan rumah. Aku segera ke sana berharap ada buah durian yang dilempar ke halaman oleh tetangga. Oalah... ternyata suamiku tengah meringis-ringis karena jatuh dari atas pohon!!
"Makanya, Mas... kalo mau pangkas pohon bilang-bilang, dong... paling nggak istrimu kan bisa bantu dengan do'a... "
Lain waktu, bila suamiku hendak pangkas pohon ia akan melapor dulu padaku,
"Istriku, Mas mau kembali ke pohon dulu ya !"
Kedua : Tukang Reparasi
Lemari es di rumah rusak ? Komputer ngambek ? Pompa listrik macet ? Setrika nggak panas ? Atau apa aja deh... semua alat elektronika yang rusak di rumahku, pasti bisa dibetulkan oleh suamiku. Alhasil alat-alat elektronik kami awet digunakan, sama artinya dengan menghemat pengeluaran, kan...? Saking hematnya, bohlam lampu yang mati pun direparasi oleh suamiku. Padahal aku sudah bilang padanya, "Bohlam lampu kan harganya murah... lima ribu rupiah juga dapat... beli aja, sayang...". Tapi jawab suamiku, "Kalau bisa dibenerin, ya dibenerin aja dulu...". Hmm... padahal kebanyakan orang langsung membuang bohlam yang sudah mati.
Yang menjadi kepuasan suamiku, ketika produk bohlam lampu hasil reparasinya jadi. Setelah berlama-lama berkutat dengan bohlam lampu, maka tibalah saatnya untuk uji coba. Tiga puluh menit menyala dengan sukses. "Horeee... suamiku hebaattt...!!". Seruku membanggakan hatinya. Tapi tidak lama... "Jeglek!!" semua lampu di rumah padam, bau terbakar tercium dari kamar mandi. "Yah... reparasinya gagal. Beli aja, deh..."
Ketiga : Tukang Kayu
"Tok, tok, tok, tok !"
Suamiku sibuk memukulkan palu, setelah sebelumnya sibuk dengan hitung-hitungan agar sebuah rak kayu dapat serasi setiap sisinya dan dapat berdiri dengan tegak. Dari kayu-kayu bekas packing paket yang ada, suamiku telah berhasil membuatkan aku sebuah meja dan rak piring. Lagi-lagi dapat menghemat uang belanja kami.
Keempat : Pembasmi Tikus dan Kecoa
Yang ini agak sedikit sadis, hiii...
"Hoaaaa... ada tikuuusss !!". Teriakku keluar dari dapur. Maka... jreng, jreng, jreng... bak Superman yang secepat kilat datang ketika Louis Lane berteriak minta tolong, suamiku datang dengan singlet tipis sehingga terlihatlah piano di dadanya, tidak ketinggalan pula senjata andalan : Sepotong kayu. Bersama sepotong kayu itu, suamiku menutup pintu dapur sehingga ia hanya berduaan saja dengan SiTi(kus). Kali ini aku sama sekali nggak cemburu. Tidak lama kemudian... "Bukk, bukk, bukk...!!" Seekor tikus tewas di tangan suamiku. Hiii... darah yang tersisa di senjata pembunuh itu membuatku ngeri.
Di saat yang lain suamiku juga berprofesi sebagai pembasmi kecoa. Suamiku ini mempunyai seorang isteri yang phobia sama kecoa. Konon, ketika aku kecil seorang bibiku bercerita, "Ada orang yang telinganya dimasuki kecoa. Kecoa itu terbang dan masuk ke telinganya". Sejak itu tiap kali bertemu dengan kecoa aku merasa seakan-akan kecoa itu hendak terbang dan masuk ke telingaku.
Berbeda dengan tikus yang menurut suamiku sangat mengganggu, perlakuan suamiku pada kecoa terbilang lebih berprikehewanan. Kecoa itu ditangkap dengan kertas, kemudian dibuang keluar.
Kelima : Tukang Ojek
Profesi yang ini jarang dilakoni oleh suamiku secara aku merasa bisa lebih luwes dan gesit jika pergi sendirian, apalagi jika harus mengunjungi beberapa tempat. Kecuali kalau lagi menghemat untuk ongkos parkir, he he...
Keenam : Tukang Masak
Acara masak bersama suami merupakan saat paling romantis buat aku. Jika aku sibuk di dapur, suami akan datang menawarkan bantuan, "Ada yang bisa mas bantu?". Iris bawang atau ngulek sambal adalah bantuan yang kerap aku minta. Oh ya, Suamiku pintar lho masak nasi goreng !
Dulu, sebelum menikah aku paling nggak suka makanan nasi goreng. Namun suatu ketika pada masa pengantin baru, suamiku memasak nasi goreng spesial telur buatku (He he spesial kok pake telur). Nyammm rasanya enak... sejak itu nasi goreng jadi salah satu makanan kegemaranku, apalagi kalau suamiku yang memasaknya.
Ketujuh : Tukang Bohong
Nggak percaya kalau suamiku itu tukang bohong ? Nih buktinya...
Kalau makanan yang aku masak rasanya nggak karuan, aku tanya masakanku enak apa tidak, tetap saja suamiku menjawab, "Enaakk".
Kalau aku tanyakan pada suamiku, cantik mana aku atau artis Luna Maya, tetap saja suamiku menjawab, "Cantik istri mas, dong!!"
Ketahuan banget, kan bohongnya ??
***
Waow !! Banyak juga ya profesinya kepala rumah tangga ? Jadi kepingin suamiku cepat pulang agar aku bisa segera mengucapkan terima kasih dengan sedikit mencontek kata-kata disalah satu adegan film, "Oooh, my hero...!!"
Nah, coba diingat-ingat lagi hal baik apa saja yang telah dilakukan pasangan Anda sekecil apapun itu, niscaya akan menumbuhkan penghargaan dan terima kasih Anda padanya ^_^
Lainnya (Arsip)
- Isteri Cantik, Dambaan Para Lelaki
Dian Sianturi — Rabu, 09/12/2009 07:51 WIB - Belajar Dari Kegagalan Lincoln
Abdul Mutaqin — Selasa, 08/12/2009 14:04 WIB - Antara Hujan Dan Hajatan
Abi Sabila — Selasa, 08/12/2009 07:56 WIB - Indahnya Silaturrahmi
Mira Kania Dewi — Senin, 07/12/2009 14:08 WIB - Hati-hati Menjaga Lisan
Rahmi — Senin, 07/12/2009 08:37 WIB
Oase Iman
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




