Harapan Orang Tua
Oleh Rika Kartikasari
Ssssttt....siapa siy yang gak mau punya anak yang lucu, gemuk , ngegemesin, pintar, soleh dan solehah,kalo makan gak rewel dan gak harus pake adegan kejar2an dulu ( kaya di film india aja banyak adegan lari2an ) plus dg ala macam trik dan tipsnya yang selalu berganti2 setiap waktu (emang ibu2 harus banyak kreatifnya tuh ), pengen punya anak dapat ranking di kelas dan menjadi murid teladan . Amin...Amin...
Hayoooo siapa mau punya anak dg segudang prestasi itu??? Sayaaaa..... pasti itu jawaban dari setiap orangtua khususnya mungkin ibu yang selalu banyak berkecimpung di dunia persilatan , eits salah maksudnya dunia yang paling dekat dg anak2nya .
Yah begitulah idealnya harapan yang selalu orangtua doakan untuk semua anak-anaknya. Tapi seiiring perjalanan selama ini mendampingi anak2, ternyata butuh perjuangan yang tidak hanya menguras keringat tapi juga fikiran serta keyakinan yang kuat yaitu Insya Allah setiap anak itu punya ciri khasnya masing2 dan Allah SWT akan terus menolong kita sebagai orangtua untuk mendidik dan membimbing mereka dg sebaik-baiknya.
Kata bunda Elli Risman siy emang beda kalo mendidik anak perempuan dan laki2.
Kalo perempuan tuh pake cara yang banyak membutuhkan cerita-cerita dulu baru deh masuk ke masalah yg utama. Kalo laki-laki kata beliau tidak bisa dimintatolong atau kita sebagai ibunya terlalu banyak ngoceh. Malahan kalo bisa tuh jangan lebiih dari 15 kata untuk masuk k inti permasalahan , karena selebihnya suka kurang didengarkan .
Betul koq, itu yang rika rasakan ketika bersama-sama nailah harus banyak kosakata yg dijadikan bahan referensi untuk becerita sebelum masuk ke intinya. Misalnya masalah makan saja (emang nailah kalo untuk urusan makan ini agak sedikt butuh perjuangan karena dia punya hobi yang lain yaitu minum susu. Gak makan juga gak papa yg pentng minum susu ;)) . Jadi jurus yg dkeluarkan ya akhirnya certa dululah kehebatan dari masing2 makanan yg akan disajikan serta pujian2 yg dapat membesarkan hati nailah untuk mau makan. Dan akhirnya selama 15 menit bercerita itu , barulah mau makan .Alhamdulillah...berhasil...berhasil...berhasil...hore!! (kaya dora aja ^_^ ).
Lain lagi dg HUda dan Yazid. Alhamdulillah Mereka sih makan apa saja mau dan gak terlalu butuh banyak kosakata untuk mengajak makan . Apalagi Yazid setelah makan nasi terkadang masih minta kue, dll.
Tapi kalo kita dah panjang lebar minta tolong apapun belum selesai kalimat yang kita ucapkan emang siy kalimatnya panjang banget ( biasa ema' ema' kalo ngomong gak bisa dikit rasanya gimana giitu . Hihihi...kurang puas bo’) , tau2nya dah pergi begitu saja (ok mi..ok mi...katanya). Jadi emang bener kata bunda Elli kalo bisa kurang dr 15 kata. Bisa??? Yuk sama-sama belajar .....
Untuk itulah kita sebagai orangtua selalu belajar dan terus berusaha untuk menjadikan anak-anak kita sebagai cahaya mata hati yang selalu memberi kesenangan dan kebahagiaan ketika kita bersama-sama mereka.....
Jangan tunggu besok atau nanti saja ketika anak sudah besar tapi sekaranglah saatnya kita berusaha menjadi tauladan yang baik bagi anak2 kita. Dan KIta ingin mereka bisa mendoakan terus kita sampai kita bisa berjumpa di Jannah-Nya yang kita dambakan . Insya Allah...
Karena Kita tak akan pernah tau sampai kapan kita masih bisa bersama2 dg mereka......
Lainnya (Arsip)
- Bukankah Dia Yang Menciptakan?
Kopri Nurzen — Rabu, 20/01/2010 07:48 WIB - Jangan Bersedih Saudariku !
Syaripudin Zuhri — Selasa, 19/01/2010 16:53 WIB - Menentukan Pemimpin
Halimah — Selasa, 19/01/2010 13:56 WIB - Gadis Kecilku yang Sabar
Choiriyah — Selasa, 19/01/2010 07:34 WIB - Kepergian Orang-orang Terkasih
Abdul Mutaqin — Senin, 18/01/2010 14:03 WIB
Oase Iman
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




