Ketika Adzan Dilalaikan

Kamis, 18/02/2010 00:07 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Hidayatus

Kita sebagai umat muslim di Indonesia hendaknya bersyukur. Agama Islam di Indonesia merupakan agama mayoritas yang dianut oleh penduduk negeri ini. Dan sebagai negara yang jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia, panggilan adzan dari masjid-masjid merupakan suatu hal yang tidak asing lagi di telinga kita. Bisa dibayangkan ketika kita hidup di negara yang mayoritas penduduknya non muslim, panggilan adzan akan sangat jarang kita temukan, bahkan menjadi sesuatu hal yang langka.

Kalimat-kalimat adzan adalah di antara ungkapan yang paling sering dan paling banyak kita dengar setiap hari. Adalah hal yang sudah menjadi pengetahuan umum bagi seluruh umat Islam, bahwa kalimat-kalimat yang dilantunkan oleh seorang muazzin ketika adzan, berarti panggilan untuk segera bangkit dan bergerak serta meninggalkan segala macam aktifitas yang bersifat duniawi dan segera menghadap Allah dengan melaksanakan sholat.

Pernah suatu periode tertentu saya mengabaikan seruan adzan ini. Ketika adzan dikumandangkan dari masjid sebelah yang jaraknya tidak sampai 100 meter dari rumah, dalam pikiran terbersit, ah nanti saja, kan belum iqomah. Lagian masjidnya juga dekat. Akhirnya kebiasaan ini menjadi sesuatu hal yang biasa, ketika adzan dikumandangkan masih sibuk dengan aktivitas, setelah iqomah baru mengambil air wudhu. Dan sudah menjadi konsekuensi yang logis, saya tertinggal sholat berjamaah.

Seiring berjalannya waktu, saya semakin tidak memperhatikan adzan, sebuah panggilan sekaligus perintah Allah untuk meninggalkan segala aktivitas dan beranjak menunaikan sholat. Sholat berjamaah di masjid semakin lama menjadi semakin berat. Akhirnya ya saya sholat sendiri di rumah. Dan kebiasaan ini berlangsung sangat lama.

Panggilan azdan bagi saya waktu itu hanyalah pertanda, oh sudah waktunya sholat, tetapi ya tetap tidak segera beranjak untuk sholat. Istilahnya saya nyuekin panggilan azdan tersebut. Tetapi lama-kelamaan, karena saya mencuekin adzan ini, saya menjadi tidak merasa mendengar adzan lagi. Sewaktu adzan subuh datang, saya masih terlelap tidur. Seolah sengaja bagi Allah menghukum saya karena sebelumnya dipanggil untuk menunaikan sholat tidak segera beranjak. Tidak hanya sholat subuh saja, untuk sholat-sholat berikutnya, saya merasa seolah-olah panggilan adzan itu tidak ada lagi.

Akhirnya saya menyadari, ada sesuatu yang hilang dari diri saya. Semangat untuk beribadah kepada Allah tidak ada lagi. Dan ternyata diakibatkan oleh ketidakpedulian saya tadi terhadap panggilan mulia ini. Saya telah melalaikan sebuah panggilan surga.

Ketika saya kembali memperdulikan azdan. Begitu adzan dikumandangkan saya segera bergegas wudhu dan menuju masjid dengan semangat. Ternyata hal ini bisa mengembalikan semangat saya yang hilang. Hidup jadi lebih tenang. Waktu kembali tertata. Alhamdulillah.

Tidakkah kau ingat bahwa panggilan sholat lebih mulia dan utama dari dunia dan seluruh isinya?

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang