If I'am Boring

Oleh Halimah

Sebuah ibadah yang rutin kita lakoni pasti punya batas jenuh. Seperti ibadah dalam mengurus rumah-tangga, yang saat ini aku alami. Aku seringkali jenuh bila saat anak-anak sakit, kemudian suami juga sangat sibuk dengan pekerjaan di kantornya. Hal itulah yang membuatnya tak mungkin diberi job untuk merasakan kecemasan anak yang sakit.. Jika dipaksakan, aku mengkhawatirkan kesehatannya, karena seringkali dia pulang hingga saat semua orang telah dibuai mimpi.

Kejenuhan dalam urusan kesehariaan memang sebuah kewajaran. Kadang aku sedikit berpikir nakal :”Jika aku masih berkarier, mungkin aku setiap paginya sudah rapi dan cantik, harum lagi!.” Pikiran yang selalu berandai-andai tentu saja tidak dianjurkan oleh Rasulullah, panutan kita. Tapi pikiran yang tidak-tidak tentu saja sering hinggap di kepala, namanya juga I am BORING.

Saat jenuh, kadang datang seorang tamu, dan menceritakan permasalahan yang di hadapinya. Walaupun suntuk, tapi kedatangan tamu ini, tentu saja membuat irama kerjaku bernada lain.. Masalahnya dia datang disaat-saat jam sibuk. Maklum masih pagi hari. Sebagai tuan rumah yang baik, aku berusaha menjadi pendengar yang setia. Hatiku hanya setengah untuknya, yang setengahnya memikirkan jurus apa yang akan aku lakukan, agar sang tamu tidak terlalu berputar-putar pembahasannya

Tapi kedatangan tamu yang sebenarnya belum aku kehendaki, ternyata membawa hikmah tersendiri bagiku. Seperti saat pagi ini, sebelum aku menghadiri ta’lim rutin mingguanku.
“Assalamu’alaikum. Maaf aku mengganggumu. Aku ada perlu sedikit” Ternyata dia seorang ibu yang merupakan tetangga dekatku. Kelihatannya malu-malu untuk bicara padaku. Mungkin dia tahu, hari ini aku punya jadwal keluar pagi.

“Masuk aja bu. Maaf masih berantakan.” Aku pun memersilahkannya duduk di ruang tengah. Dia pun mulai cerita tentang bagaimana situasi rumah-tangganya saat ini. Bagaimana dia merasakan hatinya berserakan, karena sang kekasih memberinya teman sebanding, yang tak pernah di bicarakan sebelumnya, padahal ekonomi mereka masih ngos-ngos untuk memenuhi kebutuhan dapur mereka. Suaminya telah meminang gadis usia belia, yang merupakan pacarnya.

Aku jadi membayangkan diriku. Seandainya aku mengalami hal itu, tentu saja aku akan marah dan aku bergidik, apa yang akan aku lakukan sesuai selintasan pikiranku saat ini. Naudzubillah Mindzalik!

Ujung-ujungnya sih, pinjam uang. Maklum saja, gajiannya untuk dua keluarga. Padahal saat satu keluarga saja, mereka sering kelimpungan. Tentu saja aku memaklumi situasinya. Setelah dia pulang aku sempat duduk dan merenung sejenak.
“Betapa beruntungnya aku. Suami hanya kerja seharian, jarang sekali keluar rumah. Keluar rumahpun bila ada “bisnis”. Maklum dia punya usaha luaran.

Padahal seringkali hati ini tidak bisa menerima, bila suami pulang ditemani kilau gemintang, dan hanya bisa meluruskan punggung setibanya di rumah. Padahal kami, sebagai pasukannya telah menyediakan hidangan untuk di santap bersama. Kerja yang dilakoninya seakan tak pernah berujung. Memang sih sebenarnya untuk memenuhi semua kebutuhan ( mungkin sebagian hanya keinginan ). Tentu saja berdampak pada perasaanku, yang merasa tak punya kawan berbagi. Karena kadang banyak yang ingin aku sampaikan, tapi suami sudah menarik gulingnya. Aku jenuh!

Tapi aku sangat bersyukur pada Yang maha Tahu, karena tahu apa yang sebenarnya aku butuhkan pada saat situasi itu datang. Karena pada saat aku merasa jenuh pada kegiatan rutin yang sepertinya tak ada habisnya, selalu ada saja seseorang yang dikirim oleh Allah Swt untuk datang kepadaku. Tentu saja mereka datang dengan semua keluhannya. Keluhan yang dilontarkan kepadaku ternyata membuatku ‘sadar”. Sadar untuk men-charge energi yang melemah. Sadar untuk tidak menjenuhkan diri. Karena keadaanku ternyata lebih beruntung di banding mereka. Rasa syukur yang seperti tergantung di balik hati, ternyata perlu di pindah ke relung hati.

Sengata, 8 Juni 2009

Halimah Taslima

Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata

halimahtaslima@gmail.com

Sabtu, 11/07/2009 05:38 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

Jerapah Kecil Kunjungi Stand BSM di Islamic Book Fair 9th

Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!

Indahnya Lepas dari Riba

Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.

Aman Ibadah dengan Bank Syari'ah

Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Keberanian Anak

Biasakan membangun komunikasi dengan anak secara terbuka dan berikan rasa nyaman dan tentram pada dirinya bahwa ibu tidak marah dan sang anak bisa cerita apa saja.

 
 
 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Oase Iman
menggugah dan menyegarkan iman
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login