Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal
Oleh Rizky M
Dalam sebuah kesempatan belanja rutin bulanan keluarga kecil saya beberapa waktu lalu saya menyadari, betapa mudahnya zat-zat haram mengancam keluarga saya.
Pada waktu itu, seperti biasa saya dan istri mengajak kedua putri kembar kami yang masih balita mengunjungi sebuah pasar swalayan baru di dekat rumah kami. Kedua putri saya nampak bersemangat setiap kali diajak berbelanja di awal bulan. Kami pun dengan segera menyelesaikan urusan belanja kami di swalayan yang cukup besar itu.
Setelah semua kebutuhan bulanan telah kami masukkan ke keranjang belanjaan, istri saya mengajak kedua putri saya menuju tempat buah segar, sementara saya tidak mengikuti mereka bertiga, karena masih ada barang yang harus saya cari.
Tidak jauh dari tempat buah-buahan saya mendapatkan apa yang saya cari, maka saya segera kembali menuju istri dan anak-anak yang sedang berada di dekat rak "jeruk shantang" yang berukuran kecil.
Melihat jeruk yang berukuran mini itu, anak bungsu saya tertarik. Tanpa sepengetahuan umminya, anak saya yang sedang berdiri di dalam keranjang belanjaan langsung mencomot sebutir jeruk dari atas rak dan mulai mengoyak kulitnya sedikit demi sedikit.
Saya yang dari jauh mengamati aksi anak saya tersebut tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Seketika itu secara spontan saya meneriaki istri saya, sembari memberi isyarat agar jeruk yang dipegang anak saya itu tidak sampai masuk ke mulutnya.
Jeruk itu belum ditimbang! Itulah masalah utamanya..
Saya tak bisa membayangkan, segigit jeruk yang belum ditimbang akan menjadi komponen haram dalam daging putri kecil saya itu. Ya, jeruk yang dimakan dalam swalayan, tanpa ditimbang tentunya tidak akan masuk ke dalam jumlah yang kita bayar di kasir, berarti jeruk itu sebenarnya masih milik swalayan - bukan sampel untuk dicoba - yang dimakan oleh putri saya tanpa membayar..!!
Untungnya saya bisa mencegah hal itu terjadi, akhirnya istri saya membawa jeruk yang sudah terkelupas kulitnya tersebut bersama beberapa jeruk yang lain ke tempatt penimbangan. Setelah petugas penimbang memberikan label harga pada sekantong jeruk tadi, barulah si bungsu saya izinkan untuk melanjutkan memakan jeruk yang diinginkannya, walaupun belum kami bayar ke kasir - namun sudah ada label harga yang harus dibayar ke kasir.
Sepulang dari kejadian di swalayan itu, masih ada yang mengganjal di hati saya. Kulit jeruk yang dikupas oleh anak saya tadi, tidak ikut tertimbang...! Saya hanya berdoa, semoga kulit yang tak tertimbang tadi tidak sampai mempengaruhi harga yang tertera di label, seandainya kulit itu ikut tertimbang...
Mari kita jaga keluarga kita dari tumbuhnya daging haram sekecil apapun...
2/5/10 ba'da subuh
masrizky.wordpress.com
Lainnya (Arsip)
- Queue…, Please..!!!
Lia Mairiza — Sabtu, 13/02/2010 05:52 WIB - Cari Yang Lebih Untung
Abi Sabila — Jumat, 12/02/2010 14:49 WIB - Fenomena Liqo
Lhinblue — Jumat, 12/02/2010 08:11 WIB - Dipaksa Memikul Tanggung jawab
Meti Herawati — Kamis, 11/02/2010 14:10 WIB - Agar Hati Kembali Fitri
M. Arif As-Salman — Kamis, 11/02/2010 07:48 WIB
Oase Iman
Terkait
- Gedung Parlemen Inggris Tolak Sediakan Daging Halal Untuk Muslim
- Pemimpin Boko Haram Serangan Terhadap Warga Kristen Dibenarkan
- Aktivis Partai Nasional Inggris Demo KFC yang Menjual Daging Halal
- Hormati Presiden Turki Ratu Inggris Gelar Jamuan dengan Daging Halal
- Boko Haram Serang Delapan Kantor Polisi di Nigeria Utara
- Simpkins Warga Aussie Murtad Menjadi Muslim dengan Makan Daging Halal
- Muslim di Afrika Selatan Protes Terhadap Pelabelan Daging Babi Sebagai Halal
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




