Cantik Jadi Kriteria? Salahkah?

Senin, 22/03/2010 13:56 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Lhinblue

Bismillahirrahmanirrahim..

Tangan ini ternyata tergelitik untuk menuliskan sesuatu. Ada yang tau apa yang membuat tangan ini tergelitik gatal untuk segera menulis? Aku ngeliat postingan dan notes beberapa MPers tentang ikhwan yang mendambakan akhwat cantik. Sebenernya emang ada yang salah dengan itu? Aku rasa tidak! Sebenernya kalau kalian tau hai para ikhwan, setiap akhwat itu cantik kok!

Dan buat para akhwat, kalian tuh punya daya tarik masing2! Peliharalah itu! Bersyukurlah seharusnya, jika daya tarikmu itu tidak mudah dilihat orang lain! Jangan pernah merasa minder n takut nikah hanya karena gara2 banyak ikhwan yang menginginkan wanita yang cantik sebagai pendampingnya, PD aja lagi..

Aku punya suatu kisah yang cukup unik. Hhmm,, bingung bagaimana mengawali kisah ini.. Mungkin kisah ini based on true story n real story (apa bedanya ya??!!). Ok. Beginilah ceritanya. . . . Alkisah, ada seorang akhwat yang penampilannya gak banget deh. Di bilang cantik gak bisa, manis juga gak, pokoknya gak sedep dah untuk dipandang. Hehe.. kayak gimana ya? Bayangin ndiri aja dah.. Nih bayangin aja ya,, ada akhwat yang ke kampus pake kaos, rok, sepatu kets ato kadang sandal gunung, pake jilbabnya udah kayak gak pernah diganti dengan warna yang sama pula.

Baju yang untuk di rumah sama aja kayak baju yang untuk ke kampus. Warna yang dipake selalu nabrak, gak matching. Udah gitu, pake kacamata agak tebel, kalo pake jilbab nih, miring sana miring sini, pake ransel dan jalannya udah kayak preman pasar mau nagih utang. (jangan ada yang tersinggung ya kalo merasa.. hehe..).

Penampilannya yang seperti itu berlangsung terus hingga akhirnya ada seorang ustadz yang memberikan sebuah tausiyah tentang penampilan seorang da’I atau aktivis da’wah dalam sebuah kajian. Ceritanya nih,, tuh akhwat mulai tersadar. Hmm.. bisa dibilang dapet pencerahan-lah. . Akhirnya, ada yang berubah dari tuh akhwat. Ketika ke kampus nih.. Jreng-jeng jeng-jeng. . “Fara cantik banget!”, kata salah seorang akhwat yang pertama kali ngeliat perubahan pada diri Fara, sebutlah begitu namanya.

Fara terlihat begitu berbeda hari itu, Fara yang tadinya gak sedep dipandang, ternyata jadi begitu anggun, begitu cantik ketika penampilannya berubah. Gak hanya satu dua orang yang ngeliat perubahan itu, seantero kampus bahkan ngeliat perubahan itu. Fara yang dulu, kini berbeda dengan yang sekarang. Kalo dulu Fara ke kampus hanya mengenakan kaos rumahan, sekarang Fara mengenakan kemeja. Kalo dulu jilbab Fara cuma satu warna, sekarang Fara mengenakan jilbab yang warnanya sesuai dengan pakaian yang dikenakannya.

Hmm,, kalo diliat dari cerita di atas, wah,, berarti kecantikan si Fara itu sebenernya tertutupi ya dengan penampilannya selama ini? Nah, kalo begitu yang namanya kecantikan fisik tuh,, gak selamanya abadi Bro. Coba aja perhatiin artis yang dulu waktu muda nya cantik banget tapi ketika udah tua bakalan sama aja,, bakalan keriput-keriput juga, tul gak? Para wanita itu pada dasarnya memang cantik.

Wanita itu memang dijadikan indah pada pandangan manusia. Tapi nih, kayak kasusnya si Fara, kadang kecantikan secara fisik itu tertutupi. Ato malah nih,, jangan2 seseorang dilihat cantik itu karena dari pakaian yang ia kenakan. Pakaian-lah yang memperindahnya. Hohoho.. kecantikan fisik memang gak abadi kan?! Hayoo,, pilih yang mana? cantik fisik apa cantik hatinya? Widih,, hati mah gak bisa diliat kecantikannya.. Eits,, siapa bilang?

Buat para laki-laki yang mau memilih calon istri, perhatikan sabda Rasulullah yang ini nih:

"Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat." (H.R. Bukhari dan Muslim)

perempuanlangitbiru.multiply.com/

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang