Mengabaikan Syariat Berpakaian Untuk Mengikuti Senam Pagi

Kamis, 14/05/2009 14:10 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Halimah

Pada suatu kampung, ada kegiatan rutin senam bersama (bagi ibu-ibu ) setiap hari Ahad pada pukul 06.00 pagi. Kegiatan positif ini adalah sebagian dari banyak kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu di kampung tersebut. Patut diacungin jempol. Ibu-ibu yang aktif itu sebagian besar adalah ibu rumah tangga murni, alias tak bekerja di luar rumah. Kegiatan yang terarah, disebabkan adanya aktivis muslimah yang tinggal di sana. Jadi jangan heran, bila berkunjung ke kampung itu akan di dapati sebagian besar warganya (khususnya wanita ) punya kegiatan yang cukup lumayan Di antaranya pengkajian rutin per kelompok, majelis ta’lim per minggu, belajar Bahasa Arab, Tafsir, fiqih dan pendalaman untuk membaca Al-Qur’an. Ada masjid dan tentu saja Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) juga ada di kampung itu. Asyik khan?!

Saya menulis senam pagi bersama di hari Ahad, dikarenakan ada suatu kondisi yang membuat hati ini sedikit berdesir. Ada sebuah tanya yang saya simpan sampai saat saya menulis ini. Keinginan yang kuat dan keheranan yang dalam, selintas kadang mengganggu. Apakah itu?

Kegiatan senam memang bagus, karena Insya Allah akan membuat tubuh bugar. Merawat kesehatan merupakan salah satu hal penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini, agar ibadah kita kepada sang Pencipta tak terganggu. Selain itu, juga akan mempererat tali silaturahim di antara peserta senam. Maklum, mereka punya jadwal harian yang berbeda. Hingga bila bertemu di saat senam itulah mereka bisa saling berbincang, mengeluarkan unek-unek atau apapun yang mereka anggap penting untuk dibagi. Pertemanan antar ibu-ibu yang sangat indah di setiap pagi Ahad.

Pelaksanaan senam dilaksanakan di tempat terbuka. Letaknya di samping rumah salah satu tokoh di kampung itu. Kegiatan senam itu kebetulan di koordinir oleh istri tokoh tersebut. Yang jadi masalah ketika dua orang wanita yang terkenal ketat dalam menjaga auratnya, ternyata saat senam memakai pakaian yang menurut pandangan ibu-ibu yang hadir pada saat itu tidak lazim. Mereka memakai celana panjang dan baju kaos yang agak pendek, hingga sebagian bentuk pantat kedua ibu itu kelihatan jelas bila melakukan gerakan senam. Astagafirullah!

Dari niat untuk sehat, tapi ternyata mengabaikan syariat. Padahal mereka telah istiqomah dalam menutup auratnya. Telah lama belajar Islam, dan mempunyai ilmu yang luas di banding ibu-ibu di sekitarnya, kenapa hanya karena senam pagi, mereka rela untuk melonggarkan diri dalam berpakaian? Apakah mereka telah lupa, ataukah mereka punya prinsip jika senam memakai pakaian yang sesuai? Ataukah mereka tak menyadari kekeliruannya? Karena manusia memang tempat salah dan khilaf. Sayangnya tak seorang pun yang berani menegur (termasuk saya!), dengan asumsi mereka berdua lebih tahu syariat. Kasihan juga ya?

Manusia pertama, Nabi Adam beserta istrinya Siti Hawa juga pernah tergoda syaitan. Hingga harus menjalani kehidupan di bumi ini. Maka hal yang manusiawi bila seorang yang kuat dalam memegang syariat, di suatu waktu lepas kendali. Pada saat lupa itulah, seharusnya orang terdekat maupun lingkungan tempat tinggalnya untuk mengingatkan. Bukan malah berbuat bisik-bisik tetangga. Khan jadi gossip yang tidak diinginkan. Padahal jelas sebagai saudara muslim, kita harus  ”Selalu memberi nasihat dalam kebaikan dan menasihati untuk tidak melakukan kemungkaran.”

Memang hal yang sangat sukar dilakukan, bila orang memandang orang lain itu lebih tahu. Padahal kekuatan sebuah persaudaraan dalam Islam karena kedekatan mereka untuk selalu saling menjaga dan melindungi dari hal yang tidak di inginkan oleh Allah SWT. Kekuatan persaudaraan yang lebih kuat dari jalinan saudara sedarah maupun serumpun. Persaudaraan yang berdasarkan pada kekuatan yang kokoh, yaitu ISLAM.

Halimah Taslima

Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata

[email protected]

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang