Mengapa Dosa Tidak Dihitung Besarnya?

oleh Arman Efendi Selasa, 07/10/2008 16:53 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Tentu anda heran kok dosa tidak dihitung? Coba anda lihat, kalau kita berbuat pahala maka pahala dapat dihitung. Misalnya janji Allah jika kita beramal dengan menyebut satu huruf saja dari Al-Ouran, maka kita akan mendapat sepuluh pahala, dan akan dilipatgandakan lagi oleh Allah menurut kehendak-Nya.

Jadi pahala dapat dihitung, minimal kita tahu besarnya. Nah, bagaimana kalau kita membaca Al-Quran 30 Juz?  Alangkah banyaknya pahala kita. Namun, jika kita berbuat dosa, pernahkah kita dengar bahwa jika kita melakukan pencurian, maka akan mendapat sepuluh dosa? Sama sekali tidak pernah. Dan, hanya di nyatakan bahwa akan berdosa, kalau durhaka pada orang tua akan mendapat dosa besar, tanpa bisa dihitung. Lalu apakah alasan Allah Swt , sehingga dosa tidak didefinisikan besarnya? Apakah sebabnya?

Jawaban yang sebenarnya adalah sebagai berikut. Sifat dasar manusia  bahwa tidak pernah puas serta tidak tahan akan ketidak pastian. Nah, karena pahala bisa dihitung besarnya, maka sifat tidak pernah puas manusia menjadi pemicu  untuk terus menambah pahalanya. Jika di merasa cuma mendapat pahala sepuluh masih kurang. Maka, akan ditingkatkan menjadi seratus lalu, lal seribu lalu sertatus ribu dan seterusnya.

Jika dibanding dengan dosa, manusia berbuat dosa,  maka akan terdengar hanya  dosa itu besar, namun tidak ada kepastian, dosa itu besarnya seperti apa? Atau berbuat dosa kecil dan tidak tahu dosa itu sekecil apa? Sehingga, manusia merasa tidak pasti, dan manusia tidak berani berbuat dosa. Nah, itulah alasan mengapa dosa tidak dihitung besarnya.

Namun, kenapa manusia cenderung berbuat dosa? Sebanya karena manusia tidak memahami persoalan tadi, kalau manusia memahaminya, maka manusia tidak mau berbuat dosa. Nah, wahai para saudaraku. Mengapa Allah Swt yang sangat mulia memberikan solusi seperti ini?

Itu karena manusia diharapkan berbuat pahala sebanyak-banyaknya. Bukan berbuat dosa sebesar-besarnya. Nah, saudaraku di bulan Syawal ini berikan peluang seluas-luasnya untuk berbuat amal sebanyak-banyaknya. Maka, manfaatkanlah waktu yang ada gunakan sebaik-baiknya, sehingga pahala kita akan berlipat ganda dan sebagai bekal ke Surga nanti.  Amin.

Http://translator-xp.blogspot.com


(Arsip Oase Iman)

Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Oase Iman. Kirimkan artikel anda melalui FORM yang kami sediakan.

Grand Strategy Pasar Perbankan Syariah

Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah dirumuskan oleh Bank Indonesia dalam kerangka program akselerasi pengembangan pasar perbankan syariah Indonesia.

PELUANG

ACT - ERAMUSLIM

ACT Bantu Korban Gizi Buruk dapatkan Perawatan Medis

"Selama tiga bulan ini kenaikan berat badan Ayu tidak begitu signifikan, karena saat tim MRP menemukan Ayu kondisinya sudah sangat parah seperti kulit berbalut tulang. Di tambah kondisi ekonomi keluarganya yang amat memprihatinkan sehingga keluarganya pun tidak fokus mengurus Ayu," jelas Rini Maryani koordinator program MRP ACT.

LKC - ERAMUSLIM

Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa

Dengan menyisihkan Rp 100.000,- Anda telah membantu 1 keluarga miskin menkmati kesehatan selama 1 bulan

NURISLAMI - ERAMUSLIM