Menyepelekan Dosa Kecil

Jumat, 12/06/2009 07:57 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Juriati Dahlia

"Sudah menikah mas?"

Tanya seorang wanita yang duduk disampingnya, ketika menumpangi "Pesawat Saudia" penerbangan Indonesia-Saudi Arabia.
"Belum". Jawabnya enteng.

Pemuda ini menceritakan kisahnya selama di pesawat yang duduk bersebelahan dengan seorang wanita, yang ternyata juga berprofesi sebagai pramugari. Saya cukup tersentak dengan cerita teman dari suamiku itu. Sontak saya menjawab.

"Kenapa sich nggak jujur aja kalau udah punya istri?. Kan kasihan istrinya disana.

"Ya bukannya apa-apa, kan kalau kita bilang kita udah nikah, nanti ngobrolnya nggak nyambung."

"Astagrfirullahal`azhiim," Aku beristigrfar mendengar jawaban teman itu.

Bukan sekedar heran karena dia adalah seorang mahasiswa indonesia yang menuntut ilmu di Madinah, bahkan satu-satunya mahasiswa Asia yang lulus melanjutkan ke S2 dalam ujian beberapa waktu yang lalu. Ada persoalan yang lebih mendasar yang terpikir olehku. Segampang inikah seseorang melakukan kebohongan. Aku percaya dia tidak punya niat sama sekali untuk menyakiti perasaan istrinya. Meskipun kalau istrinya tahu, ini tentu hal yang menyakitkan. Istri mana yang tidak terluka hatinya jika mendengar suaminya mengaku-ngaku masih lajang kepada orang lain.

Tapi kembali lagi, ada persoalan yang lebih mendasar.
"Ya bukannya apa-apa, kan kalau kita bilang kita udah nikah, nanti ngobrolnya nggak nyambung."

Kata-kata yang mengalir seolah tanpa beban. Semudah itukah manusia melakukan dosa kecil. Bahkan untuk alasan yang juga sangat seserhana. Hanya sekedar agar obrolan berjalan menyenangkan. Ya Allah, Tidak sadarah bahwa ia sedang melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah, tidak terpikirkah ada Zat yang tidak pernah berhenti mengawasi.

Saya jadi teringat kata-kata yang populer di tengah-tengah akhwat masa-masa gadis dulu.

"Jangan lihat sekecil apa dosa yang engkau lakukan, tapi lihat sebesar apa Zat yang engkau tentang."

Tanpa sadar, kita begitu sering menyepelekan dosa kecil. Mungkin awalnya hanya sekali, dua kali. Tapi ingat, dosa sekecil apapun, jika ia tidak dibersihkan dengan Taubat, maka ia akan tumbuh menjadi kebiasaan. Kita punya hati nurani. Ketika kita melakukan dosa, hati nurani itu akan menentang, memberontak.

Tapi jika bisikan nurani itu juga tidak kita hiraukan, maka lama-kelamaan bisikan itu juga tidak akan kedenaran lagi. Karena ruang hati kita sudah dipenuhi oleh bisikan-bisikan syaiton. Dosa-dosa kecil yang kita lakukan seakan menjadi hal sepele, ringan tanpa beban.

Atau perumpamaan lain yang sering kita dengar, Hati ibarat cermin. Jika ada noda dosa yang menempel lalu kita bersihkan dengan taubat, maka kesuciannya akan tetap terjaga. Namun jika noda-noda kecil itu kita biarkan, lama-kelamaan cermin hati itu akan berkarat, dan inilah yang menghijabi antara kita dengan Allah.

Ketika kita melakukan dosa, kita seolah tidak bisa melihat cahaya Allah, karena dosa yang berkarat itu telah menutup cahaya itu untuk masuk.

Maka berhati-hatilah dengan dosa kecil. Karena jika ia dibiarkan, maka ia akan bersarang dan menjadi virus yang mematikan hati kita. wallahu a`lam Bisshowab. Semoga bermanfa`at.


http://liaabi.multiply.com/

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...


Peluang