Nikmat Yang Tak Bisa Kudustai

Kamis, 21/05/2009 08:18 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Irfan Saputra

Sebuah keluarga adalah tempat pertama kita belajar, sebuah keluarga yang baik dapat menciptakan sebuah generasi yang baik pula. Tak dapat dipungkiri bahwa peranan Orang tua sangat berpengaruh dengan tumbuh kembangnya sikap dan mental seorang anak.

Adapun sebuah keluarga yang baik selalu memberikan tauladan dalam kesehariannya, dalam tingkah laku dan juga dalam beribadah, Saya ingin berbagi sedikit gambaran tentang keluarga yang telah membesarkanku.

Aku anak ke-4 dari 4 bersaudara, aku memiliki 1 kakak laki-laki dan 2 kakak Perempuan. Ayahku menderita sebuah penyakit yang membuatnya tidak bisa beraktifitas seperti orang kebanyakan, ya ayahku mengidap penyakit stroke sejak sebelum aku dilahirkan. kira-kira lebih dari 20 tahun dan selama itu Ibu dan Kakak tertuaku yang menghidupi kami sekeluarga.

Saat ayah terkena stroke kakak tertuaku (yang laki-laki) masih duduk di bangku SMP kelas 3 dan kakak-kakakku yang lainnya baru duduk di bangku SD. Saat itu Aku masih dalam rahim Ibuku. Sebuah Cobaan yang begitu besar ketika seorang kepala keluarga yang memiliki anak-anak yang masih kecil-kecil tidak bisa lagi menafkahi keluarganya, jangankan untuk mencari rizqi untuk mengurusi dirinya sendiripun tak bisa sehingga makan, mandi dan buang hajatpun harus dilakukan disatu tempat yaitu diatas kasur karena bergerakpun Ia tak bisa.

Ibu yang waktu itu adalah wanita yang masih berusia muda, namun ketika ayah sakit Ibu tidak serta merta meninggalkan ayah begitu saja. Sejak saat itu Ibu yang masih mengandung aku harus menghidupi ketiga orang anaknya dan suami yang terbaring tak berdaya. Aku juga pernah mendengar ada wanita lain yang mengalami hal serupa dengan Ibuku namun ketika suaminya sakit Ia memutuskan untuk meninggalkannya dan menikah lagi. Aku bersyukur mempunyai seorang Ibu yang begitu sabar dan Ikhlas dalam menjalani hidup.

Begitu ayahku sakit maka tak ada lagi yang memberi keluarga kami nafkah hidup. akhirnya Kakak tertuaku yang baru lulus SMP harus rela tidak meneruskan pendidikannya kejenjang berikutnya. Padahal disatu sisi Kakakku memiliki nilai NEM cukup besar yang dapat membuatnya masuk kedalam sekolah negeri. Sejak saat itu Kakak ikut bekerja dengan Paman (adik dari ayah) di sebuah bengkel sepeda kecil. Seorang anak kecil menjadi tulang punggung salah satu penopang kehidupan sebuah keluarga.

Disela waktu antara mengasuh anak dan mengurusi ayah yang sakit Ibu harus tetap bekerja, bekerja apa saja yang bisa di kerjakan dari mencuci pakaian tetangga sampai menjadi pembantu di rumah orang kaya di dekat rumahku. selama mengurusi anak-anaknya Ibuku dibantu oleh kakak ke-2 ku yang juga harus rela tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMP dan harus menjaga adik-adiknya setiap hari.

Kehidupanpun perlahan membaik ketika kami (aku dan Kakak-kakakku) beranjak dewasa Kakak pertamaku akhirnya bisa menjadi karyawan di pabrik dekat rumahku kami menyewakan salah satu kamar dirumah kami. karena sebelumnya Kakak sering sekali menjual beras yang kami dapatkan dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

walau sesulit apapun kehidupan kami kala itu kami tak pernah diajarkan untuk meminta dari orang lain. Kami pun disekolahkan di sekolah yang selalu mengjarkan agama yaitu Madrasah Ibtidiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Setiap malampun kami diwajibkan mengaji Dengan seorang Ustadz didekat rumah. Sehingga masalah agama selalu ada dan tertanam dalam diri kami. walau keluarga kami tidak berpendidikan tinggi, Ayah dan Ibu hanya lulusan SD, Kakak tertuaku lulusan SMP, kakak ke-2 ku lulusan SD, kakak ke-3 berhenti saat kelas 2 SMP hanya Aku yang dapat bersekolah lebih baik dari saudara-saudaraku itu juga karena kakak ku yang selalu mendorong dan membiayai ku selama ini. Aku lulusan STM dan akan melanjutkan keperguruan tinggi Insyaallah.

Keluarga inilah yang membesarkanku, keluarga inilah yang mendidikku dan keluarga inilah yang membuatku seperti sekarang ini.

Aku belajar tentang SABAR dan IKHLAS dari Ibuku, Aku belajar akan TANGGUNG JAWAB dan KOMITMEN dari Kakakku, Aku belajar akan KEIMANAN dan KETAQWAAN dari ayahku yangsekarang ini sudah lebih baik, beliau sudah bisa beraktivitas walau tak seperti orang kebanyakan. Ia tak pernah meniggalkan shalat, selalu puasa dan mengaji, beliaulah orang yang pertama yang selalu menegurku bila Aku belum shalat walau sudah datang waktu, sungguh keadaan fisik tak menghalanginya untuk beribadah.

Aku bersyukur atas keluarga ini aku bersyukur dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini. Bagiku Tak ada nikmat yang lebih besar dari memiliki keluarga ini. Semoga Allah dapat meridhai keluarga ini dan kami sekeluarga dikumpulkan kembali disurga nanti.Amien.

ussyaqulhurain.multiply.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang