Mulut Menghujat Tapi Mata Melihat

Jumat, 11/06/2010 14:42 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Abi Sabila

Memalukan sekaligus memilukan! Lagi, untuk kesekian kalinya peredaran video porno ramai diperbincangkan. Yang lebih memprihatinkan, peredaran video porno ini justru ‘dibantu’ oleh banyak pihak.

Sadar atau tidak, pesatnya peredaran video porno yang konon pelakunya - mirip dengan - selebritis negeri ini karena di setiap saat, dan setiap tempat banyak orang dan media yang membicarakannya. Astaghfirulloh! Stop! Hentikan peredarannya saat ini juga. Tak usah membicarakan jika hanya sebagai bahan pergunjingan tapi tidak bisa mengambil pelajaran dan mengajak orang lain pada kebaikan.

Bukan, bukan saya membela pihak-pihak tertentu. Saya hanya sekedar mengingatkan agar kita jangan berlaku layaknya orang munafik. Apa artinya mulut kita menghujat, bila mata kita terus saja melihat gambar dan video porno tersebut. Apa gunanya mulut kita mencaci, bila kita ikut menikmati tayangan mesum tersebut. Apa bedanya kita dengan mereka, yang ada kita sama-sama berdosa.

Siapapun mereka - yang melakukan perzinahan, membuat dan mengedarkan produk-produk maksiat- sudah jelas dosa dan ancaman hukumannya baik di dunia maupun di akhrat kelak. Namun sayangnya, dosa yang mereka lakukan justru diikuti oleh banyak orang dengan membicarakan atau bahkan membeli dan menontonnya. Bila bermaksud mengingatkan dengan mengambil pelajaran dari kejadian ini semestinya ada pesan-pesan yang disampaikan, bukan sekedar mempergunjingkan hingga membuat orang yang lemah iman menjadi penasaran dan akhirnya justru ingin melihatnya. JIka itu yang terjadi, siapkanlah diri anda untuk menanggung dosanya. Nauzubillah!.

Diam, memperbanyak istighfar dan menjadikan kejadian ini sebagai sebuah pelajaran, lebih baik itu yang kita lakukan. Untuk apa sibuk bertanya apakah mereka – para pemain, pembuat dan pengedar – tidak takut dosa, tapi lupa bertanya pada diri sendiri apakah kita juga tidak takut dosa. Apakah membicarakan, melihat gambar dan menonton tayangan mesum tidak berdosa? Jawab pertanyaan ini dengan hati.

Kiamat semakin mendekat, ini bukan sekedar ungkapan. Tanda-tanda akhir jaman sudah semakin jelas terlihat. Salah dianggap lumrah, dosa dianggap biasa. Pejabat menghianati rakyat, korupsi dijadikan hoby dan profesi. Perzinahan tak hanya di kota-kota besar, tapi sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Tontonan dijadikan tuntunan, yang benar-benar tuntunan malah diabaikan. Kanan kiri, depan belakang kita dipenuhi dengan fitnah-fitnah dunia. Hampir tak ada celah lagi untuk menyelamatkan diri, kecuali jika kita membekali diri dengan keimanan dan ketakwaan. Hidup di akhir jaman bukan berarti kita harus terlibat maksiat. Kembali kepada Al Quran dan sunnah nabi adalah satu-satunya jalan agar kita bisa selamat.Insya Allah.

http://abisabila.blogspot.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang