Mulut Menghujat Tapi Mata Melihat
Oleh Abi Sabila
Memalukan sekaligus memilukan! Lagi, untuk kesekian kalinya peredaran video porno ramai diperbincangkan. Yang lebih memprihatinkan, peredaran video porno ini justru ‘dibantu’ oleh banyak pihak.
Sadar atau tidak, pesatnya peredaran video porno yang konon pelakunya - mirip dengan - selebritis negeri ini karena di setiap saat, dan setiap tempat banyak orang dan media yang membicarakannya. Astaghfirulloh! Stop! Hentikan peredarannya saat ini juga. Tak usah membicarakan jika hanya sebagai bahan pergunjingan tapi tidak bisa mengambil pelajaran dan mengajak orang lain pada kebaikan.
Bukan, bukan saya membela pihak-pihak tertentu. Saya hanya sekedar mengingatkan agar kita jangan berlaku layaknya orang munafik. Apa artinya mulut kita menghujat, bila mata kita terus saja melihat gambar dan video porno tersebut. Apa gunanya mulut kita mencaci, bila kita ikut menikmati tayangan mesum tersebut. Apa bedanya kita dengan mereka, yang ada kita sama-sama berdosa.
Siapapun mereka - yang melakukan perzinahan, membuat dan mengedarkan produk-produk maksiat- sudah jelas dosa dan ancaman hukumannya baik di dunia maupun di akhrat kelak. Namun sayangnya, dosa yang mereka lakukan justru diikuti oleh banyak orang dengan membicarakan atau bahkan membeli dan menontonnya. Bila bermaksud mengingatkan dengan mengambil pelajaran dari kejadian ini semestinya ada pesan-pesan yang disampaikan, bukan sekedar mempergunjingkan hingga membuat orang yang lemah iman menjadi penasaran dan akhirnya justru ingin melihatnya. JIka itu yang terjadi, siapkanlah diri anda untuk menanggung dosanya. Nauzubillah!.
Diam, memperbanyak istighfar dan menjadikan kejadian ini sebagai sebuah pelajaran, lebih baik itu yang kita lakukan. Untuk apa sibuk bertanya apakah mereka – para pemain, pembuat dan pengedar – tidak takut dosa, tapi lupa bertanya pada diri sendiri apakah kita juga tidak takut dosa. Apakah membicarakan, melihat gambar dan menonton tayangan mesum tidak berdosa? Jawab pertanyaan ini dengan hati.
Kiamat semakin mendekat, ini bukan sekedar ungkapan. Tanda-tanda akhir jaman sudah semakin jelas terlihat. Salah dianggap lumrah, dosa dianggap biasa. Pejabat menghianati rakyat, korupsi dijadikan hoby dan profesi. Perzinahan tak hanya di kota-kota besar, tapi sudah masuk ke pelosok-pelosok desa. Tontonan dijadikan tuntunan, yang benar-benar tuntunan malah diabaikan. Kanan kiri, depan belakang kita dipenuhi dengan fitnah-fitnah dunia. Hampir tak ada celah lagi untuk menyelamatkan diri, kecuali jika kita membekali diri dengan keimanan dan ketakwaan. Hidup di akhir jaman bukan berarti kita harus terlibat maksiat. Kembali kepada Al Quran dan sunnah nabi adalah satu-satunya jalan agar kita bisa selamat.Insya Allah.
http://abisabila.blogspot.com
Lainnya (Arsip)
- Ujian Berupa Penyakit
Halimah — Jumat, 11/06/2010 05:23 WIB - Maafkanku Mama
Galih Ari Permana — Kamis, 10/06/2010 14:32 WIB - Allah Maha Melihat
Muhammad Rizqon — Kamis, 10/06/2010 06:14 WIB - 21 Tahun
Yogie Edi Irawan — Rabu, 09/06/2010 13:51 WIB - Gaza Dan Senyuman Ainul Mardhiah !
Syaripudin Zuhri — Rabu, 09/06/2010 05:55 WIB
Oase Iman
Terkait
- Apakah Kaum LIberal Pakistan Bisa Selamat
- Izinkan Buku Menghujat Islam Ada di Perpus Seorang Guru Ditangkap Polisi
- Tutup Mata Buka Telinga
- Pemimpin Gereja Kecam Mahasiswa Koptik yang Hina Nabi Muhammad
- 33 Pesan Nabi Komik Hadis Bukhari Muslim
- Iran Tolak Kembalikan Pesawat Mata Mata AS
- Puing Pesawat Mata Mata Israel Ditemukan di Wilayah Turki
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




