Pasien Meiji 41

Senin, 19/01/2009 12:26 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Ani Bowolaksono

Saat merapikan tumpukan kartu status pasien yang datang hari ini, mataku terfokus pada satu status pasien. Kucolek Torikoe-sensei rekan kerja yang disampingku, seraya menunjuk kolom data kelahiran.
Meiji yon ju ichi nen!” pekiknya tertahan. Aku mengangguk.
Ya, Februari tahun ini, pasien itu berusia 101 tahun!!! Subhanallah, desisku tak henti-hentinya bertasbih.

***

Nenek 101 tahun itu kini berada di hadapan dokter kepala bagian oral functional rehabilitation, yang juga profesor pembimbingku. Duduk di kursi roda dengan atapan kosong. Wajahnya keriput penuh guratan. Pendengarannya tidak peka lagi, sehingga harus berbicara keras di samping telinganya. Suaranya lemah nyaris tak terdengar. Respon alat geraknyapun lamban. Ketika datang, kepalanya diikat dengan bandana yg melintang dari dagu sampai kepala bagian atas. Menurut putranya, sang ibu sering mengalami dislokasi (pergeseran) sendi rahang. Membuka mulut sedikit untuk menguap saja, rahang akan bergeser. Tak ayal, terjadi peregangan di otot-otot pipi yang menyebabkan rasa sakit.

Profesorku mendengarkan dengan seksama keluhan pasien ini melalui putranya. Kulirik si nenek dan sesekali kami bertemu pandang. Rupanya ia juga memperhatikan aku. Mungkin baru pertama kali ia menemui orang berjilbab dan bermasker mulut bak ninja di rumah sakit ini.

Ada hal menarik saat kaca mulut dimasukkan ke dalam rongga mulut. Sang nenek langsung menghisap kaca mulut itu seperti bayi menghisap dot! Begitu juga ketika tangan profesorku melakukan palpasi otot-otot dalam rongga mulut, dihisapnya pula. Maha Suci Allah yang sempurna ciptaan-Nya, aku bertasbih memuji kebesaran Allah yang menciptakan fase hidup manusia dari bayi, dewasa dan setelah lanjut usia akan seperti “bayi” kembali.

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS: Ar-rum: 54)

Aku pandangi nenek tua itu dengan takjub melihat ciptaan Allah yang satu ini. Bersyukur hari ini aku bisa berhadapan langsung dengan manusia yang berumur begitu panjang. Usia harapan hidup di Jepang memang tertinggi di dunia. Maka disini berkembanglah ilmu tentang centenarian, yang mempelajari perilaku manusia ketika mencapai seabad.

MRI sashin o totte kureru?” pinta profesorku membuyarkan lamunanku. “Haik!” jawabku lalu bergegas menuju lemari foto di ujung ruangan ini. Kuserahkan hasil radiogram itu pada profesorku. Mulailah ia menerangkan tentang mekanisme gerakan rahang normal, mengapa pergeseran rahang terjadi dan bagaimana pencegahannya. Karena usia terlalu lanjut, tidak lagi dapat dilakukan terapi apapun. Sang anak telah menyediakan seorang perawat pribadi untuk mendampingi di kesehariannya.

Tak terasa buliran air mata membasahi maskerku, teringat bunda di tanah air. Walaupun belum seumur dengan nenek yang lahir di tahun Meiji 41 itu, aku berdoa agar diberikan kesempatan merawat dan mengasihi Bunda di sisa umurnya. Janjiku satu, segera pulang ke tanah air saat tugas belajarku selesai. Karena kutahu, yang dinantinya adalah selaksa cinta dan kasih sayang, bukan gelar, harta atau kemewahan. “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah bundaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku kecil.”

Okayama, 19 Muharram 1430 H
anibowo@yahoo.co.jp

Keterangan:
Sensei = sebutan untuk dokter atau guru
Meiji yon jyu ichi nen = Meiji 41 bertepatan dengan tahun 1908. Disamping kalender Gregorian, di Jepang berlaku pula kalender berdasar era kekuasaan kaisar.
MRI sashin o totte kureru = Tolong ambilkan foto MRI (magnetic resonance imaging)
Haik = Ya atau iya, diartikan juga sebagai “siap” untuk jawaban dari perintah

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang