Rahasia 50 Tahun
Oleh Ani Murtini
Ada seorang anak yatim kira-kira berumur sepuluh tahun. Dia senang mengerjakan sesuatu yang menurutnya baik tanpa disuruh. Ketika Itu ada seorang ibu yang punya sebuah kebun yang tidak terurus. Kebun tersebut ditumbuhi pohon pisang. Ada banyak macam pohon pisang, kadang berbuah sampai dimakan sama binatang ataupun orang yang kebetulan melewati kebun itu. Suatu hari.. ada satu pohon pisang yang sudah matang dari pohonnya. Buahnya sangat ranum dan menarik orang-orang yang melewatinya.
Sampai pohon itupun roboh, pemiliknya tidak juga mengambil buah pisang tersebut. Nah Anak lelaki umur sepuluh tahun itu beserta teman-temannya kebetulan main ditempat itu. Teman-teman anak berumur sepuluh tahun itu kegirangan, “ Weh…ana gedang rubuh..wis mateng maning..asyik..geh..kalau dipangan.., ayo pangan rame-rame”.(Wah..ada pisang roboh, sudah matang lagi..asyik nih..kalau dimakan.., ayo makan rame-rame..)
“ Jangan dimakan!”, Kata anak berumur sepuluh tahun itu. Itu bukan punya kita, kita balikin saja pada yang punya. Wah..kamu ini sok baik.., ini kan pohonnya saja sudah tumbang, dan tidak mungkin pemiliknya bakalan marah, orang kita nemu kok!.. Lagian kamu ini memang ada-ada saja, tempo hari bersihin rumput yang ada di pinggir jalan..sekarang ngurusin buah pisang , kaya kebun ini punyamu aja!” Kata teman anak berumur sepuluh tahun itu sewot.
Si anak berumur sepuluh tahun itu tetap saja melarang teman-temannya makan buah pisang itu. Lalu berlarilah dia kerumah dan kembali dengan mengambil sebuah golok. Ditebasnya buah pisang itu dari ujung tandannya, kemudian dipanggulnya setandan pisang itu dan diantarkannya ke rumah Ibu yang punya kebun. Padahal jarak dari kebun kerumah Ibu pemilik kebun itu lumayan jauh. Teman-temannya hanya memperhatikan dengan hati yang dongkol.
Assalamualaikum..bu..ini buah pisang ibu yang sudah roboh. Sudah ya bu saya permisi. Anak berumur sepuluh tahun itu bergegas pamit. Weeh.. ….nak.., terimakasih ya.., kamu sudah berat-berat nganterin kesini, ini buat kamu ya.. Ibu pemilik kebun ingin memberikan sesuatu sebagai tanda terima kasih. Namun Si anak berumur sepuluh tahun itu sudah keburu pergi. Dan meninggalkan rasa penasaran di hati Si Ibu pemilik kebun. Siapa ya…anak itu.., dan siapa orang tuanya?....
*********
Lima puluh tahun berlalu….dalam berbincangan disebuah acara keluarga. Antar besan dan Ibunya. Setelah pernikahan putra-putri mereka.
“Man, saya inget dulu Ibu punya sebuah kebun disekitar rumahmu”..Kata Ibu Besan. Kemudian mengalirlah cerita tentang Si anak berumur sepuluh tahun dan tentang buah pisang.
Sebenarnya anak itu adalah ..saya. Kata Pak Man. Weh..Alhamdulillah jebul kuwi sampeyan to.., Wis aku tambah mantep tenan anakku besanan dengan kamu . Terkuak sudah rahasia lima puluh tahun yang lalu. Sebuah kebaikan yang tak terlupakan dan hanya Alloh lah yang akan membalasnya dengan balasan yang sangat manis.., dan lebih nikmat dari sekedar rasa buah pisang yang ranum dan matang dari pohonnya.
Lainnya (Arsip)
- Kisah Tragis Tiga Orang Anak
Ambe Mardiah — Jumat, 03/07/2009 06:10 WIB - “Membeli” Anak
Anandita — Kamis, 02/07/2009 08:01 WIB - Jangan Sia-siakan Waktu Kita
M. Arif As-Salman — Rabu, 01/07/2009 14:47 WIB - Belum Jadian (kok) Sudah Bilang Putus
Fiyan Arjun — Rabu, 01/07/2009 05:46 WIB - Sebuah Perjalanan dan Syurga
Ambe Mardiah — Selasa, 30/06/2009 14:14 WIB
Oase Iman
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




