Selamat Pagi, Jendral

Jumat, 22/05/2009 07:39 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Abu Miftah

Seadainya semua harus mengalah pasti tak terjadi demikian. Tak mudah dilupakan ketika perjanjian demi perjanjian dijabarkan bersama-sama. Terasa indah bukan? Namun detik-detik terakhir datang sebuah SMS, yang menceritakan bahwa bakal pendampingnya berubah 100%. Pilihan pendamping ternyata orang lain. Sakit hati, begitu kira-kira. Sebuah pengorbanan waktu dan impian, harapan ternyata terpuruk sampai disini. ”Kenapa kamu tidak bicara terlebih dahulu,”piluku .. Kini seketika semua berjalan mengikuti jam waktu berdetak

Mengingat usia persahabatan sudah mendekati hampir 6 tahun, namun begitu mudah jika semua pupus ditengah jalan. Surat tentang janji-janji kita, masih tersimpan dalam meja kerjaku. Padahal kita seperti bersaudara. Keluh kesah, kita jalin dengan saling pengertian. Sejak kau hadir, aku selalu memberikan saran yang terbaik.

Apakah aku berdosa sehingga kau tetap memilih pendamping hidup yang lain. Padahal rasa memiliki aku hanya untukmu seorang. Dari nama-nama calon yang ingin berdamping, tak satupun namaku tercoreng dihatimu. Aku malu, aku malu, padahal aku sudah yakin kau adalah pendampingku kelak. Kini impian yang selama ini kita jalin, kini kandas ditengah jalan. Hanya isak tangis yang akhirnya selalu merindu, jika mengingat janji dan ucapan-ucapanmu.

Pesta kemeriahan sudah kau lakukan. Kantong ajaib, yang selama ini kau genggam erat, pastinya sudah terjawab. Sedih, pastinya. Kesal pastinya. Dalam benakku sosok laki-laki yang gagah berani membuat aku patah hati. Kenapa kau berpaling pada yang lain. Pastinya ada konspirasi dari orang terdekat yang membesarkan kamu bahkan tak segan ada tim membisik yang mengatakan agar selalu mencari teman dari kalangan berdarah biru. Atau apakah kau sudah enggan untuk berteman dari golongan aku. Atau apakah ada lobi dari hasil pergaulanmu terhadap orang asing yang bermain disini. Atau mereka enggan melihat umat islam akan berkuasa kelak.

Kini strategi apa yang kau akan kau genjarkan. Aku yakin kemenangan suaranmu melonjak drastis bukan karena pengikut atau teman-teman. Tapi memang kegagahanmu dalam berperan dalam sandiwara di negari ini selama 4 tahun. Kau telah menjadi aktor terbaik dinegeri ini, padahal aku ingat janjimu ketika 4 tahun lalu ketika kau masih berdiri tegak menjadi orang nomor satu di negeri impian ini.

Siapapun kau, kini menjadi bagian masa laluku. Kini kau sudah terkenal. Kau masih menjadi tanda tanya. Walau aku hadir ketika persta itu. Kau bersama pendampingmu berjabat tangan mesra. Secara fisik aku hadir dengan senyum khasku, tapi hati menjadi pilu. Sampai detik ini aku bersama teman seperjuangan, harus berhati-hati pada siapapun. Manis bibir bukan berarti manis dihati. Selamat pagi, Sang Jendral. Sambut harimu dengan cinta. Sang Khalik selalu melihat setiap langkahmu. Dan akupun segera merapat barisan pada sahabatku yang lain jika kau salah.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang