Setahun Tanpa Penghasilan

Sabtu, 18/07/2009 05:28 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Andri Budi Wibowo

Ini adalah kisah nyata dari pengalaman pribadi saya, dengan harapan agar kisah saya dapat dijadikan motivator bagi rekan-rekan yang mengalami nasib serupa saya.

Saya adalah karyawan bank yang mempunyai penghasilan yang bisa dibilang lumayan. Kredit pun bertebaran karena mudahnya persetujuan aplikasi. Dan hal itu juga yang menyebabkan hutang saya menggunung karena begitu mudahnya kredit saya terima. dari kartu kredit yang nilainya jutaan sampai KTA yang nilainya puluhan juta. Yang akhirnya, penghasilan yang saya terima tiap bulan menjadi minus karena pemotongan cicilan tiap bulannya.

Sebelumnya, saya pun bukanlah orang yang religi. shalat jarang saya laksanakan, apalagi puasa. saat shalat jumat saya malah nongkrong di tempat lain dan sering meremehkan orang yang melaksanakan shalat. saya malah sempat berujar " hei, ngapain sih shalat? emang kalo beres shalat ada yang ngasih duit??"

Tetapi saat saya ditimpa bencana finansial karena tagihan saya, bukannya sadar, saya malah marah ama Allah. Di saat anak saya membutuhkan susu dan pampers, uang sekolah, dan saya tidak bisa memenuhinya, saya malah marah ama Allah. " Ya Allah , tega bener kamu menelantarkan keluarga saya!!"

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, istri saya berjualan tas sedangkan saya berjualan telur asin. Hasilnya jelas jauh dari cukup sampai suatu hari saya menonton acara Yusuf Mansur yang mengatakan bahwa hutang adalah salah satu belitan dari ular berkepala sembilan yang diakibatkan kita sering meninggalkan shalat.

Di saat itu , saya seperti diberi hidayah dan langsung mendisiplinkan shalat saya, termasuk shalat dhuha. Diri saya pun seperti haus ilmu dan selalu mencari tambahan ilmu baik dari majelis taklim maupun dari acara di TV.

Awalnya memang tidak terjadi sesuatu, tapi saya ingat ucapan Yusuf Mansur, kalau kita udah kelamaan tidak melaksanakan shalat, maka ada proses untuk penghapusan dosa dulu untuk menghilangkan pembatas antara kita dengan Allah, barulah Insya Allah keinginan kita terpenuhi.

Selama hampir satu tahun, kondisi keuangan saya tidak berubah. Kebutuhan sehari-hari pun disupply oleh istri saya yang pada akhirnya malah menggunakan uang modal yang mengakibatkan tidak dapat berjualan lagi.

Tetapi Alhamdulillah, saya tetap yakin akan pertolongan dari Allah. Dan justru setelah saya mulai berhenti main hitung-hitungan dengan Allah, maksudnya saya ngitung kalo saya shalat kudu dapet rejeki, justru disanalah rejeki mulai bertebaran. meskipun saya masih belum mendapatkan penghasilan dari kantor saya, tapi rejeki berdatangan dari sana sini.

Sering sekali saya berangkat dari rumah tanpa membawa uang sepeser pun dan Alhamdulillah saat pulang saya dapat membawa uang untuk kebutuhan hidup. hutang pun meski belum terbayar, tapi saya merasa sangat diringankan dengan berkurangnya telepon dari debt collector, dll.

Yang sempat bikin saya terenyuh, pernah ketika ada rapat di kantor dan saat maghrib saya melaksanakan shalat di mushola. Saat selesai shalat, tiba-tiba di belakang ada rekan saya yang langsung menyerahkan amplop, uang rapat katanya. Langsung saya teringat akan ucapan dulu yang meremehkan rekan yang shalat dan saya pun langsung tersungkur memohon ampun dari Allah SWT.

Inti dari cerita ini adalah, semakin kita menggantungkan hidup kita hanya kepada Allah SWT, semakin kita akan merasakan bantuan dari Allah SWT. percayalah...

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang