Setelah Ini, Siapa Lagi Yang Mengaku Nabi?

oleh Nurudin Sabtu, 21/11/2009 07:33 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Sebuah aliran agama sesat kembali muncul di tengah masyarakat, kali ini seseorang di daerah yang terkenal agamis mengaku sebagai seorang rosul ..” begitu sang presenter memulai beritanya di salah satu tv swasta sore itu.

Ada-ada saja sekarang ya!” komentar istriku sambil meletakan segelas teh manis dan sepiring pisang goreng di meja.

Tanda-tanda akhir zaman “ jawabku singkat.

Kok bisa ya, orang itu mengaku sebagai rosul. Padahal kalau dilihat, aliran yang dia ajarkan mirip Islam-Islam juga

Aku tidak langsung menjawab, kuminum teh manis di depanku. Aku batalkan mengambil sepotong pisang goreng, masih terlalu panas karena memang baru diangkat dari penggorengan.

Lah, yang lebih mengherankan, kok masih ada orang yang percaya bahkan kemudian menjadi pengikut setianya “ jawabku selanjutnya.

Lagi, untuk yang kesekian kalinya muncul di tengah-tengah masyarakat kita sebuah aliran kepercayaan, baik yang mengaku baru atau yang nyata-nyata ndompleng pada Islam, tokoh-tokoh yang mengaku sebagai orang suci, wali, keturunan nabi atau bahkan blak-blakan mengaku diangkat sebagai nabi juga rosul. Astaghfirulloh! Benarkah zaman sudah memasuki babak akhir?. Rosululloh saw pernah mengatakan bahwa di akhir jaman akan banyak bermunculan orang-orang yang mengaku dirinya nabi bahkan juga rosul.

Diskusi antara aku dan istrikupun berlanjut. Aku lebih senang menyebut orang-orang yang mengaku sebagai orang suci, keturunan nabi yang dipilih dan diangkat menjadi nabi dan rosul baru, sebagai orang yang mengalami krisis kepercayaan diri yang sangat-sangat kronis. Entah apa yang melatarbelakanginya, yang jelas orang-orang semacam itu sengaja membentuk image sedemikian rupa demi mendapat pengakuan dari orang-orang sekitarnya. Dia gagal mendapat tempat dan gagal menempatkan diri di lingkungannya.

Jelas, mereka yang melakukan kebohongan, kedustaan dan penipuan semacam itu memiliki kepentingan untuk pribadinya. Permasalahannya, mengapa sampai ada orang yang percaya dengan kebohongan, kedustaan, dan tipu daya sang tokoh, padahal untuk urusan yang satu ini, jelas-jelas tidak benar adanya. Jangankan percaya, sekedar menjadi ragupun tidak. Kecuali mereka yang memang tidak memiliki pegangan agama, atau agama hanya sebatas kewajiban administratif yang harus disebutkan dalam dokumen pribadinya sebagai warga negara.

Jika satu saat ada seseorang mendatangi kita dengan segala kesan menderita yang dia tampakkan dengan tujuan mendapatkan simpati dan bantuan dari kita, bisa jadi hal itu adalah benar. Kita sama-sama tahu bahwa di negara yang ‘katanya’ sudah merdeka ini, kemiskinan masih terdapat dimana-mana meskipun terkadang ada juga yang memanfaatkan kemiskinannya untuk mendapatkan keuntungan pribadinya.

Namun, jika ada seseorang yang dengan pede-nya mengatakan bahwa dirinya adalah utusan Allah, seorang nabi bahkan rosul, kita yang mengaku beragama akankah kemudian mempertimbangkan omongan orang tersebut?. Tidak, tidak perlu sama sekali!. Jangankan membuat kita percaya, sekedar memancing untuk berfikir sampai menjadi ragupun tidak. Karena apa yang orang itu omongkan, tak perlu di pertimbangkan kemungkinannnya lagi, jelas-jelas itu salah dan sesat. Itu bohong, dusta dan sama sekali tidak benar. Hanya orang-orang yang memiliki keimanan sangat tipis yang mempercayai omongan semacam itu, atau bahkan sebelumnya mereka tak memiliki keyakinan pada agama.

Seiring perjalanan waktu, kita memang tidak bisa menghindar jika waktu menghantarkan kita pada akhir jaman. Tapi kita mempunyai kesempatan dan pilihan untuk menjadi apa saat akhir jaman benar-benar datang. Akankah kita termasuk golongan orang-orang yang selamat ataukah termasuk golongan yang tersesat. Semua tergantung pada diri kita. Bagaimana kita memegang agama kita, bagaimana kita menjaga dan memelihara iman kita.

Mari, kita lindungi diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dengan menjalankan Islam secara kaffah. Kita pelajari dan amalkan ajaran Islam dengan sebenar-benarnya, sebab beragama tidak hanya butuh pengakuan saja, namun juga tindakan dan pengamalan. Kita bekali anak-anak kita, keluarga kita dengan ilmu agama yang benar dan mendalam, sehingga di akhir jaman kelak kita termasuk golongan orang-orang yang selamat, terlindung dari ajakan dan aliran-aliran yang sesat dan menyesatkan. Insha Allah.

http://abisabila.blogspot.com

abisabila@ymail.com


(Arsip Oase Iman)

Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Oase Iman. Kirimkan artikel anda melalui FORM yang kami sediakan.

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG