Shaf-Shaf yang Terurai

Jumat, 26/02/2010 00:14 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Muhammar Khamdevi

Setelah memarkirkan motornya, Lie berjalan tenang menuju tempat berwudhu' di sebuah langgar. Sambil berwudhu', Lie mendengar suara iqomah dari ruang shalat. Dengan kata lain mungkin kali ini ia harus bermasbuk.

Berjalan ia tak tergesa menuju ruang shalat, lalu mendapati seorang makmum duduk di halaman tidak turut shalat dengan sang imam. Ia adalah Pak Suhail, 'pelanggan' rutin langgar itu. Maka merupakan sebuah pemandangan yang tidak biasa jika ia tidak ikut berjamaah.

Lalu Lie pun menegurnya dengan salam lalu bertanya.

"Tidak shalat Pak?"

"Saya tidak mau bershalat dengan mereka!"

Lie pun tercengang.

"Lihatlah Nak! Karpet untuk shalat telah diganti dengan yang baru."

Lie pun seketika menyadarinya dan memperhatikan karpet baru tersebut. Karpet itu mirip sajadah yang bersambungan, tidak seperti karpet lama yang hijau polos tak bermotif.

"Lihatlah! Tiap orang sudah punya kavling-kavlingnya sendiri. Lihatlah shaf-shaf mereka! Bahu-bahu dan ujung-ujung jari kaki mereka tak bersentuhan. Padahal sang imam telah mengisyaratkan untuk merapatkan shaf. Mereka seakan ego tak mengikuti suruhan sang imam. Mereka kira mereka sudah merapatkan barisan"

Lie pun terdiam, menyepakati pernyataan Pak Suhail.

"Saya sedih melihat kenyataan bahwa ini sama halnya apayangterjadi pada umat kita saat ini. Mereka berkelompok-kelompok dan ego dengan masing-masing kelompoknya sendiri. Silaturahim pun menjadi longgar. Tak rapat lagi. Tak bersentuhan lagi."

Lie terhenyak dengan kesedihan Pak Suhail. Merinding ia membayangkan metafora tersebut.

"Setelah ini sebaiknya kita diskusikan dengan imam saja tentang hal itu. Namun sekarang saya jadi bingung."

"Kenapa bingung Nak?"

"Apakah saya ikut bershalat dengan mereka atau tidak sekarang?"

Lie bisa saja ikut berjamaah merapatkan barisannya sendiri dengan jamaah terdekat. Namun ia memikirkan Pak Suhail yang tidak mendapatkan shalat berjamaah.

"Bapak tetap tidak shalat dengan mereka?"

"Tidak akan!"

"Kalau begitu saya masbuk dulu ya Pak? Saya coba dorong jamaah di belakang dari arah kanan supaya shaf rapat. Jika tidak berhasil dan bapak tetap tidak mau berjamaah dengan mereka. Tepuk bahu saya saja! Jadi bapak juga dapat bershalat berjamaah saat ini. Daripada shalat sendiri, pahala berjamaah khan lebih banyak." ajak Lie tersenyum lebar hingga gusinya terlihat.

"Iya Nak." jawab Pak Suhail sembari tersenyum pula.

waterpoured.blogspot.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang