Bilakah Harus Jatuh Cinta
Oleh Shita Ismaida
Ketika merindukan seseorang, siapapun seolah menjadi sosoknya, suara apapun seolah suaranya, bayangan apapun seperti bayanganya. Terkadang orang jatuh cinta menjadi terbodoh dari yang paling bodoh dan menjadi terpintar diantara yang paling pintar.
“Kadangkala, bertemu dengan seseorang yang kita kagumi menarik kita ke dunianya yang tak pernah kita sentuh sebelumnya. Kadang, kita menjadi sepertinya dan menjadi apa yang ia ingin, agar membuat ia merasa senang. Padahal ‘mungkin’ jauh dalam jiwanya ia ingin sesuatu yang berbeda dari dirinya untuk memperkaya bathin hidupnya dan rasa jiwanya”
"Keterpesonaanku yang menggebu tak serta merta membuat mata bathinku menjadi buta. Karena pikiran jiwa bisa menjadi logis pada waktunya, akibat tempaan cobaan dan sandungan problema, ia bisa menjadi dewasa. Meski mata fisik menjadi butapun, ku yakin mata bathin dapat melihat kebenaran meski diselimuti awan kebingungan sekalipun"
“Sekian lama aku mengeja rasa ini. Saat itu aku tak bisa membacanya. Hingga sampai hari ini bukan aku lagi yang mengejanya, tapi ia yang membacakannya untukku. Ternyata ini adalah rasa akan harapan kosong yang telah nyata di hadapanku. Kini, aku mengerti bahwa tidak perlu mengeja rasa, jika akhirnya tersakiti. Harusnya kusimpan saja rasa ini rapat-rapat tanpa seorangpun tau, kecuali DIA”
Saya terkejut, tenggorokan terasa tercekat. Sesaat tubuh gemetar, tanpa sebab. Tulisan ini milik siapa? tertuju untuk siapa, ukhti? Siapa yang sedang dan dalam perasaan seperti terlukiskan dalam catatan itu?
Saya berusaha mengumpul kata sebaik-baiknya, agar ia tak merasa di introgasi. Mencoba meredam emosi sesaat untuk tidak menanyakan langsung padanya. Sebuah kepayahan saat diri yang mengaku sebagai Da'i berkomat-kamit meluruskan hal seperti ini mengenai rasa, cinta, dan......! Tapi orang terdekat pun tak mampu terjaga dari "mengeja rasa".
Ada perubahan yang tidak Saya tahu pada dirimu, ukhti. Sungguh! Kau adalah bagian dari cerita yang terlukis indah dalam perjalanan persaudaraan ini. Kehadiranmu menjadi pelengkap potongan puzzle saat Saya baru mengenal Indahnya Islam. Tapi kini.......? Entahlah! Semoga Allah tetap menjagamu.
Cinta? Sungguh bahasan yang tiada pernah akan habis topiknya. Apapun, bagaimanapun, dalam keadaan apapun. Orang yang Allah tumbuhi rasa cinta seperti rasa yang dipenuhi dengan bunga.
Ada masa dimana seseorang membutuhkan oranglain saat melangkah, memerlukan kawan meniti jalan keridho'an Illahi. Saya paham, saya sadari itu. Sebuah penantian panjang, untukmu, untuk Saya juga saudara/i yang belum menggenapkan Dien. Benarkah harus cinta seperti ini yang kita rasa?
Detik panjang merupakan saat melelahkan sekaligus menegangkan, untukmu, untuk Saya juga saudara/i yang belum menggenapkan Dien.
Riak-Riak rasa yang "membelenggu hatimu" pun akan mekar menjadi bunga. Bunga rindu yang berpadu dengan cinta, kian hari-kian menggebu. Begitulah kau mengungkapkannya.
Saya merasa sangat malu. Malu kepada Allah, karena tanpa sadar tanpa izin telah membaca "ungkapan hati" yang kau torehkan untuknya. Saya malu. Malu sekali. Malu kepada Allah dan Rosul-Nya. Malu atas segala kelonggaran menjaga kesucian diri dan agama.
"Bunga tepelihara harusnya terjaga di tempat yang terpelihara, untuk yang terpelihara. Bilakah harus bermekaran bunga itu cukuplah Allah yang menjaganya, rahasia rasa yang selalu dan akan selalu tersembunyi dalam diri tanpa perlu kau mengungkapkannya."
Cinta adalah kekuatan ruhiyah yang terbangun, tercipta dengan kokoh, tumbuh untuk terus membangkitkan semangat yang menggelorakan jihad. Cinta adalah menumbuhkan jiwa-jiwa pemberani, mencairkan hati-hati yang beku dan mengungkapkan rasa malas. Diri ini tergantung ke mana cinta itu disandarkan. Apakah pada nafsu? ataukah pada Yang Memiliki Cinta, Allah SWT.
Bilakah harus jatuh cinta, semoga cinta tak akan jadi bencana.
Wallahu a'lam Bish Shawab.
La Illaha illa Anta, subhanakan inni kuntu minazh-zhalimin.
Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.
[Teguran kecil untuk Saya, juga saudara/i saya semoga Allah tetap menjaga cinta agar kembali pada fitrah dan kesuciannya]
Lainnya (Arsip)
- Letak Kekuatan Lelaki dan Perempuan
S.F. Lussy Dwiutami Wahyuni — Jumat, 12/03/2010 04:27 WIB - Jualan Iman Dalam Bis
Sri Haryati — Kamis, 11/03/2010 12:59 WIB - Yang Ketiga Adalah Setan
Sabrul Jamil — Kamis, 11/03/2010 00:27 WIB - Semangat Dakwah yang Terus Menyala
M. Arif As-Salman — Rabu, 10/03/2010 13:47 WIB - *Ijime Nante Kowakunai, Datte Muslim damon...
LIzsa Anggraeny — Rabu, 10/03/2010 08:12 WIB
Oase Iman
Terkait
- Dua Pesawat Drone AS Jatuh di Somalia
- Helikopter Militer Pasukan Internasional Kembali Jatuh di Selatan Afghanistan
- Taliban Kembali Tembak Jatuh Helikopter NATO di Afghanistan Selatan
- Dakwah Itu Cinta
- Lagi Pesawat Drone AS Jatuh di Somalia
- Helikopter NATO Jatuh di Afghanistan Timur
- Pesawat Militer Canggih Israel Jatuh Sebabkan Kerugian 10 Juta Dolar
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




