Syukur Saat Sehat, Sabar Saat Sakit

Jumat, 19/10/2007 05:20 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Tulisan

Oleh Sigit Indriyono

Terdengar alarm tanda waktu pulang kerja. Aku segera merapikan tumpukan dokumen di meja kerja, mengunci laci meja dan mematikan komputer. Kemudian menuju mesin absensi yang selalu setia melakukan identifikasi sidik jari tangan saat masuk kerja dan pulang kerja. Sore itu, sebelum pulang ke rumah aku akan mampir ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk seorang tetangga dekat rumah yang menjalani rawat inap. Beberapa menit sebelum jam kerja berakhir, aku sempat mengirim sms untuk isteriku, memberitahukan bahwa kepulanganku ke rumah agak terlambat karena menjenguk tetanggaku itu.

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga, sesuai firman-Nya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. " (QS An Nisaa' [4]: 36 ). Beberapa hadis Rasulullah SAW juga mengingatkan kita untuk menghormati tetangga, tidak menyakiti tetangga dan memenuhi hak tetangga. Salah satu hak tetangga yang harus dipenuhi adalah menjenguknya jika sakit.

Setiba di lobby ruang rawat inap yang sangat bersih dan nyaman, aku menanyakan lokasi ruang rawat inap tetanggaku kepada seorang petugas medis yang bertugas. Ia menjawab dengan ramah dan menunjukkan lokasi ruang rawat inap yang kumaksud. Rumah sakit yang bersih dan nyaman disertai keramah tamahan dokter, petugas medis, petugas kebersihan atau petugas lain merupakan harapan setiap pasien yang sedang berobat. Hal ini akan membantu proses penyembuhan penyakit atas izin-Nya.

“ Ada dua nikmat yang banyak orang lalai mensyukurinya yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu” (HR Bukhari). Nikmat sehat merupakan karunia dari Allah SWT, dan sering dianggap sebagai suatu hal yang biasa saja, sehingga kita lalai untuk bersyukur kepada-Nya. Biasanya, kesadaran akan besarnya nikmat sehat baru timbul pada saat kita mengalami sakit. Pada saat terbaring sakit, betapa lemah dan tidak berdayanya kita. Dalam kondisi seperti, kita akan mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan baik, termasuk melakukan ibadah wajib seperti sholat lima waktu. Namun, Allah SWT memberikan keringanan-keringanan saat kita mengalami sakit. Jika tidak bisa berdiri karena kondisi badan lemah ketika sakit, kita boleh sholat sambil duduk. Begitu juga dengan puasa wajib di bulan Ramadhan, jika sakit, kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Dengan konsekuensi mengganti puasa pada hari yang lain. Allah SWT menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagi hamba-Nya dalam beribadah.

Allah berfirman: “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu “ (QS Al-Baqarah [2]: 168). Ayat di atas merupakan peringatan dari Allah SWT yang harus kita perhatikan. Makan makanan yang halal dan baik sesuai kebutuhan tubuh. Tidak berlebihan. Banyak penyakit yang diakibatkan oleh faktor makanan. Puasa wajib di bulan Ramadhan dan puasa sunnah yang dilakukan secara rutin akan memberi manfaat yang banyak terhadap kesehatan tubuh. Para ahli kesehatan telah melakukan penelitian terkait dengan puasa dan bisa membuktikannya secara ilmiah kedokteran.

Melakukan olahraga secara teratur adalah cara untuk menjaga kesehatan diri kita. Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita beberapa jenis olahraga. Beliau sering melakukan beberapa jenis olahraga, yaitu berenang, lari, gulat, panahan, anggar dan pacuan kuda (HR Baihaqi, Hakim, Abu Dawud dan Bukhari). Jangan memaksakan diri kita untuk berolahraga di luar kemampuan. Bagaimanapun juga, tubuh memerlukan istirahat dengan tidur yang cukup dan teratur.

Di samping itu, memelihara kebersihan lingkungan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus kita laksanakan secara konsisten. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan yang tidak kondusif ditinjau dari aspek kesehatan. Sampah yang tidak tertangani dengan baik, saluran air pembuangan yang tidak lancar mengalir, ventilasi dan pencahayaan matahari yang kurang dalam rumah merupakan contoh penyebab munculnya berbagai penyakit. Hewan peliharaan dan kandangnya juga memerlukan penanganan kebersihan secara rutin.

Dan apabila aku sakit, Dia -lah yang menyembuhkan aku” (QS Asy Syu’araa’ [26]: 80). Jika Allah SWT memberikan ujian berupa sakit, ikhtiar harus dilakukan dengan berobat kepada yang ahli dalam bidang pengobatan melalui cara pengobatan yang sesuai dengan syariat. Tentu diisertai do’a mohon kesembuhan kepada-Nya. Kita harus bersabar dan menyadari bahwa sakit yang kita alami adalah kehendak-Nya.

Bisa jadi sakit yang dialami sebagai kafarat atau penghapus dosa dan kesalahan kita. ''Tidaklah menimpa seorang mukmin satu kepayahan pun, tidak pula sakit yang terus-menerus, tidak pula kecemasan, kesedihan, gangguan, dan tidak pula kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya, kecuali dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. '' (HR Bukhari dan Muslim).

Bontang, 6 Syawal 1428 H/ 18 Oktober 2007

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Oase Iman

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

Satrio Selamat dari Jantung Bocor

Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…


Wah Sarung Abak Bicara IB
Tentu sudah penasaran kita melihat  Aksi para bocah Sahibul Menar Beraksi yang ikut andil dalam membedah  langsung perbankan syariah. Hanya tinggal menunggu hari rasa penasa...

Wow, iB Hadir di Film Negeri 5 Menara
Film Negeri 5 Menara merupakan karya anak bangsa yang akan mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 1 Maret 2012 mendatang. Film yang diproduksi oleh KG Production ini ...

BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...


Peluang