Penjualan Bayi Semakin Marak, Tanggung Jawab Siapa?
Meski belum menjadi seorang istri, apalagi seorang ibu, tapi bukan berarti kita tak bisa memahami kasih ibu pada anaknya. Bahwa 9 bulan ibu mengandung, hari demi hari menanti kelahiran buah hati, menahan berat yang semakin bertambah serta melakukan perjuangan luar biasa saat melahirkan, semua dapat kita lihat. Bahwa “kasih ibu sepanjang masa” –pun rasanya belum tergantikan dengan istilah manapun.
Lalu terlepas dari kasus kemiskinan, ada pula penjualan bayi yang merupakan hasil di luar nikah. Naudzubillah. Negeri ini memang negeri muslim terbesar, namun tak dapat dipungkiri bahwa pergaulan bebas telah terjadi dimana-mana. Beginilah saat kebebasan menjadi standar. Setiap orang bebas melakukan perbuatan yang ia inginkan. Suburnya pornografi, prostitusi, adalah salah satu dampak saja. Namun, yang menjadi korban pada akhirnya adalah anak yang tak berdosa. Pilihan mereka seakan hanya dua: diaborsi atau dijual saat telah lahir. MasyaAllah.
Akhirnya, apapun alasan yang dikemukakan, tetap saja, bayi bayi mungil nan lucu itu adalah manusia. Manusia yang tak layak untuk diperjual belikan layaknya barang. Maka, masihkah penguasa akan menutup mata dengan persoalan ini? Maka masihkah masyarakat akan abai dengan kondisi sekitar? Wallaahu a’lam bish showab [] arini azzaharah <[email protected]>
Biodata: