Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Novy Erlita Indriana – Sabtu, 9 Syawwal 1428 H / 20 Oktober 2007 11:36 WIB

Assalamualaikum wr. Wb.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Marhaban Ya Ramadahan pada Ustadz dan saudara muslim sekalian. Saya agak prihatin ya pak ustad, beberapa tahun belakangan ini kok penyambutan Ramadhan semakin sepi ya? Maksud saya, kok seperti menghadapi bulan-bulan lain saja, tidak ada kesan mendalamnya.

Tidak seperti waktu saya kecil, setiap mau puasa keluarga dan lingkungan sekitar pasti heboh kalo mau menyambut puasa. Tidak hanya secara pisik tapi secara batin juga. Atau ini perasaan saya saja, karena semakin bertambah umur saya semakin banyak kegiatan dan masalah yang mesti saya hadapi sehari-hari?! Sebenarnya yang harus atau yang sebaiknya kita lakukan dalam menyambut bulam Ramadhan itu apa saja ya pak ustadz?

Satu pertanyaan lagi, benarkah kalau ingin membayar hutang puasa harus dilakukan sebelum nisfu sa’ban? Setelah itu membayar hutang puasa sudah tidak boleh kecuali mengerjakan puasa sunah?

Terima kasih,

Wassalam

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menyambut bulan suci Ramadhan memang tidak harus ramai-ramai bikin acara ini dan itu. Karena esensi Ramadhan memang bukan keramaian, melainkan kebahagiaan karena ada bulan di mana kita bisa banyak melakukan amal kebaikan yang lebih.

Jadi esensi menyambut ramadhan adalah bersiap-siap untuk bertempur mendapatkan kesempatan mencari pahala sebesar-besarnya. Dan waktu yang lebih tepat untuk beramal sebaik-baiknya memang Ramadhan, lantaran beberap alasan, antara lain:

1. Setan dibelenggu di bulan Ramadhan, Sehingga kita punya lahan yang lebih luas untuk mengisinya dengan berbagai amal kebajikan. Untuk selama 1 bulan setan akan tidak kebagian lapak.

Tentu kita gembira dengan datangnya Ramadhan, karena musuh kita berkurang jumlahnya dan kita bisa puas-puaskan untuk beramal shalih, berdakwah, mencari ilmu dan mengajarkannya. Kesempatan setan ‘cuti’ sebulan penuh ini hanya terjadi di bulan Ramadhan, bagaimana kita tidak bergembira?

2. Amal-amal digandakan di bulan Ramadhan

Sehingga amal yang sama kita kerjakan di bulan lain akan diganjar dengan lebih besar bila dilakukan di bulan Ramadhan. Dalam salah satu hadits disebutkan:

عن سلمان الفارسي مرفوعاً من تطوع في شهر رمضان بخصلة من خصال الخير، كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فيه فريضة، كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه

Dari Salman Al-Farisy ra yang diriwayatkan secara marfu’, "Siapa yang mengerjakan amal sunnah meski kecil, sama seperti orang yang mengerjakan amal fardhu. Siapa yang mengerjakan amal fardhu, seperti mengerjakan 70 amal fardhu."

عن أنس مرفوعاً: (أفضل الصدقة صدقة في رمضان

Dari Anas bin Malik ra yang diriwayatkan secara marfu’, "Sedekah yang paling afdhal adalah yang diberikan di bulan Ramadhan." (HR Tirmizy)

Kesempatan beramal kecil tapi diganjar dengan pahala yang besar jarang-jarang terjadi. Bulan Ramadhan ini ibarat bulan diskon gede-gedean atau cuci gudang. Bagaimana kita tidak bergembira?

3. Ramadhan adalah bulan yang punya nilai historis tinggi.



Di antaranya bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran pertama kali ke muka bumi. Di mana ibadah di malam qadar dinilai lebih baik dari seribu bulan.

Selain itu di bulan Ramadhan juga terjadi banyak peristiwa historis yang tidak kalah pentingnya. Buat umat Islam di Indonesia, sejarah kemerdekaan tahun 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Sedangkan di dunia Islam secara keseluruhan, di bulan Ramadhan terjadi banyak peristiwa besar, antara lain

  • Perang Badar Al-Kubra (17 Ramadhan 2 H – 13 Maret 623 M)
  • Pembebasan kota Makkah/Fathu Makkah (21 Ramadhan 8 H – 11 Januari 630 M)
  • Bebasnya Mesir dan masuknya dakwah Islam di bawah pimpinan Amru bin Al-Ash (1 Ramadhan tahun 2 H – 26 Pebruari 624 M)
  • Perang Tabuk (8 Ramadhan 9 H – 18 Desember 630 M)
  • Bebasnya Baitul Maqdis dan diserahkan kuncinya kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab ra (13 Ramadhan 15 H – 18 Oktober 636M),
  • Kemenangan umat Islam atas dinasti Sasanid, penguasa Persia setelah berhasil membunuh Kaisar Yazdajar III dan berakhirnya kemaharajan Persia (23 Ramadhan 31 H – 625 M)
  • Peristiwa tahkim di mana Ali ra dan Mu’awiyah ra berdamai (3 Ramadhan 37 H – 11 Pebruari 658 M)
  • Bebasnya negeri Sind dari pasukan India di bawah pimpinan Muhammad bin Al-Qashim (6 Ramadhan 63 H – 14 Mei 682 M)
  • Awal bebasnya negeri Andalusia di bawah pimpinan Tarif bin Malik AL-Barbari (1 Ramadhan 91 H – 710 M)
  • Berdirinya Daulah Abbasiyah, khilafah kedua setelah Daulah Umayah (2 Ramadhan 132 H – 13 April 750 M)
  • Bebasnya Byzantium dalam perang Amoria di bawah pimpinan langsung khalifah Al-Mu’tashim billah, setelah mendengar wanita yang beristighatsah karena mengalami pelecehan seksual (6 Ramadhan 223 H – 31 Juli 838 M)
  • Berdirinya Daulah Abbasiyah II di Spanyol (12 Ramadhan 331 H – 9 Mei 943 M)
  • Peletakan Batu Pertama Universitas Al-Azhar Mesir sebagai masjid dan universitas (14 Ramadhan 359 H – 20 Juli 970 M)

    19 Ramadhan 1375 M

4. Ramadhan bulan surga

Umat Islam benar-benar digiring untuk masuk surga di bulan Ramadhan. Sebab mereka diwajibkan berpuasa dan untuk orang yang puasa sudah disediakan pintu khusus di surga yaitu bab Ar-Rayyan.

Demikian juga puasa itu menganjurkan kita untuk bersabar, dan ganjaran untuk orang yang sabar adalah surga.

5. Ramadhan bulan yang menjauhkan dari neraka

Mungkin ada sebagian orang yang berkomentar bahwa sebagai muslim, kita memang pasti masuk surga. Tetapi tetap saja kalau lebih banyak dosa harus mampir dulu ke neraka.

Nah, di dalam bulan Ramadhan ini, Allah SWT menjanjikan amal-amal yang bisa membuat orang akan terhindar dari api neraka. Amal itu adala memberi ifthar kepada orang yang puasa. Mereka yang melakukannya dijanjikan akan selamat dari api neraka.

6. Semangat Kebersamaan Dalam Taat

Ada semangat kebersamaan dan ephoria untuk beribadah ritual yang lebih besar dibandingkan di luar Ramadhan.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Puasa Terbaru

blog comments powered by Disqus