eramuslim

Puisi Mahasiswi UBK: Srikandi Pencetak Utang

Eramuslim.com -

MIRIS hatiku baca puisimu

Bukan karena terharu

Lebih karena gerutu

Karena banyak yang telah kau tipu

Justru setelah dirimu jadi menteri

Kau paksakan pengetatan anggaran

Yang terbukti gagal di seluruh dunia

Yang terbukti telah hambat pertumbuhan

Yang terbukti lambat kurangi kemiskinan

Kau potong anggaran sosial dan bencana

Kau tak mampu selesaikan masalah BPJS

Kau tak mampu naikkan gaji PNS

Kau prioritaskan bayar cicilan dan bunga utang

Lebih besar dari infrastruktur dan pendidikan

Pembangunan bukan hanya jasamu

Banyak yang lebih keras kerjanya

Banyak yang lebih cerdas kerjanya

Tak layak kau kliam semua pembangunan itu

Tugasmu adalah mencari pendanaan

Banyak cara mencari pendanaan

Bisa dengan tingkatkan pajak

Tapi jelas kau tidak mampu

Rasio pajak di eramu terus menurun

Bisa dengan renegosiasi utang lama

BIsa dengan tukar utang bunga tinggi dengan bunga rendah

Tapi jelas dirimu tak berani lawan Tuanmu

Kau hanyalah hamba Tuanmu

Tuanmu hanya ingin Indonesia buat utang baru

Iya, Tuanmu: IMF dan Bank Dunia

Serta para investor pasar uang

Segelintir 1% manusia penguasa kapitalisme dunia

Para Tuan penyebab ketimpangan dunia

Ketika Tuanmu yang rakus ingin diperkaya

Maka kau paksa rakyatberutang dari mereka

Kau bilang ini satu-satunya cara Negara mencari dana

Perbanyak utang dari mereka yang sudah kaya

Tentu utang dengan bunga sangat tinggi

Di kawasan Asia Pasifik bunga Indonesia paling tinggi

Bikin Tuanmu makin senang dan riang

Bikin rakyat Indonesia malang sampai bertahun mendatang

Jangan--jangan dari utang bunga tinggi

Ada oknum-oknum yang mendapat fee

Mungkin saja oknum itu bukan dirimu

(Meski masa lalumu sejatinya diselimuti banyak kasus korupsi)

Karena dirimu sepertinya hanya ingin penghargaan

Yang dengan murah hati akan diberikan Tuanmu

Yang diberikan kalau perlu setiap tahun untukmu

Agar kau terus dapat jadi Srikandi di panggung gemerlap

Sementara rakyat Indonesia masih hidup susah di gubuk gelap[jk/rmol]

Depok, 2 Februari 2019

Hijriyah Jamaludin 

Mahasisiwi Universitas Bung Karno, Angkatan 2011