Bagaimana Menentukan Arah Kiblat?

Watik TK – Rabu, 13 Sya'ban 1427 H / 6 September 2006 07:51 WIB

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, salah seorang teman saya insya ALLAH mau membangun masjid. Terus dia masih ragu arah kiblatnya, kira-kira berapa derajad dari barat, ya Ustadz? Jazakumullah khairan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Cara yang sedikit rumit adalah dengan menggunakan kompas dan pengetahuan tentang ilmu geografi. Kota Makkah berada pada koordinat 21° 25′ 24" N, 39° 49′ 24" E. Di mana pun kita berada, maka tinggal membuat garis lurus terdekat antara posisi kita dengan kota Makkah. Dari situ, kita akan tahu arah kiblat dengan tepat.

Di masa sekarang ini, bisa kita gunakan beragam alat seperti kompas, GPS dan lainnya. Tapi masih membutuhkan alat dan ilmu untuk hal itu.

Cara Lebih Mudah

Secara yang lebih mudah dan sederhana adalah dengan melihat matahari saat tepat berada di atas kota Makkah. Setiap tahun ada dua kali kesempatan kita untuk mengetahui arah kiblat dengan cara ini,bisa dilakukan dengan sederhana dan tanpa menggunakan alat ukur apapun.

Para ahli astronomi telah menghitung perputaran bumi dan telah memastikan bahwa semua tempat di muka bumi yang berada di antara 22 1/2 derajat lintang Utara dan 22 1/2 lintang Selatan pasti akan dilewati oleh matahari, dua kali setahun. Meski hanya dalam bilangan menit saja.

Kota Makkah pun mengalami saat-saat di mana matahari akan tepat berada di atasnya, dua kali dalam setahun. Yaitu pada tanggal 26 sampai 30 Mei untuk yang pertama dan tanggal 14 s/d 18 Juli untuk yang kedua. Kejadian ini akan tetap terus berlangsung tiap tahun sepanjang masa untuk tanggal-tanggal yang sama.

Bila pada detik-detik matahari sedang berada tepat di atas kota Makkah, maka semua orang yang tinggal di berbagai belahan bumi lainnya yang masih bisa melihat matahari, akan dengan mudah bisa menetapkan posisi kota Makkah. Yaitu cukup dengan melihat posisi matahari berada, karena tepat di bawahnya terletak kota Makkah.

Pada kejadian itu tentu saja Makkah sedang berada dalam posisi tengah hari, kira-kira jam 12.18 di bulan Mei atau jam 12.27 di bulan Juli. Tetapi bagi wilayah lain, boleh jadi ada perbedaan jam. Atau kalau kita gunakan standar GTM berarti jam 09.18 dan jam 09.27.

Khusus untuk waktu Indonesia bagian barat, detik-detik matahari tepat berada di kota Makkah pada tanggal 26 sampai 30 Mei pada jam 16.18 WIB. Sedangkan pada tanggal 14 sampai 18 Juli pada jam 16.27 WIB.

Rentang waktunya hanya sekitar lima menit saja, begitu waktu bergerak lagi, maka posisi matahari akan bergeser lagi, tidak lagi ada di atas kota Makkah.

Buat Negeri yang Berlawanan Siangnya dengan Makkah

Khusus untuk negeri yang berlawanan siang dan malam dengan kota Makkah, sudah dihitungkan dengan lawannya. Yaitu posisi matahari yang tepat berada di balik bumi yang berlawanan dengan kota Makkah. Yaitu setiap tahun pada 28 November 21:09 UT (29 November 04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB).

Cara ini bisa lebih pasti, murah, sederhana dan ilmiyah. Tapi kekurangannya, hanya bisa dilakukan pada tanggal tertentu saja. Dan kalau kebetulan pas detik-detik itu langit mendung atau cuaca buruk sehingga membuat matahari jadi tidak terlihat, pengukuran tidak bisa dilakukan.

Cara ini sangat mengandalkan matahari sebagai petunjuk posisi kota Makkah. Begitu matahari terhalang sesuatu, maka cara ini tidak bisa digunakan.

Walahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Shalat Terbaru

blog comments powered by Disqus