Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Pak Ustadz, salah satu indikator kualitas umat Islam katanya adalah seberapa banyak mereka yang bisa melakukan shalat shubuh berjamaah di masjid. Dan kalau memang benar demikian, alangkah sedikitnya umat Islam yang datang untuk shalat shubuh berjamaah di masjid.

Mungkin tidak ada salahnya ustadz, kalau antum membuatkan tulisan yang terkait dengan keutamaan shalat shubuh, terutama dengan berjamaah, untuk memberi semangat kita menghidupkan sunnah dan menggerakkan gerakan shalat shubuh berjamaah.

Atas perhatian dan kesediaan ustadz kami ucapkan terima kasih,

wassalam

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat shubuh berjamaah adalah sebuah amal yang sangat besar keutamaannya, namun kurang mendapat perhatian dari umat Islam. Kecuali di bulan Ramadhan, umumnya barisan shalat shubuh di masjid-asjid di lingkungan tinggal kita tidak seramai shalat lainnya. Bahkan ada shalat shubuh di masjid yang hanya terdiri dua atau tiga orang saja. Ke mana umat Islam lainnya yang tinggal berdekatakan dengan masjid? Wallahu a’lam bishshawab.

Fenomena ini perlu dijadikan bahan oto-kritik ke dalam tubuh umat Islam. Sebab begitu banyak dalil yang sangat menganjurkan kita untuk menegakkan shalat shubuh berjamaah, bahkan sampai-sampai orang tidak ikut shalat shubuh berjamaah di masa shahabat dijadikan sebagai indikator kemunafikan.

Berikut ini adalah kajian dari berbagai dalil samawi tentang fadhilah (keutamaan) shalat shubuh.

1. Shalat shubuh memelihara setiap muslim

عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:من صلى الصبح فهو في ذمة الله رواه مسلم.

Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang melakukan shalat shubuh, maka dia berada di dalam perlindungan Allah”. (HR Muslim)

2. Shalat Shubuh Setara dengan Qiyamullail

من شهد العشاء فكأنما قام نصف ليلة, ومن شهد الصبح فكأنما قام ليلة رواه مسلم.

Orang yang ikut shalat Isya’ (berjmaaah), seolah-olah telah shalat setengah malam. Orang yang ikut shalat shubuh (berjamaah), seolah-olah dia telah melaksanakan shalat sepanjang malam (qiyamullail). (HR Muslim)

3. Shalat Shubuh Menyelamatkan Pelakunya dari Api Neraka

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لن يلج النار أحد صلى قبل طلوع الشمس وقبل غروبها رواه مسلم

Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari (shalat shubuh) dan sebelum terbenam. (HR Muslim)

4. Shalat Shubuh Memasukkan Pelakunya ke dalam Surga

من صلى البردين دخل الجنة

Orang yang melakukan shalat baradain (ashar dan shubuh) masuk surga

5. Shalat Shubuh Dua Rakaat Lebih Baik dari Dunia dan Segala Isinya

ركعتا الفجر خير من الدنيا ومافيها رواه مسلم

Dua rakaat shalat Fajar (shubuh) nilainya lebih baik dari dunia dan segala isinya (HR Muslim)

6. Shalat Shubuh Disaksikan oleh Malaikat Malam dan Malaikat Siang

رَوَى التِّرْمِذِيّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْله, " وَقُرْآن الْفَجْر إِنَّ قُرْآن الْفَجْر كَانَ مَشْهُودًا " قَالَ: تَشْهَدهُ مَلَائِكَة اللَّيْل وَمَلَائِكَة النَّهَار هَذَا حَدِيث حَسَن صَحِيح.

Abu Hurairah radhiyallahi’anhu meriwayatkan dari nabi SAW tentang ayat [wa quraanal fajri inna quraanal fajri kaana masyhuda]: Shalat shubuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang”. (HR Imam At-Tirmizy)

At-Tirmizy mengatakan bahwa riwayat hadits ini hasan shahih.

وَرَوَى الْبُخَارِيّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَضْل صَلَاة الْجَمِيع عَلَى صَلَاة الْوَاحِد خَمْس وَعِشْرُونَ دَرَجَة وَتَجْتَمِع مَلَائِكَة اللَّيْل وَمَلَائِكَة النَّهَار فِي صَلَاة الصُّبْح

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda, ”Shalat berjamaah lebih diutamakan dari shalat sendirian dengan 25 derajat. Malaikat malam dan malaikat siang bertemu dalam shalat shubuh (HR Bukhari)

7. Orang Yang Shalat Shubuh Akan Mendapat Cahaya Terang di Hari Kiamat

قال صلى الله عليه وسلم: بشر المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة رواه الترمذي وا بن ماجه

Rasulullah SAW bersabda, ”Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di kegelapan malam menuju masjid, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya terang yang sempurna di hari kiamat”. (HR Tirmizy dan Ibnu Majah)

8. Orang Munafik Merasa Berat dan Malas untuk Shalat Shubuh

وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى يراؤن الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا

(Orang-orang munafik itu) bila melakukan shalat, melakukannya dengan malas. Mereka berlaku riya di hadapan manusia dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit.

عن أبي هريرة قال قال صلى الله عليه وسلم: ليس صلاة أثقل على المنافقين من صلاة العشاء والفجر ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبواً رواة الشيخان.

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada shalat yang lebih berat buat orang-orang munafik dari shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutaaan keduanya, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak (HR Bukhari dan Muslim)

وها هو ابن مسعود يقول: لقد رايتنا وما يتخلف عن صلاة الفجر إلا منافق معلوم النفاق

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Kami dahulu memandang orang yang tidak ikut shalat shubuh berjamaah sebagai orang munafik dan telah jelas kemunafikannya.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, ”Dahulu kami (para shahabat) bila ada yang tidak datang shalat shubuh dan Isya’ berjamaah, kami berprasangka buruk kepadanya”.

Ibnul Qayyim berkata, ”Tidur di waktu Shubuh akan menghalangi rezeki, karena waktu shubuh adalah waktu dibagikannya rezeki”.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc