• Sabtu, 18 Rabi`ul Awwal 1433/11 Pebruari 2012
 
 

Akankah Partai-Partai Islam Memilih Keluar Kabinet?

Munculnya format koalisi baru partai-partai pendukung pemerintahan SBY, sedikit banyak memunculkan pro-kontra di elit dan masyarakat.

Di satu sisi, kemunculan Golkar sebagai posisi nomor dua setelah SBY menyudutkan, kalau tidak dibilang menyakitkan, partai-partai koalisi yang merupakan partai Islam. Di sisi lain, posisi tawar partai-partai Islam kenyataannya memang berada di bawah posisi tawar partai Golkar.

Dari kenyataan ini, hampir tak satu pun elit partai-partai Islam yang berkomentar kritis terhadap format koalisi baru ini. Padahal kenyataannya, posisi Golkar yang diwakilkan Abu Rizal Bakri sebagai ketua harian koalisi bisa dibilang menyalib posisi partai-partai Islam yang sudah berjuang keras untuk kemenangan SBY.

Dilihat dari proses pembentukannya pun, partai peserta koalisi mulai dari PKS, PAN, PPP, PKB tidak diajak bicara. Mereka tiba-tiba diundang ke Cikeas untuk menghadiri penandatanganan format baru koalisi yang disebut dengan Sekretariat Gabungan atau Setgab.

Tidak heran jika pembentukan Setgab ini dikritisi oleh politisi PKS, Fachri Hamzah. Menurutnya kepada sejumlah wartawan, PKS tidak dilibatkan dalam pembicaraan pembentukan Setgab ini. Kecuali sebatas penandatanganan di Cikeas. Karena itu, menurut Fachri, PKS paling dirugikan dengan Setgab ini karena di banding partai-partai koalisi lain, PKS lah yang paling ‘berkeringat’.

Apa yang diucapkan Fachri memang ada benarnya. Koalisi PKS dengan SBY bukan terjadi sejak tahun 2009, tapi sudah sejak tahun 2004. Saat itu, Golkar justru menganggap JK sebagai ‘anak haram’.

Begitu pun dengan pemilu 2009, PKS lah yang paling sibuk memenangkan SBY di tingkat grash root dengan membentuk tim relawan sebagai saksi di pilpres 2009 di hampir seluruh kota-kota besar yang bisa dijangkau jaringan kader PKS. Bahkan, menjelang pilpres 2009, di mana-mana terpampang spanduk : "SBY Presidenku, PKS Partaiku".

Namun, keprihatinan ini tidak tersampaikan secara utuh dari statemen para elit partai-partai Islam. Mereka seperti tidak ingin mempersoalkan Setgab ini. Bagi mereka, Setgab tidak lebih dari upaya membangun koordinasi baru untuk kelancaran koalisi. Dan posisi Abu Rizal Bakri, hanya sebagai fasilitator yang tidak punya kewenangan komando.

Jadi, seperti apakah mestinya sikap partai-partai Islam khususnya PKS dalam menyikapi Setgab yang dipimpin SBY dan Abu Rizal Bakri ini?

Beranikah mereka memunculkan posisi tawar yang lebih tinggi dari Golkar, atau diam seperti sekarang? Dan, beranikah mereka keluar dari Kabinet SBY, dan menjadi oposisi, atau tetap memilih berada di dalam kabinet?

**

Redaksi mengajak pembaca untuk menyampaikan komentar dan sarannya pada dialog ini. Kami juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi pembaca pada dialog sebelumnya. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Komentar Anda? ( Komentar Masuk : 81 )

Rabu, 12/05/2010 16:47 WIB | email | print
 
 
 

Dialog Lainnya

(Arsip) (Ke Atas)

Dialog
perbedaan yang menyempurnakan
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …