Menghadang Pluralisme

Paham pluralisme adalah paham yang sanagat berbahaya bagi umat bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Inti dari ajaran pluralisme adalah mengajarkan bahwa semua agama sama.

Komentar Masuk:

Abu Dhila — Kamis, 14/01/2010 08:42 WIB

Umat sekarang terombang-ambing oleh berbagai macam paham yang menyesatkan. Pluralisme merupakan penyebab seorang muslim mempunyai pemahaman SESAT. umat harus segera dilindungi dari paham sesat ini, yaitu dengan menjalankan syari'at islam secara kaaffah dalam naungan Khilafah Rasyidah 'ala minhajinnubuwah. semoga nashrullah segera datang.


sasada — Kamis, 14/01/2010 08:42 WIB

Pruralisme adalah keniscayaan, tidak perlu dibendung juga akan tetap mengalir seperti halnya Islam yg tersebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Mengapa? karena dulunya bangsa Indonesia sudah dlm kondisi yg prural (termasuk dlm beragama, Hindu/Buda/dll). Selain itu, mau prural/tidak tergantung pada perjalanan sejarah antroplogi budaya bangsa itu sendiri, kalau suatu bangsa merasa nyaman akan kondisi yg prural maka secara otomatis proses kearah pruralisasi akan berlanjut dan menguat, demikian sebaliknya jika tidak nyaman ya pruralisme bubar dgn sendirinya. Dalam kehidupan saya sebagai orang Jawa yg biasa hidup dlm pruralisme sejak nenek moyang dulu ya gak masalah. Nurcholis majid dkk hanya orang yg meneruskan nilai2 yg sudah ada di Indonesia sejak dulu kala. Antipruralisme muncul setelah masuknya Wahabi yang di counter oleh KH Hasyim Ashari dgn mendirikan NU.
Gak usah repot2 mas


Bagus — Kamis, 14/01/2010 08:49 WIB

Syukron Jazakallah khoir untuk info dan penjelasannya.


Hindun — Kamis, 14/01/2010 09:34 WIB

faham plurarisme akan menghancurkan islam bahkan bangsa indonesia sendiri....pencetusnya saja juga gak jelas kiblatnya....mau dianut...sesat dah kita..terus siapa yg nanggung dosa ?........


abdullah — Kamis, 14/01/2010 09:41 WIB

@sasada...
spy sampeyan jelas dan paham apa itu pluralisme..baca republika hari ini (Kamis/14/1/2010)...bedakan pluralISME dengan pluralitas...dan ga ada hubungannya anti pluralisme dengan masuknya paham wahabi di Indonesia..belajar dan banyak baca lagi ya cak..jd jgn asal beda aja di sini..kayaknya sampeyan komentar2 nya di eramuslim selalu beda sendiri..apa mo ngikut Pak Dur yg udah wafat?? selalu tampil beda??


A HONG — Kamis, 14/01/2010 10:02 WIB

SEPERTINYA ERMUS BELUM PUAS NICH BAHAS PLURALISME ATAU HANYA INTENSIF PLURALISME


syawaril.nuris — Kamis, 14/01/2010 10:13 WIB

Allah menceritakan kisah Iblis dan Adam sebagai pelajaran bagi manusia bahwa Allah menjadi Iblis sebagai penggoda Adam untuk tidak mematuhi larangan Allah. Ternyata Adam tergoda utk mengikuti perintah Iblis dibanding perintah Allah dan Allah murka kepada Adam dan kemudian memberikan kalimat taubat dari Allah. Adam tidak pernah menyalahkan godaan Iblis tetapi menyadari bahwa Iblis sekedar menggoda dan dia tergoda, maka yang keluar dari mulutnya adalah taubat kepada Allah.
Dari zaman Adam sampai hari kiamat akan selalu ada bisikan (godaan) utk tdk yakin kepada perintah Allah. Allah pun memberikan izin kepada Iblis umur panjang dengan pekerjaan utama menggoda manusia. Godaan didizinkan Allah, termasuk faham pluralisme, untuk menguji siapa yang percaya kepada Allah atau percaya kepada selain Allah (pluralisme).
Sama halnya ketika kita menggoda anak kecil lagi bermain dengan permen. Anak yang meyakini main lebih baik dari permen tetap main dan tdk peduli deg iming permen dan jika meyakini permen lebih baik maka permainan akan ditinggalkannya. Bukankah Adam diiming oleh Iblis bahwa jika dia mengikuti larangan Allah akan keluar dari surga maka jika kamu ingin tetap disurga maka langgarlah perintah Allah. Adam ternyata tergoda dan melakukan nasehat Iblis.
Godaan itu adalah suatu kebaikan karena godaan itu alat penguji siapa yang benar beriman dan siapa yang tidak. Nah kalau tidak ada godaan..... hambar semuanya mas....


Nur salafi — Kamis, 14/01/2010 10:17 WIB

Jangan mudah menyalahkan orang lain,teliti diri sendiri sebelum meneliti orang lain.Saya selalu mengikuti update terbaru dari www.eramuslim.com,namun sewaktu Gus Dur meninggal tdk ada satupun ucapan belasungkawa yg tertulis di website ini.Mengapa???Beliau adalah seorang muslim sama seperti kita dan anda tentunya.Kalau dalam urusan syariyyah ,khilafiyyah itu tetap ada sampai kapanpun tapi kalau masalah ukhuwwah itu tetap harus benar benar di jaga kelangsunganya seperti ketika salah satu dari saudara kita muslim meninggal dunia.Apa yg bisa kita perbuat untuk beliau?Menghujat??mencemooh?yg notabene kemampuan keilmuan kita masih di bawah standar dengan beliau.Saya bukan pengikut Gus Dur tapi sebagai sesama muslim saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya beliau dan kagum akan perjuangan beliau sejak masa orba sampai waktu beliau menghadap Sang Kholiq.Mohon sekali lagi do'a yg kita ucapkan Allohummaghfir lilmuslimin walmuslimat wal mukminin wal mukminat apakah hanya di bibir saja.Terimakasih.


shan — Kamis, 14/01/2010 10:17 WIB

@sasada
setiap kali saya melihat komen/pernyataan orang pluralis macem sampeyan, selalu saja isinya mengkambinghitamkan wahabi, gak di tv,media,internet semuanya sama...

sampeyan tahu wahabi itu apa? bagaimana ajarannya? sejarahnya? lalu dari literatur mana sampeyan tau wahabi? (tolong jgn belajar tsaqofah Islam dari orang kafiR)

orang macem sampeyan sepertinya tidak pernah menyatakan budaya barat yg sarat dengan maksiatisme, hedonisme, sebagai momok yg menjijikkan...mungkin menurut kalangan sampeyan, itu membanggakan bahkan perlu diadopsi oleh Islam..

sebaliknya segala sesuatu yg bernuansa Islam murni, atau sesuatu yang berhubungan dgn Arab selalu saja dianggap wahabi, lalu wahabi itu sampeyan gambarkan sebagai momok yg menjijikkan, radikal, fanatik, teroris, dsb...

(seperti ini kah gambaran seorang pluralis yg katanya paling toleran, tapi kenyataannya ia suka memberikan stigma buruk terhadap yang berseberangan dengannya????)

memang sampeyan itu siapa?
Islam bagaimana yang sampeyan suka? (jawabannya sudah pasti Islam semau gue, Islam indonesiais nasionalis, Islam modifikasi barat, Islam pluralis, liberalis, hedonis, kompromis maksiatis, Islam jawa, dan sejenisnya)










NoSepilis — Kamis, 14/01/2010 10:44 WIB

Pro dan kontra mengenai pluralisme dari para komentator di sin adalah sesuatu yang niscaya. Sebab seperti kata penulis artikel ini bahawa selama hidup di dunia ini akan selalu terjadi peperangan antara yang Haq dan yang batil.

Seperti kata @Abdullah, Republika hari ini (Kamis/14/1/2010) memuat artikel yang pas sekali dengan tema di sini. Sayangnya tak cari versi online-nya nggak ada, spy teman2 lain yang tidak berlangganan republika bisa baca juga.

Mengenai @sasada (Anto) yang selalu berkomentar "lain dari aroma eramuslim" biasanya, anggap saja sebagai bumbu. Toh sekarang di ermus ini sudah banyak "sasada2" lainnya. Hebatnya walaupun mereka ini berpaham SEKULER-LIBERAL tapi rajin mengungjungi & mengamati ERMUS yang notabene bersebrangan dengan "worldview" mereka.


dody — Kamis, 14/01/2010 11:08 WIB

Yang perlu ditentang kaffah memang adalah "Semua Agama adalah Sama". Tapi jangan sekali-kali menentang Pluralitas sebab Pluralitas adalah Sunnatullah. Adanya Iblis karena Allah menghendaki umatNya beriman kepadaNya secara utuh.


lutfi — Kamis, 14/01/2010 11:31 WIB

Ketika orang yg mengakui dirinya org beriman (muslim), maka tolak ukur suatu kebenaran adalah Al-Quran dan Hadist. Jadi apabila Alloh memberikan keterangan dalam firman-Nya, bahwa agama yang di Ridhoinya adalah Islam, tentunya itulah kebenaran yang pasti. Tidak ada kebenaran setelah kebenaran datang selain kebathilan. Jadi selain Islam adalah bathil. Bagaimana mungkin manusia dengan lancang mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil? bukannya Alloh berfirman 'Dan janganlah kamu campur adukkan antara yang haq dan yang bathil, sedangkan kamu mengetahui'


c0ntr1but0r — Kamis, 14/01/2010 11:36 WIB

Setuju sama Mas Penulis.. saya copy paste di tetangga sebelah "Ane kagak mau kalo entar, anak-anak ane bilang: masuk sorga bisa dari agama mana aje !!!!" ..Wah gawat khan...


Deris — Kamis, 14/01/2010 12:05 WIB

Islam adalah Agama Rahmat bagi sekalian alam, dan Islam tidak melarang pluralitas dalam ber agama, seperti dalam surah 109 Al Kaafiruun, namun orang Islam harus mempunyai Aqidah bahwa Agama Islamlah yang di Ridhoi oleh Allah SWT, dalam menganut keyakinan beragama orang Islam tidak boleh bersikap abu-abu.


Hamid — Kamis, 14/01/2010 12:12 WIB

Para pejabat dari parpol Islam kalau dah masuk Parlemen mah jadi lembek,ngomong terus terang mengenai Islam takut Suara dipemilu nanti turun..


gusman — Kamis, 14/01/2010 13:34 WIB

Saya sangat setuju sekali dengan apa yang dipaparkan penulis yang artinya adalah pertentangan antara paham liberal dengan konsep pluralismenya dengan pandangan islam yang memahami adanya pluralitas adalah bagian dari perang pemikiran yang dilancarkan zionis laknatullah alaih dimana tujuannya adalah supaya tidak jelas lagi mana yang haq dan mana yang bathil sementara dalam pandangan Islam sudah sangat jelas bahwa yang haq sudah pasti adalah yang datang Alquran dan al hadist, jadi pada hakekatnya para pendakwah pluralisme adalah bagian dari tentara2 yahudi untuk memenangkan perang pemikiran di dunia ini


adhit — Kamis, 14/01/2010 14:56 WIB

saya sendiri ragu gus dur masih islam apa tidak


patub — Kamis, 14/01/2010 15:08 WIB

islam diturunkan utk menyempurnakan agama2 sblmnya itu bukti bahwa islam adalah yg paling bnr jd jgn mencampurkan phm agama semua bnr,phm itu adlh sesat firman alloh adlh bnr jd siapa yg menyangkal firman-Nya adalah murtad


Hamid — Kamis, 14/01/2010 15:50 WIB

@doddy,,,mas doddy siapa yang menentang plularitas, yg harus ditentang dan dibinasakan adalah plularisme(menganggap semua agama sama)..kl keberagaman dan keanekaragaman(plularitas) adalah sunattollah, gak usah dipermasalah...


matmiqy — Kamis, 14/01/2010 17:53 WIB

klo melihat para peziarah ke makam Gus Dur... saya tdk yakin mereka paham masalah pluralisme...
saya setuju kita harus melawan pluralisme. tetapi pd saat yg sama, saya tidak setuju dengan tindakan menghina Gus Dur.
Alasan saya sederhana saja, Rasul SAW tidak pernah menghina Abdullah bin Ubay bin Sahul.


Ibrahim — Kamis, 14/01/2010 18:21 WIB

mengerikan sekali bila paham plurarisme sudah sampe ke generasi muda... jadinya seperti apa nanti umat Islam di Indonesia...Ya Alloh Tunjukilah kami jalanMu yang Lurus...dan Anugrahkanlah kami untuk memahami Al Quran dan Assunnah..dan Istiqomahkan kami dalam menjalankan SyariatMu


tobat dari partai — Kamis, 14/01/2010 18:46 WIB

menurut saya pembahasan pluralismenya kurang menarik. terlalu mendoktrin, jaditulsian seperti ini sudah banyak saya baca.penulis menurut saya mengangkat tema yang bagus, tapi pendalaman konspirasinya tidak diangkat.pembahasannya juga tidak tergerak pada unsusr falsafatinya.harusnya diteleusuri paada kosnp worlview barat. dicari akarnya. kemudian dibeberkan. bumbui juga dengan konten cara pandang islam.jadi pembahsannya renyah,dan menampilkan wawasan lain bagi pembaca.tetap semangat


combro — Kamis, 14/01/2010 19:47 WIB

program PLURALISME emang virus yang di bawa GUSDUR dan CAKNUN tanpa tokoh dua ini ,yang sekarang sedang mempertanggung jawabkan.kayaknya kita biasa biasa aja,dan buktinya kita bisa hidup berdampingan (PLURALITAS) kenapa mesti ada PLURALISME .sampe sampe datangi gereja segala ,akirnya kena baptis segala.ngakunya nggak lihat (INILAH COM )padahal saya dari kecil hidup dilingkungan mayorita non muslim di yogya tapi nggak harus penganut pluralisme.


Agung — Kamis, 14/01/2010 21:45 WIB

Saya jadi ingat Firman Allah SWT yang secara garis besar isinya adalah " dan mereka orang-orang kafir tidak akan berhenti memusuhi kalian sehingga kalian mengikuti mereka" Jadi sudah jelas Allah sudah mentakdirkan kita umat Islam akan selalu berperang dengan musuh-musuh Allah. Jadi untuk Mas-mas yang pro pluralisme kami disini sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW, tidak akan pernah berhenti untuk memerangi pemikiran-pemikiran sesat kalian yang selalu berusah mengajak kami kejalan yang sesat. Keberagaman suku ataupun agama kami sebagai kaum muslim tidak pernah mempermasalahkannya. Apakah anda pernah mendengar selama di Indonesia ini pernah terjadi pembantaian thd non muslim? tidak pernah bukan..! Karena mayoritas penduduknya muslim, kita menghargai kaum minoritas yang non muslim karena semua sudah diatur oleh Al Qur'an dan Hadits untuk hidup penuh kedamaian meski dengan berdampingan dengan pemeluk agama lain. Tapi coba anda lihat diluar negeri (negara kafir) kaum muslim diinjak-injak martabatnya, dilarang mengenakan jilbab untuk menutup auratnya...Subhannallah..Anda-anda yang mengaku muslim masih mau mengikuti pola pikir orang-orang kafir tersebut. Hidup bertetangga boleh, tapi untuk Aqidah maaf, ISLAM ADALAH AGAMAKU YANG SEJATI. Hadits Rasulullah SAW " Dan akan ada sebagian umatku yang akan terus berperang di jalan Allah hingga akhir jaman"


ahmad — Kamis, 14/01/2010 23:03 WIB

saya sebagai muslim yg tingal di indonesia,dan memang ilmu saya ttng agama masih dangkal sekali, tapi saya selalu untuk belajar terus.Islam adalah islam yang di bawa nabi muhamad SAW,yg berpedoman pada alqur an,dan hadis.saya tidak setuju jika dikatakan semua agama sama.tapi kita hidup dgn bermacam2,manusia.kita sbg orang islam diwajipkan untuk berdakwah,(menyebarkan agama islam) tetapi dg cara yang damai,contohlah sunan kali jaga,jadi kita tidak usah berkoar2, tapi tunjukan pada umat nonmuslim dg sikap kita.INIlah Islam(islam itu saya,yg menjalankan syareat Islam) sehinga orang lain bisa melihatnya.dan islam itu penuh damai,.


dezel h. — Kamis, 14/01/2010 23:28 WIB

narasumber:"Sebagai contoh, Sikap mendukung penyematan gelar pahlawan kepada tokoh Pluralisme seperti yang dilakukan oleh beberapa parpol Islam seharusnya tidak perlu terjadi. Karena hal ini akan menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa orang yang menyebarkan ide pluralisme itu berhak mendapatkan apresiasi positif." PKS lagi kena batunya, pasti deh ujng2nya kesitu.


cloud — Jumat, 15/01/2010 01:16 WIB

jaman dlu(jaman bung karno) pancasila ke 1 klo tidak salah mau seperti allah swt yg esa tetapi krn di takutkan akan terjadi perpercahan di masyarakat maka di ganti menjadi ketuhanan yg maha esa. maksud semua agama sama mungkin agar tidak terjadi lagi kaya tragedi sampit, yang tiap" orang merasa bnar (ingat lah pd ayat yg berbunyi" bagimu agamamu bagiku agamaku" saya rasa cukup jelas pengertian nya)


majin — Jumat, 15/01/2010 04:57 WIB

Pluralisme itu kebohongan publik dan culas. Kalau emang percaya semua agama baik/sama, cobalah masuk Islam dengan aliran yang berbeda barang setahun saja (toh sama-sama baik), tapi mesti konsekuen, ikut sholat, zakat, puasa dan syukur-syukur haji.... pasti gak mau kan? itu artinya ada ada prinsip-prinsip yang tidak bisa dicampur adukkan. Itulah HAQ dan BATHIL.
Silahkan milih yang mana....


shinji — Jumat, 15/01/2010 09:10 WIB

inilah zamannya yg di janjikan Rosululloh SAW... Ber Islam seperti menggenggam Bara api...
Lebih baik Mulai detik ini Kita sama-sama perkuat Aqidah kita dan meminta pertolongan kepada Alloh SWT agar tetap berada di Shirotholmustaqiim...dan tetap jaga dan selamatkan orang2 terdekat kita orang2 yg kita sayangi dan cintai.
Jadikan hanya Rosulullah SAW sebagai Contoh yg wajib di ikuti..Jauhi "pengidolaan" yg menyebabkan pengkultusan kepada siapapun..

Yg telah meninggal Dia sudah menjadi urusan Alloh SWT.. mereka sedang mempertanggung jawabkan segalanya di depan Robnya...Biarlah, kalo ada kebaikan darinya ikuti, kalo keburukan jauhi..
Sepatutnya kita yg masih hidup mempersiapkan yg terbaik untuk menjemput kematian kita, karena kita tidak tau di detik ke berapa hidup kita berakhir.


hanif — Jumat, 15/01/2010 09:28 WIB

maju Terus kawan, Muncullah Dr.Husaini yg lain. Allahukbar. Semoga sobat selalu diberi Kepintaran dan kelurusan oleh Allah.


dody — Jumat, 15/01/2010 10:14 WIB

Kita wajib mencontoh Rasuulullah dalam beribadah, berjihad, berdakwah, dan bermuamallah. Jangan ada lagi Islam ini Islam itu, tidak baik dilihat umat lain. Hanya Allah Azza Wajalla yang berhak menilai ibadah dan iman seseorang. Bukan si Fulan, si Paijo dll.


sasada — Jumat, 15/01/2010 10:46 WIB

@abdullah
Saya sudah baca bos Republika yg anda maksud, tapi ya itu definisi pruralisme berbeda-beda, kebetulan yg diambil oleh republika ya memang tulisan dr orang orang yg sealiran. Anda juga perlu baca yg berlawanan pendapatnya. Lagian kalo kita merasa pede dgn kepercayaan kita ngapain kok panik dgn pendapat golongan yg berbeda? Jalanin aja yg kamu suka, gitu aja kok repot.

@shan
Gak masalah saya mau berpendapat apa, anda gak setuju ya udah g papa. Saya juga banyak membaca cuman gak perlu lah dipamer2kan. Bukannya Orang spt anda kerjanya cuma menuduh dan memaki orang yg gak sepaham dengan mengatakan.: .................memang sampeyan itu siapa?
Islam bagaimana yang sampeyan suka? (jawabannya sudah pasti Islam semau gue, Islam indonesiais nasionalis, Islam modifikasi barat, Islam pluralis, liberalis, hedonis, kompromis maksiatis, Islam jawa, dan sejenisnya)................
Dasar tukang fitnah


abdullah — Jumat, 15/01/2010 13:27 WIB

@sasada..
btw..definisi pluralisme yang beda itu menurut siapa? maksudnya coba di paparin disini definisi yang beda tentang pluralisme yang sampeyan ketahui...


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …