Mengapa Pembunuhan Marak di Negeri Ini?

Di negeri yang menggunakan hukum manusia seperti Indonesia ini, hukum sangat terasa tidak berpihak kepada korban atau keluarganya. Mereka harus menanggung kesedihan karena ditinggal mati sanak saudara, yang bisa jadi adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Sementara pelaku, sudah aman tak bisa diganggu oleh siapapun, terutama keluarga korban yang mungkin ingin membalas dendam, sambil menunggu ketok palu hakim.

Komentar Masuk:

ali baba — Rabu, 12/08/2009 09:38 WIB

Tingginya tingkat kriminalitas di negeri yang mayoritas beragama islam ini dikarenakan beberapa faktor:
1. Agama Islam yang dianut oleh warganya baru hanya sekedar formalitas belum sampe pada kerja nyata ( realitas ). ngaji doang dipake kagak. Islam ga ngajarin pengikutnya untuk berbuat kejahatan.
2. Tingkat kesejahteraan di negara kita masih sangat jauh dari idealitas. Secara ekonomi yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.
3. Masih tawar menawar dengan hukum yang dibikin oleh Allah. Separoh pake hukum bikinan Allah separoh pake hukum bikinan manusia.
Tiga faktor itu aja dulu silahkan yang laen nambahin.


didi — Rabu, 12/08/2009 10:10 WIB

Saya Sepakat dengan apa yang diungkap penulis. Saya kira itu adalah jeritan hati saya juga yang miris dengan kondisi hukum di negeri ini, dan mungkin juga merupakan jeritan nurani setiap mukmin yang sadar akan hal itu. Kezaliman, pembunuhan, perampokan,pelecehan kadang dipakai menjadi komoditi (barang dagangan) menarik bagi media masa, kita lihat bagaimana televisi menayangkan kronologi berbagai kriminalitas, dan akhirnya malah jd seperti film atau tontonan. Setelah itu hilang begitu saja. Mungkin penulis atau yang lain bisa memberikan gambaran/tulisan kenapa bisa terjadi suatu negeri dengan 180 juta muslim, tapi kok gak pada kenal (jangankan menegakkan) pada hukum islam yang menyeluruh?? kebanyakan muslim yang saya temui sholat, puasa, dll, tapi mereka heran dengan "bunga bank/riba haram", bingung dengan "jilbab wajib", ngeri kalo dengar kata-kata "jihad", antipati dengan "hukum potong tangan, rajam, qishos", dan semacamnya. kenapa bisa begini??


faruq — Rabu, 12/08/2009 11:27 WIB

artikelnya sangat2 bagus. sama persis seperti yg di pikiran ana selama ini.
coba kalo pemerintah mau mencoba memakai hukum islam selama 5 tahun aja untuk masa percobaan.


miftah — Rabu, 12/08/2009 15:20 WIB

Tulisannya dikemas dengan ringan dan enak dibaca. Semoga Allah mengabulkan doa kita, agar negeri ini merujuk kepada hukum ilahi.


zay — Rabu, 12/08/2009 16:32 WIB

Ane pribadi bilang gini :
Islam di Indonesia baru sebatas jumlahnya yang banyak dengan mutu yang kurang, karena para suri tauladannya banyak yang bergeser pada ranah kekuasaan bahkan ikut rebutan kekuasaan dengan sesama muslim atau golongan muslim lainnya,,. setelah dapat bagiannya mulai deh lupa bahkan ikut menambah kisruh suasana dengan berbagai stetmentnya yang kadang-kadang menjadi bumerang bagi muslim sendiri,,,
wallahi


ahmad asykari — Kamis, 13/08/2009 01:24 WIB

saya sangat mencintai negeri ini,bangsa dan negara ini dan saya siap mengawal penerapan hukum-hukum Allah jika diberlakukan di negeri ini


iwan ghoen — Kamis, 13/08/2009 02:30 WIB

semoga negar kita semakin bisa menerima dan sadar akan pentingnya penerapan hukum Allah di muka bumi ini. Kepada sekalian ikhwah mari untuk tidak henti - hentinya berjuang untuk menegakkan kalimatullah di negri kita bal di alam ini.


ABU REZA — Kamis, 13/08/2009 08:10 WIB

Siap menegakkan hukum Allah SWT dinegeri yang kita cintai ini.
Lanjutkanperjuangan kita sesuai kemampuan masing2.


muhammad alfa — Kamis, 13/08/2009 10:30 WIB

saya sangat senang dengan negeri indonesia ini,namun jauh lebih senang kalo hukum islam di beri ruang yang jelas dalam pelaksanaannya,


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …