Pertumbuhan ekonomi Cina memang selalu di atas 10 persen sejak akhir 2005. Namun, tingkat pertumbuhan ekonomi Cina turun menjadi 9,0 persen pada kuartal ketiga 2008
Sebenarnya apa yg terjadi pada ekonomi Cina ini juga seperti yang terjadi pada ekonomi Indonesia sebelum tahun 90-an dimana suatu negara memiliki keunggulan komparatif dr buruh murah, hingga saat saya di AS tahun 90 ada ulasan di koran yg menyatakan Indonesia akan menjadi raksasa dunia, namun kenyataanya pahit sekali kita terjerembab krisis 1998 dan lambat pulih.
Untuk bisa tumbuh berkelanjutan maka ekonomi harus juga semakin efisien misalnya dgn melakukan peningkatan ketrampilan tenaga kerja melalui penyediaan tenaga kerja yg terdidik dan trampil. Cina memiliki sistem pendidikan yang sangat bagus dan merata, sementara Indonesia sebenarnya juga bagus namun sangat tidak merata kualitasnya.
Disamping itu, secara logika jika ekonomi ingin terus berkembang dengan kesejahteraan yang terus meningkat, maka pertumbuhan ekonomi harus meningkat sebaliknya tingkat pertumbuhan penduduk harus ditekan. Untuk ini Cina melakukan pembatasan kelahiran hanya menjadi satu anak per keluarga, sementara Indonesia sekarang malah mulai mengabaikan keluarga berencana dan yg paling menolak keluarga berencana biasanya para penganut agama yang puritan disamping rakyat miskin yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi klinik.
Tentunya sebagai negara yang boleh dikatakan mayoritas beragama Islam, penduduk Indonesia bisa didorong dengan semangat keislaman untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan kesadaran untuk keluarga berencana. Apalagi hanya Nabinya orang Islam (demikian pernah disebut dlm Majalah Time menanggapi kerusuhan Hindu-Islam di India) yg ngajarin keluarga berencana.
Disamping itu, harus disadari pentingnya menciptakan kondisi usaha yang bersih bukan malah terjerumus ikutan KKN. Orang Islam seharusnya pionir dlm hal ini karena "kebersihan (baik fisik maupun moral) adalah sebagian dari iman".
Jadi Cina menurut saya masih berpeluang mencapai cita2 sebagai negara maju yang baru dibandingkan dgn Indonesia.
Sbgmana sabda Rasulullah ’belajarlah sampai ke negeri china’ .. bs jg berarti kt mengambil pelajaran bhw china yg sdm dan ekonomi nya lbh kuat drpd indonesia tdk akan bs mjd negara adidaya, apalagi indonesia.. kecuali.. mau menerapkan syariah dan mengemban ideologi Islam.. MAU..!!
Saya seorang S2 ekonomi mengingatkan yang menyatakan diri muslim, tidakkah percaya kepada friman Allah " Allah melapangkan rizki dan membatasi bagi siapa yang diinginya". Naik turunnya pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, suatu kaum, seseorang merupakan tanda kekuasaan Allah. Andaikata manusia memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk mengatur hidupnya maka semua ingin jadi kaya. Tdk terhitung usaha yang dilakukan Amerika (manusia) mengangkat ekonominya namun tetap stagnan dan tiba-tiba China muncul. Berimanalah (percayalah) kepada firman Allah " Kemanapun kamu mengarahkan pandanganmu maka yang terlihat adalah tanda kekuasaan Allah. termasuk pertumbuhan ekonomi China. Sdh jungkir balik ekonom ngeri mengangkat ekonomi, tidak berbuat apa-apa. Menkeu tdk lebih sama dg ibu rumah tangga, tidak ada uang ngutang. Apa perlunya gelar prof, Dr, dan sebagainya. Jangan Syaitan merusak keyakinan kita kepada firman Allah bahwa kelapangan rizki dan kesulitan ekonomi sebagai ujian. menteri keuangan cukup tamat SD karena jika tdk punya uang tinggal ngutang, gampang kan.....
Marilah kita yakin kepada firman Allah bahwa kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia dan marilah kita berlomba meraih jannah Allah
menarik jika melihat bagaimana penjelasan akhi, dan akan lebih baik jika juga ada pihak-pihak yang bisa menjelaskan apa yang bisa dicontoh oleh indonesia (baik rakyat biasa ataupun pemerintah) dari china kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan sehingga kebudayaan (yang tidak hanya termasuk perekonomian saja, tapi juga perkembangan ilmu pengetahuan) bisa tumbuh terlepas kekurangannya.wallahualam bissawab
@Ray ngomong apa sih.......kita akui saja cina secara ekonomi memang maju dibanding Indonesia yg mayoritas muslim. Namun meskipun taraf kehidupan maju secara teknologi dan materi saya analisa jiwa mereka itu seperti hampa atau Robot yg tidak memahami hakikat hidup. Bangun pagi berangkat kerja/sekolah buru2 agar tidak telat. bekerja keras, menimba ilmu, istirahat siang sebentar makan siang, berkutat lagi saaaampai tengah malam atau bahkan sampai pagi, begitu terus 24jam. Hidup seperti ni bukan hidup yg sehat dan seimbang jd ya seprti itulah...hampa, kosong. Tidak ada waktu buat mengenal Tuhannya, rihlah dan mengisi relung2 jiwanya dengan cahaya Allah
Utk akhi syawaril.nuris,
Kalau boleh ana tahu, dengan mencoba memahami konsep yang antum anut, seharusnya tidak perlu juga menuntut ilmu duniawi yang tinggi-tinggi.. sampai S2 segala.. Untuk apa? Bukan begitu?
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan
Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...
Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...
Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...
Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...
Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...
JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…
Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …