Chaos Bukan Untuk Dinikmati

Tetapi, saat ini banyak dari kalangan umat Islam yang beranggapan bahwa chaos adalah kondisi layaknya sebuah peperangan, perang saudara, kerusuhan massal dan lain sebagainya.

Komentar Masuk:

Matmiqy — Senin, 15/03/2010 10:45 WIB

Saya sepakat bhw caos itu tidak untuk dinikmati. Oleh krn itu, saya langsung saja meminta HT untuk STOP menikam saudaranya sesama pejuang Islam dr belakang. Biarkan mereka yg percaya bhw masalah ini bisa diselesaikan di parlemen, silahkan anda bekerja dilapangan.
Masalah amal, Allah lebih tahu daripada saya dan KALIAN!
Perilaku HT selama ini saya rasa ada yg tidak Simpatik, dan ada yg simpatik. Tetapi, selama kalian masih DOYAN menghujat harakah2 lain, maka SAYA juga tidak AKAN BOSAN untuk mengkritik KALIAN!
Klo memang masih belum bisa ketemu, biarlah masing2 berjalan sesuai dg keyakinan.


syawaril.nuris — Senin, 15/03/2010 12:04 WIB

Hanya orang bodoh yang aman dibawah kilafah. Apakah saat ini Allah tidur atau mengantuk sehingga diperlukan kalifah utk mengatur ? Rusaknya keimanan manusia karena meyakini bahwa Allah tidur maka harus ada kalifah atau raja atau presiden mengatur. Hukum Allah berlaku sejak dulu sampai nanti karena Allah maha hidup,semua manusia diatur Allah. Allah melapangkan rizki dan menyempirkan rizki, Allah menghidupkan dan mematikan.
Negeri ini tdk chaos tetapi yg chaos manusianya, tdk suka pada ketetapan Allah. Tdk kah yakin pertukaran siang dan malam merupakan bukti kekuasaan Allah ? Turunnya hutang tanda kekuasaan Allah >
Org yang membangkang kepada Allah akan dihukum Allah dengan menanamkan rasa takut. Kenapa kita menyalahi dakwah para rasul dan nabi, mereka berkata .. wahai kaumku tdk ada penguasa (tuhan) bagimu selain Allah, maka sembahlah Allah. Tdk ada rasul yang berjuang mendirikan kilafah dan kilafah yang akan mengatur kehidupan. Apa beda kilafah dg negara ? Org yg mengusung kilafah, org yakin Allah tidur atau mati dan ini pandangan orang ateis yg yakin dunia ini chaos karena tuhan sdh mati maka perlu raja/ presiden/kalifah pengaturnya agar tdk chaos.


syawaril.nuris — Senin, 15/03/2010 12:04 WIB

Hanya orang bodoh yang aman dibawah kilafah. Apakah saat ini Allah tidur atau mengantuk sehingga diperlukan kalifah utk mengatur ? Rusaknya keimanan manusia karena meyakini bahwa Allah tidur maka harus ada kalifah atau raja atau presiden mengatur. Hukum Allah berlaku sejak dulu sampai nanti karena Allah maha hidup,semua manusia diatur Allah. Allah melapangkan rizki dan menyempirkan rizki, Allah menghidupkan dan mematikan.
Negeri ini tdk chaos tetapi yg chaos manusianya, tdk suka pada ketetapan Allah. Tdk kah yakin pertukaran siang dan malam merupakan bukti kekuasaan Allah ? Turunnya hutang tanda kekuasaan Allah >
Org yang membangkang kepada Allah akan dihukum Allah dengan menanamkan rasa takut. Kenapa kita menyalahi dakwah para rasul dan nabi, mereka berkata .. wahai kaumku tdk ada penguasa (tuhan) bagimu selain Allah, maka sembahlah Allah. Tdk ada rasul yang berjuang mendirikan kilafah dan kilafah yang akan mengatur kehidupan. Apa beda kilafah dg negara ? Org yg mengusung kilafah, org yakin Allah tidur atau mati dan ini pandangan orang ateis yg yakin dunia ini chaos karena tuhan sdh mati maka perlu raja/ presiden/kalifah pengaturnya agar tdk chaos.


abdullah — Senin, 15/03/2010 13:04 WIB

perpecahan di dalam tubuh HTI menjadi HDI .. juga di harakoh lain.. juga chaos khan mas?

kira-kira kenapa ya?

gara-gara... gak menerapkan hukum islam? yang mana? yang nggak merepakan hukum islam? HTI ato HDI?

trus fatwa-2 HTI yang memboikot sesama muslim itu juga chaos khan mas?


reza — Senin, 15/03/2010 15:24 WIB

saya yakin dan sepakat bahwa Chaos yang terjadi karena tidak diterapkannya hukum-hukum Allah SWT, hukum yang bukan hanya untuk orang Islam saja tapi juga untuk orang kafir (Kaffatallinnaas). Untuk menerapkan dan tegaknya hukum-hukum Allah SWT wajib dan dibutuhkan kekuatan dan kekuasaan yang riil yang diwariskan Rasulullah SAW yakni Sistem Khilafah. Sebagaimana Rasul dan para sahabat berjuang dengan harta dan jiwa, tidak simsalabim-tidak tidur.. Syariat Islam dan Khilfah adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana perintah Allah SWT yang tidak akan pernah tidur. Sama dengan Keimanan dan nasehat menasehati sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, bagaimana menasehati sesama saudara semuslim dan bagaimana dengan orang kafir, juga diatur dalam Islam, termasuk bagaimana bersikap terhadap OBAMA (Commander in Chief) negara penjajah. Kewajiban dakwah jamaiy hukumnya fardu kifayah baik di HTI, HDI, FPI, dll bukan perpecahan bahkan sesama pejuang Islam wajib saling menasehati. wallahu'alam


budi k — Senin, 15/03/2010 16:44 WIB

Sangat disayangkan jika diskusi tidak disertai kedewasaan para pesertanya. Mari kita bahas content dari artikel di atas, bukan dari harokah mana si penulis berasal. Apakah kita akan menolak kebenaran hanya karena si pembawa nasehat berbeda harokah dengan kita?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri." (TQS As sajdah:15)

"Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (TQS As sajdah:22)


Rizal — Senin, 15/03/2010 17:34 WIB

Assalammu'alaikum wr wb,

Saya sangat setuju dengan tulisan diatas. Jernih dan sangat masuk akal. Allah Swt menurunkan Al Qur'an sebagai aturan untuk diterapkan di muka bumi ini. Sehingga bila aturan itu tidak diterapkan atau hanya sebagian-sebagian saja yang diterapkan, maka terjadilah Chaos seperti yang terjadi saat ini.

Wassalam


BUDI K — Senin, 15/03/2010 17:58 WIB

Akhi Abdullah, pertanyaan antum salah alamat krn sy bukan anggota HTI maupun HDI. Jika sy mengambil pemikiran Taqiyuddin an Nabhani apa salahnya selama pemikirannya tdk bertentangan dgn Islam? Sama halnya ketika sy juga mengambil pemikiran Hassan al-Bana. Jika ingin Islam maju dan bersatu,mari kita open mind. Monggo dilanjutkan kembali pembahasan dari isi artikel di atas dgn penuh kedewasaan berfikir.
Wassalam


Budi S — Senin, 15/03/2010 20:30 WIB

Saya tidak ada masalah dg konten, tetapi, tulisan yang minus aplikasi saya rasa ya, ga ada dampaknya.
Belajarlah disesuaikan antara tulisan / kata dengan perbuatan!
yg anda hadapi itu manusia, yg punya hati. Jika anda tulus krn Allah, insyaAllah, Allah akan menyampaikannya ke dlm hatinya.
Tetapi jika anda cuma berteori dan minus aplikasi, mau dibungkus spt apa, anda tidak akan mampu menggerakkan orang. Sungguh, suatu yg mulia yg diteriakkan oleh orang yang LEMAH, ga akan menghasilkan apapun


Abu — Senin, 15/03/2010 21:23 WIB

@ Budi... Saya kira penulis juga harus dewasa... dengan tidak menyalah-nyalahkan umat islam lainnya... tetapi tidak berani mengkritik organisasi/harakahnya sendiri...

Saya kira pendapat komentator2 di atas juga harus dipertimbangkan .... dan jangan suka menggunakan ayat-ayat al quran untuk "menyerang orang lain" karena ayat al quran juag untuk anda -- jadi mari instropeksi diri...

kenapa sih, ada yang sampai mengeluarkan pendapat/komentar seperti di atas?

tentu tidak ada asap kalo tidak ada api?

bagaimana hubungan HTI dengan harakah lain? sudah komunikatifkah.. dalam meredakan CHAOS...

kalau di katakan di atas bahwa banyak harokah pecah... saya kira ini juga intropeksi juga... buat semuanya..

wong di dalam harakah aja bisa pecah... (harusnya khan ada ukhuwah dan kerjasama) apalagi mikirin yang lebih besar kondisi negara... selama belum bisa menyatukan internal harakah, saya kira cuma mimpi belaka mendirikan khilafah...

kalo anda belajar bener dari sirah..nabi sebelum daulah madinah dibentuk... salah satu syarat berdirinya khilafah adalah persatuan...

lha sekarang ini faktanya masing-masing harokah sok egois... mustahil deh kalau kondisinya seperti ini anda mimpi khilafah

bagaimana?


masay — Selasa, 16/03/2010 01:03 WIB

pemaparan yg ok, menunjukan bahwa penulis memahami fakta dengan jernih. lanjutkan bung Budi K. kpd tmn2 komentarnya ko bnyk yg blong, ga mnyentuh substansi tulisan. jauhkan prasangka ga baik. setau sy HTI tetap ajeg dgn ideologi Islamnya!


Tomy — Selasa, 16/03/2010 04:15 WIB

Artikel yg sangat bagus, jernih, mendalam, mencerahkan.. sesuai dgn etika dlm al Qur an.. mengajak manusia dgn hikmah (hujjah), nasehat yg baik dan bantahlah dgn cara yg baik.. Semoga Allah SWT menurunkan hidayah dan kebaikan bg yg membacanya.. dan memberi semangat utk berdakwah agar dpt menerapkannya dlm kehidupan..


Rubiyantara — Selasa, 16/03/2010 06:11 WIB

Afwan akhi sekalian! mari selalu memberikan komentar yang jernih, menenangkan tetapi sekaligus menyemangati umat dalam menjalankan syariat-NYA. Jangan sampai umat lain selalu tersenyum sinis dan pastinya tertawa akan tingkah laku kita yang selalu saling hujat antar sesama muslim. Bukankah kita dianjurkan untuk saling kasih mengasihi antar sesama muslim dan keras terhadap kafir. Jzkllh.


Tomy — Selasa, 16/03/2010 07:08 WIB

Kondisi di sini, saya rasa HASIL dr perbuatan qita masing2. Upaya penyatuan saya rasa indah didengar, cuma klo dlm prakteknya, masing2 masih ashobiyah spt tulisan di atas, kayaknya akan sulit sekali.
Memandang bhw hanya perbuatan harakah sendiri yg benar, yg lain sia2 atau bahkan salah, menunjukkan KETIDAK DEWASAAN dr harakah HT itu sendiri.


riezal — Selasa, 16/03/2010 12:22 WIB

alhamdulillah masih ada pemikiran yang jernih seperti ini, kalau semua umat islam berfikir seperti ini maka kebangkitan umat islam akan segera berdiri, selalu berlandaskan dalil2 quran dan sunah merupakan argumen yang sangat tepat dan mulia. Allahuakbar ...3x


Tomy — Selasa, 16/03/2010 23:59 WIB

MOHON PERHATIAN! SILAHKAN MEMBERIKAN KOMENTAR..TP JANGAN MEMAKAI NAMA YG SAMA.. ADA YANG BERUSAHA MERUBAH MINDSET YG SELAMA INI KONSISTEN..MEMAKAI NAMA..Tomy.. YG BERLAWANAN DGN ..Tomy.. .. SEBELUMNYA.. GENTLE MAN..


Tomy — Rabu, 17/03/2010 03:54 WIB

from Tomy to Tomy.. Mhn diperhatikan.. silahkan komentar tp jgn catut nama yg sama dgn account yg lain.. apalagi alur pikir sdh beda. klo ada maksud ttt..Ini tindakan ketdk dewasaan yg nyata dr seseorang yg ngaku2 Tomy.. klo bs namanya ganti inisial M..


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …