Apakah penangkapan teroris di Aceh dan Pamulang adalah sebuah isu yang didesign? Sangat mudah menelaahnya: perhatikan momentum kelahiran isu tersebut dan adakah pihak yang diuntungkan dari hal itu.
Saya lbh setuju jk ini sbtlnya grand design amrik. Tiada ubahnya dg devide et impera kolonial belanda yg mengusung gold gospel glory,mrk skrg tbukti mrampok emas papua,ladang2minyak,bahkan bhineka tunggal ika pun mrk hancurkn. Mrk melegitimasi islam sbg pelaku bom bali disaat tesis mnunjukkan yahudi & amrik sndiri yg mjd aktornya bahkan pengeboman wtc sndiri. Yg janggal tentu sj proses eksekusi mati tanpa mlalui ranah hukum. Kita mjd btanya2 'apa benar org yg bjihad jauh2 k afghan yg insya Allah mmiliki pengetahuan agama mumpuni tega mhabisi saudaranya sendiri?' setelah semua veteran afghan,poso,ambon dll mati oleh densus,bgmn kita bs mnguak misteri ini. Apa 200 juta muslim indonesia perlu btanya k gorrys merre,komandan densus yg jelas2 pernah di3k d amrik?
syukron ya akhi atas tulisannya, semoga menyadarkan kaum muslimin betapa banyaknya pejabat dan dan ilmuwan yang menjadi pelacur.
saya jadi pingin ahmadi nejad sekali lagi datang lagi ke indonesia. biar pejabat dan kaum ilmuwan bisa bercermin dan belajar dari dia akan makna harga diri bangsa, kemuliaan orang2 beriman, dan moralitas dan kesederhanaan.
terima kasih sdr telah menambah wawasan saya, tapi akan lebih baik jika tulisan sdr dilengkapi data yang akurat tentang batuan yang diberikan AS dan Australia kpd RI, sehingga konotasi kunjungan SBY ke australia dan kedatangan Obama ke indonesia jadi relefan dengan isue pengalihan kasus century,
Habis Pansus, Terbitlah Densus...
pansus bubar, densus semakin barbar...
yah begitulah densus, dengan mottonya: "Tembak kepalanya dulu baru beri kesempatan tuk bertanya"...
tapi alhamdulillah, rakyat sudah semakin cerdas... kemarin ana ke bengkel untuk servis motor...
saat sedang menunggu motor selesai, di sebelah tempat duduk ana ada beberapa orang termasuk mekanik bengkel yg sedang menonton tayangan "penggerebekan teroris"...
kemudian salah seorang mekanik tsb nyeletuk dengan nada skeptis "ah ini sih pengalihan isu century!", "mereka pengen masalah century bubar!", "kita udah berkali-kali disuguhi tayangan begini"...
tampaknya skeptisisme masyarakat sudah mulai terbentuk, bahkan di kalangan awam...kita lihat saja klimaksnya seperti apa nanti...
apapun itu seharusnya kaum muslimin indonesia menyadari bahwa kita telah dijejali oleh pemikiran2 kapitalisme yang membuat kita sesama saudara seaqidah menjadi cuek dgn apa yg sdh terjadi.sudah seharusnya kita sama2 memikirkan masa depan umat ini.mau dibawa kemana? wahai pemuda bangkitlah dgn ghiroh islammu seperti rosulullah beserta sahabat2nya yg pantang mundur membela agama Allah. Allahuakbar!!!!
ya..... kalo aq belum bisa komentar apa2 semua bisa diatur karena semua ada kaitannya dengan masalah politik, tidak ada yang tidak mungkin inilah politik, lari ke materi lari ke uang....?
tapi ingat semua ada batasnya dan semua sudah ada yang mengatur, semuanya akan dimintakan pertanggung jawaaban diakherat kelak bagi orang beriman dan tawakal tidak ada bedanya nasi dengan singkong yang penting semuanya untuk satu yaitu sang pencipta Allah SWT dialah yang akan mengadili hambanya yang salah dan benar.
Buat apa harta banyak jika kita hanya membawa kain putih masuk keliang lahat,buat apa ketenaran jika kita terbelenggu oleh aturan, hidup ini bisa kita ciptakan menjadi surga atau neraka .
harta bukan tujuan hidup coba kita berenung ..... hidup ini sangat singkat sudahkah ada bekal amal yang kita siapkan ataukah hanya harta haram yang kita cari ....... Wallahualaam bissawaaf
sebuah analisa yang nampak menarik, walaupun dengan sumber "bisa jadi", "apakah mungkin", dan dugaan dugaan lainnya yang serba "abu-abu".
Menurut saya kalau tidak ada data yang valid dan meyakinkan, janganlah kita menuduh orang lain tanpa dasar, bahkan kepada musuh umat islam sekalipun.
Begitulah semua serba kebetulan, akhirnya sang tamu AS itu mundur jadwalnya datang ke Indonesia.
Apa karena kebetulan ?
Saya setuju dengan analisis dalam artikel di atas. Layak kita berpikir dengan jernih tidak asal percaya dengan informasi yang disuguhkan media massa maupun pemerintah secara sepihak. Harus ada second opinion yang objektif untuk menilai apa yang terjadi dalam kasus Terorisme yang kembali mencuat. Apa yang disampaikan dalam tulisan di atas sungguh masuk akal. Sedangkan informasi di kebanyakan media massa lebih merupakan propaganda. Siapa yang paling dirugikan? Tentu saja Islam dan Kaum Muslimin . Kenapa untuk kasus RMS ataupun OPM tidak ada tindakan serius dari Densus 88? Ini karena RMS dan OPM memang didukung oleh AS. Sedangkan yang mendanai Densus 88 juga AS, Australia, pihak asing lainnya. Bagaimana mungkin mereka akan mematikan kepentingannya sendiri? Kan tidak mungkin. Demikian juga dengan JIL 'tugas suci' mereka kan menghancurkan Islam dari dalam. Mereka dibiayai pihak asing. Tidak aneh mereka demikian getolnya menyerang Islam. Tapi di mana suara mereka terhadap kasus2 pembantaian terhadap muslim Ambon, Poso, Sampit, dll mereka diam seribu bahasa. Maka selama kaum muslimin belum memiliki Khilafah yang menegakkan hukum2 Syari'ah secara total hal2 seperti ini akan selalu berulang. Sudah saatnya kita menegakkan kembali Khilafah 'alaa Minhajin Nubuwwah.
mungkin juga itu sudah di rencanakan,...dengan matang untuk mengambil simpati rakyat, ya namanya aja pemerintah, banyak aja caranya untuk menutupi kebusukannya,........
ana pikir jg gtu, thogut punya 1001 akal bulus utk memfitnah islam. momentnx pas jg habis ada century. tapi tonggak utama fitnah ini adalah media cetak dan elektronik yg terus2an menyiarkn berita tak berimbang. mana pernah televisi menghadirkn ust.abu sbg narasumber mereka, yg ada malah munafikin berkedok habib yg nunjuk2 ada teroris di dalam islam.
Saya sependapat bhw pada kasus ini terlalu banyak KEBETULAN.
Ngga tanggung2 : 3 kebetulan.
Sayangnya kita ngga bisa membuktikan ..
Tapi kalau pakai akal sehat, 2 kebetulan saja sudah terlalu banyak apalagi 3.
Tipu daya ALLAH lebih besar dari tipu daya kaum kafir dan munafik .. semoga kita cukup sabar dan diberi umur untuk menyaksikan pembalasan ALLAH.
Ya memang , (sepengetahuan saya yang awam) , banyak peristiwa "aneh" yang muncul tiba-tiba dan waktunya berbarengan/tidak lama dengan peristiwa "penting" bagi pemerintah,tepatnya penguasa saat ini.
Bom Marriot setelah Pemilu,Dulmatin setelah Century dll, kayaknya terlalu aneh kalau disebut sebagai "kebetulan", yang lebih tepat : sesuatu yang dibuat seperti kebetulan.
Mestinya semua rakyat Indonesia bisa melihat fenomena ini....
Jadi gak cuma liat packagingnya saja , liat juga isinya....
Salah "milih barang" kok sampai 2 kali...
Indonesia.........Indonesia...............??
Analisis dalam artikel ini bukan barang baru lagi. Artinya, memang begitulah kenyataannya yang terjadi selama ini. Coba tengok kasus-kasus yang selama ini melibatkan orang-orang muslim yang dicap "teroris", pasti ada kejanggalan yang luar biasa. Dalam kasus bom bali, ketika ada temuan dari tim independen adanya bahan mikronuklir, tidak pernah diselidiki polisi. Padahal hanya 3 negara yang punya itu, AS, Inggris dan Yahudi-Israel. Dalam pemberitaan pun, media kita juga tidak pernah konfirmasi kepada yang bersangkutan (karena sudah mati/melarikan diri?), hanya dari sumber kepolisian atau pemerintah. Hal ini karena media memang sudah berada dalam pusaran dunia kapitalisme. Pertanyaannya: apakah polisis tidak mampu melumpuhkan para "teroris" itu? Lagipula, siapa yang memberi stigma mereka sebagai teroris? Jika saja para gembong ditangkap hidup-hidup dan membuat persaksian, barangkali masyarakat akan lebih tahu duduk perkaranya. Tapi sayang, mereka terburu "dimatikan". Dalam dunia intelijen sendiri, konon, ada desk yang disebut BCI (Badan Counter Issue) yang kerjanya memang salah satunya untuk pengalihan isu-isu yang krusial. Maka jangan heran jika para koruptor yang "teror" ekonominya mampu membikin berjuta-juta rakyat menderita, bahkan sampai anak cucu kita juga terkena imbas "teroris" ekonomi tersebut, namun mereka, koruptor bisa lebih melenggang dengan aman. Bahkan kalau dipenjara lalu melarikan diri, polisi tidak bisa lagi menangkapnya.
Satu hal lagi, dalam film "Avatar" bikinan Amerika itu, betapa prajurit-prajurit Amerika yang haus darah itu ternyata bisa berbuat apa saja meski terhadap bangsanya sendiri. Apalagi terhadap bangsa lain (baca: Islam)....
Analisis dalam artikel ini bukan barang baru lagi. Artinya, memang begitulah kenyataannya yang terjadi selama ini. Coba tengok kasus-kasus yang selama ini melibatkan orang-orang muslim yang dicap "teroris", pasti ada kejanggalan yang luar biasa. Dalam kasus bom bali, ketika ada temuan dari tim independen adanya bahan mikronuklir, tidak pernah diselidiki polisi. Padahal hanya 3 negara yang punya itu, AS, Inggris dan Yahudi-Israel. Dalam pemberitaan pun, media kita juga tidak pernah konfirmasi kepada yang bersangkutan (karena sudah mati/melarikan diri?), hanya dari sumber kepolisian atau pemerintah. Hal ini karena media memang sudah berada dalam pusaran dunia kapitalisme. Pertanyaannya: apakah polisi tidak mampu melumpuhkan para "teroris" itu? Lagipula, siapa yang memberi stigma mereka sebagai teroris? Jika saja para gembong ditangkap hidup-hidup dan membuat persaksian, barangkali masyarakat akan lebih tahu duduk perkaranya. Tapi sayang, mereka terburu "dimatikan". Dalam dunia intelijen sendiri, konon, ada desk yang disebut BCI (Badan Counter Issue) yang kerjanya memang salah satunya untuk pengalihan isu-isu yang krusial. Maka jangan heran jika para koruptor yang "teror" ekonominya mampu membikin berjuta-juta rakyat menderita, bahkan sampai anak cucu kita juga terkena imbas "teroris" ekonomi tersebut, namun mereka, koruptor bisa lebih melenggang dengan aman. Bahkan kalau dipenjara lalu melarikan diri, polisi tidak bisa lagi menangkapnya.
Satu hal lagi, dalam film "Avatar" bikinan Amerika itu, betapa prajurit-prajurit Amerika yang haus darah itu ternyata bisa berbuat apa saja meski terhadap bangsanya sendiri. Apalagi terhadap bangsa lain (baca: Islam)....
klw saya perihatinya pada mereka yg duduk sebagai wakil rakyat. dengan pendidikan pormal yg tinggi, memiliki ilmu agama yg lebih, toh niatnya cuma mengeruk uang. dengan setatus pendidikan dan agama setinggi apapun, klw dalam hatinya tidak ada niat untuk mengabdi kepada masyarakat. bangsa ini sulit untuk lepas dari tekanan asing. yg comen cuma bisa prihatin yg menjabat menikmati. mohon dimaklumi bila bahasa saya kurang pas karna pendidikan pormal saya SD. wasalam
bagus sekali artikelnya... Ya, habis Century, terbitlah Dulmatin, dan Datanglah Obama. Jika kelompok teroris itu diberangus habis, Ntar densus 88 mau makan apa? oleh karena itu kelompok seperti itu sengaja dipupuk pemerintah sebagai sumber pendapatan Indonesia dari mengemis pada USA.
Kita sudah muak dengan berita basi tentang teroris mereka hanya korban dari rekayasa masyarakat sudah cerdas menilai isu isu bikinan
Alhamdulillah, jalan fikiran kita ternyata sama...
JANGAN MUDAH DIBODOHI
Kita masih ingat, pembentukan densus 88 dulu atas usulan siapa? yap betul Pemerintah Australia. Jadi sptnya penangkapan ini untuk setor muka gitu loh ke Canbera. Lagian citra di dalan negeri terus merosot krn kasus century, siapa tahu sekalian bisa pendongkrak citra di LN, kan praktis. Ditambah lagi siapa tahu bisa untuk nakut-nakuti berbagai ormas yg menolak kehadiran obama.
Konon katanya dakjal pandai membujuk dan memperdaya, hingga mns meninggalkan ketaatan kepada syariah Alloh. Bgmn dg pemimpin lokal dan interlokal saat ini???
HasbunaLLoh wa ni"mal wakil ni"mal maula wa ni|man nasyiir.
Mengapa di situs ini,..komentarnya senada,..Kebencian, Kecurigaan, rekayasa, menghakimi orang lain,....lantas apa kata orang lain mengenai diri kita sendiri,......rasanya terlalu banyak energy yang di buat untuk mengumbar kemarahan, kebencian , kecurigaan,...mengapa tidak berbuat sesuatu, agar negri ini menjadi lebih baik seperti yang anda semua harapkan.
Rahmat bagi seluruh alam,..mudah mudahan bukan hanya sekedar "Motto"
inilah Grand Design orang" Yahudi musuh islam , teori konspirasi yang sangat jeli dan rapi. Tapi rakyat tidak bodoh, rakyat mulai mengetahui semua kebusukan ini. Serapat-rapatnya bangkai ditutup, pasti akan tercium juga.
aneh? pemerintah bikin ini di blg itu, bikin itu di blg ini..aneh aneh aneh
Semua akar masalah ada di Israel dan Amerika sandiwara besar terus terjadi Umat islam terus ditipu terutama mereka yang haus akan dunia tidak ingat akan mati.terutama penguasa yang serba peodal/sekuler/kapitalis dan kolonialis ..contoh kebohongan besar kasus 11 September mengapa belum terungkap.padahal semua tahanan di AMERIKA NOTABENNYA mUSLIM DARI BERBAGAI BELAHAHAN DUNIA .lalu siapa yang bodoh...? Dan siapa yang untung ? wahai manusia mari berpikir jernih bersama islam dan menuju kejayaan sejati dunia akhirat.
Maaf, ini situs islam ya? Koq isinya gak rohmatan lil'alamin ya. Ghibah, hasad, provokator sama saudara muslim sendiri. Nastaghfirulloh...!
Saya sangat setuju dgn komentar saudara2ku... Untuk selanjutnya yang menjadi pertanyaan buat kita bersama, apa yang telah kita lakukan untuk membangun umat ini ? yang dimulai dari diri kita sendiri.
Berbuat sesuatu bukan berarti bermanis - manis muka terhadap pihak yg jelas - jelas merugikan kita. Mungkin ada yg menyatakan kalau "Islam agama damai" karena itu kita harus memuliakan tamu dan bersikap baik kepadanya seperti Rasululullah SAW sang suri tauladan.
Betul....tp permasalahannya orang2 yg menolak Obama bukan tanpa alasan...gerakan neo - imperialisme yg dilancarkan oleh Amerika Serikat ke berbagai negeri Islam sungguh tidak dapat dimengerti kalau tidak mendapat restu Obama selaku presiden negara yg bersangkutan. Mungkin argumen yg dikeluarkan adalah "tetapi banyak teroris disana !" okelah...katakan demikian, tapi mengapa tidak pernah ada yang coba mengerti kenapa mereka menjadi seperti itu...
Jadi kalau dikatakan "komentar disini senada semua bernada kebencian" lalu komentar semanis gula kah yg harus kami berikan? bukankah Rasul SAW pernah mengatakan jikalau kita melihat kezaliman lawanlah dengan tangan, kalau tak mampu dengan lisan dan kalau tidak bis ajuga lawanlah dengan hati dan itu selemah - lemah iman.....
wassalammu'alaikum wr wb
TAK HERAN PADA REZIM INI... SETIAP ADA KASUS YG MENIMPA REZIM..AKAN SEGERA DITUTUP DG ALIBI DAN KASUS LAIN. PADAHAL RAKYAT TIDAK BODOH WAHAI ORANG2 YG SUKA MENGHIANATI RAKYAT !!!
yah beginilah ada yang memanfaatkan kesempatan untuk menekan ummat ISlam. Semoga artikel ini menjadi penyadaran bagi umma Islam Indonesia
jangan suudzon ama pemerintah....dosa kita dah banyakkkkk.
isu teroris asli by design AS.. yg tujuan utamanya membuat stigma negatif thd umat Islam, klo ada upaya pengalihan isu kasus century itu hny ambil untung aji mumpung. umat Islam hrs waspada pd tujuan utamanya.
Sangat jelas amerika dan gerombolannya saat ini yg mendapat keuntungannya, tapi Allah SWT tdk akan diam bila hamba2Nya di dzalimi sedemikian kejam, perhitungan Allah SWT sangat teliti sangat jelas siapa yg benar siapa yg salah di sisi Nya, beruntunglah orang2 yg masih menggunakan Al Qur'an dan hadits utk melihat semua masalah ini.
Semoga penulis artikel ini dan pembaca sekalian dilindungi oleh Allah SWT dari godaan dan gangguan setan yg terkutuk, diberi petunjuk dan hidayah agar tetap istiqomah di jalan Allah. Amien ...
Semoga mata dan hati saudara-saudara kita semakin terbuka ........ semoga para pemimpin yang diberi amanah oleh rakyat juga sadar, kalau tidak mau dilaknat oleh Allah SWT karena pengkhianatannya. Syukron akhi.
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan
Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...
Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...
Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...
Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...
Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...
JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…
Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …