Tak satu pun pewarta yang melihat secara langsung bahwa orang yang ditembak itu adalah NMT. Mereka hanya menyandarkan pada sumber sepihak: kepolisian. Anehnya, mereka terus saja mengabarkan bahwa itu adalah NMT. Keesokan harinya, hampir seluruh media cetak dan elektronik menjadikan kematian NMT sebagai headline.
setuju 100% dan akibaitnya opini masyarakat berubah menjadi pencuriga sperti kita lihat sekarang yang jadi korban pertama beberapa jamaah tabligh di Jateng dilaporkan kpd pihak berwajib ... semoga hal seperti ini tidak berlanjut yang bisa syiar islam makin redup seperti yang diinginkan musuh islam .
Setuju 100%, saya sudah muak dengan berita2 terorisme itu... Kapan ya Islam bisa punya kekuatan di bidang media...?
Setuju...!! tapi yang saya heran kenapa media sepertinya juga ikut memojokkan Islam dalam menyampaikan berita tentang terorrisme di negeri ini ya..?? Mungkin 25 thn lagi, kebenaran baru akan terungkap...!! Insya Allah
Akhirnya saya memiliki saudara sepaham. Saya akhir-akhir ini sering sakit hati mendengar, melihat dan membaca berita-berita yang sangat menghina agama Islam. Muslim Indonesia sedang diobok-obok oleh satu kekuatan besar dan terorganisir. Lihat saja komentar-komentar pembaca di Kompas atau media lainnya, penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW pasti diposting, tetapi komentar kontranya pasti tidak akan diposting.
Ass ww! Bahasa Anda sangat enak sekali dibaca. Kembangkan terus! Terima kasih banyak kawan,... Wass ww!
Setuju total................
saya rasa islam juga harus mempunyai media yang berpengaruhh. sehingga pemberitaan akan berimbang bahkan kebenaran yang sesungguhnya akan terungkap.. bukan hanya pernyataan yang sepihak... atau fakta yang dibuat-buat....
saya setuju 100% ...berita2 tsb membodohi masyarakat dan mereka menganggap masyarakat indonesia masih bodoh yg hanya bisa menelan mentah2 berita yg disiarkan...teruskan perjuanganmu dg berita2 yg mencerdaskan masyarakat.
Sudah saatnya ummat Islam punya media sendiri khususnya TELEVISI. Percuma kita teriak-teriak, hampir semua media yang ada (khususnya televisi) dari dulu memang seperti itu. Ummat Budha saja yang minoritas punya TV sendiri (DAI TV), masa kita yang mayoritas (seperti buih ini) ngga bisa2. Sudah 64 tahun "merdeka" lho ?!
Analisa yang Saudara sampaikan dalam tulisan ini sangat bagus, seharusnya Saudara yang bisa menjadi nara sumber pada acara-acara di TV yang nampaknya sangat-sangat tidak berimbang,
Saya sangat setuju bahwa Media besar baik Cetak maupun elektronik saat ini dikuasai oleh oleh para teroris-teroris baru dibidang media yang sebenarnya lebih parah dari teror bom itu sendiri
teror pembodohan rakyat, teror porno aksi dan teror terhadap berita-berita yang tidak berimbang.
Insya Allah Saudara dapat membuat media yang lebih baik dari saat ini dan menjadi besar karena Allah.
Terus Berjuang Saudara kami semua bersamamu dan Insya Allah, Allah bersama orang-orang yang berjihad dengan benar
Berita itu keluar karena Ibrohim mengaku sebagai Nurdin M Top. Kita tidak bisa menyalahkan media begitu saja dong ? Kalau sekarang nama Islam sedang diobok-obok, gara-garanya kelompok teroris itulah. Jadi kita harus minta pertanggung jawaban di dunia maupun di akhirat kepada kelompok Nurdin M Top, dkk
hebat!!
tulisan yg lugas dan cerdas..
kelasssssss... hehehe
Saya juga heran plus gemmazzz, kayaknya pemerintah dengan densus 88 nya dan media kompakan yaa.. meneror masyarakat dengan teror ganda. Kalau gak was-was tiba2 kena ledakan bom kaya di Jakarta ya was2 tiba2 di sergap kaya di Temanggung krn dituduh jaringannya terorisme. kejam..kejam. Dan yang pasti, biar umat Islam takut dengan agamanya sendiri, shg jadi muslimin yang alakadarnya.
Padahal banyak pengamat intelejen yang tahu siapa dalang semua ini. Mungkin usernya Nurdin Top gitu. Silakan baca buku Terorisme Undercover oleh pengamat intelejen Wawan Purwanto. Semoga kaum muslimin bersatu untuk melawan dalang dan pembuat propaganda ini.
Setelah pihak Kepolisian mengclaim yg tertembak adalah Noordin Muhammad Top, ternyata itu adalah Jenazah Ibrahim pelaku Bom di Jakarta. Semua pihak terkejut karena bukan Jenazah NMT, tapi anak buah jenazah NMT , itu adalah Ibrahim M.Top.
menurut pemikiran sy sepertinya pk Erwin Kurniawan ini, punya kesimpulan lain tentang motif dari Teror bom 17 juli 09 kemaren dan motif dri jaringan NMT?? bagi2 opininya yah..
Jurnalisme Indonesia, udah kaga Neutral lagi. Udah tahu datasement 88 sering banget salah tangkep orang. ech lagi-lagi media masa tanpa cross cek lagi langsung percaya. Kasihan dech lhu, udah nyiarin 17 jam non stop, tahu-tahu acara dagelan. sekarang Datasement 88 mengarah pada kegiatan halaqoh, lihat saja semua tersangka itu selalu ajach guru ngaji, dan orang-orang kecil. Tobat--tobat--tobat
Ah saya sih gak merasa diteror sama media2, media begitu biasa biar rame dan laku. Seperti kasus Manohara misalnya. Saya sih gak pernah dengan teroris itu NMT tapi menyatakan "diduga NMT". Dalam kasus ini Saya malah salut pada polisi yang secara terbuka mengakui itu bukan NMT tapi Boim berdasarkan hasil penelitian. Kalo Islam mau punya media yang kredibel ya gampang. kenapa media Islam kurang kuat karena terlalu sering mengungkapkan berita yang juga selalu condong "membela" atas apa yg dilakukan oleh para teroris atau mencari dalih dgn teori konspirasi dsb. Ingat ketika Time (majalah milik Yahudi) membahas konflik Islam dan Hindu di India beberapa tahun silam, mengungkapkan fakta2 yang intinya menyatakan bahwa yang lebih salah orang2 Hindu, padahal majalah ini selalu dicerca oleh orang islam (fanatik).
Mungkin tidak peledakan ini hanya suatu skenario besar untuk pengalihan perhatian masyarakat, memuluskan disetujuinya UU anti Subversi, agar penguasa bisa kembali leluasa berlaku diktator, seperti contoh karena kejadian peledakan WTC sehingga Amerika sah-sah saja menfitnah dan menghancurkan Irak tampa bukti yang cukup, dan setelah hancur lebur dengan tanpa dosa tidak bahwa irak tidak ada bom penghancur masal, kemudian diarahkan ke isu yang lain, pemerintah sadam diktator?
Cukup bagus tulisan ini, good... good bisa menjadi information balancing, Mohon kepada rekan bisa memforward ke rekan-rekan lain siapapun, beranting..... yuk
yuPz betul..bagaimana operasi intelijen bisa di ikuti oleh media,,yang harusnya bersifat rahasia,,layaknya anak kecil yang tidak ingin ketahuan bohongnya,dia sudah mempersiapkan segala pendukungnya..untuk mempertegas kebenarannya yang padahal belum tentu benar.
sampai sekarang sosok NMT masih pertanyaan besar bagi saya,,apakah benar ada sosok NMT,apakah benar sosok ibrahim itu pelaku dari JW dan RitCh carlton,adakah hubungan antara ibrahim dengan NMT,apakah benar yang mati ditemanggung adlah ibrahim,yang sebelumnya telah diprediksi bahwa pelaku pemboman adalah ibrahim...sungguh pemberitaan yang rancu.
ya ALLAH yang mengusai hati,,balikan kembali hati hati kami bangsa indonesia kepada fitrahmu..berikan setitik kejernihan hati untuk para penguasa,,karena setitik dariMU sungguh akan membawa perubahan Besar untuk bangsa kami.amiiin..
Assalamualaikum Ww.
Jazakallahu kharal jaza'.
Umat islam harus punya seni dlm meng-imput informasi. "Yaa ayyuhallasina aamanu in jaa akum fasiqun binabain fatabayyunuu...".
M btw, terus menulis akhy, ana salut dgn tulisan antum. smga tulusan2 antum kedepan lebih amanah n' menyajikan informasi-informasi bermanfaat, amin....!!!
Alhamdulillaah....semoga Allah memberkahimu wahai saudaraku. Semoga pula muncul Erwin Kurniawan-2 lain yang mampu melakukan counter berita yang menyudutkan Islam dan umat Islam di semua media yang ada di negeri ini.
idem...bang.....selama ini media lebih banyak membuat opini publik bahwa sebenarnya islam yg kaffah itu harus di awasi......yg ironis lagi umat islam sendiri banyak kemakan isyu tentang berita teroris itu sendiri....padhal kan banyak juga yg salah tangkap.....saya harap pihak yg berwenang lebih berhati-hati dalam menangani siapa itu teroris sesungguhnya...
tulisannya bagus sangat mengena, memang sekarang media tanpa sadar telah meneror kita dengan segala berita maupun acara yang sama sekali tdk mendidik. tinggal kita harus pandai memilahmilah kebenarannya.
sebenarnya muaranya hanya satu,..yakni kebencian terhadap Islam secara berlebihan....!
sekalian mohon ijin copas di fesbuk..
Setuju banget. Ayo teman-teman, sebarkan tulisan ini ke tempat-tempat lain, ke berbagai milis, forum, dan blog. Kalau perlu juga ke fasilitas2 komentar yang ada di kompas, detik, tempo, dan sejenisnya.
Mayoritas media masa baik surat kabar maupun elektronik dikuasai oleh laknatullah yahudi jadi kalo mendengar berita terutama yang berhubungan dengan teroris jangan langsung percaya harus di cek dulu kebenarannya. Karena teroris menurut versi yahudi ya islam... yahudi tidak akan ridho islam berkembang di Indonesia... hidup pejuang yg dianggap teroris
Saya penasaran dan ingin tahu...di bayar berapakah Media Massa kita oleh Zionist untuk meninggalkan kode etiknya dalam membuat berita ...mengenai JI, Al qaida, NMT...yang mungkin orang dan organisasinya hanya virtual karangan zionist itu sendiri???. 20 tahun lalu saya masih bisa mempercayai Release press 80% benar. Tapi sekarang??? 20 % Benar...80% sepertinya hanya sensasi... (mohon Maaf sebelumnya)
setuju!!!!! sekarang sampai2 wanita berjilbab aja diobok2 dengan alasan ingin mencari nurdin yang bercadar.... bukankah ini sudah pobia terhadap Islam karena selama ini media beritanya teroris yang dikaitkan dengan islam, apakah dibalik semua ini ada indikasi penghapusan wanita berjilbab diindonesia seperti yang di luarnegeri, kalo iya umat islam harus menolak dengan keras, media massa adalah alat propaganda pihak luar yang sangat berpengaruh bagi masyarakat indonesia, karena itu harus pintar memilih berita.
Tambahan :
http://warnaislam.com/blog/jurnalistik/2009/8/8/78420/Menebar_Teror_Indonesia.htm
Saya sebenarnya hanya mau berkomentar masalah pernyataan pak farid dalam tulisannya yang berjudul"sebenarnya revolusi di iran bukan revolusi islam tapi revolusi syiah. Dalam tulisannya ia mengatakan bahwa "sekarang amerika bersama iran memerangi taliban.Mengapa taliban?karana taliban adalah sunni. Saya jadi heran mengapa penulis kok terkesan tak tahu situasi politik,terutama politik timur tengah ,sehingga sepertinya menulis sesuatu dengan ngawur.karena yang membenci taliban ditimur tengah bukan hanya iran yang syiah, tapi juga arab saudi terutama pada Usamah bin ladin.sudah umum diketahui bahwa arab saudi yang satu aliran dengan pak farid okbah juga bembenci taliban,bahkan sampai pada tingkat mengkafirkan taliban.Kemudian juga pakistan yang sebenarnya adalah bidannya kelahiran taliban juga bersama amerika menyerang taliban sejak awal perang amerika VS taliban.Lalu pertanyaannya mengapa pak farid hanya menyebut iran tapi tidak menyebut pakistan?karena ingin merusak nama iran ,karena iran syiah. Sorry saya tulis komentar saya disini karena dihalaman atau dibawah tulisananda tidak ada rubrik komentar.sorry
Setuju tulisan anda.
menjadi wartawan ada nilai plus dan minusnya. Plus kalau memberitakan sesuai fakta. Tapi sangat menjijikan kalau sudah bicara teroris dan islam. Tidak mengecek benar tidaknya.
Bayangkan betapa menderitanya pak Muhjahri (temanggung) dan Nur Said (mariott) yang sudah diekpose sedemikian rupa oleh media. seolah2 pers memiliki wewenang lebih besar dari polisi, seolah2 mereka itu bersalah. Tapi ternyata polisi mengatakan tidak. Wartawan enteng saja dan sedikit memberitakan dan tidak minta maaf lagi. Tapi kalau Amerika, Eropa, China melakukan teror dan pembunuhan terhadap kaum muslimin, beritanya tidak lebih dari sebaris. benar2 menjijikan.
sebuah analisa yang sangat cerdas.saya sangat setuju sekali bang erwyn.semoga tulisan anda dapat bermanfaat untuk semua dan menyadari bahwa islam itu agama rahmah,anti kekerasan....ALLAHU AKBAR
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan
Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...
Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...
Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...
Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...
Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...
JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…
Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …