Betulkah kita bangsa yang besar, terhormat dan berada pada arah yang benar? Bagaimana bisa, jika di antara kita masih saja menolak diterapkannnya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi.
Saya pribadi merasa malu sbg masyarakat NKRI yg mengaku muslim terbesar didunia, karena disana sini gak ada yg bener2 bernilai ISLAMI, di jalan2 di terminal, di bandara, di statsiun, dimanapun gak ada, semua jauh dari nilai Islami, jadi apa yg di banggakan dari NKRI terutama keIslamannya, apalagi yg lainnya. Para pejabat bisanya saling jotos, saling cakar, bukannya ngasih contoh pada generasi muda, semua saling berebut kekuasaan, berebut duit, persetan,dgn agama, padahal apakah dgn harta bisa nyogok malaikat maut yg akan menjemput kalian, Naudzubillah.
sebenarnya yang merdeka adalah bukanlah rakyat indonesia melainkan penguasanya....
Sedih melihat Umat Islam di indonesia, mereka terbesar di dunia tapi tak mempunyai kedaulatan apapun terhadap segala aspek kehidupanya baik, politik, sosial budaya dan ekonomi, kita hanya jadi sapi perahan negara-negara maju dan untuk kita ditinggalkan hanya limbah-limbah yang merusak.
Ya,begitulah...alangkah lucunya (negeri ini)
Nice i like it.... ...
Seharusnya orang-orang membaca ini..
Afwan, tulisannya tidak lengkap, minus Solusi.
belajarlah kpada jepang, mreka buddha tp berprilaku sangat islamy
terima kasih, saudaraku anda telah membangunkan pemuda-pemuda negri ini dari tidur panjangnya, untuk melihat realita yang ada tok bangkit dari kehancuran moral yang sudah menjamur di pelosok negri ini.
sayang rakyat, yang katanya bangsa besar ini tidak bisa membedakan mana pemimpin yg pantas dipilih dan yang tidak, hanya tepukau oleh penampilan seolah-olah."fatamorgana" seperti sinetron2 yg banyak digandrungi nya..
Ujung2nya kesimpulannya hanya satu : Bahwa musuh terbesar bangsa ini adalah gerombolan /paham SEPILIS & NEOLIB yang akan segera membawa neger ini ke arah kehancuran !
asa itu rasanya masih di awang-awang sana. But be optimistc....., cukupkan menu menyehatkan bangsa dengan astaghfirullohal 'adzim x100/day/moslem
benar ! Alangkah miris melihat keadaan negeri ini. Selain bisa diatur oleh negara lain, para pemimpin kita juga bisa dipesan untuk menangkap orang-orang tertentu, warganya sendiri!, yang difitnah dengan julukan teroris versi mereka. MasyaALLAH...!!
Itulah akibat diterapkannya sistem kapitalis sekulerisme. Kalo mau bagsa ini menjadi maju kuncinya terapkan syariah Islam secara kaffah dan tegakkan khilafah.
TIDAK PERLU KAGET, WALAUPUN NEGERI INI TAMBAH MENGEJUTKAN
oleh: B A D R U D I N
bismillaahirrohmaanirrohiim
Tadi pagi, Ahad, 24 Jumaadil Awwal 1431 Hijriyah/09 Mei 2010, saya membaca berita, tentang peresmian Universitas Wanita Internasional (UWI) di Bandung.
Saya, tambah terpancing untuk menuliskan beberapa hal berikut di mimbar terhormat ini, mengingat "betapa semakin terbuka lebarnya kesempatan untuk menjauhwan wanita dari Syari'ah Allah 'azza wajalla", apalagi dengan dibukanya Universitas Wanita Internasional, yang salah satu targetnya "untuk mencetak wanita2 yang bisa mengisi pos2 di panggung politik dan birokrasi.
1) Sangat ideal rasanya, apabila Universitas Wanita Internasional (UWI) yang berpusat di Bandung itu, berupaya mengembalikan setiap wanita sehingga sesuai dengan fitrahnya, yakni menjadikan setiap wanita Indonesia yang luas dan dinamis ilmunya, bertauhid yang khollish, ikhlas menjadi isteri shalihah bagi suaminya, ikhlas menjadi ibu dan guru pendidik teladan untuk semua anaknya di rumah tangganya, sehingga generasi hasil didikannya menjadi generasi yang baik pula secara berkesinambungan;
2) Universitas tersebut sebaiknya berupaya menjawab degradasi yang menimpa sejumlah wanita Indonesia khususnya selama ini, sehingga menjadikan dirinya sebagai pengawal kinerja setiap suaminya, agar para suami tidak melakukan kejahatan dalam bentuk apa pun, baik itu yang merugikan keuangan negara atau pembangunan yang seharusnya dinikmati oleh seluruh masyarakat;
3) UWI patut mengkaji ulang visi dan misinya, demikian pula ummat Islam sebaiknya waspada dengan sistem perguruan seperti itu. Apabila hanya sekedar untuk menambah beban APBN/APBD dan tidak menjawab kebutuhan azasi setiap individu wanita, menurut saya "untuk apa mendirikan perguruan seperti itu?";
4) Seandainya seorang wanita tidak bekerja menjadi politisi, dan sejenisnya, tetapi fokuslah pada kinerjanya sebagaimana tuntunan Allah swt dan Rasul-Nya, saya pikir "betapa tetap mulia dan terhormatnya setiap wanita di hadapan Allah swt, selama mereka menegakkan shalat fardhu lima waktu, melaksanakan shaum Ramadhan, menjaga kehormatannya, turut kepada suaminya selama suami itu turut kepada Allah swt dan Rasul-Nya";
5) UWI tidak akan kehilangan wibawa di mata Internasional apalagi di hadapan Allah swt, Rasulullah saw, dan orang-orang mukmin, apabila "menerapkan Kurikulum Allah swt dan Rasul-Nya, yakni Al-Qur'an dan Al-Sunnah"; Sampaikan!!!
Alloohu akbar walillaahil hamd.
Badrudin, Magister Agama (Imam Masjid Pusat Da’wah Islam [PUSDAI] Jawa Barat [tidak menerima gaji lagi dari PUSDAI Jawa Barat sejak menjadi PNS bahkan sejak menjadi CPNS hanya menerima gaji pokok]; Penyuluh Agama Islam Fungsional di lingkungan Kementerian Agama Kantor Kota Bandung [digaji setiap bulan dari Kas Negara]; Ketua Yayasan Islam Gunung Jati Sukabumi [tidak digaji sejak mendirikan Yayasan tersebut sampai akhir hayat, insyaa Allooh]; Nara Sumber Acara ”Dunia Wanita” di RRI Bandung [tidak digaji dan tidak minta digaji]; Nara Sumber Acara ”Klinik Pendidikan” di Radio Menara FM Sukabumi [tidak digaji dan tidak minta digaji]; Penggemar Acara Catatan 1/3 Malam & Risalah Pagi Radio MQ FM Bandung [hanya menunaikan tugas sebagai muslim untuk berbagi sesuai kemampuan, apalagi dikuatkan dengan tambahan amanah sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional di lingkungan Kementerian Agama Kantor Kota Bandung];.....). Telephone langsung ke: 081320746635 & SMS ke: 02270924834.
Nice post, tulisan yang menggugah!
Untuk saat ini saya kurang setuju jika bangsa Indonesia dikatakan sebagai "bangsa yang besar". Apa pasal? Karena masing-masing dari kita seringkali masih senang menyembunyikan potensi besarnya.
Lebih-lebih para pengambil kebijakan publik, para saudagar nan kaya, para cerdik pandai; yang polahnya mampu mendongkrak kepada kebaikan untuk negeri ini kerap kali menukarkannya dengan kenikmatan yang sesat.
Saya lebih suka mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini adalah "bangsa yang banyak" dan bukan bangsa yang besar.
Yaitu, bangsa yang banyak rakyatnya hidup miskin, bangsa yang banyak rakyatnya sulit untuk sekolah, bangsa yang banyak jalan-jembatannya rusak tak terurus, bangsa yang banyak dihuni para koruptor, bangsa yang banyak orang jahatnya daripada yang bermental pahlawan...
Bilakah bangsa ini menjadi besar? Jawabannya sebagian ada dalam di kita sendiri...
Wallahu'alam.
subhanallah,,, saya sangat miris dan sesak dengan kadaan sprti ini...
apa yang harus kmi lakukan untuk mnunjukkan bhwa bngsa ini is the best..?!!
krna sringkali kita tsenyum bangga dng rasa nasionalis tinggi... nmun, knyataan hati kmi masih trus menangis..!!!!! Allahu A'lam
Salam semua. Saya berasal dari Malaysia. Saya suka baca tulisan2 di web ini. Saya tak faham kenapa ada segelintir rakyat Malaysia dan rakyat Indonesia yang suka menimbulkan ketegangan antara kedua2 belah pihak. Bukankah kita serumpun. Bahasa kita juga tidak jauh bezanya. Adat dan budaya juga agak sama. Daripada kita bergaduh sesama sendiri, bukankah lebih baik kita bermuafakat dalam menegakkan agama suci Islam kita. Ada ramai anak2 muda Malaysia yg terpengaruh dengan orang2 yang tidak berakal ini dengan menulis Indonesia sebagai Indonesial dan anak2 muda Indonesia menulis Malaysia sebagai Malingsia. Amat sedih dengan perkara ini.
Kalau mau jujur ini adalah salah kita sendiri, Umat Islam Indonesia khususnya. Dulu, kakek kita berjuang memanggul senjata menggempur penjajah, eh ketika merdeka justru para oportunis yang maju. Kita malah lebih banyak terpecah dan terbelah.
Coba deh kita berfikir rasional, kalau saja NU, Muhammadiyah dan PKS mau bersatu padu dan mempunyai visi keumatan yang jelas pasti mudah untuk kita 'menang' terhadap kubu nasionalis dan lainnya. Nyatanya ulama-ulama kita sendiri yang terpecah belah dan tak punya visi keumatan yang jelas. Lucunya malah banyak yang tertipu dan duduk manis dibawah ketek para penguasa.
Jadi .. jangan salahkan siapa-siapa, karena cela itu ada pada kita.
Salam Hangat
Riz
Apa yang Anda kemukakan memang ada benarnya. Tapi yang saya sayangkan sepertinya Anda terlalu pesimis dengan masa depan Indonesia. Ingat, ucapan adalah doa. Satu lagi, Anda kurang berimbang dalam menulis artikel ini. Seperti misalnya rokok, walaupun banyak yang menentang fatwa haram rokok, namun perda antirokok sudah banyak diterapkan di daerah. Alhamdulillah saya sudah bisa merasakan dampak positifnya. Kemudian untuk UU Pornoaksi dan Pornografi, sudah diundangkan dan Judicial Review atasnya sudah ditolak oleh MK, Alhamdulillah. Ini adalah keputusan final yang tidak dapat dibanding lagi.
Untuk Sri Mulyani Indrawati, ambil efek positifnya. Paling tidak antek neolib berkurang 1 di Indonesia. Mudah-mudahan penggantinya adalah Menteri yang prorakyat. Amiin.
Ya Rabb...
Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, yang salah itu salah..
Terlalu banyak konspirasi yang terjadi sekarang, sehingga ummat telah dibuat bingung.
yang mampu membuat negeri ini besar dan berjaya adalah khilafah islamiyah yang mengatur seluruh permasalahan Ummat dengan sistem islam.
aturan yang murni datangnya dari Allah Pencipta alam semesta.
berharap pada sistem sekuler, sama saja bunuh diri.
wallahu a'lam
Saya tidak ingin berkomentar banyak.. takut mengundang ghibah..
Saya hanya ingin mohon ijin untuk Share di Blog dan fb saya untuk tulisan yang menurut saya patut dibaca dan direnungi oleh semua pihak.. dan bukan semata-mata untuk menyalahkan penguasa..
Syukran.. :)
Yah... sopir yang tidak tahu arah tujuan akan membawa kendaraan kita salah arah.. bahkan masuk jurang!
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan
Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...
Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...
Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...
Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...
Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...
JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…
Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …