Kemunafikan: Dasar Berdirinya "Penjara Besar" Gaza-Palestina

Bagaimana bisa fatwa yang penuh dengan penghianatan itu muncul sedemikian rupa, padahal jelas-jelas fatwa tersebut merugikan kaum Muslim dan menguntungkan zionis Israil serta para penguasa penghianat umat yang menjadi budak penguasa Barat dan zionis-Israil?

Komentar Masuk:

ikhwan — Kamis, 07/01/2010 10:00 WIB

sebuah pencerahan yang cukup menyentuh pikiran dan perasaan kaum muslimin,
kita tunggu suaranya pemimpin kita di indonesia beserta partai2 pendukungya ,bagaimana sikap mereka terhadap kebijakan negara mesir tsbt....


yasir — Kamis, 07/01/2010 10:06 WIB

Allohu Akbar ,kuatkanlah teguhkanlah saudara saudaraku di gaza, untuk menghadapinya (dengan kerinduan syahid dijalanNya ) Amin


Al Ghifari — Kamis, 07/01/2010 11:28 WIB

Y benar! Hanya dengan Khilafah, dan akan tegak dengan Jihad Fiesabilillah!


Irsyad — Kamis, 07/01/2010 12:57 WIB

SubhanALLAH......

Khilafah adalah solusi yang ditawarkan Islam dan kaum muslimin untuk seluruh makhluk di dunia saat ini.....

Jihad adalah solusi untuk pembebasan palestina beserta negeri2 muslim yg terjajah scr fisik...

kaum muslimin dan ulama yg terpercaya tahu akan hal itu, tapi... mereka dihalangi oleh penguasa2 serta ulama2 su'u pengkhianat Allah, RasulNya, dan kaum muslimin....


sasada — Kamis, 07/01/2010 14:03 WIB

Kata teman dari Mesir itu masalah politik. Hamas didukung oleh Ikhwan, sementara Ikhwan memusuhi pemerintah Mesir. Ibaratnya pemerintah Mesir gak mau memelihara bayi macan. Coba sekarang Ikwan Mesir pro sama Mubarak, pasti fatwa haram itu gak ada. Gak usah jauh-jauh bicara khilafah dsb, bukan solusi yg muncul, malah tambah masalah


Irfan — Kamis, 07/01/2010 14:08 WIB

Heran deh,kok mesir kya gtu.presidennya dbayar brapa tuh?


patub — Kamis, 07/01/2010 14:57 WIB

memang menyedihkan para penguasa arab skrng mereka rela melihat saudara sndri diblokade hanya menuruti kaum kufar para penguasa pengkhianat umat yg hanya memkrkan bangsanya sndri tanpa melihat bangsa lain ya seiman


Ridwan M Sirin — Kamis, 07/01/2010 16:46 WIB

Tanpa tembok baja pun Gaza sudah terisolasi. Semua bantuan berbentuk apapun tidak diizinkan masuk ke Gaza. Contoh kemarin rombongan convoy darat "Viva Palestina" dari daratan Eropa tidak diizinkan Mesir. Syria yang mengizinkan lewat perbatasannya. Umat muslim sedunia harus bangkit melawan ketidak adilan ini. Tapi apakah mereka mampu dan mau? melawan musuh-musuh Islam ?


aga — Kamis, 07/01/2010 16:50 WIB

jujur saja, pemerintah mesir punya hak untuk melindungi perbatasannya dari penyelundupan senjata dari luar yang digunakan untuk menyerang situs2 pariwisata di semenanajung sinai.
bukan hanya mesir yang menutup perbaatasannya.
suriah misalnya menutup perbatasannya bagi pengungsi palestina yang lari dari marabahaya di irak, akhirnya mereka kabur ke amerika latin.
jadi jangan disalahkan mesir saja. masalah ini terlallu dibesar2 kan oleh media massa tak bertanggung jawab yang ingin memojokkan peranan besar mesir di kawasan.


odsbro — Kamis, 07/01/2010 17:56 WIB

semoga pemimpin mesir yg bahlul ini..secepatnya dihinakan oleh Allah..amin.


odsbro — Kamis, 07/01/2010 18:18 WIB

gunakan potensi anda..solusinya hanya dgn penerapan syariah dan khilafah..


odsbro — Kamis, 07/01/2010 18:27 WIB

solusi masalah umat islam hanya dgn penerapan syariah dan khilafah..yg menyatukan seluruh umat umat tampa di sekat dgn paham nasionalisme yg merusak.


matmiqy — Kamis, 07/01/2010 19:17 WIB


Tetapi dg masalah, ternyata HAMAS lebih mampu untuk berkreatifitas...
kemunafikan memang sbuah keniscayaan, dan lebih berbahaya dr musuh yg dr awal memusuhi islam. Dan krn itulah, kemampuan sebuah harakah dlm mengindikasi ciri2 kemunafikan... kemampuan sebuah harakah unt membuat keputusan dan sikap.. kemampuan sebuah harakah untuk meredam tipu daya mereka dll, sungguh sangat diperlukan...

khilafah hanyalah sistem, dan yg tdak kalah pentingya adalah man power (SDM). Jangankan di jaman sekarang...
keberadaan Rosulullah SAW tidk mampu mencegah adanya kemunafikan...
keberadaan Rosulullah SAW tidak mampu mencegah fenomena sa'labah...

bagaimana mungkin kita hanya bisa bersandar pada sebuah sistem belaka?
apakah didlm kekhilafahan tidak mungkin timbul kemunafikan? omong kosong...
apakah di dalam kekhilafahan tidak muncul kelemahan umat Islam?
pelajari sejarah dengan baik...

Khilafah memang perlu... tetapi SDM yg handal juga diperlukan..
Umat Islam yang piawai dlm berpolitik menghadapi kemunafikan...
umat Islam yang cerdik dlm mengelola, meredam dampak2 kemunafikan...
dan BUKAN UMAT ISLAM yg HANYA PANDAI MENGANALISA KEMUNAFIKAN...

makanya... pertanyaan saya hanya satu...
apakah HT memang mampu mengemban amanah besar itu?


abdurrahman arrazy — Jumat, 08/01/2010 06:33 WIB

Sebuah sistem jauh lebih bermanfaat ketimbang banyaknya SDM handal tanpa adanya sistem. Dengan adanya sistem, penjagaan akidah terhadap masyarakat awam, yang notabene hanya bertaklid terhadap orang yang dianggap lebih faqih dari dirinya akan lebih terrealisir. Islam membuktikan itu pada masa futuhat sahabat ra. dimana berbondong-bondongnya manusia convert kepada Islam, tentu hanya bersandar pada kehebatan sistem dan segelintir ulama sahabat dan Rasulullah saw.

setiap sistem apapun tidak ada yang mampu menghilangkan total kemunafikan, kedzaliman. namun tahukah Anda bahwa sistem yang baik akan lebih mampu meminimalisir hal tersebut. Efektifitas sistem Islam dalam menghadapi kriminalitas, kemunafikan, dan lain lain jauh lebih baik daripada sistem sekarang yang bersandar pada sekularisme dan kebebasan hawa nafsu.

Terpenting, sistem ini adalah warisan Islam yang dipertahankan selama 13 Abad! kewajiban setiap muslim untuk menegakkannya..

wallahu'alam bish shawab


matmiqy — Jumat, 08/01/2010 10:25 WIB

kan sdh dibilang... tidak ada perdebatan dg sistem.
yang perlu direnungkan adalah kemampuan HT untuk mewujudkan sistem itu... ditengah minusnya pengalaman untuk mengelola kemajemukan...


matmiqy — Jumat, 08/01/2010 10:25 WIB

kan sdh dibilang... tidak ada perdebatan dg sistem.
yang perlu direnungkan adalah kemampuan HT untuk mewujudkan sistem itu... ditengah minusnya pengalaman untuk mengelola kemajemukan...

dan kemampuan itu, sangat terkait dg SDM, bukan sistem itu sendiri


matmiqy — Jumat, 08/01/2010 10:43 WIB

yg menuju terwujudnya sistem khilafah, HT bukanlah satu2nya

Afgan.. pernah diarahkan pd penerapan Islam di level negara (daulah), tetapi apa yg terjadi? Nyatanya sistem tdk mampu mewujudkan idealismenya krn KETIDAK ADANYA SDM yg HANDAL.

Pun klo anda mengatakan di jmn Rasul SAW dn sahabat, manusia berbondong2 masuk Islam... itu jg krn peranan kemampuan SDM, dlm hal ini Rasul SAW dan para sahabat..

Pertanyaan saya sdh jelas, APAKAH HT MAMPU menopang SISTEM yg Bagus itu, di tengah MINUSnya pengalaman HT mengelola kemajemukan.


Abu Khansa di Panyabungan — Jumat, 08/01/2010 15:19 WIB

@Matmiqy, pertanyaan Anda "APAKAH HT MAMPU menopang SISTEM yg Bagus itu, di tengah MINUSnya pengalaman HT mengelola kemajemukan"
JAwabnya : Insya ALLAH mampu dengan pertolongan ALLAH, mungkin Anda mau menyumbangkan kemampuan untuk tugas mulia ini?


HANIF — Jumat, 08/01/2010 21:17 WIB

Rasanya tidak salah juga apa yg diperjuangkan HT, Tetapi benar juga yg meragukan kemampuan HT dibanding HAMAS mislnya yang telah teruji menghadapi Persoalan Riil dilapangan, dan mampu (sementara) bertahan dalam kesulitan yg luar biasa. Sayangnya HT masih berteori atau belum membenturkan Apa yg ingin diwujudkan di Dunia Riil, jadi HT masih bermimpi, sedangkan HAMAS sudah Bangun dan bekerja.


matmiqy — Sabtu, 09/01/2010 06:08 WIB

mungkin bisa disebutkan indikasi2nya? soalnya abstrak sekali...
yg saya pahami saat ini, untuk mengelola FUI saja... HT lebih memilih keluar atas nama tdk sesuai dg khittah...
jg pernyataan ust. Ismail Yusanto terkait dg berita bergabungnya HT di KOMPAK...

di sisi lain, konsep HT mengharuskan fase berinteraksi di tengah masyarakat...

Ya... klo terus mengisolasi diri spt itu, bgmn kita bisa menganggap HT itu mampu?


jampang — Sabtu, 09/01/2010 14:18 WIB

kini jelas siap yg memusuhi & membela islam
demi Allah jika khilafah tegak
ATAS IZIN KHALIFAH
akan aku pisahkan kepala dari badan para ulama munafik itu
dari ujung barat hingga timur


fahmi — Sabtu, 09/01/2010 15:06 WIB

yang menghambat tegaknya syariah & khilafah adalah para penguasa yang dzalim dan orang-orang yang tidak yakin dengan janji Allah SWT, kalau bukan Syariah & Khilafah terus apa yang akan diperjuangkan,demokrasi dengan sistem kapitalismenya yang sudah sekarat, kalau ada orang yang meragukan tegaknya Syariah & Khilafah maka perlu dipertanyakan keimanannya, karena orang - orang kafir pun percaya bahwa khilafah akan tegak kembali


NAWI — Sabtu, 09/01/2010 18:33 WIB

bukan hanya HT yang bercita2 tegaknya syariah dan khalifah, dan jangan merasa sombong pula, sehingga mencemeeh yang lain yg punya cita2 tsb tapi punya cara sendiri, masalahnya kondisi sekarang sdh sangat parah, berbagai aliran, kepercayaan serta sekularis subur bahkan sdh mengarah ke sosialis, dan dilapangan sering berhdapan dengan isu HAM, dan kurangnya tokoh dan SDM yang kuat, berbagai cara dilakukan musuh islam (berkedok islam)untuk memandulkan ulama dan institusi Ulama dan partai Islam. yang penting saling berkerjasama utk kebaikan bukan sebaliknya


Dzulqarnain — Sabtu, 09/01/2010 18:36 WIB

Assalammualaikum

saya turut prihatin atas keputusan pemerintah dan ulama Mesir akan hal ini, kiranya rakyat dan pemerintah mesir sudah tidak selaras???

Tiadalah perbuatan yang di laknat kecuali memusuhi saudara seimannya ditambah dengan alasan membela kaum kufar

Semoga kekalifahan berdirilagi dan umat islam tidak tertindas dan dibodohi seperti sekarang

Wassalam mualaikum


iqbal jayuska — Sabtu, 09/01/2010 21:39 WIB

para LAKNATULLAH ( YAHUDI ) menguasi dunia ini... maka para sebagian pemimpin di negri muslim tunduk dan patuh, bagaimana seperti anjing dengan tuhan nya. di kasih makan apa ya pemimpin MESIR tunduk terhadap tuhan nya...


ridwan taufik k — Minggu, 10/01/2010 00:41 WIB

Muliakanlah saudara kami di Gaza Palestina dgn hadiah syahidmu Yaa Allah.

Tolonglah saudara2ku yg berjuang menegakkan kemuliaan islam dan kaum Muslimin ya Allah. Aamiin.

Allahumma inna nas aluka daulatil khilafah 'alaa minhajin nubuwwah.


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …