Negara Islam dalam Pemikiran Politik Gerakan Islam Kontemporer

Tampilnya gerakan Islam di pentas politik dan ketelibatan mereka dalam proses demokrasi seharusnya disambut positif. Pemerintahan yang otoriter yang menyumbat proses demokratisasi di dunia Islam

Komentar Masuk:

arif widodo — Rabu, 06/05/2009 12:45 WIB

Alhamdulillah akhirnya usatd aktif nulis juga ya, semoga banyak orang yang akan tercerahkan dengan tulisan2 antum


Usup Supriyadi — Rabu, 06/05/2009 12:55 WIB

terucap Salam dari ana untuk penulis,

secara umum ana sependapat dengan apa yang disajikan dalam artikel diatas.

Sekarang ini kita jangan terlalu sibuk saling menjelekan 'metode', asalkan tetap berlandaskan qur'an dan sunnah, dan niatan yang baik demi umat, walaupun jalur parlementer belum menghasilkan efek yang besar tapi itu juga sebuah metode yang baik, asalkan bukan beroreintasi kekuasaan saja, tapi demi umat. Dan kadang sangking terlalu sibuknya bergulat untuk jalur parlemen dakwah ditinggalkan, umat dibiarkan terbengkalai, ini kan pasti tidak baik. Dan ini menjad tugas sebagian ormas Islam yang menggunakan jalur metode dakwah dari bawah, agar tercipta masyarakat Islami. Semuanya Insya Allah akan menghasilkan kebaikan jika memang dijalankan sesuai dengan aturan-aturan yang syar'i.


Jangan monoton hanya pada satu metode. Tapi bagi ormas yang mengusung 'jihad' dengan mengangkat 'senjata' sebaiknya dihindari, apalagi di Indonesia, sebab situasi dan kondisinya berbeda dengan di Palestina, Irak, Afghanistan, dan negeri-negeri Islam lainnya yang jelas-jelas di serang dengan 'senjata' juga oleh kaum kafir.

Jika jihad seperti itu direalisasikan di Indonesia, maka yang ada hanyalah menimbulan kerusakan, kekacauan, dan kecemasan umat Islam itu sendiri.

Lakukanlah jalan-jalan dakwah yang baik, tidak menyerang sebelum atau akan diserang, tapi kita diwajibkan bersiap siaga dinegeri ini. Wallahu a'lam


Dwi Utami — Rabu, 06/05/2009 14:10 WIB

Assalamu'alaikum Warohmatullohi wabarokatuh.

Alhamdulillah dengan membaca artikel diatas saya menjadi tercerahkan.
Kalau memang melihat kondisi sekarang di Indonesia, sudah sangat sepantasnya jika kita senantiasa mendukung PKS yang berusaha keras berjuang di parlemen.
Sudah saatnya pemimpin-peminpin di Indonesia dipegang oleh orang-orang yang amanah dan betul2 tulus memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat di Indonesia.
Jangan sampai kedudukan yang strategis di negara ini dipegang oleh orang2 yang khianat.
Kasihan bangsa ini yang kebanyakan menderita akibat segelintir orang yang hanya memuaskan dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya.

Saya berdoa semoga PKS tetap istiqomah berdakwah dan semoga bangsa Indonesia mendapatkan limpahan rahmat sari Alloh, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang bermartabat di mata Alloh dan Dunia Internasional.
Amiin...


Nono — Rabu, 06/05/2009 14:46 WIB

Mungkin islam tidak memerintahkan untuk mendirikan negara islam hanya saja islam menganjurkan agar sistem pemerintahan itu jangan bertentangan dengan nilai-nilai islam. Sistem pemerintahan Indonesia saat ini banyak yang bertentangan dengan nilai-nilai islam misalnya masalah penanganan hukum yang masih tebang pilih/tidak adil, konglomerasi/kapitalisme, pembodohan rakyat dst. dan semua itu tidak berpihak kepada kebenaran, maka inilah yang harus diperangi. Demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat ini juga demokrasi yang bertentangan dengan nilai islam sebab hasilnya bukan siapa yang layak tetapi siapa yang berhak jadi pemimpin. Maka yang jadi pemimpin di Indonesia sekarang ini boleh saja manusia, jin, gendruwo, setan asal mendapatkan suara terbanyak sementara demokrasi islam tidak demikian.

Kemudian jihat melawan kebodohan dan moral umat salah satu cermin kebodohan umat adalah dari hasil Pemilu legislatif. Partai sekuler tidak akan pernah menang manakala sebagian besar umat ini terhindar dari kebodohan dan moral yang rendah.


Ahmad — Rabu, 06/05/2009 16:14 WIB

Kita harus membedakan antara Sistem demokrasi yang berlaku dinegara ini ( Baca : Demokrasi Pancasila) dengan implementasi sistem demokrasi di Indonesia.
Menurut saya yang bertentangan dengan nilai-nilai islam misalnya masalah penanganan hukum yang masih tebang pilih/tidak adil, konglomerasi/kapitalisme, pembodohan rakyat bukanlah sistem demokrasinya tetapi karena bangsa ini tidak konsisten di dalam melaksanakan sistem yang sudah disepakati bersama oleh bangsa ini. Jadi ketimbang memilih sistem lain yang hanya akan menimbulkan pro kontra, bercerminlah wahai bangsaku, apakah kalian semua sudah konsisten menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku di negeri ini. Mulailah dari dirimu sendiri sebelum engkau mengkritik orang lain.


singgih — Rabu, 06/05/2009 21:55 WIB

Assalamu'alaikum Wr Wb

Ust seharusnya semua kelompok2 islam berfikir seperti ust.. adem dengernya.. ga seperti yang ada sekarang sesama muslim saling menuduh, memfitnah dan mencaci maki yang seharusnya kalau saja mereka faham bahwa itupun sudah diluar batasan syar'i... entahlah apa yang ada di fikiran mereka yang jelas sudah seharusnya kita bersatu biarlah mereka yang fokus da'wah di parlemen dan yang lain fokuslah berda'wah untuk membina ummat ini baru namanya islam is rahmatan lil 'alamin


r — Kamis, 07/05/2009 08:38 WIB

Ideologi dunia yang diakui ada 3 : Ideologi Islam, Kapitalisme-Sekularisme, dan Sosialisme-Komunisme.
Ideologi memiliki karakteristik/sifat diterapkan, dipertahankan dan disebar-luaskan keseluruh dunia.
Masing-masing ideologi memiliki metode baku untuk diterapkan, dipertahankan dan disebar-luaskannya sehingga masing-masing ideologi juga memiliki imunitas/kekebalan dari pengaruh ideologi lain yang akan menghancurkannya.
Seperti ideologi Islam memiliki sifat diterapkan oleh kaum muslim dengan sebuah institusi yang menerapkannya yakni Khilafah Islamiyyah yang dipimpin oleh seorang Khalifah, dipertahankannya dengan sanksi dan Khilafah dan disebarluaskan keseluruh dunia dengan dakwah, jihad dan Khilafah. itulah metode baku dalam ideologi Islam.
Begitu juga ideologi lainnya memilki metode baku yang terus menerus dilakukan seperti penyebaran demokrasi dan penjajahan (fisik/non fisik) yang dilakukan pengemban ideologi kapitalisme.
Ringkasnya Islam tidak mengenal bahkan tidak membolehkan menghalalkan segala cara karena kekhawatiran2/ketakutan2 dengan alasan2 yang dibuat-buat yang bertentangan dengan Ideologi Islam yang telah memiliki metode baku, yang ujung-ujungnya berujung kepada kegagalan dan tidak ada ridha dari Allah SWT. Wallahu'alam Bish-Shawab


ibe — Kamis, 07/05/2009 09:43 WIB

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saudaraku, semua yang kita lakukan, pasti akan memberikan nilai untuk kumpulan amal kita kelak, keikhlasan menjadi penting kala kita menjalankan tugas kita dimanapun posisi kita,
jauhkan prasangka dan dengki kepada saudara sendiri, ingat dalam sejarah kehancuran Islam di awali dengan melemahnya ukhuwah dan makin tajamnya pertikaian di antara saudaranya sendiri.....
untuk saudaraku di mana saja, di posisi apa saja, selamat berjuang.....semoga Alloh meridhoi perjuangan kita..amiin


Koswara — Kamis, 07/05/2009 10:02 WIB

Assalamu'alaikum wr,wb.


Memang mendirikan sebuah negara / wadah berideologikan islam tidaklah wajib, tetapi pertanyaannya bagaimana mungkin untuk menerapkan sebuah Undang-undang / Syari'ah secara defacto & deyure serta berkesinambungan didalamnya TANPA adanya sebuah negara / wadah.

Maka menjadi wajiblah untuk terlebih dahulu mewujudkan sebuah negara / wadah untuk bernaungnya Undang-undang / Syariah, sebagaimana halnya Berwudhu / bersuci sebelum menegakan shalat.


r — Kamis, 07/05/2009 10:29 WIB

Kelompok dakwah bukanlah kelompok para nabi yang dijamin maksum oleh Allah SWT. sudah menjadi kewajiban dari Allah SWT sesama muslim atau kelompok dakwah saling mengingatkan kembali pada Islam (bukan berarti paling Islami).
Bukannya menghujat atau menyalahkan apalagi menghina atau tidak mau saling mengingatkan karena merasa kelompok dakwahnya adalah kelompok terbaik dibanding kelompok dakwah lainnya. Allah SWT memerintahkan bersatu dalam berpegang kepada tali Allah dan melarang berpecah belah. Wallahu'alam bis-Shawab.


fathan — Kamis, 07/05/2009 17:16 WIB

Assalamu'alaikum
..wah..bahasanya keren2..tapi bagi saya cukup 1 poin saja : bukankah demokrasi itu BERTUHAN pada RAKYAT ? (krn RAKYATlah yg membuat hukum..menentukan boleh (halal) dan tidak (haram)nya suatu urusan....
Jadi......bagi saya demokrasi BATAL pada poin pertama..LAA ILAAHA ILLA ALLAH !

Uraian yg sangat bagus dari saudara r (komen no 7)_________wallahu'alam...


bangone — Kamis, 07/05/2009 19:56 WIB

Idealisme yang seharusnya kita teladani adalah qudwah kita Rasulullah SAW, dakwah Rasulullah mampu mengkombinasikan antara idealisme maknawiyah dan syari'ah sebagai platform ilahiyah dengan strategi nilai-nilai universal dan kemaslahatan umat.
Bukankah Rasulullah berdakwah di Makkah didalam Baitullah yg msh dipenuhi taghut keberhalaan, dan Rasulullah tdk berbuat anarki dlm fase ini, bahkan ktk terbentuknya daulah islam ketika peristiwa Umrah Aqabah setelah Hudaibiyah mereka tetap memelihara aturan main utk menghormati tdk melakukan perusakan didalam Baitul Haram.
Dan juga dengan berbagai tradisi jahiliyah seperti Jiwar yg diberikan bani Muthalib dan bani Khuzaah yg memberikan perlindungan eksistensi umat islam beliau terima dan dimanfaatkan.
Kita butuh orang2 idealis tetapi berfikir cerdas dan strategis untuk memaslahatan dakwah dan kebangkitan islam, bukan orang2 arogan dengan idealisme tinggi namun tdk jelas progress arah kedepan.


imad — Jumat, 08/05/2009 07:33 WIB

Walaupun agak bingung membacanya. Saya sangat berharap kepada Sang Penggenggam hati dan jiwa, semoga kaum muslimin sedunia diberi hidayah oleh Alloh Azza wa Jalla agar bisa BERSATU dalam berjuang untuk kebangkitan Islam, dan TIDAK TERPERDAYA oleh beragam tipu daya yang dilancarkan musuh musuh Islam. Semoga Nasrulloh segera tiba. Amin, Ya Mujibassailiin.


imad — Jumat, 08/05/2009 08:07 WIB

Afwan kabir, saya dulu juga pernah punya pendapat seperti akhi penulis. Bahwa saat ini demokrasi adalah satu-satunya cara untuk meraih cita-cita Islam, suka atau tidak suka, sesuai atau bertentangan dengan Islam...Tapi alhamdulilah sekarang saya sadar, ternyata Islam punya metode sendiri yang khas sesuai arahan Alloh dan RasulNya. Insya Alloh kalau kita mengikuti arahan tersebut, Alloh akan ridho. Satu nasehat untuk saya sendiri dan untuk semua saudaraku kaum muslimin : Cobalah untuk membuka hati, hilangkan segala gengsi dan kesombongan, hilangkan su'udzon, atas peringatan dan nasehat yang datang kepada kita demi ketaatan kepada Alloh. Anggaplah peringatan itu wujud rasa sayang karena Alloh dari saudara kita sesama muslim. Bukankah kebenaran hanya akan singgah pada orang yang tidak ada kesombongan sedikitpun di hatinya?


achmad fauzi — Jumat, 08/05/2009 08:56 WIB

Semoga kelak kita yang muda bisa memimpin umat ini ke jalan yang benar dan menjadikan negara ini baik yang pada akhirnya Tuhan mengampuni penghuninya.
Fauzi Salam


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …