Mari Kita “Peringati” Tahun Baru!

Jika kita sadari, esensi hijrah itu sendiri bukanlah sekedar eksodus umat Islam dari Makkah menuju Madinah, melainkan upaya penyelamatan ideologi bersama dari serangan kaum kafir Makkah

Komentar Masuk:

indah — Selasa, 29/12/2009 10:28 WIB

"peringati Tahun Baru"= Resolusi
yup...betul banget, karena sesungguhnya perubahan menjadi lebih baik adalah keniscayaan.


M.Yusuf — Selasa, 29/12/2009 12:57 WIB

Peristiwa Hijrahnya Rasululloh saw merupakan bagian dari rangkaian dakwah Beliau. Hijrah menjadi momentum perubahan fase dakwah dari fase Makkah (sebelum penerapan Sistem Islam) menjadi fase Madinah (Setelah penerapan Sistem Islam).
Jika diperhatikan dgn seksama, jernih, dan mendalam, pada fase Makkah, Rasululloh saw dan para sahabat hny melakukan dakwah scr lisan utk mengajak manusia pd Kalimat Tauhid dan ajakan penerapan sistem berdasarkan Islam sekaligus penolakan thd sistem Jahiliyah. Beliau bahkan menolak penguasa Quraisy yg akan memberikannya kekuasaan, pdhl adanya kekuasaan sgt penting dlm menjaga eksistensi dakwah. Alasan penolakan Beliau krn menganggap kekuasaan yg akan diberikan msh mentolerir sistem Jahiliyah. Utk itu Beliau dan para sahabat rela dan sabar ketika dianiaya, difitnah, dan diboikot dlm menjalankan misi dakwahnya dan tdk terlibat dlm sistem jahiliyah saat itu.
Saat ini bs dikondisikan spt pd fase Makkah dan bersiap utk "ber-Hijrah" pada fase Madinah dengan mengikuti metode dakwah Rasululloh saw, krn Beliau lah yg paling pantas utk diteladani dlm perkara ini.
Sy kira klo semua gerakan dakwah sepakat dan bergerak bersama akan hal ini, pasti dakwah akan lbh mencapai pada harapan yg dituju dan kt dpt segera "ber-Hijrah" utk Melanjutkan Kehidupan Islam yang diridhoi Alloh SWT.


suzan oktaria — Selasa, 29/12/2009 13:07 WIB

Mari kita melakukan perubahan, dan mari kita memberikan manfaat bagi sesama karena sebaik – baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain


ayu — Selasa, 29/12/2009 13:09 WIB

yup, perubahan penting banget, mg ke dpn bangsa qt lebih baikk


sasada — Selasa, 29/12/2009 15:49 WIB

........."Tidak perlu berapi-api mengharamkan bank konvensional jika masih banyak bank “Islami” bahkan BMT yang menggunakan konsep riba namun dibiarkan beroperasi menipu rakyat"....

Good point......, kita masih suka kulitnya ketimbang isinya, bagaimana mau hijrah secara hakiki.


candra bayu — Rabu, 30/12/2009 02:15 WIB

bicara hijroh yg penulis katakan kita kembali menapaki jejak bagaimana Rosulullah Saw berdakwah saja apakah kita siap jadi golongan minoritas , di kucilkan karena beda prinsip ( aqidah + keyakinan ) ketahuilah kita hari ini hidup di zaman jahiliyah ( lebih jahiliyah dari zaman rosul dulu karena hakikat jahiliyah : bodoh terhadap syareat Islam itu sendiri ) . Itu baru hijrah dalam keyakinan ( mampukah & sfiapkah kita ) apalagi hijrah meninggalkan kampung halaman ( akan lebih tdk siap lagi ) .
Dan perlu jadi catatan buaft penulis kita hari ini berseberangan bukan masalah cabang lagi tetapi berseberangan masalah aqidah ( dan itu harus tdk ada tawar menawar lagi ( para imam madzhab memang dalam masalah cabang berbeda tdk di permasalahkan & masih bisa bersatu , tetapi untuk masalah aqidah dari ke 5 imam maddzhab sepakat tdk ada perbedaan ) hal ini yg perlu di pahami bagi penulis ) .
dan juga perlu kita sadari bersama bahwa 2 kalimat syahadaft yg telah kita ucapkan dpt batal dg sendirinya sebagaimana batalnya shkolat dg kentut ( hari ini kebanyakan dari umat islam tdk menyadari jika syahadatnya telah batal dan ironinya kebanyakan tdk tau ilmunya )
Dg momentum tahun baru hijriah mari kita perbaiki keislaman kita siapa tau syadat kita batal dan kita merasa bahwa syahadat kita batal .


agustina_ — Rabu, 30/12/2009 13:51 WIB

Tahun baru=semangat baru
semangat untuk berubah,.
semangat untuk lebih baik, pastinya
semangat untuk membayar amanah yang masih terutang............
SEmangat berbenah diri!!!!!!


syawaril.nuris — Rabu, 30/12/2009 22:37 WIB

Hijrah yg utama adalah dari meyakini ada yang berkuasa selain Allah kepada meyakini bahwa tidak ada penguasa selain Allah. Hanya kepada Allah memuji, menyanjung, memohon pertolongan dan perlindungan, tidak kepada selainnya termasuk negara. Siapa menjadikan pelindung selain Allah, termasuk negara,termasuk bukit (anak Nuh mencari perlindungan kegunung),kepada manusia, kepada jin maka itulah perbuatan syirik. Orang yg pindah dari Mekkah ke Medinah tetapi tetap bertuhankan selain Allah (meyakini ada yang berkuasa selain Allah) maka tdk berguna hijrahnya. Allah melaknat Fir'aun karena tdk mau mengakui kekuasaan Allah dan sewaktu diperlihatkan kekuasaan Allah dikatakanNya sihir.
Allah memerintahkan jangan berpecah belah tentang agama artinya jangan berbeda pendapat tentang wahyu yaitu ada yang kafir dan ada yang beriman dan berpegang teguh atas agama Allah ( berpegang teguh= meyakini tanpa sedikitpun keraguan atas kebenaran wahyu). Tdk ada gunanya hijrah tempat kecuali hijrah keyakinan (keimanan) dari tidak meyakini kekuasaan hanya milik Allah menjadi kekuasaan semuanya dalam genggaman Allah.


gilig — Kamis, 31/12/2009 01:15 WIB

"Tidak perlu berapi-api mengharamkan bank konvesional"

- tugas ummat adalah berdakwah
- mengadakan bank Islam adalah tugas pemerintah

Jadi tidak perlu berapi-api melarang mereka untuk berbicara tentang keharaman bank konvesional.


semangat — Kamis, 31/12/2009 13:11 WIB

@Agustina :

Tahun baru adalah semangat untuk BERUBAH, bla bla bla...

AH, bukannya semangat pemerintah dan partai koalisinya adalah semangat untuk MELANJUTKAN...


Tukul — Jumat, 01/01/2010 04:54 WIB

Mengapa masih banyak orang merayakan tahun baru 1 Januari yang merupakan Solar Calendar buatan Paulus? Bukankah Nabi Ibrahim dan semua keturunannya di Timur-Tengah, Asia, Afrika, Arab, Yahudi, India, China, Indonesia adalah bangsa Lunar.


Anug — Jumat, 01/01/2010 09:29 WIB

Assalamu'alaikum...
Merayakan thn baru hijrah (Islam) adl bid'ah. Krn tdk prnah dcontohkn olh para Shahabat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, para tabi'in & tabi'ut tabi'in.
& krn itu tak prlulah kiranya kita ikut2an latah macam org2 kafir itu. Mereka merayakan natal (lahirnya Isa Al Masih) maka umat Islam ikut2 jg dgn perayaan Maulid Nabi, Mereka merayakan kenaikan Isa Al Masih maka kita ikut2an merayakan Isra' Mi'raj, & kini mereka merayakan thn baru masehi kita pun jg ikut2an merayakan thn baru Hijrah.
Ingat sabda Rasulullah bahwa sesungguhnya hari raya ummat Islam hanya ada 2 : Idul Fitri & Idul Adha. Ingat pula bahwa Rasulullah sudah memperingatkan "Sesungguhnya kalian pasti akan mengikuti langkah org2 kafir sedikit demi sedikit hingga mereka masuk ke lubang pun kalian ikuti". Lalu sahabat bertanya "Apakah yang engkau maksud adalah org2 nasrani & yahudi?". Rasulullah menjawab "Siapa lagi kalau bukan mereka?".
Rasulullah bersabda "Barangsiapa menyerupai (tasabuh) kpd suatu kaum maka ia termasuk golongannya".
Itu adalah peringatan bahwa kita akan senantiasa tasabuh pada orang kafir & sekarang kita benar2 melakukannya.
Terakhir saya ingatkan bahwa Rasulullah selalu mengingatkan kita "sesungguhnya segala perkara baru (yang tdk ada contoh dr Rasulullah & para shahabat) adalah bid'ah, & segala yg bid'ah adalah sesat!"
Apa kita mau digolongkan macam org kafir lagi sesat!?
Coba kita fikirkan?
Maaf sbelumnya jika kata2 saya agak menyinggung antum semua. Sya hanya sekedar mengingatkan, krn itu adl kwjban stiap muslim untuk nasihat-menasihati dgn kebenaran...


heru — Jumat, 01/01/2010 15:51 WIB

kenapa umat Islam susah bersatu di seluruh dunia? di Indonesia saja susah, yaah mungkin satu sama lain inginnya menasehati, tapi di saat yang sama sulit menerima pendapat org di luar kelompok, atau dirinya, saling membid'ahkan dan tidak bisa berpikir positif terhadap umat Islam di luar dirinya maupun kelompoknya, contohnya orang seperti Anug akan sulit diajak berdialog, yaa merasa dirinya sudah benar


agaga — Sabtu, 02/01/2010 01:49 WIB

tahun ini kita sedih karena kehilangan tokoh bangsa Gus dur.... smoga. roh semangat gusdu menebar perdamaian senantiasa memberikan inspirasi kita semua memulai lembaran tahun baru.
mari isi lembaran tahun baru dengan amal tulus


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …