Membangun Visi Bangsa Berkarakter

Para capres sepertinya lupa bahwa visi ideologi pembangunan yang hanya mengedepankan pembangunan materi itulah yang kemudian menjerumuskan bangsa ini dalam kubangan hutang luar negeri

Komentar Masuk:

hanif — Kamis, 09/07/2009 10:29 WIB

komentar yg bagus, memang saat ini indonesia dunia tujuannya, orang dipandang terhormat jika mempunyai harta lebih, bahkan katanya supaya perusahaan jalan dibuatlah sistem outsorching, dg alasan perusahaan tetap berjalan dlm krisis, kalau boleh jujur, setiap pempimpin diperusahaan tentu dia punya mobil mewah dan apartemen, coba lihat harga apartmen sekarang diatas 1 milyar, dan berapa harga mobil mewah saat ini, milyaran, lalu berapa gaji buruhnya, kalau boleh jujur, mereka2 ini mengejar kemewahan, akibat tuntutan lingkungan sekitarnya, kalau ingin dihargai dan dihormati, kita harus punya simbol2 kemewahan, akhirnya karyawan dikorbankan.


r — Kamis, 09/07/2009 10:36 WIB

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Umar bin Khattab berwasiat ketika melepaskan tenteranya berperang: ”Dosa yang dilakukan tentara (Islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, kerana jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, kelengkapan kita tidaklah dapat manandingi dengan kelengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”

Sudahkah Gerakan Islam dan umat Islam memiliki visi dan berkarakter yang Islami?


budiman — Kamis, 09/07/2009 11:49 WIB

Pemimpin dilahirkan oleh rakyatya. Saat rakyat memiliki karakter maka akan melahirkan pemimpin yang berkarakter. Ini berarti bahwa yang harus dibangun adalah karakter rakyatnya dulu baru akan melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Pembangunan karakter bangsa tentunya butuh waktu yang lama (bertahun tahun), karena untuk membangun karakter anak saya sendiri saja dibutuhkan waktu bertahun tahun apalagi untuk membangun karakter mayoritas rakyat di negri ini.
Untuk itulah mari kita giatkan aktivitas dakwah dimasyarakat, saling bergandengan tangan tanpa saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain. Lebih baik bertanya pada diri sendiri sudahkah saya menjadi orang yang berkarakter islami dan sudah berapa banyak orang yang sudah saya rubah sehingga memiliki karakter yang islami.
Mari ber-fastabiqul khoirot memperbanyak orang berkarakter islami dinegri ini yang nantinya akan mampu melahirkan pemimpin yang berkarakter islami


muhtadin — Kamis, 09/07/2009 17:28 WIB

Alhamdulillah...komentar yang sangat-sangat bagus.
persis yang di hadistkan rasulullah, bahwa di akhir zaman ini sudah terjangkit penyakit hubbud dunya (cinta dunia) dan takut mati.
Jangan heran...agenda yang di junjung para capres/cawapres porsi kesejahteraan lebih besar daripada porsi/tema tauhid kepada Allah.


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …