Tantangan, Konsekuensi Wujudkan Mimpi

"Nabi-nabi berhadapan dengan komunitas yang hanya mau mendengar kata LANJUTKAN, atas apa yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka. Bahkan di ayat yang lain, ketika nabi berusaha menawarkan gagasan perubahan, mereka malah dituduh haus kekuasaan."

Komentar Masuk:

Ikhwan — Sabtu, 11/07/2009 09:42 WIB

Apa sih maksud di balik tulisan diatas kok pake nyinggung kata-kata 'LANJUTKAN' apa untuk menyalahkan orang-orang yang memilih SBY-BOEDIONO yang memiliki Jargon 'LANJUTKAN' dalam kampanye Presiden kemaren, terus terang tulisan diatas gak jelas arahnya


muhammad habib — Sabtu, 11/07/2009 15:46 WIB

aswwrwb

dewan redaksi yang terhormat,
ane bingung kayak nye orang-orang di ermus ini para be es ha deh atau orang-orang lemah yang gak bisa berbuat kecuali bikin orang lain juga was-was.
semua artikel dan tulisan di sini semua nye bernada 'miring' thd kelompok tertentu, all rubrik diarahkan kesana..
kayaknya para redaksi ermus tinggal nunggu aja 'serangan jantung' berikutnya, habis itu...tutup deh ermus!
tolong resapi kata-kata ane ye


Mahendro — Sabtu, 11/07/2009 16:12 WIB

Aktivitas manusia memang sangat kental dgn kebiasaan, yang menjadi masalah apabila kebiasaan tsb tidak melalui proses tarbiyah dan tazkiyah. Maka utusan Allah yang muliapun dianggap "wong edan". Pokoknya "kumaha aing" kalau pinjam istilah bhs sunda, LANJUUUUT !!!.


Pro perubahan — Sabtu, 11/07/2009 16:38 WIB

Ujian & Ejekan pertama dari seorang @IKHWAN.

Tapi seperti kata tulisan ini ....

"Hanya orang-orang yang berani menghadapi segala ejekan yang bisa merubah mimpi menjadi kenyataan. Amin.."


Abdi Robby — Sabtu, 11/07/2009 17:46 WIB

Memang aga mirip sedikit sih, kl orang-orang jahiliyah dulu bersikelas meLANJUTKAN tradisi nenek moyangnya (budaya jahiliyah) & menolak dgn keras sgl nasihat/ajakan para Rosul tuk menapaki jalan hidup sesuai petunjuk Alloh, sebagian besar para pendukung SBY-Boed juga bersikeras meLANJUTKAN kepemimpinan pak SBY dgn sgl track record baik buruknya, yang baik okelah kita LANJUTKAN, tp kl yg ga baik spt terus memelihara legalitas ahmadiyah aliran sesat perusak aqidah dan enggan membubarkannya, menjalankan system ekonomi kapitalis (ekonomi pasar) yg untuk menilai baik buruknya ekonomi negeri ini dilihat dari menguatnya IHSG di bursa saham, bukan dari kesejahteraan ekonomi rakyat, dll kan seharusnya jgn diLANJUTKAN. Yg jadi masalah adalah mereka (para pendukung SBY-Boed) terkadang menutup mata dgn sgl kesalahan spt diatas dan malah membelanya dgn berbagai dalih & alasan, bukan malah mengakui kesalahan & berjanji tuk berusaha memperbaikinya, dan diforum2 debat atau diskusi tentang hal semacam itu, bila sudah terpojok maka mereka tak mempunyai jawaban lain selain LANJUTKAN, jadi ditanya atau dikomentari apapun jawabannya ya LANJUTKAN.. ;>


Rasam — Sabtu, 11/07/2009 17:47 WIB

Sesuatu yang baik,sudah selayaknya diteruskan...sesuatu yang belum dimulai belum tentu hasilnya sesuai yang diharapkan...saya bukannya membela jargonnya ; SBY-BUDIONO; tetapi itu adalah sebuah kenyataan.


cinta — Sabtu, 11/07/2009 22:53 WIB

buat IKHWAN, sy rasa anda aneh & tlalu sensitif ya..apa yg disampaikan tulisan ini sama skali tdk menyangkut jagoan kesayangan anda SBY..apa para pembela SBY umumnya sama ya? gak pernah jernis melihat sesuatu & gelap mata kalau terusik sedikit, seperti malarangeng cs..
bacalah dgn hati dan fikiran jernih..coba anda lihat mana yg salah dari tulisan ini..
mengenai kata lanjutkan, memang rosul menghadapi masalah ini bukan? seperti ayat yg dikutip dalam tulisan ini bahwa org kafir ketika di da'wahi banyak yg menolak dan hanya mau mengikuti tradisi nenek moyang..lalu apa yg salah??

anda gak usah picik lah...sy mengikuti tulisan bang najib bukan cuma yg ini, tp juga tulisan sebelum2nya..smuanya positif, memotivasi dan penuh solusi..

maju terus bang Najib..beri pencerahan pada bangsa..yg tdk suka sperti IKHWAN adalah hal biasa..

salam
Cinta


abu assafan — Sabtu, 11/07/2009 23:35 WIB

Sesungguhnya inti dari dakwah para Rosul ( NUH AS - MUhammad SAW ) menundukkan manusia hanya beribadah kpd Allah SWT dg meninggalkan sesembahan selain Allah baik dg rela maupun terpaksa , dan pasti banyak musuhnya baik dari jin & manusia .
Hal tsb yg harus selalu tertanan di setiap pribadi seorang yg mengaku beriman misi utama : menegakkan syareat Allah di muka bumi .
Hari ini orang yg mendengungkan untuk di tegakkan nya syareat Islam sebagai pengganti syareat DEMOKRASI di anggap mimpi di siang bolong , yg anehnyaq lagi yg menertawakan juga orang yg mengaku beragama islam ( munafik sejati ) .
yg jadi pertanyaan sudahkah hati kita tata , keilmuan kita siapkan , keberapa besar kebulatan tekat kita sebagai seorang muslim untuk mengemban amanah Allah SWT tsb .
karena hal tersebut membutuhkan biaya yg besar kesungguhan yg besar , dan orang -orang yg besar pula tdk cuma sekedar yg penulis contohkan ( butuh seorang pionir - pionir untuk membangunkan raksasa yg sedang tertidur )


sumeleh — Minggu, 12/07/2009 05:37 WIB

Mari kita memperbanyak teman yang berani bermimpi.
Umat Islam akan selalu tertinggal jika tak berani bermimpi, dan memilih melanjutkan "kenyamanan" yang "menipu".



Slf — Minggu, 12/07/2009 07:47 WIB

Buat @Ikhwan CS, Janganlah kita berlebih2an dalam membela suatu jargon/kaum/kelompok seperti halnya kita membela agama kita. Sebab tokoh dan sistem pemerintahan yang dibela secara gelap mata itu bukanlah para tokoh dan sistem yang pro kepada syari'at Islam. Malah cendrung & condong kepada sistem kafirin & munafiqin. Saya kuatir jika kita berlebih2an dalam membela mereka maka kita akan termasuk kedalam golongan mereka. Naudzubillah.


Abu Ahmad — Minggu, 12/07/2009 08:01 WIB

walaupun bagus tapi ini artikel teraneh yang saya baca di Eramuslim. judul-nya aneh dan isinya hampir tidak relevan dengan judul yang mengisyaratkan slogan kandidat capres tertentu. jadi kayak cari sensasi lah. nilai-nya 6 aja deh. kalo bisa bikin artikel jangan kayak judul-judul kayak di surat kabar kuning. cari sensasi doang.


Adi — Minggu, 12/07/2009 09:58 WIB

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
afwan sebeumnya. menurut ana, apa yang di sampaikan akhi ikhwan keliru. karena kata LANJUTKAN di sini berbeda konteks dengan kata LANJUTKAN yang di maksud akh ikhwan.


iwan — Minggu, 12/07/2009 13:27 WIB

tulisannya bagus, mas najib!
kalau tulisan mas najib dihubung-hubungkan dengan kondisi saat ini memang, kayaknya memang ada yang aneh, tapi coba di bawa kepada hal yang positif atau jangan dihubung-hubungkan dengan yang lain, tulisan mas najib jadi motivasi buat kita semua untuk berbuat sesuatu yang kita inginkan, tetapi aneh bagi orang lain.


hapsah — Minggu, 12/07/2009 19:28 WIB

lanjutkan/teruskanlah/istiqomah dalam hal kebaikan...untuk mewujudkan mimpi2 ever after...


cinta — Senin, 13/07/2009 08:06 WIB

@abu ahmad, fikiran anda ternyata tak sebagus nama anda..penuh dengan prasangka, tidak jernih dan kurang cerdas menangkap pesan dalam tulisan ini...
jangan2 anda tidak baca utuh aritikel ini?? kalo komentar mbok ya dibaca dulu..jangan cuma liat judul & penggalan kalimatnya..masa kelakukan seperti pedagang asongan mau menilai tulisan ini..malu ahh sama nama...

cinta


sasada — Senin, 13/07/2009 09:39 WIB

sebenarnya sih wajar orang mau berubah atau tidak tentunya bergantung pada apakah dia mendapatkan kemanfaatan di masa kini dan kemungkinannya di masa datang. kalo orang yang merasa nyaman dengan masa kini ya pasti inginnya lanjutkan. Dan jika di masa datang kemungkinan juga akan merasa nyaman walau ada perubahan, maka mereka akan pilih lanjutkan sambil berubah. Mungkin masyarakat saat ini (60%) merasa nyaman dgn masa kini dan kemungkinan juga akan merasa aman dgn masa depannya, maka mereka memilih lanjutkan sambil terus berubah memperbaiki.


Cinta Tarbiyah — Senin, 13/07/2009 10:14 WIB

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Saudara-saudara ku... Menurut ana, Artikel tersebut bagus dan yang memberi komentar juga bagus... tapi kita juga jangan berdebat berlebihan ya...yang nantinya akan menjadi perselisihan...lebih baik sekarang persiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang sangat mulia yaitu bulan Ramadhan


atik — Senin, 13/07/2009 11:48 WIB

Tulisan dari Mas Najib cukup menggugah...memang untuk mencapai hal besar harus berani bermimpi dan mungkin dipandang aneh oleh orang lain....Tapi..sekedar usul, agar tidak terjadi kesalahpahaman sebaiknya Mas Najib tidak perlu memasukkan kata-kata yg mengundang 'komentar' atau kontroversi pembaca yg sebenarnya tidak terkait dengan isi tulisan...Sekian dan terima kasih. Wassalam


Cinta Damai — Senin, 13/07/2009 15:15 WIB

Asslm Wrwb
Afwn Akhi Muhammad Najib, kalo antum mau memberikan ilmu atau pelajaran ana rasa gak perlu menggunakan kata2 yang dapat memancing komentar dan menjadikan perselisihan apalagi kata yang di maksud sengaja di tulis dengan huruf kapital, kalo tujuannya bukan untuk memancing masalah ya biasa aja nulisnya seperti kata-kata yang lain gak perlu di perbesar, bagi temen-temen yang berpikiran jernih dan tidak emosi juga pasti akan bertanya kenapa harus di tulis dengan huruf kapital, maksudnya supaya tidak ada kesan memprofokasi, jadi yang tadinya bermaksud baik malah menjadi tidak baik, karena menimbulkan perpecahan/perselisihan


Prihatin — Senin, 13/07/2009 15:34 WIB

Buat saudara2 seiman, apalagi yang memiliki nama2 bagus (Islami), spt para komentator di atas :

"Lebih baik energi & kemarahan kita disalurkan untuk membela saudara2 kita yang sedang dizholimi oleh pemerintah CHINA. Itu akan jauh lebih berpahala & lebih bermanfa'at, dari pada sekedar membela habis2an jargon 'LANJUTKAN' yang disekelilingnya adalah para foxer dan kaum liberalis yang anti syari'at itu !."


Isarah — Senin, 13/07/2009 19:28 WIB

Semoga tulisan sdr membuat semua yang membacanya sejenak merenung....apakah qt masih punya "mimpi" hidup dalam naungan Islam yang kaaffah atau jd orang yang putus asa "tanpa sadar" thdp mimpi ini....


coy — Senin, 13/07/2009 20:55 WIB

kalau menurut saya,ini kritikan buat pks.jadi kalau sudah membuat partai dakwah dan mempunyai visi berjuang untuk menegakkan syariat islam.maka jangan malu dicemooh atau malu nggak laku partainya .tapi harus tetap jalan terus.apalagi terus berteman ama partai sekuler demi mengejar kekuasaan.dan ikut ikutan latah LANJUTKAN.barangkali lho....


Suryo — Senin, 13/07/2009 21:10 WIB

Pertama kali datang Islam di anggap aneh, lalu menjadi bagian dari kehidupan, dan akan menjadi aneh kembali. Namun berbahagialah bagi orang yang dianggap aneh.... Bung Najib, berbahagialah anda yang dianggap aneh... tetaplah istiqomah dalam perjuangan...


sili — Senin, 13/07/2009 22:20 WIB

assalamu`alaikum.
salam hormat dan damai untuk saudara-saudara ku.
Wahai Saudara ku yang sholeh/ah artikel ini memiliki isi yang sangat luar biasa, banyak ilmu yang dapat kita petik dari sang penulis. Kata-katanya begitu baik, ilmunya pun begitu berisi.Lalu apa yang harus diperdebatkan???"LANJUTKAN" saya rasa ini penyebabnya. Yah memang ketika sekilas membaca artikel diawal, tak dapat dipungkiri jika kita secara langsung berfikir pada salah satu jargon, itu biasa karena memang era kita saat ini sedang berhadapan dengan kata-kata tersebut.Saya fikir tidak ada yang salah baik sang komentar ataupun sang penulis, karena mereka memiliki pandangan tersendiri. Kita coba menghormati mereka, jangan justru menambah panas suasana.namun mungkin ada baiknya jika lain kali, baik sang penulis atau sang komentar betul2 berfikir apakah tulisan ini akan menimbulkan perdebatan yang berarti atau tidak. kita kan sesama muslim bersaudara...ga usah gontok-gontokan apalg sampai mencap saudara seiman kita dengan hal yang tidak baik.
Maaf yah kalau ada salah2 kata.
Wassalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


Kirim Komentar

Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan

Nama


Email


Website (opsional)


Komentar



 
 
 
Pemuda & Mahasiswa
Kirimkan pemikiran, ide, serta pandangan Anda via email ke redaksi@eramuslim.com dengan judul "Pemuda-Mahasiswa" sertai profil singkat.
 
   
 
Share
 

PELUANG

 
 
 

Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
  Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...

Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...

Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
  Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...

Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...

 
Education Corner

Ada Apa Dengan Anak Remaja Kita

Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Semua Rakyat Berhak Jaminan Sosial

JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Tatap Masa Depan di RBA Kampung Muka

Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan  oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …