Secara operasional, bahwa dakwah adalah politik dan politik adalah dakwah dapat dipahami dengan baik oleh setiap muslim apabila pertama, memahami universalitas Islam; kedua, memahami risalah penciptaan manusia; dan ketiga, mengatahui cara merealisasikan risalah tersebut sesuai dengan ajaran Islam.
ya.... tapi jangan sampai kurikulum berdasar pada pesanan dari luar islam.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Dakwah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslim yang mukallaf. Sedangakan politik (Islam) diartikan memelihara dan mengatur urusan umat dengan Syariat Islam, bukan dengan selain Islam seperti demokrasi. Dakwah politik adalah keniscayaan, sehingga dibutuhkan kelompok dakwah politik yaitu kelompok yang mendidik umat agar pemahaman, standar dan kerelaan umat diatur dengan Islam. Sehingga timbul kesadaran umat untuk menegakkan Islam dan mencampakkan Sistem selain Islam seperti demokrasi. Wallahu'alam
politik adalah politik..
dakwah adalah dakwah..
jangan dicampur aduk jadi "Politik Dakwah"
kalau mau berpolitik, berpolitik saja..
kalau mau berdakwah, berdakwah saja..
jangan dicampur aduk jadi politik sambil berdakwah atau dakwah sambil berpolitik..
karena sudah ada bukti nyata kegagalan dicampur aduknya dua hal tsb: PKS.
politik dan dakwah tidak bisa dipisahkan. Ia bagaikan sisi mata uang.
Politik dab dakwah akan sejalan jika keduanya tdk dicampur aduk dg fikroh kufur.Sperti kebanyakn parpol Islam yg berjuang dlm sistem kufur demokrasi. Termasuk di negeri ini.
Pokoke...say no sekuler!
Islam = politik
sebuah kebodohan yg nyata! anak2 mengartikan arti politik...jadi ya dangkal deh... hehehe
kedewasaan sebuah harakah teruji pada wktu mengalami tribulasi...
harakah yg lurus2 saja ... bisa berarti...
harakah yg masih ingusan...
harakah yg miskin pengalaman...
pengalaman itu, bukan diukur dr berapa lama harakah berdiri... tetapi berapa rumit persoalan yg dihadapi.. dan seberapa berhasil harakah itu mengatasi fase2 tribulasi itu...
ya... tpi
ah sudahlah... teori, buku dan diskusi memang tidak banyak memberi pelajaran kecuali keyakinan
sebuah pemahaman akan kebenaran yang hakiki tidak di umbar secara cuma-cuma.tapi hanya hati yang masih jernihlah yang bisa menangkap cahaya kebenaran itu....
perbedaan opini sudah menjadi hal yang mesti karena sunnatullah telah berlaku sejak zaman azali..
tapi yang di sayangkan sikap saling menyalahkan,merasa benar sendiri dan saling menjatuhkan.dan ini adalah sumber kelemahan islam..
bersihkan hati,jaga lisan,ssmg selamat dunia akhirat...
indah kalau semua bisa bergerak dan berdakwah dengan caranya masing-masing tanpa menyalahkan gerakan yang lain...
terus berjuang bersama partai da'wah...
Da'wah itu menurut ane, tdklah sempit ma'nanya..kita bisa berda'wah lewat siasyah(politik) ato dimana aja yg penting sampekan bilkhikmah.. Af'wan..
memisahkan antara politik dan dakwah agaknya bukan ide yang bijak, walaupun dalam kenyataanya dakwah sering ternodai ketika masuk dalam kancah politik(konteks keindonesiaan), karena dalam islampun ada politik. Demokrasi hanya bikinan manusia, tidak ada aturan baku dalam demokrasi, jika ada peluang untuk merubah sistem yang ada kearah yang lebih baik(islami) kenapa tidak kita ambil. tergesa-gesa itu tidak baik, bukankah dalam pengharaman khamar saja ada tahap-tahapannya.
Terus terang saja realita yg ada saat ini ,para aktivis dakwah kebanyakan sebelum dia di rangkul oleh dunia / masuk dunia parlemen / pemerintahan baik yg terbawah sampai pusat sekalipun pada awalnya lantang menerangkan kebenaran apa adanya sesuai Al Qur'an & As Sunah sampai sampai kucing 2 dg aparat dan tak jarang yg keluar masuk penjara .
Tetapi apa yg terjadi setelah dia di rangkul dunia yg melenakan dan jabatan yg empuk maka lambat laun suaranya yg mulanya lantang jadi sedikit demi sedikit pelo dan terdengar gaungnya ( mereka ini mempunyai falsafah ular artinya jika ingin memegang ular jangan ekornya tetap[i langsung kepala jadi para aktivis dakwah tsb ramai ramai masuk senayan / gedung 2 pemerintahan yg ada ) sunggung sangat ironis .
Jadi yg penulis kemukakan bahwa para pitikus islam yg ada di parlemen untuk berjuang menegakkan syareat islam jauh panggang dari api .
Ibarat ada sebuah rumah yg diatas bukit meluncur bola salju besar yg akan menerjang rumah tsb , para politikus islam yg ada di parlemen itu ibarat sedikit menghambat laju bola salju tetapi toh akan meluncur juga menabrak rumah hingga hancur berkeping keping .
itu lah fenomena islam di tanah air ini .
Pak Khairul Huda,
Pengharaman khamar memang bertahap, tetapi setelah khamar itu akhirnya dinyatakan haram, apakah kita ingin kembali lagi menyatakan khamar itu mubah?
Alqur'an sudah turun secara bertahap dan akhirnya turun secara lengkap. Lantas apakah kita akan berdalih untuk kembali pada Iqro saja dan membuang ayat yang lain?
Inilah penyalahgunaan dari konsep tadarujj. Memang benar khamar diharamkan secara bertahap, tetapi apakah Rasulullah Saw. juga menggunakan konsep tadarujj dalam urusan politik?
Apakah Rasulullah pada awalnya berkompromi dengan pemerintahan Quraisy yang kufur dan "duduk" bersama2 mereka?
Wassalam
masy "ALLAH... apa jadinya klo org berdakwah tanpa politik.. poltik jgn diartikan yg hnya di parlemen saja... klo gk ada kdr dakwah di parlemen para penganut sekuler dan kapitalis akan menari-nari di atas aturan dan penderitaan rakyat... bagaimana mw tgak undang2 syari'at klo pendukungnya di parlemen cm dikit... klo mw rasakan btp pntingnya politik.. tafadlal gabung cr tw apa sebenarnya arti politik, org yg mengatakan politik da'wah tdk pntng mgkn blom trlibt.. afwan
Kayaknya masing2 pada ngotot antara apakah harus dipisah atau dicampur antara dakwah dan politik; antara demokrasi dan otokrasi. Kalau soal kehidupan dunia kayaknya gak bisa hitam putih, ini-itu, begini, begitu; semuanya relatif.
Ulama sunni paling berpengaruh seperti Syeh Yusuf Qardawi saja tidak menentang demokrasi dan relativitas politik dan dakwah. Bahkan menjadikan Indonesia sebagai contoh bahwa Islam mampu mendukung demokrasi karena pada dasarnya Piagam Madinah adalah hasil dari proses demokratis kata beliau.
Segala urusan hidup didunia pasti ada aturannya dalam Islam, termasuk aktifitas politik.
Kesalahan fatal kebanyakan kita adalah definisi politik dipahami secara salah. Yaitu menurut pengertian kapitalis (mungkin saking sudah berurat akarnya racun ideologi tersebut dibenak kita kaum muslimin)
Yaitu, politik didefinisikan : aktivitas yh bertujuan untuk meraih kekuasaan dan materi.
Padahal dalam Islam, definisi politik adalah : segala aktivitas pengaturan umat, baik level individu masyarakat atau negara, di dalam negeri / luar negeri, agar berdasarkan dan terikat pada hukum-hukum Alloh.
Jadi, da'wah tidak bisa tidak adalah aktivitas politik. Hanya saja definisi politik itu yang harus kita luruskan. Yuukk!!
Dakwah adalah Media utk mengajak Ummat kejalan yg benar dan di Ridhai oleh ALLAH SWT. Amin ya rabbal alamin.
Dakwah Politik ? It's OK asalkan tidak melakukan hal-hal sbb :
1. MALAK/Memeras calon gubernur/bupati/walikota yang akan didukung.
2. Minta-minta imbalan Uang/posisi menteri kepada caleg/capres yang akan didukung.
3. Kaderisasi harus jalan, bukan caleg diambil dari orang-orang yang jelas aqidahnya, tapi hanya memikirkan/mempertimbangkan uang yang disetor/dibawanya.
4. Ikut-ikutan makan uang-uang haram yang bersliweran dengan mengatasnamakan dakwah, Allah dan Rosul.
5. Kalau sudah merasa melakukan salah satu atau bahkan keempat hal di atas, jangan lagi PeDe dan YAKIN menyebut diri PARTE DAKWAH. Inilah Kesombongan yang ALLAH akan Tunjukkan KELEMAHANNYA !
Adakah sekarang Dakwah Politik di Indonesia ?? Kalau Yang Mempolitisir Dakwah sih BANYAK termasuk PARTE DAKWAH !
Assalamu alaikum wr wb,
Intinya mau politik kek, mau ormas kek...indikasinya cuma satu: Kita makin dekat sama Allah atau makin jauh sama Allah....
Terus berjalankah tausiyah? saling mengingatkan? kalo pengertian partai dakwah itu dalem lho bro!!! Partai yg mengusung dakwah, artinya mustinya pada berani dong meneriakan hukum Allah, bukan cuma ngumpulin suara dan kehilangan ideologi Islamnya. Daripada jelek2in dakwah mending bikin Partai yg laen aja...
Indikatornya partai dakwah itu ada seharusnya minimal parlemen ada nuansa Islamnya, skrg? but mudah2an para kader partai dakwah bisa segera balik kembali pada khitahnya utk berdakwah..siap dikritik, siap dibantu, siap diberi masukan, siap berubah, siap mati di jalan Allah, siap berkorban...
Dakwah jauh dari selebritas dan popularitas, dakwah memurnikan akidah..jadi selayaknya partai dakwah punya statement yg memurnikan akidah....
DAKWAH BERGEMA......
Kalau berdakwah tidak pakai politik, matilah kita dilibas oleh para misionaris, salibis, budhais dll, sekarang saja lihat, hasil dari politik dakwah para pendahalu kita, masyarakat makin gemar mengolok-olok ulama, mengolok-olok agama, agama jadi lelucon, ceramah tidak lagi berisi hikmah tapi banyolan. Belum lagi sesama pendakwah saling cemooh, saling serang, merasa paling benar, merasa jalan dakwa mereka paling sesuai, yang lain sesat, habislah energi dakwa kita
PKS bukan partai Malaikat, mari kita hargai niat baik PKS, mari kita melihat kebaikan yg telah mereka hadirkan.... jgn hanya kegagalan dan kekurangannya saja yg kira lihat.... bagaimanapun PKS telah memberikan warna yang berbeda dlm iklim perpolitikan indonesia...
yang PKS pun tdk boleh mengolok-olokkan kelompok lain(realita dan fenomena sebagian kader pemula), seperti HTI, Salafi, JT dll....
yang partai selain PKS pun terbuka peluang utk berdakwah, menanam investasi utk kejayaan Islam... kalo sesama Muslim kita sibuk berdebat, saling menyerang satu sama lain, saling mengejek, memfitnah, nyeleneh, maka niscaya harapan kejayaan Islam itu akan semakin lama munculnya...atau bahkan tak akan pernah muncul sm sekali.... allahu yusahhil umural muslimin.... allahumma ya Allah
Hmm...opini negatif mngenai pengertian POLITIK, ternyata sudah sangat meracuni ummat kita. Apa yang paling banyak dilihat mereka adalah ulah para politikus bus*k yg telah mengotori negiri ini, sehingga kerja keras dari politikus yang benar2 memperjuangkan kepentingan rakyat seolah-olah tidak ada artinya karena ke-apatisan rakyat yg menjadi-jadi terhadap mereka.
Kalau saya amati, kenapa partai politik islam yang diharapkan bisa membwa perbaikan bagi bangsa ini terlihat "melempem"? terlebih akhir2 ini dengan segala peristiwa gonjang-ganjing politik yang juga menggoncang para petingginya...Adalah karena mereka belum mempunyai akses (baca: kekuasaan/kekuatan) yang besar untuk menjalankan amanah rakyat, dengan hanya berbekal kekuatan beberapa puluh anggota dewan, 4 orang menteri dan beberapa orang kepala daerah yang tidak semuanya dari basis kader. Saya rasa cukup berat untuk melawan kekuatan yang lebih besar dan siap mengahadang didepannya.
Sehingga semua isu negatif yang sedang beredar seperti: "mobil dinas mewah", "Penggembosan KPK", "Rev UU ITE => bredel Pers" menjadi senjata yang ampuh untuk terus memperburuk citra mereka. Padahal kita tidak pernah tahu apa yang sedang dikerjkan oleh mereka, hanya prasangka2 yang tidak jelas alasannya dan kita begitu mudahnya terbawa opini media. Bukankah kita mengenal "tabayun"?
Memang tidak ada yang sempurna bagi seorang manusia, tapi tentunya lebih bijaksana kalau kita mampu berlaku adil. Berikanlah kritik/saran yang membangun, kalau kita berharap negeri ini ingin menjadi makmur, bukan dengan terus menggembosi dan berilah kesempatan bagi mereka untuk bekerja lebih baik dengan segala kemampuan yg dimilikinya.
Tetapi dari apa yang saya perhatian dari berbagai media, bisa dibilang mereka sedikit pun tidak pernah membalas segala hujatan, cacian dan hinaan dengan balasan yang sama. Dan kalau kita mau jujur, justru dari hasil kerja-keras merekalah sedikit-demi-sedikit perbaikan negeri ini terwujud.
Marilah kita berlaku lebih adil, lebih bersabar, mengedepankan tabayun, bersatu-padu mendukung dan memberikan kontribusi yang positif untuk negeri ini dan untuk selanjutnya kita serahkan kembali segala urusan ini kepada Allah swt.
[Tetaplah Optimis Saudaraku, InsyaAllah "Harapan Itu Masih Ada"]
Wallahu a'lam bishawab.
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan
Danamon Syariah Akan Kembangkan Produk Franchise
Prospek pertumbuhan bisnis franchise di Indonesia dinilai sangat bagus sehingga Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon akan mengembangkan produk pembiayaan khusus untuk bis...
Syakir Sulla : Syariah Punya Baitul Maal
Sosok Syakir Sulla merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam dunia industry syariah. Ia adalah seorang praktisi dan akademisi syariah yang sudah malang melintang dalam berba...
Danamon Syariah Luncurkan Pembiayaan Otomotif dan Haji Khusus Kopkar
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon meluncurkan pembiayaan otomotif dan layanan haji bagi anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha...
Danamon Syariah Agendakan Spin Off 2012
Unit Usaha Syariah PT Bank Danamon mengagendakan spin off pada 2012 mendatang. Agenda menjadi Bank Umum Syariah ini telah dalam perbincangan dengan pihak internal dan segera a...
Waduh, bagaimana ini, Rina malas, Anto menolak, apa Ibu liburan berdua saja dengan Ayah, kalau gitu Ibu langsung ke Bali saja naik pesawat, enak gak usah capek-capek lewati Jogja, Ayah saja yang bic...
JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) menyelenggarakan DIskusi Indonesia Sehat Dompet Dhuafa dengan Topik ; “Ada Apa dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nas…
Siang itu, ruang baca Rumah Belajar Anak (RBA) Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, kembali diramaikan oleh suara riuh riang anak-anak. Ruang baca yang sekaligus berfungsi sebagai …