Depan > Suara Kita > Pemuda & Mahasiswa > Komentar
Komentar : Toleransi, Islam dan Barat
Menyinggung ahmadiyah, umat islam Indonesia dituntut toleransi yang besar. Padahal jika dipandang dari msalah ushul dan furu', jelas ini msalah ushul bukan masalah furu' karena ahmadiyah memandang bahwa muhammad SAW bukan nabi mereka, melainkan Mirza Ghulam Ahmad. Jadi jelas tidak ada toleransi dalam hal ushul, jika dipandang perlu, maka langkah Abu Bakar Ash-shidiq patut ditiru.taufik — Rabu, 03/12/2008 09:06 WIB
Tapi orang yang menganut nasionalis, pluralis selalu membawa masalah ini kepada hukum negara, bukan hukum Islam. Memang kita bukan negara Islam, maka dari itu sebagian Saudara kita yang Muslim memandang ini adalah masalah ushul dan harus diberantas.
Padahal masalah ini sederhana saja, Ahmadiyah mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabinya, Tadzkiroh sebagai kitabnya dan agamanya jangan dinamakan Islam, apalah misalnya asal jangan memakai Islam. Inilah yang dituntut kaum muslimin. Atau jika memang ingin memakai lebel Islam, maka tinggalkan sifat eksklusifisme, bukalah masjid-masjid ahmadiyah untuk semua kalangan muslim, dan akui Mirza Ghulam Ahmad sebagai pemimpin aliran mereka, bukan sebagai nabi/rosul.
emang egoisme itu terjadi di berbagai hal, pada siapa saja dan apa saja... termasuk si demokrasi yang kian hari maknanya semakin bias...veetha — Selasa, 02/12/2008 20:37 WIB
iya ya.. kadang dengan dalih demokrasi semuanya jadi berasumsi untuk bebas memilih.. memilih jalan hidup, termasuk melakukan maksiat.. naudzubillah..
kalo gitu, apa kita juga disebut egois bila mempertahankan prinsip kita?
jadi, boleh dong kalo kita punya limit of tolerance untuk hal-hal ushul??? ga egois kan?
Kirim Komentar
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan


