Hamas, Mossad dan Operasi Desepsi

Senin, 01/03/2010 09:22 WIB | Arsip | Cetak

Seorang pemimpin militer Hamas, organisasi perjuangan Palestina Mahmoud Al-Mabhouhh tewas di Dubai. Tokoh ini adalah salah satu pendiri Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas. Meninggal secara tiba-tiba dan misterius. Sampai saat ini belum terungkap penyebabnya. Sebagai tokoh militer, ancaman kematian memang selalu menghadang. Dan operasi pembunuhan tersebut telah berhasil dilakukan. Masalahnya adalah, siapa yang membunuh, dan siapa otak dibalik pembunuhan itu, dan untuk kepentingan apa?

Dahi Khalfan, Kepala Polisi Dubai memang telah membeberkan fakta-faktar dugaan keterlibatan Mossad dalam operasi pembunuhan tersebut. Berbekal kamera CCTV yang terpasang di hotel, diidentifikasi ada 11 orang yang terlibat. Kepolisian Dubai juga mengungkap beberapa orang lain yang terlibat dengan modus menggunakan paspor illegal. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa operasi Mossad gampang terlacak? Kebodohan Mossad ataukan memang “teknologi” dan ketrampilan intelijen Dubai lebih canggih?

Atas kasus ini, saya dan beberapa kawan di Forum Studi Kenegaraan (FSK) mencoba membacanya. Salah satunya dengan dugaan adanya operasi desepsi. Sebuah operasi di mata target, dalam hal ini salah seorang dari pihak Hamas tidak mengetahui kalau sedang “dibina” oleh Mossad. Sampai orang ini benar-benar menjadi orang kepercayaan Hamas. Bayangkan saja, kenapa kedatangan Mabhouh di Dubai sampai bocor? Tentu ada orang dalam yang membocorkannya. Ini pembacaan awal saya dan teman-teman lain.

Pihak Hamas memang telah melakukan penyelidikan internal untuk mengusut tuntas kasus ini. Tapi, tentu saja kasus ini menjadi pukulan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Hamas memang telah memeriksa beberapa tokoh yang diduga membocorkan rahasia, tapi Hamas membantah telah disusupi oleh Mossad. Sementara, perang opini lagi-lagi berkembang.

Surat kabar Israel Haaretz menulis bahwa putra salah satu pendiri Hamas Syaikh Hassan Yusuf bernama Musab Hassan Yusuf (32 tahun) telah menjadi agen mata-mata Israel. Dari orang ini sumber-sumber informasi gerakan Islam didapatkan. Tentu, informasi dari surat kabar Israel ini dibantah Hamas. Dikatakan informasi menyesatkan tersebut sengaja dihembuskan untuk menutupi keterlibatan zionis dalam aksi pembunuhan kasus ini. Namun, entahlah. Mana informasi yang benar? Kita tidak pernah tahu.

Satu hal yang pasti, operasi ini akan membuat saling curiga. Terutama dikalangan Hamas sendiri, tentang siapa itu pembocor informasi yang sering dikatakan sebagai “pembunuh sebenarnya”. Bisa dikatakan ini adalah metode adu domba dari dalam. Belum lagi kalau dikait-kaitkan dengan faksi saingannya seperti Fatah. Lebih rumit lagi kalau membahas keterlibatan Mossad di dalamnya. Satu hal yang pasti, dalam kasus ini Hamas banyak dirugikan. Mulai dari kehilangan pemimpin militer, kecurigaan sesama tokoh, sampai waktu yang dihabiskan untuk mengurusi masalah ini.

Lalu, apa pelajaran dari kasus ini bagi gerakan Islam? Saya kira yang paling penting adalah proses kaderisasi gerakan. Jika di Palestina, dimana suasana perangan masih berlangsung, operasi yang demikian sering terjadi. Pembunuhan-pembunuhan yang sebenarnya dalam arti fisik terjadi. Sementara, di belahan dunia lain seperti Indonesia, walaupun masih lumayan aman, dimana peperangan tidak terjadi, tapi kewaspadaan tetap perlu dijaga. Sebab pembocor-pembocor informasi organisasi yang sarat kepentingan politik bisa terjadi, dan tentu saja bisa merugikan kepentingan gerakan.

Kasus nyata gerakan Islam di tanah air, gerakan semacam Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) telah berkali-kali kecolongan disusupi intelejen. Dan, tak menutup kemungkinan saat ini gerakan lain semisal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau gerakan mahasiswa Islam terbesar seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) jangan-jangan juga telah disusupi “orang lain” untuk kepentingan politik tertentu. Semoga saja hal ini tidak terjadi. Tapi kewaspadaan rasa-rasanya tetap perlu dijaga.[]

* Yons Achmad. Mantan Humas KAMMI Pusat. Ketua Forum Studi Kenegaraan (FSK). Saat ini tinggal dan bekerja di Jakarta sebagai konsultan media.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Pemuda & Mahasiswa

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang