Menjadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama Pembangunan

Senin, 29/03/2010 09:32 WIB | Arsip | Cetak

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan di manapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya. Sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan terbelakang. Begitu pula suatu bangsa yang tanpa pendidikan. Ia akan menjadi suatu bangsa yang sulit berkembang dan terbelakang.

Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu berdaya saing, di samping pendidikan harus menghasilkan juga manusia yang berakhlak baik.

Pendidikan ini semakin penting kedudukannya karena bangsa Indonesia telah memasuki zaman globalisasi. Bangsa kita akan terus terjajah secara ekonomi, budaya, dan lain sebagainya kalau kualitas sumber daya manusianya tidak dimajukan. Bangsa Indonesia harus mau belajar dari bangsa lain. Kualitas pendidikan yang rendah membuat sebagian negara Afrika dikuasai oleh bangsa lain.

Sebaliknya kalau kita lihat B Jepang yang sangat berkonsentrasi terhadap pendidikan, kini telah memetik hasilnya. Jepang yang miskin sumber daya alam telah menjadi bangsa yang unggul dan disegani karena kualitas sumber daya manusianya.

Usia Indonesia yang telah menganjak 65 tahun ternyata belum menyadarkan para pemangku kepentingan bangsa ini untuk lebih memperhatikan pendidikan. Kondisi Indonesia yang hampir separuh penduduknya hidup miskin bahkan di bawah garis kemiskinan seperti sekarang ini adalah dampak dari pendidikan sumber daya manusia yang belum berhasil. Padahal kita tahu bangsa ini dikaruniai Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah.

Pendidikan kita gagal menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang tangguh dengan karakter dan mental baja. Karena pendidikan kita hanya sekedar ijazah bukan substansi. Padahal pendidikan yang berkualitas itu bukan sekedar gelar, tetapi kualitas kemandirian. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapatkan hasil.

Akibatnya budaya instan mulai masuk dalam segenap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita lakukan dengan mudah, praktis, dan cepat. Kemajuan teknologi selain menguntungkan kita tetapi juga telah memanjakan kita. Membuat kita malas. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Berorientasi hanya kepada hasil. Celakanya penyakit ini telah menyebar ke berbagai sendi kehidupan, termasuk ke pendidikan kita.

Apakah pendidikan Indonesia akan mencetak orang-orang seperti ini ? tentu kita semua sepakat tidak rela generasi penerus bangsa ini menjadi generasi yang memble, suka instan dengan menghalalkan berbagai macam cara, tidak mau belajar keras, dan lain sebagainya. Untuk itulah sudah seharusnya pendidikan di Indonesia harus diarahkan untuk membangun karakter individu yang inovatif, kreatif, mandiri dan berdaya saing tinggi. Pendidikan yang dibisniskan, gelar yang diperjualbelikan akan membuat mental bangsa ini hancur dan hanya akan mencetak generasi yang akan menjadi kuli bagi bangsa lain.

Pendidikan kita gagal menghasilkan generasi yang mandiri, yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Setiap tahun pengangguran semakin bertambah. Kalaupun ada yang mendapat pekerjaan banyak yang hanya menjadi pegawai rendahan. Kurangnya inovasi dan jiwa kemandirian akan membuat bangsa ini selalu tergantung kepada bangsa lain.

Sekarang ini bangsa ini telah berhadapan dengan globalisasi. Sumber daya manusia harus kita tingkatkan dan kita jadikan prioritas utama dalam pembangunan suatu bangsa. Karena pendidikan adalah cermin kualitas sebuah bangsa. Pendidikan yang maju dan berkembang menunjukkan karakter bangsa tersebut yang selalu ingin maju dan ingin menjadi bangsa yang mandiri. Berdaulat penuh atas bangsa sendiri dan kekayaan sumber daya alamnya, sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai.

Hidayatus Sufyan; Penulis adalah Mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung
http://hidayatus.wordpress.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Pemuda & Mahasiswa

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang