Batasi Iklan Rokok di Ruang Publik

Selasa, 11/11/2008 12:57 WIB | Arsip | Cetak Kirim Tulisan

Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok ... Pola merokok remaja penting bagi Philip Morris," demikian laporan ke Philip Morris 1981, sebagaimana dikutip Badan Kesehatan Dunia (WHO)

Kebijakkan Peta Jalan Industri Hasil Tembakau dan Kebijakkan Cukai 2007 – 2020 yang salah satu isinya adalah untuk terus meningkatkan produksi rokok dari 240 miliar batang pertahun menjadi 270 miliar batang pertahun. Kebijakan tersebut akan sangat berpengaruh akan pemakaian rokok di Indonesia. Dengan meningkatnya produksi rokok pasti akan berbanding lurus dengan banyaknya rakyat Indonesia yang akan merokok.

Sebagaian besar para perokok di Indonesia adalah kalang pemuda dan pelajar (baik di tingkat SMP ataupun di tingkat SMU, dan seringkali kita temuin juga anak-anak SD juga sudah merokok). Berdasarkan survei sensus nasional tahun 2004 jumlah perokok di usia 19 tahun meningkat menjadi 78,2% dari 68,8 % pada tahun 2001 sedangkan umur 5-9 tahun meningkat menjadi 144 % dari tahun 2001 s.d 2004 (siaran press KOMNAS Perlingdungan Anak).

Begitu juga dengan survei yang dilakukan di beberapa SMP di Jakarta, setiap siswa disekolah mulai mengenal bahkan mencoba merokok dengan presentase 40 % sebagai perokok aktif yang terdiri atas 35 % pelajar putra dan 5 % pelajar putri. Survei ini berdasarkan hasil dari angket Yayasan Jantung Indonesia. Dan juga diketahui 77 % pelajar merokok karena ditawarin oleh teman.

Meningkatnya jumlah perokok dikalangan pelajar, salah satu sebabnya adalah gencarnya produsen rokok untuk mengiklankan, mempromosikan produknya dan juga menjadi sponsor utama untuk kegiatan-kegiatan yang melibatkan pelajar dalam jumlah yang banyak, dari konser musik, olahraga hingga kegiatan-kegiatan keilmuan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar, apalagi ada stigma bagi pelajar yang tidak merokok dianggap pelajar yang masih kecil dan pengecut, sehingga dalam pergaulan seringkali dijauhi oleh temen-temannya.

Sangat perlu kita cemaskan adalah bahwa merokok adalah awal masuknya pelajar ke dalam lingkaran setan narkotika, Karena berdasarkan survei bahwa pemakai narkotika diawalin dengan kebiasaan merokok setalah itu mulai mereka mencoba-coba narkotika dan dampak yang paling buruk adalah dapat saja mereka terkena virus HIV AIDS yang ditularkan oleh jarum suntik pemakai narkoba.

Melihat kondisi ini, Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai organisasi pelajar yang konsen akan nasib pelajar, dengan ini menyerukan kepada :

  1. Pemerintah pusat untuk membatasi iklan, sponsor dan promosi produk rokok baik di media massa maupun elektronik serta juga di ruangan publik.
  2. Kepeda Pemerintah Daerah yang telah mempunyai Perda Larangan Merokok di Muka Umum, kami menyerukan untuk melaksanakannya dengan konsekuen tidak hanya di tataran kebijakkan, karena kami melihat Perda ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, masih banyak para perokok yang bebas merokok di ruang publik

Demikian seruan ini kami buat atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

PB Pelajar Islam Indonesia 2008-2010,

Zakaria
(Ketua)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Suara Pembaca

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang