Cinta Rosul
Alloh SWT berfirman dalam surat al-Ahzab ayat ke 21,
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah Saw itu suri teladan yang baik bagimu".
Ketika denyut dan nafas akhir kehidupan Rasulullah Saw segera menghampirinya, seraya ditemani Fatimah putri tercintanya, satu kata terucap dari bibir beliau "Ummatii …ummatii …" Sebuah ungkapan kerinduan dan kecintaan yang teramat indah kepada umatnya.
Sejak saat itu, dunia kehilangan manusia terbaik sepanjang sejarah peradaban. Kelam pun menyelimuti seluruh langit. Beliau mengucapkan selamat tinggal sekaligus selamat datang pada generasi yang akan mengikuti sunnah-nya. Perwujudan kecintaan yang begitu dalam dan tidak akan lekang hingga akhir zaman.
Dalam doa-doa di keheningan malam, Rasulullah Saw selalu bermunajat kepada Allah Swt tentang kerisauan beliau terhadap umatnya. Dengan rasa takut dan harap, beliau selalu berdoa agar umatnya senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah. Beliau tidak rela bila melihat umatnya ada dalam genggaman setan. Pengharapan yang begitu tulus dan ikhlas dari sang panutan.
Rasulullah Saw, dengan segenap cinta dan pengharapannya, telah memberikan sinyal kepada kita bahwa umatnyalah yang selalu ia pikirkan setiap hari.
Lantas, bagaimana dengan kita? Apakah kita juga selalu memikirkan dan meneladani Rasulullah Saw dalam keseharian kita? Sudahkah kita merasakan pengaruh cinta Rasulullah Saw dalam jiwa kita? Pertanyaan itu akan segera terjawab ketika mengukur kualitas akhlak dan kepribadian kita, serta sejauh mana kita mengenal Rasulullah Saw.
Sebagai umat Muhammad, meskipun hidup di zaman yang terentang sekian ratus tahun dari zaman kehidupannya, sepantasnya jika kita me-review kembali seberapa besar keberadaan Rasulullah Saw di hati kita. Bagaimanapun, sudah seharusnya kita membalas cinta Rasulullah Saw dengan segala upaya dan kesungguhan dengan menjadikan beliau sebagai suri teladan dan idola sepanjang zaman.
Akhlak Rasulullah Saw baik kepada anak-anak, pemuda, orang tua dan bahkan terhadap kaum wanita, Semua terbingkai begitu mempesona. Bahkan beliau tetap santun meskipun dengan orang yang memusuhinya, seperti kisah orang kafir di Thaif yang melempar beliau dengan batu dan kotoran.
Beliau sama sekali tidak marah, malah mendo’akan dengan tulus agar dia lekas diberi hidayah. Atas nama cinta, beliau tidak meminta agar perlakuan orang kafir tersebut diberi balasan yang setimpal. Aisyah, istri Rasulullah Saw yang sering ia sebut humairah, menggambarkan akhlaknya itu sebagai Al-Quran berjalan. Artinya, Akhlak Rasulullah Saw adalah Al-Quran.
Jadi, jika Allah menunjuk Rasulullah Saw sebagai teladan terbaik manusia sepanjang zaman, sebagai umatnya, masihkah kita berteladankan kehidupan Rasulullah Saw? Akankah seluruh rasa cinta Rasulullah Saw. kepada umatnya kita balas dengan tidak sedikit pun mengambil kehidupannya sebagai teladan kita? Jawabannya ada pada hati kita semua.
Wallahu'alam.
Abu 'Aisyah Rifa Maisa
Lainnya (Arsip)
- Webmail Eramuslim
Selasa, 09/03/2010 00:05 WIB - Memahami Rekomendasi Para Huffadz Terhadap Maulid Nabi Saw
Senin, 08/03/2010 10:49 WIB - Surat Terbuka untuk Amien Rais
Jumat, 05/03/2010 19:27 WIB - Komentar Berita
Jumat, 05/03/2010 13:44 WIB - Menggugat Mr. Khan
Kamis, 04/03/2010 01:11 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




