Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Sat, 23 May 2015 03:11:01 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Al-Qur’an Dinyanyikan dengan Nyanyian Jawa untuk Apa? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm#comments Fri, 22 May 2015 02:42:34 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104390 learn-al-quran-int-online-academyOleh Hartono Ahmad Jaiz

Ada apa dibalik itu?

Dari awal saya hanya mempersoalkan Al-Qur’an dinyanyikan pakai nyanyian Jawa di Istana, malam 27 Rajab 1436H/ 15 Mei 2015, yang belakangan diakui atas inisiatif Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

Rupanya banyak orang tidak hati-hati, tapi langsung bicara padahal tidak faham maksud dari lafal “langgam Jawa” dalam berita-berita tentang baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu.
Mereka memahami, Langgam Jawa itu gaya Jawa, atau cengkok, atau corak aksen Jawa. Padahal langgam di situ maknanya nyanyian. Bukan sekadar cengkok, corak ataupun gaya Jawa, tetapi adalah nyanyian Jawa, dan dalam membaca Al-Qur’an itu dipraktekkan dengan nyanyian Dandanggulo.

Nyanyian Dandanggulo ya jenis nyanyian, maka penyanyinya ya penyanyi, biasanya disebut sinden atau waranggono bahkan ledek, kalau bahasa Arab mungkin muthrib. Sehingga, ketika Al-Qur’an dibaca dengan nyanyian Dandanggulo, maka berarti menyanyikan Al-Qur’an dengan nyanyian Dandanggulo. Di situ jelas Al-Qur’an telah dijadikan nyanyian. Padahal ada hadits Nabi saw yang mengkhawatirkan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

Jadi sebenarnya pembicaraan tidak ada sangkut pautnya dengan langgam Al-Qur’an, tetapi adalah menyanyikan Al-Qur’an dengan jenis nyanyian Jawa. Faham?

Untuk sekedar analogi, walau ini tidak persis, misalnya orang menyetir kendaraan bermotor padahal dia dalam keadaan habis nenggak miras (minuman keras), katakanlah mabuk. Itu telah ada larangannya, tercakup dalam kategori menyetir dalam keadaan membahayakan nyawa atau barang. Pasal 311 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (“UU 22/2009”),

Pasal 311 UU 22/2009:
(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah). (hukumonline.com).

Orang nyetir kendaraan bermotor dalam keadaan mabok karena minuman keras ataupun lainnya itu sudah termasuk dalam keadaan membahayakan. Jadi sudah termasuk dalam larangan, tidak perlu diteliti dulu benar cara nyetirnya atau tidak. Karena keadaan setelah minum miras (dalam keadaan mabuk) lalu menyetir itu sendiri sudah membahayakan.

Demikian pula, Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam telah khawatir akan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Lantas ada orang yang membaca Al-Qur’an di istana negara di Jakarta, bacaan Al-Qur’annya itu dengan nyanyian Jawa, jenis Dandanggulo, salah satu jenis nyanyian Jawa Macapat. Nyanyian Dandanggulo itu sendiri lebih ternikmati oleh para penikmatnya bila diiringi gamelan (alat musik, haram dalam Islam, lihat Hadits Al-Bukhari), dan dinyanyikan oleh sinden atau waranggono atau bahkan ledek, yang mungkin bahasa Arabnya muthrib/ muthribah.

Ketika jelas-jelas seperti itu, maka tidak dapat diartikan lain, kecuali menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

Padahal, jelas ada haditsnya tentang kekhawatiran Nabi saw atas umat ini akan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.
Haditsnya ini:

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ ”
[حكم الألباني]
(صحيح) انظر حديث رقم: 216 في صحيح الجامع

Dari Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
Aku khawatir atas kamu sekalian enam: pemerintahan orang-orang yang bodoh, penumpahan darah, jual hukum, memutus (tali) persaudaraan/ kekerabatan, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, dan banyaknya polisi (aparat pemerintah, yang berarti banyak kedhaliman). (HR Thabrani, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ hadits no. 216).

Jadi, persoalannya bukan menyangkut ilmu-ilmu qiroat, tetapi adalah menyanyikan Al-Qur’an dengang nyanyian Jawa. Berarti itu adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Itu jelas tidak sesuai, bahkan menjadi masalah yang dikhawatirkan oleh Nabi saw. Maka dalam hal (telah salah karena menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian) itu tidak ada kaitannya langsung, apakah bacaannya benar atau tidak. Sekalipun bacaannya benar, maka tetap tidak bisa jadi alasan untuk menepis tindakan salah menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian itu. Hanya saja, kalau ternyata bacaannya salah, maka tambah lagi persoalannya.
Jadi, kalau toh bacaannya benar, tidak akan mengurangi kesalahan tentang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Sedang kalau bacaannya salah, maka berarti tambah lagi kesalahannya.

Ketika menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, bisa dibilang tidak menggubris sabda Nabi saw tersebut. Dan kalau itu yang mengadakan adalah suatu pemerintahan, maka dikhawatirkan tergolong yang diancam dalam hadits berikut ini.

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي
الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني
المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره
/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku.
(Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Ada apa dibalik itu?

Semoga umat Islam faham persoalan ini. Hati-hati dan waspadalah. Sudah ada gejala untuk mengembalikan Islam kepada kemusyrikan dengan aneka cara, di antaranya ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang libral telah mengusung apa yang dinamai Islam Nusantara. Ada orang yang menganalisa tentang Islam Nusantara itu, dan disimpulkan arahnya adalah sinkretisme.
Kalau sampai itu mengembalikan kepada keyakinan batil-kemusyrikan, maka telah diancam dalam surat Al-Baqarah, dosanya lebih besar dibanding membunuh.

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).
Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis, masih pula ditemani secara mesra oleh mereka yang tidak menyayangi iman Umat Islam. Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis?

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm/feed 0
Daulah Islam, Negeri yang Aneh… http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm#comments Tue, 19 May 2015 11:00:03 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104128 isis-anbarOleh Muhammad Yusron Muhfid

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar’.” (Al-Baqarah : 249)

Melihat sepak terjang Daulah Islam yang dideklarasikan pada tanggal 29 Juni 2014 kita akan mendapati berbagai hal yang janggal dan di luar nalar sehat manusia. Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar siapa mereka sesungguhnya? Coba perhatikan secara jeli, umur dari Daulah Islam yang sebelumnya bernama Daulah Islam Iraq dan Syiria barulah menginjak usia sekitar satu tahun terhitung sejak dideklarasikan. Tetapi hanya dalam waktu yang singkat, Daulah Islam mendapat permusuhan dari hampir semua negara-negara di dunia. Bahkan, Amerika Serikat sampai-sampai harus menggalang koalisi yang berjumlah sekitar 40 negara hanya untuk memberangus sebuah negara yang baru berumur 1 tahun. Siapa mereka sesungguhnya ? Mengapa sebuah negara super power sekaliber Amerika Serikat begitu ketakutan dengan kelompok baru dan kecil ini ? Apa sebenarnya yang mereka punya ? Apakah mereka punya angkatan udara? Apakah mereka punya pabrik persenjataan canggih? Apakah mereka bisa membuat hulu ledak nuklir? Apakah mereka bisa membuat rudal-rudal yang canggih ? Tidak !, sama sekali tidak !, bahkan hampir semua persenjataan yang dimiliki Daulah Islam adalah hasil rampasan. Bandingkan dengan persenjataan si penjahat kemanusiaan Israel yang begitu canggih dan mutakhir ditambah sokongan dana yang melimpah dari kekasih mereka Amerika Serikat.

Menariknya lagi, ditengah permusuhan hebat yang dikobarkan berbagai negara didunia terhadap kelompok ini. Mereka tetap dapat mengelola Negaranya seolah-olah tanpa gentar terhadap pemboikotan. Mereka tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Entah darimana mereka mendapatkan rezeki ini. Allah-lah yang menjamin rezeki bagi hambaNya yang bertakwa. Bahkan eksistensinya semakin besar dan meluas dukungannya. Padahal, kejamnya “mulut” media massa tak henti-hentinya berucap bahwa mereka adalah teroris, garis keras, dan berbagai julukan buruk lainnya. Ditambah lagi tikaman dari internal umat Islam sendiri yaitu para pengkhianat yang menjual agamanya untuk dunia dan menjadi antek Amerika Serikat

Semua ini merupakan hal yang aneh diluar nalar manusia, bayangkan saja, ditengah gempuran pesawat-pesawat canggih pasukan koalisi yang berjumlah sekitar 40 Negara, ditambah pertempuran dahsyat didarat melawan rezim syiah Iraq, Suriah disokong oleh Negara Syiah Iran mereka tak kunjung kalah. Justru pekan ini mereka dapat merebut kendali atas kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar Iraq dan berbagai kota di Suriah, memperluas wilayah kekuasaanya di dua Negara tersebut.

Perjuangan mereka mengingatkan saya kepada sejarah perjuangan Islam dimasa nabi Muhammad S.A.W dan para Sahabatnya, mereka telah bercucuran darah memperjuangkan Islam dan memenangkanNya atas segala kekuasaan tirani yang mengeroyoknya. Siapa yang tidak tahu perang Ahzab ? dimana pasukan muslim yang hanya berjumlah 3000 musti menghadapi 30.000 pasukan sekutu kabilah-kabilah Arab ? Perang Mu’tah ketika 3000 pasukan kaum muslimin harus menghadapi 200.000 bala tentara romawi ? dan perang-perang lainnya. Namun, berkat kelompok kecil ini, yang berasal dari tengah padang pasir yang gersang dan terbelakang. cahaya Islam berhasil menang dan menerangi dunia. Akankah sejarah akan berulang ?

Segala keanehan diluar nalar manusia tadi tentu membuat kita layak bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka ? Apa Manhaj dan ideologinya sehingga sejauh ini mampu memenangkan pertarungan melawan musuh-musuh yang mengeroyoknya ? Semoga hal ini akan memancing kita untuk mencari lebih jauh siapa sebenarnya mereka. Karena akan selalu ada sekelompok orang didalam umat Islam yang berperang diatas jalan kebenaran hingga hari kiamat tiba.

“ Ya Allah, bila Daulah ini adalah Daulah Khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq”

“Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang behukum dengan kitabMu dan sunnah nabiMu, serta berjihad melawan musuh-musuhMu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin (kekuasaan) di muka bumi serta jadikanlah ia gerbang menuju Khilafatan ‘alaa minhajin nubuwwah”

 

Katakan aamiin wahai kaum muslimin

(Cuplikan pidato Juru Bicara IS, Syaikh Mujahid Abu Muhammad Al Adnani)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm/feed 0
Menag! Coba Nyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan Langgam Cocak Rowo ! http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm#comments Tue, 19 May 2015 02:00:27 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104081 menagOleh Hartono Ahmad Jaiz

Sebelum melontarkan dan mempertahankan imbauan baca Quran dengan Langgam Jawa, sebaiknya Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mencontohi lebih dulu menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan langgam “Cocak Rowo”.

Atau sekalian yang asli langgam Jawa, misalnya Megatruh (Memecat Nyawa). Atau sekalian langgam Jawa Pucung (alias pocong) yang misinya agar jenazah dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikubur.

Nanti pihak yang tahu betul tentang budaya Jawa akan bertanya: Maksudnya ini ngalup atau biar cepat mati atau bagaimana? Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” kok dinyanyikan dengan Langgam Pucung alias Pocong?

Perlu diketahui, ilmu untuk membaca Al-Qur’an itu sudah ada. Ada ilmu tajwid, ada ilmu qiroah, di samping dalam hal pembacaan isinya memerlukan ilmu-ilmu alat yang lain, ilmu Bahasa Arab yang bersumber dan berkaitan dengan Al-Qur’an seperti nahwu, sharaf, balaghah.

Dalam sastra Arab ada ilmu tentang syair (dengan lagunya) yang disebut ilmu ‘Arudh (wal qawafi). Misalnya syair “Ya rabbi bil…” (saya tidak berarti setuju dengan isinya, ini hanya contoh) itu lagu dan wazan serta qafiyahnya sudah tertentu seperti itu, karena bait-baitnya itu disusun dalam jenis yang aturan bait-baitnya dan lagunya memang seperti itu.

Tidak ada orang Arab atau di dunia ini yang mengimbau untuk membaca Al-Qur’an dengan Langgam Arab (dalam hal ini contohnya syair Ya Rabbi bil…).

Itu membuktikan, langgam Arab yang ilmunya adalah Ilmu ‘Arudh walqawafi tidak digunakan untuk membaca Al-Qur’an.

Betapa jauhnya nanti kalau baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa?

Misal membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa Asmorondono (Asmarandana) yang bernada hasrat cinta kepada wanita secara menggebu? Padahal di dalam Al-Qur’an banyak ancaman siksa neraka?

Lontaran Menteri Agama itu telah dia akui sudah dipraktekkan dalam suatu acara nasional, membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa. Bahkan dikatakan, nantinya akan difestifalkan.

Persoalannya dapat diurai secara sederhana sebagai berikut:

  1. Seandainya itu memang murni untuk memajukan Islam, maka itu namanya berdakwah tanpa ilmu.
  2. Seandainya itu karena menyemangati Umat Islam, hingga akan difestifalkan segala, itu merupakan proyek, maka itu proyek yang buta akan asas prioritas. Kenapa? Karena, tidak ada kebutuhan untuk itu, bahkan yang dibutuhkan adalah mendidik Umat Islam ini agar membaca Al-Qur’annya benar bacaannya, lalu mempelajari isinya, kemudian untuk diamalkan. Itu prioritas.
  1. Seandainya imbauan baca Qur’an dengan Langgam Jawa itu ada maksud lain di balik itu, maka ingat, ada ancaman Allah.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٦ [سورة لقمان,٦]

  1. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan [Luqman6]

ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ ٱتَّخَذۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗا وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُخۡرَجُونَ مِنۡهَا وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ ٣٥ [سورة الجاثية,٣٥]

  1. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat [Al Jatsiyah35]

Contoh persoalannya, ketika membaca ayat-ayat tentang siksa neraka tapi dengan langgam Asmarandana yang kaitannya dengan asmara, bukankah itu mengolok-olok ayat?

Bagaimana bisa masuk akal orang yang waras, kalau ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berisi ancaman siksa neraka bagi orang-orang munafik dan sebagainya, tahu-tahu dibaca dengan Langgam Jawa Asmarandana yang mengenai kasmaran, cinta-cintaan?

Kata Allah Ta’ala dalam al-Qur’an: Afalaa ta’qiluun? (Apakah kamu sekalian tidak berakal, tidak memahaminya?).

{ لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ} [الأنبياء: 10]

  1. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya [Al Anbiya”10]

Dari 3 persoalan tersebut di atas, mungkin yang tampaknya ringan adalah nomor satu yaitu : memang murni untuk memajukan Islam. Tapi ternyata itu termasuk berdakwah tanpa ilmu. Dikhawatirkan, itu justru termasuk yang disebutkan dalam hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam ini:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.”(HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya)/fnh/dkwtn.

Apabila lontaran Menag itu termasuk kategori 2 yakni proyek yang buta akan asas prioritas; maka berarti itu proyek yang tidak diperlukan alias mubadzir. Sedangkan orang yang bertindak mubadzir itu adalah teman syaitan.

{ إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا} [الإسراء: 27]

  1. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya [Al Isra”27]

Selanjutnya, bila yang dilontarkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin itu ada maksud lain, atau malah mendukung lontaran ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang liberal yang ingin memasarkan apa yang disebut Islam Nusantara; maka sangat mengerikan. Karena ancaman ayatnya cukup jelas dan tegas seperti tersebut di atas [Lihat: Al Jatsiyah35].

Afalaa ta’qiluun?

 

Wallahu a’lam bisshowab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm/feed 0
Jalan Raya Kita Memang Dibuat Untuk Rusak http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm#comments Sun, 17 May 2015 04:08:36 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103931 musim penghujan membuat sejumblah jalan di pondok gede, bekasi nampak rusak para pengendara harus berhati hati melewati kubangan,

Kesal dengan kondisi jalan raya di Indonesia yang rusak dimana-mana? Jangankan di jalan perkampungan atau jalan-jalan kecil, di jalan tol yang seharusnya mulus pun banyak yang bolong dan “jerawatan”. Sekarang, pengguna jalan tol “ikhlas” membayar uang tol bukan untuk mendapatkan kelancaran jalan, namun semata-mata untuk menghindari motor yang kian hari kian ugal-ugalan. Saya pengguna kendaraan roda empat dan juga roda dua, jadi sangat paham dengan kenyataan ini.

Ada yang menarik, sekaligus menyedihkan, yang tidak banyak diketahui tentang kenapa jalan-jalan raya di Indonesia banyak yang rusak. Penyebabnya ternyata bikin dada sesak, sekaligus geram pada pejabat-pejabat sektor pekerjaan umum dan yang terkait.

Kisahnya berawal dari obrolan santai tentang suatu proyek film dan novel dengan seorang pengusaha papan atas negeri ini di kantornya suatu siang di Jakarta Selatan. Pengusaha yang usianya masih muda ini sudah enam tahun bersahabat dengan penulis. Dia putera seorang konglomerat yang juga putera mahkota bagi imperium bisnis ayahnya yang sejak zaman Suharto sudah malang-melintang di dunia bisnis nasional.

Ketika obrolan sampai kepada hak paten dan banyaknya putera-puteri Indonesia yang cerdas dan menemukan sesuatu yang diakui dunia, dia dengan ekspresif bercerita soal seorang profesor yang pernah bekerjasama dengannya namun putus di tengah jalan.

“Dia seorang profesor dari Nusa Tenggara Barat. Namanya Prof Mkh (sengaja namanya disini disamarkan). Dia telah menemukan satu formula yang mampu memperkuat aspal sehingga aspal itu akan menjadi sangat kuat, walau diterpa hujan, banjir, panas-dingin, dan sebagainya. Suatu hari dia pergi ke seorang pejabat yang berpengaruh di instansi pekerjaan umum pusat untuk menawarkan formulanya ini. Namun pejabat tersebut menolaknya. Prof Mkh ini tidak putus semangat, dia terus mengontak para pejabat pekerjaan umum yang lainnya namun selalu saja ditolak. Akhirnya Prof Mkh berkesimpulan jika jalan raya di Indonesia memang sengaja dibuat untuk rusak, agar para pejabat tersebut setiap tahun punya proyek dan tentu saja bisa menilep anggarannya… Formula hebat Prof Mkh itu kemudian dibeli oleh Jerman dan dipatenkan disana.”

Inilah kisah di balik kenapa jalan-jalan raya, termasuk tol, di Indonesia selalu saja rusak. Kerusakan jalan di negeri ini adalah “berkah” (yang tidak halal) bagi para pejabatnya, proyek abadi setiap tahun, dan berarti pemasukan uang panas abadi sepanjang tahun ke kantungnya sendiri. Gilanya lagi, di mana-mana proyek perbaikan jalan selalu saja dilakukan menjelang musim hujan, perhatikan saja setiap tahun, sehingga belum lagi aspalnya kering, hujan sudah mengguyurnya, disertai banjir, dan rusaklah kembali jalan-jalan raya itu.

Lagi-lagi perilaku korup para pejabat negeri inilah yang telah mengakibatkan tewasnya banyak orang di jalanan selama ini. Sedih, memang. Tapi faktanya memang demikian.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm/feed 0
Mas Pepeng dan Palestina http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm#comments Thu, 07 May 2015 09:49:24 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103303 pepeng.f.febry-64Ketika saya menulis buku pertama dengan judul: “Palestina Pertanyaan Berjawab”, Penerbit KISPA Publishing, Jakarta, Desember, 2006. 

Saya sampaikan ke Mas Pepeng, panggilan akrab saya untuk beliau, tentang rencana penulisan buku tentang Palestina, dan meminta beliau untuk menuliskan beberapa kalimat dalam buku tersebut sebagai kenang-kenangan dan kata penggugah kepada setiap pembaca.

Saat itu Mas Pepeng sudah terbaring sakit, setiap hari di kamar, kalau mau keluar harus menggunakan kursi roda. Beliau tetap semangat, ceria, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap urusan umat, terutama rakyat Palestina yang masih terjajah.

Buah fikiran, semangat dan ketulusan hati Mas Pepeng dapat kita resapi dalam tulisan beliau di buku saya,

“Buku ini dibuat oleh sahabat saya untuk menyamakan penafsiran kita tentang Palestina. Tempat para syuhada, tempat jundullah, pemimpin kelas dunia, dan masih banyak lagi yang bisa Anda baca melalui buku ini. Jadi, tunggu apalagi, baca, resapi, samakan penafsiran, dan rapatkan barisan. Allahu Akbar!!! (Ferrasta “Pepeng” soebardi-Entertainer).”.

Saya bermohon kepada Allah, dihari wafat beliau, Rabu, 18 Rajab 1436 H / 6 Mei 2015, semoga tulisan beliau tersebut merupakan amal jariyah dan amal jihadnya untuk membebaskan Palestina, khususnya Masjid Al Aqsha. Semoga sakit beliau sekitar 11 tahun merupakan penghapus segala kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Penyakit yang menimpa seorang mu’min merupakan penghapus dosa-dosanya’.” (HR. Ibnu Abu Ad-Dunya dan Al Hakim). Menurut Al hakim sanadnya shahih. Hadits shahih.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Dari sahabat dan murid Mas Pepeng, Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm/feed 0
Kekufuran Undang Undang Buatan Manusia http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm#comments Mon, 04 May 2015 02:10:45 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103087 luvislamOleh: Muhammad Yusron Muhfid

Kekufuran undang-undang Ilyasiq dan yang semisal.

Sungguh prihatin dan sangat membuat kita mengelus dada jika kita melihat pada masa sekarang beberapa muslim bahkan berbaju “aktivis dakwah” berseru kepada masyarakat untuk taat kepada penguasa bagaimanapun kondisinya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah mereka yg begitu toleran thd penguasa yang secara nyata dan jelas membuat hukum atau pedoman hidup tandingan daripada petunjuk Allah dan Sunnah RasulNya namun sebaliknya, begitu cepat terlontar dari mulut mereka julukan-julukan buruk kepada sesama saudaranya sendiri dn para mujahid yang menentang penguasa ketika mereka melihat penguasa melakukan tindakan kekufuran dengan sebutan Khawarij, takfiri, bughot bahkan kilaabun naar. Padahal, keagungan Islam mengajarkan bahwa ketaatan kepada para penguasa adalah dalam rangka mentaati Allah dan RasulNya, berpedoman kepada kitabullah dan sunnah RasulNya dan tidak ada ketaatan dan ketundukan kepada para penguasa ketika jelas-jelas melakukan tindakan kekufuran kepada Allah dan RasulNya seperti mengganti dan merombak syariat-syariatNya. Maka penguasa seperti ini tidak pentas dijadikan sebagai ulil amri. Sebagaimana AlQur’an menegaskan :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulny dan ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan rasulnya (AlQur’an dan As Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya”. (Q.S An Nisa : 59)

Rasulullah bersabda :

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah mengajak kami, dan kamipun membaiat beliau, diantara bai’at yang diminta dari kami ialah hendaklah kami membai’at untuk senantiasa patuh dan taat, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam kesulitan maupun kemudahan, dan mendahulukannya atas kepentingan dari kami, dan janganlah kami menentang orang yang telah terpilih dalam urusan kepemimpinan ini, beliau bersabda” :

‎إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

”kecuali jika kamu melihat KEKUFURAN YANG NYATA dan ada buktinya bagi kita dari Allah S.W.T.”
(HR. Bukhari)

“Wahai umat manusia !, bertakwalah kpd Allah. Dengarlah dan taatilah meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyah yang berambut keriting selama dia melaksanakan kitabullah (HR Ahmad)

Lalu, bagaimana jika penguasa berpaling dari kitabullah dan sunnah nabiNya tetapi membuat sumber hukum dan konsep hidup tandingan ? Apakah hal tersebut tindakan kekufuran ? Kejadian seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi pada umat Islam di abad pertengahan dan para ulama-ulama besar telah mengambil sikap atas kejadian ini. Berikut adalah cerita yang saya sarikan dari tulisan seorang Ikhwah yang mengajak kita mengambil pelajaran dari sejarah perjalanan umat Islam. Mari kita Simak :

Tentang Il-Yasiq, Undang-undang Kufur dari Bangsa Tatar
Dulu, dikalangan umat Islam pernah diberlakukan undang-undang IL-YASIQ. Apa itu ?

IL-YASIQ adalah sebutan untuk kitab perundang-undangan yang diterapkan oleh bangsa Tatar. Ia merupakan sebuah kitab panduan yang berisi hukum perundang-undangan yang isinya dicomot dari berbagai sumber hukum, yaitu syariat Allah yg telah dihapus dari syariat kaum yahudi, nashrani, pendapat Jenghis Khan sendiri dan ada juga sebagian ajaran Islam yang kesemuanya berdasarkan hawa nafsu dan selera Jenghis Khan belaka. Jadi, yg perlu digaris bawahi adalah bahwa TIDAK SEMUA PASAL DIDALAM KITAB UNDANG-UNDANG ILYASIQ BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN atau syariat Islam, ADA YANG SEJALAN, karena merupakan kompilasi hukum yang bercampur aduk. Tapi tp kenapa undang-undang ini dapat mengkufurkan pelaku yang bersandar kepadanya ? Mari kita tinjau lebih jauh apa itu Ilyasiq.

IL-YASIQ disebut juga dengan nama il-yasa atau il-yasaq. IL-YASIQ sendiri dibuat oleh raja Tatar bernama Jengish khan. Raja yang kafir yang kemudian diagung-agungkan oleh bangsa Tatar. Bahkan setelah sebagian orang-orang Tatar masuk islampun, mereka masih mengagungkannya dan menyamakan kedudukannya dengan kedudukan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

Tatkala bangsa Tatar berhasil menguasai Baghdad dari tangan kaum muslimin pada tahun 656 H, raja mereka Hulaghu khan yang congkak yang merupakan cucu dari Jengis khan bermaksud ingin melebarkan sayap kekuasaannya dan menaklukkan sisa-sisa negeri islam didataran syam, mesir dan yang lainnya.

Umat islam disepanjang zamanpun belum pernah mendapatkan cobaan adanya undang-Undang kufur yang dipaksakan atas kaum muslimin melainkan diawali tatkala pasukan Tatar memasuki kota Baghdad dan menguasai sebagian wilayah islam,mereka menerapkan IL-YASIQ .Selain bahwa bangsa Tatar telah membantai lebih dari 800.000 orang muslimin-muslimat dalam waktu 40 hari saja (begitu yang disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam albidayah wan-nihayah).

Tatkala Hulaghu khan masuk kota Baghdad, kemudian merebut Yordania dan Palestina lalu bergerak menuju syam (Damaskus) maka ALLAH Azza wa Jalla menuntun Qurthuz dan Zahir Baibars untuk membendung serangannya. Quthuz menghadapi pasukan Tatar dalam peperangan di ‘Ain Jalut tahun 658 H, dan berhasil mengalahkan mereka serta meluluhlantakkan kekuatan mereka. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Tatar , Quthuz menyungkur sujud kepada ALLAH Azza wa Jalla.

Disisi lain, Hulaghu khan hendak memberlakukan hukum yang dibuat oleh kakeknya Jengis khan, itulah IL-YASIQ , atau ilyasa, atau as-siyasah al-mulkiyah (undang-Undang kerajaan). Maka para ulama pada saat itu memutuskan tegas dalam persoalan tersebut. Kendati orang-orang Tatar mengerjakan sholat dan berpuasa (sebab diantara mereka juga ada masuk islam, dan sebagian muslimin tempatan bergabung dengan pasukan Tatar), akan tetapi mereka berhukum dengan IL-YASIQ. Keadaan ini menjadikan kaum muslimin merasa berat untuk memerangi mereka (karena diantara mereka ada yang muslim). Ketika itulah syekh Ibnu Taimiyyah rahimahullah tampil berfatwa : “Jika kalian melihat aku berada bersama mereka (Tartar) sedang mushhaf al-Qur`an berada diatas kepalaku, maka bunuhlah aku”.

Dan seorang ulama lain (boleh jadi orang alim itu adalah Al-‘Izzu bin Abdussalam) memegang IL-YASIQ ditangannya, kemudian dihadapan khalayak ramai dia bertanya : “apa ini ?” . Merekapun menjawab, “IL-YASIQ”. Kemudian ulama itu berkata, “Barangsiapa yang memutuskan hukum dengan (pedoman) kitab ini maka sesungguhnya dia telah kafir, dan barangsiapa yang berhukum kepadanya maka sesungguhnya dia telah kafir”.

Itulah diantara penggalan kisah yang diceritakan oleh Ibnu katsir dalam albidayah wannihayah (jilid 13 , hal 263), sejarah bangkitnya para ulama menyerukan kepada kaum muslimin untuk memerangi Tatar yang telah menerapkan hukum perundang-undangan IL-YASIQ kepada rakyatnya. Para Ulama menyerukan untuk memerangi mereka walaupun diantara mereka ada yang telah mengucapkan syahadat. Disebutkan juga bahwa siapa saja yang berhukum kepada IL-YASIQ maka dia menjadi kafir, sebab memang bagi kaum muslimin wajib berhukum dengan apa yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla

Setelah menguraikan banyaknya kelemahan dan kesesatan dari IL-YASIQ, maka Ibnu Katsir berkata, “barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang sempurna yang diturunkan pada Muhammad putra Abdullah , penutup para Nabi,.. dan lalu ia berhukum kepada syari’at-syari’at selainnya yang telah dihapuskan , maka sesungguhnya dia telah kafir. Maka bagaimana halnya dengan orang yang berhukum kepada Ilyasiq (Hukum Buatan) dan mengutamakan ilyasiq atas syariat Islam, maka tidak diragukan lagi bahwa dia kafir menurut ijma kaum muslimin”.

Didalam hukum memerangi Tatar ini dijelaskan pula oleh Ibnu Taimiyyah ketika menjawab pertanyaan hukum memerangi Tatar yang mana diantara mereka ada yang muslim. Beliau menjawabnya dengan panjang lebar yang dimuat dalam majmu fatawa juz 25 hal 570.

Undang-Undang positif adalah IL-YASIQ modern abad ini
Sesungguhnya hukum perundang-undangan yang diterapkan oleh para penguasa di abad ini dimana hukum tersebut bukan hukum apa yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla, maka ia adalah dikatagorikan seperti il-yasiq.
Ibnu Taimiyyah berkata,”barangsiapa berhukum kepada sesuatu yang menyelisihi syariat ALLAH dan Rasul-Nya sedangkan dia mengetahui hal itu, maka dia sejenis dengan Tatar yang mendahulukan hukum il-yasiq diatas hukum ALLAH dan Rasul-Nya” (Majmu fatawa 35/407 # Al-fatawa 27/58,59. 28/524).

Namun sangat memprihatinkan bahwa umat ini telah kehilangan prinsip dalam memahami tentang kewajiban berhukum dengan hukum ALLAH dan Rasul-Nya, sedang mereka telah terpola dan dipaksa oleh para penguasa mereka (baik disadari ataupun tidak) untuk berhukum dengan undang-Undang positif buatan manusia yang bertentangan dengan hukum ALLAH. Padahal ini suatu suatu ancaman bagi seseorang dengan kekufuran akbar yang mengeluarkannya dari islam.

Ibnu katsir Rahimahullah mengkatagorikan hukum-hukum wadh’iyah (buatan manusia) yang bertentangan dengan hukum yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla sebagai hukum jahiliyah yang haram untuk ditaati. Beliau menyampaikan hal ini ketika menerangkan surah almaidah : 50.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS.almaidah: 50).
Adapun bagi muslimin di Indonesia, maka bagi orang mukmin yang jujur akan mengenal dengan gampang bahwa hukum perundangan-undangan yang ada di Indonesia sungguh jelas bahwa ia bukan hukum Islam menurut apa yang ditetapkan ALLAH dan Rasul-Nya ….

Hanya cukup dengan mengetahui sumber dari segala sumber hukumnya saja sudah bisa diketahui dengan mudah, bahwa secara konsep sumber hukum indonsia yang bermuara kepada pengakuan kekuasaan tertinggi selain Allah (Yaitu Rakyat) jelas ini merupakan sumber-dari segala sumber hukum jahiliyah yang mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan qanun ilaahi, undang-Undang yg diturunkan dari langit. Ia tak ubahnya seperti il-yasiq pada masa Tatar.

Apalagi ketika secara teknis dilihat apa yang termuat dalam KUHP, undang-Undang , kepress dan peraturan-peraturan yang lahir daripadanya dan menginduk kepada dua sumber yang sesat ini, banyak perkara yang menyelisihi apa yang sudah ditetapkan ALLAH dalam perkara syari’at, dalam hal penghalalan dan pengharaman serta dalam hal menjaga kehormatan, agama dan darah manusia.

Padahal hak menghalalkan dan mengharamkan itu adalah hak ALLAH Azza wa Jalla. Ibnu Taimiyyah berkata, “jika seseorang menghalalkan yang haram yang disepakati, atau mengharamkan yang halal yang disepakati, atau mengganti syari’at yang disepakati, maka dia kafir murtad dengan kesepakatan para fuqoha” (Majmu fatawa 3/267).

Syekh Ahmad syakir berkata, “AlQuran sarat dengan hukum-hukum dan kaidah-kaidah mulia, dalam masalah-masalah sipil, perniagaan , harta rampasan perang, tawanan perang. Dan al-Qur`an juga penuh dengan nash-nash yang jelas tentang hudud dan qishash. Oleh karena itu, barangsiapa mengkleim bahwa islam hanyalah agama ibadah saja (yakni tidak ada hubungannya dengan perkara-perkara hidup yang lain seperti hudud, muamalat dan lain-lain) , maka dia mengingkari semua ini, dia telah berdusta besar atas nama ALLAH, dia mengira bahwa orang tertentu siapapun dia atau organisasi tertentu apapun berhak menggugurkan apa yang diwajibkan oleh ALLAH berupa ketaatan kepada-Nya dan mengamalkan hukum-hukum-Nya. Hal ini tidak diucapkan oleh orang Muslim, dan barangsiapa mengucapkannya, maka dia telah keluar dari islam seluruhnya dan dia menolak Islam semuanya, walaupun dia shalat, puasa dan mengaku Muslim” (Lihat Umdah at-tafsir Ibnu Katsir yang ditahqiq oleh Ahmad syakir,2/171- 172 dan juga pada kitab lainnya).

Syekh Abdullah Azzam Rahimahullah berkata, “Persoalan itu telah ditegaskan oleh para ulama. Adalah Hulagha khan dan Qazan (cicit dari Hulagha khan) lebih berakal daripada pemimpin-pemimpin kita dimasa sekarang. Qazan lantas membuat mahkamah untuk il-yasiq dan mahkamah (yang lain) untuk al-Qur`an dan as-sunnah. Ada mahkamah (pengadilan) Islam dan ada mahkamah il-yasiq . Siapa yang mendatangi mahkamah il-yasiq , maka kaum muslimin menghukuminya kafir. Dan siapa yang pergi ke mahkamah Islam, maka mereka menghukuminya muslim, dan mereka menyikapi orang tersebut sebagai seorang muslim, baginya apa-apa yang diperbolehkan untuk mereka dan atasnya pula apa-apa yang dilarang untuk mereka. Mereka memakan sembelihannya dan menikahi anak gadisnya, dan shalat bersamanya, mereka juga shalat dibelakangnya dan diapun shalat dibelakang mereka”.

Berkata Yusuf al-azham mengomentari perkataan alhafizh Ibnu Katsir Rahimahullah dalam menafsirkan firman :
ALLAHAFAHUKMUL-JAAHILIYYATI YABGHUUN…?
(Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki ?) QS.almaidah :50. (Yusuf al’azham berkata) :” Tidakkah ini menggambarkan realitas negeri-negeri Islam hari ini ?… Berapa banyak hukum il-yasiq yang ada didalamnya ?, dan berapa banyak (manusia) seperti Jenghis khan yang ada didalamnya ?, dan setiap setiap negeri mengambil satu dustur (Undang-Undang) yang menjadi pedoman sebagai pengganti al-Qur`an… bukanlah ini merupakan satu kesesatan yang nyata, yang telah dinyatakan oleh Ibnu Katsir Rahimahullah?!”.

Sedang Syekh Ahmad syakir berkata, ” hukum-hukum tadi (maksudnya hukum Wadh’i, undang-Undang positif zaman ini) dibuat oleh orang-orang yang mengaku-ngaku beragama islam, kemudian putera-putera islam mempelajarinya, dan bapak serta anak merasa bangga dengan hukumnya, kemudian pada akhirnya mereka mempercayakan nasib mereka kepada penganut “il-yasiq modern ini” dan merendahkan orang yang menyelisihi mereka dalam perkara tersebut pada agama dan syari’at mereka sebagai orang yang terbelakang dan statis, serta cap-cap buruk lainnya”.

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,”Barangsiapa meyakini bahwa sebagian orang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam seperti Khidr boleh keluar dari syari’at Nabi Musa alaihissalam, maka dia kafir”

Dan masih banyak dalil-dalil dari kitabullah dan as-sunnah tentang wajibnya berhukum dengan apa yang datang dari ALLAH dan Rasul-Nya dan haramnya berhukum dengan selain apa telah ditetapkan oleh ALLAH dan Rasul-Nya.
Demikian pula sudah diterangkan oleh para ulama dan didalam kitab-kitab tentang aqidah dan tauhid. Salah satunya adalah didalam kitab Fathul majid syarh kitab at-tauhid karya syekh Abdurrahman bin Hasan alu syeikh dalam bab. Berhakim kepada selain ALLAH dan Rasul-Nya.
Marilah kita kembali kepada al-Qur`an dan as-sunnah dalam semua lini kehidupan kita. Dan itulah yang benar dan memberi petunjuk kepada kita. Sedangkan berhukum dengan selain keduanya adalah kesesatan yang nyata dan jahiliyah semata.

Dan sesungguhnya ibadah adalah ketaatan dan ketundukan kepada sang Khalik dalam semua aturan-Nya, dan bukan hanya dalam hal sholat dan puasa saja. Yang berarti , berhukum (membuat hukum dan atau rela dengan hukum) kepada selain ALLAH dan Rasul-Nya adalah ibadah kepada selain ALLAH yang berarti kesyirikan.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama, yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.” (QS.asy-syura :21)
***
Wallahu a’lam.
Catatan : Syekh Ahmad bin Muhammad syakir adalah seorang ulama hadits dizaman ini bergabung dengan al-azhar, memegang tampuk peradilan (Qadha), banyak menulis kitab-kitab, diantaranya mentahqiq tafsir Ibnu Katsir dalam kitab Umdah at-tafsir , wafat 1377 H (sekitar 1947 M).
***
Disarikan dari :
– Al-bidayah wa an-nihayah jilid 13 hal. 263 dll/ karya Ibnu Katsir Rahimahullah.
– Majmu fatawa Ibnu Taimiyyah Rahimahullah, jilid 28 hal 502 dan lain-lain.
– Nawaqidul Iiman al-quliyah wal’amaliyah/ Karya Dr. Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali al abdul Lathif. (edisi Indonesia : “Keyakinan, Ucapan dan perbuatan Pembatal Keislaman” hal 445 -472 –pustaka sahifa-jakarta.
– Tabiyah Jihadiyah seri 8, hal 41-42 # jilid 11, hal 176 -180/ Karya DR. syekh Abdullah Azzam Rahimahullah. –pustaka al’alaq-surakarta.
– Tarikh Khulafa, karya imam suyuthi – pustaka alkautsar –jakarta.
– Qaulul qathi fii man imtana’a ‘an asy-syaroo’I (edisi Indonesia : Menolak syari’at islam dalam perpekstif hukum syar’i/ karya Ishamuddin Darbalah dan Ashim Abdul Majid/ pustaka al-‘alaq –surakarta.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm/feed 0
Keunikan Panggilan “Gus” http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm#comments Mon, 27 Apr 2015 09:49:52 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=102733 IMG_20150427_164436Gambar duit satu sen, tulisan Jawa dan Arab/ foto javanes.com

(Tampak unik, tulisan Arab Pegon/ Arab Melayu/ Arab Jawi dengan bingkai tulisan Jawa Ajisoko/ Honocoroko).
Panggilan “Gus” digunakan di Jawa oleh orang tua terhadap anak-anak lelaki. Panggilan lainnya, bisa juga “le” dari kata “thole” untuk anak lelaki, dan “ndhuk” dari kata “gendhuk” untuk anak perempuan.

Contohnya: Reneo gus, reneo le, reneo, ndhuk. Artinya, ke sinilah gus (wahai anak kecil laki-laki), ke sinilah le (wahai anak kecil laki-laki), ke sini lah ndhuk (wahai anak kecil perempuan).

Ada yang mengatakan, sebutan gus itu dari German. The meaning of Gus in German is Revered, Exalted. It is a baby boy name. (lihat: http://namafb.com/).
(Arti dari Gus di Jerman adalah yang terhormat, Maha. Ini adalah nama bayi laki-laki).

Gus, le, dan ndhuk itu semua adalah panggilan dengan rasa kasih sayang kepada anak-anak. Panggilan itu akan terasa nglunjak, tidak sopan, bahkan menghina atau menantang bila diucapkan oleh orang yang umurnya sejajar, apalagi umurnya lebih muda atau statusnya lebih jembel.

Misalnya, anak kelas 5 SD berkata kepada anak kelas 6 dengan perkataan: Napa le, matamu plerak-plerek nyang aku? (ngapain lu, matamu melotot lotok ke gue) (Maaf, ini bahasa kasar, karena memang untuk contoh kalimat yang isinya penentangan).

Lafal “le” di situ walau sudah diterjemahkan dengan lu (loe) bahasa Betawi, namun masih belum begitu mewakili, karena lafal “le” di Bahasa Jawa di situ ada sikap penentangan dan penghinaan (dari yang muda kepada yang lebih tua). Jadi lafal “le” di situ pantang diucapkan oleh orang yang umurnya sejajar, apalagi lebih muda, atau statusnya di masyarakat lebih jembel/ rendah, kecuali memang sengaja untuk menentang atau bahkan menghinanya.

Anehnya, lafal gus tidak dapat digunakan untuk itu. Misalnya: ngapain gus matamu melotot lotot ke gue; kalimat itu menjadi hambar maknanya. Karena gus di situ sebutan yang mengandung penghormatan, jadi tidak tepat ketika digandengkan dengan lafal penentangan yang mengandung hinaan tersebut. Kecuali lafal gus di situ bukan panggilan penghormatan tetapi adalah nama, misalnya Gusbush. Barangkali saja itu juga menjadi sebab, sebutan gus tidak dianggap nglunjak ketika diucapkan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua. Padahal kalau sebutan “le” pasti mengandung penghinaan atau penentangan bila pelontarnya itu orang yang lebih muda. Apalagi misalnya pejabat lalu disebut “le” oleh rakyat maka jelas mengandung penghinaan.

Begitu juga, entah kenapa, sebutan gus itu padahal aslinya untuk kanak-kanak, tetapi juga masih dipakai ketika orangnya sudah sampai umur tua, bahkan sampai meninggal sekalipun. Dan entah kenapa pula apakah ada kaitannya atau tidak, kadang yang punya sebutan gus itu ada sifat kekanak-kanakannya. Misalnya, terkesan agar perkataannya itu ditertawakan orang. Terbukti dengan suka humor, yang mungkin bagi orang yang tidak suka disebutnya cengengesan. Apakah merasa bahwa dirinya masih kanak-kanak karena disebut gus atau sebab lainnya, belum ada penelitian yang hasilnya terdengar. Oleh karena itu, tampaknya hanya barisan dari orang-orang yang tidak tahu gelagat prilaku secara cermat saja yang mau mengangkat orang yang julukannya pakai gus jadi pengarep/ orang terdepan.

Sebutan gus tampaknya ada kemaafan-kemaafan tertentu dalam bahasa maupun pergaulan. Namun bukan berarti kalis dari resiko. Justru sebutan terhormat itu mengandung resiko yang kadang bisa drastis.

Ketika sebutan terhormat dalam hal ini gus, digandengkan dengan kalimat untuk menjatuhkannya juga bisa. Misal, sebutanmu gus, tapi kelakuanmu tidak bagus! Itu justru menambah mantapnya penjatuhan. Bahkan hanya digandengangkan dengan lafal abal-abal (gus abal-abal) begitu saja sudah menjatuhkannya. Dan itu tidak berlaku pada sebuta “le” (thole). Mau dikatain “thole abal-abal”? Ya ngga’ ngaruh, kata orang Betawi Jakarta.

Penjatuhan alias penghinaan dengan sebutan terhormat itu justru terasa tandas. Sebagaimana dalam Al-Qur’an ada ayat untuk menghinakan namun justru dengan panggilan mulia.

{إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ (43) طَعَامُ الْأَثِيمِ (44) كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ (45) كَغَلْيِ الْحَمِيمِ (46) خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيمِ (47) ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ (48) ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (49) إِنَّ هَذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ} [الدخان: 43 – 50]

43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu
44. makanan orang yang banyak berdosa
45. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut
46. seperti mendidihnya air yang amat panas
47. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka
48. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas
49. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia
50. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya
[Ad Dukhan,43-50]
Ayat itu menegaskan:

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (49)

Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (Ad Dukhan/44: 49).
Di situ panggilan “yang perkasa lagi mulia” bukan berisi penghormatan, tetapi justru penjatuhan sejatuh-jatuhnya. Orang yang banyak dosa kemudian disiksa sehebat-hebatnya sambil diucapi “Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia”; itu lebih tandas tuntas dibanding hanya diucapi “rasain lu…”. Sama-sama menghinakannya, namun ketika diucapi dengan sebutan yang secara perkataan aslinya sebutan terhormat, itu justru lebih menghinakannya.

Bagaimana pula bila yang berbuat membela maksiat goyang Inul misalnya, justru orang yang sebutannya terhormat, misalnya kyai haji, masih pula gus lagi? Tentu saja ketika ada yang melontarkan sebutan terhormat itu dengan disambung ucapan sentilan sedikit saja pasti akan lebih terasa. Misalnya, ya tidak usah saya misal- misalkan, perkara begini mah ga’ usah diberi contoh.
Itulah di antara keunikan dan resiko dari sebutan terhormat. Dalam hal ini sebutan “Gus”.

Hartono Ahmad Jaiz

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm/feed 0
Muktamar NU 2015 Ada Unsur Mengingkari NU Semula? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm#comments Thu, 23 Apr 2015 07:02:05 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=102439 nuOleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Syiah dan musik yang telah diharamkan NU zaman dahulu, kini justru jadi “menu”?

Dikabarkan, Muktamar NU 2015 Akan Undang Ahmad Dhani dan Slank.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan mengundang sejumlah musisi di antaranya adalah Ahmad Dhani dan Slank. “Ini masih kami koordinasikan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, kepada wartawan usai sholat Jumat di kantornya. Jumat, 13 Februari 2015. (lihat TEMPO.CO, SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 04:39 WIB)

Muktamar NU akan diadakan pada tangal 1 sampai 5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Musik akan dijadikan menu dalam Muktamar NU 2015 itu, kalau toh orang-orang NU kini tidak lagi menggubris hukum Islam yang mengharamkan musik, tampaknya NU kini semakin ada gejala mengingkari NU yang semula.

Apalagi yang sangat menonjol dalam menyelisihi pendiri NU KH Hasyim Asy’ari yang anti syiah, kini justru bermunculan pembelaan manusia-manusia NU terhadap syiah, bahkan Banser NU lebih terang-terangan lagi, menganggap syiah bagian dari NU, hingga anak buah NU itu menggagalkan acara deklarasi anti syiah di Cirebon, Sabtu 4/4 2015. ( http://www.nahimunkar.com/ketika-firqoh-sesat-syiah-aswaja-palsu-banser-nu-dan-nu-liberal-beraksi-di-cirebon/ ).

Belum diketahui secara jelas, apakah NU memang prihatin dan merasa tercemar dengan sikap prilaku para nahdliyin yang memalukan, yang bagi orang yang sinis mungkin akan melontarkan tudingan bahwa NU kini ada gejala jadi antek aliran sesat syiah itu. Karena belum ada pernyataan resmi NU soal keprihatinannya atas gejala yang memalukan itu.
Walaupun sudah sampai ada suara keras dari sebagian kyai NU sendiri yang mengecam para pembela syiah dari kalangan NU, bahkan sampai dikatakan, NU Cirebon telah menjual NU pada Syiah. Ramai! NU Cirebon Dinilai Telah Menjual NU pada Syiah http://www.nahimunkar.com/ramai-nu-cirebon-dinilai-telah-menjual-nu-pada-syiah/

Bukti NU kini jauh menyimpang

Mengenai masalah musik, dalam Hadits, alat-alat musik itu (pengharamannya dalam kalimat yang) disandingkan dengan yang sudah pasti haramnya yaitu zina dan khamar (minuman keras), seandainya alat musik itu tidak diharamkan maka pasti tidak disandingkan dengan zina dan khamr itu.

Demikian pula Muktamar pertama NU di Surabaya, 21 Oktober 1926 M tegas mengharamkan alat-alat musik:

“Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.”

Inilah isi keputusan Muktamar NU ke-1 tentang Musik (alat-alat orkes untuk hiburan).

***

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-1 Di Surabaya pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1345 H/ 21 Oktober 1926 M

21. Alat-alat Orkes untuk Hiburan

Soal : Bagaimana hukum alat-alat orkes (mazammirul-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila haram, apakah termasuk juga terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?
Jawab : Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.
Keterangan dari kitab Ihya’ Ulum al-Din:

فَبِهَذِهِ الْمَعَانِي يَحْرُمُ الْمِزْمَارُ الْعِرَقِيُّ وَ الْأَوْتَارُ كُلُّهَا كَالْعُوْدِ وَ الضَّبْحِ وَ الرَّبَّابِ وَ الْبَرِيْطِ وَ غَيْرِهَا وَمَا عَدَا ذَلِكَ فَلَيْسَ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْنٍ الرُّعَاةِ وَ الْحَجِيْجِ وَ شَاهِيْنٍ الطَّبَالِيْنَ.

“Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”.

Sumber :
Buku “Masalah Keagamaan” Hasil Muktamar/ Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Kata Pengantar Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni.
https://aslibumiayu.wordpress.com/2011/09/25/hukum-musik-menurut-nu-dan-muhammadiyah/
***
Terlepas dari fatwa NU, para ulama juga telah memfatwakan tentang haramnya musik. Di antaranya ini.
***
Fatwa tentang Haramnya Musik

وقد دلت السنة الصريحة الصحيحة عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على تحريم سماع آلات الموسيقى .
روى البخاري تعليقاً أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال : (لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَالْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ . . .) . والحديث وصله الطبراني والبيهقي .
والمراد بـ (الحر) الزنى .
والمعازف هي آلات الموسيقى .
والحديث يدل على تحريم آلات الموسيقى من وجهين :
الأول : قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (يستحلون) فإنه صريح في أن الأشياء المذكورة محرمة، فيستحلها أولئك القوم .
الثاني : قرن المعازف مع المقطوع حرمته وهو الزنا والخمر ، ولو لم تكن محرمة لما قرنها معها .
انظر : السلسلة الصحيحة للألباني حديث رقم (91) . فتاوى الإسلام سؤال وجواب بإشراف : الشيخ محمد صالح المنجدالمصدر :www.islam-qa.com سؤال رقم 12647(

Sunnah yang jelas lagi shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh telah menunjukkan atas haramnya mendengarkan alat-alat musik. Al-Bukhari telah meriwayatkan secara mu’allaq (tergantung, tidak disebutkan sanadnya) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ. (رواه البخاري).

Layakunanna min ummatii aqwaamun yastahilluunal hiro wal hariiro wal khomro wal ma’aazifa.
“Sesungguhnya akan ada dari golongan ummatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma’azif (musik).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).Hadits ini telah disambungkan sanadnya oleh At-Thabrani dan Al-Baihaqi (jadi sifat mu’allaqnya sudah terkuak menjadi maushul atau muttasholus sanad, yaitu yang sanadnya tersambung atau yang tidak putus sanadnya alias pertalian riwayatnya tidak terputus). Lihat kitab as-Silsilah as-shahihah oleh Al-Albani hadis nomor 91.
Yang dimaksud dengan الْحِرَal-hira adalah zina; sedang الْمَعَازِفَal-ma’azif adalah alat-alat musik.

Hadits itu menunjukkan atas haramnya alat-alat musik dari dua arah:
Pertama: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamيَسْتَحِلُّونَ menghalalkan, maka itu jelas mengenai sesuatu yang disebut itu adalah haram, lalu dihalalkan oleh mereka suatu kaum.

Kedua: Alat-alat musik itu disandingkan dengan yang sudah pasti haramnya yaitu zina dan khamar (minuman keras), seandainya alat musik itu tidak diharamkan maka pasti tidak disandingkan dengan zina dan khamr itu.

(Fatawa Islam, Soal dan Jawabjuz 1 halaman 916, dengan bimbingan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid. Sumber:www.islam-qa.com, soal nomor12647).
http://www.nahimunkar.com/fatwa-haramnya-musik-dan-bukti-joroknya-dangdut/

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm/feed 0
Isu ISIS Pintu Masuk Intervensi Asing http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm#comments Sat, 18 Apr 2015 05:30:34 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=102103 isis anbarOleh : Abu Fikri (Aktivis Revivalis Indonesia)

Bukan sesuatu yang tiba-tiba respon terhadap ISIS dilakukan oleh Pemerintah Pusat hingga Daerah. Nampaknya eskalasi penyikapannya semakin meningkat. Sterilisasi dari ISIS yang menjadi simbol terorisme dan radikalisme selain digambarkan sebagai kepentingan dan tanggung jawab bersama. Juga dianggap sebagai jalan lapang terjalinnya kondisi kondusif bagi kepentingan masuknya investasi asing di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Di Sulawesi Selatan misalnya pada Selasa, 14 April 2015 yang lalu telah berhasil diselenggarakan Sosialisasi Sinergitas Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di Ruang Pola Kantor Gubernur, yang dihadiri oleh beberapa narasumber antara lain : KH Hasyim Muzadi, Wakapolri, Kapolda Sulsel, Gubernur Sulsel, BNPT, Pangdam Wirabuana, Jajaran dan Muspida Sulsel. Sedang di deretan hadirin terdiri dari Bupati/Walikota, SKPD-SKPD terkait, MUI, FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme) Sulsel (Sulawesi Selatan), Intelijen/Reserse, Aparat Polri TNI, Tokoh-Tokoh Masyarakat dari Ormas maupun Pesantren.

Yang menarik dari forum tersebut adalah kuatnya dorongan pemerintah untuk meletakkan kerangka legislasi yang kokoh sebagai legitimasi penanggulangan terorisme dan radikalisme melalui momentum ISIS. Sebagaimana diungkap oleh Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat Brigjen Pol Rudi Sufahriadi di antara pemaparannya. Rudi menyampaikan ada 3 treatment legislasi yang harus dilakukan di tengah-tengah tidak adanya sandaran hukum jelas untuk menjerat para veteran mujahidin Syam yang disinyalir berpotensi kembali ke tanah air dalam jumlah ratusan orang. 3 treatment itu antara lain lahirkan undang-undang baru, revisi undang-undang yang ada dan ciptakan perppu. Penjelasan Rudi tersebut diungkapkan dengan mengambil contoh beberapa negara tetangga yang sudah mengimplementasikan internal security act seperti di Singapura atau Malaysia. Yang dianggap efektif untuk mencegah dan meredam potensi radikalisme dan terorisme. Selain Rudi, KH Hasyim Muzadi (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga mantan Ketua NU) menjelaskan bahwa dibutuhkan peran besar ulama untuk bisa mengurai dan mengkerangkakan pemikiran radikalis. Terutama bagaimana mengarustamakan gambaran Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam Moderat, atau Islam Wasathan. Bahkan Hasyim di forum tersebut tidak segan-segan menyampaikan bahwa pemerintah jangan hanya memberikan dana kepada BNPT saja. Melainkan harus diberikan juga kepada NU maupun Muhammadiyah sebagai stimulan peran kedua ormas islam tersebut melalui para ulamanya di dalam kerangka penyadaran umat. Sebagaimana Rudi, di akhir pemaparannya, Hasyim juga menandaskan pentingnya kerangka legislasi pada gerakan penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia. Selain point-point di atas ada beberapa point penting lain yang diungkap oleh KH Hasyim Muzadi dalam forum tersebut. Antara lain : Pertama, bahwa euforia terorisme ini terjadi dalam kurun waktu 15 tahun belakangan terutama pada saat momentum 9 11. Meski tidak terbukti jelas bahwa Usama Bin Laden otak di belakang pengeboman WTC tersebut. Kedua, penanggulangan terorisme jangan sampai membuka ruang intervensi asing. Maka konsepnya jangan war on terrorism tetapi zero terrorism. Ketiga, siapa sebenarnya di belakang ISIS karena tidak satupun gerakan pemberontakan yang tidak ada hidden agenda di belakangnya. Keempat, beragam kemungkaran yang terjadi telah menjadi legitimasi munculnya aksi radikal. Kelima, pentingnya memberikan kesadaran kepada umat bagaimana mengindonesiakan islam bukan mengislamkan Indonesia. Karena Indonesia bukan negara agama bukan juga negara sekuler. Bagaimana mentransformasikan nilai-nilai islam dalam substansi legislasi kita bukan memaksakan teks-teks hukum-hukum islam. Keenam, radikalisme muncul, kesalahannya bukan pada substansi islam melainkan implementasi terhadap nilai-nilai islam. Ketujuh, NU dan Muhammadiyah lah sebagai ormas sah dan asli yang mengawal proses pendirian dan penyelenggaraan negara di Indonesia. Maka peran strategis kedua ormas tersebut menjadi penting artinya dalam kerangka penanggulangan terorisme.

Forum di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel sebagaimana dilakukan di tempat lain berbagai daerah Indonesia belakangan ini cukup menggambarkan dan menguak beberapa hal sebagai berikut :
Pertama, meski disadari bahwa war on terrorisme seyogjanya tidak membuka ruang intervensi asing. Tetapi pengarustamaan islam moderat atau islam rahmatan lil alamin atau islam wasathan adalah infrastruktur sosial kultur yang dikehendaki oleh AS sebagaimana yang diungkap beberapa waktu lalu oleh Hillary Clinton. Yakni apresiasi positip terhadap Indonesia sebagai negara Islam moderat terbesar.
Kedua, meski tidak secara transparan dan terus terang disampaikan bahwa ada intervensi asing dalam bentuk kerjasama formal antara kedua negara AS dan Indonesia dalam penanggulangan terorisme di Indonesia. Namun semua orang sangat mudah menangkap begitu kuatnya pertemuan kepentingan kedua negara yang membuka ruang kemungkinan lebar-lebar terjadinya intervensi asing. Baik di bidang politik maupun ekonomi. Latihan militer bersama, Keberadaan Armada 7 AS di Selat Malaka, Kedubes AS di Jakarta, Kerjasama diplomatik dan perdagangan, Kedatangan Clinton ke Aceh atas nama misi kemanusian menjelang kemenangan Jokowi beberapa waktu yang lalu, Multi National Corporate dari AS yang mendominasi eksploitasi sumber daya alam, serta sederetan fakta yang lain. Terakhir perayaan independence day AS di Losari Makassar semuanya adalah simbol terjadinya intervensi asing.
Ketiga, jika di Timur Tengah yang saat ini sedang bergolak, AS (Amerika Serikat) menggunakan isu syiah dan sunni sebagai obyek pengelolaan konflik maka berbeda treatment dengan di Indonesia yang mayoritas paham sunni ini. Tema yang digunakan sebagai pintu masuk adalah moderat/wasathan/rahmatan lil alamin versus radikalis/fundamentalis. Tema ini sesungguhnya cara efektif yang digunakan sebagai jalan memojokkan entitas/komunitas islam yang satu dengan menggunakan entitas/komunitas yang lain. Artinya dalam istilah orang Jawa “Nabok Nyeleh Tangan”. Menghantam atau memojokkan sebuah entitas/komunitas islam tetapi memakai tangan orang lain. Hal ini mengingatkan kepada kita semua bagaimana cara-cara dulu kolonialis Belanda menjajah Indonesia dengan strategi “devide et impera”.
Keempat, ISIS hanyalah momentum yang dikelola secara apik melibatkan semua pihak mulai dari pusat hingga daerah atas nama mengantisipasi ancaman nasional. Meski tidak mau menyebut sebagai negara sekuler maupun negara agama. Tetapi point pentingnya adalah negara tidak memiliki keberdayaan politik untuk mengelola negara secara berdaulat dan independen. Pengelolaan negara dipenuhi dengan nuansa ketergantungan politik dan ekonomi negara lain. Hutang semakin melambung. Pajak semakin menjerat. Rakyat dilayani dengan beragam kebijakan publik yang menikam.
Kelima, terdapat kesadaran bahwa penanganan paham radikal oleh ISIS berakar dari beragam terjadinya tindak kemungkaran. Dan harus ditangani dengan tanpa intervensi asing. Namun kesadaran itu dijawab dengan pentingnya membangun kesadaran baru Islam Moderat atau Islam Wasathan yang lebih memperhatikan kearifan lokal, keindonesiaan, pluralitas, kebhinekaan dan alasan lain yang dianggap mampu meredam segala bentuk potensi munculnya radikalisme. Pertanyaannya adalah apakah semua itu menjadi jawaban apalagi semangatnya jika hanya sebagai representasi tendesi kepentingan dan duit saja. Apalagi semangat mereduksi sekaligus mengkriminalisasi substansi islam yang hakiki memuat ajaran syareah, dakwah, khilafah dan jihad beserta para pengembannya. Wallahu a’lam bis showab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm/feed 0
Wahai Mahasiswa, Apakah Kalian Sudah Terjual? Sebuah Surat Terbuka http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm#comments Sat, 18 Apr 2015 01:00:26 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=102049 gambar mahasiswa yang terjualSURAT UNTUK SELURUH MAHASISWA INDONESIA @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @bem_unpad @BEMFMIPAUnpad dll

1.Mahasiswa, Kalian Di Mana??? Kapada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia….

2.Dik, boleh aku berkisah kepadamu? Tentu bkn kisah 1908 tentang Dr. Soetomo yg telah lampau Bkn pula kisah lama 1928 tentang sumpah pemuda

3.yang mulai kita lupakan itu Atau kisah patriotik 1945 tentang proklamasi dan perang kemerdekaan yang kini terasa usang…

4. Ijinkan saya hanya bertutur kisah tahun 1966 tentang Tritura dan Ampera….Belum terlalu jadul bukan???

5.Mengertikah engkau makna ceceran darah di jaket kuning Arief Rahman Hakim… Ijinkan pula saya bercerita tentang kemaren sore.

6. Ya, 1998 itu seakan baru kemarin sore. Tidakkah kalian tahu, betapa banyak senior kalian yang bertumbangan di Semanggi

7. Berikhtiar membela rakyat, menegakkan reformasi? Dik Bolehkah aku beritahu, Negeri tidak dicita untuk lucu-lucuan @BEM_SI @bem_unpad

8.sebagaimana stand up comedy yg kalian gandrungi Indonesia tdk semestinya dikelola dgn cengengesan Krn ia diperjuangkan dgn sepenuh hati

9. dengan darah, air mata, jiwa dan raga para pahlawan kita Mahasiswa, kalian di mana? Ketika subsidi BBM dibegal entah ke mana @BEM_SI

10.Mungkin dialihkan ke BUMN yang tengah dahaga Atau ke gedung DPR utk jatah parpol berpesta Tinggallah minyak yg kapan saja bisa naik harga

11.Rupiah tumbang kehilangan keperkasaannya lalu kalian masih bicara semua baik-baik saja… Mahasiswa, kalian di mana? @BEM_FK_Unhas

12.Ketika banyak orang diperdaya pencitraan Ketika hukum dinista dengan benderang Ditafsirkan sekenanya untuk beroleh kekuasaan

13. Bukan berpihak pada kebenaran Para penegaknya disandera dan diadu laiknya domba Lihatlah betapa KPK disandera, diperdaya dan dilumpuhkan

14.Mahasiswa, kalian di mana??? Ketika harga2 melambung tak terkira Dari beras hingga tarif kereta Dari listrik hingga pajak yang mencekik

15.Dari materai hingga cabai, pun pula petai Semua seolah berlomba untuk berganti harga… Dik… Bagaimana kalian tetap gembira menimba ilmu

16.tatkala rakyat kalian menimba lara??? Bagiamana kalian bisa tanpa gundah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkalang resah?? @BEMFMIPAUnpad

17.Bagiamana kalian bisa tanpa resah kuliah,sedang rakyatmu tengah berkubang gundah? Sungguh kami tak mengerti, @BEM_SI @bem_unpad

18.Karena kami tak pernah ajarkan itu kepadamu Dik… Tidakkah engkau tahu…. bahwa negara mensubsidi ongkos kuliahmu?

19.Tidak bolehkah aku beritahu …. bahwa rakyatmu lah yang mensubsidi sekolahmu lewat pajak yang sebagian lalu dikorupsi berjamaah itu

20.Ya, pajak yg dibayarkan dgn terengah2,dalam sengal nafas kaum papa.. Dalam duka kaum miskin yang kian terhimpit harga-harga yang melangit

21. Dalam rintih yang melirih,krn mrk tidk tahu kmn mesti mengadu(h) Dik Apakah jln terjal kuliah itu membuat idealisme kalian lantas punah?

22.Apakah teori-teori itu lantas membuat hati kalian menjadi mati??? Apakah peliknya skripsi membuat kalian kelu hati???

23.Apakah deretan angka2 itu membuat akal sehat kalian binasa??? Apakah kurikulum yg mesti kalian tempuh membuat jiwa kalian jadi lumpuh??

24.Apakah diktat2 yg tebal itu membuat otak kalian justru jd bebal??? @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @bem_unpad

25.Apakah sbk mengejar nilai itu membuat kln lantas kehilangan sistem nilai n jati diri? @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI

26. Apakah tugas-tugas yang besok mesti terkumpul itu membuat otak kalian menjadi tumpul???

27.Dik… Lalu, kalian bertumbuh menjadi generasi rapuh Belajar berdiskusi perihal rakyat di kafe-kafe yang mewah

28. Belajar problem solving di tengah hingar bingar musik diskotik yang hedonis Belajar soal kebangsaan di mal-mal kota yang kapitalis

29.Belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama korea yang sok romantis Belajar nasionalisme sekedar dari menyusuri luasnya lapangan futsal

30.Dik, Indonesia kembali memanggilmu Rakyat kembali merindumu Nusantara mendamba hadirmu Pertiwi mengundang baktimu

31.Dik,..Kalian tdk lg berperang angkat senjata Kalian tidak berperang melawan Belanda Tapi, sempatkan sedikit waktu untuk belajar berperang

32.Belajarlah ttng perang asimetrik Ketahuilah bhw negeri ini diincar dr sgl penjur bkn sekedar bljr perang-perangan ala Clash of Clans itu

32.Ketahuilah bahwa negeri ini diincar dari segala penjuru bukan sekedar belajar peran-perangan ala Clash of Clans itu

33.Dik Sempatkan diri untuk lebih serius berlajar Belajarlah berempati pada rakyatmu yang tengah kesrakat Bukan sekedar bermain PS empat

34.Belajarlah cerdas berorasi Bukan sekedar hingar-bingar musik pensi Belajarlah tajam menganalisis Bukan sekedar berfoto narsis

35.Belajarlah tampil menginspirasi Bukan bangga dikerjai jadi penonton acara live di studio TV

36.Dik, Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi pribadi kebanggan bangsa jika kepada dosenmu kalian telah tanggalkan etika dan tatakrama

37.Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi mahasiswa juara, jika bangunmu masih saja kesiangan karena begadang nonton bola…

38.Bagaimana kalian akan menjadi hebat jk kalian telah tanggal semangat Bagaimana akan menjadi benteng kokoh rakyat jika hatimu msh sj rapuh

39.Bagaimana pl jd pembela jk hatimu msh sj lara sebab asmara Bagaimana klian akan jd mahasiswa dgn prestasi kemilau jk hatimu msh sj galau

40. Dik….pintaku Kenakan kembali jas almamater kebanggaanmu Apapun warnanya, bersatu padulah membisikbangun kekuatan moral intelektual

41.Buang jauh-jauh tongsismu Kantongkan sejenak gadgetmu Bubarkan klan CoC mu Tanggalkan PS mu Campakkan PB mu

42.Tinggalkan medsosmu Shutdownkan games online mu Sesaat saja….kali ini saja…. Senyampang masih ada waktu, @BEM_FK_Unhas @BEM_SI

43.Kenakan jas almamatermu dengan bangga dan sukacita, apapun warnanya @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @BEMFMIPAUnpad

44. Dik, Jaga amanah Tuhan bernama status muliamu sebagai mahasiswa Karena ia tidak Tuhan sematkan pada semua manusia I

44.Ingatlah bahwa agen of change bukan sekedar mantra-mantra berbusa Social kontrol bukan sekedar soal omong kosong yang tolol belaka

46.Iron stock bukan sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta Cerdas cendekia bukan bukan di otak semata, tetapi di laku yang mulia

47.Dik, Cerdaslah, pandailah, kritislah, bijaklah dan beranilah!!! Toyor pemerintahmu jika kalap menaikkan pajak dan upeti @BEM_SI

48.Tegur pemerintahmu jk mrk merampok n membegal kekayaan negeri ini Tampar pemerintahmu jika mengobral kekayaan negara kpd kapitalis asing

49.Bela rakyatmu, bela negaramu, bela bangsamu,dan bela tanah airmu.. Kritisi pemerintahmu jk berlaku tdk amanah, culas dan menipu saudaramu

50.Berdirilah gagah di barisan terdepan menjaga Indonesia, Anak Muda Hadapi dengan watak ksatria para penjajah dan para pengkhianat bangsa

51. Karena, pada pundak kalian lah, kelak negeri ini akan dititpsejahterakan Di jiwa dan raga kalian, Republik ini akan dipertaruhkan

52.Mana darah juangmu, intelektual muda ?!?! Mestinya kalian di sini, Mahasiswa Membersamai saudaramu, rakyat Indonesia…

53. Kami senior – seniormu masih punya harapan pada kalian, kami percaya kalian tidak mau dikatakan #MahasiswaTerjual @BEM_SI @bem_unpad

kultwit : @SurYosodipuro

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm/feed 0