Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Mon, 22 Jun 2015 06:30:24 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Mereka Siap Merusak Ramadhan http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mereka-siap-merusak-ramadhan-2.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mereka-siap-merusak-ramadhan-2.htm#comments Sun, 07 Jun 2015 01:30:52 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=105682 acara tvOleh Hartono Ahmad Jaiz

Sadarkah kita bahwa menjelang datangnya Ramadhan, aneka pihak yang akan merusak pahala ibadah puasa Ramadhan kita bahkan mungkin merusak secara total shiyam kita, mereka telah bersiap siaga sejak lama? Dengan harta, tenaga, rekadaya dan aneka perangkat serta programnya telah mereka siapka dengan matang. Sehingga ketika kita masuk pada bulan Ramadhan, perangkap yang mereka persiapkan dengan sempurna itu telah siap memangsa pahala puasa kita. Bahkan siap merusak total shiyam kita.

Mungkin kita akan menjadi pesakitan mereka yang terseret waktu-waktu berharag kita yakni bulan ibadah bulan Ramadhan itu dengan hal-hal yang sia-sia, bahkan mengandung dosa dan maksiat. Mata kita diseret untuk memelototi aneka tayangan yang berhiaskan syahwat dan syubhat. Tontonan syahwati akan menyeret manusia kepada nafsu birahi, sedang tayangan yang mengandung syubhat adalah menjajakan kebatilan tapi dikemas seolah berupa kebenaran.

Secara fisik dan jiwa naluriyah, perangkap-perangkap yang akan menyeret syahwat Ummat Islam ini telah dipersiapkan dengan sempurna karena dibiayai besar-besaran dan digarap dengan seksama. Sehingga tidak terasa, bulan Ramadhan yang seharusnya Ummat Islam ini lebih mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, justru tahu-tahu habis waktunya untuk mengikuti detik demi detik aneka macam tayangan yang merangsang kepada nafsu syahwat. Atau yang paling ringan darinya adalah hal-hal yang tidak berguna, namun telah memusnahkan waktu-waktu kita. Betapa ruginya kita ketika waktu yang sangat berharga bila diisi dengan ibadah itu telah tersita oleh aneka tayangan yang diam-diam kita ni’mati sehari-hari.

Mata kita seandainya digunakan untuk melihat mush-haf, kita membaca Al-Qur’an, di luar bulan Ramadhan pun sangat besar pahalanya. Karena satu huruf al-Qur’an yang kita baca, nilainya 10 kebaikan. Sedang alif laam mim, bukan hanya satu huruf tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf, jadi 3 huruf, maka 30 kebaikan.

Dalam hadits, Nabis sahallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ عليه أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ { ألم } حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ عشر وَلَامٌ عشر وَمِيمٌ عشر فتلك ثَلاثُونَ .( صحيح ) انظر حديث رقم : 1164 في صحيح الجامع .

Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya kamu sekalian diberi pahala atasnya, adapun aku tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf, tetapi alif itu sepuluh, lam itu sepuluh, dan mim itu sepuluh, maka itu 30. (hadits dari Ibnu Mas’ud, Shahih nomor 1164 dalam Shahih al-Jami’).

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم { : مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ , وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ , وَلَامٌ حَرْفٌ , وَمِيمٌ حَرْفٌ } . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ . وَقَالَ : حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ  .( صحيح ) انظر حديث رقم : 6469 في صحيح الجامع .

Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan karenanya, dan satu kebaikan itu dengan sepuluh perbandingannya, aku tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf, tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu satu huruf. (HR At-Tirmidzi, ia berkata hasan gharib –gharib artinya dengan satu sanad, dari satu orang kepada satu orang dan seterusnya demikian hingga tercatat dengan satu sanad–, Hadits Shahih nomor 6469 dalam Shahih al-jami’).

Hadits tersebut umum, artinya hari-hari biasa di luar Ramadhan. Itupun membaca Al-Qur’an satu huruf diberi pahala sepuluh kebaikan. Apalagi di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan itu ada keistimewaan-keistimewaannya.

Syekh Shalih Al-Munajid dalam tulisannya tentang khoshoishu syahri Ramadhan menyebutkan keistimewaan Ramadhan diantaranya:

  1.   Allah menurunkan Al-Qur’an (di dalam Bulan Ramadan).Sebagaiamana firman Allah Ta’ala pada ayat,

( شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ )

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah Ta’ala juga berfirman:

( إنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) سورة القدر: 1

“Sesungguhnya Kami turunkan (Al-Qur’an) pada malam Lailatur Qadar.”

2,   Allah menetapkan Lailatul Qadar pada bulan tersebut, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah:

( إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ) سورة القدر: 1-5

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar : 1-5).

Dan firman-Nya yang lain:

( إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ ) سورة الدخان: 3

“sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3).
Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan adanya Lailaul Qadar. Untuk menjelaskan  keutamaan malam yang barokah ini, Allah turunkan surat Al-Qadar, dan juga banyak hadits yang menjelaskannya, di antaranya Hadits Abu Hurairah radhialahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ , تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ , وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ , وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ , لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ ” رواه النسائي ( 2106 ) وأحمد (8769) صححه الألباني في صحيح الترغيب ( 999 ) .

“Bulan Ramadhan telah tiba menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup, setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” (HR. Nasa’I, no. 2106, Ahmad, no. 8769. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Targhib, no. 999)

Dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم  760 )

“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1910, Muslim, no. 760).

  1.   Allah menjadikan puasa dan shalat  yang dilakukan dengan keimanan dan mengharapkan (pahala) sebagai sebab diampuninya dosa. Sebagaimana telah terdapta riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, sesungguhnya Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

« مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.Juga dalam riwayat Bukhari, no. 2008, dan Muslim, no. 174, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ».

”Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.

Umat Islam telah sepakat (ijma’) akan sunnahnya menunaikan qiyam waktu malam-malam Ramadhan. Imam Nawawi telah menyebutkan bahwa maksud dari qiyam di bulan Ramadhan adalah shalat Taraweh, Artinya dia mendapat nilai qiyam dengan menunaikan shalat Taraweh.

  1.   Allah (di bulan Ramadhan) membuka  pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka dan membelenggu setan-setan. Sebagaimana dalam dua kitab shahih, Bukhari, no. 1898, Muslim, no. 1079, dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

« إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ».

“Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.Demikian penegasan Syekh Shalih al-Munajid dalam Khoshosishu syahri Ramadhan.

Sedemikian istimewanya bulan Ramadhan, namun ketika kita terseret bahkan termangsa oleh perangkap-perangkap yang memusnahkan kebaikan, maka sangat disayangkan. Karena telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam peringatkan:

مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya (malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan), maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” (HR. Nasa’I, no. 2106, Ahmad, no. 8769. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Targhib, no. 999).

Ketika diri kita tidak siap, sedang pihak-pihak yang memangsa atau memasang perangkap demi aneka kepentingannya telah siap, maka betapa ruginya. Karena ternyata telah diingatkan dalam hadits:

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )) رواه البخاري

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meniggalkan makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ ».

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi bagian atau balasan dari puasanya adalah lapar dan haus saja, dan betapa banyak orang yang shalat malam (tarawih) tetapi bagian atau balasan dari shalatnya hanyalah capai dan kantuk saja” (HR.Ibnu Majah, ad-Darimi, Ahmad, al-Baihaqi dengan sanad shahih)

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah berkata di dalam kitab al-Waabilush Shayyib:

والصائم هو الذي صامت جوارحه عن الآثام ولسانه عن الكذب والفحش وقول الزور وبطنه عن الطعام والشراب وفرجه عن الرفث فإن تكلم لم يتكلم بما يجرح صومه وإن فعل لم يفعل ما يفسد صومه فيخرج كلامه كله نافعا صالحا وكذلك أعماله فهي بمنزلة الرائحة التي يشمها من جالس حامل المسك كذلك من جالس الصائم انتفع بمجالسته وأمن فيها من الزور والكذب والفجور والظلم هذا هو الصوم المشروع لا مجرد الإمساك عن الطعام والشراب (الوابل الصيب – (ج 1 / ص 43)

”Orang yang berpuasa adalah orang yang menahan organ-organ tubuhnya dari perbuatan dosa;lidahnya dari berbohong,ucapan keji, dan palsu; perutnya dari makan dan minum; dan kemaluannya dari perbuatan tidak senonoh. Jika berbicara,dia tidak berbicara dengan pembicaraan yang dapat menodai puasanya. Jika berbuat,dia tidak berbuat sesuatu yang dapat merusak puasanya. Maka yang keluar dari lisannya hanyalah perkataan yang baik dan bermanfaat. Demikian pula amal perbuatannya. Semua amal perbuatannya bagaikan bau harum minyak misk/kasturi yang dihirup oleh setiap orang yang duduk bersamanya. Dengan demikian, orang yang berpuasa memberi manfaat kepada siapa pun yang bergaul dengannya, karena dia akan bisa memberikan rasa aman di hati orang yang bergaul dengannya dari kepalsuan,kebohongan, kejahatan,dan kezhaliman.

Inilah puasa yang disyari’atkan dalam Islam, bukan sekadar hanya menahan diri dari makan dan minum. ) al-Waabilush Shayyib 1 halaman 43).

Demikian peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penjelasan yang terang dari ulama. Namun pihak-pihak yang mempengaruhi terseretnya kita untuk menjadi orang yang tidak takut berdusta dan tak takut berbuat haram telah melingkupi dari berbagai segi. Bahkan seakan telah terbentuk saling tahu agar saling menjaga dusta-dusta.

Akankah kita menjadi orang yang beruntung karena mampu melepaskan diri dari jeratan aneka macam yang merusak di saat sebelum Ramadhan dan Ramadhan nanti, ataukah justru masih terjerat dalam kubangan yang menghapuskan pahala amal?

Perangkap-perangkap itu telah disiapkan untuk dipasang, dan mangsanya adalah kita. Bila tanpa persiapan dan tekad yang bulat dengan bertawakkal kepada Allah penuh kesabaran, maka perangkap-perangkap itu akan memangsa amaliyah kita, hingga letih dan susah payahnya berpuasa hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga. Maka mari kita siapkan sebaik-baiknya, dengan melepaskan segala kepalsuan selama ini menuju kepada kebaikan yang sesuai agama yang benar. Sehingga benar-benar kita ini menjadi orang-orang yang ikhlas dalam beragama.

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ [غافر/65]

 Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (QS Al-Mu’min/ Ghafir/ 40: 65).

Selamat menunaikan ibadah shiyam selama Ramadhan, semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mereka-siap-merusak-ramadhan-2.htm/feed 0
Takmir Masjid Perlu Hati-hati dan Waspada http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/takmir-masjid-perlu-hati-hati-dan-waspada.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/takmir-masjid-perlu-hati-hati-dan-waspada.htm#comments Tue, 02 Jun 2015 09:00:40 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=105307 masjid denmarkOleh Hartono Ahmad Jaiz*

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para takmir masjid (kini disebutnya DKM, rasanya lebih tepat dikembalikan kepada istilah takmir masjid saja, maaf) perlu hati-hati dan waspada. Kalau ada slebaran apapun, apalagi buletin, buku-buku dan sebagainya perlu diteliti dan dicek dulu, kalau perlu ditanyakan kepada yang mengerti tentang aneka kesesatan.

Di antaranya aliran sest Syi’ah, Ahmadiyah, LDII, Liberalisme (menganggap Islam relatif sama benarnya dengan agama-agama lain), Multikulturalisme (menganggap Islam bagian dari budaya, hingga tidak boleh meyakini hanya Islam saja yang benar, kalau tetap meyakini maka dianggap sebagai musuh bersama, dan itu bermuatan kemusyrikan baru), Pluralisme Agama (alias kemusyrikan baru, menyamakan semua agama), Islam NUsantara (bermuatan sinkretisme), Inklusivisme (bermuatan menganggap mungkin agama Islam mengandung kesalahan) dan sebagainya.

Itu semua merusak Islam, namun kini justru oleh kaum anti Islam akan diupayakan dengan hukum, sedang digodok apa yang disebut RUU PUB (Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama). Jadi bukan Islam yang otentik shahih yang akan dilindungi, tetapi aneka perusak Islam itu yang akan dilindungi dengan rencana menghapus pasal 136A KUHP tentang penodaan Agama. Sehingga para penoda agama dan penyesat diupayakan akan tidak bisa dijerat hukum. Itu lebih buruk daripada membuat undang-undang yang melindungi koruptor dan maling. Karena yang dicuri hanya harta. Itupun sudah jahat sama sekali bila para koruptor dan maling dilindungi undang-undang. Apalagi kalau yang diupayakan untuk dilindungi pakai undang-undang itu para perusak Islam, itu lebih dahsyat lagi keburukannya, karena yang dirusak adalah agama Allah Ta’ala. Anehnya justru kini sedang diupayakan oleh orang-orang yang anti Islam, dengan dalih perlindungan umat beragama.

Rasa-rasanya kini perlu ada bagian kemasjidan (kalau bisa setiap masjid) yang menyeleksi aneka slebaran, buletin, buku-buku yang mungkin diterbitkan oleh aneka macam jenis faham sesat yang membahayakan itu. Bahkan slebaran biro perjalanan Umroh pun ada yang dari aliran sesat. Jangan sampai takmir masjid menyebarkan slebaran atau buku yang ditaruh orang tanpa tahu apa isi dan misinya.

Allah Ta’ala telah wanti-wanti:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦ [سورة الإسراء,٣٦]

36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya

[Al Isra”36]

Dan Allah Ta’ala memberikan solusi:

فَاسْأَلُوا أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٤٣ [سورة النحل,٤٣]

… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui

[An Nahl43]

Kita akan diminta tanggung jawab diri kita masing-masing di akherat kelak. Dan lebih buruk lagi bila hanya karena diberi uang sogokan sedikit saja (risywah alias suap itu sedikit atau banyak tetap haram) lalu menyebarkan apa yang sebenarnya tidak boleh disebarkan menurut Islam. Itu celaka dua/ ganda. Sudah menerima sogokan yang jelas diharamkan, masih pula menyesatkan orang.

Lebih dari itu, kalau sampai kita sengaja mengundang orang dari kalangan syiah dan atau yang sesat-sesat lainnya lalu untuk ceramah, khutbah dsb; maka sama dengan mempropagandakan kesesatan terang-terangan, bahkan di Rumah Allah. Betapa beraninya. Betapa beratnya tanggung jawabnya kelak di akherat.

Hidup ini untuk mempersiapkan bekal kehidupan di akherat kelak. Oleh karena itu bekal yang sudah kita persiapkan jangan sampai kita rusak sendiri hingga mengakibatkan penyesalan yang tidak berkesudahan. Di sinilah pentingnya kita berhati-hati, apalagi di saat banyaknya aliran sesat yang berseliweran, di antara sasarannya lewat masjid-masjid Umat Islam.

Sekian, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Jakarta, 15 Sya’ban 1436H/ 2 Juni 2015

*Hartono Ahmad Jaiz, da’i- penulis buku-buku Islami

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/takmir-masjid-perlu-hati-hati-dan-waspada.htm/feed 0
Beralasan Tidak Tahu Ada yang Mengharamkan Qiraat Langgam Jawa http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beralasan-tidak-tahu-ada-yang-mengharamkan-qiraat-langgam-jawa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beralasan-tidak-tahu-ada-yang-mengharamkan-qiraat-langgam-jawa.htm#comments Sun, 31 May 2015 04:02:05 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=105096 menagOleh Hartono Ahmad Jaiz

Menag beralasan tidak tahu, dalam berita disebutkan:

Sekali lagi, ungkap Menag, ini karena ketidaktahuannya. Ia tidak mengira ada ulama yang mengharamkan qiraat dengan langgam Jawa.

Alasan itu dikemukakan kepada para ulama dan tokoh Islam dari ormas-ormas Islam di Kantor Kemenag Pusat Jakarta (28/5 2015) ketika Menteri Agama diminta bertobat dan minta maaf kepada umat Islam atas inisiatifnya untuk baca Al-Qur’an pakai langgam/ nyanyian Jawa di Istana Negara 27 Rajab 1436H/ 15 Mei 2015.

Terhadap pernyataan Menteri Agama Lukman ini, coba mari kita ingat-ingat suatu persitiwa masa lalu untuk sekadar membuat perbandingan.

Pernah NU mengalami gonjang-ganjing, gara-gara PBNU pimpinan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) menerima duit (lagi2 soal duit. kan kasus belakangan, dilengserkannya Gus Dur dari kursi kepresidenan ya masalah duit dari Brunei untuk Aceh, dan Gus Dur dinilai tidak mampu mempertanggung jawabkannya). Duit yang menjadikan NU gonjang-ganjing ini berasal dari YDBKS pusat judi lotre nasional namanya SDSB, yang tadinya bernama porkas. Duit itu memang hasil dari permintaan PBNU yang dipimipin Gus Dur kepada YDBKS pusat pengelola judi lotre nasional tersebut.

Begitu ketahuan kasus duit judi itu, maka langsung Prof. Dr. KH. Muhammad Ali Yafie Rais ‘Aam PBNU (1991-1992)  mengundurkan diri dari Rais Aam PBNU. Malu sekali, masa’ organisai Islam berlabel ulama lagi, minta2 ke pusat judi lotre yang seharusnya justru memberantasnya.

Gus Dur berkilah bahwa dia minta2 dana itu karena tidak tahu kalau YDBKS itu pusat pengelola judi lotre nasional. Tapi KH Alie Yafie tetap tidak mau menerima alasan itu, dan tidak mau duduk di NU lagi, bersikukuh mengundurkan diri.

Kisah Gus Dur menerima duit judi itu sebagai berikut:

Ketika itu Gus Dur menjabat Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNU. Rupanya, tanpa sepengetahuan pengurus PBNU lainnya, termasuk dari  Dewan Syuriah NU, Gus Dur meminta sejumlah uang kepada Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS), penghimpun dana SDSB. Tentu saja tindakan ini tergolong berani, mengingat organisasinya mengharamkan SDSB.

Tindakan Gus Dur ini bocor setelah seorang pengurus YDBKS buka suara. Akibatnya sangat menggemparkan. Terjadi hiruk pikuk di tubuh ulama NU dan umat Islam. Bahkan Gus Dur seolah membela diri dengan mengatakan SDSB halal.

Akibat Gus Dur menerima uang judi tersebut, Kyai Ali Yafie yang duduk sebagai Rais Aam PB NU menyatakan mundur dari kepengurusan PBNU. (gus7.wordpress.com).

Tidak hanya sampai di situ. Bahkan, begitu Gus Dur kemudian jadi presiden, langsung KH Ali Yafie mengundurkan diri dari jabatannya, Ketua Umum MUI (1998-2000 setelah KH. Hasan Basri wafat). KH Ali Yafie tidak mau memimpin MUI yang Indonesia dipresideni Gus Dur (Abdurrahman Wahid) yang pernah minta duit ke pusat judi lotre, yang ketika dipersoalkan kemudian Gus Dur berkilah bahwa dirinya tidak tahu (bahwa YDBKS itu pusat judi lotre nasional). Ternyata belakangan ada kasus pula. MUI yang sudah tidak dipimpin KH Ali Yafie itu memfatwakan haram bumbu masak “Ajino Moto” karena memakai bahan pendukung enzim babi. Tetapi Gus Dur ngotot menghalalkannya, dan dibela pembela2nya diantaranya pentolan syiah Jalaluddin Rakhmat.

MUI akhirnya tetap pada pendiriannya mengharamkan, produk Ajinomoto, walaupun orang nomor satu di Indonesia Gus Dur mengatakan Ajinomoto Halal. Fatwa MUI tentang Ajinomoto itu dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2000. Produk Ajinomoto yang dinyatakan haram ini ternyata telah diproduksi sejak bulan Juni sampai 23 Nopember 2000 karena menggunakan bahan pendukung bacto soytone yang mengandung enzim babi, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut porcine. (http://media.isnet.org/).

Kasus itu menjadikan berita ramai di masyarakat. Umat Islam pun tampaknya pro MUI, dan tidak menggubris perkataan Gus Dur (walau presiden Indonesia) serta Jalal pentolan syiah yang saat itu ngakunya susi (sunni syiah).

Presiden Gus Dur dibela pentolan aliran sesat syiah Jalaluddin Rakhmat dalam kasus menghalalkan bumbu Masak “Ajino Moto” yang diharamkan MUI, ternyata Gus Dur bahkan mengalami tidak digubris Umat Islam.

Kalau Menag Lukman mau mengambil pelajaran, seorang Gus Dur yang bahkan dibela pentolan aliran sesat serta liberal-liberal lainnya pun ternyata tidak mampu berkutik.

Dukungan Kaum Liberal dan para pentolan aliran sesat dalam berbagai kasus sejatinya hanya bagai bolodupakan dalam pertunjukan wayang. Apalagi dalam kasus Menyanyikan Al-Qur’an dengan Nyanyian Jawa, maka mereka Dibabat Habis! Para pendukung yang telah ketahuan bahwa mereka itu gerombolan liberal yang masyarakat menyebutnya dungu karena ada yang sampai menyebut Allah itu Mahluk; mereka itu fungsinya hanya bagai bolodupakan atau buto cakil dalam wayang. Perannya hanya muncul untuk didupak alias ditendang lalu nggeblak kemudian mati atau lari kudhung kathok (kalah dan malu). Maka sebenarnya, hanya orang-orang yang tertipu oleh media massa anti Islam dan liberal saja yang menganggap kaum liberal dan pentolan-pentolan aliran sesat itu punya daya pengaruh. Lebih merasa tertipu lagi ketika ingat bahwa orang sekelas Gus Dur saja tidak akan terselamatkan oleh dukungan kaum liberal dan para pentolan aliran sesat, bahkan menjadikan makin terpuruknya.

Dan ternyata babak berikutnya, Gus Dur pun kemudian kejeblos duit Brunei, yg mengakibatkan dilengserkan dari kursi kepresidenan karena dianggap tidak mampu mempertanggung jawabkannya.

Dari seluruh kisah nyata ini, intinya, kilah tidak tahu itu adalah BASI! Dan itu sangat dimengerti oleh KH Ali Yafie, sehingga beliau pilih mengundurkan diri, itupun sampai dua kali mengundurkan diri, dari Rais Aam PBNU dan dari Ketua Umum MUI. Tidak mau ada pemimpin yang berkilah tidak tahu, lalu mengharapkan dukungan dari kaum liberal dan aliran sesat seperti itu.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beralasan-tidak-tahu-ada-yang-mengharamkan-qiraat-langgam-jawa.htm/feed 0
Bersikap Adil terhadap Daulah Islam http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/bersikap-adil-terhadap-daulah-islam.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/bersikap-adil-terhadap-daulah-islam.htm#comments Tue, 26 May 2015 05:48:51 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104685 parade isisOleh : Ibnu Nasrullah 

Khilafah yang dideklarasikan oleh oleh Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) memang fenomenal. Selain fenomenal deklarasi ini juga kontroversial karena menimbulkan pro dan kontra dikalangan umat Islam bahkan para aktivis dakwah. Tak sedikit yang setuju kemudian menjadi ansharnya, ada juga yang tidak setuju dengan alasan yang dianggap syar’i, tetapi ada juga yang gelap mata memfitnah secara membabi buta tanpa dasar yang jelas dan tabayyun terlebih dahulu. Padahal keagungan Islam telah mengajarkan umatnya untuk adil dalam menilai, apalagi dosa lisan adalah salah satu dosa yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam jilatan api neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat : 6)

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Maaidah [5]:8)

Tulisan ini saya hadirkan sumber bagi mereka yang ingin tahu, yang ingin bertambah teguh dibelakangnya, dan juga sebagai hujjah dihadapan Allah terhadap mereka yang secara membabi-buta tanpa klarifikasi menghakimi para mujahidin yang ingin menegakkan Islam bahkan dengan tuduhan yang sama sekali konyol dan tidak masuk akal. Salah satu contoh tuduhan tersebut bahwa Daulah Islam buatan Israel atau Amerika yang menjadi kaki tangannya dan digunakan untuk memecah belah Islam. Apakah benar demikian ?

Menurut saya, salah satu indikator untuk menilai suatu kelompok adalah dengan melihat asal-muasalnya dan rekam jejak perjuangannya termasuk tujuan perjuangan kelompok tersebut. Jika dikatakan Daulah Islam adalah produk Amerika ? Saya rasa tidak sepenuhnya salah, karena memang benar Daulah Islam salah satu faktor pembentuknya adalah penjajahan Amerika Serikat ke Negeri Muslim yaitu Irak. Bukan dalam arti karena produk rekayasa intelejen mereka. Lalu, bagaimana sejarah dan asal-usul mereka ? Mari kita simak.

Pada tahun 2003, AS beserta koalisi negeri barat lainnya secara menginvasi Negeri Irak dengan alasan Presiden Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal –tuduhan yang terbukti dusta-. Ironisnya adalah penguasa Negara yang mengaku Islam khususnya Negara-negara Arab seperti hanya menjadi penonton dan komentator membiarkan harga diri kaum muslim diinjak, bahkan beberapa ada yang malah menyediakan pangkalan militer bagi Amerika Serikat untuk memangsa saudaranya sendiri. Akibatnya Saddam Husein memang terguling, Namun sekelompok mujahidin Islam berbekal senjata sederhana dengan gigih dan ksatria melawan penjajahan Amerika Serikat yang ditopang persenjataan mutakhir. Diantara para mujahidin tersebutlah nama Abu Mush’ab Az Zarqawy. Untuk mengkoordinir perlawanan terhadap tentara penjajah, beliau membentuk Jama’ah Tauhid wal Jihad pada Oktober tahun 2003. Lalu, untuk semakin memantapkan barisan, beliau pada tahun 2004 memberikan baiatnya kepada pemimpin Al Qaeda ketika itu Syaikh Usamah bin Ladin dan mengubah nama kelompoknya menjadi Al Qaeda fii Biladil Rafidain (Al Qaeda di Negeri dua aliran sungai) dan melanjutkan perlawananya terhadap pendudukan Amerika Serikat dan kroni-kroninya.

Semakin lama pertempuran berkecamuk, semakin menjamur jugalah kelompok-kelompok perlawanan yang lain meskipun beranggotakan kecil-kecil. Untuk mengkoordinir perlawanan melawan monster Amerika Serikat maka Abu Mush’ab Az Zarqawy menginisiasi untuk membentuk Majelis Syuro Mujahidin pada Januari tahun 2006 bersama kelompok-kelompok kecil yang lain dengan pengangkatan Abdullah bin Rashid Al Baghdadi sebagai ketua majelis. Dengan dikoordinasikannya kelompok-kelompok perlawanan, semakin kuatlah barisan mujahidin dan memperoleh kemenangan-kemenangan penting. Hingga syahidnya (Insya Allah) Abu Mush’ab Az Zarqaqy ditangan serdadu penjajah Amerika. Lalu kepemimpinan AlQaeda di Irak beralih ke tangan Abu Hamzah Al Muhajir.

Setelah itu Allah mengaruniakan mujahidin berupa kemenangan-kemenangan dan semakin mengokohkan kekuasaannya di Irak. Hal tersebut mendorong majelis syuro mujahidin untuk memproklamasikan Islamic State if Iraq (ISI) dan meleburkan faksi-faksi perlawanan menjadi satu komando Negara termasuk faksi AlQaeda di Irak. Hingga diproklamasikanlah Islamic State of Iraq (ISI) di kota Ramadi Propinsi Anbar pada tahun 2006 sekaligus pengangkatan Abu Umar Al Baghdadi sebagai pemimpin dan Abu Hamzah Al Muhajir sebagai menteri perang.

Pertempuran sengit terus berlangsung hingga syahidnya –insya Allah- Abu Umar Al Baghdadi dan Abu Hamzah Al Muhajir pada tahun 2010. Perjuangan takkan surut meskipun para pemimpin terus silih berganti menebus pengorbanan membela Islam dengan nyawa. Estafet kepemimpinan Daulah Islam Iraq melalui majelis syuro beralih ke tangan Abu Bakar Al Baghdadi. Beliau adalah seorang ulama kharismatik dan seorang Doktor lulusan Universitas Islam Baghdad. Pernah dipenjara oleh Amerika Serikat kemudian dilepaskan. Barangkali pemerintahan Amerika Serikat tak menyangka orang yang dilepasnya dulu ternyata kini menjelma menjadi pemimpin yang menakutkan bagi hegemoni mereka.

Kerasnya perlawanan mujahidin yang pantang menyerah membuat tentara Amerika angkat kaki dari bumi Irak pada tahun 2011 setelah sebelumnya menyiapkan pemerintahan syiah mereka melalui proses demokratis. Saat proses demokrasi berlangsung, pemerintahan Irak dikuasai Syiah dengan Nouri Al Maliki sebagai perdana menteri mereka. Namun, Daulah Islam Irak tidak melentur dan tetap dalam sikap mereka melawan terhadap kekufuran. Tegas dan tanpa kompromi.

Pada tahun 2011, terjadi tragedi yang menyesakkan dada berupa pembantaian kaum muslimin ahlus sunnah di bumi syam Suriah oleh Rezim Syiah Nushairi pimpinan Bashar Al Assad. Islam dilecehkan, kaum muslimah di perkosa, para lelaki di sembelihi di jalan-jalan, anak-anak banyak yang menjadi korban. Bahkan PBB menyebut tragedi ini sebagai tragedi kemanusiaan terburuk. Sudah banyak sekali dokumentasi kekejaman rezim yang terpublikasikan. Lagi-lagi ironis, Negeri Arab yang telah lama dikaruniai Allah kekuasaan dan kekayaan minyak luar biasa hanya menjadi penonton dan komentator. Merasa mempunyai ikatan persaudaraan Islam, justru Daulah Islam Irak yang baru berdiri dan baru dilanda perang tak membiarkan saudaranya ter-aniaya. Akhirnya mengirim divisi militer khusus ke bumi Syam untuk menolong saudara-saudaranya yang tertindas. Berbekal persenjataan sederhana dan tawakal kepadaNya, Allah mengaruniakan penaklukkan-penaklukkan mereka atas wilayah syam. Hal tersebut membuat beberapa bagian wilayah Syam dan Irak menyatu dibawah kontrol Daulah Islam. Akhirnya pada tahun 2013 ISI mengumumkan perluasan wilayah dengan diproklamasikannya Islamic State of Iraq and Sham(ISIS).

Setelah kekuasaan semakin kokoh dan lebar, ISIS membuat gebrakan fenomenal dengan meratakan garis nasionalisme Sykess Pycott yang dibuat Negara Barat untuk memecah belah negeri kaum muslimin. Allah menganugerahkan mujahidin ISIS wilayah kekuasaan yang bersifat transnasional membentang dari wilayah Aleppo Suriah hingga Diyala Irak yang terbukti benar dari rilisan-rilisan video dokumentasi penegakkan hukum Islam dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Setelah dirasa memenuhi syarat pendirian Kekhilafahan dengan adanya wilayah, angkatan bersenjata dan pemerintahan yang berdaulat, ISIS melalui majelis syuro mengumumkan berdirinya kekhilafahan Islam pada 29 Juni 2014 dan menyederhanakan nama mereka dari ISIS menjadi Islamic State (IS).

Segera setelah IS dideklarasikan, singasana-singasana para penguasa Negeri Arab yang awalnya hanya menjadi penonton dan komentator atas penderitaan negeri muslim mulai memberi cap dan julukan buruk kepada para mujahidin IS dengan tuduhan khawarij, teroris, bughat, ekstrimis dan istilah lainnya. Tak sedikit kaum muslimin yang turut latah dan terbawa-bawa opini para penguasa tersebut. Padahal, justru mujahidin IS-lah yang garang terhadap penjajahan kaum kafir barat dan Syiah atas negeri-negeri muslim terutama di wilayah Irak dan Suriah ditengah impotennya penguasa Negeri Arab dan Negeri mayoritas muslim lainnya. Sungguh penilaian yang menurut saya tak adil dikalangan kaum muslimin terhadap para mujahidin yang sudah rela menyerahkan serpihan daging dan tulangnya untuk beradu dengan mesiu kaum kafir penjajah. Dan hari ini, IS telah dikeroyok puluhan Negara kafir, tetapi tak kunjung kalah justru semakin besar dan bertambah dukungannya dari hari ke hari.

Terlepas dari persoalan pro dan kontra, maka hadirkanl-lah argumen berkelas, bukan cenderung fitnah dan tuduhan-tuduhan tak berdasar yang justru akan merugikan pelaku sendiri karena akan menjadi gugatan berat dihadapan Allah S.W.T.

Terhadap tuduhan bahwa mujahidin IS bersikap mengkafirkan kpd kaum muslimin diluar golongan dan menghalalkan darah mereka sebenarnya sudah lama sekali dijawab oleh berulang-ulang oleh petinggi-petinggi IS. Salah satunya oleh Abu Umar Al Baghdadi pemimpin IS yang sewaktu itu masih berupa Islamic State of Iraq (ISI). Namun apakah kita mau mendengar ? Berikut kutipannya

“Sungguh, manusia telah banyak membuat tuduhan sangat dusta dan tidak berdasar perihal aqidah kami, mereka menuduh bhw kami mengkafirkan semua kaum muslimin secara umum, dan mereka menuduh bhw kami menghalalkan darah2 dn harta2 mrk, dan mnuduh bhw kami memaksa manusia utk bergabung kpd Daulah dgn pedang”

“Kami tidak sekali-kali mengkafirkan seorang muslimpun yg sholat menghadap qiblat sprt qiblat kami (mekkah) lantaran melakukan dosa2 sprt zina, meminum khamr dan mencuri selama tdk menghalalkannya. Keyakinan kami dalam iman adalah pertengahan, tawasuth antara khawarij lagi ghuluw (melampaui batas) dan ahlu irja’ lagi mufrithin (Murji’ah yg menyepelekan)”

“Dan barangsiapa yg megucapkan syahadatain dan menampakkan kpd kami keislamannya dan tdk sekali-kali melakukan satupun pembatal dari pembatal-pembatal keislaman, maka kami memperlakukannya sbgm memperlakukan kaum muslimin, dan kami menyerahkan urusan batinnya kpd Allah S.W.T”

“Dan bahwasanya kekafiran itu ada dua, yaitu kufur akbar (besar) dan kufur asghar (kecil) dan kekafiran seseorang bs disebabkan oleh keyakinannya, ucapannya dan perbuatannya. Tetapi takfir seseorang scr mu’ayyan (personal) dr mereka dan hukum kekalnya di Neraka tergantung terpenuhinya Syuruth, syarat-syarat dan tdk adanya Mawani, penghalang takfir”

Mari bebaskan hati kita dari segala kebutaan akibat fanatisme golongan, sikap lebih senior, merasa lebih pandai hingga merendahkan dan segala sikap lainnya yang dapat menghalangi kita dari bersatu diatas jalan kebenaran. Setelah menilai secara objektif dan jujur, jika IS adalah kebatilan maka tinggalkanlah. Tetapi jika mendapati kebenaran di pihak IS, sudah selayaknya kita bersatu menyambut seruan untuk tunduk kepada syariatNya dan mendukung, bahu-membahu agar supremasi Islam kembali berjaya di muka bumi. Amat besarlah pahala dan ampunan darinya. Takkan ada yang boleh menghalangi kita untuk bahu membahu menegakkan Islam. Wallahua’lam 

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”

(QS Al-Fath ayat: 29)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/bersikap-adil-terhadap-daulah-islam.htm/feed 0
Al-Qur’an Dinyanyikan dengan Nyanyian Jawa untuk Apa? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm#comments Fri, 22 May 2015 02:42:34 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104390 learn-al-quran-int-online-academyOleh Hartono Ahmad Jaiz

Ada apa dibalik itu?

Dari awal saya hanya mempersoalkan Al-Qur’an dinyanyikan pakai nyanyian Jawa di Istana, malam 27 Rajab 1436H/ 15 Mei 2015, yang belakangan diakui atas inisiatif Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

Rupanya banyak orang tidak hati-hati, tapi langsung bicara padahal tidak faham maksud dari lafal “langgam Jawa” dalam berita-berita tentang baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu.
Mereka memahami, Langgam Jawa itu gaya Jawa, atau cengkok, atau corak aksen Jawa. Padahal langgam di situ maknanya nyanyian. Bukan sekadar cengkok, corak ataupun gaya Jawa, tetapi adalah nyanyian Jawa, dan dalam membaca Al-Qur’an itu dipraktekkan dengan nyanyian Dandanggulo.

Nyanyian Dandanggulo ya jenis nyanyian, maka penyanyinya ya penyanyi, biasanya disebut sinden atau waranggono bahkan ledek, kalau bahasa Arab mungkin muthrib. Sehingga, ketika Al-Qur’an dibaca dengan nyanyian Dandanggulo, maka berarti menyanyikan Al-Qur’an dengan nyanyian Dandanggulo. Di situ jelas Al-Qur’an telah dijadikan nyanyian. Padahal ada hadits Nabi saw yang mengkhawatirkan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

Jadi sebenarnya pembicaraan tidak ada sangkut pautnya dengan langgam Al-Qur’an, tetapi adalah menyanyikan Al-Qur’an dengan jenis nyanyian Jawa. Faham?

Untuk sekedar analogi, walau ini tidak persis, misalnya orang menyetir kendaraan bermotor padahal dia dalam keadaan habis nenggak miras (minuman keras), katakanlah mabuk. Itu telah ada larangannya, tercakup dalam kategori menyetir dalam keadaan membahayakan nyawa atau barang. Pasal 311 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (“UU 22/2009”),

Pasal 311 UU 22/2009:
(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah). (hukumonline.com).

Orang nyetir kendaraan bermotor dalam keadaan mabok karena minuman keras ataupun lainnya itu sudah termasuk dalam keadaan membahayakan. Jadi sudah termasuk dalam larangan, tidak perlu diteliti dulu benar cara nyetirnya atau tidak. Karena keadaan setelah minum miras (dalam keadaan mabuk) lalu menyetir itu sendiri sudah membahayakan.

Demikian pula, Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam telah khawatir akan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Lantas ada orang yang membaca Al-Qur’an di istana negara di Jakarta, bacaan Al-Qur’annya itu dengan nyanyian Jawa, jenis Dandanggulo, salah satu jenis nyanyian Jawa Macapat. Nyanyian Dandanggulo itu sendiri lebih ternikmati oleh para penikmatnya bila diiringi gamelan (alat musik, haram dalam Islam, lihat Hadits Al-Bukhari), dan dinyanyikan oleh sinden atau waranggono atau bahkan ledek, yang mungkin bahasa Arabnya muthrib/ muthribah.

Ketika jelas-jelas seperti itu, maka tidak dapat diartikan lain, kecuali menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

Padahal, jelas ada haditsnya tentang kekhawatiran Nabi saw atas umat ini akan adanya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.
Haditsnya ini:

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ ”
[حكم الألباني]
(صحيح) انظر حديث رقم: 216 في صحيح الجامع

Dari Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
Aku khawatir atas kamu sekalian enam: pemerintahan orang-orang yang bodoh, penumpahan darah, jual hukum, memutus (tali) persaudaraan/ kekerabatan, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, dan banyaknya polisi (aparat pemerintah, yang berarti banyak kedhaliman). (HR Thabrani, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ hadits no. 216).

Jadi, persoalannya bukan menyangkut ilmu-ilmu qiroat, tetapi adalah menyanyikan Al-Qur’an dengang nyanyian Jawa. Berarti itu adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Itu jelas tidak sesuai, bahkan menjadi masalah yang dikhawatirkan oleh Nabi saw. Maka dalam hal (telah salah karena menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian) itu tidak ada kaitannya langsung, apakah bacaannya benar atau tidak. Sekalipun bacaannya benar, maka tetap tidak bisa jadi alasan untuk menepis tindakan salah menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian itu. Hanya saja, kalau ternyata bacaannya salah, maka tambah lagi persoalannya.
Jadi, kalau toh bacaannya benar, tidak akan mengurangi kesalahan tentang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Sedang kalau bacaannya salah, maka berarti tambah lagi kesalahannya.

Ketika menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, bisa dibilang tidak menggubris sabda Nabi saw tersebut. Dan kalau itu yang mengadakan adalah suatu pemerintahan, maka dikhawatirkan tergolong yang diancam dalam hadits berikut ini.

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي
الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني
المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره
/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku.
(Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Ada apa dibalik itu?

Semoga umat Islam faham persoalan ini. Hati-hati dan waspadalah. Sudah ada gejala untuk mengembalikan Islam kepada kemusyrikan dengan aneka cara, di antaranya ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang libral telah mengusung apa yang dinamai Islam Nusantara. Ada orang yang menganalisa tentang Islam Nusantara itu, dan disimpulkan arahnya adalah sinkretisme.
Kalau sampai itu mengembalikan kepada keyakinan batil-kemusyrikan, maka telah diancam dalam surat Al-Baqarah, dosanya lebih besar dibanding membunuh.

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).
Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis, masih pula ditemani secara mesra oleh mereka yang tidak menyayangi iman Umat Islam. Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis?

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/al-quran-dinyanyikan-dengan-nyanyian-jawa-untuk-apa.htm/feed 0
Daulah Islam, Negeri yang Aneh… http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm#comments Tue, 19 May 2015 11:00:03 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104128 isis-anbarOleh Muhammad Yusron Muhfid

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar’.” (Al-Baqarah : 249)

Melihat sepak terjang Daulah Islam yang dideklarasikan pada tanggal 29 Juni 2014 kita akan mendapati berbagai hal yang janggal dan di luar nalar sehat manusia. Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar siapa mereka sesungguhnya? Coba perhatikan secara jeli, umur dari Daulah Islam yang sebelumnya bernama Daulah Islam Iraq dan Syiria barulah menginjak usia sekitar satu tahun terhitung sejak dideklarasikan. Tetapi hanya dalam waktu yang singkat, Daulah Islam mendapat permusuhan dari hampir semua negara-negara di dunia. Bahkan, Amerika Serikat sampai-sampai harus menggalang koalisi yang berjumlah sekitar 40 negara hanya untuk memberangus sebuah negara yang baru berumur 1 tahun. Siapa mereka sesungguhnya ? Mengapa sebuah negara super power sekaliber Amerika Serikat begitu ketakutan dengan kelompok baru dan kecil ini ? Apa sebenarnya yang mereka punya ? Apakah mereka punya angkatan udara? Apakah mereka punya pabrik persenjataan canggih? Apakah mereka bisa membuat hulu ledak nuklir? Apakah mereka bisa membuat rudal-rudal yang canggih ? Tidak !, sama sekali tidak !, bahkan hampir semua persenjataan yang dimiliki Daulah Islam adalah hasil rampasan. Bandingkan dengan persenjataan si penjahat kemanusiaan Israel yang begitu canggih dan mutakhir ditambah sokongan dana yang melimpah dari kekasih mereka Amerika Serikat.

Menariknya lagi, ditengah permusuhan hebat yang dikobarkan berbagai negara didunia terhadap kelompok ini. Mereka tetap dapat mengelola Negaranya seolah-olah tanpa gentar terhadap pemboikotan. Mereka tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Entah darimana mereka mendapatkan rezeki ini. Allah-lah yang menjamin rezeki bagi hambaNya yang bertakwa. Bahkan eksistensinya semakin besar dan meluas dukungannya. Padahal, kejamnya “mulut” media massa tak henti-hentinya berucap bahwa mereka adalah teroris, garis keras, dan berbagai julukan buruk lainnya. Ditambah lagi tikaman dari internal umat Islam sendiri yaitu para pengkhianat yang menjual agamanya untuk dunia dan menjadi antek Amerika Serikat

Semua ini merupakan hal yang aneh diluar nalar manusia, bayangkan saja, ditengah gempuran pesawat-pesawat canggih pasukan koalisi yang berjumlah sekitar 40 Negara, ditambah pertempuran dahsyat didarat melawan rezim syiah Iraq, Suriah disokong oleh Negara Syiah Iran mereka tak kunjung kalah. Justru pekan ini mereka dapat merebut kendali atas kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar Iraq dan berbagai kota di Suriah, memperluas wilayah kekuasaanya di dua Negara tersebut.

Perjuangan mereka mengingatkan saya kepada sejarah perjuangan Islam dimasa nabi Muhammad S.A.W dan para Sahabatnya, mereka telah bercucuran darah memperjuangkan Islam dan memenangkanNya atas segala kekuasaan tirani yang mengeroyoknya. Siapa yang tidak tahu perang Ahzab ? dimana pasukan muslim yang hanya berjumlah 3000 musti menghadapi 30.000 pasukan sekutu kabilah-kabilah Arab ? Perang Mu’tah ketika 3000 pasukan kaum muslimin harus menghadapi 200.000 bala tentara romawi ? dan perang-perang lainnya. Namun, berkat kelompok kecil ini, yang berasal dari tengah padang pasir yang gersang dan terbelakang. cahaya Islam berhasil menang dan menerangi dunia. Akankah sejarah akan berulang ?

Segala keanehan diluar nalar manusia tadi tentu membuat kita layak bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka ? Apa Manhaj dan ideologinya sehingga sejauh ini mampu memenangkan pertarungan melawan musuh-musuh yang mengeroyoknya ? Semoga hal ini akan memancing kita untuk mencari lebih jauh siapa sebenarnya mereka. Karena akan selalu ada sekelompok orang didalam umat Islam yang berperang diatas jalan kebenaran hingga hari kiamat tiba.

“ Ya Allah, bila Daulah ini adalah Daulah Khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq”

“Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang behukum dengan kitabMu dan sunnah nabiMu, serta berjihad melawan musuh-musuhMu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin (kekuasaan) di muka bumi serta jadikanlah ia gerbang menuju Khilafatan ‘alaa minhajin nubuwwah”

 

Katakan aamiin wahai kaum muslimin

(Cuplikan pidato Juru Bicara IS, Syaikh Mujahid Abu Muhammad Al Adnani)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/daulah-islam-negeri-yang-aneh.htm/feed 0
Menag! Coba Nyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan Langgam Cocak Rowo ! http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm#comments Tue, 19 May 2015 02:00:27 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=104081 menagOleh Hartono Ahmad Jaiz

Sebelum melontarkan dan mempertahankan imbauan baca Quran dengan Langgam Jawa, sebaiknya Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mencontohi lebih dulu menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan langgam “Cocak Rowo”.

Atau sekalian yang asli langgam Jawa, misalnya Megatruh (Memecat Nyawa). Atau sekalian langgam Jawa Pucung (alias pocong) yang misinya agar jenazah dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikubur.

Nanti pihak yang tahu betul tentang budaya Jawa akan bertanya: Maksudnya ini ngalup atau biar cepat mati atau bagaimana? Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” kok dinyanyikan dengan Langgam Pucung alias Pocong?

Perlu diketahui, ilmu untuk membaca Al-Qur’an itu sudah ada. Ada ilmu tajwid, ada ilmu qiroah, di samping dalam hal pembacaan isinya memerlukan ilmu-ilmu alat yang lain, ilmu Bahasa Arab yang bersumber dan berkaitan dengan Al-Qur’an seperti nahwu, sharaf, balaghah.

Dalam sastra Arab ada ilmu tentang syair (dengan lagunya) yang disebut ilmu ‘Arudh (wal qawafi). Misalnya syair “Ya rabbi bil…” (saya tidak berarti setuju dengan isinya, ini hanya contoh) itu lagu dan wazan serta qafiyahnya sudah tertentu seperti itu, karena bait-baitnya itu disusun dalam jenis yang aturan bait-baitnya dan lagunya memang seperti itu.

Tidak ada orang Arab atau di dunia ini yang mengimbau untuk membaca Al-Qur’an dengan Langgam Arab (dalam hal ini contohnya syair Ya Rabbi bil…).

Itu membuktikan, langgam Arab yang ilmunya adalah Ilmu ‘Arudh walqawafi tidak digunakan untuk membaca Al-Qur’an.

Betapa jauhnya nanti kalau baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa?

Misal membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa Asmorondono (Asmarandana) yang bernada hasrat cinta kepada wanita secara menggebu? Padahal di dalam Al-Qur’an banyak ancaman siksa neraka?

Lontaran Menteri Agama itu telah dia akui sudah dipraktekkan dalam suatu acara nasional, membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa. Bahkan dikatakan, nantinya akan difestifalkan.

Persoalannya dapat diurai secara sederhana sebagai berikut:

  1. Seandainya itu memang murni untuk memajukan Islam, maka itu namanya berdakwah tanpa ilmu.
  2. Seandainya itu karena menyemangati Umat Islam, hingga akan difestifalkan segala, itu merupakan proyek, maka itu proyek yang buta akan asas prioritas. Kenapa? Karena, tidak ada kebutuhan untuk itu, bahkan yang dibutuhkan adalah mendidik Umat Islam ini agar membaca Al-Qur’annya benar bacaannya, lalu mempelajari isinya, kemudian untuk diamalkan. Itu prioritas.
  1. Seandainya imbauan baca Qur’an dengan Langgam Jawa itu ada maksud lain di balik itu, maka ingat, ada ancaman Allah.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٦ [سورة لقمان,٦]

  1. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan [Luqman6]

ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ ٱتَّخَذۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗا وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُخۡرَجُونَ مِنۡهَا وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ ٣٥ [سورة الجاثية,٣٥]

  1. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat [Al Jatsiyah35]

Contoh persoalannya, ketika membaca ayat-ayat tentang siksa neraka tapi dengan langgam Asmarandana yang kaitannya dengan asmara, bukankah itu mengolok-olok ayat?

Bagaimana bisa masuk akal orang yang waras, kalau ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berisi ancaman siksa neraka bagi orang-orang munafik dan sebagainya, tahu-tahu dibaca dengan Langgam Jawa Asmarandana yang mengenai kasmaran, cinta-cintaan?

Kata Allah Ta’ala dalam al-Qur’an: Afalaa ta’qiluun? (Apakah kamu sekalian tidak berakal, tidak memahaminya?).

{ لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ} [الأنبياء: 10]

  1. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya [Al Anbiya”10]

Dari 3 persoalan tersebut di atas, mungkin yang tampaknya ringan adalah nomor satu yaitu : memang murni untuk memajukan Islam. Tapi ternyata itu termasuk berdakwah tanpa ilmu. Dikhawatirkan, itu justru termasuk yang disebutkan dalam hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam ini:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.”(HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya)/fnh/dkwtn.

Apabila lontaran Menag itu termasuk kategori 2 yakni proyek yang buta akan asas prioritas; maka berarti itu proyek yang tidak diperlukan alias mubadzir. Sedangkan orang yang bertindak mubadzir itu adalah teman syaitan.

{ إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا} [الإسراء: 27]

  1. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya [Al Isra”27]

Selanjutnya, bila yang dilontarkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin itu ada maksud lain, atau malah mendukung lontaran ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang liberal yang ingin memasarkan apa yang disebut Islam Nusantara; maka sangat mengerikan. Karena ancaman ayatnya cukup jelas dan tegas seperti tersebut di atas [Lihat: Al Jatsiyah35].

Afalaa ta’qiluun?

 

Wallahu a’lam bisshowab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menag-coba-nyanyikan-lagu-indonesia-raya-dengan-langgam-cocak-rowo.htm/feed 0
Jalan Raya Kita Memang Dibuat Untuk Rusak http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm#comments Sun, 17 May 2015 04:08:36 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103931 musim penghujan membuat sejumblah jalan di pondok gede, bekasi nampak rusak para pengendara harus berhati hati melewati kubangan,

Kesal dengan kondisi jalan raya di Indonesia yang rusak dimana-mana? Jangankan di jalan perkampungan atau jalan-jalan kecil, di jalan tol yang seharusnya mulus pun banyak yang bolong dan “jerawatan”. Sekarang, pengguna jalan tol “ikhlas” membayar uang tol bukan untuk mendapatkan kelancaran jalan, namun semata-mata untuk menghindari motor yang kian hari kian ugal-ugalan. Saya pengguna kendaraan roda empat dan juga roda dua, jadi sangat paham dengan kenyataan ini.

Ada yang menarik, sekaligus menyedihkan, yang tidak banyak diketahui tentang kenapa jalan-jalan raya di Indonesia banyak yang rusak. Penyebabnya ternyata bikin dada sesak, sekaligus geram pada pejabat-pejabat sektor pekerjaan umum dan yang terkait.

Kisahnya berawal dari obrolan santai tentang suatu proyek film dan novel dengan seorang pengusaha papan atas negeri ini di kantornya suatu siang di Jakarta Selatan. Pengusaha yang usianya masih muda ini sudah enam tahun bersahabat dengan penulis. Dia putera seorang konglomerat yang juga putera mahkota bagi imperium bisnis ayahnya yang sejak zaman Suharto sudah malang-melintang di dunia bisnis nasional.

Ketika obrolan sampai kepada hak paten dan banyaknya putera-puteri Indonesia yang cerdas dan menemukan sesuatu yang diakui dunia, dia dengan ekspresif bercerita soal seorang profesor yang pernah bekerjasama dengannya namun putus di tengah jalan.

“Dia seorang profesor dari Nusa Tenggara Barat. Namanya Prof Mkh (sengaja namanya disini disamarkan). Dia telah menemukan satu formula yang mampu memperkuat aspal sehingga aspal itu akan menjadi sangat kuat, walau diterpa hujan, banjir, panas-dingin, dan sebagainya. Suatu hari dia pergi ke seorang pejabat yang berpengaruh di instansi pekerjaan umum pusat untuk menawarkan formulanya ini. Namun pejabat tersebut menolaknya. Prof Mkh ini tidak putus semangat, dia terus mengontak para pejabat pekerjaan umum yang lainnya namun selalu saja ditolak. Akhirnya Prof Mkh berkesimpulan jika jalan raya di Indonesia memang sengaja dibuat untuk rusak, agar para pejabat tersebut setiap tahun punya proyek dan tentu saja bisa menilep anggarannya… Formula hebat Prof Mkh itu kemudian dibeli oleh Jerman dan dipatenkan disana.”

Inilah kisah di balik kenapa jalan-jalan raya, termasuk tol, di Indonesia selalu saja rusak. Kerusakan jalan di negeri ini adalah “berkah” (yang tidak halal) bagi para pejabatnya, proyek abadi setiap tahun, dan berarti pemasukan uang panas abadi sepanjang tahun ke kantungnya sendiri. Gilanya lagi, di mana-mana proyek perbaikan jalan selalu saja dilakukan menjelang musim hujan, perhatikan saja setiap tahun, sehingga belum lagi aspalnya kering, hujan sudah mengguyurnya, disertai banjir, dan rusaklah kembali jalan-jalan raya itu.

Lagi-lagi perilaku korup para pejabat negeri inilah yang telah mengakibatkan tewasnya banyak orang di jalanan selama ini. Sedih, memang. Tapi faktanya memang demikian.(rz)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jalan-raya-kita-memang-dibuat-untuk-rusak.htm/feed 0
Mas Pepeng dan Palestina http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm#comments Thu, 07 May 2015 09:49:24 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103303 pepeng.f.febry-64Ketika saya menulis buku pertama dengan judul: “Palestina Pertanyaan Berjawab”, Penerbit KISPA Publishing, Jakarta, Desember, 2006. 

Saya sampaikan ke Mas Pepeng, panggilan akrab saya untuk beliau, tentang rencana penulisan buku tentang Palestina, dan meminta beliau untuk menuliskan beberapa kalimat dalam buku tersebut sebagai kenang-kenangan dan kata penggugah kepada setiap pembaca.

Saat itu Mas Pepeng sudah terbaring sakit, setiap hari di kamar, kalau mau keluar harus menggunakan kursi roda. Beliau tetap semangat, ceria, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap urusan umat, terutama rakyat Palestina yang masih terjajah.

Buah fikiran, semangat dan ketulusan hati Mas Pepeng dapat kita resapi dalam tulisan beliau di buku saya,

“Buku ini dibuat oleh sahabat saya untuk menyamakan penafsiran kita tentang Palestina. Tempat para syuhada, tempat jundullah, pemimpin kelas dunia, dan masih banyak lagi yang bisa Anda baca melalui buku ini. Jadi, tunggu apalagi, baca, resapi, samakan penafsiran, dan rapatkan barisan. Allahu Akbar!!! (Ferrasta “Pepeng” soebardi-Entertainer).”.

Saya bermohon kepada Allah, dihari wafat beliau, Rabu, 18 Rajab 1436 H / 6 Mei 2015, semoga tulisan beliau tersebut merupakan amal jariyah dan amal jihadnya untuk membebaskan Palestina, khususnya Masjid Al Aqsha. Semoga sakit beliau sekitar 11 tahun merupakan penghapus segala kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Penyakit yang menimpa seorang mu’min merupakan penghapus dosa-dosanya’.” (HR. Ibnu Abu Ad-Dunya dan Al Hakim). Menurut Al hakim sanadnya shahih. Hadits shahih.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Dari sahabat dan murid Mas Pepeng, Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mas-pepeng-dan-palestina.htm/feed 0
Kekufuran Undang Undang Buatan Manusia http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm#comments Mon, 04 May 2015 02:10:45 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=103087 luvislamOleh: Muhammad Yusron Muhfid

Kekufuran undang-undang Ilyasiq dan yang semisal.

Sungguh prihatin dan sangat membuat kita mengelus dada jika kita melihat pada masa sekarang beberapa muslim bahkan berbaju “aktivis dakwah” berseru kepada masyarakat untuk taat kepada penguasa bagaimanapun kondisinya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah mereka yg begitu toleran thd penguasa yang secara nyata dan jelas membuat hukum atau pedoman hidup tandingan daripada petunjuk Allah dan Sunnah RasulNya namun sebaliknya, begitu cepat terlontar dari mulut mereka julukan-julukan buruk kepada sesama saudaranya sendiri dn para mujahid yang menentang penguasa ketika mereka melihat penguasa melakukan tindakan kekufuran dengan sebutan Khawarij, takfiri, bughot bahkan kilaabun naar. Padahal, keagungan Islam mengajarkan bahwa ketaatan kepada para penguasa adalah dalam rangka mentaati Allah dan RasulNya, berpedoman kepada kitabullah dan sunnah RasulNya dan tidak ada ketaatan dan ketundukan kepada para penguasa ketika jelas-jelas melakukan tindakan kekufuran kepada Allah dan RasulNya seperti mengganti dan merombak syariat-syariatNya. Maka penguasa seperti ini tidak pentas dijadikan sebagai ulil amri. Sebagaimana AlQur’an menegaskan :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulny dan ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan rasulnya (AlQur’an dan As Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya”. (Q.S An Nisa : 59)

Rasulullah bersabda :

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah mengajak kami, dan kamipun membaiat beliau, diantara bai’at yang diminta dari kami ialah hendaklah kami membai’at untuk senantiasa patuh dan taat, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam kesulitan maupun kemudahan, dan mendahulukannya atas kepentingan dari kami, dan janganlah kami menentang orang yang telah terpilih dalam urusan kepemimpinan ini, beliau bersabda” :

‎إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

”kecuali jika kamu melihat KEKUFURAN YANG NYATA dan ada buktinya bagi kita dari Allah S.W.T.”
(HR. Bukhari)

“Wahai umat manusia !, bertakwalah kpd Allah. Dengarlah dan taatilah meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyah yang berambut keriting selama dia melaksanakan kitabullah (HR Ahmad)

Lalu, bagaimana jika penguasa berpaling dari kitabullah dan sunnah nabiNya tetapi membuat sumber hukum dan konsep hidup tandingan ? Apakah hal tersebut tindakan kekufuran ? Kejadian seperti ini sebenarnya sudah pernah terjadi pada umat Islam di abad pertengahan dan para ulama-ulama besar telah mengambil sikap atas kejadian ini. Berikut adalah cerita yang saya sarikan dari tulisan seorang Ikhwah yang mengajak kita mengambil pelajaran dari sejarah perjalanan umat Islam. Mari kita Simak :

Tentang Il-Yasiq, Undang-undang Kufur dari Bangsa Tatar
Dulu, dikalangan umat Islam pernah diberlakukan undang-undang IL-YASIQ. Apa itu ?

IL-YASIQ adalah sebutan untuk kitab perundang-undangan yang diterapkan oleh bangsa Tatar. Ia merupakan sebuah kitab panduan yang berisi hukum perundang-undangan yang isinya dicomot dari berbagai sumber hukum, yaitu syariat Allah yg telah dihapus dari syariat kaum yahudi, nashrani, pendapat Jenghis Khan sendiri dan ada juga sebagian ajaran Islam yang kesemuanya berdasarkan hawa nafsu dan selera Jenghis Khan belaka. Jadi, yg perlu digaris bawahi adalah bahwa TIDAK SEMUA PASAL DIDALAM KITAB UNDANG-UNDANG ILYASIQ BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN atau syariat Islam, ADA YANG SEJALAN, karena merupakan kompilasi hukum yang bercampur aduk. Tapi tp kenapa undang-undang ini dapat mengkufurkan pelaku yang bersandar kepadanya ? Mari kita tinjau lebih jauh apa itu Ilyasiq.

IL-YASIQ disebut juga dengan nama il-yasa atau il-yasaq. IL-YASIQ sendiri dibuat oleh raja Tatar bernama Jengish khan. Raja yang kafir yang kemudian diagung-agungkan oleh bangsa Tatar. Bahkan setelah sebagian orang-orang Tatar masuk islampun, mereka masih mengagungkannya dan menyamakan kedudukannya dengan kedudukan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

Tatkala bangsa Tatar berhasil menguasai Baghdad dari tangan kaum muslimin pada tahun 656 H, raja mereka Hulaghu khan yang congkak yang merupakan cucu dari Jengis khan bermaksud ingin melebarkan sayap kekuasaannya dan menaklukkan sisa-sisa negeri islam didataran syam, mesir dan yang lainnya.

Umat islam disepanjang zamanpun belum pernah mendapatkan cobaan adanya undang-Undang kufur yang dipaksakan atas kaum muslimin melainkan diawali tatkala pasukan Tatar memasuki kota Baghdad dan menguasai sebagian wilayah islam,mereka menerapkan IL-YASIQ .Selain bahwa bangsa Tatar telah membantai lebih dari 800.000 orang muslimin-muslimat dalam waktu 40 hari saja (begitu yang disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam albidayah wan-nihayah).

Tatkala Hulaghu khan masuk kota Baghdad, kemudian merebut Yordania dan Palestina lalu bergerak menuju syam (Damaskus) maka ALLAH Azza wa Jalla menuntun Qurthuz dan Zahir Baibars untuk membendung serangannya. Quthuz menghadapi pasukan Tatar dalam peperangan di ‘Ain Jalut tahun 658 H, dan berhasil mengalahkan mereka serta meluluhlantakkan kekuatan mereka. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Tatar , Quthuz menyungkur sujud kepada ALLAH Azza wa Jalla.

Disisi lain, Hulaghu khan hendak memberlakukan hukum yang dibuat oleh kakeknya Jengis khan, itulah IL-YASIQ , atau ilyasa, atau as-siyasah al-mulkiyah (undang-Undang kerajaan). Maka para ulama pada saat itu memutuskan tegas dalam persoalan tersebut. Kendati orang-orang Tatar mengerjakan sholat dan berpuasa (sebab diantara mereka juga ada masuk islam, dan sebagian muslimin tempatan bergabung dengan pasukan Tatar), akan tetapi mereka berhukum dengan IL-YASIQ. Keadaan ini menjadikan kaum muslimin merasa berat untuk memerangi mereka (karena diantara mereka ada yang muslim). Ketika itulah syekh Ibnu Taimiyyah rahimahullah tampil berfatwa : “Jika kalian melihat aku berada bersama mereka (Tartar) sedang mushhaf al-Qur`an berada diatas kepalaku, maka bunuhlah aku”.

Dan seorang ulama lain (boleh jadi orang alim itu adalah Al-‘Izzu bin Abdussalam) memegang IL-YASIQ ditangannya, kemudian dihadapan khalayak ramai dia bertanya : “apa ini ?” . Merekapun menjawab, “IL-YASIQ”. Kemudian ulama itu berkata, “Barangsiapa yang memutuskan hukum dengan (pedoman) kitab ini maka sesungguhnya dia telah kafir, dan barangsiapa yang berhukum kepadanya maka sesungguhnya dia telah kafir”.

Itulah diantara penggalan kisah yang diceritakan oleh Ibnu katsir dalam albidayah wannihayah (jilid 13 , hal 263), sejarah bangkitnya para ulama menyerukan kepada kaum muslimin untuk memerangi Tatar yang telah menerapkan hukum perundang-undangan IL-YASIQ kepada rakyatnya. Para Ulama menyerukan untuk memerangi mereka walaupun diantara mereka ada yang telah mengucapkan syahadat. Disebutkan juga bahwa siapa saja yang berhukum kepada IL-YASIQ maka dia menjadi kafir, sebab memang bagi kaum muslimin wajib berhukum dengan apa yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla

Setelah menguraikan banyaknya kelemahan dan kesesatan dari IL-YASIQ, maka Ibnu Katsir berkata, “barangsiapa yang meninggalkan syari’at yang sempurna yang diturunkan pada Muhammad putra Abdullah , penutup para Nabi,.. dan lalu ia berhukum kepada syari’at-syari’at selainnya yang telah dihapuskan , maka sesungguhnya dia telah kafir. Maka bagaimana halnya dengan orang yang berhukum kepada Ilyasiq (Hukum Buatan) dan mengutamakan ilyasiq atas syariat Islam, maka tidak diragukan lagi bahwa dia kafir menurut ijma kaum muslimin”.

Didalam hukum memerangi Tatar ini dijelaskan pula oleh Ibnu Taimiyyah ketika menjawab pertanyaan hukum memerangi Tatar yang mana diantara mereka ada yang muslim. Beliau menjawabnya dengan panjang lebar yang dimuat dalam majmu fatawa juz 25 hal 570.

Undang-Undang positif adalah IL-YASIQ modern abad ini
Sesungguhnya hukum perundang-undangan yang diterapkan oleh para penguasa di abad ini dimana hukum tersebut bukan hukum apa yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla, maka ia adalah dikatagorikan seperti il-yasiq.
Ibnu Taimiyyah berkata,”barangsiapa berhukum kepada sesuatu yang menyelisihi syariat ALLAH dan Rasul-Nya sedangkan dia mengetahui hal itu, maka dia sejenis dengan Tatar yang mendahulukan hukum il-yasiq diatas hukum ALLAH dan Rasul-Nya” (Majmu fatawa 35/407 # Al-fatawa 27/58,59. 28/524).

Namun sangat memprihatinkan bahwa umat ini telah kehilangan prinsip dalam memahami tentang kewajiban berhukum dengan hukum ALLAH dan Rasul-Nya, sedang mereka telah terpola dan dipaksa oleh para penguasa mereka (baik disadari ataupun tidak) untuk berhukum dengan undang-Undang positif buatan manusia yang bertentangan dengan hukum ALLAH. Padahal ini suatu suatu ancaman bagi seseorang dengan kekufuran akbar yang mengeluarkannya dari islam.

Ibnu katsir Rahimahullah mengkatagorikan hukum-hukum wadh’iyah (buatan manusia) yang bertentangan dengan hukum yang diturunkan ALLAH Azza wa Jalla sebagai hukum jahiliyah yang haram untuk ditaati. Beliau menyampaikan hal ini ketika menerangkan surah almaidah : 50.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS.almaidah: 50).
Adapun bagi muslimin di Indonesia, maka bagi orang mukmin yang jujur akan mengenal dengan gampang bahwa hukum perundangan-undangan yang ada di Indonesia sungguh jelas bahwa ia bukan hukum Islam menurut apa yang ditetapkan ALLAH dan Rasul-Nya ….

Hanya cukup dengan mengetahui sumber dari segala sumber hukumnya saja sudah bisa diketahui dengan mudah, bahwa secara konsep sumber hukum indonsia yang bermuara kepada pengakuan kekuasaan tertinggi selain Allah (Yaitu Rakyat) jelas ini merupakan sumber-dari segala sumber hukum jahiliyah yang mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan qanun ilaahi, undang-Undang yg diturunkan dari langit. Ia tak ubahnya seperti il-yasiq pada masa Tatar.

Apalagi ketika secara teknis dilihat apa yang termuat dalam KUHP, undang-Undang , kepress dan peraturan-peraturan yang lahir daripadanya dan menginduk kepada dua sumber yang sesat ini, banyak perkara yang menyelisihi apa yang sudah ditetapkan ALLAH dalam perkara syari’at, dalam hal penghalalan dan pengharaman serta dalam hal menjaga kehormatan, agama dan darah manusia.

Padahal hak menghalalkan dan mengharamkan itu adalah hak ALLAH Azza wa Jalla. Ibnu Taimiyyah berkata, “jika seseorang menghalalkan yang haram yang disepakati, atau mengharamkan yang halal yang disepakati, atau mengganti syari’at yang disepakati, maka dia kafir murtad dengan kesepakatan para fuqoha” (Majmu fatawa 3/267).

Syekh Ahmad syakir berkata, “AlQuran sarat dengan hukum-hukum dan kaidah-kaidah mulia, dalam masalah-masalah sipil, perniagaan , harta rampasan perang, tawanan perang. Dan al-Qur`an juga penuh dengan nash-nash yang jelas tentang hudud dan qishash. Oleh karena itu, barangsiapa mengkleim bahwa islam hanyalah agama ibadah saja (yakni tidak ada hubungannya dengan perkara-perkara hidup yang lain seperti hudud, muamalat dan lain-lain) , maka dia mengingkari semua ini, dia telah berdusta besar atas nama ALLAH, dia mengira bahwa orang tertentu siapapun dia atau organisasi tertentu apapun berhak menggugurkan apa yang diwajibkan oleh ALLAH berupa ketaatan kepada-Nya dan mengamalkan hukum-hukum-Nya. Hal ini tidak diucapkan oleh orang Muslim, dan barangsiapa mengucapkannya, maka dia telah keluar dari islam seluruhnya dan dia menolak Islam semuanya, walaupun dia shalat, puasa dan mengaku Muslim” (Lihat Umdah at-tafsir Ibnu Katsir yang ditahqiq oleh Ahmad syakir,2/171- 172 dan juga pada kitab lainnya).

Syekh Abdullah Azzam Rahimahullah berkata, “Persoalan itu telah ditegaskan oleh para ulama. Adalah Hulagha khan dan Qazan (cicit dari Hulagha khan) lebih berakal daripada pemimpin-pemimpin kita dimasa sekarang. Qazan lantas membuat mahkamah untuk il-yasiq dan mahkamah (yang lain) untuk al-Qur`an dan as-sunnah. Ada mahkamah (pengadilan) Islam dan ada mahkamah il-yasiq . Siapa yang mendatangi mahkamah il-yasiq , maka kaum muslimin menghukuminya kafir. Dan siapa yang pergi ke mahkamah Islam, maka mereka menghukuminya muslim, dan mereka menyikapi orang tersebut sebagai seorang muslim, baginya apa-apa yang diperbolehkan untuk mereka dan atasnya pula apa-apa yang dilarang untuk mereka. Mereka memakan sembelihannya dan menikahi anak gadisnya, dan shalat bersamanya, mereka juga shalat dibelakangnya dan diapun shalat dibelakang mereka”.

Berkata Yusuf al-azham mengomentari perkataan alhafizh Ibnu Katsir Rahimahullah dalam menafsirkan firman :
ALLAHAFAHUKMUL-JAAHILIYYATI YABGHUUN…?
(Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki ?) QS.almaidah :50. (Yusuf al’azham berkata) :” Tidakkah ini menggambarkan realitas negeri-negeri Islam hari ini ?… Berapa banyak hukum il-yasiq yang ada didalamnya ?, dan berapa banyak (manusia) seperti Jenghis khan yang ada didalamnya ?, dan setiap setiap negeri mengambil satu dustur (Undang-Undang) yang menjadi pedoman sebagai pengganti al-Qur`an… bukanlah ini merupakan satu kesesatan yang nyata, yang telah dinyatakan oleh Ibnu Katsir Rahimahullah?!”.

Sedang Syekh Ahmad syakir berkata, ” hukum-hukum tadi (maksudnya hukum Wadh’i, undang-Undang positif zaman ini) dibuat oleh orang-orang yang mengaku-ngaku beragama islam, kemudian putera-putera islam mempelajarinya, dan bapak serta anak merasa bangga dengan hukumnya, kemudian pada akhirnya mereka mempercayakan nasib mereka kepada penganut “il-yasiq modern ini” dan merendahkan orang yang menyelisihi mereka dalam perkara tersebut pada agama dan syari’at mereka sebagai orang yang terbelakang dan statis, serta cap-cap buruk lainnya”.

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,”Barangsiapa meyakini bahwa sebagian orang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam seperti Khidr boleh keluar dari syari’at Nabi Musa alaihissalam, maka dia kafir”

Dan masih banyak dalil-dalil dari kitabullah dan as-sunnah tentang wajibnya berhukum dengan apa yang datang dari ALLAH dan Rasul-Nya dan haramnya berhukum dengan selain apa telah ditetapkan oleh ALLAH dan Rasul-Nya.
Demikian pula sudah diterangkan oleh para ulama dan didalam kitab-kitab tentang aqidah dan tauhid. Salah satunya adalah didalam kitab Fathul majid syarh kitab at-tauhid karya syekh Abdurrahman bin Hasan alu syeikh dalam bab. Berhakim kepada selain ALLAH dan Rasul-Nya.
Marilah kita kembali kepada al-Qur`an dan as-sunnah dalam semua lini kehidupan kita. Dan itulah yang benar dan memberi petunjuk kepada kita. Sedangkan berhukum dengan selain keduanya adalah kesesatan yang nyata dan jahiliyah semata.

Dan sesungguhnya ibadah adalah ketaatan dan ketundukan kepada sang Khalik dalam semua aturan-Nya, dan bukan hanya dalam hal sholat dan puasa saja. Yang berarti , berhukum (membuat hukum dan atau rela dengan hukum) kepada selain ALLAH dan Rasul-Nya adalah ibadah kepada selain ALLAH yang berarti kesyirikan.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama, yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.” (QS.asy-syura :21)
***
Wallahu a’lam.
Catatan : Syekh Ahmad bin Muhammad syakir adalah seorang ulama hadits dizaman ini bergabung dengan al-azhar, memegang tampuk peradilan (Qadha), banyak menulis kitab-kitab, diantaranya mentahqiq tafsir Ibnu Katsir dalam kitab Umdah at-tafsir , wafat 1377 H (sekitar 1947 M).
***
Disarikan dari :
– Al-bidayah wa an-nihayah jilid 13 hal. 263 dll/ karya Ibnu Katsir Rahimahullah.
– Majmu fatawa Ibnu Taimiyyah Rahimahullah, jilid 28 hal 502 dan lain-lain.
– Nawaqidul Iiman al-quliyah wal’amaliyah/ Karya Dr. Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali al abdul Lathif. (edisi Indonesia : “Keyakinan, Ucapan dan perbuatan Pembatal Keislaman” hal 445 -472 –pustaka sahifa-jakarta.
– Tabiyah Jihadiyah seri 8, hal 41-42 # jilid 11, hal 176 -180/ Karya DR. syekh Abdullah Azzam Rahimahullah. –pustaka al’alaq-surakarta.
– Tarikh Khulafa, karya imam suyuthi – pustaka alkautsar –jakarta.
– Qaulul qathi fii man imtana’a ‘an asy-syaroo’I (edisi Indonesia : Menolak syari’at islam dalam perpekstif hukum syar’i/ karya Ishamuddin Darbalah dan Ashim Abdul Majid/ pustaka al-‘alaq –surakarta.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kekufuran-undang-undang-buatan-manusia.htm/feed 0