Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Mon, 27 Apr 2015 11:41:38 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Keunikan Panggilan “Gus” http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm#comments Mon, 27 Apr 2015 09:49:52 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=102733 IMG_20150427_164436Gambar duit satu sen, tulisan Jawa dan Arab/ foto javanes.com

(Tampak unik, tulisan Arab Pegon/ Arab Melayu/ Arab Jawi dengan bingkai tulisan Jawa Ajisoko/ Honocoroko).
Panggilan “Gus” digunakan di Jawa oleh orang tua terhadap anak-anak lelaki. Panggilan lainnya, bisa juga “le” dari kata “thole” untuk anak lelaki, dan “ndhuk” dari kata “gendhuk” untuk anak perempuan.

Contohnya: Reneo gus, reneo le, reneo, ndhuk. Artinya, ke sinilah gus (wahai anak kecil laki-laki), ke sinilah le (wahai anak kecil laki-laki), ke sini lah ndhuk (wahai anak kecil perempuan).

Ada yang mengatakan, sebutan gus itu dari German. The meaning of Gus in German is Revered, Exalted. It is a baby boy name. (lihat: http://namafb.com/).
(Arti dari Gus di Jerman adalah yang terhormat, Maha. Ini adalah nama bayi laki-laki).

Gus, le, dan ndhuk itu semua adalah panggilan dengan rasa kasih sayang kepada anak-anak. Panggilan itu akan terasa nglunjak, tidak sopan, bahkan menghina atau menantang bila diucapkan oleh orang yang umurnya sejajar, apalagi umurnya lebih muda atau statusnya lebih jembel.

Misalnya, anak kelas 5 SD berkata kepada anak kelas 6 dengan perkataan: Napa le, matamu plerak-plerek nyang aku? (ngapain lu, matamu melotot lotok ke gue) (Maaf, ini bahasa kasar, karena memang untuk contoh kalimat yang isinya penentangan).

Lafal “le” di situ walau sudah diterjemahkan dengan lu (loe) bahasa Betawi, namun masih belum begitu mewakili, karena lafal “le” di Bahasa Jawa di situ ada sikap penentangan dan penghinaan (dari yang muda kepada yang lebih tua). Jadi lafal “le” di situ pantang diucapkan oleh orang yang umurnya sejajar, apalagi lebih muda, atau statusnya di masyarakat lebih jembel/ rendah, kecuali memang sengaja untuk menentang atau bahkan menghinanya.

Anehnya, lafal gus tidak dapat digunakan untuk itu. Misalnya: ngapain gus matamu melotot lotot ke gue; kalimat itu menjadi hambar maknanya. Karena gus di situ sebutan yang mengandung penghormatan, jadi tidak tepat ketika digandengkan dengan lafal penentangan yang mengandung hinaan tersebut. Kecuali lafal gus di situ bukan panggilan penghormatan tetapi adalah nama, misalnya Gusbush. Barangkali saja itu juga menjadi sebab, sebutan gus tidak dianggap nglunjak ketika diucapkan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua. Padahal kalau sebutan “le” pasti mengandung penghinaan atau penentangan bila pelontarnya itu orang yang lebih muda. Apalagi misalnya pejabat lalu disebut “le” oleh rakyat maka jelas mengandung penghinaan.

Begitu juga, entah kenapa, sebutan gus itu padahal aslinya untuk kanak-kanak, tetapi juga masih dipakai ketika orangnya sudah sampai umur tua, bahkan sampai meninggal sekalipun. Dan entah kenapa pula apakah ada kaitannya atau tidak, kadang yang punya sebutan gus itu ada sifat kekanak-kanakannya. Misalnya, terkesan agar perkataannya itu ditertawakan orang. Terbukti dengan suka humor, yang mungkin bagi orang yang tidak suka disebutnya cengengesan. Apakah merasa bahwa dirinya masih kanak-kanak karena disebut gus atau sebab lainnya, belum ada penelitian yang hasilnya terdengar. Oleh karena itu, tampaknya hanya barisan dari orang-orang yang tidak tahu gelagat prilaku secara cermat saja yang mau mengangkat orang yang julukannya pakai gus jadi pengarep/ orang terdepan.

Sebutan gus tampaknya ada kemaafan-kemaafan tertentu dalam bahasa maupun pergaulan. Namun bukan berarti kalis dari resiko. Justru sebutan terhormat itu mengandung resiko yang kadang bisa drastis.

Ketika sebutan terhormat dalam hal ini gus, digandengkan dengan kalimat untuk menjatuhkannya juga bisa. Misal, sebutanmu gus, tapi kelakuanmu tidak bagus! Itu justru menambah mantapnya penjatuhan. Bahkan hanya digandengangkan dengan lafal abal-abal (gus abal-abal) begitu saja sudah menjatuhkannya. Dan itu tidak berlaku pada sebuta “le” (thole). Mau dikatain “thole abal-abal”? Ya ngga’ ngaruh, kata orang Betawi Jakarta.

Penjatuhan alias penghinaan dengan sebutan terhormat itu justru terasa tandas. Sebagaimana dalam Al-Qur’an ada ayat untuk menghinakan namun justru dengan panggilan mulia.

{إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ (43) طَعَامُ الْأَثِيمِ (44) كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ (45) كَغَلْيِ الْحَمِيمِ (46) خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيمِ (47) ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ (48) ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (49) إِنَّ هَذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ} [الدخان: 43 – 50]

43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu
44. makanan orang yang banyak berdosa
45. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut
46. seperti mendidihnya air yang amat panas
47. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka
48. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas
49. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia
50. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya
[Ad Dukhan,43-50]
Ayat itu menegaskan:

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (49)

Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (Ad Dukhan/44: 49).
Di situ panggilan “yang perkasa lagi mulia” bukan berisi penghormatan, tetapi justru penjatuhan sejatuh-jatuhnya. Orang yang banyak dosa kemudian disiksa sehebat-hebatnya sambil diucapi “Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia”; itu lebih tandas tuntas dibanding hanya diucapi “rasain lu…”. Sama-sama menghinakannya, namun ketika diucapi dengan sebutan yang secara perkataan aslinya sebutan terhormat, itu justru lebih menghinakannya.

Bagaimana pula bila yang berbuat membela maksiat goyang Inul misalnya, justru orang yang sebutannya terhormat, misalnya kyai haji, masih pula gus lagi? Tentu saja ketika ada yang melontarkan sebutan terhormat itu dengan disambung ucapan sentilan sedikit saja pasti akan lebih terasa. Misalnya, ya tidak usah saya misal- misalkan, perkara begini mah ga’ usah diberi contoh.
Itulah di antara keunikan dan resiko dari sebutan terhormat. Dalam hal ini sebutan “Gus”.

Hartono Ahmad Jaiz

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/keunikan-panggilan-gus.htm/feed 0
Muktamar NU 2015 Ada Unsur Mengingkari NU Semula? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm#comments Thu, 23 Apr 2015 07:02:05 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=102439 nuOleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Syiah dan musik yang telah diharamkan NU zaman dahulu, kini justru jadi “menu”?

Dikabarkan, Muktamar NU 2015 Akan Undang Ahmad Dhani dan Slank.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan mengundang sejumlah musisi di antaranya adalah Ahmad Dhani dan Slank. “Ini masih kami koordinasikan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, kepada wartawan usai sholat Jumat di kantornya. Jumat, 13 Februari 2015. (lihat TEMPO.CO, SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 04:39 WIB)

Muktamar NU akan diadakan pada tangal 1 sampai 5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Musik akan dijadikan menu dalam Muktamar NU 2015 itu, kalau toh orang-orang NU kini tidak lagi menggubris hukum Islam yang mengharamkan musik, tampaknya NU kini semakin ada gejala mengingkari NU yang semula.

Apalagi yang sangat menonjol dalam menyelisihi pendiri NU KH Hasyim Asy’ari yang anti syiah, kini justru bermunculan pembelaan manusia-manusia NU terhadap syiah, bahkan Banser NU lebih terang-terangan lagi, menganggap syiah bagian dari NU, hingga anak buah NU itu menggagalkan acara deklarasi anti syiah di Cirebon, Sabtu 4/4 2015. ( http://www.nahimunkar.com/ketika-firqoh-sesat-syiah-aswaja-palsu-banser-nu-dan-nu-liberal-beraksi-di-cirebon/ ).

Belum diketahui secara jelas, apakah NU memang prihatin dan merasa tercemar dengan sikap prilaku para nahdliyin yang memalukan, yang bagi orang yang sinis mungkin akan melontarkan tudingan bahwa NU kini ada gejala jadi antek aliran sesat syiah itu. Karena belum ada pernyataan resmi NU soal keprihatinannya atas gejala yang memalukan itu.
Walaupun sudah sampai ada suara keras dari sebagian kyai NU sendiri yang mengecam para pembela syiah dari kalangan NU, bahkan sampai dikatakan, NU Cirebon telah menjual NU pada Syiah. Ramai! NU Cirebon Dinilai Telah Menjual NU pada Syiah http://www.nahimunkar.com/ramai-nu-cirebon-dinilai-telah-menjual-nu-pada-syiah/

Bukti NU kini jauh menyimpang

Mengenai masalah musik, dalam Hadits, alat-alat musik itu (pengharamannya dalam kalimat yang) disandingkan dengan yang sudah pasti haramnya yaitu zina dan khamar (minuman keras), seandainya alat musik itu tidak diharamkan maka pasti tidak disandingkan dengan zina dan khamr itu.

Demikian pula Muktamar pertama NU di Surabaya, 21 Oktober 1926 M tegas mengharamkan alat-alat musik:

“Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.”

Inilah isi keputusan Muktamar NU ke-1 tentang Musik (alat-alat orkes untuk hiburan).

***

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-1 Di Surabaya pada tanggal 13 Rabiul Tsani 1345 H/ 21 Oktober 1926 M

21. Alat-alat Orkes untuk Hiburan

Soal : Bagaimana hukum alat-alat orkes (mazammirul-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila haram, apakah termasuk juga terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?
Jawab : Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan.
Keterangan dari kitab Ihya’ Ulum al-Din:

فَبِهَذِهِ الْمَعَانِي يَحْرُمُ الْمِزْمَارُ الْعِرَقِيُّ وَ الْأَوْتَارُ كُلُّهَا كَالْعُوْدِ وَ الضَّبْحِ وَ الرَّبَّابِ وَ الْبَرِيْطِ وَ غَيْرِهَا وَمَا عَدَا ذَلِكَ فَلَيْسَ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْنٍ الرُّعَاةِ وَ الْحَجِيْجِ وَ شَاهِيْنٍ الطَّبَالِيْنَ.

“Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”.

Sumber :
Buku “Masalah Keagamaan” Hasil Muktamar/ Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Kata Pengantar Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni.
https://aslibumiayu.wordpress.com/2011/09/25/hukum-musik-menurut-nu-dan-muhammadiyah/
***
Terlepas dari fatwa NU, para ulama juga telah memfatwakan tentang haramnya musik. Di antaranya ini.
***
Fatwa tentang Haramnya Musik

وقد دلت السنة الصريحة الصحيحة عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على تحريم سماع آلات الموسيقى .
روى البخاري تعليقاً أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال : (لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَالْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ . . .) . والحديث وصله الطبراني والبيهقي .
والمراد بـ (الحر) الزنى .
والمعازف هي آلات الموسيقى .
والحديث يدل على تحريم آلات الموسيقى من وجهين :
الأول : قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (يستحلون) فإنه صريح في أن الأشياء المذكورة محرمة، فيستحلها أولئك القوم .
الثاني : قرن المعازف مع المقطوع حرمته وهو الزنا والخمر ، ولو لم تكن محرمة لما قرنها معها .
انظر : السلسلة الصحيحة للألباني حديث رقم (91) . فتاوى الإسلام سؤال وجواب بإشراف : الشيخ محمد صالح المنجدالمصدر :www.islam-qa.com سؤال رقم 12647(

Sunnah yang jelas lagi shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh telah menunjukkan atas haramnya mendengarkan alat-alat musik. Al-Bukhari telah meriwayatkan secara mu’allaq (tergantung, tidak disebutkan sanadnya) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ. (رواه البخاري).

Layakunanna min ummatii aqwaamun yastahilluunal hiro wal hariiro wal khomro wal ma’aazifa.
“Sesungguhnya akan ada dari golongan ummatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma’azif (musik).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).Hadits ini telah disambungkan sanadnya oleh At-Thabrani dan Al-Baihaqi (jadi sifat mu’allaqnya sudah terkuak menjadi maushul atau muttasholus sanad, yaitu yang sanadnya tersambung atau yang tidak putus sanadnya alias pertalian riwayatnya tidak terputus). Lihat kitab as-Silsilah as-shahihah oleh Al-Albani hadis nomor 91.
Yang dimaksud dengan الْحِرَal-hira adalah zina; sedang الْمَعَازِفَal-ma’azif adalah alat-alat musik.

Hadits itu menunjukkan atas haramnya alat-alat musik dari dua arah:
Pertama: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamيَسْتَحِلُّونَ menghalalkan, maka itu jelas mengenai sesuatu yang disebut itu adalah haram, lalu dihalalkan oleh mereka suatu kaum.

Kedua: Alat-alat musik itu disandingkan dengan yang sudah pasti haramnya yaitu zina dan khamar (minuman keras), seandainya alat musik itu tidak diharamkan maka pasti tidak disandingkan dengan zina dan khamr itu.

(Fatawa Islam, Soal dan Jawabjuz 1 halaman 916, dengan bimbingan Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid. Sumber:www.islam-qa.com, soal nomor12647).
http://www.nahimunkar.com/fatwa-haramnya-musik-dan-bukti-joroknya-dangdut/

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/muktamar-nu-2015-ada-unsur-mengingkari-nu-semula.htm/feed 0
Isu ISIS Pintu Masuk Intervensi Asing http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm#comments Sat, 18 Apr 2015 05:30:34 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=102103 isis anbarOleh : Abu Fikri (Aktivis Revivalis Indonesia)

Bukan sesuatu yang tiba-tiba respon terhadap ISIS dilakukan oleh Pemerintah Pusat hingga Daerah. Nampaknya eskalasi penyikapannya semakin meningkat. Sterilisasi dari ISIS yang menjadi simbol terorisme dan radikalisme selain digambarkan sebagai kepentingan dan tanggung jawab bersama. Juga dianggap sebagai jalan lapang terjalinnya kondisi kondusif bagi kepentingan masuknya investasi asing di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Di Sulawesi Selatan misalnya pada Selasa, 14 April 2015 yang lalu telah berhasil diselenggarakan Sosialisasi Sinergitas Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di Ruang Pola Kantor Gubernur, yang dihadiri oleh beberapa narasumber antara lain : KH Hasyim Muzadi, Wakapolri, Kapolda Sulsel, Gubernur Sulsel, BNPT, Pangdam Wirabuana, Jajaran dan Muspida Sulsel. Sedang di deretan hadirin terdiri dari Bupati/Walikota, SKPD-SKPD terkait, MUI, FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme) Sulsel (Sulawesi Selatan), Intelijen/Reserse, Aparat Polri TNI, Tokoh-Tokoh Masyarakat dari Ormas maupun Pesantren.

Yang menarik dari forum tersebut adalah kuatnya dorongan pemerintah untuk meletakkan kerangka legislasi yang kokoh sebagai legitimasi penanggulangan terorisme dan radikalisme melalui momentum ISIS. Sebagaimana diungkap oleh Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat Brigjen Pol Rudi Sufahriadi di antara pemaparannya. Rudi menyampaikan ada 3 treatment legislasi yang harus dilakukan di tengah-tengah tidak adanya sandaran hukum jelas untuk menjerat para veteran mujahidin Syam yang disinyalir berpotensi kembali ke tanah air dalam jumlah ratusan orang. 3 treatment itu antara lain lahirkan undang-undang baru, revisi undang-undang yang ada dan ciptakan perppu. Penjelasan Rudi tersebut diungkapkan dengan mengambil contoh beberapa negara tetangga yang sudah mengimplementasikan internal security act seperti di Singapura atau Malaysia. Yang dianggap efektif untuk mencegah dan meredam potensi radikalisme dan terorisme. Selain Rudi, KH Hasyim Muzadi (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga mantan Ketua NU) menjelaskan bahwa dibutuhkan peran besar ulama untuk bisa mengurai dan mengkerangkakan pemikiran radikalis. Terutama bagaimana mengarustamakan gambaran Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam Moderat, atau Islam Wasathan. Bahkan Hasyim di forum tersebut tidak segan-segan menyampaikan bahwa pemerintah jangan hanya memberikan dana kepada BNPT saja. Melainkan harus diberikan juga kepada NU maupun Muhammadiyah sebagai stimulan peran kedua ormas islam tersebut melalui para ulamanya di dalam kerangka penyadaran umat. Sebagaimana Rudi, di akhir pemaparannya, Hasyim juga menandaskan pentingnya kerangka legislasi pada gerakan penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia. Selain point-point di atas ada beberapa point penting lain yang diungkap oleh KH Hasyim Muzadi dalam forum tersebut. Antara lain : Pertama, bahwa euforia terorisme ini terjadi dalam kurun waktu 15 tahun belakangan terutama pada saat momentum 9 11. Meski tidak terbukti jelas bahwa Usama Bin Laden otak di belakang pengeboman WTC tersebut. Kedua, penanggulangan terorisme jangan sampai membuka ruang intervensi asing. Maka konsepnya jangan war on terrorism tetapi zero terrorism. Ketiga, siapa sebenarnya di belakang ISIS karena tidak satupun gerakan pemberontakan yang tidak ada hidden agenda di belakangnya. Keempat, beragam kemungkaran yang terjadi telah menjadi legitimasi munculnya aksi radikal. Kelima, pentingnya memberikan kesadaran kepada umat bagaimana mengindonesiakan islam bukan mengislamkan Indonesia. Karena Indonesia bukan negara agama bukan juga negara sekuler. Bagaimana mentransformasikan nilai-nilai islam dalam substansi legislasi kita bukan memaksakan teks-teks hukum-hukum islam. Keenam, radikalisme muncul, kesalahannya bukan pada substansi islam melainkan implementasi terhadap nilai-nilai islam. Ketujuh, NU dan Muhammadiyah lah sebagai ormas sah dan asli yang mengawal proses pendirian dan penyelenggaraan negara di Indonesia. Maka peran strategis kedua ormas tersebut menjadi penting artinya dalam kerangka penanggulangan terorisme.

Forum di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel sebagaimana dilakukan di tempat lain berbagai daerah Indonesia belakangan ini cukup menggambarkan dan menguak beberapa hal sebagai berikut :
Pertama, meski disadari bahwa war on terrorisme seyogjanya tidak membuka ruang intervensi asing. Tetapi pengarustamaan islam moderat atau islam rahmatan lil alamin atau islam wasathan adalah infrastruktur sosial kultur yang dikehendaki oleh AS sebagaimana yang diungkap beberapa waktu lalu oleh Hillary Clinton. Yakni apresiasi positip terhadap Indonesia sebagai negara Islam moderat terbesar.
Kedua, meski tidak secara transparan dan terus terang disampaikan bahwa ada intervensi asing dalam bentuk kerjasama formal antara kedua negara AS dan Indonesia dalam penanggulangan terorisme di Indonesia. Namun semua orang sangat mudah menangkap begitu kuatnya pertemuan kepentingan kedua negara yang membuka ruang kemungkinan lebar-lebar terjadinya intervensi asing. Baik di bidang politik maupun ekonomi. Latihan militer bersama, Keberadaan Armada 7 AS di Selat Malaka, Kedubes AS di Jakarta, Kerjasama diplomatik dan perdagangan, Kedatangan Clinton ke Aceh atas nama misi kemanusian menjelang kemenangan Jokowi beberapa waktu yang lalu, Multi National Corporate dari AS yang mendominasi eksploitasi sumber daya alam, serta sederetan fakta yang lain. Terakhir perayaan independence day AS di Losari Makassar semuanya adalah simbol terjadinya intervensi asing.
Ketiga, jika di Timur Tengah yang saat ini sedang bergolak, AS (Amerika Serikat) menggunakan isu syiah dan sunni sebagai obyek pengelolaan konflik maka berbeda treatment dengan di Indonesia yang mayoritas paham sunni ini. Tema yang digunakan sebagai pintu masuk adalah moderat/wasathan/rahmatan lil alamin versus radikalis/fundamentalis. Tema ini sesungguhnya cara efektif yang digunakan sebagai jalan memojokkan entitas/komunitas islam yang satu dengan menggunakan entitas/komunitas yang lain. Artinya dalam istilah orang Jawa “Nabok Nyeleh Tangan”. Menghantam atau memojokkan sebuah entitas/komunitas islam tetapi memakai tangan orang lain. Hal ini mengingatkan kepada kita semua bagaimana cara-cara dulu kolonialis Belanda menjajah Indonesia dengan strategi “devide et impera”.
Keempat, ISIS hanyalah momentum yang dikelola secara apik melibatkan semua pihak mulai dari pusat hingga daerah atas nama mengantisipasi ancaman nasional. Meski tidak mau menyebut sebagai negara sekuler maupun negara agama. Tetapi point pentingnya adalah negara tidak memiliki keberdayaan politik untuk mengelola negara secara berdaulat dan independen. Pengelolaan negara dipenuhi dengan nuansa ketergantungan politik dan ekonomi negara lain. Hutang semakin melambung. Pajak semakin menjerat. Rakyat dilayani dengan beragam kebijakan publik yang menikam.
Kelima, terdapat kesadaran bahwa penanganan paham radikal oleh ISIS berakar dari beragam terjadinya tindak kemungkaran. Dan harus ditangani dengan tanpa intervensi asing. Namun kesadaran itu dijawab dengan pentingnya membangun kesadaran baru Islam Moderat atau Islam Wasathan yang lebih memperhatikan kearifan lokal, keindonesiaan, pluralitas, kebhinekaan dan alasan lain yang dianggap mampu meredam segala bentuk potensi munculnya radikalisme. Pertanyaannya adalah apakah semua itu menjadi jawaban apalagi semangatnya jika hanya sebagai representasi tendesi kepentingan dan duit saja. Apalagi semangat mereduksi sekaligus mengkriminalisasi substansi islam yang hakiki memuat ajaran syareah, dakwah, khilafah dan jihad beserta para pengembannya. Wallahu a’lam bis showab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-isis-pintu-masuk-intervensi-asing.htm/feed 0
Wahai Mahasiswa, Apakah Kalian Sudah Terjual? Sebuah Surat Terbuka http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm#comments Sat, 18 Apr 2015 01:00:26 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=102049 gambar mahasiswa yang terjualSURAT UNTUK SELURUH MAHASISWA INDONESIA @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @bem_unpad @BEMFMIPAUnpad dll

1.Mahasiswa, Kalian Di Mana??? Kapada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia….

2.Dik, boleh aku berkisah kepadamu? Tentu bkn kisah 1908 tentang Dr. Soetomo yg telah lampau Bkn pula kisah lama 1928 tentang sumpah pemuda

3.yang mulai kita lupakan itu Atau kisah patriotik 1945 tentang proklamasi dan perang kemerdekaan yang kini terasa usang…

4. Ijinkan saya hanya bertutur kisah tahun 1966 tentang Tritura dan Ampera….Belum terlalu jadul bukan???

5.Mengertikah engkau makna ceceran darah di jaket kuning Arief Rahman Hakim… Ijinkan pula saya bercerita tentang kemaren sore.

6. Ya, 1998 itu seakan baru kemarin sore. Tidakkah kalian tahu, betapa banyak senior kalian yang bertumbangan di Semanggi

7. Berikhtiar membela rakyat, menegakkan reformasi? Dik Bolehkah aku beritahu, Negeri tidak dicita untuk lucu-lucuan @BEM_SI @bem_unpad

8.sebagaimana stand up comedy yg kalian gandrungi Indonesia tdk semestinya dikelola dgn cengengesan Krn ia diperjuangkan dgn sepenuh hati

9. dengan darah, air mata, jiwa dan raga para pahlawan kita Mahasiswa, kalian di mana? Ketika subsidi BBM dibegal entah ke mana @BEM_SI

10.Mungkin dialihkan ke BUMN yang tengah dahaga Atau ke gedung DPR utk jatah parpol berpesta Tinggallah minyak yg kapan saja bisa naik harga

11.Rupiah tumbang kehilangan keperkasaannya lalu kalian masih bicara semua baik-baik saja… Mahasiswa, kalian di mana? @BEM_FK_Unhas

12.Ketika banyak orang diperdaya pencitraan Ketika hukum dinista dengan benderang Ditafsirkan sekenanya untuk beroleh kekuasaan

13. Bukan berpihak pada kebenaran Para penegaknya disandera dan diadu laiknya domba Lihatlah betapa KPK disandera, diperdaya dan dilumpuhkan

14.Mahasiswa, kalian di mana??? Ketika harga2 melambung tak terkira Dari beras hingga tarif kereta Dari listrik hingga pajak yang mencekik

15.Dari materai hingga cabai, pun pula petai Semua seolah berlomba untuk berganti harga… Dik… Bagaimana kalian tetap gembira menimba ilmu

16.tatkala rakyat kalian menimba lara??? Bagiamana kalian bisa tanpa gundah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkalang resah?? @BEMFMIPAUnpad

17.Bagiamana kalian bisa tanpa resah kuliah,sedang rakyatmu tengah berkubang gundah? Sungguh kami tak mengerti, @BEM_SI @bem_unpad

18.Karena kami tak pernah ajarkan itu kepadamu Dik… Tidakkah engkau tahu…. bahwa negara mensubsidi ongkos kuliahmu?

19.Tidak bolehkah aku beritahu …. bahwa rakyatmu lah yang mensubsidi sekolahmu lewat pajak yang sebagian lalu dikorupsi berjamaah itu

20.Ya, pajak yg dibayarkan dgn terengah2,dalam sengal nafas kaum papa.. Dalam duka kaum miskin yang kian terhimpit harga-harga yang melangit

21. Dalam rintih yang melirih,krn mrk tidk tahu kmn mesti mengadu(h) Dik Apakah jln terjal kuliah itu membuat idealisme kalian lantas punah?

22.Apakah teori-teori itu lantas membuat hati kalian menjadi mati??? Apakah peliknya skripsi membuat kalian kelu hati???

23.Apakah deretan angka2 itu membuat akal sehat kalian binasa??? Apakah kurikulum yg mesti kalian tempuh membuat jiwa kalian jadi lumpuh??

24.Apakah diktat2 yg tebal itu membuat otak kalian justru jd bebal??? @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @bem_unpad

25.Apakah sbk mengejar nilai itu membuat kln lantas kehilangan sistem nilai n jati diri? @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI

26. Apakah tugas-tugas yang besok mesti terkumpul itu membuat otak kalian menjadi tumpul???

27.Dik… Lalu, kalian bertumbuh menjadi generasi rapuh Belajar berdiskusi perihal rakyat di kafe-kafe yang mewah

28. Belajar problem solving di tengah hingar bingar musik diskotik yang hedonis Belajar soal kebangsaan di mal-mal kota yang kapitalis

29.Belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama korea yang sok romantis Belajar nasionalisme sekedar dari menyusuri luasnya lapangan futsal

30.Dik, Indonesia kembali memanggilmu Rakyat kembali merindumu Nusantara mendamba hadirmu Pertiwi mengundang baktimu

31.Dik,..Kalian tdk lg berperang angkat senjata Kalian tidak berperang melawan Belanda Tapi, sempatkan sedikit waktu untuk belajar berperang

32.Belajarlah ttng perang asimetrik Ketahuilah bhw negeri ini diincar dr sgl penjur bkn sekedar bljr perang-perangan ala Clash of Clans itu

32.Ketahuilah bahwa negeri ini diincar dari segala penjuru bukan sekedar belajar peran-perangan ala Clash of Clans itu

33.Dik Sempatkan diri untuk lebih serius berlajar Belajarlah berempati pada rakyatmu yang tengah kesrakat Bukan sekedar bermain PS empat

34.Belajarlah cerdas berorasi Bukan sekedar hingar-bingar musik pensi Belajarlah tajam menganalisis Bukan sekedar berfoto narsis

35.Belajarlah tampil menginspirasi Bukan bangga dikerjai jadi penonton acara live di studio TV

36.Dik, Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi pribadi kebanggan bangsa jika kepada dosenmu kalian telah tanggalkan etika dan tatakrama

37.Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi mahasiswa juara, jika bangunmu masih saja kesiangan karena begadang nonton bola…

38.Bagaimana kalian akan menjadi hebat jk kalian telah tanggal semangat Bagaimana akan menjadi benteng kokoh rakyat jika hatimu msh sj rapuh

39.Bagaimana pl jd pembela jk hatimu msh sj lara sebab asmara Bagaimana klian akan jd mahasiswa dgn prestasi kemilau jk hatimu msh sj galau

40. Dik….pintaku Kenakan kembali jas almamater kebanggaanmu Apapun warnanya, bersatu padulah membisikbangun kekuatan moral intelektual

41.Buang jauh-jauh tongsismu Kantongkan sejenak gadgetmu Bubarkan klan CoC mu Tanggalkan PS mu Campakkan PB mu

42.Tinggalkan medsosmu Shutdownkan games online mu Sesaat saja….kali ini saja…. Senyampang masih ada waktu, @BEM_FK_Unhas @BEM_SI

43.Kenakan jas almamatermu dengan bangga dan sukacita, apapun warnanya @BEMFMIPAUnpad @BEM_FK_Unhas @BEM_SI @BEMFMIPAUnpad

44. Dik, Jaga amanah Tuhan bernama status muliamu sebagai mahasiswa Karena ia tidak Tuhan sematkan pada semua manusia I

44.Ingatlah bahwa agen of change bukan sekedar mantra-mantra berbusa Social kontrol bukan sekedar soal omong kosong yang tolol belaka

46.Iron stock bukan sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta Cerdas cendekia bukan bukan di otak semata, tetapi di laku yang mulia

47.Dik, Cerdaslah, pandailah, kritislah, bijaklah dan beranilah!!! Toyor pemerintahmu jika kalap menaikkan pajak dan upeti @BEM_SI

48.Tegur pemerintahmu jk mrk merampok n membegal kekayaan negeri ini Tampar pemerintahmu jika mengobral kekayaan negara kpd kapitalis asing

49.Bela rakyatmu, bela negaramu, bela bangsamu,dan bela tanah airmu.. Kritisi pemerintahmu jk berlaku tdk amanah, culas dan menipu saudaramu

50.Berdirilah gagah di barisan terdepan menjaga Indonesia, Anak Muda Hadapi dengan watak ksatria para penjajah dan para pengkhianat bangsa

51. Karena, pada pundak kalian lah, kelak negeri ini akan dititpsejahterakan Di jiwa dan raga kalian, Republik ini akan dipertaruhkan

52.Mana darah juangmu, intelektual muda ?!?! Mestinya kalian di sini, Mahasiswa Membersamai saudaramu, rakyat Indonesia…

53. Kami senior – seniormu masih punya harapan pada kalian, kami percaya kalian tidak mau dikatakan #MahasiswaTerjual @BEM_SI @bem_unpad

kultwit : @SurYosodipuro

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-mahasiswa-apakah-kalian-terjual-sebuah-surat-terbuka.htm/feed 0
Media Media Islam tidak Boleh Terpasung http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/media-media-islam-tidak-boleh-terpasung.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/media-media-islam-tidak-boleh-terpasung.htm#comments Wed, 15 Apr 2015 03:10:14 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=101781 Situs Islam diblokirOleh Deasy Arfisy

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Tulisan ini hanyalah merupakan hal kecil dari saya sebagai pembaca setia pada situs – situs media islam. Rasanya saya sangat sedih sekali saat kemarin selama beberapa hari situs – situs media islam diblokir oleh penguasa Negeri ini dan saya tidak dapat mengaksesnya. Alhamdulillah sekarang bisa di akses lagi.

Saya ada adalah salah satu dari sekian banyak pembaca setia media web situs Islam. Saya merasakan sekali manfaatnya bagi diri saya dengan keberadaan situs – situs islam. Saya hampir setiap hari mengakses dan membaca artikel atau apa sajalah yang disajikan oleh media – media islam. Situs – situs web yang selalu saya baca yaitu; Islampos.com, suara-islam.com, eramuslim.com,voa-islam.com,kiblat.net, muslimdaily.net,dakwatuna.com,hidayatullah.com,rumaysho.com,hizbut-tahrir.or.id karena kontennya banyak yang membahas masalah Aqidah, Siroh Nabi,Sejarah para Ulama, Fiqih, Hadist. saya yang termasuk jarang pergi kepengajian sangat terbantu dalam hal ilmu pengetahuan agama dengan adanya Media – media dakwah seperti ini. Sambil bekerja pun saya bisa dapat sekaligus belajar dan membaca masalah Agama. Dan sejujurnya dari sekian banyak media Islam yang sering saya baca diatas memang tidak ada satupun konten yang bernuansa kebencian, SARA, atau mengajak kepada kekerasan, mengajak dan mengajarkan membuat bom,mengajak membantai kafir Nasrani atau Yahudi tidak ada sama sekali. Kalau ada yang bilang itu fitnah sekali. Bahkan saya malah jadikan bahan kajian yang disampaikan oleh para Ulama lewat media islam saya dakwahkan juga kepada teman – teman saya agar mereka yang tidak tahu menjadi tahu.

Dulu itu saya sangat anti dengan Media situs Islam, Jujur. Karena akibat dari propaganda media arus utama yang sering saya tonton, alias saya terkena pembodohan media dan tergiring opininya. Yang selalu memberitakan media Islam seperti Arrahmah.com dan Voa-islam.com juga Suara-islam.com sebagai situs garis keras dan teroris yang selalu mengajak kepada kekerasan. Sehingga kesukaan saya dulu 4 tahun yang lalu hanyalah merasa cukup dengan hanya membaca situs – situs media sekuler seperti ; Detik.com,Vivanews.com, Mediaindonesia,kompas.com,merdeka.com, tribunnews.com,dan lain – lain. Karena media islam dan FPI sering dijelek – jelekkin oleh media mainstraim, kok hati saya jadi penasaran ya.. saya bertanya pada diri saya sendiri mengapa media – media mainstraim itu yang ngakunya islam dan muslim namun selalu menjelekkan saudaranya sendiri yang seiman. Bukannya kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk bersatu dan merapatkan barisan. Karena penasaran saya akhirnya membuka dan membaca media – media islam yang sering dituduhkan tadi ternyata isinya Cuma masalah dakwah dan pengetahuan Islam tidak ada kekerasan sama sekali. Dan ternyata lagi isi konten Media Islam dan Media Sekular sangat sering bertolak belakang terlebih masalah teroris,masalah jihad di Timur Tengah,masalah pembantaian Yahudi terhadap Rakyat Palestina, saya menemukan informasi lebih banyak di media Islam. Akhirnya saya memutuskan untuk jatuh hati kepada media – media dan situs islam juga perkembangan dakwahnya. Dan sekarang saya tidak pernah lagi mau sedikitpun membaca di media –media selain media islam. Saya meninggalkan media sekular menjadi hal yang buat saya tidak terlalu layak untuk dibaca,kecuali masalah olahraga seperti sepakbolanya atau kulinernya itupun juga jarang saya baca kadang tidak terfikir kearah sana. Untuk informasi sensitif apalagi mengenai umat islam saya tidak mempercayai secuilpun yang disajikan Media Sekuler. Kok aneh ya saya menjadi anti dengan Media Sekular, Eneg dan sering tidak berimbang dalam pemberitaan. Lama –lama muak tapi saya memiliki alasan yang benar Karena mereka sering menjelekkan para Mujahidin tanpa pernah mau kroscek kelokasi kejadian. Apa salahnya demi berita yang akurat mendatangi Bumi Syam silahkan berdialog dengan pimpinan Jabhah Nusra, atau yang lain – lain saya yakin mereka orang yang baik dan mau diajak dialog namun malah sibuk menjiplak info dari media asing ya susah kebenarannya dipertanggung jawabkan, memojokkan Umat islam, membela Ahok, sering membuat opini islam teroris, garis keras, ekstrimis, radikal, hanya karena umat islam sholat, hanya karena berjanggut, hanya karena bercadar, hanya karena mengikuti ajaran Alquran dan Sunnah Nabinya, hanya karena tidak mau menerima Ahok sebagai gubernur dan lain-lain, saya tidak suka saudara saya yang seiman dihina – hinakan, dihancurkan kehormatannya demi kepentingan penjajah Amerika dan Australia. TV sekularpun saya tidak pernah terlalu menontonnya lagi. Narasi mereka sering aneh dan itu yang sering saya simak. Maaf TV sekular saya harus meninggalkan kalian untuk tidak masuk dalam daftar tonton saya. Harapan saya kedepannya Media Islam dapat bersatu dan dapat membuat TV Islam sendiri gabungan hasil kerjasama dari Media – media islam lainnya. Amin… walaupun Media Islam ini kecil tidak sebesar Media ‘Bisnis” (arus utama) namun sangat berarti dan bermanfaat sekali bagi kami masyarakat Islam yang sangat merindukan banyak informasi yang benar dan dakwah yang benar.
Disuatu hari saya menjadi ikut terpukul dan sedih sekali saat melihat pengumuman bahwa media – media islam favorite saya yang setiap hari saya buka tiba – tiba diblokir begitu saja oleh penguasa dengan alasan yang tidak jelas, itu sangat menyakitkan hati. Saya geram rasanya. Apalagi dituduh ini dan itu. Saya tidak habis pikir. Padahal banyak Ulama yang mengisi kajian agama mereka melalui media Islam. Apakah mereka juga mau disebut mengajarkan kekerasan dan teroris. Tolong penguasa apalagi yang masih mengaku islam seperti BNPT tolong hargailah para Ulama kalau bukan mereka yang mengajarkan agama kepada kami lalu siapa lagi? Anda (BNPT)? saya kira mana bisa belajar Islam menggunakan sudut pandang Amerika. Mana bisa membahas masalah Jihad menggunakan pola fikir Amerika.

Akhirnya saya berharap media Islam teruslah berdakwah dan teruslah sampaikan kebenaran walaupun mereka Amerika atau bangsa sejenisnya tidak suka. Percayalah ada banyak umat islam yang selalu siap mendukung keberadaan kalian dan tentunya Allah. Kejadian blokir – blokiran media Islam malah menjadikan keimanan saya mantap dalam Islam insyaAllah, dan saya malah semakin tambah kuat keyakinan saya bahwa memang hanya Islam agama yang benar. Harapan terakhir saya adalah memang BNPT dibubarkan saja. karena BNPT telah mengganggu ketenangan publik dengan main tuduh dan main fitnah. Hanya karena alasan teroris. Padahal masalah teror teroran diindonesia ini banyak sekali. Itu para Begal juga bisa dikatakan teroris karena perbuatan mereka membuat orang lain takut dan terancam nyawanya. Bagaimana mungkin istilah teroris oleh BNPT di sempitkan menjadi hanya kalau pelakunya umat islam saja

Oiya satu lagi ada 22 situs yang diblokir BNPT, oh pada akhirnya saya baru tau kalau ada yang namanya panjimas,salam-online,muqawamah dan lain – lain. Saya tidak tau lho awalnya kalau media ini ada, setahu saya seperti panjimas.com itu hanyalah media cetak seperti zaman Orba ternyata sudah ada yang Onlinenya. Ketinggalan kereta kan saya, tapi berkat BNPT yang mempublikasikan situs itu saya menjadi tahu, dan saya pun membuka situsnya. Referensi bacaan saya bertambah sekarang. insyaAllah semoga wawasan dan ilmu pengetahuan agama saya bertambah. Terima kasih BNPT. Tenang saja, walaupun BNPT mengatakan situs media islam itu teroris atau apalah saya tetap tidak akan pernah percaya kepada antek Amerika. Kecuali memang media Islam benar – benar mengajarkan sesuatu diluar syariat ajaran islam. Itupun bukan karna BNPT. Saya percaya ada banyak teroris di Negeri ini sayangnya saya tidak menggunakan standar BNPT dan Amerika dalam memahami istilah teroris. OPM, RMS, begal jalanan, para pelanggar hak publik seperti main blokir juga adalah teroris keberadaannya meresahkan. Umat Islam yang sholat, yang menyebarkan dakwah Islam,Ulama yang tulus, Ulama yang berjihad, kalimat Tauhid, Khilafah,Pesantren bukan Teroris. Kalau ada umat islam yang ingin berjihad membela saudaranya yang terbantai di luar Negeri mengapa harus di cap teroris sedangkan penguasa dan BNPT yang bekerjasama dengan penjajah Amerika tidak disebut sebagai Teroris. Marilah kita gunakan istilah teroris sesuai dengan arti yang sebenarnya bukan disempitkan menjadi agama tertentu pelakunya hanya karena penjajah Amerika merasa terancam kepentingannya.
Apabila ada kata – kata saya yang salah mohon dimaafkan ya. Saya sedih kalau saya sebagai pembaca Media Islam disebut sebagai simpatisan radikalis. Padahal saya bertahun – tahun membaca media Islam tidak ada niat sama sekali untuk menjadi Teroris, untuk membantai orang yang tidak bersalah, untuk melakukan kekerasan semau hati, atau mengkafirkan orang seenaknya. yang ada malah wawasan agama saya bertambah, saya bisa menjadi lebih santun, lebih semangat untuk sholat karena ulama di Media Islam sering mengkaji masalah sholat, masalah Islam lainnya juga. Masak sih hanya karena sholat lalu besoknya terpacu untuk menjadi teroris. Saya malah ingin ucapkan terima kasih yang banyak kepada Media Situs – Situs Islam atas keberadaannya ditengah – tengah banyaknya kerusakan dan kerancuan informasi saat ini. Jujur sangat berarti dan bermanfaat bagi saya khususnya dan umat islam yang lain umumnya.

Semangat selalu ya buat Media – Media Islam.. semoga kalian yang tulus melakukan dakwah,para wartawan yang tulus, para penganjur kebaikan, para pencerah umat, para Ulama, dan yang selalu setia membaca Media Islam karena Allah dan RasulNya diberi kebaikan yang banyak oleh Allah, pahala yang terus mengalir, dan mendapatkan limpahan rahmatNya. Amin. Wassalamu a’alaikum

Kalimantan Barat,14 April 2015

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/media-media-islam-tidak-boleh-terpasung.htm/feed 0
Indonesia dalam Cengkraman Asing http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/indonesia-dalam-cengkraman-asing.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/indonesia-dalam-cengkraman-asing.htm#comments Sat, 11 Apr 2015 03:14:38 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=101437 indonesia areaOleh Hanif Kristianto (Lajnah Siyasiyah HTI Jawa Timur)

Ancaman bagi Indonesia membuat militer kian resah. Hal inilah yang disampaikan KSAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki bangsa Indonesia justru bisa menjadi bumerang. Pasalnya, kekayaan Indonesia berpotensi dilirik oleh negara asing sebagai lahan eksploitasi. Hal itu disampaikan di Malang, Selasa 7 April 2015 (beritajatim.com).

Pada kesempatan yang sama KSAD menyatakan bahwa bangsa ini harus bersiap menghadapi tantangan jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Perang yang akan segera dihadapi bangsa ini yaitu perang energi. Berbagai gejala sudah mulai tampak, salah satunya melalui perang proxy (proxy war). Proxy war adalah perang dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti perang secara langsung untuk menghindari resiko kehancuran fatal. KSAD menyontohkan bahwa lepasnya Timor Timur dari Indonesia karena Australia membantunya dengan harapan menguasai cadangan minyak yang melimpah. Xanana Gusmao mengonfirmasi kebenaran itu (pikiranrakyat.com, 7/4/2015).

Ada hal menarik pada pernyataan KSAD, yaitu negara asing, proxy war, dan intervensi asing pada pemisahan suatu wilayah dari negara yang sah. Beberapa waktu sebelumnya TNI telah mengadakan pertemuan dengan BEM seluruh Indonesia, guna memberi pembekalan bahaya asing dalam menguasai SDA Indonesia. Kewaspadaan ini seharusnya dipertegas kembali dengan sudut pandang ideologi yang benar. Serta mengambil langkah teknis dan taktis. Hal ini penting untuk menjauhkan militer dari pragmatisme, oportunis, dan kepentingan sesaat terkait harta dan jabatan.

 

Mempertegas Ancaman

Negara asing yang ingin menggeruk kekayaan SDA negara lain berideologi kapitalisme. Kapitalisme merupakan ideologi yang memisahkan agama dari kehidupan. Serta bertumpu pada modal (kapital) dalam meraih tujuan dan bersifat materi semata. Kapitalisme begitu rakus dan merusak kehidupan. Rakyat yang seharusnya menikmati hasil SDA harus gigit jari dan hidup dalam kemiskinan.

Rakyat harus digugah bahwa negara asing semisal AS, Inggris, China, Belanda, Kanada, Jepang, Perancis, dan lainnya telah bercokol di negeri ini. Mereka meneksplorasi SDA melalui korporasinya, semisal Freeport, Exxon Mobile, Newmount, Shell, Petrochina, Mitsubishi Oil, dan lainnya. Tidak hanya asing, korporasi lokal juga turut mengeksplorasi SDA Indonesia. Beberapa di antaranya Nusantara Energy Group (Prabowo), MNC Energy & Natural Resources (Harry Tanoe Soedibyo), Bakrie Group (Aburizal Bakrie), Surya Energy Raya dan Media Group (Surya Paloh), Founder Toba Sejahterah (Luhut Panjaitan), Perusahaan Group Yusuf Kalla, dan sederet koporasi pejabat negeri ini.

Berdasar keterangan JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) Pulau Jawa dikapling pertambangan melalui Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Jawa Barat: 206,681 ha – 455 lembaga, Jawa Tengah: 74,532 ha – 238 lembaga, Yogyakarta: 9,578 ha – 15 lembaga, dan Jawa Timur: 86,904 ha – 378 lembaga.

Seputar Jawa Timur di wilayah uatara mulai pantura hingga Madura telah dikapling terkait minyak dan gas (migas), termasuk eksplorasi lepas pantai. Wilayah selatan pun demikian juga telah dikapling mulai Magetan hingga Jember. Wilayah selatan kaya akan air dan sumber mineral. Emas di Banyuwangi, Madiun, dan Trenggalek. Pasir besi di Lumajang dan Jember. Mineral lain di Mojokerto, Trenggalek, dan Pacitan. Tembaga di Pacitan. Gamping ada di Gresik, Tuban, dan sisa gunung mati. Sumber Daya Air penggunungan ada di Pasuruan hingga ke timur.

Berkaitan dengan proxy war, ini merupakan salah satu cara untuk intervensi negara asing. Cara militer dianggap lagi tidak menguntungkan karena berbiaya mahal dan menghindari jatuh korban di kalangan manusia. Kemudian dipilih dengan model penjajahan politik, ekonomi, dan budaya. Kata-kata investasi dan penanaman modal asing sering menjadi angin segar ekonomi. Padahal hakikatnya penjajahan asing. Korporasi asing berani membayar politisi di eksekutif dan legislatif dalam pembiayaan pembuatan undang-undang. Bahkan kini ditengarai ada 70 lebih UU liberal dan tidak pro rakyat. Penguasa sering menjadi kepanjangan tangan pengusaha dalam hal aturan main usaha. Demokrasi hanya ilusi tak seindah jargonya. Sebaliknya demokrasi menjelma menjadi dari korporasi, oleh penguasa-korporasi, dan untuk korporasi.

Intervensi dalam pemisahan suatu wilayah merupakan cara Barat untuk memecah belah dan meperlemah negara. Cukuplah Irak, Sudan, Yaman, Pakistan, Timor Timur, dan Afghanistan menjadi pelajaran berharga. Irak diinvasi militer karena alasan senjata pemusnah massal, namun tidak terbukti. Ujungnya kepentingan minyak dan menyingkirkan Saddam Hussein karena tidak berguna lagi. Sudan dipecah menjadi Sudan Utara dan Sudan Selatan. Di sana disulut konflik internasional dengan menggunakan orang lokal. AS dan Eropa berebut kepentingan di Afrika. Yaman pun tak berbeda dengan Sudan. Pakistan berkonflik dengan Kashmir, India, dan Bangladesh. Timor Timur dipecah kembali atas bantuan Australia. Benih-benih separatisme dan disintegrasi pun muncul di beberapa wilayah Indonesia yang kaya SDA. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, Republik Maluku Selatan(RMS) di Maluku, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua, dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa metode baku dari negara kapitalisme adalah penjajahan dan memecah belah.

Dengan demikian, saat ini muncullah istilah neo liberalisme dan neo imprealisme. Kedua ide itu saat ini mengancam kedaulatan Indonesia. Tanpa sadar, kian hari kian kokoh kedua ide itu. Maka harus disadari oleh semua elemen umat dimulai dari kalangan militer, politisi, aktifis, intelektual, ulama’, santri, mahasiswa pelajar dan semuanya. Jika ancaman nyata dan musuh bersama adalah neo liberalisme dan neo imprealisme yang telah mengepung di segala aspek kehidupan. Beratlah akhirnya bangsa ini dalam menjalani kehidupan.

 

Mengembalikan Peran Militer

Militer sebagai penjaga kedaulatan negeri ini harus dikembalikan perannya. Semua pasukan disiagakan dalam kondisi siap perang. Pembinaan mental dan spiritual dijadikan bekal mereka untuk menghadapai musuh sesungguhnya. Jikalau sekarang militer sudah sadar bahwa negara asing sudah menjajah Indonesia. Maka sikap ksatria yang harus ditunjukan adalah menentang segala bentuk penjajahan, memutuskan hubungan militer dengan negara penjajah, dan tidak bersikap manis muka di hadapan mereka. Militer harus membangun industri militer yang kuat dan berbasis pada tujuan perang. Hal ini dilakukan untuk menghindari embargo, tekanan militer asing, dan bunuh diri politik-militer. Harus diingat militer asing akan menggunkan isu terorisme-radikalisme untuk mengajak militer Indonesia dalam Global War on Terorrism (GWOT) dan latihan bersama. Sesungguhnya hal itu akan menjadi bunuh diri politik-militer.

 

Menggugah Kesadaran

Ya, berdasar paparan di atas, neo liberalisme dan neo imprelisme merupakan ancaman bagi negeri ini. Berita carut marut politik, penegakan hukum, kenaikan harga barang kebutuhan pokok, liberalisasi budaya-ekonomi-sosial sudah cukup menjadi bukti bahwa negeri ini salah urus. Butuh solusi fundamental yang tidak sekadar seruan ganti rezim, tapi juga ganti sistem.

Rezim bobrok ditopang dengan sistem yang bobrok, menghasilkan kebobrokan. Sama saja jika salah satunya bobrok, akan menimbulkan kerusakan pula. Maka butuh sistem yang bukan berasal dari manusia yang lemah. Itulah sistem Islam. Oleh karena saat ini butuh penyelamatan segera untuk menuju Indonesia Lebih Baik dengan Syariah dalam bingkai Khilafah. Save Indonesia dari Neo Liberalisme dan Neo Imprealisme.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/indonesia-dalam-cengkraman-asing.htm/feed 0
Tim Sertifikasi Halal Dipenuhi Orang Tak Kenal Halal Haram http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/tim-sertifikasi-halal-dipenuhi-orang-tak-kenal-halal-haram.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/tim-sertifikasi-halal-dipenuhi-orang-tak-kenal-halal-haram.htm#comments Thu, 09 Apr 2015 14:45:58 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=101267 unduhanOleh Hartono Ahmad Jaiz

Tim Panel Buatan Kominfo Minim Tokoh Muslim, bagai Membentuk Tim Sertifikasi Halal Dipenuhi Orang Tak Kenal Halal Haram

Ketika kedaannya seperti itu, mungkin dapat dianalogikan, misalnya membentuk tim sertifikasi daging halal, namun orang-orangnya tidak doyan daging kambing dan sangat doyan daging babi. Apa jadinya, kalau daging babi justru dihalalkan, sedang daging kambing diharamkan? 

Perlu diketahui, telah dibentuk Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan negatif (FPSIBN) dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika. 

Forum tersebut terdiri dari empat panel penilai situs yang akan diajukan pemblokiran.

Pertama panel pornografi, kekerasan anak dan keamanan internet; 
Kedua panel terorisme, SARA dan kebencian; 
Ketiga panel investasi ilegal, penipuan, perjudian, obat dan makanan serta narkoba; 
Keempat panel hak kekayaan intelektual.

Anehnya, yang akan jadi tim yang kaitannya dengan situs media Islam (tim panel penilai situs yang akan diajukan pemblokiran) adalah tim panel terorisme, SARA dan kebencian; yang orang-orangnya bukan tokoh Islam apalagi ulama. Karena mereka bukan dari lembaga Islam, bahkan DIPASANG sejumlah tokoh dari bithonatan min dunikum menurut Al-Qur’an. 

Dari 17 tokoh dalam tim itu hanya ada satu tokoh Islam yakni dari NU, karena Dr Din Syamsuddin ketua umum Muhammadiyah mengundurkan diri dari rancangan tim ini.

Ketika kedaannya seperti itu, mungkin dapat dianalogikan, misalnya membentuk tim sertifikasi daging halal, namun orang-orangnya tidak doyan daging kambing dan sangat doyan daging babi. Apa jadinya, kalau daging babi justru dihalalkan, sedang daging kambing diharamkan? 

Oleh karena itu, para pemimpin redaksi yang hadir dalam pertemuan terakhir di gedung Kemenkominfo Jakarta sepakat agar Kemenkominfo membuat lembaga tersendiri dalam menangani situs atau media islam. Lembaga itu nanti, agar diisi oleh wartawan-wartawan senior dan ulama-ulama yang lebih mengerti ajaran dan nilai-nilai Islam.

Usulan ini direspon positif oleh Kemenkominfo dalam pertemuan kemarin. Ini juga agar mereka (pemerintah) juga paham soal ini.
Ketika Kemenkominfo telah merespon pisitif usulan itu, lalu misalnya kemudian tidak diujudkan, dan bahkan ada situs-situs media Islam tetap diblokir atas usulan dari Tim Panel yang minim ulama Islam itu; maka dapat diduga akan memperkuat rencana gugatan hukum secara kolektif media-media Islam terhadap Kemenkominfo.

Para Ulama, ormas Islam, lembaga Islam, tokoh Islam, dan Umat Islam pada umumnya pun ada di belakang media-media Islam. 

Untuk diketahui, Menindaklanjuti pembentukan Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan negatif (FPSIBN), Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara telah meneken Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait forum tersebut.
Forum tersebut terdiri dari empat panel penilai situs yang akan diajukan pemblokiran.
Pertama panel pornografi, kekerasan anak dan keamanan internet; Kedua panel terorisme, SARA dan kebencian; Ketiga panel investasi ilegal, penipuan, perjudian, obat dan makanan serta narkoba; Keempat panel hak kekayaan intelektual.
Sedianya Tim Panel terorisme, SARA dan kebencian terdiri dari:

1. Ketua Dewan Pers
2. M. Din Syamsudin (Muhammadiyah)
3. Marsudi Syuhud (PBNU)
4. Mgr. Ignatius Suharyo (Uskup Agung)
5. Pdt. Henriette TH lebang (PGI)
6. Alim Sudio (Walubi)
7. KS Arsana (PHDI)
8. Uung Cendana (Matakin)
9. Tjipta Lemana (Akademisi)
10. Thamrin Amal Tomagola (sosiolog)
11. Arief Muliawan (Kejagung)
12. Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenkopolhukam
13. Direktur Keamanan Informasi Ditjen Aptika Kominfo
14. Shita laksmi (ID-CONFIG)
15. Irwin Day (Nawala dan FTII)
16. Asep Saefullah (Aliansi Jurnalis Indonesia)
17. Sonny Hendra Sudaryana (Ditjen Aptika)
Namun, dari sejumlah tim panel tersebut Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengundurkan diri. 

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/tim-sertifikasi-halal-dipenuhi-orang-tak-kenal-halal-haram.htm/feed 0
Jokowi Hapus Perpres dengan Perppu ?? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-hapus-perpres-dengan-perppu.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-hapus-perpres-dengan-perppu.htm#comments Wed, 08 Apr 2015 03:13:45 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=101072 jokowi1Oleh: Zamzam.Aqbil Raziqin

Lagi-lagi di social media hari ini ramai diberitakan mengenai isu Jokowi akan hapus Perpres dengan Perppu, setelah sebelumnya ramai diberitakan mengenai Perpres No 39 Tahun 2015 tentang “PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS UANG MUKA BAGI PEJABAT NEGARA PADA LEMBAGA NEGARA UNTUK PEMBELIAN KENDARAAN PERORANGAN” yang di tanda tangani Jokowi.

Fenomena tersebut jelas membuat masyarakat terkejut karena ternyata anggaran yang dikeluarkan untuk fasilitas pejabat negara itu bukan angka yang biasa, berdasakan Perpres No 68 tahun 2010 yang kemudian di rubah dalam Perpres No 39 tahun 2015 anggaran untuk fasilitas mobil pejabat negara naik sebesar 85% dari 116 juta menjadi 210 juta, hanya untuk UANG MUKA nya saja. Artinya Negara harus mengeluarkan kurang lebih 158 Miliar untuk membiayai fasilitas 753 pejabat negara. Pejabat negara itu adalah anggota DPR, anggota DPD, Hakim Agung, Hakim Konstitusi, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan anggota Komisi Yudisial.

Setelah penulis kaji, ternyata Perpres ini dikeluarkan karena melihat inflasi dan kenaikan harga mobil. Namun penulis menilai bahwa kenaikan tunjangan fasilitas mobil untuk pejabat ini sangat tidak manusiawi, karena lahir dalam kondisi sosial ekonomi yang tidak stabil. Kita ingat Harga BBM naik kemudian berdampak pada kenaikan harga sembako, dan harga-harga yang lainnya. Sejauh ini penulis yang mungkin mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia belum merasakan program-program Pak Jokowi yang menguntungkan masyarakat, atau langkah-langkah inovasi Pak Jokowi dalam membangun Indonesia, lantas sekarang malah menaikan Harga BBM dan menaikan tunjangan kendaraan pribadi para pejabat negara.

Wajar rasanya langkah tersebut mendapat kecaman yang sangat keras dari masyarakat atau internal instansi pemerintahan yang masih memiliki integritas sebagai wakil rakyat. Akhirnya dampak kecaman dari seluruh masyarakat Indonesia tersebut terkait Perpres No 39 tahun 2015 ini, memaksa Pak Jokowi mengambil langkah untuk membatalkan Perpres tersebut.

Akhirnya melalui Menteri Sekretaris Negara Jokowi mengumunkan akan membatalkan Perpres No 39 tahun 2015 tersebut, setelah sebelumnya penulis mendengar bahwa dalih jokowi menandatangani Perpres tersebut karena tidak mengetahui isi Perpres tersebut dan berdalih bahwa berkas yang harus ia tanda tangani banyak sehingga tidak mungkin di cek secara mendetail isi nya satu persatu. Sungguh pernyataan ini adalah pernyataan yang sangat menyedihkan bagi penulis, karena sangat terlihat sisi kecerobohan yang luar biasa bagi seorang pejabat negara sekelas Presiden. Padahal Presiden memiliki waktu 30 hari untuk menandatangi Perpres tersebut, berdasarkan pasal 4 ayat 2 dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No 1 tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan. Sehingga waktu 30 hari tersebut seharusnya bisa menjadi waktu yang sangat panjang bagi Presiden dalam menganalisis isi dari Perpres tersebut.

Tentu langkah ini sangat disambut dengan positif oleh masyarakat khususnya oleh penulis tersendiri, karena penulis menilai bahwa ini langkah yang sangat tepat. Namun rasanya lebih tepat jika Perpres No 68 tahun 2010 ini di ganti dengan Perpres baru yang tujuan nya adalah untuk menurunkan tunjangan fasilitas kendaraan pribadi bagi pejabat negara, bukan malah menaikan, karena penulis menilai angka 116 juta untuk UANG MUKA fasilitas mobil pribadi juga terlampau sangat tinggi sekali di atas penderitaan ekonomi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun ternyata langkah pembatalan Perpres ini di ikuti dengan isu bahwa jokowi akan mengeluarkan Perppu terkait pembatalan Perpres No 39 tahun 2015. Hal ini tentu sangat mengecewakan bagi penulis yang notabene pernah mempelajari Ilmu perundangan-undangan di Smester 7 di jurusan Ilmu Hukum, yang kemudian hal ini menunjukan kekurangan sisi wawasan hukum tata negara seseorang sekelas Presiden. Mengapa demikian? Karena langkah menghapus Perpres dengan Perppu adalah langkah yang tidak tepat, lantas menghapusnya memakai instrumen hukum yang mana? Inilah yang akan coba saya jelaskan selanjutnya.

Sebelum kita beranjak pada pembahasan penghapusan Perpres, alangkah baiknya kita mengetahaui Hirarki (Tingkatan) Undang-undang di Negara kita. Berdasarkan Pasal 7 ayat 1 UU No 12 tahun 2011,  Hierarki Peraturan Perundang-undangan terdiri dari:

1. UUD 1945

2. TAP MRP

3. UU / Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu)

4. Peraturan Pemerintah (PP)

5. Peraturan Presiden (Perpres)

6. Peraturan Daerah Provinsi, dan

7. Peraturan Daerah Kab / Kota

Lalu kemudian dijelaskan dalam pasal 7 ayat 2 bahwa kekuatan hukum Peraturan Perundang-undangan sesuai dengan Hierarki di atas. Maksudnya adalah, hierarki dari bawah tidak boleh bertentangan dengan poin di atasnya, sebagai contoh: Undang-undang / Perppu jelas tidak boleh bertentangan dengan TAP MPR, apalagi UUD 1945. Jika hal tersebut terjadi maka yang di ambil adalah Hierarki di atas tingkatan Instrumen Peraturan Perundang-undangan tersebut. dalam contoh sebelumnya maka kekuatan hukum yang dapat berlaku jika Perppu bertentangan dengan UUD 1945, maka peraturan yang dipakai adalam peraturan yang dimuat dalam UUD 1945.

Namun bukan berarti Hierarki di atas dapat saling menghapus satu sama lain, UUD 1945 dapat menghapus TAP MPR dan Instrumen lainnya. Tentu tidak seperti itu, karena instrumen-instrumen tersebut memiliki Fungsi dan kedudukan tersendiri. Justru Instrumen-instrumen tersebut di bangun untuk saling melengkapi satu sama lain, dimana UUD 1945 adalah bentuk interpretasi dari Pancasila, begitupun instrumen di bawah hierarki UUD 1945 adalah untuk saling menjabarkan walaupun tidak seterusnya dan sepenuhnya, namun yang pasti adalah ke 7 instrumen Peraturan Perundang-undangan tersebut adalah bentuk Interpreasi dari Pancasila, dan bentuk konsekwensi logis dari Pancsila. Artinya dasar dari pembentukan 7 Instrumen tersebut harus di dasarkan pada 5 poin dalam Pancasila.

Lalu kemudian kita masuk pada kasus Jokowi akan menghapus Perpres No 39 tahun 2015 dengan Perppu. Sebelumnya kita bahas mengenai Perpres, apasih Perpres?

Berdasarkan Pasal 1 UU No 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan poin ke 6 Perpres adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Perintah Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi atau dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintah.

Selanjutnya Mengenai Perppu atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang, Berdasarkan Pasal 1 UU No 12 tahun 2011 poin ke 4 Perppu adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. Berdasarkan Putusan MK Nomor 138/PUU-VII/2009, ada 3 syarat sebagai ukuran kegentingan yang memaksa dalam pembentukan Perppu, yakni:

1. Adanya keadaan yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan Undang-Undang

2. Undang-Undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada Undang-Undang tetapi tidak memadai

3. Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat Undang-Undang secara prosedur biasa karena akan memerlukan waktu yang cukup lama sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan

Dalam hal Penghapusan Perpres oleh Perppu ini tentu dinilai aneh oleh para cendikiawan Hukum hususnya di Bidang Tata Negara seperti Yusril Ihza Mahendra. Dalam akun twitternya @Yusrilihza_Mhd beliau mengutarakan “Masak batalkan Perpres pake Perpu! Aneh bener”. Aneh memang betul, karena Fungsi Perppu bukan untuk menghapus Perpres, sekalipun kegentingan memaksa adalah Subjektifitas Presiden namun Subjektifitas tersebut harus berdasarkan putusan MK di atas dan mengeluarkan Perppu adalah langkah yang keliru dalam menghapus Perpres. Karena pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa Hierarki Peraturan Perundang-undangan bukan untuk saling menghapuskan satu sama lain, namun saling melengkapi.

Maka seharusnya langkah yang tepat untuk menghapus Perpres No 39 tahun 2015 bukan dengan Membuat Perppu, melainkan Pak Jokowi seharusnya membuat Perpres baru dengan kebijakan mengembalikan angka tunjangan fasilitas mobil pribadi pejabat negara pada angka sebelumnya. Seperti yang kini telah terjadi, Perpres No 68 tahun 2010 digantikan dengan Perpres No 39 tahun 2015, maka setelah di sahkan peraturan pada Perpres sebelumnya secara otomatis dicabut (dihapus) dan digantikan dengan peraturan baru dalam Perpres yang baru.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-hapus-perpres-dengan-perppu.htm/feed 0
Analisis Hukum Terkait Pemblokiran Situs Islam oleh BNPT dan KemenKominfo http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/analisis-hukum-tuduhan-bnpt-terhadap-sebagian-media-massa-islam-yang-mengajarkan-radikalisme-dan-berujung-pada-pemblokiran.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/analisis-hukum-tuduhan-bnpt-terhadap-sebagian-media-massa-islam-yang-mengajarkan-radikalisme-dan-berujung-pada-pemblokiran.htm#comments Sun, 05 Apr 2015 05:00:43 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=100757 bnptOleh: Zamzam Aqbil Raziqin

Beberapa hari kemarin, masyarakat di hebohkan oleh Pemberitaan mengenai beberapa Media Massa Islam yang di blokir oleh Kominfo atas laporan BNPT karena diduga menyebarkan ajaran radikalisme Islam, memelintir ayat Quran dan Sunnah, dan dicurigai sebagai media yang terafiliasi terhadap gerakan terorisme.

Mendengar berita tersebut penulis sempat membuktikan sendiri, apakah betul atau sekedar hoax belaka, karena ternyata dari 17 media Islam yang di blokir ada salah satu media yang menjadi konsumsi penulis untuk meng-upgrade berita Islam internasional yaitu eramuslim.com, ternyata memang betul media itu diblokir oleh provider yang penulis gunakan.

Sempat penulis menyatakan pendapat mengenai sebuah kekeliruan BNPT dalam menilai media masa Islam yang di blokir adalah tidak tepat sasaran di facebook. Namun disini penulis mencoba untuk mengkaji lebih jauh kasus diatas dari sisi hukum.

Payung hukum BNPT adalah Peraturan Presiden (Perpres) No 46 tahun 2010 dan berikut beberapa penjelasan mengenai BNPT, Tugas dan Wewenang nya, berdasarkan Perpres diatas:

Pasal 1
(1) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang selanjutnya disebut BNPT adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian.
(2) BNPT berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
(3) BNPT dipimpin oleh seorang Kepala.

Pasal 2
(1) BNPT mempunyai tugas :
a. Menyusun kebijakan, strategi,dan program nasional di bidang penanggulangan terorisme;
b. Mengkoordinasikan instansi pemerintah terkait dalam pelaksanaan dan melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan terorisme;
c. Melaksanakan kebijakan dibidang penanggulangan terorisme dengan membentuk Satuan Tugas-Satuan Tugas yang terdiri dari unsur-unsur instansi pemerintah terkait sesuai dengan tugas,fungsi, dan kewenangan masing-masing.
(2) Bidang penanggulangan terorisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pencegahan, perlindungan, deradikalisasi, penindakan, dan penyiapan kesiapsiagaan nasional.

Dalam Perpres di atas, ada 2 ayat yang mengatur mengenai tugas BNPT lihat Pasal 2 di atas, ayat pertama menjelaskan bahwa BNPT bertugas untuk menyusun kebijakan dan strategi untuk menanggulangi bahaya terorisme, kemudian BNPT juga bertugas untuk berkoordinasi dengan instansi pemerintah, terkait pelaksanaan kebijakan dalam penanggulangan terorisme.

Artinya BNPT tidak dapat bekerja sendiri dalam menanggulangi terorisme, seperti contohnya kasus Pemblokiran Media Massa Islam, BNPT tidak bisa memblokir situs-situs tersebut secara internal tanpa dikoordinasikan dengan instansi pemerintahan terkait dalam hal ini adalah KemenKominfo, Artinya BNPT tidak memiliki kewenangan memblokir situs-situs media Islam, ini perlu disampaikan agar tidak terjadi misspresepsi yang menyebutkan bahwa BNPT telah memblokir situs media Islam, karena diberita banyak disebutkan bahwa BNPT blokir 22 situs Media Islam, atau hal yang serupa yang menunjuk BNPT sebagai subjek yang memblokir situs media Islam, padahal BNPT sama sekali tidak berwenang melakukan hal tersebut.

Selanjutnya BNPT atas dasar melaksanakan tugas menanggulangi bahaya terorisme seperti yang dijelaskan dalam pasal 2 Perpres No 46 tahun 2010 berkoordinasi bersama Kominfo terkait beberapa media massa Islam yang diduga atas laporan masyarakat memuat ajaran radikalisme Islam.

Yang harus dipertanyakan adalah, “Kapan Laporan BNPT masuk ke KemenKominfo?” jika memang laporan itu bisa dibuktikan secara empiris masuk ke bagian administrasi KemenKominfo, “Berapa lama KemenKominfo melakukan kajian dan analisa terhadap data-data dalam laporan BNPT atas tuduhan terhadap sebagian Media Islam yang menyebarkan ajaran Radikalisme?”

“Mengapa tiba-tiba isu ini mencuat berbarengan dengan momentum kenaikan BBM?”

Mungkin sedikit orang yang berfikir ke arah ini, karena perlu kita ketahui bersama bahwa administrasi setingkat Kementrian itu bukan lagi administrasi layaknya OSIS di SMA atau BEM di Kampus. Artinya BNPT tidak bisa hanya secara lisan melaporkan beberapa situs Islam yang memuat ajaran radikalisme, dan berkoordinasi langsung untuk memblokir situs-situs tersebut tanpa data yang valid sebagai bukti otentik dan menjadi landasan terhadap KemenKominfo untuk memblokir situs-situs tersebut.

Sejauh ini penulis sangat kesulitan untuk mendapatkan data-data bahwa BNPT secara administratif telah telah memenuhi prosedur untuk berkoordinasi bersama kominfo dalam hal memblokir situs-situs yang dianggap telah mengajarkan radikalisme, karena keterbatasan penulis sebagai bagian dari masyarakat biasa, diluar petugas kedua instansi tersebut. Disini BNPT tidak terbuka dalam mengumumkan data-data yang mereka kumpulkan sebagai bukti otentik untuk mengajukan pemblokiran kepada Kominfo.

Penulis telah beberapa kali mengunjungi situs www.bnpt.go.id, di sana tidak dimuat data-data mengenai tuduhan terhadap beberapa media Islam yang diduga mengajarkan radikalisme, justru yang banyak dimuat hanyalah mengenai alasan mengapa radikalisme / situs yang memuat ajaran radikalisme perlu diblokir, atau memuat beberapa dukungan terhadap pemblokiran media massa Islam.

Penulis sendiri sangat meragukan bahwa ke-22 media massa yang dianggap menyebarkan ajaran radikalisme oleh BNPT seluruhnya adalah benar. Karena ternyata salah satu dari ke-22 media massa Islam yang diblokir adalah media Islam yang sering penulis gunakan untuk mengupdate berita Islam Internasional, bahkan media massa Islam tersebut gencar memberitakan akan bahayanya aliran-aliran sesat Islam seperti syi’ah, ahmadiyyah, JIL, dan lainnya. Tidak sedikit juga media massa Islam tersebut memuat berita perkembangan Islam dunia yang tidak di muat di teve nasional, seperti perkembangan di Palestina yang terus-menerus dijajah Zionis-Israel, langkah-langkah diplomatik para pemimpin Islam dalam politik Internasional, dan sebagainya.

Anggaplah bahwa benar adanya BNPT telah menyerahkan laporan berisi data-data tentang media Islam yang mengajarkan radikalisme. Maka berapa lama kominfo melakukan kajian dan analisa terhadap data-data tersebut? atau pertanyaan yang mungkin lebih pas, Sudahkah kominfo melakukan kajian terhadap data-data yang diberikan BNPT mengenai beberapa media massa Islam yang dianggap telah mengajarkan radikalisme?

Karena tadi, penulis yakin bahwa kominfo tidak tepat sasaran terhadap beberapa media massa Islam yang telah di blokir, karena salah satunya adalah media Islam yang sering dikonsumsi oleh penulis, yang isinya memuat tentang berita perkembangan Islam Internasional, pernah juga memuat mengenai sejarah pahlawan muslim di Indonesia, menguak kesesatan syi’ah, ahmadiah, JIL, dan lainnya yang sama sekali jauh dari istilah terorisme.

Dalam kasus ini ada 2 instansi pemerintahan terkait yang melakukan koordinasi, seperti yang diketahui pada pembahasan sebelumnya instansi tersebut adalah BNPT dan Kominfo. BNPT sebagai instansi yang bertanggung jawab atas penanggulangan terorisme dan KemenKominfo yang bertanggung jawab atas jaringan media massa Nasional. Oleh karena itu dalam kasus ini karena bersangkutan dengan Media, maka BNPT melakukan koordinasi dengan KemenKominfo. Kedua Instansi ini berada langsung dibawah presiden, artinya mereka diangkat oleh presiden dan diberhentikan oleh presiden. Seharusnya dari sini kita mulai sadar ke mana arah dari kasus Pemblokiran Media massa Islam ini.

Sebetulnya kasus ini, menurut penulis, tidak dapat dikaitkan dengan isu bahwa kominfo melanggar UU Kebebasan Press, dan isu lainnya yang berkaitan dengan kebebasan Press, karena di sini Pertama, tidak ada dampak pidana bagi para wartawan atau orang-orang yang terkait pada media massa Islam yang diblokir tersebut. Kedua, yang melaporkan di sini adalah BNPT dengan dasar “laporan dari masyarakat terkait beberapa media Islam yang dianggap menyebarkan ajaran radikalisme” artinya laporan di sini datang dari masyarakat yang menandakan bahwa ada pihak yang dirugikan.

Coba baca secara teliti UUD 1945 pasal 28F, disana dijelaskan memang semua orang bebas untuk mencari, mendapatkan, menyebarkan, mengolah informasi, dan sebagainya, dan menggunakan semua saluran yang ada untuk menyampaikan hal tersebut, “dan tidak merugikan orang lain”. Sedangkan dalam kasus ini menurut BNPT masyarakat dirugikan berdasarkan laporan dari masyarakat itu sendri mengenai media Islam yang memuat ajaran radikalisme.

Banyak orang yang mengatakan bahwa pemblokiran media massa Islam adalah bentuk dari diskriminasi, bahkan ada yang berfikir bahwa pemblokiran media Islam tersebut telah mencederai hati-hati orang muslim, atau mengatakan umat muslim akan bersatu untuk melawan kasus ini, juga ada yang mengatakan pemblokiran ini justru akan mempersatukan umat muslim. Pertanyaan nya adalah apakah orang yang berbicara demikian itu betul adalah seorang yang rajin mengkonsumsi media Islam tersebut? atau hanya terbawakan isu saja dan hanya sekedar ikut-ikutan saja? Yang sebelumnya bahkan ia tidak tahu bahwa media-media Islam tersebut ada. Karena ternyata pengunjung daripada media Islam dengan media sekuler itu jauh lebih banyak media sekuler, hal ini dapat teman-teman buktikan dengan mengunjungi dan membandingkan situs sekuler dengan situs Islam (coba memakai VPN untuk mengunjungi situs Islam yang diblokir). Coba teman-teman lihat iklan yang dimuat dikedua media tersebut, iklan apa saja yang ada di situs sekuler dan di situs Islam. Hal tersebut dapat membuktikan tingkatan pengunjung, karena seorang marketing pasti berfikir bahwa iklannya harus dilihat oleh banyak orang, Sehingga mereka akan memasang iklan di situs-situs yang telah mereka analisis memiliki banyak pengunjung. Iklan di media sekuler biasanya adalah produk-produk terkenal, sedangkan di media Islam sering kali memuat iklan mengenai obat herbal atau produk kecantikan Muslimah.

Artinya bukan berarti penulis menyalahkan respon tersebut atau bermaksud Offence terhadap orang-orang yang kebetulan seperti itu, artinya perbuatan seperti itu adalah sebuah kekeliruan yang harus dibenahi. Namun mari kita berfikir cerdas, ada apa dibalik ini semua? Mengapa bisa dua instansi pemerintahan yang terlihat secara tiba-tiba berkoordinasi memblokir media islam, dan berita tersebut langsung menyebar, padahal asalnya banyak orang yang tidak tahu media-media Islam tersebut?

Lalu kemudian banyak orang yang mengira bahwa kasus ini adalah pesanan orang-orang syi’ah, yap betul saya juga berfikir begitu, karena saya sempat bertanya dari ke-22 media/situs Islam yang diblokir berapa situs syi’ah yang kena? tapi untuk menuduh hal seperti itu kita mesti membuka mata kita melihat peta politik syi’ah di Indonesia. Artinya jika betul Syi’ah sudah dapat mengendalikan BNPT dan KemenKominfo, ini sangat bahaya bagi umat muslim, karena Kemenkominfo atau BNPT bukanlah instansi pemerintahan yang kecil, artinya orang yang dapat mengendalikan hal tersebut adalah orang yang memiliki pengaruh besar, memiliki jabatan yang cukup tinggi dan disegani dan orang syiah telah menduduki posisi tersebut jika memang betul hal ini adalah pesanan syi’ah.

Namun penulis mencoba berfikir lain, memang perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai peta politik syi’ah di Indonesia sehingga kita bisa menebak ini agenda syi’ah atau justru kita tergiring opini, disini penulis bukan ingin membela syi’ah, namun penulis rasa kekuatan politik syi’ah tidak sebesar itu sampai bisa mengendalikan ke 2 instansi pemerintah, cobalah kepada rekan-rekan lain dari mahasiswa ilmu politik menganalisis hal ini, sebagai bentuk pencerdasan politik terhadap masyarakat.

Coba teman-teman renungkan, siapa orang terdekat yang dapat mengendalikan 2 instansi pemerintah ini? orang tersebut punya kebijakan, kekuatan, dan jabatan langsung di atas kedua instansi tersebut. Mari kita review sedikit mengenai BNPT dan Kemenkominfo, lihat pasal 1 Perpres No 46 tahun 2010, disana dikatakan bahwa BNPT berada langsung di bawah presiden, maksudnya kepala BNPT itu dipilih dan diberhentikan oleh presiden. Sama dengan posisi menteri, mereka di pilih berdasarkan hak priogrative presiden, dan diberhentikan oleh presiden.

Jelas-jelas ini adalah sebuah pengalihan isu Presiden, dari kenaikan harga BBM, Sembako, Supremasi hukum yang kacau balau, koruptor yang dilepaskan, narkoba, dan lain sebagainya. Dan dampak terdekat dari kasus ini adalah, keuntungan bagi aliran-aliran sesat Islam seperti Syi’ah, karena media yang gencar memerangi aliran-aliran sesat itu kini diblokir oleh kominfo, mereka tidak perlu repot-repot beraudiensi dengan instansi pemerintahan untuk memblokir situs-situs yang memerangi mereka, tanpa disengaja justru mereka dapat keuntungan dari pengalihan isu ini.

Jika posisi kita sebagai konsumen, mengapa perlu repot-repot mengutuk mencaci maki menghina menuntut BNPT atau Kominfo, cukup saja dengan memakai aplikasi VPN kita bisa kembali membuka situs-situs Islam tersebut dan mengkonsumsi beritanya. Sehingga kita dapat kembali fokus terhadap permasalahan lain yang jauh lebih penting yang sudah seharusnya diselesaikan. Dan saya yakin orang-orang yang berjihad tidak akan berhenti sampai disini untuk memerangi kebatilan di Negeri ini, pemblokiran media islam tersebut adalah sebagai formula Allah SWT untuk menyatukan Press Muslim untuk tetap konsisten dalam memerangi virus-virus sekularisme, kapitalisme, liberalisme, komunisme dan isme lainnya yang bertentangan dengan Islam melalui jalan yang sama atau jalan baru yang jauh lebih efektif.

Wallahu’alam bis shawaab

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/analisis-hukum-tuduhan-bnpt-terhadap-sebagian-media-massa-islam-yang-mengajarkan-radikalisme-dan-berujung-pada-pemblokiran.htm/feed 0
Surat Terbuka Ust. Salim A. Fillah Kepada Wapres JK http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-ust-salim-a-fillah-kepada-wapres-jk.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-ust-salim-a-fillah-kepada-wapres-jk.htm#comments Fri, 03 Apr 2015 00:12:01 +0000 http://www.eramuslim.co/?p=100507 PattingalloangEramuslim.com – Sebagai seorang pecinta al-haq, Ustadz Salim A. Filah yang juga seorang penulis yang produktif, di dalam blognya salimafillah.com menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Wapres Jusuf Kalla, berjudul “La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Samalaka”. Surat berisi paparan sejarah dari tanah kelahran Jusuf Kalla ini sangat bagus penuh dengan bahasa simbolisme dan deskripsi yang jelas dan terang. Semoga saja JK mau membacanya dan lebih penting lagi, mau meneladani nilai-nilai yang ada dalam surat tersebut. Berikut salinannya:

Pak JK yang kami hormati, mengenang perang itu barangkali pahit..

Tetapi rasa ta’zhim pada nilai-nilai yang diperjuangkan Raja Bone XIII La Ma’daremmeng Sultan Muhammad Saleh, sebagaimana hormat kami kepada tokoh dari jazirah Sulawesi sebesar Bapak, tak pernah pudar. La Ma’daremmeng, semoga Allah menyayanginya, kala itu rela harus berhadapan dengan kekuatan sebesar Gowa-Tallo demi keyakinannya untuk menegakkan kalimat Allah dan sunnah RasulNya.

Sejak Islam datang ke Bone di masa ayahandanya, betapa bersemangat orang besar Bugis ini agar agama yang penuh rahmat menjadi nafas dan aliran darah seluruh kerajaannya. Perbudakan, satu di antara hal yang sangat lazim di zaman itu dan turut menjadi penopang kelangsungan kuasa para raja, telah mengusik nurani La Ma’daremmeng. Kesetaraan seluruh insan dalam naungan Islam adalah impian yang harus dia bayar amat mahal.

Orang yang harus memimpin 40.000 prajurit gabungan Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Sidenreng untuk  mengalahkan La Ma’daremmeng, sang perdana menteri Gowa sekaligus Raja Tallo, I Mangngadaccinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tuminanga Ri Bontobiraeng, bukannya tak setuju sepenuhnya pada perubahan yang dihela La Ma’daremmeng. Karaeng Pattingalloang hanya merasa hal ini belum waktunya. Ada tahapan yang harus ditapaki sebelumnya agar harmoni masyarakat tak terganggu. Dia mempertanyakan, “Bukankah Sang Nabi juga tak serta-merta menghapus perbudakan? Melainkan selangkah demi selangkah, dengan amat manusiawi?”

Pak JK yang terhormat..

Diilhami oleh imannya, betapa maju pemikiran La Ma’daremmeng. Perjuangannya 220 tahun mendahului abolisi perbudakan yang diproklamasikan Abraham Lincoln hingga memicu perang saudara Amerika. Demikian pula kami pernah melihat Bapak, ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa cara-cara kerja progresif lagi segar mengelola negeri ini, sesuatu yang senantiasa jadi kenangan manis bagi kami. Sebagaimana La Ma’daremmeng digerakkan oleh imannya, demikianlah kami selalu mendoakan Bapak agar istiqamah menjadi pemimpin yang selalu dijiwai oleh Islam di tiap langkahnya.

Dan Karaeng Pattingalloang sendiri, betapa amat tergerak oleh sebuah kalimat bijak, “Hikmah adalah milik mukmin yang hilang. Maka di manapun dia menemukannya, dialah yang paling berhak mengambilnya.” Karaeng Pattingalloang tahu, gemerlap peradaban Islam di Baghdad telah terbenam 400 tahun sebelum dia bertakhta, dan kilau Cordoba telah padam 2 abad sebelum kelahirannya. Maka dari bangsa-bangsa yang telah menyabet kerlip peradaban Islam untuk pencerahan mereka, bangsa Eropa, amat bersemangat dia belajar.

Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, dan Melayu selain bahasa Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, bergaris-tengah 1,3 meter, buatan kartografer termasyhur, Joan Blaeu; tiba 7 tahun kemudian di Sombaopu setelah dipesan. Semangat Karaeng Pattingalloang akan ilmu menggemparkan para cendikia Eropa, hingga sastrawan besar Joost van den Vondel menghadiahkan puisi pujian untuknya. Kelak ketika Joan Blaeu merampungkan Atlas Novus, peta dunia terbesar yang dikodifikasinya dari peta-peta susunan sang legendaris Gerrard Mercator, digambarnya Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk langit timur, menjangka dunia dengan busur kartografinya.

Setahun kemudian, tiba pula teleskop rancangan Galileo yang kelak menemani malam-malam Karaeng Pattingalloang untuk mencermati langit, mempresisikan perhitungan kalender hijriah, memetakan bintang-bintang, dan membantunya merumuskan kebijakan terkait musim bagi pertanian dan pelayaran. Perpustakaannya dipenuhi buku berbagai bahasa, yang dengan penuh semangat dia minta untuk diterjemahkan, termasuk risalah Turki ‘Utsmani tentang pembuatan meriam, naskah dari Belanda tentang bendungan, serta buku dari Inggris tentang pertahanan kota dan perbentengan. Demi memuaskan dahaga ilmiahnya pula, dia minta didatangkan ke Makassar unta Arabia yang tersebut dalam Al Quran, juga gajah seperti yang dipakai Abrahah menyerang Ka’bah.

Ilmu pengetahuan dan wawasan antar-bangsanya yang demikian luas telah membuat Karaeng Pattingalloang memerintah dengan bijaksana, mendampingi Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tuminanga Ri Papambatunna. Maka demikian pula kami harapkan dari putra Nusantara pewarisnya seperti Anda, Pak JK kala mendampingi Presiden Jokowi dan selanjutnya, seperti pula telah kami saksikan dulu.

Pak JK yang terhormat..

Salah satu warisan kebijaksanaan dari Karaeng Pattingalloang, yang hari-hari ini amat merisaukan kami adalah “Lima pammajenganna matena butta lompoa”. Ya, menurutnya ada lima penyebab keruntuhan sebuah negara. Pertama, “Punna tenamo naero nipakainga Karaeng Manggauka”, apabila kepala negara yang memerintah tak lagi mau dinasehati. Kedua, “Punna tenamo tumangngaseng ri lalang pa’ rasangnga”, apabila tak ada lagi cendikiawan yang tulus mengabdi di dalam negeri. Ketiga, “Punna tenamo gau lampo ri lalang pa’ rasangnga”, jika terlalu banyak kasus hukum di dalam negeri, hingga menyusupkan muak di hati. Keempat, “Punna angngallengasemmi’ soso’ pabbicaraya”, jika banyak hakim dan pejabat suka makan suap. Dan kelima, “Punna tenamo nakamaseyangi atanna Manggauka”, jika penguasa yang memerintah tak lagi menyayangi rakyatnya.

Pak JK, Bapak lebih dapat melihat dibanding kami seberapa dari tanda-tanda yang dikemukakan Karaeng Pattingalloang ini mencekam negara kita. Maka betapa kami, kaum muslimin negeri ini, amat berharap Pak JK punya peran yang lebih besar, punya sikap yang lebih jelas, punya tindakan yang lebih gesit. Latar belakang Pak JK yang dari HMI, dari NU, dan dari Dewan Masjid; amat menentramkan kami ketika Bapak mendampingi Presiden Jokowi, meski memang Anda berdua sejujurnya bukan pilihan utama kami. Harapan bahwa kaum muslimin Indonesia akan tetap memiliki seorang “Bapak” dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu bersiponggang dalam hati.

Terlebih hari-hari ini Pak, ketika secara ekonomi rupiah kita melemah, BBM kita naik turun, dan rakyat menatap masa depan dengan berkabut; ketika secara politik kisruh antar pemimpin partai, pejabat dan lembaga negara bekerja tebak-tebak arah, dan masyarakat sukar menemukan keteladanan pemimpin; ketika dalam hukum dan hak asasi para koruptor besar kian melenggang, para pembawa ideologi menyimpang kanan maupun kiri kian berdendang, tapi kebebasan berwawasan ummat ditebas atas nama radikalisme dengan definisi yang tak sahih; serta setumpuk rasa gelisah di hati kami. Kami merindukan pengayoman dari pemimpin yang seyakin La Ma’daremmeng dan sebijak Karaeng Pattingalloang.

Pak JK, betapapun bijaknya, Karaeng Pattingalloang pernah mengabaikan 1 hal yang berujung berakhirnya kejayaan Gowa-Tallo di masa menantunya, Sultan Hassanuddin, hanya berselang beberapa tahun setelah wafatnya. Satu hal penting itu adalah nasehat ‘ulama.

Salah Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari, ‘alim mulia yang kepahlawanannya membentang dari Makassar, Banten, Srilanka, hingga Afrika Selatan yang satu hari menemuinya dan berkata, “Telah kulihat alamat keruntuhan Butta Gowa. Oleh sebab itu, pertama, hentikan dan cegahlah rakyat menyembah berhala (anynyombaya saukang). Yang kedua, hentikan menghormati pusaka kerajaan secara berlebihan (appakala’biri’ sukkuka gaukang). Yang ketiga, hentikan para bangsawan dan rakyat paguyuban kerajaan bermadat (a’madaka ri bate salapanga). Yang keempat, hentikan pasukan kerajaan minum tuak (angnginunga ballo’ ri ta’bala’ tubarania). Yang kelima, hentikan perjudian di pasar-pasar (pa’botoranga ri pasap-pasaraka).

Penolakan Karaeng Pattingalloang atas nasehat Tuanta Salamaka ini, dengan alasan demi tak mengusik harmoni dan demi pendapatan negara, telah menjadi sebab melemahnya negara. Sepeninggalnya, rakyat lemah ideologinya, lemah motivasinya; lemah oleh madat, lemah oleh khamr, dan lemah oleh judi. Jadilah lemah iman, lemah tata masyarakat, lemah tentara, lemah bangsawan, maka melemah pula dukungan terhadap raja dan perjuangannya. Maka seperti diperkirakan oleh Syaikh Yusuf, ketika Cornelis Speelman dan armadanya menyerang, Gowa-Tallo harus takluk dengan Perjanjian Bongaya.

Pak JK, bertakhtalah Anda di dalam hati kaum muslimin Indonesia, sebagaimana Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk tinggi Atlas Novus anggitan Joan Blaeu. Bahkan lebih dari itu. Sebab dalam doa kami, semoga engkau mewarisi iman kokoh La Ma’deremmeng, dan senantiasa mendengarkan bimbingan para ‘ulama yang tulus seperti Tuanta Salamaka, Syaikh Yusuf Al Makassari. Kami murid dari murid dari murid para ‘ulama, sangat rindu melihat pemimpin yang taqwa membuatnya menangis di hadapan Rabbnya, dan adil membuatnya dicintai seluruh rakyatnya. Pak JK, harapan itu kami hadiahkan kepada Anda.

Titip salam kami untuk Bapak Presiden Jokowi yang amat sibuk dengan kerja, kerja, kerja, dan tanggungjawabnya. Percayalah, doa-doa kami senantiasa mengiringi kerja keras Bapak berdua. Bahwa surat ini saya tujukan kepada Anda, Pak JK, entah mengapa, ini soal hati yang merasa lebih dekat. Dan barangkali di bawah sadar kami tak hendak menambahi beban Presiden Jokowi, yang jauh lebih banyak punya janji kepada rakyat negeri ini daripada Pak JK.

Akhirnya seperti dikatakan peribahasa Bugis, “Aju maluruemi riala parewa bola”, hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah. Hanyalah pemimpin yang jujur lagi penuh kasih, dapat menjadi pelindung dan penaung kami, rakyat Indonesia, dari segala marabahaya.

dari hamba Allah yang tertawan dosanya,

salim a. fillah

pengasuh majelis jejak nabi & pesantren masyarakat merapi merbabu

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-ust-salim-a-fillah-kepada-wapres-jk.htm/feed 0