Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Wed, 25 Feb 2015 01:16:42 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Catatan Kritis untuk Pengagum Demokrasi http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/catatan-kritis-untuk-pengagum-demokrasi.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/catatan-kritis-untuk-pengagum-demokrasi.htm#comments Tue, 24 Feb 2015 12:29:22 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=97520 islam demokrasiUmar Syarifudin (lajnah siyasiyah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Kediri)

Salah satu yang sering disebut-sebut merupakan nilai unggul demokrasi adalah sistem ini cerminan dari suara rakyat. Sebab dalam demokrasi, semuanya diukur berdasarkan kedaulatan rakyat. Siapa yang akan memerintah ditentukan oleh rakyat, lewat pemilu yang digelar secara priodik. Termasuk, kebijakan apa yang akan diterapkan, sering diklaim juga ditentukan oleh rakyat. Yakni, lewat wakil-wakilnya di parlemen. Karena itu pemerintahan yang dihasilkan lewat pemilu, dengan demikian adalah pemerintahan rakyat.

Seperti telah banyak dipahami, inti dari demokrasi adalah kedaulatan di tangan rakyat (sovereignty belongs to people), yang perwujudannya tampak pada dua perkara. Pertama, dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Kedua, dalam pemilihan pemimpin.  Dengan kewenangan (wakil) rakyat menyusun peraturan perundang-undangan dan memilih pemimpin, diyakini bahwa peraturan perundangan yang dihasilkan akan selaras dengan kepentingan rakyat, dan pemimpin yang terpilih akan benar-benar bekerja demi rakyat.

Pendek kata sistem ini merupakan yang terbaik, karena atas nama rakyat. Namun, kenyataan dalam prakteknya, tidaklah seperti yang diangankan dalam teorinya. Pemilu dan pemerintahan atas nama rakyat sering kali dicatut untuk kepentingan yang justru bertentangan dengan rakyat.

Antara Idealita dengan Realita
Lingkaran setan hubungan kekuasaan dan kekayaan dipercaya banyak terjadi di dalam sistem politik demokrasi. Lingkaran dimana uang dipakai untuk mendapatkan kekuasaan dan kekuasaan digunakan untuk mengeruk uang (money to power, power to money).Anggapan yang sudah berkembang di tengah masyarakat. Hal ini kemudian yang diperkuat oleh hasil penelitian wakil ketua DPR Pramono Anung untuk menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjadjaran Bandung. dari penelitian itu didapat kesimpulan bahwa DPR memang banyak dihuni para pekerja yang sekadar mencari nafkah, bukan tempat para idealis memperjuangkan kepentingan rakyat.

Penelitian dengan tema motivasi menjadi anggota dewan itu hasilnya menunjukkan bahwa motivasi terbesar seseorang masuk ke DPR ialah faktor ekonomi. Hasil penelitian itu membuat kita kian paham mengapa anggota DPR rajin membuat kebijakan yang langsung menambah pundi-pundi mereka. Selain mendapat honorarium tetap sebagai wakil rakyat, mereka menerima pula tunjangan komunikasi, transportasi, listrik, beras, dan aneka tunjangan lainnya.
Mereka membangun kompleks perumahan DPR dengan biaya ratusan miliar rupiah. Akan tetapi, rumah tersebut tidak dihuni. Sebagai gantinya mereka malah minta uang akomodasi. Meski dikecam, mereka tetap saja pelesiran ke luar negeri dengan kemasan studi banding. Di mancanegara mereka berbelanja. Mereka pun tetap malas mengikuti rapat. Sering rapat dimulai terlambat, bahkan ditunda-tunda, karena tidak memenuhi kuorum. Begitulah, DPR berubah menjadi tempat orang-orang malas yang mencari nafkah, bahkan menjadi kaya dengan bergelimang tunjangan dan kemudahan. (lihat mediaindonesia.com/read/2012/05/08/318084/70/13/Mencari-Nafkah-di-DPR).

Demokrasi mendasarkan diri pada prinsip etnosentrisme, paham yang menganggap manusia sebagai makhluk terunggul. Padahal kenyataannya manusia adalah makhluk yang lemah. Lihatlah, bagaimana peraturan perundangan buatan manusia yang lahir dari kesepakatan-kesepakatan demokratis selalu berubah-ubah. Yang dulu dibenci sekarang disukai. Yang dulu dilarang sekarang menjadi boleh. Yang ganjil bisa berubah menjadi wajar. Yang semestinya dibenci malah disuka. Yang harusnya disuka malah dibenci. Jadi, bagaimana bisa suara dari makhluk yang lemah itu disamakan dengan suara Al-Khaliq Yang Mahagagah? Benarlah kata filsuf Yunani kuno Aristoteles, demokrasi adalah buah pikir manusia purba. Menurut Winston Churchill, mantan PM Inggris, demokrasi merupakan alternatif terburuk dari bentuk pemerintahan manusia.

Pada hakikatnya sistem Demokrasi memiliki sisi gelap yang disebut kekuasaan kapitalis. Sisi gelap inilah yang selalu ditutupi oleh para kapitalis yang menjadi motor gerakan Demokrasi. Biasanya para kapitalis dan orang-orang kaya adalah mereka yang memiliki kesempatan pertama untuk duduk di dewan perwakilan. Sedangkan orang-orang miskin dan rakyat jelata pada umumnya tidak memperoleh kedudukan apa pun dari pengorbanan yang mereka keluarkan saat pemilihan umum, sebagaimana mereka tidak akan mendapatkan keuntungan sosial apa pun setelahnya.
Akibat logis dari penerapan sistem kapitalisme dengan politik demokrasinya. Kapitalisme mengajarkan asas manfaat sebagai pondasinya dan keuntungan materi sebagai tolok ukurnya. Kapitalisme mengajarkan bahwa segala upaya dan pengorbanan manusia itu harus bisa mendatangkan keuntungan materi. Kapitalisme mendorong setiap orang menghitung apa saja yang dilakukannya dalam konteks untung rugi materi. Dalam kamus kapitalisme tidak dikenal yang namanya pengorbanan. Sebab yang ada adalah investasi. Berapa yang dikeluarkan dan berapa yang didapat sebagai imbalannya atau berapa yang harus diperoleh untuk mengembalikan modal atau biaya yang dikeluarkan disertai sekian persen keuntungan.

Dalam pentas politik, doktrin-doktrin itu diwadahi dalam sistem politik demokrasi. Sistem ini bertumpu pada sistem perwakilan dimana “wakil-wakil rakyat” dipilih secara periodik oleh masyarakat, disamping penguasa yang juga dipilih langsung oleh masyarakat secara periodik yang sama. Sistem politik demokrasi ini sarat modal. Mengingat untuk pencalonan dan proses pemilihan diperlukan biaya yang tidak sedikit. Biaya itu bisa berasal dari kantong sendiri atau kebanyakan dari sponsor yaitu para pemodal. Karena itu dengan doktrin kapitalisme diatas, ketika seorang wakil berhasil terpilih, hal pertama yang menjadi fokus dia adalah bagaimana mengembalikan modal yang dikeluarkan dan berikutnya mengumpulkan modal untuk proses periode berikutnya.

Demokrasi semakin jauh dari realisasi politik “demi kepentingan rakyat.” Para pemilik modal itulah yang akhirnya secara efektif memiliki akses dan kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. Tak heran bila kemudian kebijakan yang diambil oleh pemerintah lebih cenderung menguntungkan para pemilik modal atau kelompok kaya yang tidak lain adalah mereka yang telah mendukung rezim naik ke tampuk kekuasaan sehingga yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin makin tersisihkan.

Keadaan inilah yang menimbulkan  ketimpangan ekonomi di berbagai negara di dunia. Di Amerika Serikat, misalnya, dari tahun 1980 hingga 2005, 80% kekayaan AS hanya dimiliki oleh 1% penduduk. Dari tahun 1979 hingga tahun 2007 pendapatan rata-rata 1% terkaya orang naik 272% dari 350.000 USD ke 1.300.000 USD. Pada kurun waktu yang sama, pendapatan rata-rata 20% penduduk AS termiskin hanya naik 13% dari 15.500 USD ke 17.500 USD.

Di Indonesia, kesenjangan serupa juga terjadi. Indeks Gini, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tingkat kesenjangan ekonomi pada 2011 menjadi 0,41. Padahal pada tahun 2005, gini rasio Indonesia masih 0,33.

Data lain memperlihatkan, total pendapatan 20 persen masyarakat terkaya meningkat dari 42,07 persen (2004) menjadi 48,42 persen (2011). Sebaliknya, total pendapatan 40 persen masyarakat termiskin menurun dari 20,8 persen (2004) menjadi 16,85 persen (2011). Kekayaan 40 ribu orang terkaya Indonesia sebesar Rp 680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB, dan itu setara dengan kekayaan 60% penduduk atau 140 juta orang.

Dalam konteks global, terjadi pula kecenderungan peningkatan ketimpangan kekayaan. Hingga tahun 2010, sebanyak 0,5% penduduk terkaya (24 juta orang) memiliki 35,6% kekayaan global; 8% penduduk terkaya (358 juta) memiliki 79,3 kekayaan global. Sebaliknya, 68,4% penduduk miskin (3,038 miliar) hanya memiliki 4,2% kekayaan global. Maka tak heran, dalam demo yang marak terjadi di berbagai negara Barat menyusul krisis ekonomi yang tak kunjung surut, mereka membawa poster atau spanduk berbunyi: “Capitalism is not working”, “Capitalism is merely for 1%, we are the 99%”.

Konsentrasi kekayaan hanya pada kelompok kecil itu tentu saja mengakibatkan melajunya proses pemiskinan dan peningkatan jumlah orang miskin di dunia.  Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan juga naik 200% sejak 1980-an.  Kemiskinan adalah pembunuh massal yang sangat kejam. Dilaporkan 22.000 anak-anak di dunia meninggal tiap hari akibat tidak cukup mendapatkan makan, air bersih dan layanan kesehatan. Belum lagi mereka yang terpaksa hidup seadanya, tanpa tempat tinggal yang layak, nutrisi yang mencukupi dan layanan pendidikan dan kesehatan yang semestinya.

Pendapat Aristoteles perlu dicermati, dia seorang pemikir politik Empiris-Realis yang juga murid Plato di zaman Yunani klasik, yang kemudian banyak merumuskan gagasan-gagasan tentang Demokrasi dan melahirkan karya-karya besar di bidang pemikiran ketatanegaraan. Diantara karyanya yang monumental dan kemudian menjadi bahan kajian bagi pemikir-pemikir Demokrasi generasi berikutnya adalah ‘Politics’ The Athenian Constitution. Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan) dan bertujuan hanya demi kepentingan mereka, maka bentuk negara itu adalah Demokrasi.

Demokrasi seakan memiliki konotasi negatif dan Aristoteles tidak menyebutnya sebagai bentuk negara ideal. Dalam ‘Politics’, Aristoteles menyebut Demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk (bad state). Menurutnya negara Demokrasi memiliki sistem pemerintahan oleh orang banyak, dimana satu sama lain memiliki perbedaan (atau pertentangan) kepentingan, perbedaan latarbelakang sosial ekonomi, dan perbedaan tingkat pendidikan.

Pemerintahan yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi kendala bagi terwujudnya pemerintahan yang baik. Konsensus sulit dicapai dan konflik mudah terjadi.

Ia (Aristoteles) kemudian mengakui bahwa negara ideal adalah negara yang diperintah oleh seorang penguasa yang filosof, arif dan bijaksana dan kekuasaannya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Aristoteles menyebut bentuk negara seperti ini sebagai Monarkhi. Tetapi Aristoteles kemudian menyadari bahwa bentuk negara seperti ini (Monarkhi) nyaris tak mungkin ada dalam realitas. Ia hanya refleksi gagasan normatif yang sukar terealisasi dalam dunia empiris. Meskipun kemudian pada kenyataannya corak pemerintahan yang identik dengan pandangannya itu, lahir secara nyata di belahan bumi lain berabad-abad kemudian setelah kematiannya, yaitu pemerintahan atau daulah kekhilafahan Islamiyah di jazirah Arab yang dipimpin oleh seorang Khalifah atau pemimpin (bukan penguasa) yang filosof, arif dan bijaksana, yang berpedoman pada Kitabullah dan As-Sunnah, serta kepemimpinannya digunakan untuk membawa manusia kepada fitrahnya sebagai hamba Allah untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Dengan kata lain jauh sebelum kemunculan Islam, ternyata sistem pemerintahan yang digunakan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya sepeninggal Beliau Saw, telah diakui oleh pemikir-pemikir besar dunia sebagai sistem yang terbaik dan ideal.

Perlu diingat, sistem demokrasi telah dijadikan salah satu senjata Barat untuk menghancurkan Islam. Ini nampak ketika ketika negara-negara Barat mengadakan Konferensi Berlin pada akhir abad ke-18 M. Negara-negara penjajah itu memang tidak mencapai kata sepakat bagaimana membagi-bagi Negara Khilafah Utsmaniyah –mereka sebut sebagai The Sick Man– andaikata “orang sakit” ini telah masuk liang lahat. Namun mereka menyepakati satu hal, yaitu memaksa Khilafah untuk menerapkan sistem demokrasi. Akhirnya Khilafah menerapkan sistem kementerian (al-wuzarah) seperti dalam sistem demokrasi, akibat tekanan dan paksaan Barat. Ketika Khilafah hancur pada 1924, Barat segera meracuni pemikiran umat Islam dengan menulis berbagai buku yang menyatakan bahwa Islam adalah agama demokratis, atau bahwa demokrasi berasal dari ajaran Islam.

Ya, Islam. Bukan Demokrasi
Ditinjau dari akar kelahirannya, Islam jelas berbeda dengan demokrasi. Sistem Islam tidak lahir dari akal-akalan manusia, tetapi merupakan wahyu Allah Swt. Memang, ada sementara pihak yang mencoba menyebut Islam sebagai Mohammedanism untuk menimbulkan kesan sebagai agama buatan Muhammad, seperti yang dinyatakan oleh H.A.R. Gibb Selain dari segi akar kelahirannya, pilar-pilar demokrasi bertentangan secara diametral dengan Islam. Beberapa elemen pokok demokrasi adalah: (1) Kedaulatan ada di tangan rakyat; (2) Rakyat sebagai sumber kekuasaan; (3) Penjaminan terhadap empat kebebasan pokok, yaitu kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan pemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan bertingkah laku (personal freedom). Adapun sorotan kritis akan kita selesaikan, menyikapi 3 aspek demokrasi yang secara frontal berbeda dengan konsep Islam.
1. Kedaulatan
Dalam sistem demokrasi, masyarakat kehilangan standar nilai baik-buruk. Siapa pun berhak mengklaim baik-buruknya sesuatu. Masyarakat bersikap “apa pun boleh”. Di San Fransisco, para eksekutif makan siang di restoran yang dilayani oleh pelayan wanita yang bertelanjang dada. Sebaliknya, di New York (masih di AS), seorang wanita telah ditangkap karena memainkan musik dalam suatu konser tanpa pakaian penutup dada. Newsweek menyatakan, “…Kita adalah suatu masyarakat yang telah kehilangan kesepakatan….suatu masyarakat yang tidak dapat bersepakat dalam menentukan standar tingkah laku, bahasa, dan sopan santun, tentang apa yang patut dilihat dan didengar.”

Dalam Islam, penetapan hukum adalah wewenang Allah. Penetapan hukum tidak bermakna teknis, tetapi bermakna penentuan status baik-buruk dan halal-haram. Allah Swt. berfirman:
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. (QS al-An’am [6]: 57).

Jika kalian (rakyat dan negara) berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya). (QS an-Nisa’ [4]: 59).

Tentang apa pun kalian berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (QS asy-Syura [42]: 10).

Dengan demikian, jelaslah bahwa Islam menempatkan kedaulatan di tangan Allah sebagai Musyarri’ (Pembuat Hukum). Segala produk hukum dalam sistem Islam harus merujuk pada al-Quran dan as-Sunnah yang ditunjuk oleh keduanya, yakni Ijma Sahabat, dan Qiyas (ijtihad).

2. Kekuasaan
Dalam sistem demokrasi, kekuasaan berada di tangan rakyat. Rakyat lalu “mengontrak” seorang penguasa untuk mengatur urusan dan kehendak mereka. Jika penguasa dipandang sudah tidak akomodatif terhadap kehendak rakyat, penguasa dapat dipecat karena ia hanya sekadar “buruh” yang digaji oleh rakyat untuk mengatur negara. Konsep inilah yang diperkenalkan oleh John Locke (1632-1704) dan Montesquieu (1689-1755), dikenal dengan sebutan kontrak sosial.

Dalam sistem Islam, kekuasaan memang berada di tangan rakyat. Atas dasar itu, rakyat dapat memilih seorang penguasa (khalifah) untuk memimpin negara. Pengangkatan seorang khalifah harus didahului dengan suatu pemilihan dan dilandasi perasaan sukarela tanpa paksaan (ridhâ wa al-ikhtiyâr). Akan tetapi, berbeda dengan sistem demokrasi, khalifah dipilih oleh rakyat bukan untuk melaksanakan kehendak rakyat, tetapi untuk melaksanakan dan menjaga hukum Islam. Seorang khalifah tidak dapat dipecat hanya karena rakyat sudah tidak suka lagi kepadanya. Ia hanya boleh dipecat jika tidak lagi melaksanakan hukum Islam walaupun baru sehari menjabat.

Untuk memutuskan apakah seorang khalifah lalai dalam pelaksanaan hukum Islam, negara mempunyai instrumen hukum berupa Mahkamah Mazhalim yang berhak mengadili dan memecat penguasa. Kaum Muslimin juga didorong untuk selalu mengoreksi penguasa. Rasulullah saw. bersabda:

Pemimpin para syuhada adalah Hamzah ibn ‘Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang lalim, lalu ia menyuruhnya berbuat baik dan mencegahnya berbuat munkar, kemudian penguasa itu membunuhnya.

3. Kebebasan
Dalam sistem demokrasi, kebebasan adalah faktor utama untuk memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengekspresikan kehendaknya—apa pun bentuknya—secara terbuka dan tanpa batasan atau tekanan.
Masyarakat demokratis bebas memeluk agama apapun, berpindah-pindah agama, bahkan tidak beragama sekalipun. Juga bebas mengeluarkan pendapat, walaupun pendapat itu bertentangan dengan batasan-batasan agama. Bebas pula memiliki segala sesuatu yang ada di muka bumi, termasuk sungai, pulau, laut, bahkan bulan dan planet jika sanggup. Harta dapat diperoleh dari segala sumber, baik dengan berdagang ataupun dengan berjudi dan korupsi. Dalam sistem demokrasi, masyarakat juga bebas bertingkah laku tanpa peduli dengan mengabaikan tata susila dan kesopanan.

Sebaliknya, Islam tidak mengenal kebebasan mutlak. Islam telah merinci dengan jelas apa saja yang menjadi hak dan kewajiban manusia. Islam bukan hanya berorientasi kepada kewajiban, tetapi juga hak sebagai warganegara dan individu.

Islam, misalnya, melarang seorang Muslim untuk mempermainkan agama dengan cara berpindah-pindah agama. Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa mengganti agamanya (Islam), bunuhlah. (HR Muslim dan Ashab as-Sunan).

Islam juga melarang seseorang untuk memiliki benda-benda yang tidak berhak dimilikinya, baik secara pribadi maupun kelompok. Islam telah merinci beberapa cara pemilikan yang terlarang, misalnya pencurian, perampasan, suap (riswah), korupsi, judi. Sebaliknya, Islam menghalalkan beberapa sebab pemilikan, yaitu bekerja, waris, mengambil harta orang lain dalam keadaan terdesak yang mengancam jiwanya, serta harta yang diperoleh tanpa pengorbanan semisal hadiah, hibah, sedekah, atau zakat.

Dalam masalah tingkah laku, Islam memberikan batasan susila yang jelas, terutama masalah interaksi pria-wanita (ijtima’iy). Sebaliknya, di dalam sistem demokrasi, interaksi pria-wanita yang sangat bebas telah memunculkan berbagai masalah pelik, seperti menyebarnya berbagai penyakit menular seksual (PMS)

Khatimah
Bahaya dari penerimaan sistem Demokrasi tidak hanya tersembunyi di balik kegagalan dan ketimpangan aktivitas politiknya, tapi bahaya yang lebih besar adalah ketika sebagian orang-orang Islam mengimani pada suatu sistem yang berbeda dengan pandangan Islam dalam melihat kehidupan, alam dan manusia. Yang akibatnya bisa menghilangkan pemahaman Islam yang hakiki tentang masalah tersebut.
Kepada para pemimpin berbagai jama’ah Islam yang mendukung sistem demokrasi, hendaknya tulisan ini didudukkan pada tempatnya : sebagai nasehat. Sedangkan bagi selain mereka dari kalangan Liberalis, Nasionalis, Komunis dan yang sepaham dengan mereka boleh jadi tulisan ini justru memberikan kesenangan tersendiri bagi mereka, karena mereka mengira bahwa jika para aktivis Islam meninggalkan dewan perwakilan, maka akan memberikan peluang yang lebih luas bagi mereka dalam kancah politik. Tentu saja ini hanya sekedar asumsi mereka saja. Sebab kancah pertempuran yang sebenarnya ialah pertempuran dalam meraih kemampuan dan kesuksesan memberikan pengaruh dan tekanan di tengah masyarakat, yaitu ketika orang-orang Islam berpegang teguh kepada prinsip-prinsip atau manhaj mereka dan mereka tidak berfikir lagi untuk mencari pengganti dari syari’at.
Jika hal itu terjadi maka tinggal menunggu waktu saja sampai terwujud kemenangan umat melalui gerakan-gerakan Islam yang menghendaki perubahan mendasar terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan umat, dan pergerakan ini tidak akan mampu dihalang-halangi bahkan oleh konspirasi negara adidaya sekalipun. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw melalui perjuangan Beliau Saw pada periode awal pergerakan Islam di Makkah dan Madinah sampai Islam tegak dan syiarnya tersebar luas hingga sampai ke rumah kita. Oleh karena itu sudah saatnya energi kaum muslimin tidak terkuras untuk memikirkan kebergantungan kepada demokrasi dan DPR, maka inilah nilai sebenarnya yang mulia, bukan sekedar dugaan atau asumsi.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/catatan-kritis-untuk-pengagum-demokrasi.htm/feed 0
Syiah = Total Berbahaya http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/syiah-total-berbahaya.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/syiah-total-berbahaya.htm#comments Sat, 21 Feb 2015 05:00:34 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=97208 syiah...Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Telah terbukti, Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang Madura divonis penjara 4 tahun karena menodai agama Islam (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi), melanggar pasal 156A KUHP.

Syiah jelas-jelas sesat dan menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya sebagai berikut.

Fatwa Sesatnya Syiah

1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timurtentang Kesesatan Ajaran Syi’ah. MEMUTUSKAN

Mengukuhkan dan menetapkan keputusan MUI-MUI daerah yang menyatakan bahwa ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah SESAT DAN MENYESATKAN.

Surabaya    27 Shofar 1433 H

21 Januari  2012 M

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

PROPINSI JAWA TIMUR

 

Ketua Umum                                   Sekretaris Umum

Abdusshomad Buchori                 Drs. H Imam Tabroni, MM

 

2. Fatwa MUI Jatim tentang Sesatnya Syiah, Menang Mutlak di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2013.)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Jawa Timur menang mutlak atas gugatan yang Teguh Sugiharto, yang  sejak beberapa waktu lalu menyusun konstruksi gugatan dengan pengajuan prodeo terhadap Presiden SBY, MUI Pusat, MUI Jatim dan Gubernur Jawa Timur.

Sidang putusan dengan kemenangan mutlak untuk MUI Jawa Timur itu diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2013.)

“Karena yang punya kewenangan menguji Pergub atau undang-undang adalah Mahkamah Agung, jadi gugatan tidak diterima,” kata pengacara MUI Jawa Timur H. Ma’ruf Syah kepadahidayatullah.com, Rabu (13/11/2013).

3. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatimtentang kesesatan syiah. Dalam tulisannya di Harian Republika pada hari ini (8/11/2012), Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, “Setelah melakukan serangkaian penelitian dan berkonsultasi dengan MUI Pusat, MUI Jatim mengukuhkan fatwa serupa. Mencermati hal itu, penulis menyimpulkan, bahwa Fatwa MUI Jawa Timur tentang Syiah sudah pada tempatnya dan sesuai aturan.”

Bukti Syiah Menodai Agama dan bukan hanya syiah Sampang Madura saja yang sesat itu

  1. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG pada Juli 2012 lalu memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby pada 21 September 2012 itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh Humas PN Sampang Shihabuddin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1 2013). Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini http://www.nahimunkar.com/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  2. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013).
  1. Pendukung syiah bela syiah sampang dan jualan kemusyrikan: Penyanyi Haddad Alwi Ternyata Syiah#

Ia adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoyibah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan.

Dalam kunjungannya ke pengungsian Syiah di Sampang, 29/9/2012, ia (Haddad Alwi) mengatakan, “Nggak ada orang mau masuk surga tidak diuji, Rasulullah tidak jauh dari kita, dan jangan ragu Rasullulah tidak sayang sama kita. Penderitaan Rasullulah lebih berat ujiannya daripada ujian kita.”

Mengenai nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar) itu juga nyanyian, hanya berbahasa Arab. Kalau nyanyian berbahasa Indonesia, Inggeris atau lainnya yang biasanya berkisar tentang cinta, pacaran dan sebagainya, misalnya dinyanyikan di masjid, orang sudah langsung faham bahwa itu tidak boleh.

Nyanyian cinta-pacaran seperti itu justru kesalahannya jelas. Orang langsung tahu. Sebaliknya, kalau nyanyiannya itu seperti Ya Thoybah, kalau itu mengandung kesalahan (dan memang demikian), justru orang tidak mudah untuk menyalahkannya. Karena dia berbahasa Arab, dan menyebut nama sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyebut Al-Quran dan sebagainya.

Padahal, nyanyian Ya Thoybah itu justru isinya berbahaya bagi Islam, karena ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Berikut ini kutipan bait yang ghuluw dari nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar):

Ya ‘Aliyya bna Abii Thoolib Minkum mashdarul mawaahib.

Artinya: “Wahai Ali bin Abi Thalib, darimulah sumber keutamaan-keutamaan (anugerah-anugerah atau bakat-bakat).”

Dalam video klip Ya Thayibah Haddad Alwi di Youtubehttp://www.youtube.com/watch?v=mJM1D_LNdDk pada menit ke 1.49, seorang anak kecil sujud shalat di atas turbah Husainiyah (tanah Karbala).

Bagaimanapun, ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah manusia biasa, bukan Tuhan. Di dalam nyanyian itu sampai disanjung sebegitu, dianggap, dari ‘Ali lah sumber anugerah-anugerah atau bakat-bakat atau keutamaan-keutamaan. Ini sangat berlebihan alias ghuluw.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّينِ

Artinya: “Jauhilah olehmu ghuluw (berlebih-lebihan), karena sesungguhnya rusaknya orang sebelum kalian itu hanyalah karena ghuluw –berlebih-lebihan– dalam agama.” (HR Ahmad, An-Nasaai, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dari Ibnu Abbas, Shahih).
Ali ra sendiri pernah disikapi seperti itu. Abdullah bin Saba’, pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam, bekata kepada Ali: “Engkau lah Allah”. Maka ‘Ali bermaksud membunuhnya, namun dilarang oleh Ibnu ‘Abbas. Kemudian ‘Ali cukup membuangnya ke Madain (Iran). Dalam riwayat lain, ‘Abdullah bin Saba’ disuruh bertaubat namun tidak mau. Maka ia lalu dibakar oleh ‘Ali (dalam suatu riwayat). (lihat Rijal Al-Kusyi, hal 106-108, 305; seperti dikutip KH Drs Moh Dawam Anwar, Mengapa Kita Menolak Syi’ah, LPPI Jakarta, cetakan II, 1998, hal 5-6). http://www.nahimunkar.com/26-penyebab-merajalelanya-kesesatan-di-indonesia-3-36/

4. Haidar Bagir dan Tuduhan Tahrif Al Qur’an

  • Berisi tuduhan seputar adanya TAHRIF Al Qur’an (perubahan teks  dari aslinya).

bahwa mulanya Surat Al Ahzab itu dibaca 200 ayat. Namun kemudian hanya tersisa hanya 73 ayat saja (atau hilang sekitar 127 ayat). tulisan opini di Republika, edisi 27 Januari 2012, Dr. Haidar Bagir menulis artikel berjudul, “Sekali Lagi, Syiah dan Kerukunan Umat

Lalu bagaimana menjawab pendapat seperti di atas?

Adanya satu atau dua riwayat yang mengatakan ini dan itu, di luar pemahaman mainstream para ulama, tidak boleh langsung diterima begitu saja. Harus dilakukan tash-hih (penshahihan) dulu, apakah riwayat tersebut shahih atau tidak. Riwayat-riwayat yang mengatakan telah terjadi perubahan pada Al Qur’an, rata-rata tidak diterima. Karena alasannya: (a) Bertentangan dengan Surat Al Hijr ayat 9, bahwa Allah yang menurunkan Al Qur’an dan Dia pula yang menjaganya; (b) Bertentangan dengan riwayat-riwayat yang lebih kuat, bahwa Al Qur’an itu sempurna, tidak mengalami perubahan; (c) Bertentangan dengan Ijma’ kaum Muslimin sejak masa Rasulullah dan para Shahabat, sampai hari ini. Dengan alasan itu, maka dari sisi telaah Dirayah (substansi hadits), hadits-hadits yang menjelaskan adanya Tahrif itu tertolak. Dalam ilmu hadits, sebuah hadits yang bertentangan secara pasti dengan riwayat-riwayat yang lebih kuat, ia tertolak. “.[Abahnya Aisyah, Fathimah, Khadijah].

Syiah Mengusung Kemusyrikan

نور الدين الجزائري المالكي

http://www.alrad.net/hiwar/imam/3.htm

Ayat yang maknanya diselewengkan syiah itu bunyinya sebagai berikut:

{وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [الأعراف: 180]

  1. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan

[Al A’raf180]

Dalam kitab syiah:

عن أبي عبد الله (ع) في قول الله عز وجل: “ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها” قال: نحن والله الأسماء الحسنى التي لا يقبل الله من العباد عملا إلا بمعرفتنا. (كتاب الكافي الجزء 1 صفحة 143 باب النوادر)

Dalam hal firman Alah ‘Azza wa Jalla: Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu Abu Abdillah as berkata: Kami (imam-imam syiah) wallahi adalah nama-nama indah Allah yang Allah tidak menerima amal hamba-hamba kecuali berdasarkan pengetahuan kami. (Kitab Al-Kafi juz 1 hlmn 143).

Dalam rujukan Sunni dapat dibaca: Ibnu Juraij menuturkan dari Mujahid tentang firmanNya: dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya; ia mengatakan, mereka menjadikan nama Laata dari lafal “Allah”, dan Uzza dari lafal al-‘Aziz. (Tafsir At-Thabari 13/283).

Ternyata syiah justru asmaaul husna seluruhnya yang hanya milik Allah Ta’ala itu diambil alih dimaksudkan maknanya adalah imam-imam syiah, bahkan dengan sumpah, dan diri para imam itu jadi syarat direrimanya amal para hamba.

Tapi di kitab syiah:

نحن والله الأسماء الحسنى التي لا يقبل الله من العباد عملا إلا بمعرفتنا. (كتاب الكافي الجزء 1 صفحة 143 باب النوادر)

Kami (imam-imam syiah) wallahi adalah nama-nama indah Allah yang Allah tidak menerima amal hamba-hamba kecuali berdasarkan pengetahuan kami. (Kitab Al-Kafi juz 1 hlmn 143).

Dengan demikian, orang musyrikin jahiliyah menyelewengkan Asmaaul Husna dengan menyematkan untuk nama berhala dengan diubah sedikit ucapannya, sedang syiah langsung mengambil keseluruhan Asmaaul Husna diklaim maknanya adalah imam-imam syiah. Padahal nama-nama indah itu hanya milik Allah, menunjukkan sifat kesempurnaanNya, indah tanpa cela tanpa kekurangan. Sehingga ketika berdo’a agar disebutkan. Misalnya

فيقول الداعي مثلا اللهم اغفر لي وارحمني، إنك أنت الغفور الرحيم، وتب عَلَيَّ يا تواب، وارزقني يا رزاق، والطف بي يا لطيف ونحو ذلك. تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن (ص: 310)

Orang yang berdoa berkata, misalnya: Ya Allah ampunilah aku dan sayangilah aku, sesungguhnya Engka Maha Pengampun dan Maha Penyayang, dan terimalah taubatku wahai Yang Maha menerima taubat, dan berilah aku rizqi wahai Dzat Yang Maha Memberi rizqi, dan lemah lembutilah aku wahai Dzat yang Maha Lemah Lembut. (Tafsir As-Sa’di, penjelasan ayat 180 Suart Al-A’raf).

Asmaaul Husna milik Allah diambil imam-imam syiah, lalu Allah disifati Bada’

Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).

Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).

Dzat yang Maha menerima taubat, Maha Memberi rizqi dan sebagainya itu apakah maknanya imam-imam syiah? Ketika asmaaul husna yang hanya milik Allah Ta’ala itu diklaim maknanya adalah imam-imam syiah, dan itu tertulis jelas di kitab-kitab induk syiah, maka menambah bukti bahwa benarlah sabda Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits, orang syiah itu musyrik

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ أَبِي الْجَحَّافِ دَاوُدَ بْنِ أَبِي عَوْفٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الْهَاشِمِيِّ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ عَلِيٍّ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ، قَالَتْ: نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَلِيٍّ فَقَالَ: «هَذَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ قَوْمًا يَعْلَمُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ يَرْفُضُونَهُ، لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ مَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُونَ» مسند أبي يعلى الموصلي (12 / 116): 6749 –  [حكم حسين سليم أسد] : إسناده صحيح

Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat kepada Ali -Radiallahuanhu- lalu berkata: “Ini (maksudnya adalah Ali) ada di surga, dan diantara syiahnya ada satu kaum yang mengerti Islam kemudian menolaknya, mereka memiliki tanda disebut rafidhah, barang siapa bertemu mereka maka bunuhlah (di riwayat lain perangilah) sesungguhnya mereka itu musyrik.” مسند أبي يعلى الموصلي

Husain Salim Asad menghukuminya: sanadnya shahih.

Abu Ya’la, Bazzar, Thabrani meriwayatkan sabda Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-:

كُنْتُ عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وعندَه عليٌّ فقال النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يا عليُّ سيكونُ في أمَّتي قومٌ ينتَحِلونَ حبَّ أهلِ البيتِ لهم نَبْزٌ يُسمَّونَ الرَّافضةَ قاتِلُوهم فإنَّهم مشرِكونَ

الراوي: عبدالله بن عباس المحدث: الهيثمي - المصدر: مجمع الزوائد – الصفحة أو الرقم:10/25
خلاصة حكم المحدث: إسناده حسن‏‏ (Dorar.net/hadith)

Aku (Abdullah bin Abbas) dulu di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan di sisinya ada Ali, maka beliau berkata: “Wahai Ali akan ada dalam umatku kaum yang madzhabnya adalah “cinta ahlul bait” mereka memiliki tanda (gelar) mereka disebut Rafidhah, perangilah mereka karena mereka musyrik.” (al-Haitsami berkata: Thabrani berkata: dan sanadnya hasan. Al-Sunnah karya ibnu Abi Ashim dicetak bersama Zhilal al-Jannah, takhrij Syaikh al-Albani, 2/476)

Abdullah bin Imam Ahmad berkata: saya Tanya ayah saya: siapakah Rafidhah?: beliau berkata: yaitu orang-orang yang mencela atau mencaci Abu Bakar dan Umar.” (al-Sunnah, Abdullah bin Ahmad, 1273)

Ini bukti kemusyrikan syiah pula

Syiah: Wajah Allah=Ali

وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ ٢٧ [سورة الـرحـمـن,٢٧]

  1. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan[Ar Rahman27]

وَجۡهُ رَبِّكَ diartikan قال الصادق نحن وجه الله, para imam syiah itu wajah Allah. (بحار الأنوار للمجلسي (1111 هـ) الجزء39 صفحة88 في الشواذ

 

وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ١١٥ [سورة البقرة,١١٥]

  1. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui

[Al Baqarah115] وَجۡهُ ٱللَّهِۚ diartikan Ali.

أبو المضا عن الرضا ع قال في قوله : ” أينما تولوا فثم وجه الله” قال : علي .

بحار الأنوار للمجلسي (1111 هـ) الجزء39 صفحة88 في الشواذ

kata ar-Ridha as mengenai firmanNya: maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah., itu adalah Ali. (Biharul Anwar oleh Al-Majlisi, (w1111H) juz 39 halaman 88)

Mensyiahkan Sunni berarti memusyrikkan

Karena aqidah syiah itu jelas kemusyrikan, maka mensyiahkan Umat Islam berarti memusyrikkan. Mengembalikan dari keyakinan tauhid ke kemusyrikan. Itu lebih kejam dibanding pembunuhan fisik. Padahal membunuh satu orang mukmin saja balasannya masuk neraka jahannam selama-lamanya (abadi). (lihat QS An-Nisaa’/4: 93).

Sedangkan pemusyrikan itu menurut Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga. Tetapi kalau yang dibunuh itu imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan atau kekafiran, maka masuk kubur sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan/ kekafiran; maka masuk neraka selama lamanya.

Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ  [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis, masih pula ditemani secara mesra oleh mereka yang tidak menyayangi iman Umat Islam. Relakah generasi Muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis?

Dari kenyataan isi ajaran syiah itu sesat, menodai agama, dan bahkan mengusung kemusyrikan, maka sudah sangat membahayakan bagi aqidah Islam. Apalagi ternyata ancaman dan konflik bahkan bentrokan antara Umat Islam dengan orang syiah telah berkali-kali terjadi dan memakan korban. Bahkan di luar negeri telah terjadi peperangan di berbagai negara dengan korban Umat Islam dibantai syiah di antaranya di Suriah, sudah 200 ribu lebih Umat Islam yang dibunuh oleh rezim Assad yang syiah. Oleh karena itu, sejatinya syiah adalah bahaya total, menyerang fisik dan bahkan memporak porandakan aqidah, dari Tauhid diseret ke syirik. Itulah sebenar-benarnya penghancuran yang sangat mengancam bagi Umat Islam.

*Disampaikan di hadapan ribuan jamaah saat Kajian Umum Mengenal & Mewaspadai Bahaya Syi’ah di Aula KH Nur Ali, Islamic Center, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2/2015).

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/syiah-total-berbahaya.htm/feed 0
Masa Depan Di Tangan Islam ! http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masa-depan-ditangan-islam.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masa-depan-ditangan-islam.htm#comments Fri, 20 Feb 2015 04:03:15 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=97124 lambang islamOleh : Muhammad Yusron Mufid

Setiap orang yang mengamati timbul tenggelamnya peradaban manusia di panggung sejarah akan mengetahui suatu peradaban tiada tegak bangunannya melainkan diawali pondasi tentang falsafah kehidupan. Falsafah kehidupan inilah yang akan menjadi haluan dan corak bangunan peradaban yang tegak diatasnya. Bagi generasi yang hidup di era abad 20 hingga menjelang akhir. Kita bisa menyaksikan drama persaingan antar 2 kutub peradaban besar yang saling berusaha mengungguli satu sama lain yaitu peradaban blok timur yang dipimpin Uni Soviet dan blok barat yang dikomandoi oleh Amerika Serikat. Seiring perjalanan sejarah blok timur akhirnya runtuh pada tahun 1991 yang ditandai bubarnya komandan mereka yaitu Uni Soviet hingga menjelma-lah blok barat pimpinan Amerika Serikat menjadi penguasa tunggal dunia. Bahkan hingga kini, dominasi barat amat mencengkram hampir semua sisi kehidupan di planet bumi tak terkecuali negeri-negeri muslim baik secara ekonomi moneter, politik, budaya bahkan hingga propaganda media massa.

Blok timur adalah suatu peradaban yang berhaluan komunis sedangkah blok barat berhaluan Liberalisme. Dua peradaban besar tadi, adalah hasil pemikiran para tokoh-tokohnya tentang falsafah kehidupan. Menurut seorang pemikir Islam Taqiyuddin An Nabhani, peradaban tumbuh akibat hasil pemikirannya tentang 3 pertanyaan kehidupan mendasar sebagai berikut :

  1. Darimana manusia berasal ?
  2. Untuk apa manusia hidup ?
  3. Akan kemanakah manusia setelah hidupnya nanti ?

Peradaban blok timur komunis dibangun diatas pondasi falsafah materialisme, melalui tokoh-tokoh dan para pemikirnya mereka memiliki pandangan terhadap 3 pertanyaan tadi bahwa manusia berasal dari materi, hidup hanya untuk menghasilkan materi, dan suatu saat manusia akan kembali menjadi materi. Kaum komunis menafikan adanya fakta penciptaan alam semesta ini termasuk manusia. Tokoh yang amat terkenal yang menjadi inspirasi kaum komunis diantaranya adalah Charles Darwin dan Karl Marx. Falsafah materialisme inilah yang menjadi landasan pokok kekuatan blok timur dibangun. Mereka hidup diatas pondasi ini, berbudaya, berpolitik, berekonomi hingga bernegara. Kehidupan mereka dihabiskan hanya untuk hal yang sifatnya memproduksi materi . Wajar saja mereka berperikehidupan seperti itu sebab mereka yakin bahwa mereka berasal dari materi, hidup untuk mengumpulkan materi dan mati akan kembali kepada materi. Mereka meyakini bahwa keberadaan alam adalah siklus materi, tak ada sang Pencipta apalagi pertanggung jawaban dihadapan sang Pencipta kelak. Sehingga manusia bebas berbuat, bebas berkehendak sesuai dengan apa yang ia mau.

Peradaban ini telah meninggalkan kehancuran yang luar biasa bagi umat manusia. Menurut Harun Yahya dalam film dokumenternya yang berjudul “Jejak berdarah komunisme” dibawah tangan besi Joseph Stalin, puluhan juta orang tewas di Uni Soviet akibat kerja paksa kebijakan pemerintahannya. Begitupun di Republik Rakyat China dibawah kepemimpinan Mao Zedong. Hal demikian wajar saja sebab mereka berpandangan bahwa manusia dianggap tak berharga karena tak ubahnya seperti seonggok gumpalan materi yang tidak dibebankan kewajiban dan tanggung jawab. Manusia tak ubahnya seperti mesin bergerak yang hidup untuk bekerja, bekerja dan bekerja menghasilkan materi. Kemuliaan manusia diukur dari seberapa banyak ia mampu menghasilkan kreasi materi. Dan alhamdulillah, blok timur dengan falsafah materialisme sesatnya telah runtuh secara bangunan meskipun barangkali bibit-bibit pemikirannya masih ada. Semoga segera punah !

Lain blok timur, lain halnya dengan blok barat yang berhaluan liberalisme, blok barat dalam memandang 3 pertanyaan mendasar tersebut tidak menafikan adanya sang Pencipta yang telah menjadikan alam semesta ini termasuk manusia. Tetapi, sang Pencipta hanyalah bertugas menciptakan dan manusia kelak setelah hidup akan kembali kepada Penciptanya namun tanpa ikatan pertanggung-jawaban yang jelas. Sang Pencipta hanyalah menciptakan, tak berhak mencampuri kehidupan manusia. Cukuplah pengabdian manusia kepada sang Pencipta hanya ditempat ibadah saja dan urusan individu masing-masing. Urusan berpolitik, berekonomi, bermasyarakat dan berkepemimpinan menjadi kehendak bebas manusia. Atas dasar paham inilah lahir konsep hidup demokrasi, sekulerisme, nasionalisme dll.

Paham ini sangat menjunjung kebebasan individu atau kelompok berdasarkan hasil pikirannya meskipun dengan itu harus menginjak harga diri dan kehormatan orang lain. Lihatlah, penghisapan suatu bangsa atas bangsa lainnya lewat proyek imperialisme dan kolonialisme dengan cengkraman ekonomi, politik bahkan militer. Kebebasan individu membawa dampak hukum rimba, yang kuat semakin kuat memangsa yang lemah. Bahkan Laporan Oxfam menyebutkan bahwa pada tahun 2016 setengah kekayaan dunia akan dimonopoli oleh 1 persen dari orang-orang terkaya dunia. Bayangkan saja, 99% penduduk bumi harus memperebutkan 50% sisanya. Peradaban ini telah menimbulkan kesenjangan yang luar biasa dzalim sekelompok manusia terhadap manusia lainnya. Asas untung rugi tanpa memperhatikan kemaslahatan bersama telah menimbulkan kerusakan dan pertumpahan darah dimana-mana. Lihat juga contoh kasus terbaru Charlie Hebdo, kebebasan berekspresi yang diagung-agungkan meskipun harus menyakiti perasaan 1 miliar lebih penduduk bumi yang beragama Islam.

Kini, blok barat diambang keruntuhan. Paham kebebasan yang dijunjungnya telah membawa konsekuensi krisis ekonomi yang menggurita, degradasi moral yang parah. Blok Barat akan segera kehilangan legitimasinya untuk tetap memimpin dunia. Bahkan Paus Fransiskus dalam pidatonya menyatakan Eropa sekarang terlihat seperti orang tua yang renta dan lusuh. Lantas, setelah runtuhnya blok Timur dan diambang keruntuhannya blok barat. Peradaban apakah yang layak memimpin dunia ?

Sebenarnya masih ada 1 Peradaban Besar yang sedang “terlelap tidur” dengan segenap potensinya untuk memimpin dunia. Ya, peradaban itu adalah Islam. Peradaban ini sangat unik karena bersumber dari ajaran klasik yang diwahyukan Allah kepada nabi Muhammad S.A.W 1400 tahun yang lalu. Jika para pemikir blok timur dan barat telah bekerja keras mengungkap jati diri manusia dengan menjawab 3 pertanyaan mendasar tadi. Allah melalui AlQur’an telah menerangkan secara jelas kepada umat Islam bahwa manusia berasal dari sang Pencipta, diciptakan untuk menderma baktikan hidupNya kepada sang Pencipta dan akan kembali kepada Sang Pencipta untuk mempertanggung jawabkan amal baktinya selama hidup. Sebagaimana firmanNya :

“Maka apakah kamu mengira kami menciptakan kamu untuk main-main saja (tanpa ada maksud), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada kami (untuk diminta pertanggungjawaban)” (Q.S. Al Mukminuun : 115)

“Wahai sekalian bangsa manusia, baktilah km kpd Tuhanmu, yg telah mnciptakanmu dan org2 sebelum kamu agar kamu semata2 takut kpdnya (takwa)”. (Q.S Al Baqarah : 20)

Islam mengajarkan, segala yang ada di alam semesta ini berikut susunannya yang rapi, sistematis dan harmonis tidaklah mungkin terjadi secara kebetulan melainkan ada sang Pencipta yang Maha Jenius yang telah merancang dan mengadakannya. Jika manusia tetap ingkar terhadap Penciptaan, bahkan Allah dalam AlQur’an menantang manusia untuk menciptakan meskipun hanya seekor lalat. Makhluk sederhana yang sering kita anggap hina. Tak ada yang patut kita sombongkan. Allah telah menciptakan manusia untuk diberi beban tugas dan tanggung jawab untuk patuh mengabdi kepadaNya saja. Islam mengajarkan manusia agar tidak hanya sujud didalam masjid saja namun bersujud dalam arti sebenarnya didalam realita kehidupan terhadap undang-undang sang Pencipta, kepada syariatNya secara menyeluruh sebagaimana alam semesta ini telah menginspirasi akal kita untuk selalu patuh berserah diri kepada sang Pemilik kerajaan Langit dan Bumi.

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan”. (Q.S Ali Imran : 83)

Islam mempunyai pandangan hidup yang sangat agung dibanding komunisme atau liberalisme. Tapi kita patut mohon ampun kepadaNya karena telah melalaikannya dan berpaling dari Islam, malah mengekor cara hidup mereka baik blok timur ataupun barat. Pantaslah jika kita diliputi kehinaan dan ketertindasan dimana-mana. Islam mengajarkan bahwa jika manusia ingin bahagia dan tidak ingin binasa, maka harus hidup sesuai aturanNya, terikat terhadap syariatNya. Dan berjuang melaksanakan amanahnya yaitu mengembalikan sistem hidup Islam untuk mengatur kehidupan manusia diatas bumi Allah ini.

Jika umat Islam bersungguh-sungguh komitmen terhadap jalan hidupnya. Insya Allah akan kembali berjaya di muka bumi menggantikan peradaban blok timur dan barat seperti dahulu ketika nabi Muhammad memimpin umatnya mengungguli dua imperium besar yaitu kekaisaran Byzantium dan kerajaan persia. Namun jika kita berpaling, Islam akan tetap berjaya dan Allah akan mengganti kita dengan generasi yang akan menjayakan Islam dimuka bumi. Menjadikan kita sebagai generasi yang tersingkirkan. Wallahua’lam

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan Dien yang benar untuk dimenangkanNya atas segala Dien, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”

[Q.S At Taubah : 33]

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masa-depan-ditangan-islam.htm/feed 0
Surat Terbuka Dari Ust. Wildan Hasan Menjawab Dina Y Sulaeman http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-dari-ust-wildan-hasan-menjawab-dina-y-sulaeman.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-dari-ust-wildan-hasan-menjawab-dina-y-sulaeman.htm#comments Tue, 17 Feb 2015 12:23:10 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=96900 wildan-hasan-praraker-miumi-jabarEramuslim.com – Dina Y Sulaeman, seorang penulis dan pemerhati Dunia Arab, kemarin telah menulis sebuah surat terbuka kepada KH. Arifin Ilham yang mendapat banyak perhatian dari umat Islam. Sayangnya, jika posisi Dina netral,seharusnya dia juga menulis surat terbuka kepada gerombolan syiah yang telah menyerang Majlis Az Zikra beberapa waktu lalu. Namun hal itu tidak atau belum dilakukannya.

Akhirya, Ustadz Wildan Hasan, Koordinator MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Kota Bekasi membalas surat terbuka Dina dan diuat dalam laman PKS Piyungan  (17/2/2015).

Inilah suratnya:

Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa

Perkenalkan, saya Wildan Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang senang belajar dan menulis. Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong saya untuk kuliah lagi di berbagai majelis ta’lim (^.^) .

Sama sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan saya selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti, bukan tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku berjudul “Bawalah Facebookmu ke Surga” yang pasti belum ibu baca he..

Ibu mungkin hanya ke-GR-an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai orang yang patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik Suriah ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad Suriah sebagai radikal. Maksudnya apa, Bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya apa menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad Suriah sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan teman media pro jihad Suriah? Ibu pro mana? Maaf bila saya dianggap lancang menyurati tokoh sebesar ibu.

Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu. Tolong, jangan kaitkan sebuah konflik dengan urusan pribadi. Apalagi urusan keuangan. Karena siapa yang tidak tahu bahwa program Syiahisasi dunia Islam dibiayai besar-besaran oleh Republik Syiah Iran. Ibu Dina yang mengaku ibu rumah tangga biasa, tentu tidak senang kan apabila urusan dapurnya diungkit-ungkit. Saya yakin ust Arifin Ilham punya penjelasan terkait urusan dapurnya itu.

Awal konflik Suriah
Awal mula perang Suriah adalah dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat Suriah terhadap rezim Bashar Asaad yang otoriter dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Rakyat Suriah kemudian melakukan aksi damai menuntut keadilan. Akan tetapi rezim Bashar malah menanggapi aksi damai tersebut dengan kekerasan.

Puncaknya adalah ketika ada anak Suriah menuliskan kata-kata di tembok tentang Bashar Asaad, kemudian anak ini di bawa oleh tentara Assad setelah di intrograsi anak kecil ini dikelupas kulitnya, lalu ditumpahkan cairan ke tubuh yang mengelupas, sehingga sakitnya tiada terperikan. Tentara Bashar sambil berteriak menuhankan Bashar Al-Assad. Penduduk protes tapi mereka ditangkapi. Siksaan demi siksaan dilakukan terhadap para tawanan yang dituduh menentang rezim Bashar Asad, padahal orang-orang ini hanyalah penduduk kampung.

Konflik Suriah yang dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret 2011 lalu sampai detik ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Akibat dari konflik itu, anak-anak kehilangan orang tuanya, wanita kehilangan suami dan keluarganya, dan keluarga kehilangan harta benda mereka. Rakyat Suriah terancam kehilangan masa depan.

Belum lagi jumlah korban meninggal yang sudah mencapai lebih dari 110 ribu jiwa, ditambah jutaan lainnya yang kehilangan tempat tinggal dan harus menjadi pengungsi di luar negaranya. Sungguh hal itu sebuah keadaan yang memilukan. Tragedi ini hendaknya membuka rezim Syiah Suriah agar menghentikan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri.

Lantas, apa penyebabnya sehingga hal itu terjadi dan menyebabkan jutaan manusia menjadi korbannya? Penyebabnya adalah nafsu Syiah untuk berkuasa dan menumpas selain Syiah.

Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui hakikat peristiwa yang tengah terjadi di Suriah. Banyak di antara kaum muslimin yang menyangka kebiadaban rezim Suriah tersebut semata-mata didasari oleh kepentingan politik untuk menyelamatkan kekuasaan rezim Partai Baath, partai sosialis yang telah mencengkeram rakyat Suriah selama puluhan tahun dengan kekuatan senjata. Belum banyak yang tahu bahwa kebiadaban rezim partai Baath dilatar belakangi oleh faktor ideologi dan agama. Ya, partai Baath telah didominasi oleh kelompok Nushairiyah sejak era Hafizh Asad. Kelompok Nushairiyah merupakan bagian dari sekte Syi’ah esktrim yang telah dihukumi murtad dari Islam oleh seluruh ulama kaum muslimin. Jadi, rezim Syi’ah ekstrim tengah mempertontonkan kebiadabannya kepada mayoritas rakyat yang beragama Islam, ahlus sunnah wal jama’ah. Demonstrasi damai versus kebiadaban militer di Suriah sejatinya adalah pertaarungan dua agama: Islam versus Nushairiyah.

Tidak heran bila Iran yang beragama Syi’ah Imamiyah (biasa juga disebut Syi’ah Itsna Atsariyah atau Syi’ah Ja’fariyah) getol memberikan dukungan militer, politik, dan ekonomi kepada rezim Syi’ah Suriah. Dua aliran Syi’ah ekstrim telah bertemu untuk menghabisi musuh bersama; mayoritas rakyat Suriah yang beragama Islam aliran Ahlus Sunnah. Bila ditambah kekuatan Syi’ah Lebanon (dengan milisi Hizbul Laata —plesetan dari nama sebenarnya, Hizbullah), kekuatan Israel, dan Kristen Libanon yang juga memusuhi Ahlus Sunnah; maka rakyat muslim sunni Suriah tengah terkepung dari seluruh penjuru. Umat Islam sedunia sudah seharusnya terus memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Suriah, sebagaimana dukungan mereka kepada perjuangan rakyat muslim Mesir, Tunisia, dan Palestina. Para ulama dan tokoh umat Islam wajib membongkar kedok rezim Nushairiyah Suriah, sehingga wala’ dan bara’ kaum muslimin jelas. Berikut ini sebagian fatwa ulama Islam yang menjelaskan hakekat kelompok Nushairiyah dan partai Baath.

Fatwa tentang Sekte Nushairiyah
Fadhilah Syaikh Hamud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi hafizhahullah

Siapa sebenarnya kelompok Nushairiyah itu? Kepada siapa mereka menisbahkan diri? Kapan kelompok ini muncul? Di negeri mana saja keberadaannya? Bagaimana ajaran agama mereka? Bagaiamana pendapat para ulama tentang mereka? Bolehkah memberikan ucapan selamat atas hari-hari kebahagiaan mereka dan memberikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa mereka? Bolehkah menshalatkan jenazah mereka?

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh shahabatnya. Amma ba’du…
Jawaban atas beberapa pertanyaan di atas membutuhkan satu jilid buku tersendiri. Untuk itu, kami akan menjawab secara ringkas saja:

Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada abad ketiga Hijriyah. Berbagai aliran keagamaan yang kafir seperti Bathiniyah, Ismailiyah, Budha, dan sekte-sekte kafir yang berasal dari agama Majusi masuk bergabung ke dalam kelompok Nushairiyah. Nushairiyah banyak terdapat di Suriah dan negara-negara yang bertetangga dengan Suriah.

Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang telah mengutus dirinya sebagai nabi.

Ajaran agama Nushairiyah tegak di atas dasar akidah yang rusak dan ritual-ritual ibadah yang usang hasil pencampur-adukkan dari ajaran Yahudi, Nashrani, Budha, dan Islam. Di antara akidah sesat kelompok Nushairiyah adalah:

1. Kultus individu yang esktrim terhadap diri sahabat Ali bin Abi Thaib dengan meyakini beliau adalah Rabb (Tuhan Yang Maha Menciptakan, Maha Mematikan, Maha Memberi rizki, Maha Mengatur alam), Ilah (Tuhan yang berhak disembah—edt), dan Pencipta langit, bumi, dan seluruh makhluk. Di antara bentuk penyembahan mereka kepada Ali bin Abi Thalib adalah semboyan agama mereka:
( لا إله إلا حيدرة الانزع البطين ، ولا حجاب عليه إلا محمد الصادق الأمين ، ولا طريق إليه إلا سلمان ذو القوة المتين ..)

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Haidarah (Singa betina, julukan Ali—edt) ksatria yang terpercaya .Tiada hijab (penghalang) atasnya kecuali Muhammad Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur lagi terpercaya) Dan tiada jalan menujunya kecuali Salman Dzul Quwwatil Matin (pemilik kekuatan yang perkasa).”

Dari semboyan mereka ini nampak jelas bahwa kelompok Nushairiyah lebih kafir dari kaum Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik sekalipun karena dengan ucapan ini mereka menyandarkan penciptaan dan pengaturan seuruh makhluk kepada Ali bin Abi Thalib. Sedangkan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrik mengakui bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Sang Pengatur urusan seluruh makhluk.

2. Mereka meyakini reinkarnasi, yaitu meyakini bahwa jika seorang manusia meninggal dunia maka ruhnya berpisah dengan jasadnya dan memasuki jasad makhluk lain. Baik jasad manusia maupun jasad hewan, sesuai jenis amal perbuatannya saat ia masih hidup. Jika amal perbuatannya baik, maka ruhnya akan menempati jasad manusia atau hewan yang mulia. Adapun jika amal perbuatannya buruk, maka ruhnya akan menempati jasad hewan yang hina, seperti anjing dan lain sebagainya. Hakekat dari keyakinan ini adalah meyakini bahwa dunia ini tidak akan rusak, tidak akan pernah berakhir, tidak ada kebangkitan setelah mati, tidak ada surga, tidak ada neraka…ruh akan senantiasa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya sampai suatu saat yang tidak akan pernah berakhir. Keyakinan yang rusak ini mereka ambil dari agama Budha, karena keyakinan reinkarnasi adalah salah satu pokok ajaran agama Budha.

3. Di antara pokok ajaran akidah mereka yang sangat mengakar kuat adalah kebencian dan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam dan kaum muslimin. Sebagai bentuk permusuhan dan kebenciaan mereka kepada Islam, mereka menjuluki shahabat Umar bin Khatab dengan julukan ‘Iblisul Abalisah’ (rajanya para iblis). Adapun tingkatan iblis setelah Umar menurut keyakinan mereka adalah Abu Bakar kemudian Utsman.

4. Mereka mengharamkan ziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW karena di samping makam beliau SAW terdapat makam shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khathab.

Pada zaman dahulu keberadaan agama sesat Nushairiyah ini terbatas pada sebuah tempat di negeri Syam dan mereka tidak diberi peluang untuk memegang posisi dalam bidang pemerintahan maupun bidang pengajaran, berdasar fatwa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Keadaan itu terus berlanjut sampai akhirnya penjajah Perancis menduduki negeri Syam. Perancis memberi mereka julukan baru ‘Al-Alawiyyin’ (keturunan atau pendukung Ali bin Abi Thalib), memberi mereka kesempatan mendiami seantero negeri Syam, dan mengangkat mereka sebagai pemegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan penjajah Perancis di Syam.

Adapun pendapat para ulama Islam tentang kelompok Nushairiyah…sesungguhnya para ulama Islam telah menyatakan Nushairiyah adalah kelompok yang telah keluar dari agama Islam (kelompok murtad), karena agama mereka tegak di atas dasar syirik, keyakinan reinkarnasi, pengingkaran terhadap kehidupan setelah mati, surga, dan neraka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah ditanya tentang status kelompok Nushairiyah, maka beliau menjawab:
الحمد لله رب العالمين .. هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر أصناف القرامطة الباطنية اكفر من اليهود والنصارى بل اكفر بكثير من المشركين ، وضررهم على أمة محمد صلى الله عليه وسلم أعظم من ضرر الكفار المحاربين فإن هؤلاء يتظاهرون عند جهال المسلمين بالتشيع وموالاة أهل البيت وهم في الحقيقة لا يؤمنون بالله ولا برسوله ولا بكتابه ولا بأمر ولا بنهي ولا ثواب ولا عقاب ولا بجنة ولا بنار ولا بأحد من المرسلين قبل محمد صلى الله عليه وسلم ولا بملة من الملل ولا بدين من الأديان السالفة بل يأخذون من كلام الله ورسوله المعروف عند علماء المسلمين ويتأولونه على أمور يفترونها ويدعون أنها علم الباطن من جنس ما ذكره السائل …)

“Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Kelompok yang dinamakan Nushairiyah tersebut dan seluruh kelompok Qaramithah Bathiniyah (salah satu sekte Syi’ah yang ekstrim) yang lain adalah orang-orang yang kekafirannya lebih parah dari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani, bahkan kekafirannya lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrik. Bahaya mereka (kelompok Nushairiyah dan Qaramithah Bathiniyah) terhadap kaum muslimin lebih besar dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, karena mereka menampakkan dirinya sebagai orang-orang Syi’ah yang loyal kepada ahlul bait di hadapan kaum muslimin yang bodoh. Padahal sejatinya mereka tidak beriman kepada Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, perintah, larangan, pahala, siksa, surga, neraka, maupun seorang rasul pun sebelum Muhammad SAW. Mereka juga tidak mengimani adanya ajaran rasul dan agama samawi terdahulu apapun. Mereka hanya mengambil sebagian firman Allah dan sabda rasul-Nya yang dikenal di kalangan ulama Islam, lantas mereka melakukan ta’wil sesat yang mereka ada-adakan dan mereka klaim sebagai ilmu bathin semisal yang telah disebutkan oleh penanya di atas…”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan jawabannya sampai pada perkataan beliau: “Sudah diketahui bersama bahwa pesisir pantai negeri-negeri Syam jatuh ke tangan pasukan Nasrani (tentara Salib) dari arah mereka (kelompok Nushairiyah). Mereka selalu membantu setiap musuh Islam. Menurut mereka, di antara musibah terbesar yang menimpa mereka adalah kemenangan kaum muslimin atas pasukan Tartar…”

Kenapa rezim Syiah Suriah begitu kejam?
Dikarenakan itu adalah perintah para imam mereka untuk membunuh ahlu Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah. Abu Abdillah, salah seorang imam Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah- dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.” (Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532)

Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan harta umat Islam dengan jalan mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok atau membunuh muslimin tadi. Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam halal.

Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata, “Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh mereka –umat Islam. Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.”

Dan ada cukup banyak doktrin-doktrin pengkafiran Syiah terhadap kaum muslimin yang memungkinkan mereka termotivasi untuk membunuh kaum muslimin.

Siapakah yang jadi korban terbesar, ibu? Tepat seperti yang ibu katakan. Tak lain, kaum Ahlussunnah (Umat islam) atau 74% rakyat Suriah.

Ibu Dina yang semoga hidayah Allah segera menyapa Anda,

Atas semua kejadian di Suriah itu, saya menjadi sangat khawatir dan sedih saat membaca pernyataan ibu yang ahistoris dan penuh distorsi sejarah, pula tidak faham akan kesesatan Syiah. Tak mungkin ibu rumah tangga seluar biasa ibu yang mengaku sedang menempuh doktoral, ingin negeri ini juga hancur lebur Suriah karena membela Syiah.

Alhamdulillah banyak majelis dan da’i yang menjelaskan betapa berbahayanya Syiah. Bukan karena kebencian ngawur tapi kebencian terhadap kesesatannya. Sangat berbeda dengan kebencian Syiah terhadap umat Islam seperti tercantum dalam doktrin-doktrin radikal Syiah di atas. Terkait dana, saya dan kami kaum muslimin tahu betul bahwa gerakan ini murni muncul dari kesadaran umat Islam Indonesia untuk mempertahankan aqidahnya dan membela agamanya. Mungkin ibu ingin menunjuk Saudi Arabia sebagai donatur proyek anti Syiah. Maka bila pun benar, itu tidaklah berbeda dengan yang dilakukan Republik Syiah Iran untuk program Syiahisasi dunia Islam. Justru hal ini menunjukkan bahwa ibu berada di pihak Syiah sekalipun ibu mengaku bukan Syiah.

Saya mohon, ibu, cobalah Anti melihat lagi peta ideopolitiknya. Dalam konflik di Suriah, ada peran Syiah Iran. Dan yang turun ke lapangan untuk bertempur adalah muslimin yang sedang berjihad melawan rezim Syiah kafir Nushairiyah yang didukung penuh oleh Iran. Lalu, setelah kaum muslimin habis mereka akan terus mengekspor ideologi kebencian ini sehingga pembantaian kembali terjadi di negara-negara lain termasuk di Indonesia. Tidakkah ini puncak kejahatan?

Anti adalah intelekual dan akademisi. Anti juga seorang ibu. Dan saya adalah seorang bapak rumah tangga biasa. Saya mohon, Anti sejenak membayangkan bila anak-anak kita harus sengsara dan menjadi pengungsi, seperti jutaan anak-anak Suriah hari ini. Dan ini pun dalam skala kecil sudah terjadi, ibu. Ada 40-an orang Syiah, yang menyerang secara anarkis dan radikal kepada warga perumahan muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ada kelompok-kelompok anarkis Syiah yang selalu menganggu ibadah dan kajian umat Islam di berbagai daerah. Tidakkah kasih sayang seorang ibu yang anti bangga-banggakan, melingkupi mereka, ibu?

Ibu menyampaikan kasus Sampang sebagai contoh intolerannya umat Islam terhadap Syiah, menunjukkan bahwa ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana. Sebagai akademisi dan intelektual sudah selayaknya ibu membaca suatu peristiwa dengan timbangan yang patut dipertanggungjawabkan.

Ibu, ingatlah ungkapan Buya Hamka tokoh besar Islam Nusantara ini:

“Ketika saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Syiah itu di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang merdeka dan tidak menganut Syiah!” Ujar saya.

Salaamun ‘Alaa manit taba’al hudaa

Bekasi, 17/2/2015,
Wildan Hasan

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/surat-terbuka-dari-ust-wildan-hasan-menjawab-dina-y-sulaeman.htm/feed 0
Pers Rilis Pemuda PUI: “Tangkap dan Hukum Otak Penyerangan As Zikra!” http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pers-rilis-pemuda-pui-tangkap-dan-hukum-otak-penyerangan-as-zikra.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pers-rilis-pemuda-pui-tangkap-dan-hukum-otak-penyerangan-as-zikra.htm#comments Mon, 16 Feb 2015 01:30:53 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=96721 logo-pui2PERS RILIS

PEMUDA PUI: TANGKAP DAN HUKUM OTAK PENYERANGAN AZ-ZIKRA

Sebagaimana ditulis Ust. Arifin Ilham dalam akun facebooknya, bahwa telah terjadi penyerangan ke kampung Az-Zikra oleh sekelompok orang yang mengaku dari faham syi’ah. Mereka bergerombol berjumlah 30 orang. Tidak itu saja, satpam pun menjadi bulan-bulanan para penyerang. Tindakan ini tentu ironi di negara Indonesia yang menjunjung tinggi asas hukum. Dan terlebih kejadian ini tepat pasca Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI yang menyerukan agar umat Islam menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi hukum serta HAM.

Kecaman datang dari organisasi pemuda Pemuda PUI. Dalam rilisnya, Raizal Arifin, Ketua Umum PP Pemuda PUI menyatakan sikap, bahwa penyerangan kampus Az-Zikra telah melukai ummat Islam.

“Ini tindakan pidana yang tidak bisa ditolerir. Mereka telah melukai rasa keamanan umat Islam.”

Sebagaimana diketahui dalam banyak berita. Mereka (penyerang) mengaku sebagai warga yang mencintai NKRI. Tapi dengan aksi anarkis itu menjadi bertolak-belakang. Mereka mulai merobek keutuhan NKRI yang mayoritas Islam Ahlus Sunnah Waljamaah. Paham mayoritas muslim Indonesia yang telah ratusan tahun berjuang memerdekakan Indonesia dan merawatnya hingga sekarang. Tindakan kekerasan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin penebar kasih sayang.

Lanjut Azam, panggilannya bahwa para pelaku penyerangan harus ditangkap dan adili, “demi menjunjung asas hukum yang adil dan menjaga kondusifitas umat dan bangsa. Saya minta otak penyerangan ditangkap dan diadili. Saya percaya aparat hukum akan menindak segala makar yang memecah belah bangsa” tegasnya. Azam khawatir, jika aparat tidak tuntas menindak maka akan terjadi gelombang perlawanan dari ummat Islam secara luas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya respon masyarakat yang siap berjihad melawan segala bentuk kekerasan terhadap Islam.

Perlu diketahui bersama bahwa umat Islam selama ini mentolerir tindakan-tindakan provokatif dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Dan majelis Az-Zikra adalah lembaga pengajian Arifin Ilham yang jauh dari sikap-sikap anarkis dan provokatif.

Pengurus Pusat                                                       13 Februari 2015

Pemuda Persatuan Ummat Islam (PEMUDA PUI)

 Raizal Arifin

Ketua Umum

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pers-rilis-pemuda-pui-tangkap-dan-hukum-otak-penyerangan-as-zikra.htm/feed 0
Karena Engkau Lebih Mulia Dari Sebatang Coklat http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/karena-engkau-lebih-mulia-dari-sebatang-coklat.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/karena-engkau-lebih-mulia-dari-sebatang-coklat.htm#comments Sat, 14 Feb 2015 02:18:59 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=71843 val12Pada malam itu, tidak sedikit pasangan muda mudi yang berjalan beriringan dan bergandengan tangan. Mereka menikmati indahnya malam “hari kasih sayang” atau lebih kita kenal dengan “Valentine Day”. Sebuah hari yang di gambarkan dengan seorang cupid atau dikenal dengan “the desire” (anak kecil bersayap dan membawa panah) dan hati yang merupakan salah satu organ tubuh manusia.

Cupid bersayap panah adalah putra Nimrod “the hunter”, Dewa Matahari. Disebut Dewa Cinta karena ia rupawan, diburu para wanita, dan bahkan ia berzina dengan ibunya sendiri. Adapun merah hati itu melambangkan sebuah pintu perzinaan terbuka lebar. Seakan mereka mendengar siulan serigala, padahal kita semua tahu bahwa serigala tidak bersiul.

Hiruk piruk kehidupan tidak sebagaimana biasanya, jalanan macet dan tempat-tempat hiburan pun semakin ramai. Berjuta pasangan muda mudi berjalan menuju tempat-tempat maksiat seakan mereka berjalan pada satu jalur yang sama tanpa sebuah komando. Dan pada hari itu, setiap lelaki seakan-akan menjadi pujangga cinta. Mereka yang tidak biasanya merangkai kata, membuat rangkain kata yang demikian indahnya.

Ya, 14 Februari adalah sebuah hari yang istimewa bagi para remaja yang sedang kasmaran dan dimabuk cinta. Bahkan tidak sedikit di kalangan remaja masjid atau rohis yang juga terkena virus Valentine. Di sadari atau tidak, pada malam itu ada sebagian dari aktivis muslim yang ikut merayakannya. Sebuah perayaan yang di lakukan dengan bermacam cara, seperti telefonan, inboxan, begadang tanpa sebab dan bahkan sangat di sayangkan bila ada yang ketemuan. Virus CBSA (Cinta Bersemi Sesama Aktivis) ini melambung tinggi tanpa di sadari.

“Will you be my valentine”, merupakan sebuah ungkapan yang biasa diucap seorang lelaki kapada kekasihnya sambil memberi coklat. Entah dari mana asalnya, pada hari itu sebatang coklat menjadi suatu hal yang sangat berharga. Ia bisa menggantikan rasa cinta pada seorang wanita, dan bahkan sebatang coklat tersebut menggantikan harga dirinya. Bermula dari sebatang coklat semuanya akan berubah, rasa malu pun pada hari itu telah tiada.

Sebatang coklat bisa menggiring muda mudi masuk ke kamar-kamar penginapan untuk sebuah kemaksiatan. Tidak hanya di penginapan, bahkan di gua-gua pelosok desa pun juga tak luput dari tempat kemaksiatan. Inilah rusaknya virus valentine, menyeru manusia kepada kasih sayang namun faktanya kerusakan moral yang di inginkan.

Di Jabodetabek pada November 2012, 51% para remaji Indonesia sudah tidak perawan menurut penelitian BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana). Di ponorogo 80% remaja putri pernah melakukan seks di luar nikah. Sebuah perbandingan yang sangat tinggi lima banding empat. Hal ini dirilis oleh Ketua KPPA (Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) pada Jum’at, 17 Desember 2010.

Dan sangat mengejutkan lagi, sebuah prosentase yang di lakukan oleh LSCK PUSBIH (Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora) pada tahun 2002. Prosentase ini di berikan kepada para mahasiswi di Yogyakarta kota pendidikan, yang hasilnya 97,05% mengaku kehilangan keperawanannya dalam periodisasi waktu kuliahnya. Na’udzubillahi min dzalik..

Sebenarnya ada beberapa tips yang bisa kita lakukan guna menghindari virus ”Valentine Day”, diantaranya yaitu :

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berusaha mengenalnya melalui Al-Qur’an, Al-Hadits serta seluruh mahkluk ciptaan Allah. Di dalam hadits qudsi dikatakan,”Jagalah Allah, maka Ia akan menjagamu”.
  2. Merealisasikan rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan mentaati setiap perintahnya dan menjauhi larangannya. Sebagaimana syukurnya nabi Daud As kepada Rabbnya, dan sungguh sedikit sekali hamba Allah yang bersyukur.
  3. Mempelajari sejarah datangnya hari Valentine, kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.
  4. Melihat dengan mata terbuka betapa banyaknya kemaksiatan terbuka dan kerusakan moral  yang di lakukan pada hari itu.
  5. Mendakwahkan atau menyebarkan kepada umat manusia akan bahaya yang di sebabkan oleh virus valentine day menurut tinjauan syar’i dan akal sehat.
  6. Berserah diri dan bertawakal kepada Allah SWT, setelah segala usaha yang di lakukan. Semoga apa yang kita lakukan menghasilkan hilangnya virus valentine dalam diri setiap insan. Tugas kita hanya berusaha dan bukan memberi hasil. Wallahu a’lam bish showab…
]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/karena-engkau-lebih-mulia-dari-sebatang-coklat.htm/feed 0
Ketahuilah !, Inspirasi perlawanan itu bernama Islam http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketahuilah-inspirasi-perlawanan-itu-bernama-islam.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketahuilah-inspirasi-perlawanan-itu-bernama-islam.htm#comments Wed, 11 Feb 2015 02:45:05 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=96316 mujahidin fsaOleh : Muhammad Yusron Mufid

“Anak-anakku semuanya, kalau kamu sudah dapat pendidikan Islam dan kalau kamu sudah sama dewasa, ditakdirkan Allah SWT yang Maha luhur, kamu dijadikan orang tani, tentu kamu bisa mengerjakan pertanian secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi saudagar, jadilah saudagar secara Islam; kalau kamu ditakdirkan menjadi prajurit, jadilah prajurit menurut Islam; dan kalau kamu ditakdirkan menjadi senopati, jadilah senopati secara perintah Islam. Hingga dunia diatur sesuai dengan azas-azas Islam”
(Yogyakarta, 24 Agustus 1925. Wasiat H.O.S. Tjokroaminoto)

Ada yang menarik dalam pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke VI di Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 9 Februari 2015. Terutama jika kita cermati pembukaan yang disampaikan oleh sultan Hamengkubuwono X. dalam pidato pembukaannya. Terkuak bahwa Raden Fatah pemimpin kerajaan Demak adalah seorang Penguasa Tanah Jawa yang mendapat mandat langsung dari Kekhilafahan Islam yang berpusat di Turki. Perwakilan Kekhilafahan Islam di tanah Jawa. Hal ini ditandai dengan penyerahan bendera berwana ungu kehitaman bertuliskan Laa Ilaaha Illallah yang terbuat dari kain kiswah Ka’bah. Kini, bendera tersebut masih tersimpan di Museum Kraton Yogyakarta.

Tak cukup sampai disitu, sultan menyampaikan bahwa pada tahun 1903 diadakan kongres Jami’atul Khair yang berlangsung di Jakarta yang dihadiri utusan Kekhilafahan Islam bernama Muhammad Amin Bey. Kongres ini menelurkan fatwa yang berbunyi “Haram hukumnya bagi kaum muslimin untuk tunduk kepada penguasa belanda”. Fatwa inilah yang kemudian menjadi inspirasi perlawanan sengit atas penjajahan kolonialisme Belanda yang mencengkram bumi Nusantara.

Kata sambutan dari sultan HB X tersebut semakin memperkuat pernyataan bahwa kemeredekaan Indonesia diperoleh berkat inspirasi ajaran Islam yang banyak tidak diketahui generasi bangsanya. Entah karena benar-benar tidak tahu atau sengaja disembunyikan. Padahal, kemerdekaan Indonesia tak lepas dari andil besar ceceran darah, serpihan tulang dan daging para syuhada yang beradu dengan mesiu kaum kafir kolonial. Ditambah dengan pekikan takbir yang menggema. Semua atas nama ketidak-relaan tunduk kepada kekuasaan kafir selain dari kekuasaan Allah saja.

Namun anehnya, begitu Indonesia merdeka kaum nasionalis sekuler-lah yang tiba-tiba mengklaim sebagai pemenang dan memegang tampuk kekuasaan. Tak cukup sampai disitu, setelah membajak revolusi Islam, seperti ada upaya sistematis dari mereka untuk membuat lupa para generasi bangsa terhadap keterkaitan masa lalunya dengan Islam melalui berbagai macam propaganda dan kurikulum pendidikan. Benarlah kata pepatah, sejarah ibarat ingatan masa lalu bagi diri seseorang, jika dihilangkan maka seseorang akan lupa siapa dirinya dan bagaimana kebesaran masa lalunya. Pun hingga saat ini tatanan hidup di Indonesia dibangun diatas dasar selain Islam. Selain dasar hidup yang diperjuangkan para pendahulunya dengan kucuran keringat, air mata bahkan darah.

Ambillah sebagian contohnya, sekarang peringatan hari kebangkitan Nasional ditandai dari berdirinya organisasi Budi Oetomo pada tahun 1905. Padahal Budi Oetomo adalah organisasi untuk kalangan dan lingkup tertentu saja yaitu hanya sebatas pulau Jawa dan anggotanya hanya dari kalangan bangsawan yang berpihak kepada Belanda. Padahal 3 Tahun sebelum berdirinya Budi Oetomo telah lahir suatu organisasi perlawanan yang melegenda dengan ruang lingkup seantero nusantara yaitu Sarekat Islam (SI) dan beranggotakan dari berbagai lapisan masyarakat. Dipimpin oleh seorang ulama kharismatik bernama Hadji Oemar Said Tjokroaminoto yang dijuluki Belanda raja tanpa mahkota. Beliau juga dikenal sebagai singa podium dan Bapak para pendiri bangsa. Para anggota SI banyak yang menjadi langganan keluar masuk tahanan Belanda akibat gagasan perlawanannya. Hal ini amat berbeda dengan para tokoh Budi Oetomo yang toleran dan bersahabat dengan penjajah Belanda. Tetapi organisasi Budi Oetomo-lah yang ditetapkan sebagai tonggak kebangkitan Nasional oleh pemerintah NKRI.

Islam telah menjelma menjadi sumber perlawanan di tanah air melawan kolonialisme karena Islam bukanlah ajaran yang hanya berisi tentang cinta kasih dan lemah lembut belaka namun juga dapat menjadi inspirasi gelora perlawanan atas segala kedzaliman dan penjajahan yang ada diatas bumi Allah. Jika ajaran Islam hanya berisi cinta kasih maka Islam takkan mampu menjadi bahan bakar semangat perlawanan. Keras dan lemah lembut dipadukan secara proporsional dalam ajaran Islam. Dalam ideologi Islam, penjajahan adalah suatu kondisi dimana manusia terkungkung oleh kekuasaan yang membuatnya keluar dari jati diri yang sesungguhnya yaitu sebagai hamba Allah. Hamba yang hanya layak tunduk mengabdi kepada kekuasaan Allah saja yang telah menciptakanNya dari ketiadaan. Bukan kepada kekuasaan makhluk meskipun yang berkuasa itu adalah bangsanya sendiri. Karena sekali lagi bagaimanapun manusia adalah hamba Allah yang memiliki tugas beribadah kepadaNya saja.

Atas dasar itulah kolonialisme Eropa mendapatkan perlawanan sengit bukan hanya di Tanah Jawa namun di seantero Nusantara. Di Aceh, Sumatera Barat, Makassar, Ternate Tidore, Kalimantan, Maluku dll. Dan tidak hanya di Indonesia, bahkan diseluruh negeri-negeri muslim di dunia. Di belahan mana lagi kolonialisme bangsa Barat mendapat perlawanan sengit jika bukan di Negeri-negeri muslim. Di Libya, siapa tak kenal sang singa padang pasir Omar Mukhtar yang hanya untuk melumpuhkan 10.000 pasukannya Italia harus mengerahkan 300.000 personil. Di Turki ada Sa’id An Nursi. di Fillipina Selatan, di Mesir, dan yang fenomenal adalah di Afghanistan sebuah negeri gersang dan miskin yang mampu menghabisi kekuatan super power dunia Uni Soviet hingga membuatnya bangkrut.

Islam adalah gelora inspirasi perlawanan, hal ini amat disadari betul oleh penjajah Barat. Seorang orientalis Barat bernama Snouck Hugronje yang ditugaskan untuk meneliti sumber kekuatan masyarakat Islam Aceh. Berbaur dengan menyamar sebagai seorang ulama bernama Abdul Gaffar. Ketika itu belanda amat kewalahan menghadapi perlawanan rakyat Aceh. Akhirnya ia mengambil kesimpulan dan berkata “Musuh utama dari kolonialisme bangsa Barat bukanlah Islam sebagai agama ritual, tetapi Islam sebagai doktrin politik”.

Begitupun dengan Kaisar Jerman, meskipun umat Islam diberbagai belahan dunia dalam kondisi lemah dan tertinggal namun potensinya tetap membuat segan dan gentar lawan-lawannya. Sebagaimana yang tercermin dari pernyataannya yang berpidato pada perayaan ulang tahunnya yang ke 70. Dia berkata “Ketahuilah, seandainya saja umat Islam menyadari bahwa Allah memerintahkan mereka untuk menyerbu Barat yang sudah rusak untuk kemudian menundukkan mereka dibawah kehendakNya, maka mereka pasti akan dapat menyerbu kita seperti gelombang pasang yang tak terbendung oleh siapapun bahkan oleh kaum Bolshevik yang paling militan dan gemar bertempur” (Evening Standard, London, 26 Januari 1929).

Bangsa Barat yang menyadari betul potensi besar yang dimiliki Islam mengubah metode penjajahan dari penjajahan fisik yang menghadapi perlawanan tangguh dari pejuang Islam, menjadi penjajahan budaya dan pemikiran hingga generasi Islam terpalingkan dari sumber kekuatan utamanya kemudian perlahan-lahan mengekor gaya hidup dan pola pikir mereka. Membuat mereka terpecah-pecah tak berdaya sampai benar-benar lemah dan setelah itu mereka akan kembali datang untuk berkuasa penuh atas Islam dan kaum muslimin. Adalah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyadarkan generasi Islam terhadap kebanggaanya yang selama ini luput dari pengelihatan akibat metode perang pemikiran ini. Bahwa dengan kebanggaan itulah mereka akan mampu mengguncang dunia timur dan barat sebagaimana generasi terbaik Islam dulu melakukannya. Kehinaan umat Islam akibat berpaling dari ajaranNya dan kejayaannya hanya dengan kepatuhanNya kepada sang Pencipta langit dan bumi.

Ketahuilah !, Inspirasi perlawanan itu adalah Islam. Dan bendera kejayaanNya akan kembali berkibar dengan slogan khas perlawanannya yang menggentarkan para penjajah “Isykariman au mut syahidan” yang berarti “Hidup mulia atau mati sebagai syuhada”.
Biidznillah !

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya :

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (QS. At Taubah 32)

“Dan katakanlah: “Yg benar telah datang dan yg batil telah lenyap”. Sesungguhnya yg batil itu adalah sesuatu yg pasti lenyap.” (QS.17:81)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketahuilah-inspirasi-perlawanan-itu-bernama-islam.htm/feed 0
Seruan Kepada Ikhwan http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/seruan-kepada-ikhwan.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/seruan-kepada-ikhwan.htm#comments Mon, 09 Feb 2015 07:02:07 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=96147 mujahidin fsaUmar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Kediri)

Kaifa halukum ikhwan? Senang dipersaudarakan dengan kalian. Senang engkau mengizinkan kami menyambutmu dalam keterbatasan ini. Maafkan sekali lagi akan kesederhanaan perjumpaan ini. Semoga tulisan bisu ini, mampu memperjelas segala sesuatu, menambah energi perjuangan, mendorong engkau lebih maju.

Energi kita selalu tersedot untuk perjuangan. Perjalanan ini tidak panjang, namun perjuangan akan selalu menemukan tantangan hingga membutuhkan konsentrasi kalian. Kita semua berusaha menjalankan peran sebaik mungkin. Kemenangan Islam membutuhkan pengorbanan tiap pejuang untuk berlomba-lomba maju di garda terdepan, setia menjadikan siang malam ini dalam kobaran api perjuangan. Harta, pikiran, keringat, tenaga, dan waktu tercurah untuk pengabdian tertinggi pada Allah, Dzat yang Menurunkan Islam sebagai suber dari segala sumber hukum.

Tidak ada seorang pun yang ragu bahwa kaum muslim telah tenggelam dalam kemerosotan ruhaniah, keterbelakangan material dan intelektual, serta kemunduran dalam bidang politik. Tidak ada seorang pun yang ragu bahwa ikatan Islam di tengah-tengah masyarakat kalian sepenuhnya telah terhapus dan posisinya digantikan oleh ikatan kapitalis, sebuah ikatan yang berasal dari sistem kufur.

Para pengusung ideologi kapitalisme, selain mencela aqidah dan pemikiran Islam, juga mencela perasaan Islam; mereka mencela kesetiaan kaum Muslim yang berpegang teguh pada hukum-hukum Islam. Kata mereka, kesetiaan pada hukum-hukum Islam merupakan sikap sektarian dan fanatisme yang menjijikkan sehingga sikap seperti ini wajib dicela. Mereka juga menyerang kebencian kaum Muslim terhadap kekufuran dan orang-orang kafir serta kecintaan mereka pada Islam dan kaum Muslim. Mereka menyebut hal itu sebagai bentuk fanatisme agama.

Ikhwan, tempalah diri kalian dalam tindakan sehari-hari. Perbanyaklah membaca dan menuntut ilmu. Seorang kader pejuang Islam adalah seorang yang meyakini mabda Islam, lalu bergerak mempraktikannya dan berani terjun di medan dakwah. Seorang kader pejuang Islam memiliki disiplin secara ideologis dan administratif dalam pergerakan. Ia mampu menjadi teladan, yang termanifestasi dalam keberaniannya menjadi turbin penggerak bagi umat. Ia berani dan santun menyampaikan kebenaran, mengarahkan segala energinya untuk kebangkitan Islam dalam peradaban yang agung. Ia mampu memegang panji-panji perjuangan sampai Izrail datang.

Kita patut bahagia.. melihat kaki-kaki para pemuda berlari menuju kebangkitan. Jutaan kaum muslim bersatu menjejakkan langkah mereka menginginkan tegaknya Islam. Menuntut penghapusan kapitalisasi harta milik Umat oleh negara. mereka sadar sesungguhnya minyak dan seluruh SDA itu adalah milik rakyat, sehingga untuk rakyatlah semuanya harus di optimalkan. dan kapitalisme dimanapun itu berada dan dalam bentuk apapun hanya akan menindas rakyat. merampas minyak dan segala yang dimiliki rakyat, untuk dieksploitasi dalam berkibarnya konglomerasi dan aristokratisme. Kapitalisme akan menjadikan rakyat sebagai pengungsi di negeri sendiri, yang diasingkan dari kesejahteraan dan dibinasakan atas dasar demokrasi kapitalis. rakyat akan menjadi korban yang terus bergulat dalam kepayahan dan tak akan bisa keluar dari jeratan rantai kapitalisme yang menggurita dan mematikan.

Sesungguhnya Amerika, Eropa dan para penguasa antek konsisten melakukan pembunuhan dan kejahatan di penjuru dunia. Menghilangkan mereka semuanya itu hari ini adalah wajib. Kewajiban itu tidak lebih kecil dari wajibnya menyempurnakan penghancuran atas kapitalisme dan penjaganya. Penghancuran para ruwaibidhah itu semuanya merupakan keharusan agar kita kembali seperti dahulu sebagai satu umat di dalam satu negara, di bawah panji daulah al-Khilafah al-Islamiyah. Saudara-saudara kita di Suriah telah membuka jalan di depan kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk malas setelah hari ini di hadapan Rabb kita. Allah SWT berfirman:

] إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ [

Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara (TQS al-Hujurat [49]: 10)

Allah SWT juga berfirman:

] وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ [

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. (TQS al-Mu’minun [53]: 12)

Marah dan perih merasakan kaum muslimin di berbagai negeri yang dibantai oleh para penjajah. Jutaan itu kini dalam kondisi nyawa sudah terlepas dari jasad dan tak sempat merasakan manisnya peradaban Islam yang akan kembali, kehancuran kapitalisme dan tegaknya sistem Islam yang shahih menjadi kenyataan. Memang para penjagal manusia dan anteknya akan musnah dalam keputus-asaan dan kehancuran. Darah yang mengucur dari pejuang mukmin itu tak akan sekedar membasahi tanah, namun akan selalu membasahi dan layaknya minyak semakin menyirami kobaran api perjuangan di dalam dada kaum mukmin hingga tak akan mampu dipadamkan.

Sesungguhnya petaka mengerikan yang menimpa kita semua adalah padamnya cahaya akidah dalam hati dan hilangnya pengaruh akidah itu dalam segala perbuatan. Jika akidah telah kehilangan kehangatannya dalam perilaku kita, maka sebentar lagi akan mati dalam jiwa kita. Oleh karena itu, terangilah akidah dengan hukum-hukum al-Quran dan hidupkanlah kembali dengan mengingat Allah. Jadikanlah akidah itu yang akan mengembalikan kalian sebagai makhluk yang unik sebagaimana kaum Muslim generasi pertama dari sahabat, tâbi‘în, dan tâbi‘ at-tâbi‘în.

Ikhwan, Sinarilah ia dengan kepercayaan pada pemikiran dan hukum Islam, dengan upaya menegakkan kembali kekuasaan Islam, serta dengan meninggikan panji al-Quran. Sinarilah ia dengan mengemban dakwah Islam kepada seluruh umat manusia sehingga kita semua bisa mengeluarkan mereka dari gelapnya kekufuran ke dalam terangnya cahaya Islam; dari neraka kekhawatiran dan penderitaan ke dalam nikmatnya kedamaian dan kebahagiaan.

Ikhwan, bangkitkan kembali akidah itu dengan menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya; dengan menumbuhkan rasa takut pada siksa-Nya dan rasa rindu pada surga-Nya; serta dengan memperkuat ikatan dengan-Nya dan mengingat-Nya dalam segala perbuatan. Ingatlah Dia ketika kalian berbuat segala sesuatu. Bangkitkan kembali akidah itu dengan taqarrub kepada-Nya yang tidak hanya dilakukan dengan shalat, puasa, zakat, dan doa saja; tetapi juga dengan menyampaikan kebenaran kapan pun itu diperlukan, dengan menumpas kebatilan di manapun adanya, serta dengan memerangi orang-orang kafir dan munafik sepanjang masa dan di setiap kesempatan.

Inilah waktunya bagi kita di seluruh dunia, dari golongan miskin atau kaya, dari pengusaha kaya sampai kuli panggul, dari kelompok intelektual, telpelajar, dari golongan putus sekolah, dari golongan pedagang, kelompok eksekutif, dari golongan pegawai negeri sipil, dari golongan buruh, pembatu rumah tangga, tukang kebun, tukang sapu, bahkan tukang sampah. dari golongan konglomerat golongan birokrat dan pejabat, kaum muslimin dari golongan angkatan bersenjata, kaum muslimin dari golongan pendekar bela diri. Kita dari semua golongan yang ada di seluruh permukaan bumi bersatulah dalam sebuah perubahan besar dunia, menegakan hukum Allah, mendirikan Negara Khilafah Rosyidah, melepaskan negeri dari penjajahan Kapitalisme. Juga mencabut sosialisme seakar-akarnya.
Inilah waktunya untuk beraktivitas tanpa letih dan lelah dengan kesadaran penuh dan pengorbanan yang tulus demi menegakkan kembali syariah Islam secara kaffah, dengan cara menyebarluaskan pemikiran Islam dan berani berkorban memperjuangkannya. Semua ini tiada lain kecuali hanya dalam rangka meninggikan panji Islam di atas segala panji-panji yang ada, menjadikan kalimat Allah sebagai perkara yang tertinggi, serta meneruskan pengembanan risalah Islam ke seluruh penjuru bumi sebagai sebuah cahaya, petunjuk, dan rahmat-Nya.

Ingatlah sebuah hadits tentang berita gembira akan tersebarnya Islam dimana Rasulullah saw bersabda:

«لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الدِّينُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، وَلا يَتْرُكُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْتَ مَدَرٍ وَلا وَبَرٍ إِلا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ، بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ، عِزٌّ يُعِزُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ الإِسْلامَ، أَوْ ذُلٌّ يُذِلُّ بِهِ الْكُفْرَ»

Sungguh, agama ini akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang. Allah tidak membiarkan satu rumah pun di kampung dan di kota kecuali Allah masukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan Zat yang Maha Perkasa dan kehinaan orang-orang yang hina, kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan dengan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/seruan-kepada-ikhwan.htm/feed 0
2015 dan Bercak Darah Suriah http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/2015-dan-bercak-darah-suriah.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/2015-dan-bercak-darah-suriah.htm#comments Sun, 08 Feb 2015 11:30:49 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=96072 jubir ISISOleh:  Umar Syarifudin (Lajnah siyasiyah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Kediri)

Rezim Assad sebagai boneka Amerika, sepanjang sejarahnya selalu melakukan kekerasan kepada Muslim Sunni. Mayat-mayat perempuan dan anak berserakan menjadi korban keganasan. Segala senjata digunakan oleh rezim Assad. Pasukan Bashar al-Assad telah menculik anak-anak para aktivis, dan kemudian menembak kepalanya, dan mayatnya dibuang di jalan-jalan.

Sebuah laporan dari berbagai wartawan dan lembaga HAM yang mengunjungi Suriah, menuturkan kisah-kisah yang sangat mengerikan. Bahkan ada anak-anak, bukan hanya ditembak kepalanya, tetapi tubuhnya disayat-sayat dengat pisau. Seorang anak yang sebelumnya diculik, kemudian dipotong-potong, dimasukan ke dalam plastik, kemudian dibuang di depan rumahnya. Semuanya itu merupakan teror yang dijalankan militer rezim Bashar al-Assad. Ratusan perempuan tewas, yang sebelumnya diperkosa oleh pasukan yang setia kepada Bashar al-Assad. Mayatnya dibuang dipinggir-pinggir jalan. Aksi kekejaman dan kejahatan rezim Bashar al-Assad, masih terus berlanjut, dan tidak lagi mengindahkan seruan dunia internasional.

Lagi dan lagi. Serangan Angkatan Udara Suriah menggempur area yang dikontrol oposisi di luar Damaskus, menewaskan minimal 82 orang termasuk anak-anak. Serangan ini merupakan serangan udara paling mematikan sejak 25 November 2014. Selain korban tewas, puluhan korban luka-luka dalam serangan tersebut. Fotografer AFP melaporkan, ia melihat warga sipil dilarikan ke klinik-klinik sementara. Jumlah mereka membludak tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis dan dokter. Beberapa korban luka terpaksa dirawat di lantai. (Harian Kompas, 7/2/2015)

Beberapa kota yang menjadi pusat perlawanan dihentikan pasokan listrik, air dan makanannya. Rakyat pun hidup dalam kesulitan yang sangat.  Wilayah-wilayah perlawanan dibombardir termasuk dengan menembakkan misil. Lebih dari 70 ribu orang telah terbunuh, lebih dari 1 juta hidup di luar Suriah, di kamp pengungsian yang kondisinya menyedihkan.
Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu mencatat serangan udara rezim Suriah diluncurkan lebih dari 60 kali. Serangan rezim Suriah terjadi setelah kelompok pemberontak di Ghouta Timur menembakkan rentetan 120 mortir dan roket ke Damaskus. Serangan itu, seperti dilansir Al Arabiya, juga menewaskan 10 orang, termasuk di dalamnya anak-anak. (Sindonews.com, 6/2/2015)

Menurut PBB, sejak meletus pada 2011, perang di Suriah telah menewaskan 200.000 orang. Sejak pertengahan 2012, rezim Assad kerap melancarkan serangan udara di area tersebut dan wilayah-wilayah lain yang dikontrol oposisi. Jika pada awal konflik Suriah, seseorang mengatakan bahwa Barat sedang membantu dan bersekongkol dengan Assad, sangat sedikit orang yang akan percaya. Sekarang, tiga puluh bulan kemudian menjadi jelas, bahwa Amerika dan sekutu-sekutu baratnya tidak hanya mendukung pemerintahan tirani Assad, namun sangat berharap  atas kepentingan mereka sendiri, bahwa Assad akan menang dalam konflik berkepanjangan melawan pihak  oposisi.

Jagal Bashar ingin mengirim pesan politik yang mengatakan ia kuat dan mampu membunuh bangsanya, karena itu perintahnya harus didengarkan. Amerika dan Rusia datang untuk menyempurnakan skenario, ditunjang dengan media massa pembebek dengan mengingkari fakta politik dan fakta lapangan, melecehkan nalar publik, dan berbohong. Amerika Serikat harus mengulur waktu, saat ini kesulitan untuk mencari pengganti Asad yang bisa dikontrol oleh Barat. Pada awalnya AS membentuk Dewan Nasional Suriah (SNC), namun tidak mendapatkan hati di masyarakat. Mereka pun membentuk boneka baru The Syrian National Coalition (Koliasi Nasional Suriah) di bawah pimpinan Muadz al Khatib. Itupun telah gagal mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.

Hal yang sangat ditakuti oleh Barat. Seperti yang dikatakan oleh politisi senior dan berpangaruh Amerika Henry Kissinger. Menurutnya, yang mendorong Amerika tetap mendukung Asad adalah ketakutan akan adanya sebuah negara yang tersentralisasi yang akan menarik daerah sekitarnya. Senada dengan itu, Menlu Rusia Sergei Labrov juga menyatakan hal yang sama. Ia menegaskan kalau konfrontasi Suriah melebar, negara tetangga Suriah seperti Yordania dan Libanon akan hilang dari peta dunia.

Seperti bapaknya, Asad menerapkan politik bumi hangus, “al-Asad au nahriqu al-bilad” (mendukung Asad atau kami bumihanguskan negeri ini) . Dia mengira, kekejamannya akan menghentikan perlawanan rakyat Suriah. Ternyata tidak. Rakyat Suriah yang mewarisi keberanian, keteguhan, dan kesabaran pahlawan-pahlawan Islam seperti Khalid bin Walid yang dikubur di tanah as Syam, melakukan perlawanan yang luar biasa. Para mujahidin Suriah, terinspirasi dengan kata-kata mulia pahlawan Islam Khalid bin Walid  sebagaimana yang terdapat dalam kitab al Ishabah karya al Asqalani,  yang dipatri pusat Kota Homs : “Aku mencari kematian, dengan kemungkinan itu bisa didapat, tetapi aku belum ditakdirkan, kecuali mati di atas tempat tidurku. Tidak ada satu perbuatan yang paling aku harapkan, setelah kalimah lailaha illa-llah, ketimbang suatu malam di mana aku bermalam dengan memakai perisai, di bawah cahaya bulan di langit dan guyuran hujan hingga Subuh, sampai kami menyerang (dan mengalahkan) kaum kafir.”

Memang apa yang termasyhur di Suriah saat ini tidak lain dari sebuah konflik yang telah tampak di muka dunia sebagai sebuah perang yang dilancarkan terhadap Muslim yang memiliki persenjataan seadanya. Dan setelah tiga tahun melancarkan pertempuran sengit, Amerika dan sekutunya telah gagal untuk menghancurkan kekuatan para pejuang Islam. Sebaliknya, para pemimpin Barat dengan cepat mengakui bahwa Suriah telah mengalami jalan buntu. Ini adalah kenyataan yang sangat menggembirakan umat Islam dan menghilangkan stereotip yang menggambarkan bahwa kaum Muslim terlalu lemah untuk melawan Amerika.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/2015-dan-bercak-darah-suriah.htm/feed 0
Story of Love http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/story-of-love.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/story-of-love.htm#comments Sat, 07 Feb 2015 05:19:50 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=95971 cinta1Siapa sih yang tak kenal dengan “cinta”? tentu semua orang tau tentang ini, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, apalagi dengan kalimat. Cinta ini hanya bisa dirasakan dalam hati, hanya bisa diungkapkan dengan perbuatan, yakni perbuatan yang menunjukkan kasih sayang. Cinta ini hakikatnya adalah naluri yang telah ada sejak manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala dan tentunya kita sebagai manusia harus menjaga anugrah ini dan tidak mengotori dengan perbuatan yang melanggar aturan Allah.

Yang menjadi pertanyaanya adalah apakah Allah juga menciptakan hari kasih sayang? tentu tak asing lagi bagi kaum pemuda saat tanggal menunjukkan14 Februari, yah itulah hari “kasih sayang” bahasa gaulnya “Valentine Day”. Sebenarnya ada apa sih dengan Valentine Day ini? Pernahkah dibenak kalian muncul pertanyaan “bagaimana sejarah Valentine Day?”. Sebetulnya banyak versi tentang sejarah Valentine Day ini, ternyata ada cerita gelap dibalik asal usul hari inspirasi cinta ini. Untuk lebih jelasnya chek this out friends…

Cikal Bakal Valentine Day

VERSI 1
Cikal bakal terjadinya hari valentine adalah perayaan festival Lupercalia. Festival ini sudah sangat lama sekali terjadi. Yang di laksanakan pada zaman kerajaan Romawi sekitar abad ke 3. Perayaan festival Lupercalia dilaksanakan sekitar tanggal 13 hingga tanggal 18 februari. Dan di awali dengan dilakukannya upacara persembahan untuk dewi cinta Juno Februata. Dan tepat pada 14 Februarinya akan di lakukan sebuah permainan yang melibatkan para pemuda dan pemudi di wilayah kerajaan Romawi itu. Para pemuda pertama-tama akan mengundi nama nama gadis yang berasal dari dalam kota dari sebuah kotak kaca. Nama gadis yang mereka dapatkan akan otomatis terpilih menjadi pasangannya selama setahun. Hal ini sebenarnya di lakukan untuk kesenangan dan juga sebagai objek hiburan. Namun, sering juga banyak pasangan yang  jatuh cinta sungguhan dan akhirnya menikah. Sehari setelahnya para pemuda akan melecut gadisnya dengan menggunakan kulit binatang. Lecutan itu dipercaya akan meningkatkan kesuburan bagi para gadis. Festival ini pun berkembang dan penguasa beserta para tokoh agama Romawi mengkombinasikannya dengan nuansa Kristen Katolik yang sekaligus menjadi agama kerajaan. Suatu waktu Romawi mengalami peperangan yang menyebabkan Kaisar Claudius II memerintahkan para pria dan pemuda untuk ikut bertarung di medan pertempuran.  Namun, banyak pemuda yang berat meninggalkan kekasih dan keluarga mereka. Kaisar Claudius II pun membuat peraturan baru, untuk membatalkan semua pertunangan dan pernikahan di Romawi. Tentu saja keputusan ini mendapat banyak pertentangan keras dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari pastor Valentine. Valentine masih tetap menjalankan upacara pernikahan pasangan yang datang kepadanya. Namun upacara tersebut dilakukan secara sembunyi sembunyi. Kaisar Claudius II pun murka, ia memerintahkan menangkap Valentine dan memenggal kepalanya. Valentine pun wafat tepat di tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Demi mengenang kematiannya, nama Festival Lupercalia pun di ganti menjadi Festival Valentine. Momentum itu pun berkembang menjadi hari penting bagi seluruh pasangan di dunia.

VERSI 2
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:

• pastur di Roma
• uskup Interamna (modern Terni)
• martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas.Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

VERSI 3

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa: For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya). Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
• Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir, ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Pandangan Islam Terhadap Valentine Day
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Sudah sepatutnya kita sebagai muslim tidak ikut serta merayakan hari kemaksiatan itu. Padahal Alah Ta’ala telah melarang hambanya melakukan sesuatu tanpa mengetahui pengetahuan tentang apa yang dilakukannya, seperti dalam surat Al isra’:36 Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu TIDAK MEMPUNYAI ILMU tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.  (TQS. Al-Isra’ : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera (mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan (bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu. Begitu pula jika mereka ikut serta merayakan Valentine Day mereka sama saja seperti orang-orang kafir Romawi Kuno. Rosulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka ia termaksud didalamnya”
HR.Abu Dawud dan Ahmad

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Valentine Day

1. Sumber Asasi
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak. Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

2. Tujuan , Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan semenit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.

3. OPERASIONAL

Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27). Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sungguh ironis keadaan umat saat ini, terlebih dikalangan remaja yang minim dengan tsaqofah islam, jika ini dibiarkan secara terus menerus tanpa ada pihak Negara sebagai institusi tertinggi untuk mencegah hal itu lambat laun kaum muslim terutama remaja akan meninggalkan islam dan berkiblat pada budaya Kafir, dan tentu islam akan menjadi minoritas. Kenapa remaja yang sangat perlu perhatian lebih dari semua komponen masyarakat terutama Negara? Karena remaja adalah sosok pemuda yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan Negara kita tercinta ini, jika remaja saat ini sudah bobrok bagaimana bisa memeimpin bangsa ini? tidakkah kita semua mengambil pelajaran pada waktu Indonesia masih terjajah? hal itu dikarenakan pada saat penjajahan masyarakat Indonesia bodoh akan ilmu.

Maka dari itu ilmu itu sangat penting terutama ilmu islam, kenapa demikian? Karena ilmu islam mampu mengatasi semua problematika kehidupan yang terjadi di Negara kita tercinta ini, islam ada dengan membawa segudang peraturan, tidak hanya sekedar agama namun berisi aturan dalam menjalankan kehidupan, sehingga terciptalah masyarakat yang sejahtera. Tidak hanya kaum muslim yang sejahtera namun kaum non muslim pun akan diberi jaminan kehidupan.

Ukhti Yulia

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/story-of-love.htm/feed 0