Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Wed, 17 Sep 2014 01:35:40 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Isu Kementerian Agama Dihapus, Pembela Ahmadiyah Diangkat http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-kementerian-agama-dihapus-pembela-ahmadiyah-diangkat.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-kementerian-agama-dihapus-pembela-ahmadiyah-diangkat.htm#comments Wed, 17 Sep 2014 01:35:40 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83628 depagOleh : Hartono Ahmad Jaiz

 

Kalau Kementerian Agama Dihapus, untuk Apa Disedihi?

Kini lagi ramai isu akan dihapusnya kementerian agama.

Kalau toh kementerian agama dihapus, untuk apa disedihi?

Sementara itu orang yang dikenal membela Ahmadiyah agama nabi Palsu dikhabarkan akan diangkat jadi menteri yang mengurusi agama, namun orang-orang diam saja.

Dua sikap (ramai dan diam) yang sangat perlu dikritisi. Tulisan ini akan mengkritisi itu.

Benarkah Kementrian Agama Dihapus?

Diberitakan, Media Sosial dihebohkan dengan beberapa status terkait hilangnya Kementrian Agama dalam Susunan Kabinet Jokowi.

Seperti diberitakan dalam Harian Kedaulatan Rakyat Edisi 16 September 2014, disana dipaparkan susunan Kementrian pada Kabinet Presiden sekarang. Tidak nampak disana adanya Kementrian Agama, yang ada hanya Kementrian Haji Zakat dan Wakaf.

Apakah memang ada penghapusan Kementrian Agama? Apakah agama sudah mau dipisahkan dari pemerintahan?

Kita semua belum tahu tetapi jika memang nantinya susunan kabinet seperti itu maka yang diurusi terkait agama hanyalah yang memiliki potensi dana besar yaitu Haji, Zakat, dan Wakaf. Selain itu jika tidak ada Kementrian Agama maka agama-agama lain pun tidak akan memiliki naungan. Kita lihat perkembangannya kedepan… (http://nurdin212.blogspot.com/ Written By Yuk Dakwah Media on Selasa, 16 September 2014 | Selasa, September 16, 2014). 

Untuk apa disedihi

Apakah sudah dianggap cukup dalam program sekularisasi, pluralisasi agama alias pemusyrikan, dan juga pemurtadan lewat pendidikan tinggi Islam di Indonesia, hingga kiprah kementerian agama akan ditiadakan?

Ya memang perguruan tinggi Islam kabarnya sudah mengurusi diri masing-masing, ibaratnya bagai otonomi masing-masing pihak. Hingga ketika kemenag dikeluhi masyarakat Islam yang menilai pendidikan tinggi Islam se-Indonesia telah keterlaluan dalam menjerumuskan mahasiswanya kepada kesesatan dan bukti-buktinya sudah sangat nyata dan terlalu,–seperti tema utama Tuhan Membusuk justru dalam rangka pengenalan mahasiswa baru di UIN Surabaya baru-baru ini–; maka masyarakat mengusulkan agar kurikulumnya harus diganti; maka cukup dapat dikilahi, bahwa kemenang sudah tidak berwewenang lagi untuk mengubahnya karena masing-masing sudah otonomi. Suatu cara lempar batu sembunyi tangan yang sangat aman, karena dulunya yang mengomandoi pemurtadan lewat kurikulum ya jelas kemenag, dan yang mengirimkan dosen-dosen perguruan tinggi Islam untuk belajar Islam ke negeri-negeri kafir Barat dsb juga kemenang / Depag. Juga dalam hal kerjasama dengan lembaga kafir luar negeri untuk menatar dosen-dosen perguruan tinggi Islam se-Indonesia ya Depag/ kemenag.

Kalau itu semua dianggap sudah cukup dalam hal menggeser Islam dari yang seharusnya (sebenarnya), menjadi Islam ala kafirin, hingga sekarang dicukupkan, maka kita tidak tahulah.

Kecuali kalau kiprah depag/kemenag itu tidak seperti tersebut namun li I’lai kalimatillah hiyal ‘ulya, maka pantas disedihi apabila akan dihapus. Sedang dunia ini saja, dalam sejarahnya justru dijatuhi azab hingga hancur lebur akibat kekafiran/ kemusyrikan penduduknya pun para Nabi-Nabi dan pengikutnya tidak menyedihinya. Bahkan masalah penghancuran yang mencengangkan pun pernah terjadi. Rumah-rumah orang kafir dihancurkan oleh tangan-tangan orang kafir itu sendiri dan tangan-tangan orang beriman pun pernah terjadi.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (١)

  1. telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لأوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الأبْصَارِ (٢)

  1. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.

[1463] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah.

وَلَوْلا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ (٣)

  1. dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. dan bagi mereka di akhirat azab neraka. (QS Al-Hasyr/59: 1-3).

Ini bukan berarti mendorong agar kementerian agama itu dihapus. Tetapi agar dilihat bahwa di balik tugas dan fungsinya yang kelihatannya mulia ternyata justru dilangsungkan perusakan agama Islam secara sistematis. Da itu sudah dikeluhkan masyarakat Muslim sejak lama, bahkan sudah ada yang dalam bentuk buku “Ada Pemurtadan di IAIN”, maksudnya adalah perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Buku itu juga sudah dibedah di berbagai IAIN dan UIN, yang hasilnya justru ada yang lebih menyimpang dari yang diuraikan di buku. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah memfatwakan haramnya faham sepilis (sekulerisme, pluralism agama, dan liberalism) yang telah diketahui umum bahwa faham haram itu justru sarang-sarangnya ada di IAIN, UIN, STAIN, STAIS dan perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Karena memang diprogramkan secara sistematis seperti gambaran tersebut di atas.

Dengan kenyataan seperti itu, maka walau kementerian agama masih utuh tetapi ketika manusianya yang akan duduk memimpinnya (misalnya) justru orang yang sudah dikenal membela Ahmadiyah, agama bikinan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad; apakah bukan musibah pula bagi Umat Islam? Padahal ada riwayat dari Abu Hurairah, pembela nabi palsu itu diancam neraka, sampai gigi gerahamnya saja sebesar gunung Uhud di neraka kelak.

Ketika seseorang menjadi pembela agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad, maka berarti sekaligus menjadi berpihak kepada musuh Islam. Kalau di zaman khalifah Abu Bakar maka termasuk diperangi, karena telah memusuhi Islam dengan membela agama nabi palsu. Itulah perbuatan yang telah diancam neraka dalam hadits, bahkan ancamannya sangat keras yaitu gigi gerahamnya kelak lebih besar dibanding gunung Uhud di neraka.  Dalam riwayat, pembela Nabi Palsu Musailimah Al-Kadzzab yang mati dalam perang, dan sebelumnya sudah diancam neraka ketika di hadapan Nabi Muhammad saw, namanya Ar-Rajjal. (lihat Al-Bidayah wan-Nihayah oleh Ibnu Katsir).

Isu akan dihapusnya kementerian agama tampaknya ramai dibicarakan orang. Sementara itu pembela agama nabi palsu akan dipilih / diangkat dalam urusan agama untuk bangsa Indonesia, tidak jadi pembicaraan ramai. Padahal dihapusnya kementerian agama yang selama ini sudah dijadikan jalur pemurtadan secara sistematis, apa perlu disedihi, untuk apa ? Sedangkan akan diangkatnya pembela agama nabi palsu jelas-jelas berbahaya. Karena seharusnya menurut Islam harus diperangi, namun justru diberi amanah untuk memimpin dan mengurusi umat.

Ingatlah, para Nabi dan pengikutnya tidak menyedihi hancurnya tempat tinggal yang dihuni oleh orang-orang yang memusuhi nabi dan kaum beriman. Sebaliknya, para sahabat Nabi dikerahkan untuk berperang melawan nabi palsu dan pembela-pembelanya.

Sikap para nabi, kaum mukminin, dan para sahabat Nabi ternyata telah jauh dan hampir tidak berbekas pada Umat Islam di Indonesia kini. Inilah yang perlu direnungkan kembali. Kenapa jadi begini.

Jakarta, Selasa 22 Dzulqa’dah 1435H/ 16 September 2014

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/isu-kementerian-agama-dihapus-pembela-ahmadiyah-diangkat.htm/feed 0
Kenaikan BBM dan Kado Demokrasi http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kenaikan-bbm-dan-kado-demokrasi.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kenaikan-bbm-dan-kado-demokrasi.htm#comments Tue, 16 Sep 2014 01:07:39 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83527 bbm1Masyarakat Indonesia, bersiap mendapatkan kado dari pemerintahan baru. Hadiah tersebut, tidak lain adalah peningkatan harga BBM, yang rencananya naik Rp. 3.000,-Betapa ini sebuah ironi bagi pesta demokrasi. Disaat masyarakat baru selesai melaksanakan haknya memilih presiden, kado demokrasi berupa kenaikan BBM langsung disodorkan kepada rakyat Indonesia. Lempar melempar bola terus digulirkan oleh pemerintahan lama pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Joko Widodo (jokowi). Jokowi meminta SBY menaikan BBM di akhir jabatannya, namun SBY nampaknya ingin mengalihkan hal itu kepada pemerintahan Jokowi agar akhir pemerintahannya berjalan mulus.

Mangapa Pemerintah Bersikukuh Menaikan TDL?

Kenaikan BBM ini memang diusulkan oelh DPR jauh jauh hari kepada pemerintah. Penguasa negeri ini seakan tidak mempunyai pilihan lain kecuali “mencekik” rakyat dengan menaikan harga BBM. Berbagai dalih diungkapkan. Selama ini digembar-gemborkan, harga minyak dunia naik dan subsidi BBM akan membengkak. Pada Februari 2012 harga minyak mentah dunia sudah 120 dolar AS perbarel. Sedangkan, asumsi dalam APBN hanya 90 dolar AS perbarel. Ada selisih USD 30 perbarel. Penyediaan BBM bersubsidi menggunakan patokan harga minyak dunia itu, maka Pemerintah terpaksa harus nomboki selisihnya itu. Karenanya, subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah jadi membengkak dan APBN bisa bobol karenanya.

Di sisi lain, Pemerintah tidak mengungkapkan berapa penerimaan Pemerintah dari BBM setelah kenaikan harga minyak mentah dunia itu. Padahal, pemerintah mendapatkan kenaikan pendapatan dari naiknya harga mentah dunia tersebut. Gambarannya, di APBN 2012 tercantum pendapatan minyak bumi sebesar Rp 113,68 triliun, pendapatan gas alam Rp 45,79 triliun, pendapatan minyak mentah (DMO – Domestic Market Obligation) Rp 10,72 triliun dan PPh migas sebesar Rp 60,9 triliun. Totalnya mencapai Rp 231,09 triliun. Jika harga minyak naik, maka jumlah pemasukan dari migas itu dipastikan juga naik. Dapat digambarkan bila dalam RAPBN-P 2012 pemasukan dari migas itu mencapai Rp 270 triliun, berarti terdapat kenaikan pemasukan migas sekitar Rp 40 triliun. Belum lagi harga barang tambang lain seperti emas dan batubara yang pastinya bergerak naik mengikuti harga pasar dunia.

Namun mengapa selalu digembar gemborkan bahwa pemerintah “merugi” akibat memberikan subsidi kepada rakyatnya? Asumsi yang dipakai di APBN-P, kalau harga BBM tidak dinaikkan, subsidi BBM akan membengkak dari Rp 123 triliun menjadi 170 triliun. Artinya naik Rp 46 triliun. Jika dari hitungan berdasarkan angka pemerintah sendiri didapat kenaikan pemasukan Rp 40 triliun, artinya hanya kurang sekitar 6 triliun. Kekurangan sebesar itu sebenarnya bisa dengan mudah ditutup. Misalnya dari anggaran kunjungan di APBN 2012 yang nilainya sekitar 21 triliun. Sementara, anggaran tersebut selama ini lebih kental hanya untuk plesiran yang tidak efektif. Anggaran plesiran itu bisa dengan mudah dipangkas untuk menutupi kekurangan subsidi tersebut. Namun, itikad baik pemerintah akan hal tersebut belum terlihat.

Yang patut dikritisi disini adalah penggunaan istilah “subsidi” yang seakan menjadi momok pemerintah dan DPR yang sepertinya harus dihilangkan dari bumi Indonesia. Pemerintah sepertinya “alergi” menggunakan kata tersebut, sehingga harus dengan segera menghilangkannya. Pakar ekonomi Kwik Kian Gie mengemukakan bahwa sebenarnya alasan utama dinaikannya harga BBM adalah masalah ideologis, bukan semata-mata masalah ekonomi. Beliau memaparkan bahwa penguasa negeri ini telah di brain wash dengan istilah menyesatkan yaitu “subsidi” BBM. Penguasa telah diberi kacamata kuda dengan melihat selisih angka harga minyak mentah dunia dan harga BBM negeri sebagai subsidi, yang harus dibayarkan pemerintah. Untuk itu, subsidi harus dihilangkan agar tidak membebani APBN.

modusPadahal yang terjadi adalah, desakan IMF dan Bank dunia serta mekanisme pasar telah memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM. Pemerintah dipaksa untuk menaikan harga BBM agar harga dalam negri BBM Indonesia kompetitif dengan harga BBM di pasar dunia. Pada saat Indonesia mengikuti mekanisme pasar dunia, pihak-pihak pemilik kapital akan sangat diuntungkan, sedangkan rakyat akan sangat dirugikan. Ini adalah bukti bahwa pemerintah Indonesia lebih tunduk kepada kepentingan asing daripada kepentingan rakyatnya sendiri. Sebuah ironi yang harus diambil oleh pemerintahan hasil demokrasi. Rakyat memilih dengan harapan akan mendapatkan penghidupan yang layak, namun pil pahit harus ditelannya karena sistim kapitalisme dunia telah menjeratnya.

Tegas sekali Rasulullah saw. bersabda:

 

« مَا مِنْ وَالٍ يَلِى رَعِيَّةً مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَيَمُوتُ وَهْوَ غَاشٌّ لَهُمْ، إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ »

 

Tidaklah seorang penguasa yang mengurusi urusan rakyat dari kalangan kaum Muslim, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan bagi dirinya surga.”(HR al-Bukhari)

 

Dampak Kenaikan BBM terhadap Rakyat

 

Kenaikan harga BBM ini akan jelas merugikan para penggunanya yang mayoritasnya adalah rakyat miskin. Hasil survey ekonomi nasional (SUSENAS 2010) menunjukkan bahwa pengguna BBM 65% adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27% menengah, 6% menengah ke atas, dan hanya 2% orang kaya. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM akan makin memberatkan, menyusahkan dan menyengsarakan rakyat kecil. Dengan demikian statement yang mengatakan bahwa kenaikan BBM ini tidak akan membebani rakyat adalah kebohongan semata. Pernyataan yang mengatakan kenaikan harga BBM tidak menimbulkan efek domino di level bawah adalah akal-akalan pemerintah dan staf ahlinya untuk dapat tetap menaikan harga TDL. Siapa pun bisa melihat bahwa pihak yang paling merasakan efek dari kenaikan BBM nanti adalah rakyat kelas bawah dan miskin.

 

Para pelaku kezaliman sudah selayaknya mengingat sabda Rasulullah saw.

 

« وَمَنْ يُشَاقِقْ يَشْقُقْ اللَّهُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

 

Barangsiapa menyusahkan/memberatkan (orang lain), niscaya Allah memberatkan/ menyusahkannya urusannya kelak di hari kiamat” (HR. al-Bukhari)

 

Bahkan Rasulullah saw. secara khusus mendoakan mereka:

 

« اللَّهُمَّ مَن ْوَلِيَ مِنْ أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِم ْفَارْفُقْ بِهِ »

 

Ya Allah, barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memberatkan/menyusahkan mereka, maka beratkan/susahkan dia; dan barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dia dengan baik. (HR Ahmad dan Muslim)

 

 

Pengelolaan Sumber Daya Alam Menurut Islam

  

UUD 45 Pasal 33 ayat 2UUD 45 berbunyi : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Namun kenyataanntya, di Indonesia, minyak yang merupakan hak rakyat itu justru diserahkan kepada pihak asing. Menurut data dari Dirjen Migas (2009), Pertamina sebagai perusahaan Pemerintah hanya menguasai 16% produksi minyak. Sisanya dikuasai oleh asing. Ini adalah penghianatan pemerintah kepada negara dan juga kepada Allah. :

 

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

 

Sekali-kali Allah tidak akan pernah menjadikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin (QS an-Nisa` [4]: 141)

 

Di dalam Islam, faktor produksi penting seperti air, padang rumput, dan api (energi) adalah milik umat Islam bersama.

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Dengan demikian, faktor faktor tersebut termasuk BBM adalah aset umat yang harus dikembalikan kepada umat, bukan dengan menjualnya kepada umat. Kalaupun umat harus membayar, itu hanyalah ongkos pengelolaan bahan mentah menjadi bahan siap pakai.

 

Al-‘Assal & Karim (1999: 72-73) mengutip pendapat Ibnu Qudamah dalam Kitabnya al-Mughni mengatakan:

 

“Barang-barang tambang yang oleh manusia didambakan dan dimanfaatkan tanpa biaya, seperti halnya garam, air, belerang, gas, mumia (semacam obat), petroleum, intan, dan lain-lain, tidak boleh dipertahankan (hak kepemilikan individualnya) selain oleh seluruh kaum muslim, sebab hal itu akan merugikan mereka”.

 

Maksud pendapat Ibnu Qudamah adalah bahwa barang-barang tambang adalah milik orang banyak meskipun diperoleh dari tanah hak milik khusus. Barang siapa menemukan barang tambang atau petroleum pada tanah miliknya tidak halal baginya untuk memilikinya dan harus diberikan kepada negara untuk mengelolanya, bukan diserahkan kepada swasta asing seperti yang ada selama ini.

 

Dengan memahami ketentuan syariat Islam terhadap status sumber daya alam dan bagaimana sistem pengelolaannya, bisa didapat dua keuntungan sekaligus, yakni didapatnya sumber pemasukan bagi anggaran belanja negara yang cukup besar untuk mencukupi berbagai kebutuhan negara. Selain itu, negara diharapkan mampu melepaskan diri dari ketergantungan terhadap utang luar negeri dalam pembiayaan pembangunan negara.

 

 Wahai Kaum Muslimin

 

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh kebutuhan manusia, baik muslim maupun non muslim. Islam adalah ideologi yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan kehidupan manusia. Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam. Pengelolaan sumber daya alam sudah diatur dalam Islam agar semua manusia bisa merasakan keberkahan dari karunia Sang Pencipta.

 

Kaum Muslimin tidak boleh diam, apalagi pendukung kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan oleh pemerintah, baik itu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono maupun dilakukan nanti oleh calon presiden Joko Widodo. Rasulullah saw. sangat tegas melarang hal itu. Beliau bersabda:

 

« إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنَّا وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلاَ يَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّى وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ »

 

Sungguh akan ada para pemimpin yang berbohong dan berbuat zalim, maka siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong mereka dalam kezaliman mereka maka dia bukan golongan kita dan aku bukan golongan mereka dan dia tidak akan masuk telaga al-hawdh bersamaku. Sebaiknya siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong mereka dalam kezaliman mereka maka ia bagian dariku dan aku bagian darinya dan ia akan masuk telaga bersamaku (HR Ahmad)

 

Ketidakjujuran, dan pengkhianatan harus segera dihentikan. Liberalisasi migas yang Undang-undangnya telah disahkan DPR harus dihapuskan. Sistem kapitalisme yang menjadi pangkalnya harus segera dicampakkan. Migas dan kekayaan alam harus dikelola sesuai tuntutan syariah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, muslim dan non muslim. Jalannya hanya satu, menerapkan syariah Islam secara utuh dalam bingkai sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah, sebagai bukti keimanan kita di hadapan Allah kelak di hari kiamat. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

 

Rina Nurawani, Pengamat Sosial/Pengajar Sekolah Madania, Parung Bogor.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kenaikan-bbm-dan-kado-demokrasi.htm/feed 0
Kemana arah isu IS dibawa ? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kemana-arah-isu-is-dibawa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kemana-arah-isu-is-dibawa.htm#comments Sun, 14 Sep 2014 06:03:15 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83413 as dan isOleh : Abu Fikri (Aktivis Gerakan Revivalis di Indonesia)

AS dibawah komando Obama hampir mampu menyatukan berbagai negara termasuk Indonesia menjadikan IS sebagai “common enemy”. Tanpa mencoba merefleksi bagaimana sejarah panjang peta percaturan politik AS bersama sekutu-sekutunya di berbagai negara. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membela IS atau sebaliknya memojokkan AS tetapi sekedar melihat sebuah fenomena dimana IS mampu menjadi magnet yang bisa menyatukan kepentingan AS bersama dengan berbagai negara yang mendukungnya. Berbarengan dengan beragam kejanggalan pemberitaan seputar IS. Di antaranya Pertama,beberapa keganjilan video pemenggalan 2 warga negara AS yang berhasil diungkap oleh Al Jazeera. Kedua,ditemukannya beberapa jenis persenjataan di tangan IS dari jenis yang dimiliki oleh AS dan Arab Saudi. Dan lain-lain. Desain opini melalui berbagai momentum yang dikaitkan IS mirip dengan peledakan WTC pada peristiwa 9/11. Cuman jika dulu fokus pada satu titik momentum. Saat ini seluruh momentum yang dikaitkan dengan IS dikompilasi dalam berbagai tayangan video/berita secara sporadis. Semuanya berujung pada sebuah legitimasi pentingnya dilakukan invasi militer. Ingat invasi AS ke Afghanistan dan Irak menggunakan legitimasi perburuan terhadap terduga pelaku pengeboman WTC Usama bin Laden pimpinan Al Qaeda. Belakangan diragukan kebenaran otak pelaku pengeboman WTC adalah Usama Bin Ladin. Maka nampaknya dalam pandangan AS, IS perlu dikonstruksi secara rasional sebagai entitas yang layak sebagai musuh bersama dunia. Salah satu jalan yang paling efektif untuk membrandingnya adalah dengan memblow up secara masif gambaran ideologi IS sebagai sebuah ideologi penuh kekerasan. Dan diduga potensial menciptakan kekerasan dunia. Meski belakangan ajakan rencana serangan AS dengan skala luas ditampik oleh Turki. Dan disikapi secara dingin oleh China.

Berbeda dengan konstelasi internasional di seputar potitioning IS di mata AS bersama para pendukungnya dengan konstelasi politik nasional yang berkembang di negeri ini. Fenomena IS benar-benar dimanfaatkan secara utuh oleh para pengambil kebijakan negeri ini. Di antaranya bahwa BNPT tahu persis gaya, pola dan target gerakan-gerakan yang dikategorikan sebagai kategori radikal. Baik radikal secara aksi maupun secara pemikiran. Hal itu diperkuat oleh dukungan TNI Polri yang tetap komit bahwa NKRI harga mati. Jika nampak secara formal di banyak kesempatan TNI Polri membuka wacana dialog bagi kelompok-kelompok radikal hal itu sebenarnya dalam kerangka untuk mengembangkan fungsi kontrol dan monitoring. Contoh kasus adalah kedatangan delegasi beberapa ormas Islam saat diterima audiensi pertanyaan yang sering dilontarkan adalah berapa jumlah anggotanya. Beberapa hari yang lalu 10 September 2014, Jendral Moeldoko (Panglima TNI) mengumpulkan semua Ormas Islam di Cilangkap membuat MOU dengan seluruh Ormas Islam (NU dan lain lain) meminta ijin babinsa/intel terbuka untuk masuk ke pesantren-pesantren guna mensosialisasikan bahwa NKRI harga mati dan tangkal seluruh paham radikal untuk merubah NKRI. Di tengah hampir semua ormas islam menyatakan bahwa NKRI harga mati.

Di sisi lain BNPT dengan program deradikalisasinya membuat seluruh instansi larut dalam pusaran isu ISIS sebagai legitimasi. Dan semua kementrian lintas sektoral diinstruksikan agar sinergi mengawal penangkalan terhadap paham radikal di antaranya khilafah dan jihad. Yakni sinergi Kemenlu, Menkoinfokom, Mabes TNI, BNPT, BAIS,Komnas HAM, Pengadilan Tinggi, dan lain-lain. Sementara itu juga ditempuh jalan legal melalui regulasi dengan substansi antara lain ; menjerat aktifitas yang diklaim sebagai menghasut, provokasi, menebar ideologi kebencian, mengajak kekerasan, mengancam kebinekaan melalui RUU BNPT, revisi UU Terorisme dan RUU Paham Radikal. Selain jalan ilegal melalui rekayasa. Rekayasa untuk menjadikan gerakan islam yang diklaim sebagai radikal pemikiran hanya sebagai “pemanis” dalam pernak pernik Demokrasi. Atau melakukan operasi 5i pada gerakan radikal aksi. Infiltrasi, radikalisasi, aksi, stigmatisasi dan monsterisasi. Mengkotak khilafah dan jihad sebatas wacana pemikiran saja. Menyumbat seluruh saluran yang memungkinkan terjadinya Islam sebagai aturan hidup bernegara dan bermasyarakat. Dengan memantapkan doktrin bela negara sebagai sumpah setia TNI Polri mengawal dan menjaga NKRI. Secara internasional, akhir Oktober ini PBB meminta sekitar 17 orang disetor sebagai teroris dari Indonesia jika tidak dilaksanakan maka dikenakan sanksi dan lain lain. Dimunculkan juga resolusi PBB untuk membekukan aset dan penyitaan aset sampai 7 turunan kepada yang diklaim teroris. Wallahu a’lam bis shawab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kemana-arah-isu-is-dibawa.htm/feed 0
Klarifikasi Ustadz Hartono Ahmad Jaiz terkait Berita ISIS Ancam Ledakkan Borobudur http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/klarifikasi-ustadz-hartono-ahmad-jaiz-terkait-berita-isis-ancam-ledakkan-borobudur.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/klarifikasi-ustadz-hartono-ahmad-jaiz-terkait-berita-isis-ancam-ledakkan-borobudur.htm#comments Fri, 12 Sep 2014 23:11:08 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83369

Hartono-Ahmad-JaizSejumlah media mainstream sempat memberitakan bahwa kelompok Mujahidin Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang kini berubah menjadi Daulah Khilafah Islamiyah mengancam meledakkan candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Media seperti Sindonews.com bahkan secara jelas menuding Ustadz Hartono Ahmad Jaiz di balik ancaman tersebut tanpa melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan.

“Para pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia ingin menghancurkan sejumlah candi yang ada di Indonesia, salah satunya Candi Borobudur. Hal itu terunkap dalam sebuah tulisan di laman Facebook “We Are All Islamic State”.

“Inshaa Allah, akan dihancurkan oleh Mujahidin Khilafah Islamiyah !!!” tulis Hartono Ahmad Jaiz, seorang pendukung ISIS di Indonesia,” demikian tertulis dalam laman situs Sindo pada Sabtu (16/8/2014).

Kemudian, Tribunnews.com juga mengaitkan tulisan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam ancaman mengahncurkan Candi Borobudur yang dipublish sebuah Fan Page Facebook bernama “We Are Islamic State”.

Sementara itu media mainstream lainnya seperti Detik.com, Viva.co.id, Metro TV dan lainnya juga turut memberitakan ancaman tersebut.

Sindo Berita ISIS ancam Borobudur

Klarifikasi Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Untuk diketahui, sumber pemberitaan adanya ancaman peledakan candi Borobudur berasal dari sebuah status Fan Page jejaring sosial Facebook bernama “We Are Islamic State” pada tanggal 15 Agustus 2014.

“Insya Allah akan dihancurkan oleh Mujahidin Khilafah Islamiyah!!!” demikian kutipan status tersebut sembari memuat artikel berjudul “Proyek Patung-patung di Indonesia Penghamburan Dana Demi Menabung Dosa” yang ditulis oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz.

Setelah menelusuri jejaring Facebook, halaman Fan Page itu kini sudah dihapus oleh admin jejaring sosial tersebut.

Anehnya, sejumlah media mainstream yang seharusnya bersikap profesional dalam pemberitaan dengan mematuhi kode etik jurnalistik justru tidak melakukan cover both side sehingga Ustadz Hartono Ahmad Jaiz yang dicatut namanya merasa dirugikan.

Hingga saat ini, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz mengaku tidak pernah dihubungi media yang telah mencatut namanya sehingga dikaitkan dengan ISIS, guna melakukan konfirmasi atau klarifikasi ancaman tersebut.

ISIS ancam Borobudur

Ustadz Hartono mengakui bahwa artikel “Proyek Patung-patung di Indonesia Penghamburan Dana Demi Menabung Dosa” adalah tulisannya yang diambil dari buku yang ditulisnya sendiri pada tahun 2007 berjudul Nabi-nabi palsu dan Para Penyesat Umat, yang diterbitkan Pustaka Al-Kautsar.

“Itu kan tulisan saya mengenai patung-patung di Indonesia, sebenarnya sudah dari tahun 2007 tulisan itu di buku Nabi-Nabi Palsu dan Para Penyesat Umat,” kata Ustadz Hartono Ahmad Jaiz saat ditemui Panjimas.com di rumahnya di daerah Pejaten, Pasar Minggu Jakarta Selatan, pada Rabu (10/9/2014).

Namun, ustadz yang dikenal sebagai pakar dan peneliti aliran sesat itu mengungkapkan tidak ada sama sekali dalam artikel yang pernah dikirimnya ke berbagai media Islam itu menyinggung soal rencana peledakan candi Borobudur.

“Tulisan itu juga saya kirim ke berbagai media Islam. Tahu-tahu ada SMS ke saya yang menanyakan katanya saya mau ngebom borobudur,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan tegas Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak terkait dengan kelompok mujahidin ISIS apalagi berencana meledakkan candi Borobudur.

“Jadi isu saya adalah bagian dari ISIS kemudian mau meledakkan Borobudur itu tidak benar. Media itu memelintir tulisan saya lalu dikait-kaitkan dengan ISIS,” tegasnya. [Jaiz/Panjimas/AW]

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/klarifikasi-ustadz-hartono-ahmad-jaiz-terkait-berita-isis-ancam-ledakkan-borobudur.htm/feed 0
Masalah Nikah Beda Agama – Tim Penulis FLA Paramadina Membatalkan Syari’at Allah http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masalah-nikah-beda-agama-tim-penulis-fla-paramadina-membatalkan-syariat-allah.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masalah-nikah-beda-agama-tim-penulis-fla-paramadina-membatalkan-syariat-allah.htm#comments Fri, 12 Sep 2014 00:39:20 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83332 nikah beda agamaOleh Hartono Ahmad Jaiz

Penulis Buku Menangkal Bahaya JIL dan FLA

 

  • Tidak diragukan lagi, wanita Muslimah haram dinikahi oleh lelaki non Muslim secara mutlak, baik mereka itu Yahudi, Nasrani, Majusi, Konghucu, Hindu, Budha, Sinto, Baha’I, , Sikh, dukun/ paranormal penyembah jin- syetan atau kafirin lainnya.

 

Pada bagian ketiga dari buku Fiqih Lintas Agama (FLA) terbitan Paramadina yang bekerjasama dengan The Asia Foundation dipampangkan judul Fiqih “Menerima” Agama Lain Membangun Sinergi Agama-agama. Dari judul itu saja saya membacanya merinding. Sebab yang dibangun di situ adalah sinergi agama-agama, yang hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Yang ada, perintah Allah swt di antaranya dalam Surat Al-Kafirun.

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS Al-Kafirun: 1-6).

Imam Ibnu Katsir mengaitkan ayat itu dengan perkataan Nabi Ibrahim as dan pengikut-pengikutnya kepada kaumnya yang musyrik:

“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 4).

Al-Qur’an wahyu Allah swt telah menegaskan sejelas-jelasnya seperti itu, namun orang-orang Paramadina yang bekerjasama dengan lembaga kafirin ini menentang Al-Qur’an dengan membuat “jalan baru” yang justru bertentangan langsung dengan ayat-ayat tersebut.

Dalam membuat “jalan baru” itu dibuatlah syari’at baru pula, yaitu:

1. Membolehkan wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab, dengan alasan, “karena tidak ada larangan yang sharih. Yang ada justru hadis yang tidak begitu jelas kedudukannya, Rasulullah saw bersabda, kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan laki-laki Ahli Kitab tidak boleh menikahi wanita-wanita kami (Muslimah). (FLA, halaman 163).

2. “…Amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru, bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan non Muslim, atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya. Hal ini merujuk pada semangat yang dibawa al-Qur’an sendiri. Pertama, bahwa pluralitas agama merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihindarkan. Tuhan menyebut agama-agama samawi dan mereka membawa ajaran amal saleh sebagai orang yang akan bersama-Nya di surga nanti. (QS 2: 62) (FLA, halaman 164).

3. Membolehkan orang kafir mewaris harta orang Muslim. Alasannya, “Dan ligikanya, bila Islam menghargai agama lain dan mempersilahkan pernikahan dengan agama lain, maka secara otomatis waris beda agama diperbolehkan. Sedangkan hadis yang melarang waris beda agama harus dibaca dalam semangat zamannya, yang mana terdapat hubungan kurang sehat dengan agama lain (kafir). Maka bila hubungan Muslim dengan non-Muslim dalam keadaan normal dan kondusif, secara otomatis matan hadis tersebut tidak bisa digunakan.” (FLA, halaman 167).

Tanggapan:

Wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu haram. Sebab Ahli Kitab itu adalah kafir. Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS Al-Bayyinah: 6).

Orang kafir itu tidak halal bagi wanita Muslimah. Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Dari ayat ini dapat ditetapkan suatu hukum yang menyatakan bahwa jika seorang isteri telah masuk Islam berarti sejak ia masuk Islam itu telah bercerai dengan suaminya yang kafir, karena itu ia haram kembali kepada suaminya. Ayat ini juga menguatkan hukum yang menyatakan bahwa haram hukumnya seorang wanita muslimat kawin dengan laki-laki kafir.

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw pada tahun terjadinya perdamaian Hudaibiyyah memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk membuat konsep perjanjian itu, maka Ali pun menulisnya: “Dengan menyebut nama Engkau, wahai Tuhan kami, ini adalah perdamaian antara Muhammad bin Abdullah dengan Suhail bin Amr. Mereka telah menyatakan perdamaian dengan menghentikan peperangan selama 10 tahun, saling berusaha menjaga keamanan dan menahan serta menjaga terjadinya perselisihan. Barangsiapa di antara orang-orang Quraisy yang datang kepada Muhammad tanpa izin walinya, hendaklah orang itu dikembalikan sedangkan kaum muslimin yang datang kepada orang Quraisy tidak dikembalikan,…” dan seterusnya.

Demikianlah Rasulullah saw mengembalikan Abu Jandal bin Suhail kepada orang-orang Quraisy dan tidak ada seorangpun yang ditahan beliau, walaupun ia seorang mukmin. Maka datanglah kepada Rasulullah, seorang wanita mukminah dari daerah kafir yang bernama Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Mu’aith. Maka datanglah kepada Rasulullah dua orang saudara dari perempuan itu yang bernama ‘Ammar dan Walid yang meminta agar wanita itu dikembalikan. Maka turunlah ayat ini yang melarang Rasulullah mengembalikannya. Kemudian wanita itu dikawini oleh Zaid bin Haritsah.

Dari tindakan Rasulullah ini nyatalah bahwa yang wajib dikembalikan menurut perjanjian itu hanyalah laki-laki saja, sedangkan wanita tidak dikembalikan.

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim dari al-Miswar bin Makhramah dan Marwan bin Hakam diterangkan bahwa setelah Rasulullah menandatangani perjanjian Hudaibiyyah dengan orang-orang kafir Quraisy, banyaklah wanita-wanita mukminat berdatangan dari Makkah ke Madinah. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan agar Rasulullah menguji mereka lebih dahulu dan melarang beliau mengembalikan wanita-wanita yang benar-benar mukminat ke Makkah.

Dalam pada itu kepada kaum muslimin dibolehkan mengawini wanita-wanita mukminat yang berhijrah itu dengan membayar maskawin. Hal ini berarti bahwa wanita itu tidak boleh dijadikan budak, karena mereka bukan berasal dari tawanan perang. Allah swt menganjurkan kaum muslimin mengawini mereka itu agar diri mereka terpelihara. Jika mereka tidak dikawini, mereka akan sendirian karena mereka telah bercerai dari suami mereka itu dengan masuk islamnya mereka itu.

Allah menerangkan sebab larangan melanjutkan perkawinan isteri mukminat dengan suami yang kafir itu, karena tidak akan ada hubungan perkawinan antara orang-orang yang sudah beriman dengan suami-suami mereka yang masih kafir dan berada di daerah kafir. Akad perkawinan mereka tidak berlaku lagi sejak isteri masuk Islam.

Lelaki Ahli Kitab (Yahudi ataupun Nasrani) Haram Menikahi Muslimah
Mengenai lelaki Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) haram menikahi wanita Muslimah tidak ada kesamaran lagi. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah/ 60: 10 dan Al-Baqarah/ 2: 221. Maka Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menegaskan:

“Dan tidak halal bagi Muslimah nikah dengan lelaki kafir, baik keadaannya kafir kitabi (Ahli Kitab) ataupun bukan Kitabi. Karena Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. (QS Al-Baqarah: 221).

Dan firmanNya:

“… Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Syaikh Abu Bakar Al-Jazairy hafidhahullah berkata, “Tidak halal bagi muslimah menikah dengan orang kafir secara mutlak, baik Ahlul Kitab maupun bukan. Ia mendasarkan pada firman Allah QS Al-Mumtahanah/ 60: 10.

Para ulama mengemukakan larangan Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab atau non Muslim itu sebagian cukup menyebutnya dengan lafal musyrik atau kafir, karena maknanya sudah jelas: kafir itu mencakup Ahli Kitab dan musyrik. Di samping itu tidak ada ayat atau hadits yang membolehkan lelaki kafir baik Ahli Kitab ataupun musyrik yang boleh menikahi Muslimah setelah turun ayat 10 Surat Al-Mumtahanah. Sehingga tidak ada kesamaran lagi walaupun hanya disebut kafir sudah langsung mencakup kafir dari jenis Ahli Kitab dan kafir musyrik. Bahkan lafal musyrik saja, para ulama sudah memasukkan seluruh non Muslim dalam hal lelaki musyrik dilarang dinikahkan dengan wanita Muslimah.

“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (QS Al-Baqarah/ 2: 221).

Muhammad Ali As-Shabuni menjelaskan, di dalam ayat ini, Allah swt melarang para wali (ayah, kakek, saudara, paman dan orang-orang yang memiliki hak perwalian atas wanita) menikahkan wanita yang menjadi tanggung jawabnya dengan orang musyrik. Yang dimaksud musyrik di sini adalah semua orang yang tidak beragama Islam, mencakup penyembah berhala, Majusi, Yahudi, Nasrani dan orang yang murtad dari Islam.

Al-Imam Al-Qurthubi berkata, “Janganlah menikahkan wanita muslimah dengan orang musyrik. Dan umat ini telah berijma’ bahwa laki-laki musyrik itu tidak boleh menggauli wanita mu’minah, bagaimanapun bentuknya, karena perbuatan itu merupakan penghinaan terhadap Islam.

Ibnu Abdil Barr berkata, (Ulama ijma’) bahwa muslimah tidak halal menjadi isteri orang kafir.

Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata, “laki-laki kafir tidak halal menikahi wanita muslimah, berdasarkan firman-Nya Ta’ala: ” Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (QS Al-Baqarah/ 2: 221).

Mencari Celah dengan Memlintir Imam At-Thabari
Meskipun hukum tentang haramnya wanita muslimah dinikahi lelaki kafir secara mutlak, baik kafir Ahli Kitab maupun musyrik itu sudah jelas dan tegas, namun karena firqah liberal punya misi tertentu di antaranya mengusung kepentingan orang kafir, maka diteroboslah apa-apa yang mereka anggap ada celah-celahnya. Dalam hal pernikahan antara muslimah dengan lelaki Ahli Kitab mereka copoti keharamannya dengan cara menganggapnya “tidak ada larangan yang sharih”. Lalu mereka simpulkan: “Jadi, soal pernikahan laki-laki non Muslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terkait dengan konteks tertentu, di antaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini, sehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang.” (FLA, halaman 164).

Firqah liberal itu terang-terangan membolehkan wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab, dengan alasan, “karena tidak ada larangan yang sharih. Yang ada justru hadis yang tidak begitu jelas kedudukannya, Rasulullah saw bersabda, kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan laki-laki Ahli Kitab tidak boleh menikahi wanita-wanita kami (Muslimah). (FLA, halaman 163). Dalam catatan kaki (FLA, halaman 191) hadits yang mereka sebut tidak begitu jelas kedudukannya itu dikutip dari Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an, Beirut: Darul Fikr, 2001, halaman 465.

Benarkah Imam At-Thabari mengemukakan hadits itu untuk dijadikan landasan dalam hal tidak sharih (tidak jelas)nya larangan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah, karena hadits itu kedudukannya masih ada masalah?

Sama sekali tidak. Pembicaraan Imam At-Thabari bukan mengenai larangan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah (karena sudah jelas haramnya), namun adalah pembicaraan tentang riwayat-riwayat mengenai wanita muhshonat (wanita merdeka yang menjaga diri dan kehormatannya) dari kalangan Ahli Kitab. Ini berkaitan dengan ada perbedaan di kalangan Ahli Tafsir dalam hal wanita musyrikat dalam QS 2: 221, haram dinikahi, maka apakah di dalamnya termasuk wanita Ahli Kitab. Dan karena ada riwayat, Umar bin Khatthab menyuruh talak beberapa orang sahabat ( Hudzaifah dan Thalhah) yang menikahi wanita Ahli Kitab. Berikut ini uraian Imam At-Thabari, kami kutip dengan diringkas dari Fathul Qadir-nya Imam As-Syaukani (yang sudah dibuat lebih komunikatif), dan bisa dirujuk ke Tafsir At-Thabari juz 2 halaman : 378.

Abu Ja’far Ibnu Jarir At-Thabari berkata, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai ayat ini (QS 2: 221): Apakah ayat itu diturunkan dengan maksud setiap musyrikah (dilarang dinikahi) atau maksud hukumnya mengenai sebagian musyrikah saja bukan yang lainnya? Dan apakah ada sesuatu yang dinasakh (dihapus) setelah adanya kewajiban hukum padanya itu atau tidak?

Sebagian Ahli Tafsir berpendapat: Diturunkan ayat itu dimaksudkan pengharaman atas setiap muslim nikah dengan setiap wanita musyrikat dari jenis manapun kesyirikannya, baik itu wanita penyembah berhala, ataupun wanita Yahudi, Nasrani, Majusi, atau lainnya dari macam-macam kemusyrikan. Kemudian pengharaman menikahi wanita Ahli Kitab dinasakh (dihapus) dengan Firman-Nya: QS Al-Maaidah: 4-5).

(Ada juga yang mengecualikan wanita Ahli Kitab) riwayat dari Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, Firman-Nya (QS 2:221) itu kemudian Dia mengecualikan wanita-wanita Ahli Kitab, maka Dia berfirman QS Al-Maaidah: 5.

Ahli Tafsir yang lain berkata: Bahkan ayat ini (QS 2:221) diturunkan dengan maksud hukumnya mengenai wanita musyrikat Arab, tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya), dan tidak dikecualikan. Ayat itu hanyalah umum secara lahiriyahnya tetapi khusus maknanya. Riwayat dari Qatadah, QS 2:221, Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikat sehingga mereka beriman, artinya wanita musyrikat Arab yang tidak memiliki kitab (suci) yang mereka baca. Sa’id bin Jubair berkata, maksudnya wanita musyrikat ahlil autsan (penyembah berhala).

Ahli tafsir yang lain berkata: Bahkan ayat ini QS 2: 221 diturunkan dimaksudkan mengenai setiap wanita musyrikat dari jenis apa saja dia, tidak dikhususkan satu jenis musyrikat saja, baik itu wanita berhalais atau wanita Majusi, atau wanita Ahli Kitab, dan tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya).

Abu Ja’far At-Thabari berkata: yang paling utama dari pendapat-pendapat penafsiran ayat ini adalah pendapat Qatadah: bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah menikahi wanita-wanita musyrikat sehingga mereka beriman” adalah orang yang bukan Ahli Kitab dari wanita-wanita musyrikat. Ayat itu umum secara lahiriyahnya, khusus secara batiniyahnya, tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya), dan wanita-wanita Ahli Kitab tidak termasuk di dalamnya. Dan hal yang demikian itu karena Allah Ta’ala menyebutkan halal dengan firman-Nya QS Al-Maaidah: 5 Dan wanita-wanita muhshonat dari kalangan orang-orang yang diberi al-kitab sebelum kamu— bagi laki-laki mukmin untuk menikahi wanita-wanita muhshonat (menjaga diri dan kehormatan) dari mereka, seperti yang dibolehkan kepada lelaki mukminin untuk menikahi wanita-wanita mukminat.

Adapun perkataan yang diriwayatkan dari Syahr bin Husyib, dari Ibnu Abbas, dari Umar ra: tentang pemisahannya antara Thalhah dan Hudzaifah dengan isteri mereka yang kedua isteri itu wanita kitabiyah, maka adalah perkataan yang tidak ada maknanya, karena menyelisihi apa yang disepakati umat atas kehalalannya berdasarkan Kitab Allah Ta’ala yang telah menyebutkannya, dan Hadits Rasul-Nya saw. Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Khatthab ra dari perkatan yang berbeda dengan itu, dengan sanad yang lebih shahih, yaitu apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Wahab, dia berkata,

Umar berkata: Lelaki Muslim menikahi wanita Nasrani, dan lelaki Nasrani tidak menikahi wanita Muslimah.

Umar membenci Thalhah dan Hudzaifah ra menikahi wanita Yahudi dan Nasrani hanyalah khawatir kalau orang-orang mengikuti keduanya dalam hal itu, lalu mereka tidak membutuhkan wanita Muslimat, atau makna-makna selainnya. Maka Umar memerintahkan keduanya untuk menceraikan dua wanita kitabiyah itu. Sebagaimana riwayat dari Syaqiq, ia berkata: Hudzaifah beristerikan wanita Yahudi, lalu Umar menulis surat kepadanya: “Lepaskanlah dia.” Lalu Hudzaifah membalas surat kepada Umar: Apakah kamu kira bahwa ia haram maka aku (harus) melepaskannya? Lalu Umar menjawab: Aku tidak mengira bahwa dia haram, tetapi aku takut kalau kalian mendapatkan al-muumisaat (wanita-wanita lacur) dari kalangan mereka (Ahli Kitab).

Dan riwayat dari al-Hasan, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan mereka tidak menikahi wanita-wanita kami.” Hadits ini –walaupun dalam sanadnya ada sesuatu—maka berpendapat dengannya, karena kesepakatan keseluruhan atas benarnya perkataan dengannya, itu lebih utama daripada khabar dari Abdul Hamid bin Bahram dari Syahr bin Husyib (tentang Umar memisahkan Thalhah dan Hudzaifah dengan isteri mereka yang kedua isteri itu wanita kitabiyah). Maka arti pembicaraan itu, jadinya: “ Wahai orang-orang Mukmin, janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrikat, selain wanita Ahli Kitab, sehingga mereka beriman lalu membenarkan Allah, Rasul-Nya, dan apa yang diturunkan kepadanya.

Para pembaca, kami mohon maaf, pengutipan ini panjang pula, karena untuk membuktikan, sebenarnya Imam At-Thabari apakah meriwayatkan hadits yang kedudukannya masih ada masalah itu untuk membahas masih diragukannya keharaman lelaki non Muslim (Yahudi, Nasrani, Majusi, dan kafirin lainnya) ataukah membahas tentang wanita muhshonat Ahli Kitab. Ternyata Imam At-Thabari hanyalah membicarakan wanita muhshonat Ahli Kitab, sama sekali tidak membicarakan lelaki Ahli Kitab dalam hal periwayatan hadits tersebut.

Bagaimana tim penulis Paramadina ini mau dipercaya? Zuhairi Misrawi salah seorang tim penulis FLA ketika jadi utusan Paramadina dalam berdebat dengan Majelis Mujahidin Indonesia 15 Januari 2004 di UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Jakarta mengatakan, Landasan penulisan FLA di antaranya adalah Tafsir At-Thabari. Ternyata Tafsir At-Thabari yang jadi landasan itu mereka plintir pula. Tafsir At-Thabari bicara tentang wanita muhshonat Ahli Kitab, sedang FLA menjadikannya sebagai alasan untuk membolehkan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah. Ini cara penulisan fiqih model apa?

Dalam hal lelaki non Islam haram menikahi wanita Muslimah sudah jelas berdasarkan Al-Qran 2:221 dan 60: 10. Sebagai tambahan bisa dikemukakan hadits dan atsar (perkataan) sahabat Nabi saw.

Riwayat dari Hasan, dari Jabir ditanyakan kepadanya, disebutkan Nabi saw bersabda, ya, beliau bersabda: Kami tidak mewaris (harta) Ahli Kitab dan mereka tidak mewaris (harta) kami kecuali apabila lelaki mewaris hambanya atau amatnya (budak wanitanya), dan kami menikahi wanita-wanita mereka (ahli kitab) dan mereka tidak menikahi wanita-wanita kami. (HR At-Thabrani dalam Al-Awsath, dan rijal –tokoh periwayat-periwayatnya tsiqot, terpercaya).

Bagi Abdur Razaq dan Ibnu Jarir, dari Umar bin Khatthab, ia berkata: “Lelaki Muslim menikahi wanita Nasrani, dan lelaki Nasrani tidak menikahi Muslimah”. Dan bagi Abd bin Humaid dari Qatadah berkata: “Allah menghalalkan untuk kita (Muslimin) muhshonatain (dua macam wanita muhshonah/ yang menjaga diri): Muhshonah mu’minah dan muhshonah dari Ahli Kitab. Wanita-wanita kami (Muslimah) haram atas mereka (lelaki Ahli Kitab), dan wanita-wanita mereka (Ahli Kitab) bagi kami (Muslimin) halal.

Tidak diragukan lagi, wanita Muslimah haram dinikahi oleh lelaki non Muslim secara mutlak, baik mereka itu Yahudi, Nasrani, Majusi, Konghucu, Hindu, Budha, Sinto, Baha’I, , Sikh, dukun/ paranormal penyembah jin- syetan atau kafirin lainnya.

Isteri masuk Islam
Setelah terbukti ngawurnya tim penulis FLA Paramadina, di sini perlu dikemukakan, yang jadi bahan pembahasan para ulama adalah apabila isteri masuk Islam di bawah suami yang musyrik, Nasrani, Yahudi, ataupun Majusi dan agama-agama selain Islam. Ini perlu ditambahkan di sini untuk lebih memantapkan bahwa lelaki non Islam (baik Yahudi, Nasrani, Majusi, maupun agama-agama selain Islam) haram bagi wanita Muslimah, walau ketika sebelum itu si wanita itu kafir juga. Namun ketika si wanita masuk Islam maka suaminya yang kafir itu jadi haram atasnya.

Di dalam Kitab Shahih Bukhari dikemukakan:

Bab: Apabila wanita musyrikah atau Nasrani masuk Islam di bawah (suami) kafir dzimmi atau kafir harbi (musuh).

Abdul Warits berkata, dari Khalid, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas: “Apabila wanita Nasrani masuk Islam satu saat sebelum suaminya, maka dia haram atas suaminya.”
Imam Ibnu Hajar menjelaskan atsar yang dikutip Imam Bukhari tersebut, dalam Kitab Fathul Bari, di antaranya:

At-Thahawi mengeluarkan/ mentakhrij dari jalan Ayub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas mengenai wanita Yahudi atau Nasrani yang berada di bawah (suami) Yahudi atau Nasrani lalu wanita itu masuk Islam, maka dia (Ibnu Abbas) berkata, “Dipisahkan antara keduanya (suami isteri) oleh Islam, dan Islam itu tinggi dan tidak diungguli atasnya.” Sanadnya shahih. (Itulah teks dalam Kitab Shahih Bukhari dan sebagian penjelasan di Kitab Fathul Bari).

Ibnu Qudamah dalam Kitab Al-Mughni menjelaskan:

Fasal kelima: Apabila salah satu dari suami isteri masuk Islam, dan yang lainnya (masuk Islam) belakangan sehingga habis ‘iddah si isteri itu, maka fasakh (rusak) lah pernikahannya, menurut pendapat umumnya para ulama. Ibnu Abdil Barr berkata, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal ini, kecuali sedikit yang diriwayatkan dari An-Nakho’I, ada keanehan menurut jama’ah ulama, maka tidak diikuti oleh seorang pun. (An-Nakho’I) mengira bahwa (isteri yang telah habis iddahnya) dikembalikan kepada suaminya, walaupun telah lama waktunya, karena apa yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw mengembalikan Zainab kepada suaminya, Abil Ash, dengan nikahnya yang awal, diriwayatkan oleh Abu Daud. Dan Imam Ahmad mengajukan alasan padanya. Ia ditanya, tidakkah diriwayatkan bahwa Nabi saw mengembalikannya (Zainab) dengan nikah lanjutan? Dia (Ahmad) menjawab: Itu tidak ada sumbernya. Dan dikatakan, antara keislaman Zainab dan dikembalikannya kepada suaminya (Abil Ash yang tadinya kafir kemudian masuk Islam) itu 8 tahun.

Dan bagi kami (Ibnu Qudamah) firman Allah Ta’ala:

Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah: 10). Dan (juga adanya) kesepakatan yang kental (ijma’ mun’aqod) atas pengharaman perkawinan Muslimat dengan lelaki kafir. Adapun kisah Abil Ash dengan isterinya (Zainab. puteri Nabi saw), maka Ibnu Abdil Barr berkata, tidak sunyi dari bahwa kejadiannya sebelum turunnya pangharaman nikah Muslimat dengan lelaki kafir, lalu dinasakh (dihapus) dengan (ayat) yang datang setelahnya, atau isteri itu hamil yang berlangsung kehamilannya sampai suaminya masuk Islam, atau istri sakit tidak haidh 3 kali haidh sehinga lelakinya masuk Islam, atau iseri itu dikembalikan kepada suaminya dengan nikah yang baru. Sungguh telah meriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Sunannya dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi saw mengembalikannya (Zainab) kepada Abil Ash dengan nikah yang baru. (HR At-Tirmidzi, dan ia berkata, Aku mendengar Abd bin Humaid berkata, aku dengar Yazid bin Harun berkata: Hadits Ibnu Abbas adalah sebaik-baik sanad, dan pengamalannya itu atas hadits Amru bin Syuaib).

Demikian pembahasan tentang apabila salah satu dari suami isteri masuk Islam, dan yang lainnya (masuk Islam) belakangan sehingga habis ‘iddah si isteri itu, maka fasakh (rusak) lah pernikahannya, menurut pendapat umumnya para ulama, apabila isteri yang tadinya kafir kemudian masuk Islam lebih dulu dari suaminya.

Pembahasan itu lebih menguatkan bahwa lelaki kafir jenis apapun (Yahudi, Kristen, Katolik, Majusi, Hindu, Budha, Sinto, Baha’I, , dan musyrikin lainnya) haram menikahi wanita Muslimah.

Masalah Menikahi Wanita Muhshonat dari Kalangan Ahli Kitab

Masalah menikahi wanita muhshonat (merdeka dan menjaga diri serta kehormatannya) yang berasal dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), maka pembicaraan ulama di antaranya sebagai berikut:

Masalah Perkataan, “ wanita-wanita Ahli Kitab yang merdeka dan sembelihan mereka halal bagi Muslimin” tidak ada perbedaan pendapat di antara ahli ilmu, alhamdulillah, mengenai halalnya wanita Ahli Kitab yang merdeka. Di antara yang diriwayatkan mengenai hal itu di antaranya Umar, Utsman, Thalhah, Hudzaifah, Salman, Jabir dan lainnya. Ibnu Mundzir berkata: Tidak sah dari seorang pun dari generasi awal-awal yang mengharamkan itu. Al-Khalal meriwayatkan dengan sanadnya, bahwa Khudzaifah, Thalhah, al-Jarud bin al-Mu’alla, dan Udzainah bin al-‘abdi beristerikan wanita-wanita ahli Kitab. Para ahli ilmu berpendapat dengan khabar itu.

Syi’ah Imamiyah mengharamkannya (menikahi wanita Ahli Kitab) dengan firmanNya Ta’ala, dan janganlah menikahi wanita musyrikat sehingga mereka beriman (QS 2: 221), dan ayat, Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah: 10).

Bagi kami firman Allah Ta’ala: Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. (QS Al-Maaidah: 5).

Ketika hal itu sudah tsabat (kuat), lalu yang lebih utama hendaknya tidak menikahi wanita kitabiyah (ahli kitab), karena Umar berkata kepada para sahabat yang menikahi wanita-wanita ahli kitab, “talaklah mereka”, maka mereka pun menalaknya, kecuali Hudzaifah. Lalu Umar berkata kepadanya (Hudzaifah), “talaklah”. Dia (Hudzaifah) berkata, ” Anda bersaksi bahwa dia (wanita Kitabiyah) itu haram?”

Umar berkata, “dia itu jamrah (batu bara aktif), talaklah dia”.

(Hudzaifah) berkata, ” Anda bersaksi bahwa dia (wanita Kitabiyah) itu haram?”

Umar berkata, dia itu jamrah.

Hudzaifah berkata, saya telah mengerti bahwa dia itu jamrah, tetapi dia bagiku halal. Maka setelah itu ketika Hudzaifah menalaknya (wanita Kitabiyah) ia ditanya (orang), kenapa kamu tidak mentalaknya ketika kamu disuruh Umar?

Hudzaifah mengatakan, aku tidak suka kalau orang-orang memandang bahwa aku berbuat suatu perkara yang tidak seyogyanya bagiku. Dan karena barangkali hati Umar cenderung kepadanya (wanita Kitabiyah itu) lalu dia (wanita kitabiyah itu) memfitnah/ menguji Umar, dan barangkali di antara keduanya ada anak maka cenderung kepadanya (wanita kitabiyah).

Wanita Kitabiyah Hanya Yahudi dan Nasrani

Fasal: Ahli Kitab yang mereka hukumnya seperti ini (boleh menikahi wanitanya yang muhshonat tetapi yang lebih utama adalah tidak usah menikahinya) adalah ahli kitab Taurat dan Injil. Allah Ta’ala berfirman, (Kami turunkan Al Qur’an itu) agar kamu (tidak) mengatakan: Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, (QS Al-An’aam: 156). Maka pengikut Taurat adalah Yahudi dan As-Samirah (Orang Sameria), dan pengikut Injil adalah Nasrani dan orang-orang yang berdiri dengan mereka dalam agama asli mereka yaitu Ifrinji (orang Eropa), Arman (Roman) dan lainnya. Adapun Shobi’un maka kaum salaf banyak berbeda pendapat mengenainya. Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa mereka (shobi’un) adalah dari jenis Nasrani.

Adapun orang kafir selain mereka (ahli kitab) seperti yang mengikuti (berpedoman) dengan shuhuf Ibrahim dan Syit, dan (berpedoman dengan) zabur Daud maka mereka bukanlah ahli kitab. Tidak halal menikahi mereka, dan tidak pula sembelihannya. Ini pendapat Syafi’i.

Pada bagian selanjutnya dijelaskan:

Bagi kami (Ibnu Qudamah) firman Allah Ta’ala, Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrikat (QS Al-Baqarah/ 2: 221), dan firmanNya, Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10) lalu Dia memberi rukhshoh (keringanan) dari (larangan) yang demikian itu mengenai ahli kitab. Maka orang-orang kafir selain ahli kitab tetap di atas keumuman (ayat larangan itu). Dan tidak ada dalil kuat (lam yatsbut) bahwa Majusi memiliki ktab. Imam Ahmad ditanya, apakah benar riwayat dari Ali bahwa Majusi itu memiliki kitab. Lalu dia menjawab, ini batil, dan dibesar-besarkan sekali. Seandainya ada riwayat kuat (tsabat) bahwa mereka memiliki kitab, maka sungguh telah kami jelaskan bahwa hukum ahli kitab tidak kuat (laa yatsbut) untuk selain dua ahli kitab (Yahudi dan Nasrani, pen).

Dan sabda Nabi saw, perlakukanlah pada mereka (Majusi) (sebagaimana) perlakuan terhadap ahli kitab itu adalah dalil bahwasanya Majusi tidak memiliki kitab. Nabi saw hanya lah menginginkan perlakuannya itu dalam penahanan darah mereka dan pengakuan mereka dengan jizyah (upeti), tidak ada lain.

Pasal: Seluruh orang kafir selain ahli kitab, seperti orang yang menyembah apa yang dianggap bagus yaitu berhala-berhala, batu-batu, pohon-pohon, dan hewan-hewan, maka tidak ada khilaf (perbedaan) di antara ahli ilmu dalam mengharamkan (nikah dengan) perempuan-perempuan mereka dan (haram makan) sembelihan mereka. Hal itu berdasarkan dua ayat yang telah kami sebutkan , dan tidak ada yang bertentangan dengan keduanya.

Puncak Pembatalan Syari’at Allah Swt

Telah tuntas pembahasan tentang nikah beda agama. Telah terkuak kesembronoan FLA yang sangat menyesatkan umat Islam dan bermuatan pemurtadan itu. Namun masih ada pernyataan yang lebih gawat lagi dari FLA, dan merupakan puncak pembatalan Syari’at Allah swt. Yaitu ungkapan FLA:

“…amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru, bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan non Muslim, atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya. (FLA, halaman 164).

Ungkapan “pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya” (FLA, halaman 164) itu adalah pembatalan syari’at Allah swt yang jelas tercantum di dalam Al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Juga ayat Al-Qur’an:

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS Al-Baqarah/ 2: 221).

Karena tim penulis FLA sudah terbukti ungkapannya yang menggugurkan dan membatalkan syari’at Allah dengan tulisannya seperti itu, maka pembicaraan mereka mengenai pembatalan-pembatalan syari’at Allah yang ada di dalam Hadits di antaranya tentang tidak saling mewarisi antara Muslim dan kafir, sudah kami cukupkan dengan apa yang telah kami singgung di bab lain. Astaghfirullahalazhiem

(Dari Buku Hartono Ahmad Jaiz, Menangkal Bahaya JIL dan FLA, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta cetakan pertama, Juni 2004).

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masalah-nikah-beda-agama-tim-penulis-fla-paramadina-membatalkan-syariat-allah.htm/feed 0
Hubungan Hamas dan Iran – Syiah Hizbullah, dari Gaza Pesan bagi NGO Indonesia. http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hubungan-hamas-dan-iran-syiah-hizbullah-dari-gaza-pesan-bagi-ngo-indonesia.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hubungan-hamas-dan-iran-syiah-hizbullah-dari-gaza-pesan-bagi-ngo-indonesia.htm#comments Tue, 09 Sep 2014 01:44:31 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83132
hamas da hizbullahDi tahun 2006, Hamas pernah Berjaya di Libanon dan pada zaman itu para pemuda Palestina berbondong-bondong pergi ke Libanon untuk berlatih, dan sebagian diberi kesempatan untuk berlatih di Iran. Tapi itu dulu..!
Setelah mereka berlatih di Libanon, serentak 2 tahun lalu Syiah Iran menyodorkan surat permohonan untuk membuka cabang Syiah di Gaza dengan biaya USD 250.000.000 (lebih dari Rp.250.000.000 Triliun), akan tetapi di tolak oleh pihak Hamas dan Muqowamah di Gaza. Misi membuka kantor cabang Syiah di Gaza gagal, setelah itu Iran dan Hizbullah tidak lagi memberikan bantuan kepada Hamas. Di tambah lagi Hizbullah mengirim tentara ke Suriah untuk berperang di Suriah, hubungan Hamas dan Iran serta Syiah Hizbullah semakian tidak jelas.
Kekuatan militer pejuang Palestina di Gaza di dominasi oleh Brigade Izzuddien Alqossam, di perkirakan 90 % adalah Brigade Izzuddien Alqossam, sedangkan sisanya itu campuran mulai dari Jihad Islami, Brigade Abo Ali Mustofa, Saraya Alquds, Alwiyah Annaser Salahuddien dll.
Wilayah Gaza dikuasai oleh Hamas dan memiliki sayap militer yaitu Brigade izzuddien Alqossam, apakah pernah petinggi Hamas Khalid Misyal berkomentar resmi terkait peran Iran dan Syiah Hizbullah di Gaza ?
Apakah pernah Juru Bicara Brigade Izzuddien Alqossam Abo Obaydah dalam konfrensi persnya mengatakan peran Iran dan peran Syiah hizbullah di Gaza ? dan jika ada konfrensi persnya Abo Obayda pasti ada logo TV2 resmi, dan tidak pernah berbicara terkait bantuan Iran dan Syiah Hizbullah.
Jika Iran masih memberikan bantuan, kenapa sudah hampir 1 tahun ini para pekerja atau karyawan di Gaza belum menerima gaji, yang mana di tahun-tahun sebelumnya masih dibayar oleh Iran.
Jika Iran dan Hizbullah merasa bahwa warga Palestina di Gaza adalah seiman dan seakidah dengan landasan Alqur’an, Assunnah dan bantu karena mencari Ridho Allah swt semata, kenapa harus koar-koar bahwa kami yang bantu Palestina ? berjuang karena Allah swt saja, tak perlu pamer..surga tak butuh legalitas dan nama, surga butuh darah, nyawa, keikhlasan dan niat bersih untuk membela agama Allah swt.
Berita yang saya tulis, menuai protes dari NGO asal Indonesia dan para relawannya, protes mereka di atas landasan beberapa video yang tersebar.
Semua video murni di sebarkan oleh TV-TV SYIAH. Terkait video :
-          Video tersebut di sebarkan oleh Stasiun TV resmi milik syiah.
-          Video tersebut adalah video lama yaitu th 2012 dan perhatikan suara pembicara dan gerakannya tidak seirama/tidak sama.
-          Pembicara di video tersebut tidak tertulis siapa namanya.
-          Jika benar itu juru bicara resmi, maka harus ada logo TV di semua micro phone.
-          Stasiun tersebut adalah stasiun TV resmi milik Syiah.
-          Stasiun tersebut adalah stasiun TV resmi milik Syiah.
Teknologi yang di capai oleh MUQOWAMAH di Gaza.
Perkembangan teknologi baik senjata sniper maupun roket yang di kembangkan oleh brigade Alqossam, pada orde Muhamed Mursi masih berkuasa, bukan sebelum Mursi berkuasa atau sesudah Al-qossam produksi roket sendiri, Video : https://www.youtube.com/watch?v=k9I6obJoX8E
Dan setelah Muhamed Mursi di lengserkan, pintu Rafah tertutup rapat, semua terowongan sudah di hancurkan, apakah Sisi Presiden Mesir mengijinkan bantuan senjata Iran di pasok ke Gaza ? lewat mana ? kan terowongan sudah dihancurkan.
Termasuk orang ke 10 , kubu Hamas dan Brigade Alqossam, berpesan kepada NGO Indonesia.
Abo Muhamed, termasuk 10 orang terpilih yang punya wewenang dalam pengambilan keputusan dalam kubu Hamas dan Brigade Izzuddien Alqossam berpesan kepada NGO asal Indonesia, menanggapi isu dan video yang di sebarkan oleh NGO Indonesia :
Bagi NGO asal Indonesia, janganlah langsung mencaplok, menjustice dari media-media syiah saja, buatlah perbandingan dengan media-media lainnya, beliau juga menambahkan bahwa ambillah patokan dari keputusan-keputusan dari petinggi Hamas dan juru bicara Brigade Alqossam yang notabene mendominasi,menguasai wilayah Gaza seperti khutbahnya Khalid Misyal, Ust. Ismail Haniyah, Mahmud Zahhar, Abo Obayda Juru bicara Briade Alqossam, karena apa yang mereka sampaikan adalah suara yang mendominasi rakyat Palestina khususnya di Gaza, saya khawatir berita-berita tidak seimbang dari NGO Indonesia tersebut terkait MUQOWAMAH di Gaza ini di tanggapi dengan serius oleh pemerintah di Gaza Palestina, karena berita-berita dan foto serta video yang di sebarkan oleh NGO Indonesia tersebut sangat sensitif, lagi pula warga Gaza bukan syiah dan tidak pro syiah, sekali lagi saya tegaskan bahwa hubungan Hamas dengan Iran serta Hizbullah sejak beberapa tahun silam sudah tidak akrab lagi, tegas Abo Muhamed (10 orang petinggi yang berwenang dalam keputusan Hamas dan Brigade Alqossam).
Bang Onim, saran saya bagi NGO Indonesia, tolong jangan asal mengambil keputusan sepihak terkait peran iran dan syiah hizbullah di Gaza hanya karena melihat video yang di sebarkan oleh TV SYIAH, di Gaza sendiri ada pemerintah resmi yaitu Hamas, mereka yang berhak mengambil keputusan. jika kalian NGO Indonesia terus-terusan menyebarkan isu seperti itu saya khawatir pihak Hamas di Gaza salah memahami dengan menyimpulkan bahwa : oh jadi NGO Indonesia menyebarkan isu bahwa Gaza adalah pro Syiah, pendukung Syiah, makan dan minum mereka dibiayai oleh Iran dan Hizbullah.. saya tidak mengatakan bahwa Gaza pro Syiah, saya tidak mengatakan Gaza pendukung Syiah dan saya tidak mengatakan bahwa makan dan minum warga Gaza dibiayai oleh Iran dan Hizbullah..saya hanya mengkhawatirkan muncul salah tanggap dari pihak Hamas seperti yang saya khawatirkan. Gaza bukan syiah dan tidak pro syiah.
Wahai saudaraku seiman dan se akidah, saring berita sebelum mengambil keputusan, jangan sampai NGO Indonesia yang menyebarkan isu syiah iran dan hizbullah malah di tanda silang oleh pihak Hamas dan Brigade Izzudien Alqossam di Gaza, dan apa yang saya tulis diatas bukan asal tulis, akan tetapi dari sumber resmi dan terpercaya. Mari kita doakan warga Gaza, jangan menambah kisruh dengan isu-isu yang tidak penting, kasian warga Gaza yang sampai saat ini masih merasakan derita akibat korban agresi zionis. Isu yang sangat kecil, tidak penting malah di modifikasi sedemikian rupa menjadi besar. malu jika kita dibandingkan dengan pejuang Palestina yang sudah membuktikan, jiwa dan darah mereka sudah dikorban demi Islam dan Al Aqsa, kita masih terpaku dengan isu yang tidak penting. Kapan Islam Berjaya. tegas bang Onim.
Wassalm
Abdullah Onim dari Gaza
]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hubungan-hamas-dan-iran-syiah-hizbullah-dari-gaza-pesan-bagi-ngo-indonesia.htm/feed 0
Hukum Bunuh atas Orang yang Menghina Islam, Allah, dan Rasul-Nya http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hukum-bunuh-atas-orang-yang-menghina-islam-allah-dan-rasul-nya.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hukum-bunuh-atas-orang-yang-menghina-islam-allah-dan-rasul-nya.htm#comments Mon, 08 Sep 2014 03:10:42 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83061 33 copy1Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Dalam Islam, orang yang jelas-jelas menghina Islam hukumannya adalah hukum bunuh.

Dibunuh karena pendapatnya merusak Islam

Orang yang menciptakan dan menyebarkan pendapat yang merusak/ menghina, mengingkari ataupun menyelewengkan Islam ternyata dalam sejarah Islam pun dibunuh.

Jahm bin Shofwan As-Samarkandi adalah orang yang sesat, pembuat bid’ah, pemimpin aliran sesat Jahmiyah. Ia mati (dibunuh) pada masa tabi’in kecil (belakangan). Ibnu Hajar Al-‘Asqolani mengatakan dalam kitabnya, Lisanul Mizan, “Saya tidak mengetahui dia (Jahm) meriwayatkan sesuatu tetapi dia menanam keburukan yang besar, titik.” Jahm bin Shofwan telah dibunuh pada tahun 128H .[1]

Ibnu Abi Hatim mengeluarkan riwayat dari jalan Muhammad bin Shalih maula (bekas budak) Bani Hasyim, ia berkata, Salm (bin Ahwaz) berkata ketika menangkap Jahm, “Wahai Jahm, sesungguhnya aku tidak membunuhmu karena kamu memerangiku (memberontakku). Kamu bagiku lebih sepele dari itu, tetapi aku telah mendengar kamu berkata dengan perkataan yang kamu telah memberikan janji kepada Allah agar aku tidak memilikimu kecuali membunuhmu”. Maka ia (Salm bin Ahwaz) membunuhnya.

Dan riwayat dari jalan Mu’tamir bin Sulaiman dari Halad At-Thafawi, bahwa telah sampai khabar kepada Salm bin Ahwaz sedangkan ia (Salim) di atas kepolisian Khurasan, (beritanya adalah): Jahm bin Shofwan mengingkari bahwa Allah telah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benarnya bicara, maka ia (Salm bin Ahwaz) membunuhnya (Jahm bin Shofwan)..

Riwayat dari jalan Bakir bin Ma’ruf, ia berkata, Saya melihat Salm bin Ahwaz ketika memukul leher (membunuh) Jahm maka menghitamlah wajah Jahm.[2]

Hadits-hadits tentang suruhan membunuh orang yang menghina Islam, menghalalkan dibunuhnya orang yang menghina Islam, dan disertai praktek yang dilakukan oleh sahabat-sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah jelas. Praktek itu dilakukan pula oleh kalangan tabi’in. Generasi selanjutnya pun mempraktekkannya, hingga Al-Hallaj, tokoh tasawuf sesat dibunuh di Baghdad tahun 309H/ 922M atas keputusan para ulama, karena Al-Hallaj mengatakan anal haqq (aku adalah al-haq/ Allah). Lontaran pendapat Al-Hallaj itu merusak Islam, maka dihukumi dengan hukum bunuh. Maka walaupun ada orang-orang yang mengingkari semua itu, namun kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , praktek para sahabat, tabi’in dan para ulama berikutnya telah membuktikannya.

 

Hukum Bunuh atas Orang yang Menghina Islam, Allah, dan Rasul-Nya.

Ka’b bin Al-Asyraf dibunuh karena ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya

1069 حَدِيثُ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لِكَعْبِ بْنِ الْأَشْرَفِ فَإِنَّهُ قَدْ آذَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُحِبُّ أَنْ أَقْتُلَهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ ائْذَنْ لِي فَلْأَقُلْ قَالَ قُلْ فَأَتَاهُ فَقَالَ لَهُ وَذَكَرَ مَا بَيْنَهُمَا وَقَالَ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ قَدْ أَرَادَ صَدَقَةً وَقَدْ عَنَّانَا فَلَمَّا سَمِعَهُ قَالَ وَأَيْضًا وَاللَّهِ لَتَمَلُّنَّهُ قَالَ إِنَّا قَدِ اتَّبَعْنَاهُ الْآنَ وَنَكْرَهُ أَنْ نَدَعَهُ حَتَّى نَنْظُرَ إِلَى أَيِّ شَيْءٍ يَصِيرُ أَمْرُهُ قَالَ وَقَدْ أَرَدْتُ أَنْ تُسْلِفَنِي سَلَفًا قَالَ فَمَا تَرْهَنُنِي قَالَ مَا تُرِيدُ قَالَ تَرْهَنُنِي نِسَاءَكُمْ قَالَ أَنْتَ أَجْمَلُ الْعَرَبِ أَنَرْهَنُكَ نِسَاءَنَا قَالَ لَهُ تَرْهَنُونِي أَوْلَادَكُمْ قَالَ يُسَبُّ ابْنُ أَحَدِنَا فَيُقَالُ رُهِنَ فِي وَسْقَيْنِ مِنْ تَمْرٍ وَلَكِنْ نَرْهَنُكَ اللَّأْمَةَ يَعْنِي السِّلَاحَ قَالَ فَنَعَمْ وَوَاعَدَهُ أَنْ يَأْتِيَهُ بِالْحَارِثِ وَأَبِي عَبْسِ بْنِ جَبْرٍ وَعَبَّادِ بْنِ بِشْرٍ قَالَ فَجَاءُوا فَدَعَوْهُ لَيْلًا فَنَزَلَ إِلَيْهِمْ قَالَ سُفْيَانُ قَالَ غَيْرُ عَمْرٍو قَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ إِنِّي لَأَسْمَعُ صَوْتًا كَأَنَّهُ صَوْتُ دَمٍ قَالَ إِنَّمَا هَذَا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ وَرَضِيعُهُ وَأَبُو نَائِلَةَ إِنَّ الْكَرِيمَ لَوْ دُعِيَ إِلَى طَعْنَةٍ لَيْلًا لَأَجَابَ قَالَ مُحَمَّدٌ إِنِّي إِذَا جَاءَ فَسَوْفَ أَمُدُّ يَدِي إِلَى رَأْسِهِ فَإِذَا اسْتَمْكَنْتُ مِنْهُ فَدُونَكُمْ قَالَ فَلَمَّا نَزَلَ نَزَلَ وَهُوَ مُتَوَشِّحٌ فَقَالُوا نَجِدُ مِنْكَ رِيحَ الطِّيبِ قَالَ نَعَمْ تَحْتِي فُلَانَةُ هِيَ أَعْطَرُ نِسَاءِ الْعَرَبِ قَالَ فَتَأْذَنُ لِي أَنْ أَشُمَّ مِنْهُ قَالَ نَعَمْ فَشُمَّ فَتَنَاوَلَ فَشَمَّ ثُمَّ قَالَ أَتَأْذَنُ لِي أَنْ أَعُودَ قَالَ فَاسْتَمْكَنَ مِنْ رَأْسِهِ ثُمَّ قَالَ دُونَكُمْ قَالَ فَقَتَلُوهُ *.

Dari Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Siapakah yang akan (mencari) Ka’b bin Al-Asyraf. Sesungguhnya ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya ”. Muhammad bin Maslamah pun segera bangkit berdiri dan berkata : “Wahai Rasulullah, apakah engkau suka jika aku membunuhnya ?”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Benar”. Maka Muhammad bin Maslamah berkata : “Ijinkanlah aku membuat satu strategi (tipu muslihat)”. Beliau menjawab : “Lakukanlah !”.

Kemudian Muhammad bin Maslamah mendatangi Ka’b bin Al-Asyraf dan berkata kepadanya : “Sesungguhnya laki-laki ini (maksudnya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam) meminta kepada kita shadaqah. Sungguh, ia telah menyulitkan kita. Dan aku (sekarang) mendatangimu untuk meminjam kepadamu”. Maka Ka’b menjawab : “Aku pun juga demikian ! Demi Allah, sungguh engkau akan merasa jemu kepadanya”. Ibnu Maslamah berkata : “Sesungguhnya kamu telah mengikutinya dan kami tidak akan meninggalkannya hingga kami melihat bagaimana keadaan yang ia alami kelak. Dan sesungguhnya kami berkeinginan agar engkau sudi meminjami kami satu atau dua wasaq makanan”. Ka’b berkata : “Ya, tapi hendaknya engkau menggadaikan sesuatu kepadaku”. Ibnu Maslamah dan kawan-kawannya bertanya : “Jaminan apa yang engkau inginkan ?”. Ka’b menjawab : “Hendaknya engkau menggadaikan wanita-wanita kalian”. Mereka berkata : “Bagaimana kami bisa menggadaikan wanita-wanita kami kepadamu sementara engkau adalah laki-laki ‘Arab yang paling tampan”. Ka’b berkata : (Kalau begitu), gadaikanlah anak-anak kalian”. Mereka berkata : “Bagaimana kami bisa menggadaikan anak-anak kami, lantas akan dicaci salah seorang di antara mereka dengan mengatakan : ‘ia digadaikan dengan satu wasaq atau dua wasaq makanan’ ? Yang demikian itu akan membuat kami cemar. Akan tetapi kami akan menggadaikan senjata kami”. Maka Ka’b membuat perjanjian dengan Ibnu Maslamah agar ia (Ibnu Maslamah) mendatanginya (pada hari yang ditentukan). Maka Ibnu Maslamah pun mendatanginya pada suatu malam bersama Abu Naailah – ia adalah saudara sepersusuan Ka’b. Mereka berdua pun memanggil Ka’b untuk datang ke tempat senjata yang digadaikan. Ka’b pun memenuhi panggilan mereka. Istri Ka’b bertanya kepada Ka’b : “Mau pergi kemana malam-malam begini ?”. Ka’b menjawab : “Ia hanyalah Muhammad bin Maslamah dan saudaraku Abu Naailah”. Istrinya berkata : “Sungguh aku mendengar suara bagaikan tetesan darah”. Ka’b berkata : “Dia itu saudaraku Muhammad bin Maslamah dan saudara sepersusuanku Abu Naailah. Sesungguhnya seorang dermawan jika ia dipanggil di malam hari meskipun untuk ditikam, ia akan tetap memenuhinya”. Muhammad bin Maslamah masuk ke tempat yang telah ditentukan bersama dua orang laki-laki. Ia (Ibnu Maslamah) berkata kepada mereka berdua : “Jika Ka’b datang, maka aku akan mengucapkan sya’ir kepadanya, dan menciumnya. Jika kalian melihat aku sudah menyentuh kepalanya, maka pukullah ia”. Muhammad bin Maslamah juga berkata : “Kemudin aku juga akan menyilakan kalian menciumnya pula”. Ka’b pun datang kepada mereka dengan pakaian yang indah dan bau yang harum semerbak. Muhammad bin Maslamah berkata : “Aku belum pernah mencium bau yang lebih harum dibandingkan hari ini”. Ia menjawab : “Aku memang mempunyai istri yang paham dengan minyak wangi yang paling unggul, dan ia adalah orang Arab yang paling baik”. Muhammad bin Maslamah berkata : “Apakah engkau mengijinkan aku untuk mencium kepalamu ?”. Ka’b menjawab : “Ya, silakan”. Maka ia pun mencium kepala Ka’b, yang kemudian diikuti dua orang temannya yang ikut mencium kepalanya pula. Muhammad bin Maslamah kembali berkata : “Apakah engkau mengijinkan aku untuk mencium kepalamu lagi ?”. Ka’b menjawab : “Ya”. Ketika ia memegang kepala Ka’b, ia pun berkata kepada dua orang temannya : “Bunuhlah ia !”. Maka mereka pun membunuhnya. Setelah itu, mereka mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengkhabarkan perihal Ka’b bin Al-Asyraf” (Muttafaq ‘alaih/ HR. Al-Bukhari no. 4037. Diriwayatkan juga oleh Muslim no. 1801].

Orang yang jelas-jelas menghina Islam hukumannya adalah hukum bunuh.

Dalam kitab Bulughul Maram dan syarahnya, Subulus Salam pada bab qitalul jani wa qotlul murtad dikemukakan hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasaai, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud no 3665:

 

3795 حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى الْخُتَّلِيُّ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ الْمَدَنِيُّ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ أَعْمَى كَانَتْ لَهُ أُمُّ وَلَدٍ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ فَيَنْهَاهَا فَلَا تَنْتَهِي وَيَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ ذَاتَ لَيْلَةٍ جَعَلَتْ تَقَعُ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَشْتُمُهُ فَأَخَذَ الْمِغْوَلَ فَوَضَعَهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأَ عَلَيْهَا فَقَتَلَهَا فَوَقَعَ بَيْنَ رِجْلَيْهَا طِفْلٌ فَلَطَّخَتْ مَا هُنَاكَ بِالدَّمِ فَلَمَّا أَصْبَحَ ذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَمَعَ النَّاسَ فَقَالَ أَنْشُدُ اللَّهَ رَجُلًا فَعَلَ مَا فَعَلَ لِي عَلَيْهِ حَقٌّ إِلَّا قَامَ فَقَامَ الْأَعْمَى يَتَخَطَّى النَّاسَ وَهُوَ يَتَزَلْزَلُ حَتَّى قَعَدَ بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا صَاحِبُهَا كَانَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَنْهَاهَا فَلَا تَنْتَهِي وَأَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ وَلِي مِنْهَا ابْنَانِ مِثْلُ اللُّؤْلُؤَتَيْنِ وَكَانَتْ بِي رَفِيقَةً فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَخَذْتُ الْمِغْوَلَ فَوَضَعْتُهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأْتُ عَلَيْهَا حَتَّى قَتَلْتُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ *. (أبو داود).

Dari Ibnu ‘Abbaas : Bahwasannya ada seorang laki-laki buta yang mempunyai ummu walad (budak wanita yang melahirkan anak dari tuannya) yang biasa mencaci Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan merendahkannya. Laki-laki tersebut telah mencegahnya, namun ia (ummu walad) tidak mau berhenti. Laki-laki itu juga telah melarangnya, namun tetap saja tidak mau. Hingga pada satu malam, ummu walad itu kembali mencaci dan merendahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Laki-laki itu lalu mengambil pedang dan meletakkan di perut budaknya, dan kemudian ia menekannya hingga membunuhnya. Akibatnya, keluarlah dua orang janin dari antara kedua kakinya. Darahnya menodai tempat tidurnya. Di pagi harinya, peristiwa itu disebutkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan orang-orang dan bersabda : “Aku bersumpah dengan nama Allah agar laki-laki yang melakukan perbuatan itu berdiri sekarang juga di hadapanku”. Lalu, laki-laki buta itu berdiri dan berjalan melewati orang-orang dengan gemetar hingga kemudian duduk di hadapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Wahai Rasulullah, akulah pembunuhnya. Wanita itu biasa mencaci dan merendahkanmu. Aku sudah mencegahnya, namun ia tidak mau berhenti. Dan aku pun telah melarangnya, namun tetap saja tidak mau. Aku mempunyai anak darinya yang sangat cantik laksana dua buah mutiara. Wanita itu adalah teman hidupku. Namun kemarin, ia kembali mencaci dan merendahkanmu. Kemudian aku pun mengambil pedang lalu aku letakkan di perutnya dan aku tekan hingga aku membunuhnya”. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Saksikanlah bahwa darah wanita itu hadar / sia-sia” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4361, An-Nasaa’iy no. 4070, dan yang lainnya; shahih].

Darahnya itu hadar, maksudnya darah perempuan yang mencaci Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sia-sia, tak boleh ada balasan atas pembunuhnya dan tak boleh dikenakan diyat/ tebusan darah. Jadi darahnya halal alias halal dibunuh.

Juga ada hadits:

3796 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا *. (أبو داود).

Diriwayatkan dari As-Sya’bi dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita Yahudi telah memaki/ menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencelanya, maka seorang lelaki mencekiknya hingga mati, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membatalkan darahnya. (HR Abu Dawud, menurut Al-Albani dalam Irwaul Ghalil hadits no 1251 ini isnadnya shahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim).

Itu artinya halal dibunuh.

Sejarah tahapan menyikapi orang kafir

Di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan suruhan memerangi orang kafir, bersikap keras, dan membenci mereka telah jelas nashnya (teksnya). Meskipun demikian, orang JIL seperti Ulil Abshar Abdalla sengaja ingin menyembunyikannya. Di samping jelasnya ayat-ayat tersebut, para ulama telah menjelaskan pula tentang sejarah tahapan sikap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabatnya dalam menghadapi orang-orang kafir. Di antaranya Ibnul Qayyim menjelaskan, yang intinya sebagai berikut:

Pasal : Urutan petunjuk dalam melawan kuffar dan munafik sejak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibangkitkan sampai meninggal dunia.

“Pertama kali yang diwahyukan Allah kepadanya ialah supaya beliau membaca

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(1)

dengan atas nama rabb yang telah menciptakan. Itulah awal nubuwwahnya. Dia memerintah supaya beliau membaca dengan nama diri-Nya dan belum diperintahkan pada saat itu untuk bertabligh (menyampaikan).

Kemudian turun ayat:

يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ(1)   قُمْ فَأَنْذِرْ(2)

Hai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatan ! (QS Al-Muddattsir: 1-2).

Beliau diangkat menjadi Nabi dengan firman-Nya اقرأ dan menjadi Rasul dengan firman-Nya ياايهاالمدثر.

Kemudian perintah memberi peringatan kepada kaum kerabatnya yang dekat, kemudian kepada kaumnya, lalu lingkungan sekelilingnya dari bangsa Arab, kemudian kepada Arab Qatibah, kemudian kepada seluruh alam dunia.

Beliau menjalankan da’wah setelah pengangkatnnya sebagai Nabi dan Rasul selama kurang lebih sepuluh tahun tanpa peperangan, dan diperintahkan untuk menahan, sabar, dan memaafkan. Kemudian baru diizinkan untuk berhijrah dan diizinkan pula untuk menyerang, kemudian diperintahkan berperang melawan orang yang menyerangnya. Kemudian diperintahkan untuk berperang melawan musyrikiin sehingga dien ini semua milik Allah.

Kaum kafir yang hidup berdampingan dengan beliau setelah turunnya perintah jihad ini menjadi tiga golongan:

Ahlus Sulhi (perdamaian) dan Hudnah (gencatan senjata).

Ahlul Harbi (yang harus diperangi)

Ahludz Dzimmah (yang di bawah kekuasaan pemerintah Islam).

Dan memerintah kepada Ahlus Sulhi untuk menyempurnakan perjanjiannya. Beliaupun diperintahkan untuk menepatinya selama mereka istiqamah/ konsisten atas perjanjian. Jika ditakutkan di antara mereka ada yang berkhianat, maka perjanjian ditinggalkan. Dan tidak memerangi mereka sampai mereka melanggar perjanjian. Dan memang beliau diperintah untuk memerangi orang yang melanggar perjanjian…”.[3]

 

(Dikutip dari buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Menangkal Bahaya JIL dan FLA terbitan Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2004).

===

[1] Ibnu Hajar Al-‘Asqolani, Lisanul Mizan, juz 2, halaman 142.

[2] Ibnu Hajar al-‘Asqolani, Fat-hul Bari, juz 13, halaman 346.

[3] Lihat Ibnul Qayyim, Zaadul Ma’aad fii Hudaa Khairil ‘Ibaad, 2/81 seperti dikutip Dr Sayyid Muhammad Nuh, Manhaj Rassulullah, terjemahan Abu Miqdad Muhammad, Majlis Ta’lim Radio Dakta Bekasi, cetakan pertama, 1998, hal 138-139.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/hukum-bunuh-atas-orang-yang-menghina-islam-allah-dan-rasul-nya.htm/feed 0
Alasan Mengapa Orang Korea Selatan Sering Bunuh Diri http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/alasan-mengapa-orang-korea-selatan-sering-bunuh-diri.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/alasan-mengapa-orang-korea-selatan-sering-bunuh-diri.htm#comments Sun, 07 Sep 2014 07:17:42 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=83036 kpopOleh : Anastasia – Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung

Korea Selatan negeri ginseng yang sedang mendunia, lewat K-Pop dan teknologinya Korea Selatan merancang kiblat baru di kancah permusikan. Setelah berhasil menduniakan K-Pop, ternyata Apple juga dibuatnya  gigit jari melihat kemajuan teknologi Korsel,  Samsung yang saat ini tengah nge-In seperti dilansir harian The Wall Street Journal memberitakan  iklan Samsung pada final Superbowl, harian tersebut mengatakan bahwa Apple sudah kalah keren dibanding Samsung dalam hal pemasaran.

Dalam dokumen rencana strategi Samsung pada 2011, prioritas Samsung adalah mengalahkan Apple dalam segala hal. Semua yang dilakukan Samsung harus dalam konteks mengalahkan Apple. Namun siapa sangka di tengah pencapaian teknologi dan budayanya masyarakat Korea Selatan mengalami kerapuhan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah merilis data statistik tingkat kasus bunuh diri dunia pada Kamis 4 September 2014 dan menepatkan Korea Selatan di posisi ke 3 dunia.

Hal tersebut dipicu banyak hal, diantaranya  tekanan untuk sukses di Korea sangat tinggi. Bagi seorang pekerja, sukses berarti bekerja di salah satu perusahaan konglomerasi besar seperti Samsung atau Hyundai atau yang diberi istilah chaebol dan  untuk mencapai karir dan reputasi tinggi mereka harus membuktikan diri sebagai pekerja keras,  Walaupun harus mengesampingkan kepentingan pribadi serta keluarga. Untuk artis mereka terlalu menjadikan sudut pandang orang menjadi rujukan dalam bersikap, seperti konsep cantik yaitu orang berkulit putih, hidung mancung, wajah membentuh huruf V dan jidat sedikit jenong, sehingga akibatnya anak muda yang tidak memenuhi standar tersebut memilih jalan instan operasi plastik, karena wajah cantik di Korea Selatan  lebih di dihargai orang dan memudahkan seseorang mencari pekerjaan, sehingga para orangtua menganjurkan anaknya opreasi, tak heran Korsel menjadi destination wisata operasi plastik yang popular.

Kesalahan Paradigma Berfikir

Negara Korsel menganut sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan manusia, negara tidak mengajurkan setiap orang untuk menganut agama, akibatnya orang Korsel banyak atheis, hal tersebut tidaklah dilarang, ketika seseorang mempunyai permasalahan mereka tidak mempunyai pegangan kuat, terlebih  mereka mempunyai pandangan hidup yang salah terhadap konsep kebahagian, mereka mengukur kebahagian dari materi, sebarapa cantikkah dirimu? Berapa banyak jumlah hartamu? seberapa suksekah pekerjaanmu? Sehingga hidup mereka dibayangi tantangan dan target yang sama sekali tidak ada ujungnya, iklim seperti ini rawan membuat mereka depresi akhirnya bunuh diri, tak bisa dipungkiri kepercayaan pada rekarnasi juga menambah suram permasalahan, rekarnasi menyakini  jika mati  atau bunuh diri mereka akan lahir kembali menjadi orang lain yang lebih baik, surga dan  neraka tidak ada dalam jangkauan berfikir mereka.

Islam Agama yang Sempurna

Dari sekian konsep kehidupan hanya Islamlah yang memberikan pandangan dan aturan secara sempurna, setiap manusia Allah ciptakan tentulah dengan seperangkat aturan, yang mana aturan tersebut semata-mata Allah hadirkan untuk kebaikan manusia. Islam memang mengakui adanya kebutuhan manusia akan materi, hanya saja tidak Islam tidak menjadikan materi sebagai tujuan manusia hidup di dunia, akan tetapi tidaklah aku ciptakan jin dan manusia semata-mata beribadah dan menyembah Allah, islam memberikan pandangan hakiki tentang kebahagian yang lebih jauh menentram hati yaitu, Aqidah yang mendorong motivasi seseorang untuk senantiasa beramal shalih melakukan aktifitas sesuai dengan aturan Allah, contoh kecilnya seorang ayah dituntut bekerja dan mencari untuk memenuhi nafkah keluarga, namun konteks mencari uang tersebut tidaklah asal mendapat uang dan pekerjaan, tapi bagaimana seorang ayah mencari pekerjaaan yang halal.

Keridhoaan Allah-Lah yang menjadi sumber kebahagiaan seseorang, apalah artinya jika bergelimbang harta tapi harta tersebut dicari dengan cara yang salah, tentulah Allah tidak akan ridho, begitu pun konsep cantik, islam tidak pernah memandang manusia dari fisiknya,  sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita sholehah, wanita yang selalu taat pada kepada Allah Swt. Ironi menang, dibalik kerapuhannya umat  islam masih ada  saja yang  mengidolakan dan mengelu-elukan budaya K-Pop padahal sejatinya mereka tidak pantas dibanggakan. Walluhu’Alam.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/alasan-mengapa-orang-korea-selatan-sering-bunuh-diri.htm/feed 0
Subsidi BBM, Harus Itu! http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/subsidi-bbm-harus-itu.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/subsidi-bbm-harus-itu.htm#comments Wed, 03 Sep 2014 02:11:25 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=82736 bbmOleh Edy Mulyadi*

Sebal dan memuakkan! Begitulah yang saya rasakanterhadap pemberitaan dan wacana APBN yang bakal jebol karena pos anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Sepertinya seluruh potensi bangsa ini dikerahkan untuk menjejali benak rakyat, bahwa subsisi BBM benar-benar  perkara haram yang harus dihindari.

Kalau ada sepotong saja aturan yang mengharamkan subsidi BBM, tentu pemerintah telah mengerahkan polisi, tentara, satuan polisi pamong praja, Hansip, bahkan pramuka untuk memastikan bahwa soal yang satu ini memang benar-benar tidak boleh dilakukan.

Bayangkan, setiap hari membaca koran/majalah/tabloid, menonton televisi atau mendengar radio, semua orang melantunkan koor yang sama. Bukan cuma para birokrat, bahkan kaum intelektual yang disebut ekonom pun berceloteh tentang hal yang sama. Media massa pun, terutama yang mainstream, tidak mau ketingglan. Nyaris setiap hari mereka memompa benak rakyat, bahwa subsidi BBM sangat membebani APBN. Karenanya harus dikurangi bahkan dihapuskan sama sekali. Alasannya juga sama, untuk menyelamatkan APBN!

Kemarin, 25 ekonom yang bergerombol di Posko Jokowi, sepakat minta pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi. Mereka antara lain A. Prasentyantoko, Fadhil Hasan, Iman Sugema, Tony Prasentiantono, David Sumual, dan Faisal Basri.Dipimpin guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) Sri Adiningsih, orang-orang cerdik pandai ini bukan cuma menyuarakan lagu yang sama tentang subsidi BBM. Mereka bahkan mendesak pemerintah segera menaikkan harganya. Sungguh suatu persekongkolan yang nyaris sempurna.

Di RAPBN 2015 yang disodorkan SBY di ujung pemerintahannya, tercantum pos anggaran subsidi BBM yang sebesar Rp363,5 triliun. Angkanya memang benar-benar menyeramkan. Superjumbo!

Subsidi = Kutukan?

Di negeri ini, subsidi BBM benar-benar menjadi seperti kutukan. Semua bermula dari terus melorotnya angka lifting. Dulu, Indonesia pernah memproduksi minyak mentah hingga 1,6 juta barel per hari (bph). Bahkan kita pernah sangat dihormati di organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC). Menteri Soebroto yang berambut perak dan punya senyum menawan itu pun pernah menjadi Sekjen OPEC. Tapi kini, untuk beringsut naik dari 800.000an bph saja sulitnya amit-amit.

Tapi anehnya, kendati produksi terus melorot, biaya mengeluarkan minyak dari perut bumi Indonesia dari waktu ke waktu justru naik terus. Pada 2007 saja, cost recovery Migas sudah mencapai 30% atau senilai US$10,4 miliar dari total penerimaan kotor senilai US$35 miliar.

Dengan fakta lifting minyak yang terus turun dibarengi terus naiknya cost recovery, sama artinya menggelembungkan biaya produksi minyak di Indonesia menjadi US$14,8 per barel.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lain yang hanya US$6 per barel.

Tapi, pertanyaannya, apa benar subsidi adalah barang najis yang harus dihindari? Apa benar satu-satunya solusi menyelamatkan APBN adalah dengan mengurangi subsidi, yang itu artinya menaikkah harga BBM di pasar lokal? Atau kalau mau lebih bawel lagi, apa sih sebenarnya subsidi? Benarkah ada subsidi di BBM kita?

Saya malas menjawab rangkaian pertanyaan itu, yang sepertinya mati-matian sengaja disembunyikan kemunculannya. Bayangkan, bagaimana pemerintah dan para ekonom yang bijak bestari tadi akan menjawabpertanyaan; sebetulnya subsidi itu apa? Benarkah ada subsisi di BBM? Kenapa subsidi BBM muncul? Berapa persisnya biaya pokok produksi BBM kita? Apakah produksi BBM kita sudah efisien? Benarkah BBM kita dihasilkan dengan murni prinsip-prinsip ekonomi? Tidakkah subsidi itu sejatinya untuk menutupi inefisiensi, KKN, dan kebocoran? Kenapa tidak ada upaya serius meningkatkan efisiensi produksi BBM? Bagaimanapula dengan mafia Migas yang sangat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia? Dan seterusnya, dan seterusnya…

Untuk pertanyaan benarkah ada subsidi BBM, mantan Menteri Ekuin dan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie punya jawaban ciamik. Menurut Kwik, subsidi BBM yang digembar-gemborkan itu sejatinya tidak pernah ada. Yang ada hanyalah pembohongan sekaligus pembodohan publik.

Tentang efisiensi, KKN, salah urus, kebijakan ngawur BBM pemerintah, mantan Menko Perekonomian dan Menkeu Rizal Ramli juga punya penjelasan cantik. Kata Rizal Ramli, semuanya bermuara pada Istana Hitam. Itulah sebabnya eksistensi mafia Migas yang menggurita tidak pernah disentuh. Ada setoran dan persekongkolan jahat antara penguasa dan pengusaha culas yang amat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia.

Toh teriakan nyaring dua tokoh yang integritasnya tidak diragukan lagi itu, seperti hilang di telan angin. Dari satu rezim ke rezim berikutnya, perilakunya tetap saja sama. Tidak kreatif dan mau gampang saja. Kalau ada masalah di APBN, solusinya ya naikkan harga BBM.

Tujuan membentuk NKRI

Karena itu saya cuma ingin mengingatkan semua pihak, khususnya para propagandis tadi, bahwa negara Indonesia didirikan dan dibentuk bukan agar ada segelintir manusia yang menjadi pejabat dan berkuasa. Bukan juga supaya mereka menggandeng segelintir lain yang disebut pengusaha untuk memperkaya diri dan kelompoknya sendiri.

Untuk apa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibentuk? Silakan baca kutipan pembukaan UUD 45, di alinea empat ini:

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada …”

Pembukaan konstitusi kita dengan terang-benderang  menyebutkan, bahwa NKRI dibentuk antara lain untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.”Bagaimana mau memajukan ksejahteraan umum (baca; rakyat Indonesia) kalau tiap terbentur masalah fiskal, pemerintah selalu saja mengambil jalan gampang. Mengurangi subsidi!

Padahal, baik pemerintah maupun para pakar tadi paham betul, mengurangi subsidi berarti menaikkan harga BBM. Itu berarti bakal mengerek harga berbagai kebutuhan lainnya. Mereka bisa saja berdalih, bahwa kenaikan inflasi akibat menaikkan harga BBM cuma nol koma sekian persen, atau satu koma sedikit persen.

Buat rakyat, mereka tidak mengerti apa inflasi. Jangankan cuma nol koma sekian persen, andai BPS melaporkan inflasi menyundul 100% pun, rakyat tetap saja tidak paham. Yang mereka rasakan adalah, harga-harga kian membumbung bagai hendak merangkul awan. Yang mereka rasakan adalah pendapatan yang tidak kunjung bertambah angkanya, apalagi nilainya. Hidup kian berat. Stress berkepanjangan. Tidak sedikit yang menjadi gila, bahkan bunuh diri dengan sebelumnya membunuh balita mereka.

Kondisi inilah yang mungkin digambarkan dalam simulasi kenaikan harga BBM yang dibuat gank Jokowi-JK. Dengan konsumsi BBM 46 juta kilo liter, tiap kenaikan harga BBM Rp500/liter, akan melahirkan 800.000 orang miskin baru. Padahal, jika harga BBM dikerek Rp500/litersaja, maka anggaran yang berhasil dihemat hanya sekitar Rp23  triliun.

Sebagai pembanding, anggaran pengentasan kemiskinan yang tersebar di 17 kementerian dan lembaga sepanjang 2013kemarin sekitar Rp94 triliun. Dari anggaran supergede itu, jumlah orang miskin yang berhasil dientaskan hanya 600.000 orang!

Amboi, betapa njomplang-nya. Untuk menghemat Rp23triliun, negara harus memiskinkan 800.000 rakyatnya. Tapi dengan Rp94 triliun, jumlah yang dientaskan dari kemiskinan hanya, ulangi sekali lagi; HANYA 600.000 orang!

Untuk inikah para pendiri Republik membentuk Indonesia? Kalau para progandis tadi, lagi-lagi, berdalih mengurangi subsidi BBM untuk menyelamatkan APBN, saya mau bertanya;lalu siapa yang mau menyelamatkan kantong dan nyawa rakyat? Bukankah NKRIdibentuk dan didirikan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan segenap tumpah darah Indonesia? Apakah rakyat Indonesia tidak termasuk “segenap bangsa Indonesia dan segenap tumpah darah Indonesia” yang harus dilindungi?

Subsidi, harus!

Tidak bisa tidak, perkara subsidi bukanlah sekadar angka-angka di APBN. Subsidi adalah bentuk komitmen negara untuk melindungi rakyatnya. Subsidi adalah kewajiban negara untuk membantu meringankan beban rakyatnya.

Kepada rakyatnya sendiri, pemerintah tega mengurangi subsidi. Tapi kenapa untuk dirimereka sendiri justru berpesta pora? Juga kalau kepada orang asing, pemerintah begitu tunduk dan patuh.

Tidak percaya? Bukankah  subsidi BBM bukan satu-satunya pos belanja di APBN. Di sana juga ada pos sejumlah belanja yang sangat boros dan merugikan negara yang tidak pernah disentuh. Antara lain, belanja rutin birokrasi, termasuk gaji pegawaidan beragam fasilitas serta tunjangan ini-ituyang ekstratinggi. Juga ada, pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri.

Di RAPBN 2015 ini porsi pembayaran bunga utang mencapai Rp154 triliun atau hampir 8% dari total belanjaAPBN. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2005-2011, porsi pembayaran utang mencapai Rp 1.323,8 triliun. Dalam enam tahun, rata-rata kita membayar utang luar negeri Rp220 triliun!

Sayang, tak satupun rezim, termasuk Jokowi-JK, yang menyinggung soal beban utang terhadap APBN itu. Padahal, dengan porsi pembayaran utang yang sangat besar tiap tahunnya, yang melebihi subsidi nonenergi, telah mencekik ruang fiskal di APBN untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan sosial.Kenapa ini tidak pernah dipersoalkan?

Jangan lupa, tidak semua  utang luar negeri itu adalah utang sah. Ada utang kolonialis yang harus kita tanggung Konferensi Meja Bundar (KMB) sebesar US$4 milyar. Juga ada utang yang diwariskan oleh Orde Baru. Padahal, seperti diakui begawan ekonomi Soemitro, 30 % utang luar negeri itu hanya beredar di kantong-kantong penguasa dan para kroninya. Begitu juga utang di era reformasi yang neolib tingkat keharamannya jauh lebih dahsyat lagi.

Satu lagi, harus diingat, utang luar negeri sangat terkait dengan strategi negeri-negeri kapitalis dan kaki tangannya untuk menjerat leher bangsa kita. Lewat utang-utang itu,IMF memaksakan Letter of Intent (LOI) untuk merombak perekonomian nasional kita agar sangat liberal dan sejalan dengan kepentingan mereka.

Tak pelak lagi, subsidi amat penting. Subsidi BBM bisa menopang daya beli rakyat, terutama rakyat miskin.Subsidi juga berguna untuk menggeliatkan kegiatan produksi berskala kecil alias ekonomi kerakyatan.

Hanya mereka yang mata hatinya tertimbun kepentingan pribadi dan penghambaan kepada para majikan asingnya saja yang tidak mampu menangkap fakta-fakta seperti ini!

 

Jakarta, 2 september 2014-09-02

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/subsidi-bbm-harus-itu.htm/feed 0
Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ di UIN Surabaya, Kesombongan Luar Biasa http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/spanduk-tuhan-membusuk-di-uin-surabaya-kesombongan-luar-biasa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/spanduk-tuhan-membusuk-di-uin-surabaya-kesombongan-luar-biasa.htm#comments Tue, 02 Sep 2014 01:17:18 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=82678 spanduk tuhan membusukOleh Hartono Ahmad Jaiz

Penulis Buku Ada Pemurtadan di AIN

 

Spanduk bertuliskan “Tuhan Membusuk” dalam kegiatan OSCAAR 2014 di UIN Surabaya menjadi berita ramai. Ada yang menulis, Setelah Dosennya Pernah Menginjak-injak Alquran, Kini Mahasiswa UIN Sunan Ampel Anggap Tuhan Membusuk.

Pada kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) tahun 2014 ini, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat mengangkat sebuah grand tema, “Tuhan Membusuk”.OSCAAR 2014 bagi mahasiswa baru UIN Sunan Ampel itu berlangsung sejak Kamis 28 Agustus, dan berakhir pada 30 Agustus 2014.

Suaranews mengutip santrinews memberitakan, dari beberapa penelusuran alumni Ushuludin UIN Sunan Ampel, salah satu alumni menceritakan bahwa memang Ushuludin UIN Sunan Ampel sebenarnya sudah dari dulu mendogtrin mahasiswanya seperti itu. Ibaratnya mereka didogtrin membenci ‘agama’, terutama Islam.

“Sejak saya kuliah pertama kali sekitar tahun 2004. Ketika OSPEK/OSCAAR, kami sudah dididik untuk gemar mengkritisi agama, terutama Islam. Saya waktu itu sering mengkritisi kakak senior, karena didogtrin mengkritisi Islam yang lebih terasa sepertinya mereka membenci Islam.” Ungkap salah satu alumni Ushuluddin UIN Sunan Ampel yang tak ingin disebutkan namanya.

Bahkan seringkali kakak senior mereka menghambat waktu-waktu shalat. Dengan diberikan banyak aktivitas, sepertinya agar melupakan waktu shalat.

“Masjid UIN Sunan Ampel itu besar, dan adzannya terdengar keras. Tetapi waktu ospek, kami malah disibukkan dengan beragam aktivitas. Sepertinya ingin agar kami melupakan shalat, dan tak jarang kakak senior malah bilang, shalat itu tidak perlu di masjid cukup di hati saja kita shalatnya,” kata mantan mahasiwa UIN Sunan Ampel yang berdomisili di Siwalankerto, Surabaya. (Lihat Setelah Dosennya Pernah Menginjak-injak Alquran, Kini Mahasiswa UIN Sunan Ampel Anggap Tuhan Membusuk, santrinews/suaranews).
Untuk memahami kalimat ‘Tuhan Membususk’ dalam spanduk di UIN Surabaya yang jadi ramai di media itu, mari kita rujuk ke KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) apa makna lafal Tuhan, dan apa pula arti Membusuk.

Tuhann1 sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb: – Yang Maha Esa;2 sesuatu yg dianggap sbg Tuhan: pd orang-orang tertentu uanglah sbg — nya;

mem·bu·sukv menjadi busuk: bangkai itu telah mulai -;

bu·suka1 rusak dan berbau tidak sedap (tt buah, daging, dsb): mangga itu sudah –;2 berbau tidak sedap (tt bangkai dsb): bangkai tikus itu — benar baunya;(KBBI)

Merujuk kepada kamus tersebut, kalimat “Tuhan Membusuk” makananya tidak jauh dari pengertian: Tuhan yang diyakini, dipuja, dan disembah telah menjadi busuk (sebagaimana bangkai tikus).

Ketika spanduk itu dibuat oleh mahasiswa perguruan tinggi Islam, berarti Tuhan itu maksudnya hanyalah Allah yang Maha Hidup. Karena dalam Islam, Tuhan yang berhak disembah itu hanya Allah. Itu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي [طه/14]

14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS Thaha: 14).

Allah itu Maha Hidup tidak mati.

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (58) الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا  [الفرقان/58، 59]

58. dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

59. yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy[1071], (Dialah) yang Maha pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (QS Al-Furqan/25: 58-59).

[1071] Bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

Firman Allah: dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati itu jelas telah menolak bunyi spanduk yang kurangajar, “Tuhan Membusuk” itu.

Kalau pembuat tulisan di spanduk itu masih menggunakan otak, maka akan sangat malu sekali menulis kalimat itu.

Kenapa?

Karena, Allah menjadikan orang yang sudah mati namun tidak membusuk saja mampu, bahkan menghidupkan yang telah mati saja mampu, kenapa penulis spanduk itu sampai berani mengatakan “Tuhan Membusuk”? Bukankah itu pertanda penulis spanduk itu tidak menggunakan otak?

Bukti dari adanya jasad manusia yang tidak dibusukkan alias diutuhkan oleh Allah Ta’ala adalah yang telah Allah firmankan:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ (90) آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ (91) فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ [يونس/90-92]

90. dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), Padahal Sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu[704] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami. (QS Yunus/10: 90-92).

[704] Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya, menurut sejarah, setelah Fir’aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir.

Perkataan “Tuhan Membusuk” dalam spanduk itu setelah dalam analisa ini dapat diartikan bahwa itu ditulis oleh orang yang tidak menggunakan otak, masih pula menolak kebenaran, sekaligus menghina Allah Ta’ala.

Dalam Islam, menolak kebenaran sambil menghina atau meremehkan manusia itu disebut sombong, menurut Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: «لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ: «إِنَّ الله جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ. الْكِبْرُ: بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ . [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abdulah bin Mas’ud dari Nabi saw, beliau bersabda: ‘Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan meski sebesar biji atom’. Seseorang berkata: ‘(Bagaimana jika) seseorang suka pakaiannya baik dan sandalnya juga baik’. Nabi saw bersabda: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. (Sedangkan) kesombongan adalah menolak kebenaran dan memandang rendah manusia (lain)’.” [HR. Muslim]

Ketika menolak kebenaran dan memandang rendah manusia itu adalah kesombongan, maka bagaimana pula ketika sudah menolak kebenaran, sedang yang direndahkan bahkan dihina, disebut membusuk itu adalah Tuhan (Allah). Bukankah itu benar-benar kesombongan yang luar biasa? Padahal, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut:

«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ»

‘Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan meski sebesar biji atom’.

Lha, perkataan “Tuhan Membusuk” itu kesombongan yang berapa juta kali lipat dibanding besarnya partikel atom (مِثْقَالُ ذَرَّةٍ) ?

Ingatlah, orang tua menguliahkan anaknya ke perguruan tinggi Islam tentu saja bukan untuk menjadi orang yang sombong luar biasa. Bahkan Umat Islam pada umumnya juga sama sekali tidak menginginkan perguruan tinggi Islam se-Indonesia ini jadi ajang pemurtadan luar biasa seperti itu. Apalagi sudah sejak tahun 2005 telah diingatkan dengan tegas dalam satu buku berjudul Ada Pemurtadan di IAIN yang maksudnya memperingatkan seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Tegakah kita membiarkan generasi penerus bangsa ini digarap besar-besaran oleh para penentang Allah Ta’ala untuk menjadi manusia-manusia yang kurangajar lagi super sombong?

Tentu saja tidak tega. Tetapi, apa reaksi dan aksi kita, itu masih dipertanyakan, karena selama ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kita tidak tega generasi bangsa ini dirusak secara besar-besaran itu. Sudah saatnya kita tunjukkan bukti. Paling kurang, para pelaku itu ditindak tegas dan disosialisasikan hukumannya, agar tidak lebih rusak lagi, dan tidak berani mengadakan penodaan agama lagi. Semoga.

Jakarta, Senin 6 Dzulqa’dah 1435H/ 1 September 2014.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/spanduk-tuhan-membusuk-di-uin-surabaya-kesombongan-luar-biasa.htm/feed 0