Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Wed, 22 Oct 2014 03:47:09 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Jokowi dan Kabinet Koalisi Rakyat http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-dan-kabinet-koalisi-rakyat.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-dan-kabinet-koalisi-rakyat.htm#comments Wed, 22 Oct 2014 03:37:00 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85772 jokowi12Edy Mulyadi*

 

Tak pelak lagi, rasa ingin tahu publik tentang siapa saja yang bakal menjadi menteri kian menggelegak sejak Senin kemarin. Pada senin itulah Jokowi secara resmi diambil sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7.

Keingintahuan publik tentang siapa saja yang bakal duduk sebagai menteri bisa dipahami. Buat sebagian besar rakyat bawah, bisa jadi hal ini tidak penting betul. Tapi buat pengusaha, tentu amat berarti. Dan, bagi para aktivis yang sudah berkeringat mengantarkan Jokowi ke Istana, soal ini menjadi lebih penting lagi.

Pasalnya, sekali Jokowi salah menempatkan orang, maka bencana kembali menerjang Indonesia. Ya, para aktivis itu benar-benar cemas, jangan sampai kabinet, khususnya tim ekonomi, bakal diisi figur-figur pengabdi sekaligus pejuang neolib.

Beberapa nama yang mendapat sorotan kencang di antaranya adalah Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Kuntoro Mangkusubroto. Di luar mereka ada sejumlah nama lain yang juga kerap disebut sebagai agen neolib. Mereka di antaranya Darmin Nasution dan Chairul Tanjung.

Kabarnya, Jokowi akan mengumumkannya pada Rabu, 22 Oktober 2014. ‘Kepastian’ pengumuman susunan kabinet itu ‘datang’ langsung dari Jokowi. Kemarin mantan Gubernur DKI itu menyatakan finalisasi kabinet dibahas sampai jam 3 dini hari.

Ani dan Darmin terlempar

Kendati begitu, selalu saja ada ‘bocoran’ informasi yang merembes ke luar. Sumber di lingkaran dalam Jokowi mengatakan, Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, terlempar keluar dari calon menteri. Padahal, sesaat setelah Jokowi mengucapkan sumpahnya, Puan Maharani kepada wartawan masih memastikan, bahwa nama SMI masih ada dalam daftar calon menteri. Ani juga menjadi salah satu nama yang disodorkan Jokowi ke KPK dan PPATK untuk ditelusuri integritasnya.

Kalau sumber lingkaran dalam Jokowi itu benar, tentu saja ini menjadi kabar gembira yang amat melegakan para pejuang ekonomi konstitusi. Maklum, penolakan Ani karena reputasinya sebagai pengabdi dan pejuang neolib termasuk yang paling kencang disuarakan.

Dari dalam juga merembes informasi berharga lain. Darmin Nasution, mantan Gubernur BI dan Dirjen Pajak itu, juga terlempar. Sekali lagi, jika kabar ini benar, maka lagi-lagi sangat melegakan.

Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadingoro menyebut Darmin sebagai mafia pajak berkategori big fish. Darmin terlibat dalam sejumlah kasus pajak. Bahkan Sasmito menilai kasus penggelapan pajak di era Darmin jauh  lebih besar dari megaskandal Centurygate yang ‘hanya’ senilai Rp6,7 triliun. Pajak yang digelapkan di era Darmin kira-kira setara dengan 10x nilai dana talangan yang dikucurkan pada Bank Century. Darmin pernah dilaporkan ke KPK dalam kasus-kasus itu.

Sekali lagi, syukur alhamdulillah jika Jokowi benar-benar mendepak Darmin dari daftar calon menterinya. Semoga.

 

Kuntoro, antek asing

 

Namun di tengah ketidakpastian informasi seperti sekarang, juga berhembus kabar bahwa Kuntoro bakal didapuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Nomenklatur kementerian ini, konon, akan diubah. Tapi, yang merisaukan, ya itu tadi, munculnya nama Kuntoro sebagai kandidat kuat.

 

Gosip ini benar-benar membuat cemas. Pasalnya, rekam jejak Kuntoro sejauh ini biasa-biasa saja, jauh dari cemerlang. Padahal, karirnya di pemerintahan terbilang panjang dan cukup lengkap. Dia pernah menjadi Dirjen Pertambangan Umum  (1993-1997), dua kali Menteri Pertambangan, yaitu pada  Kabinet Pembangunan VII (1998) dan di Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Direktur Utama PLN (2000), serta Kepala Badan Pelaksana – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (2005).

Tapi, yang membuat para pejuang ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi ini cemas adalah rekam jejak Kuntoro yang sarat dengan perannya sebagai antek kepentingan asing. Sekadar mengingatkan saja, Kuntoro adalah tokoh penting di balik UU No. 22/2001 tentang Migas yang sangat menguntungkan asing dan sangat merugikan Indonesia. Bukan itu saja, lewat Kuntoro pula USAID masuk, bahkan mengucurkan dollar demi suksesnya pembahasan RUU yang draft-nya mereka buatkan.

Kisah pengkhianatan anak bangsa kepada bangsanya sendiri ini masih dapat ditemukan dalam arsip Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta. Pada 29 Agustus 2008 Kedubes AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatan USAID dalam apa yang disebut sebagai proses reformasi sektor energi.

Lewat dokumen itu sangat jelas peran yang dimainkan Kuntoro pada awal 1999. Saat itu, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dia minta bantuan USAID mereview sebuah draft RUU Migas. USAID menyambut positif undangan itu dan selanjutnya bersama pemerintah Indonesia menandatangani Strategic Objective Grant Agreement (SOGA) yang berlaku untuk lima tahun sekaligus mengucurkan bantuan US$20 juta.

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra menyebut Kuntoro pernah terkena masalah hokum. Saat menjadi Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Kepulauan Nias, dia diektahui menarik dana APBN sebesar Rp 2,21 triliun dengan cacat hukum. Dana itu dikelolanya melalui mekanisme di luar anggaran (off-budget).

CT, sepi prestasi

Nama lain yang tiba-tiba muncul adalah Chairul Tanjung alias CT. Bos kelompok bisnis CT Corp yang menjadi Menko Perekonomian di ujung pemerintahan SBY. Pada titik ini, tidak mengherankan bila berhembus kabar, bahwa muculnya CT sebagai kandidat menteri, merupakan hasil kompromi Jokowi-Koalisi Merah Putih (KMP).

Dugaan itu seperti menemukan kebenarannya setelah CT Selasa sore (21/10) datang ke Istana Merdeka memenuhi panggilan Jokowi. Chairul disebut-sebut akan diplot jadi menteri bidang ekonomi.

Jika kabar ini benar, tentu saja sangat disayangkan. Seharusnya Jokowi tidak buru-buru memilih Chairul sebagai menteri. Menempatkan CT di kabinet ustru bakal mengganggu dan membebani pemerintahan. Paling tidak, sebagai pengusaha potensi terjadinya conflict of interest sangat tinggi.

Lagi pula, satu hal yang harus dicatat, selama menjadi Menko Perekonomian di kabinet SBY-Boediono, prestasinya biasa-biasa saja. Dia sepi dari prestasi. Tidak ada kebijakan yang terobosan berarti yang ditelurkannya.
Terlepas dari itu semua, satu hal yang harus dilakukan Jokowi dalam menyusun kabinetnya. Dia harus terus menggenggam kepercayaan rakyat yang begitu besar dengan erat. Apa yang ditunjukkan rakyat sepanjang 20 Oktober kemarin, adalah bukti nyata besarnya dukungan sekaligus harapan rakyat kepadanya.

 

Itulah sebabnya dia harus berkoalisi dengan rakyat. Jokowi tidak boleh berkoalisi dengan elit. Caranya, pilihnya orang-orang yang tidak menjadi pelayan kepentingan asing. Menteri-menterinya harus punya kemampuan dalam memahami dan memecahkan masalah. Jokowi memerlukan menteri-menteri yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Dengan begitu, mereka tidak akan menjadikan jabatannya untuk mengamankan kepentingan diri dan para majikannya. Itu saja! (*)

Jakarta, 21 Oktober 2014

*Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/jokowi-dan-kabinet-koalisi-rakyat.htm/feed 0
Nasihat Cinta Untuk Para Mujahidin http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nasihat-cinta-untuk-para-mujahidin.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nasihat-cinta-untuk-para-mujahidin.htm#comments Tue, 21 Oct 2014 01:47:58 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85682 ISIS 2Oleh Abu Abdurrahman Al-Atsari Al-Khalidiy

Dzulhijjah 1435 H

Dipublikasikan oleh Warshakh Foorsan Al-Nashr

Alih Bahasa : Kafaa Syaima

Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Alloh, kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon ampunan (hanyalah) kepadaNya. kami pun berlindung dari keburukan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah -yang berhak disembah- kecuali Alloh saja, Yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan (sekaligus) utusanNya.

Allah berfirman) :

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alloh dengan taqwa yang sebenar-benarnya, janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.” [Ali Imraan : 102]

“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan daripadanya Alloh menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Alloh memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasikamu.” [An-Nisaa' : 1]

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Alloh dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Alloh dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzab : 70-71

Amma Ba’du

Semenjak Daulah Islamiyah mendeklarasikan Kekhilafahannya, mulailah seruan-seruan jiwa-jiwa jahat, yang mana makanannya ialah hasad (kedengkian), dan membunuh ghiroh (kecemburuan) dengan merorongkan senjata dan busur panah mereka pada dada-dada kaum muwahhidin, mereka kembali untuk membinasakan Dinul Islam, namun Alloh enggan melainkan Ia (Alloh) sempurnakan cahayaNya, memperkasakan DienNya beserta para penolong-penolongNya walaupun orang-orang jahat membencinya

Maka hari ini, kekuatan Koalisi Dunia Kafir Barat, di atas pangkal (kepala) urusan mereka yaitu Thogut Amerika bersama hewan-hewan peliharaannya dari Negeri Arab, pengkhianatan bagi jazirah arab dan Dien (agama).. dimana banyak kisah jahat terhadap kaum muslimin.

Dan kaum muslimin hari ini telah menyaksikan bentuk konspirasi para konspirator dari anak-anak (keturunan) Kafir dan Nifaq melawan para putera-putera Daulah Islamiyah, di Iraq permulaan (jalan tempuh) dan jalan kisah (cerita) dan di Syam gambaran dan pengorbanan dan pada selainnya di negeri-negri Islam hembusan dan sumber daya.

Duhai saudaraku para pahlawan..

Demi Alloh, yang tidak ada Ilah selainNya, tiada lain ku tuliskan untaian pesan ini, melainkan karena Dien (agama) dan Rosul Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Dien (agama) itu Nasihat, para sahabat bertanya : Bagi siapa wahai Rosululloh? Rosul menjawab : Alloh, Kitab-KitabNya, Rosul-Nya., dan bagi Para pemimpin kaum muslimin dan seluruhnya.

Dalam hadits ini, aku khusukan kalian didalamnya duhai para Mujahidin… Duhai orang-orang yang tengah berjaga diperbatasan (jihad), duhai mereka yang tengah mengorbankan (jiwa) dijalan Alloh, hari ini, sungguh kalian telah berupaya secara berat dan keras, kalian telah menerima kemuliaan lagi keluhuran, kalian hari ini menjadi cermin bagi islam (kaum muslimin), dan seluruh Dunia kini menunggu kalian, perbaikilah amal dan jauhilah ketidaktepatan.

Telah berlalu dibelakang,kisah-kisah (perjalanan) generasi para sahabat *** Merumuskan arti kelembutan Ruh dan hembusan (jiwa)

Kemenangan-kemenangan (mereka)menjadi kasih sayang dan kebaikan *** Siyasat-siyasat mereka Adil dan penuh kebaikan

Mereka tidak mengenal dien untuk mantra dan dengungan *** Namun, mereka merasakan Dien ialah medan dan lapangan

 

Duhai saudara-saudaraku karena Alloh…

Pertama, aku wasiatkan kalian agar bertaqwa kepada Alloh yang agung, melazimi perintah-perintahNya, memperbanyak rasa takut kepadaNya, karena taqwa merupakan simbol dan slogan orang-orang beriman dan pakaian orang-orang shalih.

Aku wasiatkan kembali agar memperbaiki interaksi bersama orang banyak (manusia), kalian hari ini telah masuk tempat dimana didalamnya terdapat kaum muslimin, didalamnya terdapat orang-orang beriman, orang-orang kafir, murtad, munafik, fajir, pelaku maksiat dsb.

Begitu juga kalian telah menampakkan sikap keras terhadap musuh-musuh Alloh, disaat Alloh membukakan (memenangkan) negri/wilayah melalui tangan-tangan kalian, maka munculkanlah oleh kalian sikap lembut, kasih sayang pada hamba-hamba Alloh dari orang-orang yang beriman.

 

Alloh berfirman : Berlemah lembut terhadap orang-orang beriman, keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di Jalan Alloh dan tidak takut celaan para pencela, itulah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Dan Alloh Maha luas lagi Maha mengetahui.

Arti dari lemah-lembut dan keras ialah merupakan sifat dari sifat-sifat Hizbulloh (pejuang-pejuang Alloh) yaitu Arrahmah (berkasih sayang) kepada orang-orang beriman dan keras terhadap orang-orang kafir.

Karena seorang mukmin ialah pemilik hati bersih, penuh dengan kasih sayang kepada hamba-hamba Alloh (orang-orang beriman), di lain sisi ia pemilik hati kasar, pemilik hati yang keras terhadap musuh-musuh Alloh, musuh dien (agama) dan kemanusiaan.

Dan janganlah kalian lupa pada hari, dimana kalian serupa dengan keadaan mereka, dari kesesatan dan kesempitan. maka kemudian Alloh menganugerahkan Hidayah Iman atas kalian.

Alloh berfirman : Begitulah (keadaan) kalian sebelumnya, maka Alloh menganugerahkan (nikmat) atas kalian)

Kalaulah kita melihat ke alam realita sejarah islam dan jalan (tempuh) kenabian, kita kembali merefleksikan wasiat Rosululloh -Shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya para mujahidin yang keluar untuk mengusir penjajah (musuh), kita kan dapati pada diri mereka ialah kesempurnaan Akhlaq, kejernihan tujuan. maka inilah ia Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada Abdurrahman bin auf tatkala ia mengutusnya kepada Kabilah Anjing Nashrani.. Rosul berpesan : Berperanglah kalian semua di jalan Alloh, perangilah siapa saja yang kufur terhadap Alloh, jangan melampaui batas, jangan berkhianat, jangan mencincang dan jangan membunuh anak kecil.. Maka inilah janji Alloh dan jalan (kisah sejarah) NabiNya untuk kalian.

Demikian juga, wasiat Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam pada bala prajurit (tentara) yang akan menghadap ke medan tempur Mu’tah, nabi mewasiatkan mereka, seraya berpesan : “Berperanglah di jalan Alloh dengan nama Alloh, perangilah orang yang kafir kepada Alloh, berperanglah dan janganlah berbuat ghulul (melampaui batas), jangan mengingkari janji, jangan mencincang dan jangan kalian bunuh anak kecil atau perempuan, tidak pula tua renta ataupun yang terisolasi.

Kami berdiri tegak bersama para Khulafaur Rasyidin, karena mereka sebaik-baik salaf pada fase ummat ini, yang paling murni (jernih) pemahamannnya atas Hakikat Islam dari Mabaadi (prinsip-prinsip) dan hokum hukum Syariat ..

Inilah dia Abu Bakar Asshiddiq -Rodhiyallohu ‘anhu-, ia merupakan Khalifah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam, ia berdiri khutbah pada bala tentara Usamah bin Zaid, disaat ia melantiknya menjadi panglima untuk berperang menuju penaklukan Syam , ia berpesan : ‘’ Wahai seluruh manusia, aku wasiatkan kalian dengan 10 perkara, jagalah perkara-perkara tersebut dari ku : Janganlah kalian berkhianat, Jangan berbuat ghulul (melampaui batas), janganlah mengkhianati (janji dan amanah), jangan mencincang, jangan membunuh anak-anak kecil,tua renta (lansia) ataupun perempuan, jangan menebang pohon yang berbuah, jangan (pula) membakarnya, jangan menyembelih domba, sapi atau unta melainkan untuk makanan (dimakan), suatu saat nanti kalian akan bertemu dengan orang yang menyepikan diri mereka (bertapa) di dalam biara biara, maka biarkan mereka dan janganlah kalian mengganggu mereka. suatu saat nanti kalian akan berhadapan dengan suatu kaum yang mereka mendatangi kalian dengan wadah berisi bermacam makanan, jika kalian memakan sesuatu darinya sebutlah Nama Alloh.. dst..

 

Maka prakter ilmiyah yang diambil oleh para sahabat Rodhiyallohu anhu di medan-medan jihad ialah menjaga etika dan keluhuran akhlaq dalam berinteraksi bersama manusia.

Wahai Para Mujahidin ..

Sesungguhnya perang dalam islam bukanlah semata karena mendukung pokok Islam dan keamanan hidup manusia yang didasari islam semata, bahwasanya Al-Qur’anul Kariem telah menjadikan penguat pencapaian perdamaian ialah batas akhir peperangan.

Alloh berfirman : Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Alloh tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan membunuh) mereka. (QS. Annisa : 90)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Alloh. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al Anfaal : 61)

 

Aku wasiatkan kalian dengan wasiat Rosul Shollallohu ‘alaihi wa sallam, aku wasiatkan agar kalian senantiasa mendengar dan ta’at kepada Amir (pemimpin), walau ia seorang hamba (sahaya), senantiasa berwaspadalah akan hal-hal baru, hendaklah kalian ikuti petunjuk yang benar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam sebuah hadits shahih, dari ‘Irbad bin saariyah - Rodhiyallohu ta’ala ‘anhu-, ia berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat shubuh bersama kami, kemudian menghadap kepada kami. Beliau menasihati kami dengan nasihat yang sangat berkesan, membuat air mata bercucuran dan hati menjadi bergetar, kami berkata : “Wahai Rasulullah, seolah-olah ini suatu nasihat perpisahan, maka wasiatilah kami.”

Lalu beliau bersabda :

أوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهَ ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدٌ حَبَشِيًا ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ. عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذ ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

“Aku wasiyatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Alloh, mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyi. Sesungguhnya barangsiapa yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para al-Khulafaa ar-Rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham. Hati-hati dari perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam agama), maka sesungguhnya setiap perkara yang baru tersebut adalah bid’ah dan bid’ah itu adalah sesat’’.

Begitulah Akhlaq seorang Nabi -Shollallohu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat yang mulia- Ridhwanulloh ‘alaihim ajma’in-, pada peperangan mereka dan selepas berperang, kita saksikan akhlaq mereka terpancar, menujukkan keterangan jelas akan erat hubungan mereka dengan Alloh ta’ala, dimana Alloh mendidik mereka, maka mereka (pun) memiliki adab yang sangat baik lagi mulia.

Alloh ta’ala berfirman : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh (al-Ahzâb/33:21)

ayat tersebut merupakan pokok terbesar jati diri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, pada ucapan, perbuatan dan keadaan-keadaaannya. Oleh karenanya Alloh memerintahkan manusia agar mengilkuti suri tauladan dan sifat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, dalam kesabarannya, penyabarnya, mujahadah (kesunggungannya) dan berjaga (dijalan Alloh)nya.

“Wahai Rob kami! Limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan teguhkanlah tapak pendirian kami serta menangkanlah kami terhadap orang-orang kafir” (Al-Baqarah : 250)

Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami yang benar itu benar dan karuniakan kepada kami untuk dapat mengikutinya. Dan perlihatkanlah kepada kami yang bathil itu bathil, dan karuniakan kepada kami untuk dapat menghindarinya. Janganlah Engkau menjadikannya.

Ya rob kami berilah kebaikan kepada kami di dunia dan akhirat, jauhkanlah kami dari Adzab api neraka

Kami akhiri seruan kami dengan ‘’Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamin..’’.

 

Dipublikasikan oleh Warshakh Foorsan Al-Nashr

http://justpaste.it/N_Moheb

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nasihat-cinta-untuk-para-mujahidin.htm/feed 0
Nusron Wahid “Pemuja Ayat Konstitusi” Koordinir Doa untuk Jokowi, Makbul Gak Ya? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nusron-wahid-pemuja-ayat-konstitusi-koordinir-doa-untuk-jokowi-makbul-gak-ya.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nusron-wahid-pemuja-ayat-konstitusi-koordinir-doa-untuk-jokowi-makbul-gak-ya.htm#comments Mon, 20 Oct 2014 00:44:58 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85603 nusronTernyata Nusron Wahid Ketua Umum GP Ansor alias Banser NU yang sedang heboh ditanggapi para tokoh Islam karena konon menganggap ayat konstitusi lebih tinggi dibanding ayat suci, punya jabatan baru. Yaitu Koordinator Doa dan Dzikir bersama, untuk syukuran rakyat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakarta 19 Oktober 2014 kaitannya dengan pelantikan Jokowi-JK 20 Oktober.

Doa yang dikordinir oleh Nusron Wahid “pemuja ayat konstitusi” itu akan makbul ga’ ya?

Dia sendiri memandang agama itu kesannya remeh temeh. Kenapa jadi pengkordidnir doa?

Kalau mengkordinir untuk menjaga pengikut syetan Lady Gaga memang sudah dia lakukan dengan mengerahkan anggotanya Banser NU. Tahu-tahu kini “ketiban sampur” untuk mengkordinir doa di masjid terkemuka di Jakarta.

Ya suka-suka penyelenggaralah yau…

Politisi PDI-P, Zuhairi Misrawi, mengatakan, pada hari acara itu, Jokowi-JK akan mendatangi acara pertama yakni doa bersama umat Hindu se-Jabodetabek di Pura Agung Wirasatya Tanah Abang.

Pada pukul 17.15 WIB, Jokowi-JK akan mendatangi Masjid Sunda Kelapa. Terakhir, pada pukul 19.20 WIB, Jokowi akan ke Gereja Katedral menyapa umat Kristiani di sana.

Penanggung jawab acara tersebut, Nusron Wahid mengatakan, Jokowi-JK akan berada di masjid sejak pukul 17.00-20.00 WIB.

Demikian berita yang beredar sejak Kamis lalu.

Doa adalah ibadah

Nabi Muhammad shllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu ialah ibadah”. (HR. At-Tirmizi, Al-Bukhari dan Al-Hakim dari An-Nu’man bin Basyir).

Ketika orang bukan Islam sedang melakukan doa, umat Islam wajib berlepas diri, karena sudah mengenai urusan ibadah. Bila menghadirinya, berarti melanggar prinsip yang ditegaskan Allah Ta’ala. Dan bila kedatangannya itu dengan meyakini (bahwa itu ya sama saja dengan ibadah Muslimin), maka dapat merusak iman. Lebih buruk lagi, bila hadirnya itu memberi contoh atau punya misi agar berlaku seperti itu, maka di samping dia sendiri dapat rusak imannya masih pula kemungkinan dapat tergolong sebagai perusak Islam.

Ketika sudah seperti itu, maka dikhawatirkan menjadi wadyabala syaitan yang telah berjanji menyuruh ubah agama Allah:

{لَعَنَهُ اللَّهُ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (118) وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (119) يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا (120) أُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا} [النساء: 118 - 121]

  1. yang dila’nati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)[350],
  2. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[351], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya[352]“. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
  3. syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, Padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
  4. mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya. (QS An-Nisaa’: 118-121).

 

[350] Pada tiap-tiap manusia ada persediaan untuk baik dan ada persediaan untuk jahat, syaitan akan mempergunakan persediaan untuk jahat untuk mencelakakan manusia.

[351] Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, binatang-binatang yang akan dipersembahkan kepada patung-patung berhala, haruslah dipotong telinganya lebih dahulu, dan binatang yang seperti ini tidak boleh dikendarai dan tidak dipergunakan lagi, serta harus dilepaskan saja.

[352] Meubah ciptaan Allah dapat berarti, mengubah yang diciptakan Allah seperti mengebiri binatang. ada yang mengartikannya dengan meubah agama Allah.

 

Ketika Islam melarang ikut ibadah selain Islam (dalam ayat lakum diinukum waliyadiin), lalu seseorang justru datang, bahkan meyakini, bahkan mencontohi dengan misi yang dibawanya, maka itulah perbuatan yang termasuk mengubah agama Allah. Dari larangan menjadi tidak apa-apa, bahkan diseyogyakan agar ditiru demikian. Benar-benar mengikuti janji syaitan di ayat tersebut.

Lebih dahsyat dari itu, kalau yang melakukan itu petinggi dari negeri yang jumlah penduduk Islamnya terbesar di dunia, maka na’udzubillahi min dzalik. Jangan-jangan kiamat yang tandanya seperti berikut ini justru diujudkannya di Indonesia.

 

Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان

َ“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…” (Shahih Ibni Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“لا تقوم الساعة حتى يرجع ناس من أمتي إلى أوثان كانوا يعبدونها من دون الله- عز وجل“.

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga sekelompok kaum dari umatku kembali kepada berhala. Mereka menyembah berhala tersebut di samping Allah Subhanahu wa Ta’ala . (Riwayat Abu Dawud al-Thayalisi dari Musa bin Muthir, lemah. Ithaful Khirah wal Mahrah Bizawaid Juz 8 hal. 34).

Betapa sedih hati ini, belum dilantik saja sudah mendatangkan musibah bagi agama (Islam). Di samping itu pemimpin acara musibah agama itu orang-orang yang dikenal di masyarakat, ada yang merendahkan ayat suci dibanding ayat konstitusi, dan ada yang dipersoalkan ketika kuliah di Mesir konon berpendapat shalat tidak wajib. Hingga ketika dia telah berada di Indonesia, lalu balik ke Mesir untuk seminar ternyata ditolak oleh mahasiswa Indonesia di Mesir. Dia itu kini bertengger di PDIP bahkan tercatat dalam berita termasuk yang dicalonkan sebagai menteri agama. Itulah orang-orang yang di dalam hadits disebutkan:

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

   Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84  ).

Belum lama ini ada contoh nyata, seorang pelacur waria mati dimutilasi oleh “suaminya” yang gigolo. Kemudian masyarakat dan masjid di Lampung menolak untuk menshalati jasadnya. Contoh itu perlu sekali jadi pelajaran bagi siapa saja, termasuk ada kemungkinan, orang yang sedang ikut doa di pura atau pun gereja (padahal orang Islam), tahu-tahu meninggal di sana, misalnya, maka Umat Islam kemungkinan akan menolaknya untuk menshalati jenazahnya.

Sedihnya hati ini… karena aku benci terhadap kemunkaran yang sangat munkar, namun secara logika adalah pakai biaya (yang ujung-ujungnya mesti mengenai) dari penduduk yang sebagian besar adalah Umat Islam, tentu saja. Itu lebih buruk dibanding isteri durhaka yang meminta duit ke suami namun untuk biaya menggugat cerai sang suami.

Wallaahu a’lam bisshawaab.

Jakarta, Sabtu 23 Dzulhijjah 1435H/ 18 Oktober 2014

Hartono Ahmad Jaiz

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/nusron-wahid-pemuja-ayat-konstitusi-koordinir-doa-untuk-jokowi-makbul-gak-ya.htm/feed 0
Ani-Kuntoro Jadi Menteri? Ternyata Trisakti Cuma Dagangan Murahan http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ani-kuntoro-jadi-menteri-ternyata-trisakti-cuma-dagangan-murahan.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ani-kuntoro-jadi-menteri-ternyata-trisakti-cuma-dagangan-murahan.htm#comments Wed, 15 Oct 2014 02:30:29 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85379 aniOleh Edy Mulyadi*

 

Dan, nama Sri Mulyani Indrawati (SMI) pun akhirnya bergema juga. Konon, dia akan diplot mengisi kursi menteri pada kabinet Jokowi-JK. Tidak tanggung-tanggung, konon lagi, dia akan menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Posisi keren yang menggawangi jatuh-bangunnya perekonomian negeri berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa ini.

Nama lain yang juga beredar adalah Kuntoro Mangkusubroto. Nama ini memang tidak sekencang SMI. Namun, tak urung gosip ini memantik kekhawatiran sebagian kalangan yang paham betul rekam jejak Kuntoro di jajaran birokrasi.

Jika kabar-kabur yang berseliweran itu benar, maka lengkap sudah keterpurukan Indonesia. Nyaris sejak Orde Baru, dan disambung Orde Reformasi, kendali ekonomi Indonesia senantiasa diserahkan kepada para penghamba sekaligus pejuang neoliberalisme. Satu mazhab yang getol menyerahkan segala sesuatunya kepada kehendak pasar.

Perempuan yang akrab disapa Ani itu kini adalah Managing Director IMF. Jabatannya sekarang sudah lumayan mentereng. Tapi, saat didapuk menduduki posisinya tersebut, sempat berembus kabar, Ani diselematkan the invisble hand agar tidak terseret pusaran mega skandal Bank Century.

Sekadar mengingatkan saja, saat –meninjam istilah Wapres Jusuf kalla– perampokan uang negara sebesar Rp6,7 triliun itu terjadi, dia adalah Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK). Sebagai KKSK, Ani dianggap orang kedua yang paling bertanggung jawab setelah Wapres Boediono.

Komparador asing sejati

Agar publik tidak lupa, selain mega skandal Century, Ani juga punya sederet prestasi yang membuktikan dia adalah seorang komparador asing sejati. Pada Februari 2013, misalnya, obligasi RI yang dijualnya laris-manis bak kacang goreng. Dan, pembeli utamanya ternyata investor asing. Kenapa?

Perempuan yang dipuji-puji media asing sebagai Menkeu terbaik Asia, bahkan dunia ini, menyorongkan yield sebesar 5,26% per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan obligasi yang diterbitkan sejumlah negara ASEAN lain. Sebut saja, Thailand 3,61%, Filipina 3,52%, dan Malaysia 3,48%.

Yang membuat seru, yield yang dibayar Indonesia ternyata jauh lebih tinggi ketimbang Filipina. Padahal saat obligasi itu diterbitkan, sejumlah lembaga rating seperti S&P, Fitch, dan Moody’s mengganjar peringkat Indonesia di atas Filipina. Dalam logika pasar uang, negara yang peringkatnya lebih tinggi bisa mengail dana dengan biaya lebih murah.

Selisih bunga Indonesia dan Filipina sepertinya ‘hanya’ 1,74%. Tapi mari kita sejenak menggunakan kalkulator sederhana. Tenor obligasi yang diterbitkan negara biasanya panjang, 20-30 tahun. Obligasi yang dilego mbak Ani itu nilainya Rp812 Trilyun. Dengan selisih bunga yang ‘hanya’ 1,74% itu akan memaksa Indonesia membayar 34,8% atau Rp282,57 Trilyun lebih besar daripada jika yield-nya sama dengan Filipina yang 3,52%. Bayangkan, Rp282,57 triliun!

Bisakah Anda memaknai angka Rp282,7 triliun dalam 20 tahun bagi Indonesia? Itu artinya, tiap tahun rakyat harus membayar Rp14,13 triliun lebih besar untuk mengisi kocek asing. Jumlah itu setara dengan membangun tiga jembatan setara Suramadu. Jauh lebih besar daripada biaya membangun double track kereta api Jakarta-Surabaya yang cuma Rp10 triliun.

Hobi obral obligasi dengan bunga supermahal Sri terus berlanjut. Pada 2008, Indonesia menerbitkan global bond di New York sebesar US$2 miliar dengan tenor 10 tahun. Bunga yang diberikan 6,95%. Ini bunga obligasi negara tertinggi yang diberikan oleh negara ASEAN. Sebagai perbandingan, suku bunga global bond yang diterbitkan Malaysia waktu itu cuma 3,86%, Thailand 4,8%. Bahkan Filipina, yang selama ini dikenal sebagai The Sick Man in Asia, bunganya hanya 6,51%.

Yang lebih  hebat lagi, pada 2009, untuk menambal defisit APBN, dia kembali menerbitkan global bond senilai US$3 miliar. Global bond itu terbagi dua; US$2 miliar berjangka waktu 10 tahun dengan bunga 11,75% dan US$1 miliar berjangka waktu 5 tahun berbunga 10,5%. Pada saat yang sama, Filpina menangguk dana dari pasar internasional sebesar US$1,5 miliar dengan bunga 8,5% saja!

Bisa dipahami, mengapa para kapitalis asing cinta berat kepadanya. Bisa dimaklumi juga, kenapa majalah Euromoney pada 2006 mengganjarnya sebagai Finance Minister of the Year. Sri mulyani telah memuaskan syahwat kapitalis asing sambil mengorbankan kepentingan bangsanya sendiri. Menteri keuangan seperti inikah yang akan kembali diboyong Jokowi masuk dalam jajaran kabinetnya?

Merugikan negara dengan UU Migas

Bagaimana dengan Kuntoro? Rekam jejak Kuntoro sejauh ini biasa-biasa saja, jauh dari cemerlang. Padahal, karirnya di pemerintahan terbilang panjang dan cukup lengkap. Dia pernah menjadi Dirjen Pertambangan Umum  (1993-1997),dua kali Menteri Pertambangan, yaitu pada  Kabinet Pembangunan VII (1998) dan di Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Direktur Utama PLN (2000), serta Kepala Badan Pelaksana – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (2005).

Satu lagi tentang Kuntoro. Sekadar mengingatkan saja, Kuntoro adalah tokoh penting di balik UU No. 22/2001 tentang Migas yang sangat menguntungkan asing dan sangat merugikan Indonesia. Bukan itu saja, lewat Kuntoro pula USAID masuk, bahkan mengucurkan dollar demi suksesnya pembahasan RUU yang draft-nya mereka buatkan.

Kisah pengkhianatan anak bangsa kepada bangsanya sendiri ini masih dapat ditemukan dalam arsip Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta. Pada 29 Agustus 2008 Kedubes AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatan USAID dalam apa yang disebut sebagai proses reformasi sektor energi.

Lewat dokumen itu sangat jelas peran yang dimainkan Kuntoro pada awal 1999. Saat itu, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dia minta bantuan USAID mereview sebuah draft RUU Migas. USAID menyambut positif undangan itu dan selanjutnya bersama pemerintah Indonesia menandatangani Strategic Objective Grant Agreement (SOGA) yang berlaku untuk lima tahun sekaligus mengucurkan bantuan US$20 juta.

Tulisan ini akan kian panjang jika harus menguliti kinerja dan prestasi keduanya sebagai pengabdi dan pejuang kepentingan asing. Pertanyaan besar kepada Jokowi, benarkah Anda akan menarik mereka dalam jajaran menteri?

Kalau memang benar, lantas dimana doktrin Tri Sakti yang dengan berbusa-busa Anda semburkan saat berkampanye Pilpres tempo hari? Bukankah dengan Trisakti itu Anda sukses menyihir rakyat Indonesia yang sudah lama ingin mandiri dalam politik, ekonomi, budaya sendiri? Atau, karena Anda telah megubahnya menjadi dengan Nawacita pada visi-misi yang diserahkan ke KPU, maka dagangan Tri Sakti itu kini boleh dicampakkan? (*)

 

Jakarta, 14 Oktober 2014

 

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ani-kuntoro-jadi-menteri-ternyata-trisakti-cuma-dagangan-murahan.htm/feed 0
Merknya Pendidikan, Isinya Penjahiliyahan http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/merknya-pendidikan-isinya-penjahiliyahan.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/merknya-pendidikan-isinya-penjahiliyahan.htm#comments Mon, 13 Oct 2014 01:28:59 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85245 sekolahOleh Hartono Ahmad Jaiz

Pendidikan di sekolah bahkan sampai perguruan tinggi sekarang ini merupakan sentral pembinaan generasi. Karena seakan para orang tua sudah mempercayakan lembaga pendidikan untuk membina anak-anaknya. Apalagi sang bapak dan ibu di zaman sekarang belum tentu sepenuhnya mengasuh dan mendidik anak-anaknya, karena dari segi untuk punya anak saja mereka sudah mengikuti bujukan buruk bahkan haram –tetapi anehnya diprogramkan secara massal–, yaitu membatasi kelahiran anak; maka ujung-ujungnya adalah ada rasa kurang mau tanggung jawab terhadap pendidikan agama anak.

Dari semula sudah lebih tunduk kepada bujukan yang bertentangan dengan agama, ya tentu saja lebih pilih menjauhi agama. Dalam hal mendidikkan anak pun lebih pilih kepada yang tidak begitu mempedulikan agama. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wanti-wanti, mengingatkan dengan serius:

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : (كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يَنْصُرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ) صحيح ابن حبان – (ج 1 / ص 336) قال شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح

“Setiap bayi itu dilahirkan atas fithrah (Islam), maka dua orangtuanya lah yang meyahudikannya atau menashranikannya atau memajusikannya.” (Shahih Ibnu Hibban, juz 1 halaman 336, kata Syu’aib al-Arnauth: isnadnya shahih).

Sebaliknya, sangat bergairah dalam mendidikkan anaknya dalam ilmu-ilmu yang dianggap berguna untuk cari makan, lantaran takut mati kelaparan atau takut miskin hingga khawatir hidupnya tak bergengsi. Dari awalnya sudah mengikuti bujukan haram, maka saat mau menyekolahkan anak atau menguliahkan pun ikut janji syetan yang menakut-nakuti kefakiran.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(268)

“Syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 268).

Dengan mengikuti syetan yang menakut-nakuti kefakiran itu makanya terjadi pemandangan seragam di masyarakat pengikut syaithan yaitu: sekolahan-sekolahan dan perguruan tinggi yang dianggap sebagai tempat pendidikan yang menjanjikan, yang nanti alumninya akan mendapatkan makanan yang banyak, maka manusia-manusia yang hanya memikirkan perut ini berebut memasukkan anak-anaknya ke sana. Agar nanti anak-anaknya jadi orang yang perutnya terjamin. Sampai bayar mahal pun mereka mau. Sebaliknya, madrasah-madrasah yang dianggap hanya akan menelurkan alumni-alumni yang tidak lihai cari makan, lantaran ijazahnya tidak diterima atau kurang diminati oleh si empunya pekerjaan, maka madrasah-madrasah satu persatu berguguran dan tutup karena tidak ada santri atau muridnya.

Ketika si empunya madrasah itupun tahu bahwa selera masyarakat ini hanyalah demi isi perut, maka sebagian penyelenggara madrasah itupun tak mau kalah. Diubahlah madrasah-madrasah itu menjadi tempat pendidikan calon-calon pencari makan pula. Bukan merupakan madrasah lagi. Sementara itu ketika penyelenggara madrasah atau pesantren itu tahu pula bahwa di samping itu masih ada celah-celah bahwa masyarakat akan bergairah bila gengsinya itu dianggap naik ketika memasukkan pesantren yang bayarannya mahal dan wujud gedungnya megah, maka berlomba pula para penyelenggara pesentren untuk membangun gedung pesantren mewah dan bayaran masuk para santri dimahalkan. Makin mahal makin bergengsi, dan makin tahun makin mahal; itulah yang diminati masyarakat yang memburu gengsi.

Pemandangannya jadi njomplang (tak berimbang).

Madrasah-madrasah yang tadinya mengajarkan ilmu Islam secara menyeluruh, satu-persatu berguguran. Diubah jadi sekolah-sekolah kejuruan, yang dianggap laku, karena dianggap praktis dan menjanjikan untuk cari makan.

Pesantren-pesasntren yang tadinya mengajarkan Islam secara penuh, makin surut peminatnya, karena tidak bergengsi.

Muncul pesantren-pesantren megah yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang yang cukup berduit. Bukan pendidikan Islamnya yang mereka utamakan, tetapi gengsinya.

Hasil dari pendidikan pesantren yang dipentingkan gengsinya itu kemudian ditampung di perguruan tinggi Islam (IAIN, STAIN, UIN, STAIS dan sebagainya), yang ternyata pendidikannya bukan mencetak calon-calon ulama yang bertaqwa yang yakhsyalloh, takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, namun justru dialihkan dari keyakinan Tauhid, ke kemusyrikan, yang labelnya baru yaitu pluralisme agama, menyamakan semua agama.


Mencetak generasi pemburu isi perut dan peduli kekafiran

Dari kenyataan itu, secara mudahnya, ada dua generasi yang sekarang telah dan sedang dicetak:

  1. Generasi sekolah umum ataupun kejuruan yang dari semula telah digadang-gadang (diharap-harap) oleh orang tua mereka agar jadi orang-orang yang perutnya tak kelaparan, bisa mencari makan. Jadilah generasi pemburu isi perut.
  2. Generasi yang disalurkan lewat pendidikan agama, namun yang dipentingkan gengsinya, dan ternyata digarap oleh para penyesat di perguruan tinggi Islam lewat system yang sudah jadi, yaitu kurikulum yang arahnya menyamakan semua agama. Jadilah manusia-manusia –kecuali yang mendapat taufiq dan hidayah Allah subhanahu wa ta’ala— yang tidak peduli kepada Islam, tetapi kadang lebih peduli kepada selain Islam wa bil khusus kalau ada fulus di sana.

Generasi yang dihasilkan dari pendidikan itu kalau memang hanya memburu gengsi dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka tak lain adalah apa yang telah diperingatkan oleh Alloh swt:

فَأَمَّا مَنْ طَغَى(37)وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا(38)فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى(39)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).” (QS An-Nazi’at/ 79: 37, 38, 39).

Menanamkan kemusyrikan lewat pendidikan

 

Kenapa hasilnya seburuk itu?

Ya bagaimana mau menghasilkan alumni yang baik, lha wong kurikulumnya saja hanya mementingkan 4 pelajaran (bukan pendidikan dan bukan hal yang penting-penting amat di dunia apalagi di akherat); yaitu bahasa (Indonesia di sekolah dasar, ditambah Bahasa Inggeris di sekolah lanjutan), matematika, dan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau sains. Sedang pelajaran agama Islam (sekadar pelajaran, tidak sampai pendidikan agama Islam) seolah hanya embel-embel, sejajar dengan pendidikan lingkungan (seperti masalah menguras comberan). Dari sini sudah tergambar, bahwa pendidikan di Indonesia mengabaikan agama.

Ketika kenyataannya sudah mengabaikan agama, sedang tujuan disekolahkannya anak-anak itu hanya agar nantinya dapat cari makan, maka hasilnya adalah apa yang sudah diancam oleh Alloh subhanahu wa ta’ala yaitu: manusia-manusia yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). (QS An-Nazi’at/ 79: 37, 38, 39)

Yang diujikan dan menjadi fokusnya ya yang 4 pelajaran itu. Padahal tentang bahasa Indonesia misalnya, seminggu 10 jam pelajaran artinya sebulan 40 jam pelajaran itu berbicara sekitar dongeng-dongeng atau legende-legende seperti Malim Kundang, Situ Bagendit, dongeng khayal yang menyebarkan kemusyikan seperti tentang Dewi Sri yang dianggap sebagai dewa padi; dan sebagainya yang sama sekali tidak memajukan secara kehidupan di dunia ini, bahkan lebih mungkin merusak aqidah ummat Islam.

Contoh nyata, Dongeng Datangnya Dewi Sri. Ada kalimat: “Semua merasa bahwa padi adalah pemberian Dewi Sri untuk bahan pangan untuk seluruh manusia. Di Pulau Jawa orang menyebutnya Dewi Sri. Di Sumatra ada yang menamakannya Putri Dewi Sri, Putri Mayang Padi Mengurai, atau Putri Sirumpun Emas Lestari.” (buku Bahasa Indonesia untuk SD/ MI (Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah) Kelas 4, karangan Widyati S, terbitan PT Bintang Ilmu cetakan 2, Juni 2006, halaman 35).

Itu jelas pendidikan kemusyrikan! Dongeng khayal, namun merusak aqidah anak-anak kelas 4 SD atau Madrasah Ibtidaiyah. Masih pula ditekankan dalam buku itu: Siapakah tokoh-tokoh dalam cerita tersebut? Ayo tentukanlah pokok-pokok pikiran dalam dongeng tersebut di buku tugasmu!. Ayo, ceritakan dongeng tersebut di depan kelas! (ibid).

Pokok-pokok pikiran itu tak lain adalah penyesatan tertinggi yaitu menyebarkan kemusyrikan!

Untuk lebih lihai dalam praktek ritual kemusyrikan, sudah dituntun pula dengan buku Bahasa Indonesia itu, yaitu digemarkan menari. Jadi kalau diadakan upacara kemusyrikan sudah mampu menjadi penari. Maka ditulislah kalimat: “Lina gemar menari. Dia ingin belajar tari dari Bali. Oleh sebab itu, Lina ingin belajar menari di Sanggar Anggrek.” (ibid, halaman 26). Itulah “pendidikan” alias penyesatan yang diprogramkan secara sistematis di negeri ini, agar generasi mendatang jadi orang-orang musyrik secara nyata, dengan dibekali ubo rampenya (aneka perangkatnya).

Sementara itu materi Bahasa Inggeris, ya berputar-putar sekitar di mana bank, di mana kantor pos, di mana pasar, tentang menari, menyanyi dan sebagainya yang sama sekali tidak mendidik untuk maju dalam kehidupan dunia apalagi menunjuki jalan ke surga. Padahal Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris itu kalau diisi dengan muatan yang mengingatkan bahwa kejujuran itu sangat penting, korupsi itu sangat merusak, menipu itu berbahaya bagi kehidupan, makan riba itu terlaknat, berzina itu di samping menimbulkan penyakit kelamin atau penyakit kotor, masih pula dosa besar dan memporak porandakan kehidupan rumah tangga serta merusak keturunan. Hidup di dunia ini hanya sementara, yang kekal itu di akherat kelak, dan sebagainya, tentu sangat bagus. Tetapi apa ada sekolahan-sekolahan se-Indonesia ini yang pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggrisnya seperti itu? Ayo ngacung!

Karena pelajaran yang paling dipentingkan di Indonesia ya Bahasa Indonesia yang jam pelajarannya paling banyak (333 persen dibanding pelajaran agama) isinya terbukti merusak aqidah Islam, maka hasilnya ya rusaknya aqidah, tidak tahu sopan santun, tidak menggubris bagaimana agar nanti ketika masuk kubur dalam keadaan selamat, mampu menjawab pertanyaan malaikat dalam kubur, dan di akherat kelak masuk surga. Tidak tergambar itu semua dalam pendidikan ini.

Pendidikan Tinggi Islam juga dirusak

Sementara itu yang berkecimpung di perguruan tinggi Islam justru yang tampak dominan adalah mereka yang belajar Islamnya dari orang-orang kafir Barat yaitu di perguruan tinggi sekuler anti Islam di Barat. Di samping itu kurikulum Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia juga dibuat oleh mendiang Harun Nasution keluaran dari Mc Gill University, Canada, godogan orientalis Barat. Harun mengaku, dirinyalah yang mengubah kurikulum dari faham Ahlus Sunnah, mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadi faham sekte sesat Khawarij. Kini telah kental dengan nuansa kemusyrikan yaitu pluralisme agama, menyamakan semua agama.

Setelah kurikulum itu menancap kuat di seluruh perguruan tinggi Islam sejak tahun 1990-an, (bahkan sejak 1980-an) kini ketika ada suara-suara yang menginginkan agar dikembalikan kepada yang benar, maka dengan mudah pihak pusat (katakanlah Departemen Agama) akan dengan mudah berkilah: Sekarang masing-masing IAIN sudah bersifat otonom, jadi dari pusat tidak dapat mengubahnya. Lha dalah (waduh- waduh) kok begini jadinya!

Gambaran ini mungkin dianggap sinis. Tetapi coba kita lihat saja kenyataan hasil pendidikan kita. Aneka kemaksiatan, siapa pendukungnya. Aneka aliran sesat yang sangat sesat seperti Ahmadiyah yang memiliki nabi palsu sebagai panutannya, yaitu Ghulam Ahmad sang pendusta; ternyata pembela-pembelanya adalah para professor doctor dari perguruan tinggi Islam.

Di samping itu, yang korupsi siapa? Mereka bukanlah orang-orang yang tidak terdidik. Mereka adalah orang-orang yang sukses dalam pendidikan, sebagian telah dididik di sekolah-sekolah yang tujuannya cari makan, dan sebagian dididik di madrasah atau pesantren dan perguruan tinggi yang tujuannya gengsi dan mengalihkan dari tauhid ke kemusyrikan, yang kini namanya pluralisme agama.

Kiprah alumni pendidikan, memusyrikkan masyarakat

 

Di antara bukti hasil dari pendidikan seperti itu, (baik umum maupun agama) lihat saja; ketika mereka itu telah lulus dari pendidikan, lalu jadi pejabat daerah, misalnya, maka mereka mengadakan upacara kemusyrikan umum, misalnya larung laut, larung sesaji untuk syetan laut dan sebagainya. Inilah bentuk pemusyrikan umum, pengobaran dosa tertinggi yang tak diampuni Allah subhanahu wa ta’ala dan pelakunya kekal di neraka (bila semasa hidupnya tidak bertaubat dan melepas sama sekali kemusyrikan itu).

Itulah bukti bahwa pendidikan di Indonesia ini (plus yang disekolahkan ke orang kafir di Barat) telah menghasilkan tokoh musyrik, yang dalam hadits tersebut disebut memajusikannya. Orang Majusi adalah penyembah api alias musyrik.

Ketika orang Kristen natalan, mereka walaupun beragama Islam tetapi duduk methengkreng di barisan depan, bahkan mungkin pidato, meniup lilin dan sebagainya. Itulah yang dalam hadits itu disebut menasranikannya.

Pada tahun 2007, ada tokoh-tokoh Islam dari perguruan tinggi Islam, dan ormas-orams Islam yang ke Israel, kabarnya mereka ikut menari-nari di upacara ritual Yahudi. Itulah dalam hadits tersebut yang disebut meyahudikannya. Beritanya sebagai berikut:

Cendekiawan Muslim Indonesia Menari dengan Zionis Israel

Lima wakil ormas Islam menemui Presiden Israel, Shimon Peres. Di antara mereka ada Ketua PW Muhammadiyah Jatim. Mereka juga menari bersama aktivis Yahudi

Hidayatullah.com–Saat kaum Muslimin dan Kristen Palestina menderita karena dijajah dan dibantai Zionis Israel, lima delegasi cendekiawan Muslim asal Indonesia, sebagaimana diberitakan Ynet News (7/12), sebuah situs berita Israel, baru-baru ini dikabarkan telah menemui Presiden Israel, Shimon Peres.

Jerussalem Post tanggal 8 Desember 2007, juga memberitakan, lima rombongan Indonesia itu akan menghabiskan waktu selama seminggu di Israel, disponsori Simon Wiesenthal Center dan LibForAll Foundation.

Lima anggota rombongan asal Indonesia itu, kata Jerussalem Post , mewakili dua organisasi Islam terbesar di dunia dari segi jumlah klaim anggota; Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Syafiq Mugni, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ikut hadir. Ia menghadiahkan kepada Peres sebuah tutup kepala yang dikenal bernama ”kippa” bertuliskan kata “shalom” (dalam bahasa Ibrani artinya ”kedamaian”) dan kata ”Kedamaian.” Para tamu Indonesia itu tampak gembira sekali ketika Peres langsung memasang kippa tersebut di kepalanya.

Selanjutnya, mereka melanjutkan pembicaraan seputar berbagai topik termasuk ekonomi, politik, agama dan perayaan hari jadi Israel ke 60 bulan Mei 2008 mendatang.

Shimon Peres menyatakan, Israel berbahagia bisa masuk dan berhubungan dengan Indonesia serta mengundang para pemimpinnya. Ia akan mengundang kembali para tokoh Indonesia untuk doa untuk perdamaian di saat Negeri Zionis ini akan memperingati hari jadinya ke 60 nanti bulan Mei 2008.

Dalam kesempatan itu, Peres juga mengatakan, musuh Israel bukanlah Islam, tapi “teror”.

Syafiq Mugni dalam kesempatan itu menjelaskan tentang Indonesia menyangkut perkembangan ekonominya, demokrasi dan sistem kependidikannya.

Menurut Syafiq, dirinya berharap Muslim Indonesia semakin toleran meski sebagian juga masih ada yang menentang demokrasi.

Senada dengan Syafiq, Abdul A’la (Wakil NU), mengakui masih ada kelompok kecil “ekstrimis” Muslim di Indonesia.

Ditemani Kepala Wiesenthal Center Associate, Rabbi Abraham CooPeres dan CEO, LibForAll Foundation, C.C. Holland Taylor, delegasi aktivis ormas NU dan Muhammadiyah ikut serta dalam suatu upacara cahaya lilin Hanukka yang diikuti dengan tarian di Hesder Yeshiva di Kiryat Shmona.

LibForAll Foundation disebut-sebut media sebagai lembaga Zionis yang berkedok “Liberalisme dan Pluralisme” di Indonesia. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Karena mereka itu telah jadi pemimpin setelah dididik, maka mereka pun beraksi meyahudikan, menashranikan, dan memusyrikkan masyarakat. Sedang sekolahan-sekolahan di bawah wilayah mereka pun menjalankan misi mereka itu. Jadi masyarakat Indonesia disesatkan oleh para pemimpinnya, sedang murid-murid dan mahasiswa disesatkan oleh sekolahan-sekolahan, perguruan tinggi dan tempat pendidikan mereka.

Di samping itu media massa seperti televisi dan lainnya pun tidak kalah canggih dan intensipnya dalam “mendidik” alias menyesatkan masyarakat untuk meyahudikan, menasranikan, dan memusyrikkan itu. Kompaklah sudah, tiga unsur penting itu (para tokoh/ pemimpin, tempat pendidikan, dan media massa) dalam “mendidik” alias menyesatkan masyarakat. Maka jadilah manusia-manusia yang disifati oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

فَأَمَّا مَنْ طَغَى(37)وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا(38)فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى(39)

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). (QS An-Nazi’at/ 79: 37, 38, 39).

Mengikuti langkah orang kafir

Pendidikan yang hanya untuk mengejar dunia dan gengsi, masih pula membelokkan dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala ke jalan syaithan atau kesesatan itu adalah satu praktek yang telah mengikuti kerja orang kafir. Mereka itu telah dikecam oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diucapi celaka:

اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ(2)الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ(3)

Alloh-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Alloh itu bengkok. mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (QS Ibrahim/ 14: 2, 3).

Wallahu a’lam bisshawab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/merknya-pendidikan-isinya-penjahiliyahan.htm/feed 0
Pertama di Sumatera, Pemkot Jambi Tutup Lokalisasi Pelacuran http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pertama-di-sumatera-pemkot-jambi-tutup-lokalisasi-pelacuran.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pertama-di-sumatera-pemkot-jambi-tutup-lokalisasi-pelacuran.htm#comments Sun, 12 Oct 2014 07:16:48 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85225 jambiDiberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menutup lokalisasi perzinaan Payosigadung pada Senin 13 Oktober 2014.

Untuk itu Polresta Jambi menyiagakan 446 personil kepolisian di lokalisasi Payo Sigadung untuk mengantisipasi pengamanan sebelum dilakukan penutupan.

Langkah berani yang dilakukan Walikota Jambi Syarif Fasha dalam menutup dua lokalisasi Payo Sigadung dan Langitbiru mendapat apresiasi yang luar biasa dari Kementerian Sosial RI.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tunasosial Kemensos RI Sony W Manalu mengatakan Kota Jambi merupakan kota pertama di Sumatera yang telah mengambil kebijakan untuk menutup lokalisasi.

Demikian berita yang dapat diserap dari berbagai media terutama setelah ditutupnya tempat pelacuran terbesar di Dolly Surabaya, menjelang Ramadhan 1435H/ 2014.

Bagamanpun, di samping pelacuran itu jelas dosa besar yang akan menjerumuskan ke neraka bagi para pelaku, pendukung, pembela dan mereka yang terlibat, masih pula besar bahayanya dalam kehidupan di dunia. Oleh karena itu, Islam sangat melarang zina, bahkan mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi berzina, apalagi diselenggarakan pelacuran.

Petunjuk tentang larangan itu sudah jelas. Demikian pula ancaman tentang bahaya-bahayanya yang bukan sekadar akan menimpa pelakunya namun dapat merata di masayarakat yang membiarkan adanya perzinaan. Oleh karena itu, bagaimanapun pelacuran wajib diberantas.

Islam Melarang Dekati Zina Apalagi Berzina

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا [الإسراء/32]

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Israa’/ 17: 32).

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya, At_Taisir, menjelaskan: Dan larangan mendekati zina itu lebih mengena (ablagh) daripada larangan hanya perbuatan zina itu sendiri, karena yang demikian itu mencakup larangan terhadap seluruh awalan-awalannya, dan faktor-faktor yang menyebabkan zina. Karena “siapa yang menggembala sekitar daerah larangan maka dia hampir jatuh ke dalamnya”, terutama masalah ini, yang dalam banyak jiwa adalah alasan paling kuat untuk itu.

Allah menyifati buruknya zina dengan: { كَانَ فَاحِشَةً } adalah suatu perbuatan yang keji , artinya, dosa yang dinilai buruk dalam syari’at, akal, dan fitrah (naluri); karena kandungannya adalah pelanggaran atas keharaman di dalam hak Allah, hak perempuan, hak keluarga perempuan atau suaminya; dan merusak tikar (kehormatan suami isteri), mencampur aduk keturunan, dan keburukan-keburukan lainnya. (Tafsir As-Sa’di, juz 1 halaman 457).

وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ [الأنعام/151]

“…dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, … (QS Al-An’am/6: 151)

Wabah dan penyakit akibat zina merajalela

Bila pelanggaran berupa zina telah merajalela di suatu masyarakat maka Allah akan menyebarkan wabah tha’un (wabah penyakit pes) dan penyakit-penyakit yang belum pernah diderita oleh orang-orang terdahulu sebelumnya.

Inilah hadits-haditsnya:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ

أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ (رواه ابن ماجه واللفظ له والبزار والبيهقي – صحيح الترغيب والترهيب – الألباني (ج 2 / ص 157)

1761 – ( صحيح لغيره )

Dari Abdullah bin Umar dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajah ke kami dan bersabda: “Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya; Tidaklah kekejian (mesum) menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un (wabah pes) dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan beri hujan. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.” (HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka ketetapan (adzab) Allah ‘Azza wa Jalla. (HR At-Thabrani, Al-Hakim dia berkata shahih sanadnya, dan Al-baihaqi, menuru Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1859 adalah hasan lighairihi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ قَطُّ إِلاَّ كَانَ الْقَتْلُ بَيْنَهُمْ وَلاَ ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْمَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللَّهُ عَنْهُمُ الْقَطْرَ ».

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Tidaklah suatu kaum merusak janji sama sekali kecuali akan ada pembunuhan di antara mereka. Dan tidaklah perzinaan nampak di suatu kaum kecuali Allah akan menguasakan kematian atas mereka, dan tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menahan hujan dari mereka. (HR Al-Hakim, ia berkata shahih atas syarat Muslim, dan riwayat Al-Baihaqi, menurut Al-Albani shahih lighairihi dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 2418).

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَفْشُ فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَيُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ

Dari Maimunah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama di antara mereka tidak bermunculan anak hasil zina, jika anak hasil zina telah bermunculan di antara mereka, maka dikawatirkan Allah akan menghukum mereka semua.” (HR Ahmad 25600 sanadnya hasan, menurut Al-Albani hasan lighairi dalam shahih At-Targhib wat-Tarhib no 2400).

Hartono  Ahmad Jaiz

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pertama-di-sumatera-pemkot-jambi-tutup-lokalisasi-pelacuran.htm/feed 0
Menggempur ISIS http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menggempur-isis.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menggempur-isis.htm#comments Fri, 10 Oct 2014 02:05:34 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85093 ISIS 2Oleh : Amri Fatmi*

Mari memahami munculnya ISIS jauh dari hiruk-pikuk media.

Gerakan ISIS tidak muncul dadakan dan tanpa sebab. Gerakan ini berkembang dipicu oleh banyak faktor. Seterusnya lingkungan sekitar menjadikannya subur dan berkembang dengan baik.

Layaknya dipahami, bahwa ISIS bukan lah semata gerakan kelompok bersenjata, tetapi mereka gerakan pemikiran yang berubah menjadi kelompok bersenjata kemudian berhasil merebut tank-tank dan menjatuhkan pesawat musuh. Mereka kemudian digambarkan (media barat) kejam dan bengis dari prilaku mereka, memancung dan memperbudak wanita.

Namun pertanyaan besar yang bisa menjawab teka-teki munculnya ISIS adalah : kenapa kelompok Islam seperti ini muncul di Irak dan Suriah? Kenapa ia berkembang dan berkuasa serta kuat saat ini?

Para analisi timur tengah mengetengahkan beberapa point penting dalam menjawab pertanyaan di atas. jawaban pertanyaan tersebut bisa menafsirkan teka-teki kelompok ISIS yang nampak bengis. Kolumnis islami terkenal Mesir Fahmi Huwaidy dalam “Tafkirun Akhar fil Irhab” (Shouruk 22 September 2014) dan “Qashafu al-Daulah, Baqiyat al-Fikrah” (Shouruk 27 September 2014) memaparkan analisis kemunculan ISIS dan perkebangannya. Anlisis ini didasarkan pada pemahaman sosio-politik sekitar Suriah dan Iraq. Di samping itu, perlakuan Barat dan kaki tangan Barat di Negara sekitar juga menjadi pengaruh kuat munculnya “wabah” ISIS.

Di Irak, selama pemerintahan Saddam Husein sampai saat ini, sukuisme dan fanatisme-lah yang menguasai Negara. Pembantaian dan penyiksaan terhadap lawan politik dan rakyat merajalela. Kezaliman yang dilakukan penguasa jelas melahirkan kebrutalan dan kekejaman selanjutnya dalam masyarakat. Munculnya ISIS bukanlah panorama bengis satu-satunya yang dikenal dikawasan itu. Tapi tak lain hanya penampakan dengan nama baru dari kelompok yang tidak memiliki kekuasaan poitik diakui dunia. Di irak, masa Sadam Husein, senjata kimia dipakai untuk membantai kaum Kurdi, memenggal kepala dan telinga mereka yang lari dari perang dengan Iran.

Dan di pihak penguasa Suriah, senjata kimia jelas telah dipakai untuk menggempur dan membasmi pemberontak di negara tersebut dengan korban banyak dan terus menerus tanpa pandang bulu. Nah, kalau muncul kelompok yang memperlakukan aksi yang sama di kawasan itu sebagai reaksi sebanding, sebenarnya tidak mengherankan. Bedanya, aksi pertama dilakukan oleh penguasa politik yang diakui dunia, sementara aksi kedua reaksi sebanding yang dilakukan kelompok kecil yang ingin memeiliki kekuasaan politik. Namun media massa menjelaskan pada kita seakan panorama kekejaman ISIS berbeda dari kebengisan penguasa kawasan itu. Kalau kita tidak tertipu, sebenarnya, Kedua-duanya sama saja.

Sepuluh tahun terakhir di Negara Irak, Ahlu Sunnah dimarginalkan dan menjadi korban otoriter penguasa Negara dan target kaum fanatic Syiah. Telah lama para Ulama Sunni meminta persamaan hak dan keluar dari kepungan zalim dengan membentuk front ulama Sunni dan berdemonstrasi damai. Namun semua itu tidak di gubris, bahkan dipandang sebelah mata. Drama kezaliman yang berkelanjutan ini-lah yang mendorong Ahlu Sunnah di Irak untuk menyokong perjuangan ISIS. Gerakan ISIS pun dengan mudah masuk dan berkembang di Irak di kalangan Ahlu Sunnah. Sokongan ini bukan berarti mereka sepakat dengan segala praktik gerakan ISIS, namun tak lain adalah sebagai jalan keluar menghadapi sikap kaum fanatic Syiah. Perwujudan reaksi terhadap penghinaan dan kezaliman yang mereka terima selama ini.

Menilik dari uraian di atas, mudah untuk disimpulkan secara logika bahwa ISIS adalah penjelmaan kekejaman penguasa Negara muslim dan politik Barat selama ini.

Selanjutnya kolumnis terkenal Saudi Arabia Dr. Khalid Ad-Dkhil dalam tulisan “Muraja’at Al-Wahhabiyah Taakharat Katsiran” (Al-Arabiyah 23 Sept 2014) mengetengahkan analisis mendasar dan historis sebagai akar pemikiran ISIS.

Menurutnya, latar belakang pemikiran ISIS yang menjadi pondasi gerakan tak terlepas dari pengaruh budaya kelompok Salafiyah Wahabiyah. Hal ini tercermin dengan mudah kala mereka mengkafirkan orang lain dan menuduh riddah terhadap sesama muslim. ISIS telah memakai dalil-dalil dan nash perkataan para syeikh-syeikh salafiyah di Jazirah Arab sebagai pembenaran parktik mereka. Perkataan syeikh-syeikh Salafiyah ini merupakan hujjah kuat dikalangan mereka dalam ” penerapan syariah” terhadap siapa yang dianggap musuh dan oposisi.

Kalau dipikirkan dengan tenang, sebenarnya gerakan apa saja yang punya basis pemikiran yang kuat dan membudaya di masyarakat jelas tidak akan mampu dibasmi dengan kekerasan. Apalagi dengan artiler imiliter. Kalaupun ia padam sejanak, ia akan muncul dengan nama dan jenis lain pada saat yang lain.

Pemberitaan media menggiring kita seolah membenarkan pesawat-pesawat Barat bebas membunuh di atas tanah Negara kaum muslimin. Aksi itu seolah legal karena kekejaman ISIS yang dipasarkan selama ini. Tapi bukankah itu termasuk kekejaman juga dan telah merobek kedaulatan Negara umat Islam sendiri. Kalau ISIS digambarkan sebagai musuh manusia, maka pesawat Barat sebenarnya pula musuh kedaulatan Negara.

Sebelum dianggap bahaya teroris dan kedaulatan Negara, bahaya ISIS sebenarnya adalah bahaya pemikiran, ide dan ajaran. Menghadapi ISIS dengan cara “memenggal kepala” mereka bukan dengan memenggal pikiran mereka adalah kurang tepat untuk meluruskan gerakan ini. Aksi militer yang dilancarkan saat ini justru akan menjadikan kawasan Arab semakin porak-poranda dan panas, justru menguntungkan Israel dan Imperialis Barat.

 

Mahasiswa program Doctor di Universitas Al-Azhar Kairo, bermukim di Kairo, Mesir

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menggempur-isis.htm/feed 0
Terimakasih Emilia, Anda Telah Menelanjangi Syiah http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/terimakasih-emilia-anda-telah-menelanjangi-syiah.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/terimakasih-emilia-anda-telah-menelanjangi-syiah.htm#comments Thu, 09 Oct 2014 02:55:19 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85048 emiliaOleh Hartono Ahmad Jaiz

Emilia Isteri Dedengkot Syiah Jalaluddin Rakhmat: Tuhan Kita Bukan Tuhannya Nabi Muhammad

Keyakinan sesat syiah yang ditulis di status Emilia Renita AZ -isteri Jalaluddin Rakhmat mirip keyakinan Raja kafir Namrudz di Babilonia ketika mengingkari Tuhannya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.

Diberitakan, jagat Facebook kembali dihebohkan dengan pernyataan dedengkot syiah Indonesia bahwa tuhan mereka tidak sama dengan tuhannya orang Muslim, (Bila itu benar akun FB bersangkutan) sebagaimana screenshoot status Emilia Renita AZ -isteri Jalaluddin Rakhmat- diposting secara viral di Facebook pada Selasa (7/10/2014).

Dalam statusnya, Sabtu (4/10), Emilia mengutip tokoh syiah Al-Gharawi yang mengatakan bahwa, “Tuhan kita (syiah) adalah tuhan yang menurunkan wahyu kepada Ali, sedangkan tuhan yang menurunkan wahyu kepada Muhammad maka bukan tuhan kita. Shollu ‘Ala Nabii……”

Raja Namrudz mengingkari Tuhannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

Dalam Islam, rujukan paling utama adalah Al-Qur’anul Kariim. Keyakinan yang mengingkari Tuhannya Nabi-nabi Allah telah ada sejak dahulu. Hingga keingkaran kaum belakangan disebut dalam Al-Qur’an sebagai menirukan orang-orang kafir sebelumnya. Contoh nyata dalam hal mengingkari Tuhannya Nabi adalah Raja Namrudz mengingkari Tuhannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Dalam Al-Qur’an ditegaskan:

 

{ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} [البقرة: 258]

  1. Apakah kamu tidak memperhatikan orang[163] yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS Al-Baqarah: 258).

[163] Yaitu Namrudz dari Babilonia.

Dalam kasus tulisan Emilia isteri dedengkot syiah Jalaluddin Rakhmat tersebut di atas, keingkaran dan kebencian terhadap Allah Ta’ala yang menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam dapat dianalisa bagai keingkaran dan kebencian Namrudz terhadap Tuhannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang ada dalam Al-Qur’an.

Memang dalam hal meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu, Al-Qur’an menegaskan dengan jelas bahkan dapat kita saksikan dalam kehidupan.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

{ وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31) } [التوبة: 30، 31]

  1. orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
  2. mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS At-Tauah: 30-31).

[639] Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Betapa jelasnya ayat tersebut. Dalam kasus Emilia mengusung keyakinan Syiah yang sangat sesat, di samping mirip dengan keingkaran yang dilakukan Namrudz, masih pula ada dua perkara penting yang sangat fatal kesesatannya. Pertama, meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Kedua, menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah.

Ketika Emilia mempublikasikan perkataan tokoh syiah Al-Gharawi yang mengatakan bahwa, “Tuhan kita (syiah) adalah tuhan yang menurunkan wahyu kepada Ali, sedangkan tuhan yang menurunkan wahyu kepada Muhammad maka bukan tuhan kita. Shollu ‘Ala Nabii……” itu sama dengan menirukan orang Yahudi dan Nasrani dalam QS At-Taubah ayat 31: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah… (QS At-Taubah: 31).

Dari kenyataan itu, Alhamdulillah, Umat Islam kali ini tanpa berpayah-payah menelisik sedalam-dalamnya tentang sesatnya syiah namun pihak syiah sendiri telah memakai baju kesesatan yang mencolok lagi nyata seperti itu. Maka bersyukurlah Umat Islam yang diberi hidayah untuk dapat merasakan manisnya iman seperti dalam hadits berikut ini.

صحيح مسلم (1/ 62)

عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا»

__________

 

[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]

[ ش (من رضي) قال صاحب التحرير رحمة الله معنى رضيت بالشيء قنعت به واكتفيت به ولم أطلب معه غيره فمعنى الحديث لم يطلب غير الله تعالى ولم يسع في غير طريق الإسلام ولم يسلك إلا ما يوافق شريعة محمد صلى الله عليه وسلم]

Hadist dari Abbas bin Abdil Mutthalib bahw dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Telah merasakan rasa iman orang yang ridho dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan dengan Muhammad sebagai Rasul. (HR Muslim no 56).

Makna hadits ini menurut Muhammad Fuad Abdul Baqi, (orang yang ridho itu) dia tidak mencari selain Allah Ta’ala (sebagai Tuhan), tidak berjalan pada selain jalan Islam, dan tidak menjalani kecuali yang sesuai dengan syariat Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Berarti yang tidak ridho dengan Allah sebagai Tuhannya… tidak ada lain hanyalah orang yang benci bahkan dendam terhadap Islam. Dendam Majusi terhadap Islam ternyata akhirnya mencuat pula di Indonesia.

Terimakasih Emilia, Anda telah menelanjangi sendiri kesesatan syiah bahkan dendam syiah terhadap Islam.

 

Jakarta, Kamis 15 Dzulhijjah 1435H/ 9 Oktober 2014

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/terimakasih-emilia-anda-telah-menelanjangi-syiah.htm/feed 0
Video Bukti Provokasi Polisi dalam Kasus Demo FPI http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/video-bukti-provokasi-polisi-dalam-kasus-demo-fpi.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/video-bukti-provokasi-polisi-dalam-kasus-demo-fpi.htm#comments Wed, 08 Oct 2014 01:37:41 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=84949 fpi 12
Video berikut akan membuktikan bahwa apa yang difitnahkan oleh media-media liberal yang mengatakan FPI biang rusuh adalah tidak benar.Dalam Video berikut ini bisa kita lihat, adanya “oknum” aparat yang dengan SENGAJA membuka pagar (gerbang) gedung DPRD DKI.

Sebelum gerbang itu dibuka, unjuk rasa masih terkendali, damai dan aman. Namun, setelah gerbang itu dibuka, terjadilah bentrok.

Timbul pertanyaan, pihak keamanan seandainya ingin MENGAMANKAN jalannya demo, mengapa mereka malah membuka pintu gerbang gedung DPRD?

Akibat dibukanya pintu gerbang ini secara SENGAJA, terjadi kontak fisik langsung antara aparat dengan pendemo. Hal inilah yang lalu memantik bentrok.

Seharusnya aparat tetap MENUTUP GERBANG, demi mencegah terjadinya bentrok. Namun sayang, aparat justru melakukan tindakan yang tidak profesional.

Pada menit berikutnya, terekam kamera seorang aparat yang sengaja melakukan PROVOKASI dengan melemparkan benda dari belakang barisan mereka (entah batu atau lainnya) ke arah demonstran.

Dua tindakan ini (Kesengajaan membuka pintu gerbang gedung DPRD dan pelemparan benda ke arah demonstran) adalah bentuk PROVOKASI NYATA.

Ingat, PROVOKATOR tidak melulu harus datang dari pihak pendemo. Bukan tidak mungkin provokator justru bisa menyelinap masuk ke dalam barisan pihak aparat keamanan.

Aparat harus berani BERTINDAK ADIL dan CERMAT. Jika fakta dan bukti telah mengarah ke “oknum” aparat yang melakukan provokasi, jangan segan untuk menyelidiki, menindak dan memberi hukuman. Mari tegakkan keadilan.

Terkait bentrok FPI dengan aparat yang terjadi pada Aksi Tolak Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama alias Zhong Wanzie Jum’at siang kemarin (3/10) di gedung DPRD DKI Jakarta, sangat disayangkan beberapa pihak.

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab turut prihatin dengan peristiwa ini. “Saya sampaikan dengan tulus KEPRIHATINAN yang mendalam atas jatuhnya korban dari Laskar FPI dan POLRI dalam Aksi Tolak AHOK. Semoga kedua belah pihak dirahmati dan diberkahi Allah SWT.” pesannya di laman facebooknya.Seperti biasa, peristiwa ini lalu akan dimanfaatkan oleh media-media liberal untuk “menghantam” FPI tanpa ada kroscek terlebih dahulu. FPI selalu akan diposisikan dan divonis sebagai “Terdakwa” tanpa pengadilan.

Sebagian masyarakat yang tidak tahu duduk permasalahannya lalu akan ikut-ikutan mengecam FPI. Mereka akan tergiring oleh opini dan pemberitaan yang dibuat oleh media-media liberal yang terbukti tidak pernah adil terhadap FPI.

(VIDEO BUKTI PROVOKASI POLISI)

SEJARAH & PROFIL LENGKAP FPI : :

Lincolin Arsyad

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/video-bukti-provokasi-polisi-dalam-kasus-demo-fpi.htm/feed 0
Belanda Hitam http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/belanda-hitam.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/belanda-hitam.htm#comments Tue, 07 Oct 2014 23:42:42 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=84934 belanda hitamOleh : Abdullah Muadz

Dalam setiap penjajahan selalu ada dari orang-orang bumi putera yang membantu dan melayani sang penjajah, termasuk di Indonesia. Tidak mungkin Belanda negara yang begitu kecil dan sedikit penduduknya bisa menjajah Indonesia ratusan tahun, tanpa bantuan pribumi. Termasuk pasukan Militernya seperti KNIL, banyak menggunakan orang-orang Indonesia sendiri yang menjadi anggotanya dan siap bertempur melawan saudaranya sendiri.

Pertanyaannya adalah mengapa bisa sampai sedemikian hebatnya sang penjajah menggunakan tenaga manusia yang berasal dari negara jajahannya sendiri.?

KNIL  Singkatan dari Koninklijk Nederlands Indische Leger  adalah tentara kerjaan Hindia Belanda yang melayani dan membantu Pemerintahan Hindia Belanda. Walaupun demikian banyak anggota-anggota nya bumi putra bukan orang-orang belanda. Tahun 1936 jumlah pribumi yang menjadi tentara KNIL mencapai 33 ribu orang atau sekitar 77%. Tentu tidak mudah begitu saja diterima sebagai tentara KNIL karena akan ditugaskan berperang melawan saudara sebangsanya sendiri. Karena itulah harus melalui proses cuci otak dan seleksi yang ketat, agar tidak terjadi senjata makan tuan.

Rupanya perkembangan zaman tidak membuat paradigma KNIL ini menjadi lapuk. Bahkan sekarang ini kita dapatkan orang berlomba-lomba untuk menjadi “Neo KNIL” dengan iming-iming materi, gengsi dan kehormatan, mereka yang hari ini mentalitasnya Budak Penjajah justru merasa bangga menjadi “Londo Ireng” (Belanda Hitam). Di Negeri yang budaya feodalis belum hilang seperti ini, atribut materi, pangkat, jabatan dan kedudukan menjadi supermasi. Jangan heran kalau para budak penjajah menempati kedudukan yang terhormat ditengah-tengah masyarakat feodal seperti ini.

Untuk itu marilah kita lihat seperti apa mentalitas Neo KNIL itu sekarang..:

  1. Inferior

Diantara mental seorang budak yang paling menonjol adalah mental Rendah Diri. Merasa tidak punya apa-apa, tidak bisa apa, tidak bisa berdiri dikaki sendiri, merasa belum siap untuk merdeka, hanya dengan bantuan majikan merasa bisa hidup. Maka penghormatan kepada majikan kaum imperialis sangat berlebihan semantara melihat bangsanya sendiri penuh dengan kehinaan.

Indikator yang paling mencolok adalah ketidak mampuan mereka melihat kejahatan majikan yang sedemikian jelasnya,  sehingga tidak bisa mengkritisi majikan, mungkin karena sudah banyak diberikan roti  dan keju. Sementara terhadap saudara sebangsanya sendiri sangat sinis, terutama kepada para pejuang yang ingin memerdekakan bangsa ini dari berbagai bentuk penjajahan.

Indikator lainnya adalah pembelaan kepada sang Majikan kaum Imprialis sangat berlebihan dan over acting seperti orang yang sedang mencari muka. Padahal roti dan keju yang diberikan oleh majikan adalaha hasil rampasan dari berbagai kekayaan Negara si Jongos tersebut. Tapi yang namanya sudah mental Budak tidak mau tahu, yang penting perut kenyang bantuan dari majikan.

Kita juga menyaksikan apabila si jongos ketemu dengan si Majikan bahasa tubuhnya tidak bisa disembunyikan, terlihat dengan jelas mental jongosnya, dengan membungkukkan badannya, sambil tangannya memegang bagian bawah dekat kemaluanya. Saat terjadi dialog maka satu kata yang haram keluar dari mulut si Jongos tadi adalah kata “Tidak”. Apa saja yang diinginkan oleh simajikan harus dijawab dengan “Inggiih”

  1. Shock Culture

Sifat Inferior membawa dampak seseorang menjadi sering norak atau katro. Melihat kemajuan material, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di kecuali harus ikut apa majikan kalau mau maju. Saat itulah otak menjadi beku, kreatifitas mandeg, yang ada Cuma copy paste, ikut, nurut, nunut, manut, ngekor, ngintil, jiplak, ngepek seperti kerbau yang Negara-negara imperialis semakin merasa tidak berdaya lagi. Seolah tidak ada pilihan lain sudah cicocor hidungnya, ditarik kemana saja mau ikut.

Menjadi tolak ukur kemajuan kalau dalam kesehariannya jika sudah bisa mengikuti pola dan gaya hidup barat. Juga menjadi naik status sosialnya jika bisa menyelenggarakan berbagai event, termasuk pesta perkawinan dan seremonial laiinya dengan “Gaya Londo”. Kalau perlu anak dijadikan obyek untuk meningkatkan status social orang tuanya melalui pesta pernikahan tersebut.

Belum lagi hari-hari yang dianggap besar, seperti tahun baru, valentine day, april mop dan pesta-pesta lainnya, maka berlomba-lombalah si Belanda  Hitam untuk memamerkan atraksi ke”Norak”annya dengan sangat PD nya.

Semakin norak lagi dengan bangganya memamerkan hasil fikirannya yang tidak lain Cuma hasil jiplakan punya majikannya, tetapi merasa hasil karyanya sendiri. Memang diantara ciri khas budak ialah tidak merasa bahwa dirinya sedang diperbudak. Dengan bangganya mengabdi pada majikan yang dianggap punya jasa besar terhadap dirinya.

  1. Komprador Volunteer

Ketika noraknya sudah sedemikian rupa, sampai ia siap menjadi tenaga sukarelawan untuk mempromosikan barang dagangan majikannya. Mulai dari gaya hidup, budaya, seni, makanan, minuman, pakaian, assesoris, symbol, lambing atribut dan sebagainya. Dengan media informasi yang dimiliki majikannya, menjadi laris manis dagangan yang dijualnya. Jadilah bangsa ini menjadi sangat konsumeris dan pengimpor besar barang-barang asing.

Rupiah terus anjlog terutama terhadap mata uang Negara-negara Imperialis. Ekonomi tidak stabil, inflasi semakin tinggi. Pengangguran semakin banyak. Produk asing semakin tidak terbendung, mulai dari teknologi tinggi sampai tusuk gigi. Negara ini   isinya 2/3 lautan tapi garam bisa import dan tidak merasa malu. Tempe tahu kecap makanan rakyat, tapi 80% kedelenya Impor.

Mereka-mereka yang berhasil mengimpor produk-produk asing terutama seni dan budaya, bisa bertengger di papan atas, seperti pahlawan lagaknya, karena berhasil mempekenalkan budaya asing ke tengah-tengah anak bangsa ini.

Sementara milyaran uang terus terkuras keluar, karena kesukaannya terhadap produk-produk asing. Sementara kerusakan moral akibat dari budaya Import tersebut sudah sedemikian besar, tidak bisa dihitung lagi dampak kerugiannya.

Diantara ciri seni dan budaya Negara-negara Imprialis adalah Kebebasan berekspresi kebinatangan atau mengumbar syahwat. Atas nama Hak Asasi dan

Kebebasan, ekspresi mereka tidak bisa dilarang. Karena nanti akan dituduh Anti HAM dan akan diadukan kemajikannya. Sekarang ini organisasi atau club-club yang menjadi kaki tangan Imprialis berada di papan atas. Dengan pongah, sombong serta bangganya mereka terus menjajakan barang dagangan milik majikannya ke tengah-tengah masyarakat pribumil.

Sementara mereka yang mempertahankan kedaulatan Negara, menjaga rupiah jangan sampai anjlog, menjaga budaya bangsa agar jangan sampai dirusak, mengingatkan anak bangsa agar mencintai produk dalam negeri, akan dicap sebagai orang yang menghalangi kebebasan berekpresi, tidak mengerti HAM dan sebagainya.

Ribuan orang pribumi tewas mereka akan seperti orang buta, gagu dan budge, tidak bisa bicara. Tetapi andai satu orang bule saja mati, maka geger dunia seperti kebakaran jenggot, media gempar, rame-rame si jongos Impralis itu juga ikut teriak-teriak, sambil menyalahkan saudaranya sendiri sesama pribumi.

  1. Raja Tega

Seorang tentara KNIL dilatih, dididik, serta dicuci otaknya agar siap berperang melawan pribumi atau saudaranya sendiri. Maka dimasukan resep PIL yang bernama “Si Raja Tega”. Dengan demikian dia tidak akan ragu-ragu lagi siap bertempur untuk mengganyang saudaranya sendiri. Orang belanda menyebut panggilan pribumi yang berani melawan dengan Istilah Extrimist.

Orang yang sudah otaknya tercuci maka dia tidak punya beban apapun ketika harus membantu majikan si Imperialis dalam memberangus para pejuang kemerdekaan. Roti dan keju yang telah membutakan hati si jongos tadi, sehingga tidak lagi terfikir bagaimana Negara yang semakin hancur lebur ini.

Sementara sekarang Neo KNIL sudah berada di zaman modern yang serba tehnologi. Bukan hanya cuci baju saja yang bisa pakai mesin otomatis, tetapi cuci otak juga sudah bisa secara otomatis.

Dengan sarana dan fasilitas pengumbar nafsu syahawat yang semakin mudah, murah dan dekat terjangkau, terjadilah proses cuci otak melalui “CANDUisasi” dengan “PIL Syahwat” yang semakin lama semakin tinggi dosisnya sampai dalam keadaan SAKAU yang terus menerus, tidak bisa dihentikan.

Dalam keadaan SAKAU yang terus menerus, maka setiap orang yang memberikan Pil Candu tersebut akan diangkat sebagai majikan, sebaliknya siapa saja yang mencoba menghentikan akan dianggap sebagai lawan. Disitulah proses cuci otak terjadi.

Hak Asasi diartikan kebebasan mengumbar Nafsu Syahwat, sementara melarangnya berarti menentang HAM, akan siap berhadapan dengan majikannya. Secara otomatis otak sudah tercuci, “kawan dan lawan” diukur siapa yang memberikan candu dan siapa yang melarang. Bagi yang memberi itu kawan dan yang melarang itu lawan. Dalam keadaan SAKAU pula orang bisa nekat yang penting bisa mendapatkan candu. Saat itulah seseorang bisa jadi raja tega karena sudah hilang akal sehatnya dan sudah putus urat malunya.

Seorang yang ingin mempertahankan kedaulatan negaranya, menjaga kehormatan dan harga diri bangsanya, mengajak untuk bisa berdiri sendiri, akan sangat bertentangan dengan keinginan Negara-negara Imperialis yang menjadi majikan Neo KNIL tersebut. Mereka menginginkan Negara jajahan terus berada dalam keadaan ketergantungan yang terus-menerus, sehingga mudah dikendalikan.

Saat itulah dua kepentingan bertemu. Si Majikan bagaimana bisa terus menjajah, si Neo KNIL  yang sudah SAKAU berkeinginan bagaimana roti dan keju plus candu syahawat tadi tidak boleh putus. Ketika Negara berdaulat, kehormatan dan harga diri terjaga disitulah nafsu liar yang akan merusak negara sangat dibatasi, sehingga si Jongos tadi merasa terancam kepentingannya.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/belanda-hitam.htm/feed 0