Eramuslim » Suara Pembaca http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Mon, 24 Nov 2014 10:35:39 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Anomali Penolakan Kenaikan BBM http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/anomali-penolakan-kenaikan-bbm.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/anomali-penolakan-kenaikan-bbm.htm#comments Sat, 22 Nov 2014 23:40:06 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87643 bbm1Oleh : Abu Nisa (Aktivis Gerakan Kontemporer Indonesia) 

Keputusan Kenaikan BBM pun telah bergulir. Reaksi terhadap kebijakan ini datang bertubi-tubi. Terutama dari kalangan mahasiswa. Alasan Jokowi sebagaimana disampaikan dalam pidatonya, langkah kebijakan ini diambil untuk mengalihkan subsidi konsumtif ke produktif. Terutama untuk membangun infrastruktur yang lebih tepat. Pendidikan dan kesehatan misalnya. Untuk mengantisipasi dan meningkatkan keberdayaan ekonomi masyarakat miskin, Jokowi menyiapkan beberapa paket. Kartu Sehat, Kartu Sejahtera dan Kartu Pintar disinyalir sebagai jalan keluar. Namun bukan pemerintah jika tidak penuh rekayasa. Implementasi kebijakan kenaikan BBM yang menuai protes dan kecaman pun dipenuhi oleh beragam operasi peredaman penolakan. Demi target bahwa suka atau tidak, setuju atau tidak rakyat harus menerima kebijakan dzalim ini. Apapun ditempuh oleh pemerintah demi lancarnya implementasi kebijakan menikam rakyat ini.

Sentra penolakan kebijakan ini di Indonesia nampaknya berada di Makassar dan Jakarta. Sementara kalangan aktifis berasumsi politis, jika gerakan penolakan masif terhadap kenaikan BBM menjadi “gayung bersambut”direspon oleh Jakarta. Maka ini akan menjadi momentum yang bisa memantik. Bukan hanya untuk menghentikan kebijakan ini. Melainkan bisa menjadi proses antara tumbangnya rezim antek aseng dan asing.

Namun sayangnya semua elemen masyarakat tidak sama memandang kebijakan yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat ini. Ormas-ormas Islam misalnya seperti dibuatkan PR masing-masing.

FPI cs dihadapkan dengan Mukernas ABI (Ahlul Bait Indonesia) yang dibuka oleh Menag RI dan masalah Ahok.

Parpol-parpol disibukkan dengan friksi koalisi untuk bagi-bagi posisi di dewan.

Buruh yang selalu berada di pentas jalanan melakukan penolakan. Dibungkam oleh koordinator aksi massanya selama ini PDI-P. Jika dulu pernah kita dengar Bambang DH mantan Walikota Surabaya politisi PDI-P memimpin aksi turun jalan puluhan ribu buruh menolak kebijakan ini. Saat ini sebaliknya, dengan munculnya Jokowi yang diusung oleh PDI-P beserta koalisinya tidak bergeming. Sekalipun sikap itu bertolak belakang dengan Buku Putih Perjuangan PDI-P sendiri. Belakangan kemudian muncul interpelasi di DPR RI mempertanyakan kebijakan ini.

Di Makassar Sulawesi Selatan, pasca bentrok antara warga dengan mahasiswa depan Universitas Hasanuddin beberapa hari yang lalu menyisakan pertanyaan besar. Opini media berhasil mengkonstruksi asumsi bahwa bentrokan terjadi antara mahasiswa dan warga yang dirugikan oleh kemacetan jalan berjam-jam lamanya. Esok harinya beberapa kampus negeri dan swasta di Makassar diliburkan oleh masing-masing Rektor/Ketua Perguruan Tingginya. Tidak jelas alasan sebenarnya kenapa diliburkan. Tetapi bagi orang yang bernalar normal cukup memahami bahwa aroma peredaman penolakan kebijakan kenaikan BBM cukup kental dan efektif. Terdengar kabar burung beberapa pentolan mahasiswa di beberapa malam yang lalu mendapatkan sejumlah tips sebagai uang saku batalnya demo BBM. Hanya terdengar 1 ormas yang masih komit dan konsiten. Cuman seperti pepatah “Anjing Menggogong Kabilah Tetap Berlalu”. Sejauh protes itu disampaikan sebatas wacana saja maka dalam pandangan penguasa sah-sah saja. Penguasa menganggap perbedaan pandangan dalam koridor Demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Tidak masalah sekeras apapun yang disampaikan tetapi tidak menjadi “political pressure” maka dianggap tidak berbahaya.

Alhasil penolakan kebijakan BBM menjadi sebuah gambaran begitu sporadisnya umat Islam sebagai entitas mayoritas bangsa di negeri ini.  Untuk menyikapi dan merumuskan agenda perjuangan bersama menyangkut persoalan keumatan.

Wallahu a’lam bis showab.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/anomali-penolakan-kenaikan-bbm.htm/feed 0
Utang Luar Negeri dan Neokolonialisme http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/utang-luar-negeri-dan-neokolonialisme.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/utang-luar-negeri-dan-neokolonialisme.htm#comments Fri, 21 Nov 2014 00:54:54 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87555 hutangOleh Edy Mulyadi*

 

Dua hari silam (18/11) Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir triwulan III 2014 kembali naik sebesar US$6,1 miliar. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II 2014‎ tercatat sebesar US$286,2 miliar. Bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, posisi ULN melonjak US$29,4 miliar.

Dengan kurs Rp 12.146/US$, jumlah peningkatan utang yang US$6,1 miliar ini setara dengan Rp 74 triliun. Artinya, sampai akhir triwulan III, total ULN kita tercatat US$292,3 miliar. Jika dihitung dengan kurs yang sama, jumlah itu senilai lebih dari Rp3.550 triliun. Sungguh jumlah yang superjumbo!

Angka-angka tersebut adalah utang yang dibuat pada periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bagaimana kira-kira protret utang Indonesia ke depan di bawah Presiden Jokowi?

Melihat rekam jejak Jokowi ketika memimpin Jakarta, sepertinya jumlah utang itu akan terus membengkak. Bayangkan, hanya dalam tempo dua tahun saja, utang luar negeri provinsi DKI Jakarta sudah mencapai Rp35 triliun. Dana asing itu digunakan untuk membiayai berbagai megaproyek di Jakarta.

Jumlah tersebut tidak termasuk rencana utang baru sebesar 3,4 triliun yen untuk Rencana Induk Metropolitan Priority Area (MPA) hingga 2020. yang bersumber dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dikemas dengan Public Private Partnership (PPP).

Kurangi utang luar negeri

Mengapa setiap rezim yang berkuasa di negeri ini punya hobi sama? Mereka sangat bernafsu menjaring sebanyak-banyaknya utang. Hanya ada dua Presiden yang tidak membuat utang baru. Mereka bahkan mengurangi jumlah utang yang ada. Pertama, Presiden Habibie, yang menurunkan ULN Indonesia US$3 millar hingga menjadi US$148. Yang kedua, Presiden Gus Dur, ULN anjlok US$9 miliar, menjadi US$139 miliar.

Kebijakan Presiden Gus Dur yang mengurangi ULN dalam jumlah cukup berarti itu tidak lepas dari peran Menko Perekonomian Rizal Ramli. Buat ekonom lulusan Boston University ini, utang luar negeri bukan menjadi satu-satunya sumber pendanaan bagi pembangunan. Sebaliknya, dia justru melihat ULN, apalagi dalam jumlah besar, adalah pintu masuk bagi neoliberalisme yang berujung pada neokolonialisme.

Paling tidak, begitulah wejangan Soekarno bagi bangsa ini sejak awal kemerdekaan. Presiden pertama tersebut mengingatkan bahwa setelah proklamasi 17 Agustus 1945, para kolonialis tidak akan berhenti kembali untuk menjajah. Namun kelak mereka tidak datang dengan gubernur jenderal, tentara, dan perlengkapan perang lain. Mereka akan datang dengan berbagai utang berkedok bantuan ekonomi.

Soekarno benar. Fakta menunjukkan negara-negara yang berutang, apalagi dalam jumlah besar, justru tidak pernah berhasil menyejahterakan rakyatnya. Mereka akhirnya terjebak pada perangkap utang atau debt trap. Setiap tahun negara-negara itu harus mengalokasikan anggaran sangat besar untuk membayar utang-utang tadi. Jumlah utang baru yang ditarik selalu lebih kecil dibandingkan cicilan pokok dan bunga utang yang dibayar.

Banyak sumber dana lokal

Rizal Ramli juga sekaligus membantah ‘dogma’ yang mengatakan, bahwa membangun hanya bisa dilakukan dengan utang. Para penganut paham ini berpendapat, utang sangat dibutuhkan karena sumber dana di dalam negeri sangat terbatas.

Menurut dia, sejatinya masih teramat banyak sumber pendanaan di dalam negeri yang bisa memperluas ruang fiskal. Hanya dengan melakukan efisisensi dan realokasi pos-pos anggaran, maka dana dalam jumlah ratusan triliun rupiah bisa diperoleh. Penghematan itu antara lain melalui pemangkasan biaya perjalanan dinas. Dari sini bisa dihemat anggaran sampai Rp25 triliun.

Cara lain, mengurangi belanja modal pemerintah dengan menghentikan pembangunan gedung-gedung kantor dan pembelian mobil-mobil dinas. Sebagai gantinya, pemerintah bisa menyewa ruang perkantoran dan mebeli-sewa (leasing) kendaraan dinas. Dengan cara ini bisa dihemat anggaran hingga Rp200 triliun.

Pemerintah juga bisa memperoleh dana besar dari perbaikan sisi hulu bahan bakar minyak (BBM). Caranya, berantas mafia migas yang selama ini merugikan negara sekitar US$1 miliar dolar/tahun. Bangun kilang minyak 3×200.000 barel yang bisa menghemat pengadaan BBM di dalam negeri dari impor, transportasi, asuransi, keuntungan para broker, pajak-pajak di Singapura dan lainnya sampai 50%.

Masih dari sisi BBM, pemerintah juga disarankan membagi dua jenis BBM, satu BBM Rakyat dengan RON 83 dan BBM Super RON 92-94. Prinsip pembagian dua jenis BBM adalah subsidi silang. Dari sini bukan saja pemerintah terbebas dari penganggaran subsidi BBM yang sering dijadikan alasan menaikkan harga BBM, tapi sekaligus memperoleh pemasukan sekitar Rp130 triliun/tahun.

Sumber pendanaan lain yang selama ini terabaikan adalah revaluasi aset-aset BUMN. Rizal Ramli pernah memperbaiki kondisi keuangan PLN, tanpa menyuntikan sepesrr pun sebagai modal tambahan. Caranya, dia melakukan revaluasi aset PLN tahun 2000-2001. Sebeljumnya, aset PLN hanya Rp52 triliun dan modalnya minus Rp9 tirliun. Hasilnya, asset PLN melambung jadi Rp202 triliun dan modalnya melonjak jadi Rp119,4 triliun.

Saat ini jumlah asset BUMN diperkirakan sekitar Rp4.500 triliun. Lewat revaluasi, maka nilainya akan naik 3 kali lipat, menjadi sekitar Rp13.500 triliun. Jika Rp5.000 triliun di antaranya disuntikkan ke dalam modal, maka BUMN kita akan bisa mendapatkan modal kerja lebih dari Rp10.000 triliun.

Dengan dana Rp10.000 triliun, banyak sekali yang bisa dilakukan. Akan banyak proyek infrastrukur yang bisa digarap, serta percepatan sektor pertanian dan Industri. Pada saat yang sama, akan menciptakan ratusan ribu bahkan jutaan lapangan kerja baru. Belum lagi dampak sampingan (multiplier effects) yang terjadi saat proyek-proyek infrastruktur itu dikerjakan berupa hidupnya perekonomian di sekitar proyek. Terakhir, berbagai proyek infrastruktur itu akan mempercepat pembangunan ekonomi yang pada ujung-ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Buat Rizal Ramli, kunci dari semua solusi tersebut adalah, pemerintah jangan malas berpikir. Pemerintah harus mau berpikir kreatif, out of box. Banyak kebijakan terobosan yang bisa ditempuh untuk menyejahterakan kehidupan rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar dan disegani.

Prinsip yang dipegangnya teguh adalah semua masalah ada solusinya selama ada keberanian, memahami akar masalah, dan bersih dari permainan kepentingan.

Sikap dan garis kebijakan yang menyempal dari mainstream seperti yang digariskan mazhab neolib inilah yang membuat Rizal Ramli tidak disukai IMF dan Bank Dunia. Mereka juga menggunakan media massa yang terus memompakan opini sesat dan menyesatkan.

Korban pembentukan opini sesat itu bukan hanya rakyat, tapi juga para birokrat, termasuk presiden. Akibatnya, kebijakan yang mereka buat selalu cenderung sejalan dengan neoliberalisme yang tidak akan pernah memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan kesejateraan rakyat. (*)

 

Jakarta, 20 November 2014

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/utang-luar-negeri-dan-neokolonialisme.htm/feed 0
Ketika Istana Jadi Pusat Sasaran Protes Umat Islam http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketika-istana-jadi-pusat-sasaran-protes-umat-islam.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketika-istana-jadi-pusat-sasaran-protes-umat-islam.htm#comments Wed, 19 Nov 2014 11:44:24 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87496 jokowiSetidaknya ada 8 kelompok pendemo yang memusatkan protesnya ke depan istana Negara, Jakarta, Rabu 19 Nov 2014, menurut keterangan polisi dalam jadwalnya.

Kenapa mereka berdemo ke istana? Di antaranya karena Ahok seorang kafir menurut penilaian mayoritas penduduk Muslim Jakarta telah ditolak untuk diangkat jadi gubernur DKI Jakarta, namun justru dilantik di istana negara. Maka Umat Islam memprotesnya, lantaran bukan hanya kekafirannya yang secara Islam haram memimpin Umat Islam, namun juga telah terbukti banyak menyakiti Umat Islam dan berkata-kata yang tidak patut sebagai pejabat. Dan itu menurut seorang senator DPD DPR RI adalah pelanggaran yang dapat mengakibatkan dilengserkannya Ahok dari jabatanya. Tapi kenyataannya justru dilantik di istana walau selama ini mendapatkan protes keras dari anggota DPRD dan Umat Islam.

Sebagaimana telah diberitakan, Senator Dailami: Ahok Bisa Dilengserkan Karena Telah Melanggar Pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004

Pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004 mewajibkan kepala daerah menjaga etika dan norma dalam menyelenggarakan pemerintahan, terutama dalam bertutur kata.

Senator DPD RI dari DKI Jakarta Dailami Firdaus berpendapat, secara legal formal Ahok bisa dilengserkan karena telah melanggar pasal 27 huruf H UU No 32 Tahun 2004 yang mewajibkan kepala daerah menjaga etika dan norma dalam menyelenggarakan pemerintahan, terutama dalam bertutur kata. “Saya kira sudah cukup kuat alasan untuk melengserkan Ahok dari kepemimpinannya di Jakarta,” tegas Dailami. (By nahimunkar.com on 13 November 2014)

http://www.nahimunkar.com/senator-dailami-ahok-bisa-dilengserkan-karena-telah-melanggar-pasal-27-huruf-h-uu-32

Demo di istana yang lainnya adalah menyangkut penolakan kenaikan harga BBM. Bahkan dari pihak mahasiswa dikabarkan, mereka akan mengepung istana Negara untuk menuntut Jokowi mundur. Hanya saja polisi belum mengungkapkan masalah ini. Dan masih ada demo-demo di istana mengenai masalah lain lagi.

Kenyataan kini, Istana sebagai pusat protes masyarakat, bagaimanapun merupakan cerminan kekecewaan dan mungkin kemarahan masyarakat. Bila pihak keamanan berlaku keras terhadap para pemrotes, barangkali lafal keamanan nantinya oleh sebagian masyarakat hanya bermakna untuk penguasa. Padahal suara-suara di masyarakat belakangan ini, penguasa sering disindir sebagai antek asing dan aseng. Boleh jadi pihak keamanan akan dinilai sebagai anteknya antek asing dan aseng, bila memang yang dilakukan hanya untuk kepentingan mereka, bukan kepentingan masyarakat. Padahal sejatinya mereka digaji justru duitnya dari masyarakat. Seharusnya mereka malu bila justru masyarakat dijadikan korban oleh asing dan aseng, antek-enteknya, dan pula pihak anteknya antek asing dan aseng.

Melantik orang kafir untuk memimpin penduduk mayoritas Islam bagai menyuguhi daging babi

Perlu disadari duduk soalnya. Umat Islam menolak dilantikknya Ahok yang kafir sebagai gubernur DKI Jakarta yang penduduknya mayortas muslim. Itu masalahnya, pihak yang tetap melantik Ahok yang kafir untuk memimpin DKI Jakarta yang mayoritas penduduknya Muslim itu ibarat memberi makan kepada orang Islam berupa daging babi yang jelas haram bagi orang Islam. Misalkan saja orang Islam dalam penjara, lalu pihak penjara memberi makan kepada penghuni penjara yang muslim itu berupa daging babi, tentu akan terjadi protes keras! Bila tetap nekad dan ngotot memberi makan berupa daging babi, maka dapat dilaporkan dan diadili sebagai melanggar hak asasi. Nah, melantik orang kafir sebagai gubernur di Jakarta yang mayoritas Muslim itu ibarat menjejali daging babi ke mulut penghuni penjara yang muslim. Apakah tidak boleh diprotes?

Di situ ada dua pelanggaran, pertama membuang keyakinan terhadap kitab suci Al-Quran yang telah mengharamkannya (orang Musim haram dipimpin orang kafir, atau orang muslim haram makan daging babi). Dan kedua, melanggar konstitusi yang menjamin keyakinan agama untuk diyakini. Padahal Islam adalah agama resmi diakui di negeri ini.

Terhadap prilaku mendustakan ayat Allah dan bahkan memihak kepada yang tidak sesuai dengan ayat, telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١٧٦﴾

  1. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS Al-A’raf: 176)

Allah Ta’ala telah menjelaskan, sehingga Umat Islam perlu sekali mengambil pelajaran. Bagaimana agar dapat bersikap dengan benar. Apabila umat Islam memang benar-benar memperjuangkan agama Allah, dan berjuang untuk jalan Allah, maka pasti Allah akan menolong dan bahkan Allah menunjuki jalan-jalan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ ﴿٧﴾

  1. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(QS Muhammad/47: 7).

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾

  1. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(QS Al’Ankabut/29: 69).

Pembelaan dari Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam terhada Umat Islam yang dizalimi pun cukup jelas. Sebagaimana dapat dibaca dalam hadits.

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

 

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

 

H Ahmad

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/ketika-istana-jadi-pusat-sasaran-protes-umat-islam.htm/feed 0
Beda Jokowi Beda Habibie http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beda-jokowi-beda-habibie.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beda-jokowi-beda-habibie.htm#comments Wed, 19 Nov 2014 03:56:43 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87463 hab jokSiapa yang gembar-gembor pro rakyat, partainya wong cilik dan tebar janji-janji manis?

Jokowi yang baru dilantik jadi Presiden 20 Oktober 2014 lalu, namun tidak sampai sebulan, Jokowi langsung menaikkan harga BBM sebesar Rp 2.000. Sehingga premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500. Berlaku mulai 18 November 2014, kata Jokowi. Maka tak mengherankan, langsung beredar apa yang disebut salam gigit jari untuk Jokowi lewat internet oleh para netizen.

“Kenaikan BBM dilakukan pemerintah. Namun resikonya bukan mereka yang menanggung. “Resiko ditanggung rakyat.. Koyok ngene iki pilihanmu?? Seng jarene pro-rakyat,” ujar seorang netizen.

Masyarakat pun masih was-was dan khawatir pula. Kemungkinan kenaikan BBM bukan hanya sekali. Apalagi kalau Jokowi manut miturut dan meniru Megawati sebagai pengusungnya yang telah memberi contoh, hanya berkuasa 3 tahun saja Megawati telah menaikkan harga BBM 2 kali. Bahkan tercatat sejarah hitam lebih dari itu: Era Pemerintahan Megawati selama 3 tahun, Negeri ini kehilangan 13 BUMN strategis akibat kebijakan Privatisasi dan Divestasi. Obligor BLBI kemudian diberi status “Release & Discharge” dibebaskan dari aspek hukum dan kembali bermain dengan leluasa menjadi konglomerat kembali. (lihat Jokowi mau tebus kesalahan Megawati selama 3 tahun memerintah, Ibnu Dawam Aziz | 02 April 2014 | 23:37, http://politik.kompasiana.com/).

Coba kita bandingkan, Presiden Burhanuddin Joesoef Habibie selama 18 bulan menjadi presiden atau terhitung sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.

Siapa yang gembar-gembor pro rakyat dan tebar janji-janji manis?

Sejarah “hitam” pun mulai terukir.

Inilah di antara sejarah masalah kenaikan harga BBM.

***

Sejarah Panjang Kenaikan Harga BBM dari Soeharto hingga Jokowi

Presiden Joko Widodo baru saja mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tidak satu dua kali rakyat Indonesia menerima kebijakan kenaikan harga BBM. Hampir di setiap rezim pemerintahan, rakyat selalu dihadapkan pada kebijakan kenaikan harga BBM

Hampir setiap presiden pernah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Dari tujuh orang presiden RI, hanya Habibie yang tidak pernah menaikkan harga BBM. Wajar saja mengingat masa kepemimpinan Habibie hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan duduk menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi Rp 550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan harga BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei 1998.

Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada catatan kenaikan harga BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.

Memasuki medio 2000 tepatnya April 2000 atau di masa-masa awal kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, harga BBM diturunkan menjadi Rp 600 per liter. Tidak berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM dinaikkan menjadi Rp 1.150 per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.450 per liter.

Ketika menjadi presiden Indonesia kelima, putri Bung Karno yakni Megawati Soekarnoputri juga mengambil kebijakan serupa. Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp 1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter di awal Januari 2003.

Selama dua periode kepemimpinannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat tiga kali menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga bensin. SBY menaikkan harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008.

 

Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM menjadi Rp 5.500 per liter. Harga BBM kembali turun menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter pada 15 Januari 2009.

Setahun jelang lengser, pemerintahan SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.500 per liter. Tepatnya pada 21 Juni 2013. SBY sudah beberapa kali menjelaskan alasannya mengambil kebijakan yang tidak populis ini. Salah satunya karena tidak ingin membebani presiden periode berikutnya.

{content-split}

Langkah yang diambil Presiden SBY ternyata tidak menjamin beban pemerintahan Joko Widodo berkurang. Pemerintahan Jokowi-JK tersandera anggaran negara yang tak sehat karena tingginya alokasi anggaran subsidi BBM. Jokowi pun mengambil kebijakan sama seperti pendahulu-pendahulunya. Kebijakan nonpopulis, menaikkan harga BBM. Padahal, umur pemerintahannya belum genap satu bulan berjalan.

Semalam, Senin (17/11), Jokowi menaikkan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter. Mulai hari ini, Selasa (18/11), harga Premium naik dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Harga Solar juga naik dari semula Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500 per liter.

merdeka.com. / id.berita.yahoo.com

***

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

 

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

 

(nahimunkar.com)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/beda-jokowi-beda-habibie.htm/feed 0
Mengulik Kristenisasi http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mengulik-kristenisasi.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mengulik-kristenisasi.htm#comments Mon, 17 Nov 2014 01:45:18 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87331 salibOleh : Abu Azizah  <azizahazmin@gmail.com>

Kasus kristenisasi yang membonceng Car Free Day di Jakarta dan di solo memaksa saya untuk kembali membuka dunia kristologi yang sudah lama saya tinggalkan. Saya lebih memilih mempelajari zionisme dan perang pemikiran lain yang lebih menantang ketimbang kristenisasi yang cenderung berpola sama. Hampir pasti coraknya adalah Musang Berbulu Domba. Bahkan lebih ekstrem lagi apa yang ditunjukan oleh Saksi Yehowa pada Car Free Day di solo.

Kasus pertama yg membuat saya memutuskan mempelajari kristologi adalah murtadnya 1 keluarga di kampung saya akibat ketidakmampuan mengobati kanker yang bersemayam di perut anak bungsunya. Puncak dari kasus kristenisasi paling ekstrem yg saya ikuti adalah diculiknya Yopi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung oleh salah satu mahasiswa Kristen di fakultas yang sama.

Tak ada larangan menyebarkan agama. Agama apapun itu. Bahkan menyebarkan agama merupakan aktifitas mulia yang akan mendapatkan ganjaran pahala dari Tuhan. Namun permasalahannya akan berbeda ketika aktifitas itu dilakukan dengan cara-cara di luar norma kepatutan bahkan cenderung menyimpang dan atau dengan cara-cara kotor.

Dalam Kristen sendiri, amanat agung kristenisasi tertuang dalam Matius 28:19 yang berbunyi: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Tidak ada yg salah dengan ayat di atas. Yang salah adalah cara yang ditempuh. Sayangnya Alkitab dalam hal ini Perjanjian Baru justru memberikan rangsangan yang kurang baik dalam melakukan penyebaran Kristen. Beberapa ayat justru memberikan lampu hijau penyebaran Kristen dengan cara-cara kotor.

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16). Ayat ini jelas memberikan peluang besar bagi umat Kristen untuk melakukan berbagai tindak kecurangan dalam penyebaran agama. Dalam Kristen ular merupakan hewan paling cerdik yang telah memperdaya istri Adam yakni Hawa sehingga ia memakan buah pohon pengetahuan yang menyebabkan ia dan suaminya Adam terusir dari taman eden. Kisahnya dapat dibaca pada Kitab Kejadian 3:1-23.

Ayat di atas menjadi pendorong para gembala Yesus merelakan sebagian hartanya, waktunya, pemikirannya untuk melaksanakan ayat ini. Mereka berani ‘blusukan’ ke daerah-daerah terpencil dengan membawa sembako dan beberapa kebutuhan mendasar masyarakat daerah tujuan untuk diberikan secara cuma-cuma. Atau mereka berani menghabiskan jutaan rupiah untuk menanggung biaya pengobatan, pendidikan, dan biaya-biaya vital lain dengan konvensasi tentunya.

Di ayat lain, Paulus tak ketinggalan memberikan metode yang kurang baik dalam melakukan penginjilan. “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7). Nampak jelas di ayat ini. Bahwa berdusta untuk kebenaran Allah boleh-boleh saja. Dengan catatan bahwa dusta yang dilakukan hanya untuk kemulyaan Allah. Maka tak heran muncul oknum yang mengaku sebagai mantan muslim dari pesantren lalu bersaksi bagaimana ia murtad dan memilih Yesus sebagai juru selamat. Walau kadang kesaksiannya terlihat absurd dan menggelikan. Atau oknum yang berpura-pura baik atau bahkan berpura-pura masuk islam untuk dapat menikahi putri seorang muslim. Setelah punya momongan atau pada momen-momen penting si oknum menampakan aslinya. Inilah yang terjadi pada Asmirandah.

Lebih rinci, 1 Korintus 9:19-22 menjabarkan teknik lain. Kalau boleh saya menyebutnya Teknik Bunglon. “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Ayat di atas secara gambling memberi keleluasaan bagi para penginjil untuk berpura-pura dan hidup seperti bunglon. Asalkan bisa memenangkan sebanyak mungkin orang. Inilah yang menjadi dasar para tokoh Kristen amat memuji dan dekat dengan para tokoh Islam Liberal. Lihat saja bagaimana mereka memuji dan mendewakan Gus Dur. Gus Dur begitu dielu-elukan pada saat berpidato di hadapan puluhan ribu umat Kristen yang bersatu menolak RUU Sisdiknas waktu itu. Intinya, tidak masalah melakukan apapun kebiasaan umat lain asal bisa memenangkan mereka. Ya itulah setidaknya yang dilakukan seorang teman Kristen saya waktu kuliah yang berpura-pura puasa pada bulan ramadhan.

Memang beroleh selamat dalam Kristen itu amat sangat mudah. Tak perlu bertele-tele dengan segala macam tetek bengek ritual. Cukup melakukan apa yang Paulus ajarankan. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9)

Sayangnya apa yang dibawa Yesus bukan untuk semua bangsa seperti apa yang ada pada Matius 28:19 di atas. Di tempat lain Yesus dengan jelas mengabarkan bahwa apa yang dia bawa hanyalah untuk gembala yang hilang dari orang-orang yahudi. “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius (10:5-6).

Bahkan lebih ekstrem, Yesus sampai harus berlaku rasialis untuk mempertegas bahwa dia bukan untuk umat di luar Israel. “Jawab Yesus: ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.’ Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’” (Matius 15:24-26). Meski dengan cara menyembah sekalipun, tetap saja apa yang Yesus bawa tidak diperuntukan untuk umat di luar Israel. Dan jangan memaksa kalau tidak ingin seperti anjing.

Dalam sebuah percakapan dengan Petrus yang dicatat Matius 19:28, terungkap bahwa yang akan dihakimi kelak di hari pembalasan hanyalah kedua belas Suku Israel saja. Di luar itu bersiap-siap saja untuk terlantar dan terkatung-katung selamanya di hari penghakiman. Sebab memang Yesus bukan untuk umat di luar Israel. “Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.’

Jadi sebenarnya kristenisasi yang dilakukan oleh mereka di luar umat Israel hanyalah kesia-siaan saja. Usaha mereka tidak akan pernah dihargai oleh Yesus. Bahkan Yesus akan memandang mereka tidak lebih mulia dari ANJING.

Akan lebih baik mengikuti tokoh yang maksud oleh Yohanes Pembaptis berikut ini: “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Matius (3:11). Teman-teman Kristen berkesimpulan bahwa tokoh tersebut adalah Yesus. Namun Yohanes Pembaptis berani membaptis Yesus. Dan sampai saat ini pembaptisan dalam Kristen masih menggunakan air sebagaimana Yesus membaptis juga dengan air.

Di ayat lain, Yesus mengabarkan tokoh yang saya maksud. “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yohanes 16:7). Tokoh ini oleh teman Kristen disimpulkan sebagai Roh Kudus. Namun bukankha Roh Kudus itu bagian dari Trinitas dan merupakan manunggal dengan Yesus? Dan Roh Kudus sudah ada dan turun ke bumi jauh sebelum Yesus dan Yohanes Pembaptis lahir. Lihat Lukas 1:8-16.

Jadi jelas tokoh tersebut bukanlah Yesus atau Roh Kudus. Tapi tokoh lain yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, membaptis dengan Roh Kudus dan api, datang setelah Yesus meninggal.

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mengulik-kristenisasi.htm/feed 0
Menolak Syariat Islam adalah Sebuah Kebodohan http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menolak-syariat-islam-adalah-sebuah-kebodohan.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menolak-syariat-islam-adalah-sebuah-kebodohan.htm#comments Fri, 14 Nov 2014 01:40:59 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=87226 lambang islamKita patut perihatin ketika ada salah seorang yang mengaku sebagai bagian dari kaum muslimin berkata bahwa “hukum agama harus tunduk pada hukum konstitusi”. Padahal sama-sama kita ketahui, yang akan menyelamatkan kita dari siksa api neraka bukanlah tunduk pada hukum ataupun undang-undang konstitusi, melainkan tunduk dan patuh terhadap hukum ataupun undang-undang Allah Ta’ala. Karena yang menciptakan kita bukanlah mereka yang membuat hukum konstitusi, tapi yang menciptakan kita adalah pencipta alam semesta dan isinya, termasuk kita di dalamnya, yakni Allah Ta’ala. Dia-lah yang maha besar, maha segalanya, ketundukan padanya menjadi hal yang utama dibanding dengan ketundukan terhadap apapun di dunia ini.

Maka, orang yang berkata bahwa hukum konstitusi itu lebih tinggi kedudukannya dibanding dengan hukum Allah Ta’ala, bisa jadi dia adalah orang yang buta mata hatinya. Orang seperti ini, adalah orang yang hendak menipu kaum muslimin, seakan-akan dia adalah bagian dari kaum muslimin, tapi hatinya, berada bersama-sama dengan golongan kaum kafir.

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

(Al-Baqarah :8-9)

Sungguh hari ini kita bisa melihat, pemuda-pemuda yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan hari akhir, namun dengan lancangnya, mereka mempermainkan Allah. Mereka melukai perasaan kaum muslimin dengan lisan dan tulisannya, mereka menuliskan “TUHAN MEMBUSUK”, padahal mereka dididik di salah satu perguruan tinggi islam. tak sepantasnya, tulisan itu beredar dan dibuat oleh sekelompok pemuda yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah Ta’ala. Karena apa yang dilakukan oleh sekelompok pemuda tersebut lebih pantas dilakukan oleh binatang yang tak memiliki akal dan pikiran yang sehat.

Mereka menghina segala konsep kehidupan yang ada pada islam, mulai dari masalah politik, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Mereka menilai bahwa syariat islam adalah syariat yang kuno dan sudah usang, tak pantas diimplementasikan dimasa modern seperti saat ini. Karena menurut mereka undang-undang yang pantas diterapkan pada hari ini diseluruh negeri adalah undang-undang dari Eropa.

Kepada mereka yang berkata demikian, saya ingin mengakatan kepada mereka dengan pernyataan dari Dokter Iziku Ansaba Tuhain, salah seorang cendikiawan perundang-undangan yang berkata(1 “Sesungguhnya islam berjalan sesuai dengan kebutuhan yang jelas, sehingga islam mampu berkembang tanpa menggali kehancuran pada tengah-tengah abad dan dia tetap menjaga kesempurnaan kekuatan, kehidupan, dan kesesuaian. Maka Dia-lah yang memberi ketetapan syariat yang paling kokoh kepada dunia. Syariatnya berada di atas undang-undang bangsa Eropa”

Mobedzan, seorang ahli hukum berkebangsaan persia pernah berkata(2 “Kerajaan tidak sempurna kemuliaannya kecuali dengan syariat dan memenuhi hak Allah dengan mematuhi-Nya dan bertindak sesuai dengan perintah dan larangan-Nya. “

Harusnya kita bangga menjadi bagian dari kaum muslimin, dan senantiasa mendakwahkan ajaran islam hingga terwujudnya kehidupan yang islami dalam sistem yang islami pula. Bukan malah menampakkan wajah yang bermuka dua. Disatu sisi mengaku sebagai seorang muslim, namun di sisi yang lain, menampakkan ketidaksukaannya kepada ajaran-ajaran islam. inilah orang-orang yang disebut sebagai orang munafik dalam hal akidah(3. Dan neraka adalah tempat kembalinya. Naudzubillah

Syariat islam adalah syariat yang mulia, dia akan senantiasa membawa keberkahan kepada siapa saja dan dimana saja dia diterapkan, inilah janji Allah Ta’ala yang termaktub dalam firmannya surat Al-Araaf ayat 96 :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,

Dalam Kitabul Iman karya Abdullah al Wazaf, beliau menuliskan kalimat yang begitu “telak” bagi mereka yang mengaku muslim namun menolak terhadap syariat Allah. Bahwasannya “Hanya orang-orang muslim yang bodohlah yang ingin menyia-nyiakan syariat Tuhan dan menggantikannya dengan undang-undang manusia”. dengan demikian, maka seseorang cukup dikatakan sebagai orang yang bodoh tatkala dia mengaku sebagai seorang muslim namun menolak syariat islam diterapkan di negerinya. Dan cukup diakatakan orang itu bodoh, apabila membela mati-matian undang-undang buatan manusia. karena sesungguhnya undang-undang Allah adalah yang mulia lagi membawa rahmat keseluruh alam.

Wallahu’alam bi shawab

 

Abu Jihad Al-Karawachi

 

Footnote :

  1. Abdullah al Wazaf, Pokok-pokok keimanan, Trigenda Karya, Bandung, 1994.
  2. Ibnu Khaldun, Mukaddimah-terjemah, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2001
  3. Ibnu Katsir, tafsir juz 1 Al-baqarah ayat 8
]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/menolak-syariat-islam-adalah-sebuah-kebodohan.htm/feed 0
Semangat 10 November, Sebuah Ibroh http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/semangat-10-november-sebuah-ibroh.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/semangat-10-november-sebuah-ibroh.htm#comments Mon, 10 Nov 2014 02:30:29 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=42296 Oleh Ustadz Fahmi Suwaidi

Tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan, sebuah hari untuk mengenang bahwa si lemah tak harus menyerah kalah pada si kuat. Bulan Oktober hingga November 69 tahun yang lalu, pejuang Surabaya habis-habisan bertempur melawan brigade Inggris yang bersenjata lengkap dan baru saja mengalahkan Jepang.

Inggris pun mengalami pukulan telak yang memalukan. Salah satu versi menyebutkan, komandan brigade Brigjen Mallaby tewas di mobilnya setelah digranat dua orang pemuda. Keduanya juga ikut tewas bersama Mallaby.

Tak hanya Mallaby, seorang jenderal Inggris lain juga tewas akibat pesawatnya jatuh. Brigjen Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya. Sebelumnya pesawat itu ditembaki oleh para mujahid Surabaya dengan tembakan kanon antipesawat peninggalan Jepang. Kehilangan dua jenderal dalam sebuah palagan adalah musibah besar yang belum pernah dialami Inggris, sang pemenang Perang Dunia II.

Sejarah mencatat, meski banyak dilupakan, bahwa semangat tempur para mujahid Surabaya dibakar oleh Bung Tomo. Seorang Muslim yang membangkitkan semangat jihad dengan kalimat “rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” Seorang orator jagoan yang tak lepas dari seruan takbir saat mengobarkan semangat melawan Inggris. Sebuah bukti bahwa jihad melawan penjajah kafir adalah tradisi Muslim di negeri ini.

Sempat terjadi jeda dalam pertempuran Surabaya pasca Mallaby terbunuh. Panglima pasukan Inggris di Jakarta, Jendral Philip Christinson meminta Presiden Soekarno menekan para pejuang Surabaya agar menahan serangan. Hal itu agar brigade yang dipimpin Mallaby terlepas dari kepungan dan bisa mundur dari Surabaya. Jeda ini kemudian dimanfaatkan Inggris untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan menambah dua brigade lagi dari luar Surabaya.

Pelajaran Berharga

Momentum pun berubah, pasukan Inggris yang terdesak kembali menekan pejuang Surabaya dengan kekuatan baru yang jauh lebih besar. Secara militer, Inggris menang dalam pertempuran di Surabaya. Para pejuang berhasil dipukul mundur keluar dari Surabaya dengan korban puluhan ribu orang.

Hal ini sempat dikeluhkan oleh Jenderal A.H. Nasution yang mengkritik strategi para pejuang Surabaya. Terus menerjang tanpa komando yang jelas membuat ribuan pejuang berguguran. Menurut Nasution, strategi “gelombang manusia” itu membuang-buang senjata dan perlengkapan yang sebetulnya bisa dipakai utk mempersenjatai dua divisi TKR lengkap.

Terlepas dari kritik dan pujian, ada tiga pelajaran yang bisa diambil dari pertempuran Surabaya. Pertama, semangat dan keberanian berjihad yang meluas di tengah umat bisa memukul lawan yang superior. Inilah yang paling ditakuti oleh kekuatan kuffar, ketika api jihad berkobar dan menyulut semangat seluruh umat. Ini pula sebabnya sejak dini api ini harus dipadamkan dengan program deradikalisasi, agar tak membesar dan membahayakan bagi orang-orang kafir.

Afghanistan dan Irak membuktikan sulitnya menumpas perlawanan berlandaskan jihad. Pasukan Salibis Barat terjebak di sana dan menghadapi pilihan sulit; terus di sana dan mengalami kebangkrutan karena perang berlarut atau mundur dan dipermalukan di hadapan dunia internasional.

Kedua, semangat dan keberanian memukul lawan tak cukup menjadi modal kemenangan. Manajemen strategi yang baik mutlak diperlukan untuk mengelola rangkaian pertempuran menjadi sebuah kemenangan perang. Kritik Nasution terhadap pertempuran Surabaya menarik untuk dicermati. Bagaimana potensi manusia, senjata dan logistik harus bisa dikelola dengan baik. Bukan asal menerjang dengan modal semangat berani mati.

Seni Memelihara Api

Ketiga, perang membutuhkan keteguhan untuk menuntaskannya. Memulai memantik api perang memang terlihat gampang, tetapi menuntaskannya menjadi sebuah kemenangan memerlukan pemeliharaan momentum. Dalam kasus Surabaya momentum muncul, bahkan diciptakan dengan pembunuhan terhadap Mallaby, namun ketika pasukan Inggris terjepit,  kemenangan tak dituntaskan.

Seni memantik dan memelihara api ini kerap diabaikan oleh mereka yang bersemangat untuk berjihad. Api dikobarkan dengan korek gas yang menyala, disiram dengan bensin yang cepat membakar, tetapi kayu kering terlalu sedikit. Kebanyakan umat ibarat kayu basah yang tak mempan disulut api jihad. Akibatnya api segera padam dan nasi di panci tak bisa matang.  Panas yang sesaat hanya membuatnya menjadi ngelethis, mentah tidak matang pun bukan.

Di sinilah seni bersabar dalam persiapan diperlukan. Sabar mengeringkan kayu sampai siap untuk dibakar hingga tuntas memasak. Sabar menyiapkan umat agar mampu memikul beban jihad yang berat dalam waktu yang panjang. Sabar dan berhitung untuk menghadapi musuh di saat yang tepat dengan niat menuntaskannya.

Inilah yang ditempuh oleh Rasulullah pada fase awal dakwah. Tigabelas tahun di Makkah dijalani dengan sabar, tak buru-buru melawan kezhaliman dengan potensi yang belum terkonsolidasi. Kesadaran ini juga dimiliki oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum.

Simaklah kejeniusan Umar r.a. ketika beliau mengancam kepada Quraisy, “Tunggulah sampai jumlah kami 300 orang, niscaya kalian kami kalahkan.” Meski berani dan garang, Umar tahu berhitung. Muslim di Makkah terlalu sedikit dan tak memiliki basis militer memadai untuk menghadapi Quraisy secara frontal. Umar memahami sepenuhnya seni memantik dan memelihara api. Wallahu a’lam

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/semangat-10-november-sebuah-ibroh.htm/feed 0
Kebangkitan Islam dan sikapnya terhadap Warisan Kemajuan Materi Eropa http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kebangkitan-islam-dan-sikapnya-terhadap-warisan-kemajuan-materi-eropa.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kebangkitan-islam-dan-sikapnya-terhadap-warisan-kemajuan-materi-eropa.htm#comments Sat, 08 Nov 2014 06:31:14 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86891 eropaOleh : Muhammad Yusron Mufid

Hari ini, kita hidup di era modernitas yang penuh dengan kemajuan materi seperti teknologi, inovasi, penemuan ilmiah dll. Hampir semua produk capaian materi tersebut adalah hasil dari kejeniusan orang-orang Eropa di era Renassaince meskipun ada yang mengatakan bahwa interaksi dengan peradaban Islam-lah yang membuat Eropa tercerahkan. Namun terlepas dari itu, jika kita amati dengan keadaan di era modern, Bisa dikatakan bangsa Eropa berhasil mencitrakan dirinya sebagai simbol kemajuan kreasi materi. Dan di sisi lain, di abad modern dunia Islam hampir dikatakan tertinggal jauh dalam capaian kemajuan kreasi materi sebagaimana yang telah dicapai oleh kejeniusan Eropa. Sehingga terkesan bahwa Islam adalah pandangan yang justru mengancam kemajuan kreasi materi yang dicapai umat manusia sekarang sehingga mengancam kemanusiaan. Benarkah demikian ? Tidak !, bahkan Islam akan menyelamatkanya.

Kemajuan kreasi materi/teknologi yg telah dicapai oleh kejeniusan Eropa dapat menjadi anugerah berharga bagi umat manusia -jika dimanfaatkan untuk tujuan yang mulia- dan telah mencapai puncaknya yang sulit ditandingi oleh peradaban manusia manapun dimuka bumi. Namun, selain dapat berpotensi menebar manfaat, kemajuan itu juga dapat menjadi bencana bagi kemanusiaan. Disinilah Islam memainkan perannya, karena peradaban Islam memiliki sesuatu yang lain yg tidak dimiliki peradaban Eropa. Apakah itu ?

Islam hadir bukan untuk memberangus kemajuan kreasi materiil yg telah diwariskan oleh orang2 Eropa, Karena Islam sendiri membuka ruang untuk kreativitas materi sejalan dgn tujuan diciptakannya manusia sebagai “Khalifah” dimuka bumi. Islam justru akan menjaganya, mempertahankannya, membimbingnya dan menyelamatkan “kreasi materi” yg telah dicapai oleh kejeniusan eropa agar kemajuan tersbut tidak menjadi boomerang yg malah akan menjatuhkan martabat kemanusiaan.

Ibarat sebuah pisau, pisau adalah sebuah materi, namun manfaat atau bahayanya tergantung oleh siapa pisau tersebut dipegang, ibaratnya jika dipegang oleh orang yg berjiwa sholeh, paling banter pisau tersebut akan digunakan untuk memotong leher ayam dan itupun utk manfaat manusia, berbeda jika dipegang oleh preman yg tentu akan membahayakan nyawa manusia yang lainnya. Begitupun dgn nuklir, kemajuan inovasi dan penemuan-penemuan ilmiah lainnya akan sgt mmbahayakan kemanusian jika disandingkan dengan “Jiwa” yang salah.

Begitulah, Jika kejeniusan Eropa telah menghasilkan kemajuan materii yang luar biasa maka Islam datang untuk merombak JIWA MANUSIA selaku pemain dibalik layar yg akan memanfaatkan kemajuan kreasi materi tersebut agar dapat didayagunakan untuk nilai kemanusiaan yang tertinggi yaitu untuk menunjang fungsi dan tujuan hidup manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi (Menghambakan hidupnya untuk sang Pencipta). Bukan justru menjadikan kemanusiaan jatuh terpuruk dan hina, hingga akhirnya kemajuan materi tsb berakhir sia-sia.

Jika kemajuan kemanusiaan hanya diukur oleh kemajuan materi saja, lihatlah kaum-kaum terdahulu kaum Tsamud, kaum Sodom, Bangsa Aad, Negeri Fir’aun, penduduk pompeii. Bukankah mereka peradaban maju tak tertandingi dizamannya ? Lalu, Bagaimanakah kesudahannya ? Bukankah kemajuan kreasi materi mereka berakhir sia-sia ? Itu semua karena kemajuan kreasi materi mereka digunakan untuk hal yang membuat kemanusiaan jatuh. Yaitu durhaka dengan mengadakan tandingan dan menghambakan hidup kepada selain Allah sang Pencipta manusia dan alam semesta.

Jadi, Islam datang untuk menyelamatkan kemajuan kreasi materi orang-orang eropa agar tak berakhir tragis seperti mereka. Sebab Islam bukanlah produk kejeniusan orang timur ataupun barat, melainkan konsep hidup dari Sang Pencipta yaitu Allah yg telah menciptakan manusia dari ketiadaan. Sang pemilik jiwa manusia itu sendiri. Ya, Islam untuk keselamatan manusia.

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ´Aad?,
(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain
dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,
dan kaum Fira´aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab”,

(Q.S AlFajr ayat 6-14)

(Tulisan ini adalah hasil pengembangan dari gagasan pemikir Islam Sayyid Quthb dalam bukunya “petunjuk jalan”)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/kebangkitan-islam-dan-sikapnya-terhadap-warisan-kemajuan-materi-eropa.htm/feed 0
Antara Pahlawan dan Penjahat http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/antara-pahlawan-dan-penjahat.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/antara-pahlawan-dan-penjahat.htm#comments Tue, 04 Nov 2014 07:08:39 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86646 pahlawan1Oleh : Abdullah Muadz*

Westerling adalah tokoh yang dianggap pahlawan oleh masyarakat Belanda, sebaliknya ia adalah penjahat besar untuk bangsa  Indonesia.  Gorge  W  Bush adalah pahlawan, setidaknya bagi 85% rakyat Amerika, tetapi dianggap penjahat oleh sebagian rakyat Irak, setidaknya 900.000 keluarga korban tewas akibat pembantaian.. Xanana Gusmao adalah seorang tokoh pahlawan bagi masyarakat  Timor Leste, sebaliknya pernah dipenjara oleh pemerintah Indonesia.  Begitu pula  Presiden pertama RI Bpk Ir. Soekarno.  adalah  tokoh proklamator sekaligus pahlawan, tetapi oleh Belanda telah berkali-kali dipenjarakan.

Perbedaan  pandangan itu karena memakai kacamata Nasionalisme masing masing. Nasionalisme itu bersumber dari sebuah padangan masyarakat kumpulan manusia yang pasti punya cara pandang masing-masing, maka hasilnya menjadi relative.

Pahlawan Dalam Arti Sempit

Bagi seorang yang sedang  sakau maka pahlawan bagi mereka adalah para pemasok dan pengedar narkoba. Bagi seorang pemabuk, maka boss yang mentraktir minuman itulah yang jadi pahlawan. Bagi orang-orang miskin maka orang semodel Robinhood itu juga bisa manjadi pahlawan. Bagi para mucikari/germo, juga pengusaha diskotik, maka para pembacking  yang biasanya terdiri dari aparat itu sebagai pahlawan.  Seorang pemuda yang menampung uneg-uneg seorang gadis ketika terjadi masalah keluarga, sehingga sang gadis bertambah dendam terhadap orang tuanya dan semakin sejuk dengan sang pemuda, itu bisa dianggap pahlawan bagi si gadis (lihat status-status di BBM).

Maka pengertian pahlawan disini adalah siapa saja yang menjadi pembela kepentingan seseorang itulah dia, terlepas bentuk kepentingan apa saja, tidak perlu lihat halal haram lagi.

Sebaliknya perbuatan sebaik apapun jika ada orang lain yang merasa kepentingannya terancam, akan ada saja yang memusuhi bahkan dianggap  penjahat atau lebih dari itu. Sebaik apapun akhlaq yang telah ditunjukan oleh Rasulullah SAW, sampai sampai pujiannya langsung datang dari Allah SWT : “Sesunggguhnya Engkau (wahai Muhammad) memang memiliki akhlaq yang sangat Agung “, tetap saja ada yang memusuhi, bahkan dari kalangan keluarganya sendiri. Karena ada orang yang merasa kepentingannya terancam.  Apalagi kita yang bukan nabi, lebih wajar  kalau yang membenci itu lebih banyak lagi.

Resiko yang dihadapi oleh Rasulullah SAW adalah berbagai teror mental, dituduh orang gila, tukang sihir sampai upaya penganiyaan fisik. Berbagai ujian cobaan, tantangan, rintangan, hambatan, gangguan, silih berganti bertubi-tubi silih berganti tak pernah berhenti  menimpa diri Nabi. Mulai dari peleparan kotoran unta, penimpaan batu besar, pengeroyokan, upaya pemboikotan, sampai upaya-upaya pembunuhan.

Soal Kepentingan dan Standar Nilai

Kalau ukuran berjasa, membantu dan menolong menurut kepentingan perorangan, kelompok, suku, sampai pada bangsa dan negara, bisa dipastikan akan menemukan hasil yang relatif. Sehingga harus ada standar yang universal. Sementara sentdar universal itu biasanya dikaitkan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Lagi-lagi jika pendangan kemunisaan itu menurut pribadi, kelompok dan golongan pasti akan berbeda lagi. Sehingga tidak akan pernah menemukan kebenaran yang hakiki dalam memandang nilai kemanusiaan.

Bagi akal yang sehat seharusnya berfikir bahwa yang paling pantas membuat standar nilai kemanusiaan adalah Sang Pencipta Manusia itu sendiri. Maka nilai kemanusiaan tidak bisa dilepas dengan setandar yang dimiliki oleh Allah SWT sebagai Pencitpta manusia. Selanjutkan kita bisa menentukan ukurang berjasa atau tidak seseorang jika dia berhasil ikut mengangkat nilai-nilai kemanusian dan nilai-nilai kebenaran.

Jadi Pahlawan itu Siapa ?

“Pahlawan” adalah sebuah kata benda. Secara etimologi kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat bangsa atau umat manusia.

Jika kita memakai kata kunci “ Kebenaran dan Pahala” maka tidak mungkin ada standar lain keculai tata nilai yang bersumber dari Sang Pencipta (Khalik) sebagai sumber kebenaran. Akal sehat kita menuntut bahwa Sang Pencipta pasti yang paling tahu barang ciptaanya senidri, maka Dialah yang paling pantas dan berhak menurutkan sumber tata nilai untuk makhluq manusia sebagai ciptaannya.

Seorang pejuang dan pahlawan dalam Islam, adalah seorang  yang hanya ingin cari muka  dihadapan Allah SWT, hanya ingin perhatian dan penilaian dihadapan Allah SWT,  jika hanya pandangan manusia akan sangat relative sifatnya. Satu bilang si fulan pahlawan semantara yang lainnya bilang si fulan itu penjahat. Bararti seorang pejuang harus tegar  “tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela” (Q.S Al-Maidah (5) ayat : 54.

Hari ini para pejuang akan berhadapan dengan nafsu liar manusia yang dibacking oleh penguasa dan pengusaha yang terus mengeksploitasi nafsu jalang  dan liar manusia, sambil terus dikipas-kipas oleh syaithan laknatullah, kemudian dihias oleh sarana dan prasarananya, serta dipercantik oleh ilmu pengetahuan dan teknologinya. Makin banyak orang yang terkapar tidak berdaya, tidak sedikit juga para tokoh agama yang akhirnya ikut bungkam, entah karena takut atau karena gaptek.

Siapa yang berani mengatakan bahwa : “Kuis berhadiah melalui SMS yang tarifnya diatas normal itu Judi”..?  Siapa yang berani mengatakan bahwa acara pildacil itu ada unsur judinya..?  Siapa yang berani mengatakan bahwa sekarang ini hiburan sudah sangat Over Load..?  Siapa yang mampu melihat bahwa kondisi pelajar kita sudah sangat memprihatinkan, dari aspek orientasinya, motivasinya, visi misinya, akhlaqnya, pergaulannya, serta sikap dan keperibadiannya.

Pertanyaan tersebut diatas mempunyai resiko tinggi bagi siapa saja yang mau manjawab dengan jujur.  Sebab akan berhadapan dengan banyak orang dan kepentingan, juga mungkin tidak sedikit tokoh agama yang juga sudah terlanjur ikut menikmati, sehingga takut “Kaburo Maqtan” ( Q.S Asshaaf (61) ayat : 2-3.

Seorang ayah yang telah memelihara anak dari bayi, begitu menyayangi dan mencintai anaknya, hanya karena latar belakang pendidikan yang kurang,  maka cara mengekspresikan kasih sayang dan cintanya berbeda dengan keinginan anak. Banyaknya perintah dan larangan membuat  sianak salah faham, timbulah kebencian kepada orang tuanya. Saat itulah datang pemuda ganteng yang  menampung semua uneg-unegnya,  menawarkan berbagai kebebasan, serta  membuka jendela hatinya sambil bersedia menjadi soulmate nya. Jadilah pemuda itu sebagai pahlawan dimata gadis tersebut.

Padahal tidak sedikit laki-laki yang hanya menginginkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Pertolongan yang diberikannya pun hanya alokasi khusus kepada orang-orang tertentu yang menjadi sasaran tembaknya. Kepincutlah si anak jadilah si Pemuda yang tidak pernah ngasih makan dan merawat dari kecil menjadi  pahlawan serta arjuna bagi si gadis yang merasa nyaman terhadap pemuda tadi. Pilu hati si ayah ketika anaknya lebih percaya kepada orang lain dari pada orang tuanya sendiri.

Tak kalah pilunya nasib guru, terlebih-lebih guru agama. Dari segi urgensi tidak begitu dianggap oleh pemerintah terlihat dalam implementasi kurukulum, membawa dampak pelajaran agama diremehkan oleh para siswa.  Sisi lain jam pelajaran yang kurang, sehingga berdampak kurangnya pelajaran aqidah yang begitu penting dalam membentuk pandangan hidupnya. Sisi lain lagi pelajaran agama lah yang banyak berbenturan dalam  realitas kehidupan sehari-hari, karena apa yang ditampilkan di Televisi misalnya lebih banyak pertentangannya. Sementara masih ada sebagaian guru agama dengan keterbatasannya belum menguasi metode mengajar yang menarik. Maka guru agamalah yang dianggap paling banyak perintah dan larangan. Paling cerewet, ngebetein, menyebalkan dan paling banyak mengekang.

Sementara ada guru lain atau karyawan yang punya pandangan agak permisif, mempunyai kemempaun berkomunikasi dengan baik, menjadi tempat  bernaungnya anak-anak,  tempat yang dianggap menyejukan. Jika tidak ada lingkungan yang kondusif serta tidak ada upaya perbaikan kualitas dan keterampilan guru-guru agama, maka jadilah guru agama seolah seolah sperti penjahat dan guru lain yang menganut kebebasan seperti pahlawan, di mata para siswa..

Saat inilah dibutuhkan para pejuang bermental baja, yang punya ketegaran jiwa, kekokohan mental, berani tampil, tidak takut celaan manusia, karena takunya hanya kepada Allah SWT, dan hanya ingin menjadi Pahlawan hanya di hadapan Allah SWT.

 

*      1.       Ketua Umum Assyifa Al-Khoeriyyah Subang

  1.      Pendiri Pesantren  Ma’rifatussalaam  Kalijati suban
  2.      Pendiri, Trainer & Presenter di “Nasteco’
  3.      Pendiri dan Trapis Islamic Healing Cantre
  4.      Pendiri LPPD Khairu Ummah Jakarta
]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/antara-pahlawan-dan-penjahat.htm/feed 0
Wahai Singa Singa (Mujahidin) Tripoli – Syam Kalian Telah Mengangkat Kehormatan Kami !!! http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-singa-singa-mujahidin-tripoli-syam-kalian-telah-mengangkat-kehormatan-kami.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-singa-singa-mujahidin-tripoli-syam-kalian-telah-mengangkat-kehormatan-kami.htm#comments Sun, 02 Nov 2014 00:47:53 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86479 isis 3Oleh Shaykh Abu ‘Aashim

Muhammad Bin ‘Umar Al-Lubnany ”Semoga Alloh Meneguhkannnya”

Diterbitkan Oleh Markas ‘Aisyah Media

Alih Bahasa Kafaa Syaima

 

Segala puji hanya bagi Alloh Rob semesta alam, semoga sholawat serta salam terlimpahkan kepada ”Sayyidil Mursalin” Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga, para sahabat serta seluruh ummatnya.. Amma Ba’du :

Bahwa apa yang dilancarkan oleh singa-singa Mujahidin Tripoli Syam, para muwahhidin dan mujahidin sejak seminggu ini merupakan urusan mulia, membanggakan diri setiap muwahhid. Bagaimana tidak ?? mereka telah tegak mengangkat tinggi Royatul Jihad (Panji Jihad), menanamkan rasa sakit pada tentara lebanon, agen Unit (koalisi) Rofidhoh, sebagian diantara mereka menyaksikan, terluka, terbunuh dan tertawan.. Maka bagi Allohlah limpahan (karunia) bagi kalian wahai para pahlawan ”Mujahidin”.

Kalaulah tentara rofidhoh sama sekali tidak membombardir lewat pesawat, melemparkan peluru dengan tank dan menghujani peluru-peluru panas ke arah para Mujahidin, namun kalian hanya memiliki Alloh Wahai para Mujahidin..

Dan sungguh kalian telah membuat gentar tentara lebanon dengan usaha yang mampu membuat keluar salah satu komandan Hizbul Lata, dan hizbullata mengumumkan persiapan guna berdiri dan membela para tentara (lebanon) ini yang hina lagi keji, para mujahidin telah menghina dinakan mereka hingga ‘’Ummul Kufri wa Thughyan’’ Amerika berteriak lantang bahwa mereka akan mendukung tentara Rofidhoh lebanon dalam menghadapi Irhabiyyin (teroris).

Sesungguhya tentara (lebanon) ini, dididik untuk membantu (menolong) orang-orang kafir atas kaum muslimin, pada peristiwa lain, mereka membantu nushairiyah untuk memukul keras ikhwah mujahidin, dan dimedan pertempuran lainnya (-Nahr Albaarid) mereka dibantu oleh Aalu Salul dan Amerika beserta Rezim Nushairiyah hingga gugur (terbunuh) para Muwahhidin di pengungsian Asshaghir, pertempuran tersisa sekitar 4 bulan, tentara ini tidak bisa bergerak melainkan di kepung mujahidin, digambarkan bahwa Syaikh Ahmad Alaseer dan yang menyertainya berperang melawan Hizbullata dengan bantuan tentara lebanon, karena kami mengetahui semuanya, bahwa tentara (rofidhoh) ini mereka tidak akan mampu bergerak, membela diri melainkan jika rofidhoh lainnya bergerak!

Wahai Ahlussunnah di bumi Lebanon yang tercinta, bangkitlah kalian sebagaimana bangkitnya saudara kalian di Tripoli-Syam dan Miniyeh, perangilah oleh kalian tentara laknat ini yang telah melampaui batas, tentara ini telah menjadikan kejahatan-kejahatannya serupa dengan kejahatan Rezim Nushairi hingga

kalian berkumpul berdiri melawannya. Oleh karena itu, apa lagi yang membedakan antara tentara Nushairi dan tentara lebanon?!

Bahwasanya tentara lebanon telah membunuh saudara kami di Sheidan, Ersal, Triplo dan Minniyeh dan menghinakan para pengungsi suriah, mereka juga berpartisipasi bersama Hizbul Lata dan Rezim Nushairi dalam Fathu Ma’rokah melawan mujahidin di Jarrod Qolamoun!!!

Bahwasanya tentara seperti tentara ini haruslah diinjak-injak dengan kaki, wahai Ahlussunnah.. berdirilah kalian, bangkitlah kalian dari debu kelambanan,, putuslah hubungan mereka dengan ‘Ubuwwat (Eid), cabik-cabiklah daging-daging mereka dengan ledakan, ikatlah kepala mereka di medan-medan (pertempuran), ketahuilah oleh kalian bahwa pertolongan Alloh akan datang, bersabarlah..sabarlah.. disaat diguncang ujian dan teguhlah. senantiasa teguh dalam banyak rintangan. Karena (sungguh) tentara pengecut ini tidak akan mampu berhadapan kecuali beberapa jam (saja).. Alloh.. Alloh .. ada (dalam) jihad.. Alloh.. Alloh.. (senantiasa ada) dalam pertempuran.. Alloh.. Alloh (senantiasa) membela kehormatan dan kesucian kalian!!

Berikut aku pesankan sebuah nasihat untuk kalian dari relung hati paling dalam,  merapatlah kalian disekitar mujahidin, bergabunglah kalian dengan Daulah Islamiyah, bai’atlah oleh kalian Khalifah Muslimin ‘’Abu Bakr AlQurosiy Al-Baghdadiy’’ Hafidzhohulloh.. karena sungguh kalian telah menyaksikan kepayahannya atas musuh-musuh ini., walau ditengah serangan koalisi salibis pada Daulah Islamiyah melainkan prajurit-prajurit Daulah terus menerus mendapat kemenangan yang besar, jika ada satu Isyarat (arahan) darinya (Khalifah Muslimin), maka pasukan-pasukan Daulah Islamiyah akan masuk ke Lebanon untuk membebaskannya -Biiznillah-, maka bersiap-siaplah kalian untuk hari yang agung ini, yang akan mempersiapkan didalamnya Izzah kalian.. Insyaa Alloh..

 

‘’Wahai siapa saja yang telah mengangkat mahkota kepala (kehormatan) kami ,,

lanjutkanlah jihad kalian.. Lanjutkanlah pertempuran kalian…

Percikan api telah memercikan api dan menyala… janganlah kalian matikan dengan sikap duduk kalian..

Bahkan, jadikanlah ia (sebagai) sikap (tegak berdiri) kalian..

Inilah rehatnya mujahid yang akan mengembalikan kerapihan lembaran-lembaran

Kemudian akan mampu membatalkan kedua kali atas musuh-musuh ini’’

Dan Alloh-lah yang akan memenangkan UrusanNya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya..

Semoga sholawat dan salam terlimpah ke atas Nabi Muhammad, keluarga dan seluruh para sahabatnya..

Walhamdulillahi Robbil ‘Aalamin

Saudara Kalian di

Markaz ‘Aisyah Media

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/wahai-singa-singa-mujahidin-tripoli-syam-kalian-telah-mengangkat-kehormatan-kami.htm/feed 0