Laporan Khusus dengan Misi Khusus?

Rabu, 17/06/2009 09:16 WIB | Arsip | Cetak Kirim Tulisan

Membaca rubrik Laporan Khusus Eramuslim yang berjudul Indonesia Menggugat Jilid II? (bagian 1) membuat semakin kuatnya pemeo bahwa rakyat Indonesia memiliki penyakit lupa ingatan yang akut. Kalau kita mengingat-ingat saat masa awal Orde Baru semua orang berpendapat bahwa Bung Karno dan Orde Lama adalah penuh dengan keburukan. Saat masa awal Reformasi semua orang berpendapat bahwa Pak Harto dan Orde Baru adalahpenuh dengan keburukan dan Orde Lama terdapat banyak kebaikan. Dan saat ini mulai muncul juga pendapat bahwa Orde Baru dan Pak Harto juga memiliki banyak kebaikan. Tapi masalahnya hal itu dikaitkan dengan Boediono saat menjadi Cawapres. Seolah penilaian baik dan buruk hanyalah masalah timing politik untuk mendapatkan legitimasi.

Artikel tersebut menyatakan bahwa “Bung Karno dan Pak Harto berbuat sangat banyak, sehingga rakyat menganggapnya sebagai para pemimpinnya.” Sehingga penghargaan pun tertuju pada keduanya. Namun, saat PKS menjadikan keduanya sebagai ikon dalam iklan pahlwannya, banyak sekali orang yang menghujat dan menuduh PKS sebagai anti reformasi. Hal itu terjadi saat menjelang masa kampanye legislatif. Jadi sekali lagi semua penilaian seolah hanyalah masalah timing politik. Bila seperti ini, apakah Eramuslim hendak menjadi media politik pendukung wacana tertentu? Bila itu benar, bagaimana Eramuslim mempertanggungjawabkan taglinenya “Media Islam Rujukan”?

Ketika dalam artikel itu juga ditulis tentang Neoliberalisme yang seolah memperkuat opini bahwa objek penulisan, yaitu Boediono, benar-benar seorang Neoliberaisme. Padahal di masa dia jadi Menko Perekonomian dan Gubernur BI, bisa dilihat bahwa dia mendukung Ekonomi Syariah, sesuatu yang mustahil didukung oleh seorang Neoliberalisme. Dia pun mendukung Perbankan Syariah dengan menyatakan secara tegas pada sebuah acara bahwa di saat masa krisis, satu-satunya sistem yang mampu bertahan adalah sistem ekonomi syariah.

Maka Eramuslim dengan menurunkan tulisan seperti itu berarti ingin memecah ummat dalam kebingungan karena keterbatasan informasi dimana justru seharusnya Eramuslim sebagai media Islam memberikan pencerahan kepada Ummat ini. Naudzubillah min dzalik. Jika seperti itu, kapan umat Islam akan maju dan kuat bila pecah belah justru dilakukan oleh kaum muslimin sendiri?

Semoga kita terhindar dari berpecah belah karena perbedaan yang justru malah memperlemah ummat ini. Sementara ada segolongan ummat yang berusaha untuk memperbaiki ummat malah dihajar dan dicaci maki. Bila seperti itu, apakah kita pernah membayangkan saat menjawab pertanyaan untuk apa umur ini dipakai? Untuk memecah belah ummat? Dan apakah reaksi malaikat penjaga kubur mendengarnya?

Semoga kita mendapat petunjuk Alloh. Amin.

Sarimin ([email protected])

Tanggapan Redaksi

Terima kasih atas kritik dan sarannya. Semoga bermanfaat buat kita semua.

redaksi

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Suara Pembaca

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang