Majelis Mujahidin Menyikapi Kontroversi ‘Allah’ Non Muslim di Malaysia
Memperhatikan :
- Kontroversi penggunaan kata ‘Allah’ oleh majalah The Herald yang diterbitkan kaum Kristen Katolik Malaysia.
- Aspirasi kaum muslim Malaysia dari berbagai golongan dan Partai Politik Melayu yang menolak penggunaan kata ‘Allah’ oleh non muslim di Malaysia
- Kebiasaan Non Muslim di Malaysia, mendiskreditkan Islam dan kaum Muslim dalam penyebaran agamanya, dengan memanipulasi simbol-simbol Islami, seperti penyebaran Injil berbahasa Arab Melayu.
Menimbang :
- UUD (Persekutuan Perlembagaan) Malaysia Ps. 11 ayat 4 yang menyatakan: "Menjadi kesalahan bagi bukan Islam untuk menggunakan perkataan Allah kepada umat Islam untuk menyebarluaskan agama itu. Tapi bukan kesalahan jika digunakan kepada Non Muslim.”
- Putusan banding Pengadilan Kuala Lumpur yang dimintakan Kementrian Dalam Negeri (KDM) 4 Januari 2010 tentang penangguhan Keputusan Pengadilan Rendah Kuala Lumpur
- Syari’at Islam tidak melarang orang kafir mengucapkan atau menuliskan kalimat ‘Allah’ baik di kalangan internal mereka atau dengan kaum muslim .Firman Allah:“ Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?”(Qs. At-Taubah, 9:30)
Memutuskan :
- Majelis Mujahidin menolak keras penggunaan atribut-atribut Islami oleh orang kafir di tengah-tengah masyarakat muslim sebagai implementasi larangan talbisul haq bil bathil (mencampur adukkan yang benar dan yang salah)
- Penggunaan kata ‘Allah’ oleh orang kafir, tidak bertentangan dengan Syari’at Islam. Di zaman Nabi Muhammad saw, kaum Yahudi, Nasrani dan musyrik di Makkah sudah menggunakan kata ‘Allah’ sedang Rasulullah Saw tidak melarangnya. Kata ‘Allah’ merupakan kata universal, setiap manusia boleh mengucapkannya. Firman Allah: “ Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapalah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Maka betapakah mereka dapat dipalingkan dari jalan yang lurus?.(Qs. Al-Ankabut 29:61)
- Golongan kafir (Non muslim) wajib menjaga dan menghargai kemuliaan simbol-simbol Islam supaya tidak menciptakan konflik dengan Umat Islam. Pelanggaran terhadap hal ini berarti sikap permusuhan terhadap kaum Muslim yang harus dihadapi dengan Jihad fi Sabilillah.
- Para Politisi Muslim dalam partai apapun, baik di Indonesia maupun Malaysia, wajib mengutamakan kepentingan Islam dari pada lainnya sebagai bukti komitmennya kepada Islam
Jogjakarta, 5 Shafar 1431 H/ 21 Januari 2010M
Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
Irfan S. Awwas M.Shobbarin Syakur
Ketua Umum Sekum
Menyetujui:
Drs. M. Thalib
Amirul Mujahidin
Lainnya (Arsip)
- Surat Terbuka Kepada Pansus Angket Bank Century DPR RI
Selasa, 19/01/2010 14:50 WIB - Prihatin dengan Akidah Umat
Selasa, 19/01/2010 11:43 WIB - Ralat Rubrik Oase Iman yang Berjudul Muslimah Esok Hari
Senin, 18/01/2010 12:00 WIB - Jangan Posting URL Blog Penghina Islam
Jumat, 15/01/2010 13:05 WIB - Blog dengan Nama Islam Tetapi Isinya Menghina Islam
Kamis, 14/01/2010 14:05 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




