Menyikapi Pernyataan Anis Matta Terkait Revolusi Mesir

Tidak ada kader PKS (WNI) yang ikut melihat secara langsung demo di Tahrir karena ketatnya penjagaan aparat keamanan, apalagi mau menjadi relawan membantu revolusi Mesir, itu tidak masuk akal. Dan itu sudah dibantah sendiri oleh Anis Matta.

Tapi, mengenai apakah pernyataan Anis Matta di Detiknews.com beberapa hari yang lalu merupakan penyebab diintrogasinya beberapa mahasiswa di Mesir?. Tentu hal itu perlu dikaji ulang, sebab jika memang itu benar, bahwa pernyataan Anis Matta sebagai salah satu tokoh nasional, sekjen salah satu partai terbesar di Indonesia dan wakil DPR RI menjadi penyebab diintrogasinya Mahasiswa di Mesir, maka tentu pasti ada tembusan ke DUBES RI di Mesir terkait hal itu, tapi, kenyataannya sampai detik ini, tidak ada keterangan resmi dari DUBES terkait dengan pernyataan Pak Anis tersebut.

Saya kira tentara Mesir juga bukan orang bodoh mengintrogasi sembarangan orang. Jika introgasi aparat itu benar-benar terkait dengan pernyataan Pak Anis pasti ada tembusan ke Pak Dubes terlebih dahulu, mengingat hubungan kedua negara dan kapasitas Pak Anis sebagai wakil ketua DPR RI..

Kalau mengenai situasi dan kondisi Mahasiswa di Mesir saat ini, memang tidak aman, itu tidak bisa dipungkiri, baik dari segi keamanan pisik maupun keamanan pangan dan uang saku karena diberlakuannya jam malam dari jam 3.00 sore- jam 8.00 pagi, sehingga sulit untuk belanja dan menarik uang di ATM, tapi sekali lagi bukan karena pernyataan Pak Anis Matta.

Oleh karena itu, Mahasiswa dihimbau agar tidak membawa barang bawaan dalam karton besar atau koper, karena bisa memancing perhatian aparat keamanan untuk melakukan introgasi pada yang bersangkutan, guna untuk memastikan barang bawaan tersebut bukan hasil jarahan, mengingat banyak penjarah/ pencuri yang berkeliaran selama revolusi Mesir berlangsung. Sebab, dalam keadaan aman saja, mahasiswa tetap dihimbau untuk selalu hati-hati membawa barang seperti tersebut di atas. apalagi sekarang, Mesir dalam keaadaan krisis politik dan keamanan.

Selama revolusi Mesir bergulir, saya juga pernah mengalami proses pemeriksaan di Hayi Sadis terkait dengan barang bawaan saya, ketika mengantar saudara ke Konsuler di Hayil Asyir untuk proses evakuasi pada kloter ke 2 tanggal 3/2/11, aparat meminta paspor dan memeriksa barang saya untuk memastikan tidak ada yang mencurigakan, kemudian karena barang saya dianggap aman, akhirnya kami disuruh pergi, tapi, introgasi tersebut tidak terkait dengan penyataan Pak Anis, sebab sebelum pernyataan pak Anis pun, hal-hal seperti introgasi, penggeledahan dan pencurian sering menimpa mahasiswa. Jadi, laporan introgasi oknum aparat terhadap mahasiswa karena gara-gara pernyataan Pak Anis di Detiknews.com beberapa waktu yang lalu perlu diverifikasi ulang dan diuji kebenarannya. Jangan dijadikan komiditi berita yang menarik dan alasan untuk mempercepat proses evakuasi sebab tidak ada hubungannya sama sekali.

Untuk itu, mahasiswa senantiasa dihimbau untuk selalu berhati-hati, jangan melakukan aktifitas yang bisa mengundang kecuriagaan aparat.

Safaruddin, MA

Mahasisiswa Pasca Sarjana Liga Arab Tahrir – Cairo Mesir