Mungkin Kita Masih Ragu
Assalamualaykum wr wb
Bencana di negeri ini terus melanda silih berganti. Kerisauan di hati muncul, mengingatkan diri sendiripun tak luput sembari mengingatkan sanak saudara untuk mencoba mengambil hikmahnya, berdoa dan banyak beristighfar. Tak dipungkiri hati ini dan kemungkinan kebanyakan orang akan tersadarkan ketika bencana itu ditunjukkan nyata. Namun dikala bencana itu tak dialami langsung dan telah berlalu, perbuatan dosa (maksiat)-pun kembali dilakukan, mengingatNya pun seadanya, ketaatanpun kadang tertinggalkan.
Mungkin kita masih ragu dengan musibah-musibah yang diberikan olehNya sebagai ujian dan azabNya..kalimat inilah yang mungkin perlu kita pertanyakan. Bencana tersebut kalo di analisa dengan ilmu pengetahuan mungkin bisa masuk akal dan bisa di nalar, bahwa kita sudah harus siap menerima itu semua sewaktu-waktu, resiko kita berada di atas lempengan bumi.
Ada pernyataan yang sempat memicu aku menuliskan tulisan ini. Muncul ketika kusampaikan berita bahwa di Sumatera Barat terjadi gempa lagi dengan kekuatan yang cukup membuat kepanikan dan kehancuran. jawabnya "ada dosa apa dengan orang-orang padang ya? " hmm..aku berujar mungkin kita jangan berpikiran sempit begitu. Mungkin kita coba sedikit ambil hikmahnya bahwa bencana yang ada adalah ujian dan adzab dariNya terhadap penghuni bumi ini. Apakah ketika kita sakit gigi, artinya Allah hanya memberikan ujian kepada gigi itu, tidakkan?..Allah sedang memberi ujian kepada seluruh tubuh pemilik gigi yang sakit itu.
dalam Al Quran kita sempat diingatkan QS 6 Al An'aam: 64 Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."
Semoga kita tidak terlena dengan selamatnya kita hari ini dari bencana-bencana itu, dan jangan terlalu yakin bencana-bencana di daerah lain hanyalah hukuman bagi yang mengalaminya. Sehingga kita kembali ke dalam kehidupan dunia yang kembali melupakan kebesaranNya.
Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"." QS 6 Al An'aam: 63
Ayo saudaraku, mari kita perbaiki ibadah kita, Tinggalkan kemaksiatan dan kembalilah ke jalan Allah sesuai tuntunan Rasulullah saw. Ilmu agamaku tak ada apa-apanya, tapi jika aku menunggu aku mempunyai ilmu yang tinggi baru kemudian aku mengingatkan, mungkin aku takut itu akan terlambat. Umur umat Nabi Muhammad saw telah ditetapkan tidak panjang..tapi kewajiban untuk saling mengingatkan telah dibebankan kepundak umat islam. walau takut yang diingatkan akan pecah hati, tapi tertutupi dengan kasih sayang kucoba selalu beranikan diri untuk selalu mengingatkan..walau diri juga masih perlu diperbaiki.
Waalaykumsalam wr wb
Riyadh Darius
Lainnya (Arsip)
- Pesantren... Oh.. Pesantren...
Selasa, 06/10/2009 12:48 WIB - Pesan Illahi dalam Waktu Gempa Padang
Senin, 05/10/2009 14:16 WIB - Nak, Tuhan sangat sayang kepadamu...
Sabtu, 03/10/2009 14:50 WIB - Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia tentang Musibah Gempa Bumi Sumatera Barat
Jumat, 02/10/2009 10:22 WIB - Suara Dari Balik Reruntuhan
Jumat, 02/10/2009 07:41 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




