Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia tentang Pengharaman Rokok

Siti Tasniyatun – Senin, 18 Jumadil Akhir 1431 H / 31 Mei 2010 16:39 WIB

Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) & Pusat Komunikasi Daerah
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia

Bismillahi-rrahmani-rrahim

PELARANGAN ROKOK BAGI ANAK-ANAK DAN IBU

Dunia dikejutkan oleh balita-balita perokok di Indonesia. Pernyataan keprihatinan dan kritik dilontarkan oleh masyarakat, terutama pemerhati anak. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perokok pemula, umur 5-9 tahun, naik secara signifikan. Hanya dalam tempo tiga tahun (2001-2004) persentase perokok pemula naik dari 0,4 menjadi 2,8 persen. Berdasarkan penelitian LPKM Universitas Andalas mengenai pencegahan merokok bagi anak umur di bawah 18 tahun yang dilakukan di kota Padang menunjukkan lebih dari 50% responden memulai merokok sebelum usia 13 tahun. Usia anak merokok telah bergeser dari usia belasan tahun, kini menjadi 5-9 tahun atau rata-rata usia 7 tahun. Sedangkan menurus Depkes presentase perokok wanita meningkat secara dignifikan sejak tahun 1997 yang hanya 5,09% menjadi 9%.

Mengharamkan rokok adalah suatu keputusan berdampak besar. Untuk menentukan keputusan yang besar itu para ulama harus mempertimbangkan banyak dalil, informasi dan data kesehatan tentang bahaya dan mudharat merokok baik untuk diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Keputusan besar tersebut pasti akan menimbulkan kontroversi mengingat kenikmatan rokok sulit untuk dihilangkan. Bagi kelompok yang pro terhadap pengharaman pasti akan faham karena demkian ganasnya bahaya rokok bagi umat manusia. Faktor yang menjadi alasan bagi pihak yang kontra terhadap pengharaman ini karena selain sulit menghilangkan rokok, alasan klasik ruginya menutup pabrik rokok dan berbagai alasan yang perlu perdebatan lama. Sedangkan data sudah menunjukkan kerugian merokok sudah nyata adanya.

"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (QS. Al-Baqarah [4]: 195)

Dalam the Jakarta Globe, Smoking and Poverty, pemerintah Indonesia mengeluarkan biaya lima kali lipat lebih besar dari pajak rokok untuk biaya kesehatan, sebesar 167 triliun setiap tahun. Rokok merupakan bagian dari “vicious cycle” kemiskinan dan kemerosotan dalam masyarakat. Biaya untuk membeli rokok bisa lebih besar dibanding biaya untuk pendidikan dan pemenuhan gizi dalam keluarga. Akibatnya, anak-anak tidak dapat tumbuh dengan optimal dan kecerdasan tidak cukup berkembang, sehingga kapasitas untuk hidup lebih baik di usia dewasa sangat terbatas. Sumberdaya manusia berkualitas inferior ini akan membebani dan menyebabkan terhambatnya proses pembangunan Indonesia.

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]

Didiorong keprihatinan atas masalah kesehatan rakyat Indonesia yang ditimbulkan oleh rokok serta dampaknya dalam berbagai aspek kehidupan manusia, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia yang dikoordinasikan oleh Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (PUSKOMNAS FSLDK) yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam Jamaah Nuruzzaman Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan sikap bahwa kami:

1. Menghimbau Pemerintah untuk merancang dan menerapkan undang-undang pelarangan rokok bagi anak, wanita hamil, dan tempat-tempat umum.

2. Mendukung pengharaman rokok karena kemudharatannya yang sangat besar bagi kesehatan jasmani, mental, dan sosial manusia

3. Menghimbau Pemerintah untuk menaikkan cukai rokok sehingga tidak mudah dijangkau, terutama oleh anak, dan mengalokasikan dana cukai untuk menetralisir dampak negatif rokok.

4. Menghimbau Pemerintah untuk tidak menjadikan industri rokok sebagai sumber pendapatan negara dengan mengorbankan generasi penerus bangsa.

5. Menghimbau Pemerintah untuk mengadakan program substitusi tembakau dengan tanaman pangan/komoditas lainnya serta mengembangkan industri pengelolaan hasil pertanian.
.
Surabaya, 31 Mei 2010
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus
Adistiar Prayoga

Koordinator PUSKOMNAS

PUSAT KOMUNIKASI NASIONAL Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus
Komplek Masjid Nuruzaman Jl. Airlangga No 4 Surabaya
Cp. Adistiar Prayoga 085850156645
Ugan Gandaika 081338250600

Suara Pembaca Terbaru

blog comments powered by Disqus